Kaskus

Story

jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
• •• •• •
emoticon-Hot Newsemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow 6th Story emoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow
Spoiler for "The Menu":


emoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari5th Story : Wrap Your Heartemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari
Spoiler for "The Menu":


emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing4th Story : Irreplaceable emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing
Spoiler for The Menu:
Diubah oleh jumpingworm 16-07-2017 00:41
anasabilaAvatar border
samsung66Avatar border
samsung66 dan anasabila memberi reputasi
2
102.7K
1.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
#957
19. The Duty
Milo menyelesaikan mandi dan berpakaian di kamarnya.
Karena jumlah panitia yang ganjil, Milo menempati kamar sendirian di pondokan Mitra lantai 2.
Para mahasiswa mendapatkan kamar di lantai 1.
Tadinya Milo sempat panik jika sewaktu-waktu akan berpapasan dengan Vega.
Tapi mengingat mahasiswa tidak diijinkan berkeliaran tanpa ijin kecuali waktu bebas, Milo sedikit lebih tenang.

Suasana kamar yang sepertinya usianya cukup tua namun sejuk ini terasa nyaman.
Terdapat sebuah meja kayu di dekat ranjang single bed yang Milo tempati.
Jendela berukuran 3x2 meter berada di tengah ruangan, menghadap ke pegunungan dan bukit yang menghampar.
Sepertinya berekreasi sesekali seperti ini baik untuk kesehatan tubuh dan jiwanya juga.

"Beb...are you in there?" Reira mengetuk pintu.

Milo bangkit dan membukakan pintunya untuk Reira.
Reira yang sudah mandi mengenakan jumpsuit safari berlengan pendek dan panjang selutut.
Seperti biasa, terlihat cantik.
Rambutnya yang ikal sehabis digulung dibiarkan tergerai menyentuh punggungnya.

"At last...kita bisa berdua aja." Reira menggelayut manja.

Milo yang sedang kalut hanya memaksakan senyumannya dan mengalihkan pandangan ke luar jendela.

"Nanti malam ada jurit malam... kamu mau ikut atau di sini aja?"

"Semua peserta mahasiswa ikut juga?" Milo bertanya.

"Kalo mahasiswa ya wajib dong, Beb. Tapi kupikir, kamu biasanya nggak suka acara beginian kan...?"

"Aku ikut aja. Sesekali untuk nambah pengalaman. Lagipula, mahasiswa barunya seumuran aku juga kan?"

"Tapi kamu ikut sebagai panitia dong." Reira langsung memotong. "Nanti cowok dan cewek mesti jalan berpasangan. Mana boleh kamu gandengan sama mahasiswa baru!"

Muncul juga sikap posesifnya.
Selama ini pacar-pacar Milo memang tergolong posesif.
Entah mengapa, dengan karakteristik penampilan di atas rata-rata biasanya cewek cenderung menuntut perhatian lebih.
Dan hobi meng-klaim pasangannya secara total.

"Iya...aku tau kok. Aku kan' ke sini untuk bantuin kamu jadi panitia ekstra..."

Reira tersenyum puas dan menyenderkan kepala di bahu Milo.
Sesaat kemudian, terdengar ketukan di pintu menandakan acara akan segera dimulai.
Reira dan Milo bangkit keluar untuk membantu persiapan.

Dengan langkah sangat hati-hati, Milo celingukan tidak tenang.
Takut kalau-kalau Vega memergokinya berada di sini.
Sebenarnya Milo mempertanyakan tujuan sebenarnya dia ikut dalam MaKrab ini.
Dia merasa harus meluruskan sesuatu yang hanya bisa dilakukan jika dia bertatap muka dengan Vega.
Tapi ada perasaan mengganjal kuatir, takut, cemas, dan tidak nyaman memikirkan bahwa dia harus bertemu Vega.

"Ini...masing-masing mahasiswa dibekalin senter. Jangan lupa ambil baterai baru dari meja sebelah sana. Serta boleh bawa 2 botol minuman, dan satu buah light stick. Nanti di setiap

pos akan ada panitia yang ngasih pertanyaan untuk dijawab. Peserta yang sampai di garis finish paling duluan, dapet hadiah istimewa."

Panitia lain memberikan instruksi singkat bagi para mahasiswa.
Milo yang berdiri di barisan belakang hanya bisa melihat sepotong kecil jidat Vega di tengah kerumunan itu.
Di sampingnya berdiri anak laki-laki berambut pirang yang sedari tadi mengobrol di bis.
Gusar, Milo hanya bisa melipat tangannya dan berdiri diam.

Ketika selesai acara singkat, pengarahan, dan membagi perbekalan, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Mahasiswa dibagi menjadi 2 barisan, laki-laki dan perempuan.
Dengan masing-masing yang berdiri di sebelahnya berpasangan.

Milo sudah menunggu di pos ke-4 dari total 6 pos yang ada.
Untuk menghindari kecurigaan dan ketidaknyamanan, Milo sengaja ditempatkan di pos yang berbeda dengan Reira.
Takut kalau Reira dan dia saling mengecohkan dari tanggung jawab satu sama lain.
Meskipun terkadang egois dan sulit ditebak, namun bagaimanapun Reira memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap kewajiban dan tugasnya.
Itu salah satu poin yang Milo kagumi darinya.

"Kita nanti kasih kuis apa ya?" Milo bertanya penasaran kepada panitia lain.

"Oh, itu. Jadi mahasiswa nanti disuruh tutup mata secara terpisah, lalu digiring ke sana. Dia megang benda itu terus harus sebutin benda itu apa. Kalo bener, baru boleh dapet cap. Tapi

kalau salah atau nggak ketebak-tebak, dikasih hukuman nanti." panitia itu menjelaskan sambil terkekeh-kekeh.

"Hukuman apa?"

"Mesti nyiapin lagu dan tarian untuk dibawain besok. Semakin banyak pos yang salah, semakin lama durasinya. Kalau ke-6 posnya salah berarti dia harus nyanyi 6 menit."

Milo mengangguk-angguk.
Dalam batinnya tertawa geli membayangkan Vega akan bernyanyi sambil menggoyangkan pinggul.
Sesaat kemudian, peluit dibunyikan membahana mengisi kesunyian malam.
Dan acara jurit malam pun dimulai...
Diubah oleh jumpingworm 19-07-2013 00:45
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.