Kaskus

Story

jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
• •• •• •
emoticon-Hot Newsemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow 6th Story emoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow
Spoiler for "The Menu":


emoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari5th Story : Wrap Your Heartemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari
Spoiler for "The Menu":


emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing4th Story : Irreplaceable emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing
Spoiler for The Menu:
Diubah oleh jumpingworm 16-07-2017 00:41
anasabilaAvatar border
samsung66Avatar border
samsung66 dan anasabila memberi reputasi
2
104.1K
1.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.6KAnggota
Tampilkan semua post
jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
#925
13. When You Sleep
Milo menutup pintu mobil di hadapannya dan memasukkan kunci mobil ke tas yang disampirkan di bahunya.
Setelah itu dia turun menggunakan lift yang ada di sana, menuju area kantin.
Dia celingukan mencari sosok Reira.
Milo meraih handphonenya dan menelpon Reira.

"...Ya beb?" Reira menjawab dari seberang telepon.

"Aku udah sampe di kantin. Where are you?"

"Aku di gedung R, lantai 5. Kamu kemari aja ya..." Reira meminta. "Lagi nunggu bubaran kelas nih.

"Okay.."

Milo menutup teleponnya, lalu berjalan menuju gedung yang terletak paling belakang di pelataran kampus ini.
Setiap gedung dikhususkan untuk jurusan tertentu.
Gedung K sendiri adalah milik fakultas seni dan teknik.

Milo sampai di lantai 5 dan keluar dari lift.
Dia langsung berbelok ke kanan menuju kelas yang berderet.
Reira tidak tampak di mana pun.
Sepertinya kelasnya memang belum bubar.

Milo menyisir satu-persatu kelas yang ada di sana, berharap menemukan kelas Reira.
Matanya terpaku ke ruang kelas 501.
Kelas itu kosong, hanya ada sesosok mahasiswa tidur di atas meja.
Milo terdiam sesaat, sebelum menyadari Vega-lah yang tertidur di sana.

Refleks, Milo bersembunyi di balik pintu kelas layaknya maling jemuran yang kepergok.
Setelah menarik nafas beberapa kali, Milo masuk dan duduk tepat di sebelah Vega.
Nafasnya tampak teratur dan sesekali dahinya berkerut.

"Pasti lagi mimpi..." Milo bergumam dalam hati.

Sejak dulu, setiap kali Vega tertidur di kelas dan bermimpi, pasti dahinya berkerut.
Pernah suatu ketika mimpinya buruk sekali, Vega sampai mengingau.
Milo memberanikan diri untuk merapikan helai rambut yang jatuh menutupi mata Vega.

Selama 3 tahun di New York, rasa kangen, benci, dan sesak menjadi satu di hatinya.
Milo sewaktu SMP benar-benar terpikat dan sayang pada Vega.
Tapi Vega malah menganggapnya seperti pemujanya sehingga besar kepala.
Itulah yang membuat Milo paling sakit hati.

Untuk itu, Milo tidak pernah menghubungi Vega lagi ataupun Chery.
Nomer handphonenya pun berganti, dan ketika itu tidak ada teknologi e-mail atau semacamnya.
Kini sebesit kelegaan menyusup di hati Milo.
Tampaknya bersahabat dengan Chery selama 3 tahun membawa perubahan dalam diri Vega.

"...Milo..."

Kaget, Milo hampir melompat dari kursinya.
Milo langsung panik, begitu menyadari bahwa Vega hanya mengigau.
Tapi, kenapa Vega mengigaukan namanya?
Tidak salah lagi, Milo mendengarnya dengan jelas.
Vega menyebutkan namanya tadi.

Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam benak Milo.
Rasanya ada yang janggal, seolah hatinya langsung goyah berkat peristiwa 2 detik tadi.
Mendadak dari koridor terdengar suara mahasiswa ramai mengobrol.
Sepertinya kelas Reira sudah bubar.

Milo menggertakkan gigi menandakan ketidakpuasan.
Sesungguhnya dia ingin membangunkan Vega dan menanyakan apa yang sedang dimimpikannya sekarang juga.
Kenapa Vega menyebut namanya.
Akhirnya Milo menguburkan niatnya.

Milo bangkit berdiri dan keluar dari kelas.
Dia berpapasan dengan seorang mahasiswa yang berjalan masuk ke kelas tersebut.
Mahasiswa itu mengenakan jaket hijau.
Tubuhnya tinggi dan rambutnya dicat ungu.

"Beb..." suara Reira memanggil Milo tepat saat keluar dari kelas.

Akhirnya Reira menggandeng tangannya dan pergi dari sana.
Milo hanya sempat menoleh ke arah pintu kelas di mana Vega berada.
Mencoba meluruskan pikiran yang berkecamuk dalam benaknya.
Diubah oleh jumpingworm 26-07-2013 03:13
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.