- Beranda
- Stories from the Heart
Putih-Biru; Bahagia, Sedih, dan Haru
...
TS
billbowser
Putih-Biru; Bahagia, Sedih, dan Haru
Spoiler for "buka aja":
"Namamu siapa?" tanya gue dengan kakunya.
"Anas," kata dia, "namamu?"
"Aku Bill." Kata gue.
Ya, gue Bill. Selama ini gue cuma pembaca disini dan gue pun berjanji akan membuat thread tentang kisah gue selama SMP ini. Gue sekarang hampir 15 tahun, masih nunggu SMA, dengan postur tinggi besar, berat sekitar 100 kg dan tinggi sekitar 170 cm (bisa dibayangin, gan?
). Kutipan diatas, itu pertama kali gue kenalan sama orang di (mantan) sekolah gue, salah satu SMP Negeri favorit di Kota Jogjakarta. Dulu gue adalah seorang Socially Awkward Penguin, introvert banget, dan pendiam. Gue lebih milih dengerin lagu daripada ngobrol sama temen. What a pathetic guy I was. Dan sedihnya? Gue masuk SMP ini sendirian, ga ada temen satu SD gue yang masuk sini. "Sial, mati gue disini sendiri," pikir gue, dulu.
Kira-kira gitulah, so let me tell you my story, Shall I?
---------------------------------------------------------------
Index:
Spoiler for index:
Diubah oleh billbowser 01-07-2013 00:50
anasabila memberi reputasi
1
3.8K
31
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
billbowser
#26
How do I Live?
"Njrit", reaksi gue begitu turun bus. Ini sekolahnya?
Ya sekolah yang cukup "pas-pasan" untuk ukuran Korea Selatan. Lapangan bola yang besar (mungkin sekitar setengah lapangan sepakbola asli, tapi cukup besar itu), ruang serbaguna yang ada panggungnya segede gaban, 2 gedung tingkat 3 yang lumayan besar, cafeteria, dan udara yang segar dan sejuk. Beda banget sama sekolah gue yang bahkan lapangan untuk olahraga aja ga punya, kantin masih dibangun
Kami disambut sama guru sana yang entah gue sendiri lupa namanya siapa (Mungkin, Ms. Kim? Cewek sih, lagi hamil), langsung digiring ke ruangan transit (semacam ruang tamu untuk sekolah gitu). Gue duduk, gue liatin satu-satu dan mencoba menebak yang manakah partner gue kelak. Mereka yang jelas Asian semua dengan wajah khas Korea (IMHO, Korean lebih sipit dari orang Jepang dan lebih putih dari orang China. Gatau juga sih pengaruh apaan), dan rata-rata kelas 7.
Oh iya, partner gue, Han Gil, dia kelas 7 juga, tinggi sekitar 150an (pendek dibanding gue yang 170an), berat sekitar 60an (ringan dibanding gue yang waktu itu beratnya 90an). Sisanya? Gue ga tau
Setelah semua duduk, mulailah acaranya. Acaranya sih seperti biasa dengerin kepala sekolah ngomong, terus akhirnya kami dipanggil satu-satu dan gue yang pertama dipanggil, karena gue ganteng :x haha jk, karena absen gue pertama emang. Partner gue kedepan duluan dan akhirnya gue jalan. Awkward banget coba, semua org langsung bergumam, "Aaaaa" khas seperti orang Korea kalo diacara talkshow Korea gitu (Mungkin para KPopers tau?). Ya, mereka bergumam coz I'm FREAKIN big. Mungkin karena gue ada arabnya, gue lebih besar dari orang Indonesia rata-rata, dan berhubung Indonesia sendiri ada sedikit campuran dari ras lain selain Asia, jadilah gue sangat besar dibanding orang Korea yang Asia murni.
Gue pun naik dan foto, lalu gue jalan ambil bagasi gue, jalan kerumahnya Han Gil yang emang cuma di belakang sekolah. Sesampainya disana, gue pun langsung diunjukin kamar yang bakal jadi kamar gue selama gue disana. Sekitar 5x8m gitu luasnya. Lumayanlah.
Gue langsung diajak main komputer sama dia
Hmmm, atau lebih tepatnya gue ngeliatin dia main karena emang gue sendiri capek. Lalu adeknya pun dateng, namanya Han I (Mungkin gitu tulisannya, Karena pada manggilnya "Hani"), kelas 6 SD. Guess what? Dia cowok. Lalu sekitar jam 8 malem ibunya dateng, gue gatau namanya, dia gabisa bahasa Inggris sama sekali. Lalu bapaknya? Gue juga gatau deh, dia belom nongol.
Gue heran sama orang sana. Kerjanya gila. Ibunya kerja dari jam 9 pagi (Maybe) sampai jam 8 malem, padahal gue pikir karena mereka negara maju, ada aturan hanya salah satu ortu yang bekerja, secara Eropa rata-rata begitu. Anak-anak sekolah dari jam 8, HanGil kelas 7 SMP pulang jam 5 sore, sedangkan HanI kelas 6 SD pulang jam 4 sore lanjut les sampai jam 6-6.30 sore. Gue heran, gue sendiri yang masuk jam 7 pulang jam 1 aja udah ngomel setengah mati
Malem itu kira-kira gue cuma ngobrol + makan aja, sekitaran ttg keluarga gue, nama gue (arti nama dll ditanyain
), kehidupan gue, ortu gue, dll. Just an ordinary night in an extraordinary place with a new family. Oh iya mereka sangat ramah sama gue btw, jadi kalo ada yang bilang Korean benci sama Asian kulit coklat, hmm, your argument is invalid 
Setidaknya mereka cukup ramah hingga gue betah tinggal disana (Walaupun gue teramat galau di malam itu karena gue disituasi berbeda tanpa keluarga gue dan gue sempet terpikir kalo gue ada apa-apa hari kemarin adalah saat terakhir gue melihat merekaaaa
OKE ini lebay, tapi gue dulu mikir gitu
)
Ya sekolah yang cukup "pas-pasan" untuk ukuran Korea Selatan. Lapangan bola yang besar (mungkin sekitar setengah lapangan sepakbola asli, tapi cukup besar itu), ruang serbaguna yang ada panggungnya segede gaban, 2 gedung tingkat 3 yang lumayan besar, cafeteria, dan udara yang segar dan sejuk. Beda banget sama sekolah gue yang bahkan lapangan untuk olahraga aja ga punya, kantin masih dibangun

