Kaskus

Story

benedicta33Avatar border
TS
benedicta33
I will marry you, but not you [based on true story]
Halo Agan-agan, dan Sista-sita.
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.

Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA


Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe emoticon-Wink)

Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.

Terima kasih emoticon-Smilie

Spoiler for Indeks:


Spoiler for New Life:


Spoiler for Why?:


Spoiler for Next Life:


Spoiler for Pergulatan Batin:



Spoiler for Panggilanku dan panggilanmu:


Spoiler for Masa Kelam:


Spoiler for Just you and me:

Diubah oleh benedicta33 12-06-2014 21:14
anasabilaAvatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan anasabila memberi reputasi
2
159.1K
998
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54KAnggota
Tampilkan semua post
benedicta33Avatar border
TS
benedicta33
#119
Part 23

Satu jam setengah kami lalui jalan pulang. Ketika di jalan, Hendri memintaku untuk memegang tangannya, jelas sekali dia mengulurkan tangannya kebelakang, dan dengan ragu aku aku memegang tangan dia, tangannya pun membimbing tanganku untuk memeluk dia dari belakang.

Dari belakang, aku terharu. Baru pertama kali ada pria seperti dia, walaupun kami tidak bisa bersatu, biarkanlah kakak-adik menjadi status dan batasan diantara kita. Aku sadar, pasti Tuhan bermaksud baik padaku.

Sampailah kami di depan rumahku. Tanpa diajak masuk, Hendri izin padaku untuk bertemu keluargaku emoticon-Belo
'Tuhan, kalo Hendri bukan seorang calon mempelaimu, pasti dia udah jadi calon mempelaiku'
Itulah kata" yang tersirat dalam benakku.

Keluargaku menyambut Hendri dengan ramah, dan dalam hitungan menit keluargaku dekat dengan Hendri. coba aja kalo dia pria biasa emoticon-Frown

Aku tidak mengikuti cerita mereka dan Hendri. Biarlah Hendri mengenal keluargaku, dan aku mengurungkan diri. Dari jauh aku mendengar candaan" mereka, ketawa lepas mereka. Udah lama banget aku ga denger keluargaku tertawa tebahak-bahak.

Tuhan, ampuni aku, aku ga mau mengotori Hendri, mencium pipi dan memeluk dia dari belakang saja udah membuatku merasa berdosa.
Itulah teriakkan" kecil yang ada di batinku.

Setengah jam berlalu..
Aku tidak mendengar suara seberisik tadi. Aku pikir Hendri sudah pulang, maka aku keluar dari kamarku.

Ternyata mereka berkumpul diruang keluarga dan sepertinya ada pembicaraan serius. Ketika aku ingin mendengar, keluargaku dan Hendri membisu dan memandangiku, memberiku isyarat 'ini omongan orangtua'. Aku mengerti dan masuk kamar lagi. Ah, mungkin ngomongin si Andi, biarlah, aku percaya sama Hendri.

Tak terasa sudah sore. Saat itu aku ketiduran, dan Hendri udah pulang ke biara.
Quote:

Aku masuk ke kamarku, dan membuka amplop itu. Aku kira berisi surat nyatanya ini
Spoiler for rosario:


Rosario ungu dari Hendri. Aku tersenyum bahagia dan tambah terharu, merasa menjadi wanita seutuhnya, walopun rosarionya berbentuk sederhana, tetapi indah, seindah senyumannya emoticon-Smilie

Quote:


Ya, sampai detik ini aku pakai rosario itu sebagai alat bantu doa. Dan ga akan pernah ilang.
NB : Aku pajang rosario bukan bwt pamer, tapi ngasih tau ini cerita pengalaman hidupku emoticon-Smilie

*Bersambung*
Diubah oleh benedicta33 09-07-2013 14:07
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.