- Beranda
- Stories from the Heart
I will marry you, but not you [based on true story]
...
TS
benedicta33
I will marry you, but not you [based on true story]
Halo Agan-agan, dan Sista-sita.
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)
Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih

Spoiler for Indeks:
Spoiler for New Life:
Spoiler for Why?:
Spoiler for Next Life:
Spoiler for Pergulatan Batin:
Spoiler for Panggilanku dan panggilanmu:
Spoiler for Masa Kelam:
Spoiler for Just you and me:
Diubah oleh benedicta33 12-06-2014 21:14
JabLai cOY dan anasabila memberi reputasi
2
158.9K
998
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
benedicta33
#192
Part 29
Aku bingung aku harus ngapain, karena aku merasa seperti pengacau di rumah Hendri. Mau menyadarkan ibunya Hendri, rasanya segan karena baru pertama kali kenal. Mau konfirmasi, tapi saudara"nya udah melihat aku dengan sinis dan seperti menyalahkanku. Daripada aku mengundang banyak hujatan, maka aku kembali ke mobil dengan perasaan campur aduk. Sedih, kecewa, kesal, malu, semua jadi satu. Seakan-akan aku adalah penyebab Hendri mau mundur dari biara, padahal aku berjuang mati"an supaya dia tetap berada dibiara. Semua ini salah komunikasi, dan ini terlalu cepat.
1 jam kemudian Hendri menyusulku. Aku hanya bisa diam karena aku mencoba mengerti perasaan Hendri saat itu. Dan dimobil pun dua"nya hening. Sibuk dengan pikiran masing". Mau menanyakan hal tadi rasanya tak mampu.
Setelah perbincangan tadi, kami kembali diam, dan aku mencoba menutup mataku. Merasakan pergolakkan batin yang ada didalam diriku. Hendri mengira aku tertidur, apalagi jalanan masih macet. Aku bisa merasakan apapun yang dia lakukan padaku. Hendri menyentuh daguku lembut ketika sedang lampu merah, dan mengecup bibirku lembut. Aku sadar apa yang dia lakukan terhadapku, dan aku semakin menahan tangisanku dalam diam.
Dan aku pun tertidur lelap dalam kelelahan yang luar biasa..
Dalam keadaan genting aja Hendri masih bisa menghiburku. Aku hanya tersenyum simpul padanya, dan mengucapkan salam perpisahan, karena baru bisa bertemu 2 bulan kemudian....
*Bersambung*
Aku bingung aku harus ngapain, karena aku merasa seperti pengacau di rumah Hendri. Mau menyadarkan ibunya Hendri, rasanya segan karena baru pertama kali kenal. Mau konfirmasi, tapi saudara"nya udah melihat aku dengan sinis dan seperti menyalahkanku. Daripada aku mengundang banyak hujatan, maka aku kembali ke mobil dengan perasaan campur aduk. Sedih, kecewa, kesal, malu, semua jadi satu. Seakan-akan aku adalah penyebab Hendri mau mundur dari biara, padahal aku berjuang mati"an supaya dia tetap berada dibiara. Semua ini salah komunikasi, dan ini terlalu cepat.
1 jam kemudian Hendri menyusulku. Aku hanya bisa diam karena aku mencoba mengerti perasaan Hendri saat itu. Dan dimobil pun dua"nya hening. Sibuk dengan pikiran masing". Mau menanyakan hal tadi rasanya tak mampu.
Quote:
Setelah perbincangan tadi, kami kembali diam, dan aku mencoba menutup mataku. Merasakan pergolakkan batin yang ada didalam diriku. Hendri mengira aku tertidur, apalagi jalanan masih macet. Aku bisa merasakan apapun yang dia lakukan padaku. Hendri menyentuh daguku lembut ketika sedang lampu merah, dan mengecup bibirku lembut. Aku sadar apa yang dia lakukan terhadapku, dan aku semakin menahan tangisanku dalam diam.
Dan aku pun tertidur lelap dalam kelelahan yang luar biasa..
Quote:
Dalam keadaan genting aja Hendri masih bisa menghiburku. Aku hanya tersenyum simpul padanya, dan mengucapkan salam perpisahan, karena baru bisa bertemu 2 bulan kemudian....
*Bersambung*
0
