TS
fardrake
[Orific] Ocean Sky
Akhirnya setelah mengalami writer block yang panjang dan IP kecil saya bisa kembali posting disini 
dan saya berkomitmen akan menyelsaikan fic ini
----------------------------
Judul: Ocean Sky
Genre: Sci-Fi, Cyberpunk
-----------------------
Index
Chapter 1: Part 1IPart 2IPart 3
Chapter 2:Part 1IPart 2Ipart 3
-----------------------------
Side Story:
The Stalking Owl
The Doll

dan saya berkomitmen akan menyelsaikan fic ini

----------------------------
Judul: Ocean Sky
Genre: Sci-Fi, Cyberpunk
Spoiler for Prolouge:
Sekarang adalah tahun 2077, masa dimana perkembangan teknologi sudah berkembang sangat pesat dan robot sudah menjadi bagian dari hidup manusia sehari-hari. Perusahaan-perusahaan lebih kuat daripada pemerintah dan pemberontakan terjadi dimana-mana.
Setelah terjadi revolusi industri besar-besaran, hampir 50% daratan dibumi tidak bisa ditinggali lagi dan udara dibawah sana menjadi beracun. Pemerintah bersama perusahaan-perusahaan besar membangun kota di atas awan yang mereka sebut Hub.
Perlahan Hub semakin bertambah dan populasi disana juga dengan cepat berkembang, para penduduk Hub memutuskan untuk membuat sebuah negara baru dan memutuskan hubungan dengan orang-orang yang tinggal di daratan.
Dan lahirlah sebuah negara yang dikenal dengan Ocean Sky.
Sebuah negara yang dikontrol penuh oleh para perusahaan besar. Kemiskinan terjadi dimana-mana dan banyaknya pemberontakan membuat pemerintah disana mengambil aksi martial law. Pembunuhan terjadi dimana-mana, entah disengaja atau tidak.
Perkembangan robot yang dikenal dengan Synth juga semakin memperkeruh masalah. Robot-robot ini didesain mirip dengan manusia, mulai dari kulit mereka hingga emosinya. Hal ini mendapat pertentangan dari kelompok religius yang memegang teguh keimanan mereka.
Protes terus terjadi hingga pemerintah memutuskan untuk menyewa kelompok pembunuh bayaran untuk membungkam pemimpin para sekte religius ini. perlahan situasi kembali menjadi tenang, tetapi peperangan masih terjadi.
peprangan yang tersembunyi dibalik bayangan, dibalik hiruk-pikuk dan keglamoran kota Hub. pertumpahan darah antar korporat-korporat besar sedang terjadi untuk mengontrol sebuah negara yang bergantung kepada teknologi.
Setelah terjadi revolusi industri besar-besaran, hampir 50% daratan dibumi tidak bisa ditinggali lagi dan udara dibawah sana menjadi beracun. Pemerintah bersama perusahaan-perusahaan besar membangun kota di atas awan yang mereka sebut Hub.
Perlahan Hub semakin bertambah dan populasi disana juga dengan cepat berkembang, para penduduk Hub memutuskan untuk membuat sebuah negara baru dan memutuskan hubungan dengan orang-orang yang tinggal di daratan.
Dan lahirlah sebuah negara yang dikenal dengan Ocean Sky.
Sebuah negara yang dikontrol penuh oleh para perusahaan besar. Kemiskinan terjadi dimana-mana dan banyaknya pemberontakan membuat pemerintah disana mengambil aksi martial law. Pembunuhan terjadi dimana-mana, entah disengaja atau tidak.
Perkembangan robot yang dikenal dengan Synth juga semakin memperkeruh masalah. Robot-robot ini didesain mirip dengan manusia, mulai dari kulit mereka hingga emosinya. Hal ini mendapat pertentangan dari kelompok religius yang memegang teguh keimanan mereka.
Protes terus terjadi hingga pemerintah memutuskan untuk menyewa kelompok pembunuh bayaran untuk membungkam pemimpin para sekte religius ini. perlahan situasi kembali menjadi tenang, tetapi peperangan masih terjadi.
peprangan yang tersembunyi dibalik bayangan, dibalik hiruk-pikuk dan keglamoran kota Hub. pertumpahan darah antar korporat-korporat besar sedang terjadi untuk mengontrol sebuah negara yang bergantung kepada teknologi.
