- Beranda
- Stories from the Heart
I will marry you, but not you [based on true story]
...
TS
benedicta33
I will marry you, but not you [based on true story]
Halo Agan-agan, dan Sista-sita.
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)
Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih

Spoiler for Indeks:
Spoiler for New Life:
Spoiler for Why?:
Spoiler for Next Life:
Spoiler for Pergulatan Batin:
Spoiler for Panggilanku dan panggilanmu:
Spoiler for Masa Kelam:
Spoiler for Just you and me:
Diubah oleh benedicta33 12-06-2014 21:14
JabLai cOY dan anasabila memberi reputasi
2
159.1K
998
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
benedicta33
#133
Part 25
Setiap hari, setiap saat, aku selalu mendengarkan lagu ini. Inikah cinta pertama? Inikah cinta sejati yang nyatanya tak bisa aku miliki seutuhnya?
Kadang kala aku menangis, bukan karena menyesal telah bertemu dengan Hendri. Justru aku sangat bersyukur, karena dia merubah segalanya dalam hidupku.
Ia menjadikanku perempuan seutuhnya, dimana aku mulai mencintai dia dan diriku, dimana aku menghargai orang" disekitarku dan menghargai diriku sendiri.
Suatu hari, Hendri cuti dari biara selama 2 minggu. Untung dia asli Bandung, jadinya ga usah merasa kesepian
Hendri mengajak aku pergi, ya, pergi ke kampung halaman dia. Kuningan. Dengan berbekal uang secukupnya, dan kendaraan pinjaman keluargaku, kami berangkat pagi" sekali. Perjalanan dari Bandung ke Kuningan memakan waktu kurang lebih 5 jam. Sungguh melelahkan.
Dalam perjalanan pun kami habiskan dengan curhat panjang lebar tentang kehidupan ini. Hal yang paling aku sukai dari Hendri adalah bagaimana dia memaknai hidup ini dan berusaha apa adanya tanpa munafik. Selain itu juga, Hendri adalah pendengar yang baik, dia akan memberi saran jika aku meminta, tetapi diam jika aku hanya mengeluarkan unek" yang ada dihatiku.
Aku sangat berharap Hendri menjadi kekasihku, tapi kembali lagi, bahwa cinta tidak bisa dipaksakan, dan cinta gak selalu harus memiliki.Aku selalu berpikir seperti itu semenjak ada Hendri dalam hidupku. Maka aku memiliki batasan" ketika bersama Hendri. Aku tidak mau menodai kemurnian dia, cukup aku yang seperti ini.
Sampai di Kuningan, kami langsung ke Cisantana. Disana ada Goa Maria yang sangat indah dan nyaman untuk menyendiri. Memang, harus mendaki dulu ketika mencapai Goa Maria itu, tapi karena ada Hendri yang namanya capek hilang semua
. Kami duduk di sebuah pendopo, kebetulan waktu itu suasana sepi, hening, sejuk, pokoknya sesuatu lah 
Hendri mengeluarkan sebuah buku dari tas ranselnya. Ya, 2 buah buku. Satu buku bacaan rohani, dan satu lagi sepertinya buku catatan harian Hendri. Buku bacaan rohani Hendri berikan untukku, kata dia, buku ini bercerita tentang seorang wanita yang punya kedekatan khusus dengan Tuhan. Aku senang sekali di kasih hadiah untuk yang ke dua kalinya dari Hendri.
Buku catatan harian miliknya dia buka, dan sedang menulis sesuatu. Ya, sesuatu, karena gak mungkin aku baca catatan harian punya orang, itu kan rahasia
Setelah menulis, Hendri mengajak aku untuk berdoa bersama. Dia memegang tanganku tujuannya adalah saling menguatkan satu sama lain.
Tak terasa hari sudah mulai sore, Hendri mengajak aku untuk menginap di rumah bibinya di Cigugur. Untuk pertama kalinya aku di kenalin sama Hendri tentang keluarganya
, memang bukan keluarga inti Hendri, karena keluarga intinya ada di Bandung. Walopun cuma paman dan bibinya aja, aku udah seneng setengah modar 
Karena rumahnya agak kecil, mau gak mau aku tidur di kamar Hendri (karena yang punya rumah itu adalah keluarga Hendri, tapi karena tidak ada yang jaga, maka paman dan bibi nya lah yang menempati), dan Hendri di ruang tamu. Mulailah konflik kecil"an antara kami berdua
Karena hasilnya ga beres", aku masuk ke kamar Hendri dan mengambil tasku. Aku memutuskan untuk tidur diruang tamu. Hendri enggan masuk ke kamarnya, tapi akhirnya masuk juga, karena kalah debat sama aku
Tak terasa (lagi) sekarang menjelang malam hari. Sayup" aku mendengar obrolan Hendri dengan paman dan bibi nya. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi itu bukan urusanku karena mereka punya privacy sendiri. Aku melihat jam tanganku, waktu menunjukkan pk 19.00. Perutku keroncongan banget rasanya. Ingin keluar rumah beli makanan, tapi ada mereka, dan takut mengganggu
Tapi makin lama aku tidak bisa menahan lapar ini. Aku baru sadar tadi siang ga makan siang, apalagi setelah sampai ke rumah Hendri aku langsung debat dan ketiduran di ruang tamu
Aku memutuskan untuk memberanikan diri keluar dari rumah ini, aku pun baru tersadar kalo udara malam hari ini begitu dingin, brrrrr~
Sesampaikan di teras depan, aku merasa perutku sakit dan kepalaku berat banget kayak ada konde nya
, ga karuan sakitnya. Aku tahan rasa sakitku. Ketika aku mau menyapa Hendri dan keluarganya, aku merasa semuanya jadi gelap.
10 menit kemudian, aku ada di kamar Hendri. Loh!!!!!! Dan disebelahku ada Hendri yang sepertinya cemas akan diriku.
Setelah itu Hendri mencium keningku dan...
*Bersambung*
Quote:
Setiap hari, setiap saat, aku selalu mendengarkan lagu ini. Inikah cinta pertama? Inikah cinta sejati yang nyatanya tak bisa aku miliki seutuhnya?
Kadang kala aku menangis, bukan karena menyesal telah bertemu dengan Hendri. Justru aku sangat bersyukur, karena dia merubah segalanya dalam hidupku.
Ia menjadikanku perempuan seutuhnya, dimana aku mulai mencintai dia dan diriku, dimana aku menghargai orang" disekitarku dan menghargai diriku sendiri.
Suatu hari, Hendri cuti dari biara selama 2 minggu. Untung dia asli Bandung, jadinya ga usah merasa kesepian

