- Beranda
- Stories from the Heart
Haramkah Cinta Ku?
...
TS
Pecidasase
Haramkah Cinta Ku?
Sebelum di mulai, sebenarnya ini adalah cerita cinta yang sedikit memasukan unsur religi. Maaf kalau di sini memasukan ayat-ayat suci dan jikalau ada kekeliruan mohon dimaafkan dan ditegur, ane juga kagak ngerti banget soal agama tapi ini lah karya tulis ane semoga bisa bermanfaat.
Terlepas dari FIKSI atau NYATAnya cerita ini, biarkan saja pembaca yang menilai. Apakah Fiksi dan Nyata baru bisa diambil kesimpulan jika sudah dibaca hingga tuntas
Cerita ini sudah ane tulis 3 tahun yang lalu. Daripada membazir mending ane posting disini siapa tau ada yang memiliki cerita yang sama..
Kalau dapat respon positif ceritanya dilanjut, tapi kalau menurut agan kurang ya terpaksa gak sampai ending... Sudah ada endingnya kok
Jangan lupa condolnya ya gan

Episode 1
Kamis 21 Oktober 2010 genap Lah Usia ku yang ke-20. Seorang pemuda dengan postur tubuh Standar Nasional Indonesia. Dengan tinggi 165 cm, kulit sawo matang dengan rambut pendek hitam pekat. ''Razi'' adalah nama beken ku. Razi adalah kepanjangan dari Ramadhan Zikri. Semua teman-teman ku memanggilku denganama Razi. Ya aku senang dengan nama tersebut.
Di usia yang Ke-20 tahun ini ku mulai berbenah diri. Mencoba meniti jalan lurusNya. Walaupun godaan itu silih berganti layaknya ombak yang menerjang butir-butir pasir pantai.
''Assalamualaikum Zi ! Suara yg gak asing lagi di telingaku membawaku kembali ke dunia nyata dari bayang-bayang yang tak pasti. Suara yang lembut khas seorang muslimah. Dengan Jilbab menutupi dadanya ditambah postur tubuh yang Ideal layaknya para gadis masa kini. Jilbab Hitam yang di kenakannya sungguh indah..Masya Allah...
''Assalamualaikum Zi. Untuk kedua kalinya Alliyah mengucapkan salam.
''Wa...Waalaikumsalam Siti Alliyah'' Terbata-bata karena seorang Wanita yang selama ini ku puja, menyapa ku yang duduk termenung di taman kampus ku.
''Akhi Razi Belum masuk kelas??
''Belum All. Lagi gak mud mau masuk kelas ne''. Alliyah mengangguk tanda mengerti. Tapi ku tak tau apakah dia mengerti apa yang melanda di hati ini.
''Alliyah juga Belum masuk kelas ya''??
''Udah gak ada mata kuliah lagi Akhi'' ini lagi menunggu jemputan. lanjut Alliyah yang dari tadi tak pernah menatapku. Dan di sekeliling kami terdapat mahasiswa lain yang masih menikmati suasana istirahat siang.
''Akhi, Alliyah pulang dulu jemputan udah sampai. Assalamualaikum''. Alliyah Berlalu pergi. Dari kejauhan masih terlihat jilbab hitamnya.
Jam 1:15 menit tepatnya ku lihat dia berlalu dengan sang jemputannya..
Alliyah Seorang Muslimah yang aktif organisasi di Kampus ku.. Aku mengenalnya pas ketika Aktif di ''Kajian Islam'' di Kampus ku. Ketika itulah aku mulai mengenal nya dan mengaguminya. Tapi mengagumi seorang Hamba Allah tidaklah membuat rasa kagum ku berkurang terhadap tencipta Nya.
Bersambung gan--------------------
INDEX
Episode 1
Episode 2
Episode 3
Episode 4
Episode 5
Episode 6
Terima kasih kepada agan cowok.santun atas supportnya.