-----------------------
Index
Chapter 1: Part 1IPart 2IPart 3
Chapter 2:Part 1IPart 2Ipart 3
-----------------------------
Side Story:
The Stalking Owl
The Doll
Diubah oleh fardrake 27-08-2013 07:20
0
3.2K
Kutip
25
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
fardrake
#12
Spoiler for Chapter 2 part 2:
“Jadi kau sudah paham kan resikonya jika kau tertangkap?” Tanya sang CEO itu dengan tegas, dia mengecap-ngecap bibirnya sesekali dan Reynard dapat terlihat membeku di hadapannya. Dilihat dari gaya berbicaranya, orang ini sepertinya mempunyai hubungan dengan kelompok mafia yang beroperasi di kota-kota di Ocean Sky. Dan dapat dilihat dia mempunyai posisi yang cukup penting di dalam organisasi tersebut.
“Aku mengerti” Jawab Reynard pelan, dia kemudian menghela nafasnya dan meletakkan PDAnya ke meja. Sang CEO kemudian mengambil PDA tersebut dan menyambungkannya ke kotak hitam yang ada di meja, sebuah suara ‘Pip’ kecil dapat terdengar dari mesin tersebut .
Sang CEO kemudian mengembalikan PDA Reynard yang sudah diisi dengan informasi mengenai tempat bertemu dengna kontak tersebut, peta capitol dan rute perjalanan yang aman agar terhindar dari patroli penjaga perbatasan. Mereka kemudian berjabat tangan dan berdiri dari bangku masing-masing, untung saja meeting ini berjalan dengan aman.
Aku memastikan hal itu dengan kembali mengintip keluar jendela, situasi masih sama saja. Hembusan angina dari arah utara, lampu spotlight yang bercampur dengan cahaya matahari sore yang masuk lewat retakan-retakan di dinding terluar Eagle’s Nest. Tetapi aku punya firasat bahwa ada yang mengawasi kami diluar sana, di antara jendela-jendela apartemen dan atap gedung yang hampir bersinggungan dengan langit-langit sub-level.
Entah mengapa kaca jendelanya menjadi sedikit kabur dan aku dapat mendegar suara dengungan pelan dari luar jendela. Aku mengorek-ngorek kupingku dan mengusap jendela kamar dengan lengan jaketku. Masih sama, jendelanya masih agak kabur dan kupingku masih berdengung. Aku mengucek mataku untuk beberapa saat, pandanganku keluar jendela masih kabur.
Aku menoleh ke dalam dan entah mengapa pandanganku tidak kabur sama sekali, aku berfikir keras. Tidak mungkin jendelanya menjadi kabur dalam cuaca seperti ini, suara dengungan tersebut juga tidak mungkin berasal dari AC yang jaraknya cukup jauh dariku.
“Jadi tentang riset yang dijalankan perusahaanmu, apakah teknologi Bio-Synthetic tidak akan berbahaya bagi manusia” Ujar Reynard ketika menyelipkan Disk itu kedalam saku jaketnya. “Membuat pengganti tubuh manusia dengan Synthetic pastinya mempunyai efek samping kan?”
CEO itu tertawa sambil membetulkan dasinya “Tentu saja tidak, Tuan Reynard. Kami sudah melakukan riset itu selama bertahun-tahun dan kami berjanji riset kami akan membuat kehidupan manusia lebih baik” Dia kemudian mengambil sebuah koper yang ia sembunyikan di bawah meja dan memasukkan kotak hitam tersebut “Jika pekerjaan ini berhasil, kami pastikan anda akan mendapat bagian dari pasar Bio-Synth ini”
“Benarkah?”
Dalam sekejap suara tembakan memenuhi ruangan, kaca jendela kamar yang sedang kuawasi pecah berkeping-keping dan kepala sang CEO telah pecah menjadi serpihan-serpihan ke seluruh ruangan. Mayat sang CEO tergeletak di lantai ruangan, dibanjiri oleh darah segar yang masih mengucur dari kepalanya yang telah pecah.
