- Beranda
- Stories from the Heart
I will marry you, but not you [based on true story]
...
TS
benedicta33
I will marry you, but not you [based on true story]
Halo Agan-agan, dan Sista-sita.
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)
Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.
Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA
Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe
)Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.
Terima kasih

Spoiler for Indeks:
Spoiler for New Life:
Spoiler for Why?:
Spoiler for Next Life:
Spoiler for Pergulatan Batin:
Spoiler for Panggilanku dan panggilanmu:
Spoiler for Masa Kelam:
Spoiler for Just you and me:
Diubah oleh benedicta33 12-06-2014 21:14
JabLai cOY dan anasabila memberi reputasi
2
158.9K
998
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
benedicta33
#107
Part 20
Hari bersejarah pun tiba. Aku bangun pagi sekali. Bahkan lebih rajin daripada bangun pagi ketika mau sekolah
Aku mencari-cari baju yang rapi dan terlihat seperti cewek
supaya Hendri gimana gitu sama aku 
Tadaa! Setelah sejam mencocokkan baju, mandi dengan bersih dan dandan seadanya, sekarang aku siap bertemu dengan Hendri
Ringtone Hpku berbunyi, pasti dari Hendri
HMMM selalu. Males lama". Emang aku budaknya apa!!! Liat aja nanti.
Akhirnya sampai juga di biara Hendri dan aku mengikuti misa (kebaktian) untuk pertama kalinya setelah 2 tahun ga ikut misa
Mataku mencari cari sosok Hendri. Semua frater memakai jubah putih yang dilapisi mantel panjang berwarna hitam. Mereka seperti pinguin. Dimana ya Hendri? Kok susah amat cari dia. Ah sudahlah mungkin dia sibuk.
Ga ada angin ga ada badai, entah kebetulan tempat duduk disebelahku kosong, ada seorang frater duduk disebelahku. Aku penasaran, dan ketika aku melihat ke sebelah kiri.. Ohhh Hendri :hugh
Dia tersenyum lembut padaku. Dia sangat berbeda! Dengan balutan jubah putih berlapis hitam, Hendri terlihat seperti ksatria crosier! Makin meleleh aku!!
Selama misa berjalan, aku benar" ga bisa konsen
selain Hendri gagah, dia juga pandai menyanyi. Suaranya bagaikan suara malaikat. Sangat menhayati lagu. Boro" denger kotbah pastor dah 
Akhirnya misa beres. Saatnya beraksi. Aku menunggu Hendri di ruang tamu kemarin. Udah ga sabar deh buat kerjain itu germ*.
15 menit kemudian Hendri menemuiku di ruang tamu. Ya ampun, bersahaja banget lah ini orang. Ok aku akui kalo soal tampang (tidak bermaksud rasis) dia turunan flores sunda, sangat manis walopun ga ganteng. Tapi kharismanya itu loh bikin aku klepek"an.
SKIP
Aku dan Hendri saling menatap, kikuk ga jelas. Aku merasa ruang tamu begitu panas. Ada apa ini?
Hendri menggenggam tanganku, lembut, serta memberi kekuatan agar aku tidak takut saat menghadapi mereka. Kami siap", aku menunggu diluar biara, sedangkan Hendri mengeluarkan motor milik biara. Ini adalah petualangan yang tak terlupakan.
Jarak antara Dago dan Lembang ya sedang" aja, dibilang jauh ga, dibilang dekat juga ga. Selama dalam perjalanan, aku sungguh tenang, mungkin ada Hendri yang siap menghajar orang itu. Akhirnya sampai di Hotel Z. Aku menelepon si Germ* dan nyatanya clientnya udah di kamar A2, jadi ada perubahan rencana, dalam waktu setengah jam Hendri akan mengetok pintu dan menyelamatkan aku.
Aku mencari kamar A2 itu, nah, dapat!! Aku langsung mengetok pintu ini. pintu itu tidak terkunci, tapi apa yang terjadi?? Rita si germ* nya aja lg (maaf) ML ma client yang mau sentuh tubuhku.
Aku kaget, rasanya aneh aja, melihat orang lain (maaf) ML kayak gitu
Wah ternyata aku salah strategi dengan mudah Ari menciumku dan menyentuh tubuhku! Rasanya aku tidak bisa berpikir. Oh akal sehatku masih jalan! Ketika Ari lengah, aku langsung menghindar dan berlari ke arah pintu. Namun Ari lebih cepat melangkahi aku.
Dari luar pintu Hendri mendengar teriakkan kecilku dan langsung membuka pintu kamar.
Singkat cerita aku dan Hendri keluar dari kamar tersebut. Sedangkan Rita memaki-maki kami berdua dari dalam kamar.
*Bersambung*
Hari bersejarah pun tiba. Aku bangun pagi sekali. Bahkan lebih rajin daripada bangun pagi ketika mau sekolah