Episode selanjutnya akan segera di Update
Episode 7
Episode 8 (Session 1 End)
Terlepas dari FIKSI atau NYATAnya cerita ini, biarkan saja pembaca yang menilai. Apakah Fiksi dan Nyata baru bisa diambil kesimpulan jika sudah dibaca hingga tuntas

Cerita ini sudah ane tulis 3 tahun yang lalu. Daripada membazir mending ane posting disini siapa tau ada yang memiliki cerita yang sama..
Kalau dapat respon positif ceritanya dilanjut, tapi kalau menurut agan kurang ya terpaksa gak sampai ending... Sudah ada endingnya kok

Jangan lupa condolnya ya gan


Episode 1
Kamis 21 Oktober 2010 genap Lah Usia ku yang ke-20. Seorang pemuda dengan postur tubuh Standar Nasional Indonesia. Dengan tinggi 165 cm, kulit sawo matang dengan rambut pendek hitam pekat. ''Razi'' adalah nama beken ku. Razi adalah kepanjangan dari Ramadhan Zikri. Semua teman-teman ku memanggilku denganama Razi. Ya aku senang dengan nama tersebut.
Di usia yang Ke-20 tahun ini ku mulai berbenah diri. Mencoba meniti jalan lurusNya. Walaupun godaan itu silih berganti layaknya ombak yang menerjang butir-butir pasir pantai.
''Assalamualaikum Zi ! Suara yg gak asing lagi di telingaku membawaku kembali ke dunia nyata dari bayang-bayang yang tak pasti. Suara yang lembut khas seorang muslimah. Dengan Jilbab menutupi dadanya ditambah postur tubuh yang Ideal layaknya para gadis masa kini. Jilbab Hitam yang di kenakannya sungguh indah..Masya Allah...
''Assalamualaikum Zi. Untuk kedua kalinya Alliyah mengucapkan salam.
''Wa...Waalaikumsalam Siti Alliyah'' Terbata-bata karena seorang Wanita yang selama ini ku puja, menyapa ku yang duduk termenung di taman kampus ku.
''Akhi Razi Belum masuk kelas??
''Belum All. Lagi gak mud mau masuk kelas ne''. Alliyah mengangguk tanda mengerti. Tapi ku tak tau apakah dia mengerti apa yang melanda di hati ini.
''Alliyah juga Belum masuk kelas ya''??
''Udah gak ada mata kuliah lagi Akhi'' ini lagi menunggu jemputan. lanjut Alliyah yang dari tadi tak pernah menatapku. Dan di sekeliling kami terdapat mahasiswa lain yang masih menikmati suasana istirahat siang.
''Akhi, Alliyah pulang dulu jemputan udah sampai. Assalamualaikum''. Alliyah Berlalu pergi. Dari kejauhan masih terlihat jilbab hitamnya.
Jam 1:15 menit tepatnya ku lihat dia berlalu dengan sang jemputannya..
Alliyah Seorang Muslimah yang aktif organisasi di Kampus ku.. Aku mengenalnya pas ketika Aktif di ''Kajian Islam'' di Kampus ku. Ketika itulah aku mulai mengenal nya dan mengaguminya. Tapi mengagumi seorang Hamba Allah tidaklah membuat rasa kagum ku berkurang terhadap tencipta Nya.
Bersambung gan--------------------
INDEX
Episode 1
Episode 2
Episode 3
Episode 4
Episode 5
Episode 6
UPDATE
Terima kasih kepada agan cowok.santun atas supportnya.
Quote:
Episode selanjutnya akan segera di Update
Episode 7
Episode 8 (Session 1 End)
Diubah oleh Pecidasase 17-07-2013 02:56
anasabila memberi reputasi
1
2.9K
17
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Pecidasase
#14
Episode 7
Di sela - Sela aktivitas Membaca para Mahasiswa nya. Di sudut perpustakaan ku mencoba menelaah bacaan yang ada di hadapan ku..Ku mencoba menumpukan seluruh konsentrasi ku,akan tetapi selalu saja terngiang - ngiang kalimat ''Alliyah tentang Shofura di telinga ku,membelenggu dan terus membelenggu.