Firasatku benar, ternyata memang ada yang mengawasi kami semenjak kami masuk keruangan ini. Aku langsung menengok keluar jendela dan melihat orang yang membuntuti kami, mataku terbelalak hebat ketika aku melihat wajah sang penguntit itu.
Dia ternyata selama ini ada di hadapanku, bersembunyi dengan modul Thermo-Optic Camo yang membuatnya tidak terlihat oleh mata telanjang. Dia menggantung di depan jendela kamar ini dari pertengahan meeting ini tanpa aku sadari, suara dengungan pelan yang kudengar ternyata adalah suara generator Thermo-Optic yang sedang menyala.
Rambut kuning dengan antenna yang mencuat dari kepalanya, mata biru dingin dengan wajah tanpa ekspresi yang masih dimilikinya sejak dulu. Dia ternseyum dingin di hadapanku, seakan-akan mengejekku karena ketidak sigapanku dalam mencari posisinya.
“Senang bertemu lagi denganmu”
Dia memutuskan tali penahan tubuhnya dan terjun ke jalanan yang ada di bawah kami. Rena terjun sambil menghadap ke arahku, senyuman dinginnya masih terpampang diwajahnya. Badannya yang telanjang bulat mengkilat di bawah spotlight sub-level menyilaukan pandaganku, dia kemudian menyilangkan tangannya di dadanya dan menutup matanya. Seperti ditiup angin, ia menghilang dari pandanganku.
Synth itu ternyata memang masih mengikuti jejakku, selama ini ternyata dugaanku benar. Dia masih mengikutiku dari balik bayangan, dan kemungkinan besar pesawat yang menyerang kami kemarin pagi adalah pesawat Black Fox yang sedang menyamar.
“Reynard!” Aku berusaha menyadarkannya, dia masih shock dan badannya masih bergetar hebat. Sial, anak ini memang menyusahkan. Dengan terpaksa aku menghantam wajahnya dengan tinjuku, dia langsung meringis kesakitan dan menggeram kesal.
Setidaknya dia sudah sadar.
“Big Boss!” Sahutku dengan lantang “Kita harus keluar dari sini”
Kami berlari menembus kerumunan yang mulai ramai, dari pintu masuk Sub-Level aku melihat sekelompok Penjaga perbatasan dengan persenjataan lengkap berjalan ke arah hotel tempat meeting kami.
Tetapi anehnya, seragam mereka tidak terlihat seperti penjaga perbatasan biasa. Warna seragam mereka lebih gelap dan rompi dan helm yang lebih besar dan tebal, senjata mereka juga bukan seperti perlengkapan penjaga perbatasan biasanya. Wajah mereka ditutupi oleh visor hitam lengkap dengan antenna radio dan senter yang terintegrasi kedalam helm mereka. Mereka membawa sebuah alat di punggung mereka yang terlihat seperti jetpack yang biasa digunakan oleh anggota angkatan udara ketika melakukan boarding.
“Owl-1 dan Owl-2 masuk lewat jendela! Sisanya ikut denganku lewat lift, persiapkan modul H-3 dan granat EMP kalian!”
Granat EMP?
“Jika kalian melihat target, lumpuhkan dengan peluru EMP! Jangan sampai kerusakan target melebihi 40%! Hindari tembakan di area kepala!”
Mereka berkumpul di depan pintu masuk hotel untuk beberapa saat. Dua dari anggota mereka menyalakan jetpack yang ada di punggung mereka dan melontarkan diri mereka ke lantai dimana tempat meeting kami. Tidak mungkin mereka kesini untuk menangkap kami, timingnya tidak tepat seakan-akan mereka sedang mengejar sesuatu.
Jika mereka memang akan menangkap kami, dari pertengahan meeting mereka sudah pasti sudah masuk dan menangkap kami semua. Tetapi hal itu bisa kupikirkan nanti, seakrang tujuan utamaku adalah membawa Big boss kembali ke pesawat dan bersembunyi untuk sementara waktu.
Menembus kerumunan orang tidaklah mudah, apalagi ketika kau membawa orang yang berlumuran darah dari kepala sampai ke ujung kaki. TIdak hanya itu, baunya juga cukup menusuk hidung dan beberapa kali aku harus menjauh dari Reynard untuk mengambil udara segar.