Aku mencari-cari baju yang rapi dan terlihat seperti cewek
supaya Hendri gimana gitu sama aku 
Tadaa! Setelah sejam mencocokkan baju, mandi dengan bersih dan dandan seadanya, sekarang aku siap bertemu dengan Hendri

Ringtone Hpku berbunyi, pasti dari Hendri
Quote:
HMMM selalu. Males lama". Emang aku budaknya apa!!! Liat aja nanti.
Akhirnya sampai juga di biara Hendri dan aku mengikuti misa (kebaktian) untuk pertama kalinya setelah 2 tahun ga ikut misa

Mataku mencari cari sosok Hendri. Semua frater memakai jubah putih yang dilapisi mantel panjang berwarna hitam. Mereka seperti pinguin. Dimana ya Hendri? Kok susah amat cari dia. Ah sudahlah mungkin dia sibuk.
Ga ada angin ga ada badai, entah kebetulan tempat duduk disebelahku kosong, ada seorang frater duduk disebelahku. Aku penasaran, dan ketika aku melihat ke sebelah kiri.. Ohhh Hendri :hugh
Dia tersenyum lembut padaku. Dia sangat berbeda! Dengan balutan jubah putih berlapis hitam, Hendri terlihat seperti ksatria crosier! Makin meleleh aku!!
Selama misa berjalan, aku benar" ga bisa konsen
selain Hendri gagah, dia juga pandai menyanyi. Suaranya bagaikan suara malaikat. Sangat menhayati lagu. Boro" denger kotbah pastor dah 
Akhirnya misa beres. Saatnya beraksi. Aku menunggu Hendri di ruang tamu kemarin. Udah ga sabar deh buat kerjain itu germ*.
15 menit kemudian Hendri menemuiku di ruang tamu. Ya ampun, bersahaja banget lah ini orang. Ok aku akui kalo soal tampang (tidak bermaksud rasis) dia turunan flores sunda, sangat manis walopun ga ganteng. Tapi kharismanya itu loh bikin aku klepek"an.
SKIP
Aku dan Hendri saling menatap, kikuk ga jelas. Aku merasa ruang tamu begitu panas. Ada apa ini?
Quote:
Hendri menggenggam tanganku, lembut, serta memberi kekuatan agar aku tidak takut saat menghadapi mereka. Kami siap", aku menunggu diluar biara, sedangkan Hendri mengeluarkan motor milik biara. Ini adalah petualangan yang tak terlupakan.
Jarak antara Dago dan Lembang ya sedang" aja, dibilang jauh ga, dibilang dekat juga ga. Selama dalam perjalanan, aku sungguh tenang, mungkin ada Hendri yang siap menghajar orang itu. Akhirnya sampai di Hotel Z. Aku menelepon si Germ* dan nyatanya clientnya udah di kamar A2, jadi ada perubahan rencana, dalam waktu setengah jam Hendri akan mengetok pintu dan menyelamatkan aku.
Aku mencari kamar A2 itu, nah, dapat!! Aku langsung mengetok pintu ini. pintu itu tidak terkunci, tapi apa yang terjadi?? Rita si germ* nya aja lg (maaf) ML ma client yang mau sentuh tubuhku.
Aku kaget, rasanya aneh aja, melihat orang lain (maaf) ML kayak gitu

Quote:
Wah ternyata aku salah strategi dengan mudah Ari menciumku dan menyentuh tubuhku! Rasanya aku tidak bisa berpikir. Oh akal sehatku masih jalan! Ketika Ari lengah, aku langsung menghindar dan berlari ke arah pintu. Namun Ari lebih cepat melangkahi aku.
Dari luar pintu Hendri mendengar teriakkan kecilku dan langsung membuka pintu kamar.
Quote:
Singkat cerita aku dan Hendri keluar dari kamar tersebut. Sedangkan Rita memaki-maki kami berdua dari dalam kamar.
Quote:
*Bersambung*
0
: Andi
)