''Assalamualaikum akhi Razi'' suara merdu yang mengembalikan ku dari bayangan yang membawa ku jauh entah kemana.
''Waalaikum salam''
''Ukhti shofura''?? Ku sempat kaget ketika sosok muslimah ini yang menjadi pergulatan di benak ku hadir tepat di hadapan ku.
''Boleh saya duduk disini''? Pinta Shofura sembari tersenyum..senyuman yang selalu menyertai ucapan nya itu tak pernah lelah ia hadiahkan kepada lawan bicaranya.
''Silakan saja''
''Kog sendirian ukhti? Mana Alliyah? Tanyaku untuk menghindari rasa gugup yang dari tadi menyerangku sejak dia mengucapkan salam.
''Creeeeooot....suara kursi yang di tarik Shofura seakan - akan turut mempersilakah duduk.
''Akhi.''...shofura mencoba memulai perbicaraan kami tapi kemudian dia terdiam...
''Akhi razi''.....Shofura terdiam kembali..sembari jari - jari tangan nya memutar pena yang dari tadi ia pegang.
''Teruskan saja ukhti''...kalimat ku yang ku akhiri dengan hanya terdiam..kedua mata ku arahkan untuk menatap semua tulisan - tulisan yang membentang luas layak nya hamparan samudra india.
''Mengenai perbincangan Mbak Alliyah kemarin dengan akhi Razi''.....kalimat shofura kemudian terpotong dan aku mencoba untuk menghindari pembicaraan seputar itu,karna ku sendiri tidak tahu harus bagaimana untuk menjawab nya.
''Mungkin bagi seorang wanita tak pantas mengucapkan ini, tapi Shofura hanya ingin kepastian jawaban akhi'' dan shofura pun menanti jawaban akhi melalui Mbak Alliyah'' Shofura terdiam kembali seperti sebelum nya.
Dan kali ini tak ku lihat sebuah senyuman dari nya, seakan akan kata kata yang di ucapkan nya terasa hambar tanpa sebuah senyuman nya. Dan aku masih saja terdiam..tak satu kata yang cocok pun yang kutemukan, sehingga terdiam adalah alternatif terbaik ku untuk menghindari dari sebuah jawaban,.
15 menit berlalu tanpa kata - kata, ku mencoba menyibukan mata ku untuk meneliti setiap baris - baris kata, sementar benak ku melayang entah kemana..dan Shofura berlalu tanpa sebuah senyuman,mungkin karna ku tak melihat nya berlalu,hanya terdengar sebuah salam dari nya…
Setelah pertemuan ku dengan Shofura 2 minggu yang lalu di Perpustakaan, ku tak pernah berhenti untuk berpikir bagaimana untuk memberikan jawaban.
Seorang wanita yang ingin menjadi “kekasih Halal ku” begitu mengharapkan ku..tapi ku juga sadar cinta itu Milik sang Khaliq..hambaNya tidak boleh mencintai Hambanya melebihi cinta Kepada sang Pencipta..sang Pemilik Cinta..
Sementara umur ku genap 20 tahun,terlalu muda untuk aku menjalani arti “Pemimpin Keluarga” ..dari segi Materi Alhamdulillah aku berkecukupan,meskipun itu semua milik papa ku yang notabane menyerahkan semuanya untuk ku urus setelah ku menikah Nanti…ku masih terlalu muda untuk Memimpin”sebuah Perusahaan “ papa ku, apa lagi harus memimpin “sbuah keluarga”..
“Assalamualaikum” akhi Razi……
“Walaikum salam”..Ukhti Aisyah?..sosok wanita Muslimah yang membangunkan ku dari lamunan panjang ku..
“Lho kog ukhti belum pulang? Ku melemparkan sbuah pertanyaan,ku lihat sudut – sudut di ruang Mushola sepi dan semua peserta “Kajian Islam” memang telah pulang setengah jam yang lalu.tinggal aku sendiri di mushola yang sederhana ini sembari merenung menanti hidayah sang Pencipata Rasa..dan tanpa ku sadari Sosok Muslimah masih ada di Mushola ini..