Aku tidak mungkin membawanya lewat jalanan utama, orang-orang pasti akan curiga dan kemungkinan besar para Penjaga-penjaga perbatasan yang ada di belakang sana akan mengejar kami setelah sadar kami adalah saksi utama.
Aku tidak mau berurusan dengan para penjaga perbasan maupun pihak-pihak yang berwajib lagi. Sudah cukup aku dipenjara sekali, dan aku tidak berniat untuk kembali ke sel sempit itu lagi sambil menunggu bertahun-tahun untuk dibebaskan.
Kami harus bermain petak umpet dengan para penjaga perbatasan, sepertinya kejadian di sub-level sudah tersebar hingga ke kuping Penjaga perbatasan sehingga mereka meningkatkan keamanan di sector-sektor utama Eagle’s Nest. Pesawat-pesawat Penjaga perbatasan mulai memenuhi udara Eagle’s nest, terbang rendah melewati Skywalk dan menurunkan beberapa penjaga perbatasan ke area-area yang tidak dapat dimonitor oleh pesawat maupun kamera pengintai.
Kami mengintai pergerakan-pergerakan penjaga perbatasan dari balik gang-gang sempit yang berada di sela-sela bangunan pencakar langit. Beruntung tempat ini cukup tersembunyi dari jalanan utama dan tempatnya cukup gelap jadi kami dapat bersembunyi disini untuk beberapa waktu.
“Omong-omong, BK” Reynard membuka jaket pilotnya yang berlumuran darah “Mengapa kita harus bersembunyi?”
“Mereka pasti mencari kita, bodoh. Walaupun mereka tidak melihat kita, tetapi mesin pembubuh kontrak yang mengambil sampel darah kita masih ada disana. Memang kau tidak pernah menonton film?” Aku menjawab sambil mengawasi gerak-gerik penjaga perbatasan yang masih berpatroli di sekitar jalanan utama.
“Walaupun begitu, hal itu memakan waktu satu sampai dua minggu. Harusnya kau tahu hal ini. Kau kan mantan pembunuh bayaran” Aku langsung menoleh ke arahnya, apa yang dia katakan ada benarnya juga “Dan kau menarikku kesini sementara aku berlumuran darah malah menambah rasa curiga orang-orang, dasar bodoh”
BK kau memang terlalu pintar untuk hal ini.
Setelah menunggu selama setengah jam, patroli penjaga perbatasan sudah mulai mengendur. Mungkin mereka telah kehilangan jejak kami. Aku menunggu Reynard selesai melepaskan celana panjang dan sepatunya, orang gila ini berencana untuk kembali ke hangar dengan celana boxer dan kaus oblong putihnya.
“Kau mau meminjam jaketku?” Aku menawarkan jaketku, Reynard menggelengkan kepalanya dan mengambil beberapa alat-alat penting dari saku jaketnya. Dia kemudian menyembunyikan jaket, sepatu dan celana panjangnya di balik tumpukan sampah.
“Apa yang kau lihat?” Sahutnya geram.
Aku hanya menyeringai, menahan rasa tawaku melihatnya berdiri disana seperti suami yang kabur dari rumah karena bertengkar dengan istrinya. Ditambah lagi dia menenteng PDA dan dompet yang membuatnya terlihat konyol.
“Apa yang kau tunggu?” Geramnya “Aku kedinginan disini!”
“Boxer Moe yang bagus, Reynard”
“Fuck Off”
End of part 2
“Aku mengerti” Jawab Reynard pelan, dia kemudian menghela nafasnya dan meletakkan PDAnya ke meja. Sang CEO kemudian mengambil PDA tersebut dan menyambungkannya ke kotak hitam yang ada di meja, sebuah suara ‘Pip’ kecil dapat terdengar dari mesin tersebut .
Sang CEO kemudian mengembalikan PDA Reynard yang sudah diisi dengan informasi mengenai tempat bertemu dengna kontak tersebut, peta capitol dan rute perjalanan yang aman agar terhindar dari patroli penjaga perbatasan. Mereka kemudian berjabat tangan dan berdiri dari bangku masing-masing, untung saja meeting ini berjalan dengan aman.