Kami disambut sama guru sana yang entah gue sendiri lupa namanya siapa (Mungkin, Ms. Kim? Cewek sih, lagi hamil), langsung digiring ke ruangan transit (semacam ruang tamu untuk sekolah gitu). Gue duduk, gue liatin satu-satu dan mencoba menebak yang manakah partner gue kelak. Mereka yang jelas Asian semua dengan wajah khas Korea (IMHO, Korean lebih sipit dari orang Jepang dan lebih putih dari orang China. Gatau juga sih pengaruh apaan), dan rata-rata kelas 7.
Oh iya, partner gue, Han Gil, dia kelas 7 juga, tinggi sekitar 150an (pendek dibanding gue yang 170an), berat sekitar 60an (ringan dibanding gue yang waktu itu beratnya 90an). Sisanya? Gue ga tau

Setelah semua duduk, mulailah acaranya. Acaranya sih seperti biasa dengerin kepala sekolah ngomong, terus akhirnya kami dipanggil satu-satu dan gue yang pertama dipanggil, karena gue ganteng :x haha jk, karena absen gue pertama emang. Partner gue kedepan duluan dan akhirnya gue jalan. Awkward banget coba, semua org langsung bergumam, "Aaaaa" khas seperti orang Korea kalo diacara talkshow Korea gitu (Mungkin para KPopers tau?). Ya, mereka bergumam coz I'm FREAKIN big. Mungkin karena gue ada arabnya, gue lebih besar dari orang Indonesia rata-rata, dan berhubung Indonesia sendiri ada sedikit campuran dari ras lain selain Asia, jadilah gue sangat besar dibanding orang Korea yang Asia murni.
Gue pun naik dan foto, lalu gue jalan ambil bagasi gue, jalan kerumahnya Han Gil yang emang cuma di belakang sekolah. Sesampainya disana, gue pun langsung diunjukin kamar yang bakal jadi kamar gue selama gue disana. Sekitar 5x8m gitu luasnya. Lumayanlah.
Gue langsung diajak main komputer sama dia
Hmmm, atau lebih tepatnya gue ngeliatin dia main karena emang gue sendiri capek. Lalu adeknya pun dateng, namanya Han I (Mungkin gitu tulisannya, Karena pada manggilnya "Hani"), kelas 6 SD. Guess what? Dia cowok. Lalu sekitar jam 8 malem ibunya dateng, gue gatau namanya, dia gabisa bahasa Inggris sama sekali. Lalu bapaknya? Gue juga gatau deh, dia belom nongol.Gue heran sama orang sana. Kerjanya gila. Ibunya kerja dari jam 9 pagi (Maybe) sampai jam 8 malem, padahal gue pikir karena mereka negara maju, ada aturan hanya salah satu ortu yang bekerja, secara Eropa rata-rata begitu. Anak-anak sekolah dari jam 8, HanGil kelas 7 SMP pulang jam 5 sore, sedangkan HanI kelas 6 SD pulang jam 4 sore lanjut les sampai jam 6-6.30 sore. Gue heran, gue sendiri yang masuk jam 7 pulang jam 1 aja udah ngomel setengah mati

Malem itu kira-kira gue cuma ngobrol + makan aja, sekitaran ttg keluarga gue, nama gue (arti nama dll ditanyain
), kehidupan gue, ortu gue, dll. Just an ordinary night in an extraordinary place with a new family. Oh iya mereka sangat ramah sama gue btw, jadi kalo ada yang bilang Korean benci sama Asian kulit coklat, hmm, your argument is invalid 
Setidaknya mereka cukup ramah hingga gue betah tinggal disana (Walaupun gue teramat galau di malam itu karena gue disituasi berbeda tanpa keluarga gue dan gue sempet terpikir kalo gue ada apa-apa hari kemarin adalah saat terakhir gue melihat merekaaaa
OKE ini lebay, tapi gue dulu mikir gitu
)0