“Belum akhi..tadi Aisyah setelah “Kajian Islam” usai, Aisyah lansung ngerjain tugas, “ akhi sendiri kog belum pulang akhi??”
“O…gitu,,saya sengaja berlama lama di sini Ukhti,tenang,damai,.hehehe” ku memberikan sebuah senyuman kepada Aisyah..dan di sambut nya dengan sebuah senyuman…
“O ya ne akhi…hampir saja Aisyah lupa, Mbak Alliyah ada Nitip ke Aisyah agar memberikan sesuatu ke akhi Razi”
Ku sempat berpikir kenapa tidak Alliyah saja memberikan nya ke aku, padahal aku ingin berbicara sesuatu sama dia..
“Akhi….Akhi..” lho kog Bengong?...pertanyaan Aisyah sempat membuat ku Kaget..
“Ya Ukhti..kalo boleh tau,apa barang nya ya Ukhti?”
“ini dia” ……Aisyah menyodorkan sebentuk Kertas..dan kertas tersebut bewarna merah kemerahan,bertuliskan “ Milad nya Alliyah yang ke 25 tahun pada tanggal 27 November 2010”
“Mbak Alliyah hanya memberikan surat Undangan Milad nya hanya kepada teman – teman dekat nya serta teman – teman di “ Kajian Islam” saja akhi” Aisyah menjelaskan kepada ku.
“Datang ya?..Alliyah mengharapkan kita sebagai teman – teman nya datang”..Aisyah meyakinkan ku agar aku mendatangi acara milad tersebut.
“Terima kasih ukhti, Insya Allah,Razi akan datang”…
“Insya Allah”..o ya ne akhi..karna amanah telah di tunaikan,Alliyah pamit mau pulang dulu ne”
“Oke deh ukhti, terima kasih ya..”
“Assalamualaikum”..Aisyah berlalu dan meninggal kan sebuah undangan milad Alliyah..
“Waalaikum salam”
Bersambung Ke Bagian TERAKHIR---------------------------
''Assalamualaikum akhi Razi'' suara merdu yang mengembalikan ku dari bayangan yang membawa ku jauh entah kemana.
''Waalaikum salam''
''Ukhti shofura''?? Ku sempat kaget ketika sosok muslimah ini yang menjadi pergulatan di benak ku hadir tepat di hadapan ku.
''Boleh saya duduk disini''? Pinta Shofura sembari tersenyum..senyuman yang selalu menyertai ucapan nya itu tak pernah lelah ia hadiahkan kepada lawan bicaranya.
''Silakan saja''
''Kog sendirian ukhti? Mana Alliyah? Tanyaku untuk menghindari rasa gugup yang dari tadi menyerangku sejak dia mengucapkan salam.
''Creeeeooot....suara kursi yang di tarik Shofura seakan - akan turut mempersilakah duduk.
''Akhi.''...shofura mencoba memulai perbicaraan kami tapi kemudian dia terdiam...
''Akhi razi''.....Shofura terdiam kembali..sembari jari - jari tangan nya memutar pena yang dari tadi ia pegang.
''Teruskan saja ukhti''...kalimat ku yang ku akhiri dengan hanya terdiam..kedua mata ku arahkan untuk menatap semua tulisan - tulisan yang membentang luas layak nya hamparan samudra india.
''Mengenai perbincangan Mbak Alliyah kemarin dengan akhi Razi''.....kalimat shofura kemudian terpotong dan aku mencoba untuk menghindari pembicaraan seputar itu,karna ku sendiri tidak tahu harus bagaimana untuk menjawab nya.
''Mungkin bagi seorang wanita tak pantas mengucapkan ini, tapi Shofura hanya ingin kepastian jawaban akhi'' dan shofura pun menanti jawaban akhi melalui Mbak Alliyah'' Shofura terdiam kembali seperti sebelum nya.
Dan kali ini tak ku lihat sebuah senyuman dari nya, seakan akan kata kata yang di ucapkan nya terasa hambar tanpa sebuah senyuman nya. Dan aku masih saja terdiam..tak satu kata yang cocok pun yang kutemukan, sehingga terdiam adalah alternatif terbaik ku untuk menghindari dari sebuah jawaban,.