Hendri mengajak aku pergi, ya, pergi ke kampung halaman dia. Kuningan. Dengan berbekal uang secukupnya, dan kendaraan pinjaman keluargaku, kami berangkat pagi" sekali. Perjalanan dari Bandung ke Kuningan memakan waktu kurang lebih 5 jam. Sungguh melelahkan.
Dalam perjalanan pun kami habiskan dengan curhat panjang lebar tentang kehidupan ini. Hal yang paling aku sukai dari Hendri adalah bagaimana dia memaknai hidup ini dan berusaha apa adanya tanpa munafik. Selain itu juga, Hendri adalah pendengar yang baik, dia akan memberi saran jika aku meminta, tetapi diam jika aku hanya mengeluarkan unek" yang ada dihatiku.
Aku sangat berharap Hendri menjadi kekasihku, tapi kembali lagi, bahwa cinta tidak bisa dipaksakan, dan cinta gak selalu harus memiliki.Aku selalu berpikir seperti itu semenjak ada Hendri dalam hidupku. Maka aku memiliki batasan" ketika bersama Hendri. Aku tidak mau menodai kemurnian dia, cukup aku yang seperti ini.
Sampai di Kuningan, kami langsung ke Cisantana. Disana ada Goa Maria yang sangat indah dan nyaman untuk menyendiri. Memang, harus mendaki dulu ketika mencapai Goa Maria itu, tapi karena ada Hendri yang namanya capek hilang semua
. Kami duduk di sebuah pendopo, kebetulan waktu itu suasana sepi, hening, sejuk, pokoknya sesuatu lah 
Hendri mengeluarkan sebuah buku dari tas ranselnya. Ya, 2 buah buku. Satu buku bacaan rohani, dan satu lagi sepertinya buku catatan harian Hendri. Buku bacaan rohani Hendri berikan untukku, kata dia, buku ini bercerita tentang seorang wanita yang punya kedekatan khusus dengan Tuhan. Aku senang sekali di kasih hadiah untuk yang ke dua kalinya dari Hendri.
Buku catatan harian miliknya dia buka, dan sedang menulis sesuatu. Ya, sesuatu, karena gak mungkin aku baca catatan harian punya orang, itu kan rahasia
Setelah menulis, Hendri mengajak aku untuk berdoa bersama. Dia memegang tanganku tujuannya adalah saling menguatkan satu sama lain.
Tak terasa hari sudah mulai sore, Hendri mengajak aku untuk menginap di rumah bibinya di Cigugur. Untuk pertama kalinya aku di kenalin sama Hendri tentang keluarganya
, memang bukan keluarga inti Hendri, karena keluarga intinya ada di Bandung. Walopun cuma paman dan bibinya aja, aku udah seneng setengah modar 
Karena rumahnya agak kecil, mau gak mau aku tidur di kamar Hendri (karena yang punya rumah itu adalah keluarga Hendri, tapi karena tidak ada yang jaga, maka paman dan bibi nya lah yang menempati), dan Hendri di ruang tamu. Mulailah konflik kecil"an antara kami berdua
Quote:
Karena hasilnya ga beres", aku masuk ke kamar Hendri dan mengambil tasku. Aku memutuskan untuk tidur diruang tamu. Hendri enggan masuk ke kamarnya, tapi akhirnya masuk juga, karena kalah debat sama aku

Tak terasa (lagi) sekarang menjelang malam hari. Sayup" aku mendengar obrolan Hendri dengan paman dan bibi nya. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi itu bukan urusanku karena mereka punya privacy sendiri. Aku melihat jam tanganku, waktu menunjukkan pk 19.00. Perutku keroncongan banget rasanya. Ingin keluar rumah beli makanan, tapi ada mereka, dan takut mengganggu

Tapi makin lama aku tidak bisa menahan lapar ini. Aku baru sadar tadi siang ga makan siang, apalagi setelah sampai ke rumah Hendri aku langsung debat dan ketiduran di ruang tamu

Aku memutuskan untuk memberanikan diri keluar dari rumah ini, aku pun baru tersadar kalo udara malam hari ini begitu dingin, brrrrr~
Sesampaikan di teras depan, aku merasa perutku sakit dan kepalaku berat banget kayak ada konde nya
, ga karuan sakitnya. Aku tahan rasa sakitku. Ketika aku mau menyapa Hendri dan keluarganya, aku merasa semuanya jadi gelap.10 menit kemudian, aku ada di kamar Hendri. Loh!!!!!! Dan disebelahku ada Hendri yang sepertinya cemas akan diriku.
Quote:
Setelah itu Hendri mencium keningku dan...
*Bersambung*
Diubah oleh benedicta33 10-07-2013 10:21
0