Aku memastikan hal itu dengan kembali mengintip keluar jendela, situasi masih sama saja. Hembusan angina dari arah utara, lampu spotlight yang bercampur dengan cahaya matahari sore yang masuk lewat retakan-retakan di dinding terluar Eagle’s Nest. Tetapi aku punya firasat bahwa ada yang mengawasi kami diluar sana, di antara jendela-jendela apartemen dan atap gedung yang hampir bersinggungan dengan langit-langit sub-level.
Entah mengapa kaca jendelanya menjadi sedikit kabur dan aku dapat mendegar suara dengungan pelan dari luar jendela. Aku mengorek-ngorek kupingku dan mengusap jendela kamar dengan lengan jaketku. Masih sama, jendelanya masih agak kabur dan kupingku masih berdengung. Aku mengucek mataku untuk beberapa saat, pandanganku keluar jendela masih kabur.
Aku menoleh ke dalam dan entah mengapa pandanganku tidak kabur sama sekali, aku berfikir keras. Tidak mungkin jendelanya menjadi kabur dalam cuaca seperti ini, suara dengungan tersebut juga tidak mungkin berasal dari AC yang jaraknya cukup jauh dariku.
“Jadi tentang riset yang dijalankan perusahaanmu, apakah teknologi Bio-Synthetic tidak akan berbahaya bagi manusia” Ujar Reynard ketika menyelipkan Disk itu kedalam saku jaketnya. “Membuat pengganti tubuh manusia dengan Synthetic pastinya mempunyai efek samping kan?”
CEO itu tertawa sambil membetulkan dasinya “Tentu saja tidak, Tuan Reynard. Kami sudah melakukan riset itu selama bertahun-tahun dan kami berjanji riset kami akan membuat kehidupan manusia lebih baik” Dia kemudian mengambil sebuah koper yang ia sembunyikan di bawah meja dan memasukkan kotak hitam tersebut “Jika pekerjaan ini berhasil, kami pastikan anda akan mendapat bagian dari pasar Bio-Synth ini”
“Benarkah?”
Dalam sekejap suara tembakan memenuhi ruangan, kaca jendela kamar yang sedang kuawasi pecah berkeping-keping dan kepala sang CEO telah pecah menjadi serpihan-serpihan ke seluruh ruangan. Mayat sang CEO tergeletak di lantai ruangan, dibanjiri oleh darah segar yang masih mengucur dari kepalanya yang telah pecah.
Firasatku benar, ternyata memang ada yang mengawasi kami semenjak kami masuk keruangan ini. Aku langsung menengok keluar jendela dan melihat orang yang membuntuti kami, mataku terbelalak hebat ketika aku melihat wajah sang penguntit itu.
Dia ternyata selama ini ada di hadapanku, bersembunyi dengan modul Thermo-Optic Camo yang membuatnya tidak terlihat oleh mata telanjang. Dia menggantung di depan jendela kamar ini dari pertengahan meeting ini tanpa aku sadari, suara dengungan pelan yang kudengar ternyata adalah suara generator Thermo-Optic yang sedang menyala.
Rambut kuning dengan antenna yang mencuat dari kepalanya, mata biru dingin dengan wajah tanpa ekspresi yang masih dimilikinya sejak dulu. Dia ternseyum dingin di hadapanku, seakan-akan mengejekku karena ketidak sigapanku dalam mencari posisinya.
“Senang bertemu lagi denganmu”
Dia memutuskan tali penahan tubuhnya dan terjun ke jalanan yang ada di bawah kami. Rena terjun sambil menghadap ke arahku, senyuman dinginnya masih terpampang diwajahnya. Badannya yang telanjang bulat mengkilat di bawah spotlight sub-level menyilaukan pandaganku, dia kemudian menyilangkan tangannya di dadanya dan menutup matanya. Seperti ditiup angin, ia menghilang dari pandanganku.
Synth itu ternyata memang masih mengikuti jejakku, selama ini ternyata dugaanku benar. Dia masih mengikutiku dari balik bayangan, dan kemungkinan besar pesawat yang menyerang kami kemarin pagi adalah pesawat Black Fox yang sedang menyamar.
