Kaskus

Story

benedicta33Avatar border
TS
benedicta33
I will marry you, but not you [based on true story]
Halo Agan-agan, dan Sista-sita.
Saya mau berbagi pengalaman cerita saya selama 3 (tiga) tahun terakhir.
Karena saya newbie, jadi tolong dibantu kalau ada penulisan yang salah.

Saya tidak memberikan banyak peraturan, peraturan yang saya beri adalah
1. JANGAN SARA,
2. JANGAN KOMENTARIN PAKE KATA" KASAR.
3. TOLONG HARGAI PRIVACY SAYA SEBAGAI TS
4. KALAU BELUM DI UPDATE SABAR AJA, SAYA JUGA FOKUS SAMA RL SAYA


Saya membuat cerita per part, dan nama tokoh yang asli disamarkan, kecuali nama saya. Cerita ini mengandung 100% real (maap sedikit lebay hehehe emoticon-Wink)

Maaf kalo ada kata" yang salah atau kurang berkenan. Saya sedang belajar menulis, saya sangat membutuhkan dan menghargai komentar kalian.

Terima kasih emoticon-Smilie

Spoiler for Indeks:


Spoiler for New Life:


Spoiler for Why?:


Spoiler for Next Life:


Spoiler for Pergulatan Batin:



Spoiler for Panggilanku dan panggilanmu:


Spoiler for Masa Kelam:


Spoiler for Just you and me:

Diubah oleh benedicta33 12-06-2014 21:14
anasabilaAvatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan anasabila memberi reputasi
2
159K
998
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
benedicta33Avatar border
TS
benedicta33
#45
Part 6

Tiba-tiba…

Ada seorang pria yang menghampiriku. Saat itu aku masih belum sadar akan kehadiran dia. Perasaanku sungguh tidak enak. Lalu aku menoleh ke belakang, dan hampir aja menjerit. Ternyata dia adalah penjaga asrama ini. Namanya Ignatius, umurnya masih terbilang muda, sekitar 20an. Ignatius bingung, kenapa ada gadis yang bengong sendirian di taman. Awalnya dia mau mengusir aku, tapi setelah melihat mimik mukaku yang kacau, dia mengurungkan niatnya.

Quote:


Ignas mengajak aku ke kapel. Kami berdoa bersama. Tak terasa waktu cepat berlalu dan sudah tengah malam. Aku tidak peduli sekarang jam berapa, yang penting aku ingin menyampaikan unek-unekku pada Bapa. Airmata mengalir begitu aja dari mataku, rasa sakit, kesepian, dan amarah menjadi satu.

Aku menyesal atas segala perbuatanku, aku berharap Bapa mendengar anakNya yang bandel ini.
Aku tidak tidur seharian, aku benar-benar focus berdialog bersama Bapa.

Tak terasa sudah mulai pagi, dan satu persatu teman-temanku datang ke kapel itu untuk doa pagi. Ibu Helena, wali kelasku menghampiriku dan menanyakan keadaanku, dia sungguh lega dengan keadaanku. Aku merasa Ignas bercerita pada Ibu Helena. Tapi sudahlah, aku tau maksud Ignas baik.

Sesudah doa pagi dan sarapan bersama, aku masuk ke kamar. Tujuannya mau packingpakaian, karena kami mau menuju hotel dan berwisata. Ada rasa penasaran, ingin sekali mengaktifkan handphone, dan beberapa menita kemudian, lagu Beautiful In white-nya Shayne Ward mengalun lembut, tanda ada telepon masuk.

Ternyata nomer tidak dikenal. Siapa lagi sih!! Aku respon teleponnya, dan inilah percakapannya :
Quote:

(Aku langsung menutup telepon dari Tom. Ga ada angin ga ada ujan, dan aku juga ga kenal, ngapain telepon aku. Andi udah bener-bener keterlaluan!!emoticon-Mad (S))

Aku mencoba melupakan insiden yang tadi. Menenangkan diri dengan tidur, supaya nanti siang bisa berwisata di Yogyakarta. Belum 10 menit aku menutup mata, ada telepon lagi. Rasanya pengen banting handphone!! dan nyatanya si Andi yang telepon aku.

emoticon-phone
Quote:


Setelah hampir sejam saling melepas rindu, tiba saatnya aku berkumpul sama teman"ku di bus, dan on the way ke hotel yang dituju.

*Bersambung*
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.