15 menit berlalu tanpa kata - kata, ku mencoba menyibukan mata ku untuk meneliti setiap baris - baris kata, sementar benak ku melayang entah kemana..dan Shofura berlalu tanpa sebuah senyuman,mungkin karna ku tak melihat nya berlalu,hanya terdengar sebuah salam dari nya…
Setelah pertemuan ku dengan Shofura 2 minggu yang lalu di Perpustakaan, ku tak pernah berhenti untuk berpikir bagaimana untuk memberikan jawaban.
Seorang wanita yang ingin menjadi “kekasih Halal ku” begitu mengharapkan ku..tapi ku juga sadar cinta itu Milik sang Khaliq..hambaNya tidak boleh mencintai Hambanya melebihi cinta Kepada sang Pencipta..sang Pemilik Cinta..
Sementara umur ku genap 20 tahun,terlalu muda untuk aku menjalani arti “Pemimpin Keluarga” ..dari segi Materi Alhamdulillah aku berkecukupan,meskipun itu semua milik papa ku yang notabane menyerahkan semuanya untuk ku urus setelah ku menikah Nanti…ku masih terlalu muda untuk Memimpin”sebuah Perusahaan “ papa ku, apa lagi harus memimpin “sbuah keluarga”..
“Assalamualaikum” akhi Razi……
“Walaikum salam”..Ukhti Aisyah?..sosok wanita Muslimah yang membangunkan ku dari lamunan panjang ku..
“Lho kog ukhti belum pulang? Ku melemparkan sbuah pertanyaan,ku lihat sudut – sudut di ruang Mushola sepi dan semua peserta “Kajian Islam” memang telah pulang setengah jam yang lalu.tinggal aku sendiri di mushola yang sederhana ini sembari merenung menanti hidayah sang Pencipata Rasa..dan tanpa ku sadari Sosok Muslimah masih ada di Mushola ini..
“Belum akhi..tadi Aisyah setelah “Kajian Islam” usai, Aisyah lansung ngerjain tugas, “ akhi sendiri kog belum pulang akhi??”
“O…gitu,,saya sengaja berlama lama di sini Ukhti,tenang,damai,.hehehe” ku memberikan sebuah senyuman kepada Aisyah..dan di sambut nya dengan sebuah senyuman…
“O ya ne akhi…hampir saja Aisyah lupa, Mbak Alliyah ada Nitip ke Aisyah agar memberikan sesuatu ke akhi Razi”
Ku sempat berpikir kenapa tidak Alliyah saja memberikan nya ke aku, padahal aku ingin berbicara sesuatu sama dia..
“Akhi….Akhi..” lho kog Bengong?...pertanyaan Aisyah sempat membuat ku Kaget..
“Ya Ukhti..kalo boleh tau,apa barang nya ya Ukhti?”
“ini dia” ……Aisyah menyodorkan sebentuk Kertas..dan kertas tersebut bewarna merah kemerahan,bertuliskan “ Milad nya Alliyah yang ke 25 tahun pada tanggal 27 November 2010”
“Mbak Alliyah hanya memberikan surat Undangan Milad nya hanya kepada teman – teman dekat nya serta teman – teman di “ Kajian Islam” saja akhi” Aisyah menjelaskan kepada ku.
“Datang ya?..Alliyah mengharapkan kita sebagai teman – teman nya datang”..Aisyah meyakinkan ku agar aku mendatangi acara milad tersebut.
“Terima kasih ukhti, Insya Allah,Razi akan datang”…
“Insya Allah”..o ya ne akhi..karna amanah telah di tunaikan,Alliyah pamit mau pulang dulu ne”
“Oke deh ukhti, terima kasih ya..”
“Assalamualaikum”..Aisyah berlalu dan meninggal kan sebuah undangan milad Alliyah..
“Waalaikum salam”
Bersambung Ke Bagian TERAKHIR---------------------------
Diubah oleh Pecidasase 16-07-2013 14:56
0