“Reynard!” Aku berusaha menyadarkannya, dia masih shock dan badannya masih bergetar hebat. Sial, anak ini memang menyusahkan. Dengan terpaksa aku menghantam wajahnya dengan tinjuku, dia langsung meringis kesakitan dan menggeram kesal.
Setidaknya dia sudah sadar.
“Big Boss!” Sahutku dengan lantang “Kita harus keluar dari sini”
Kami berlari menembus kerumunan yang mulai ramai, dari pintu masuk Sub-Level aku melihat sekelompok Penjaga perbatasan dengan persenjataan lengkap berjalan ke arah hotel tempat meeting kami.
Tetapi anehnya, seragam mereka tidak terlihat seperti penjaga perbatasan biasa. Warna seragam mereka lebih gelap dan rompi dan helm yang lebih besar dan tebal, senjata mereka juga bukan seperti perlengkapan penjaga perbatasan biasanya. Wajah mereka ditutupi oleh visor hitam lengkap dengan antenna radio dan senter yang terintegrasi kedalam helm mereka. Mereka membawa sebuah alat di punggung mereka yang terlihat seperti jetpack yang biasa digunakan oleh anggota angkatan udara ketika melakukan boarding.
“Owl-1 dan Owl-2 masuk lewat jendela! Sisanya ikut denganku lewat lift, persiapkan modul H-3 dan granat EMP kalian!”
Granat EMP?
“Jika kalian melihat target, lumpuhkan dengan peluru EMP! Jangan sampai kerusakan target melebihi 40%! Hindari tembakan di area kepala!”
Mereka berkumpul di depan pintu masuk hotel untuk beberapa saat. Dua dari anggota mereka menyalakan jetpack yang ada di punggung mereka dan melontarkan diri mereka ke lantai dimana tempat meeting kami. Tidak mungkin mereka kesini untuk menangkap kami, timingnya tidak tepat seakan-akan mereka sedang mengejar sesuatu.
Jika mereka memang akan menangkap kami, dari pertengahan meeting mereka sudah pasti sudah masuk dan menangkap kami semua. Tetapi hal itu bisa kupikirkan nanti, seakrang tujuan utamaku adalah membawa Big boss kembali ke pesawat dan bersembunyi untuk sementara waktu.
Menembus kerumunan orang tidaklah mudah, apalagi ketika kau membawa orang yang berlumuran darah dari kepala sampai ke ujung kaki. TIdak hanya itu, baunya juga cukup menusuk hidung dan beberapa kali aku harus menjauh dari Reynard untuk mengambil udara segar.
Aku tidak mungkin membawanya lewat jalanan utama, orang-orang pasti akan curiga dan kemungkinan besar para Penjaga-penjaga perbatasan yang ada di belakang sana akan mengejar kami setelah sadar kami adalah saksi utama.
Aku tidak mau berurusan dengan para penjaga perbasan maupun pihak-pihak yang berwajib lagi. Sudah cukup aku dipenjara sekali, dan aku tidak berniat untuk kembali ke sel sempit itu lagi sambil menunggu bertahun-tahun untuk dibebaskan.
Kami harus bermain petak umpet dengan para penjaga perbatasan, sepertinya kejadian di sub-level sudah tersebar hingga ke kuping Penjaga perbatasan sehingga mereka meningkatkan keamanan di sector-sektor utama Eagle’s Nest. Pesawat-pesawat Penjaga perbatasan mulai memenuhi udara Eagle’s nest, terbang rendah melewati Skywalk dan menurunkan beberapa penjaga perbatasan ke area-area yang tidak dapat dimonitor oleh pesawat maupun kamera pengintai.
Kami mengintai pergerakan-pergerakan penjaga perbatasan dari balik gang-gang sempit yang berada di sela-sela bangunan pencakar langit. Beruntung tempat ini cukup tersembunyi dari jalanan utama dan tempatnya cukup gelap jadi kami dapat bersembunyi disini untuk beberapa waktu.
“Omong-omong, BK” Reynard membuka jaket pilotnya yang berlumuran darah “Mengapa kita harus bersembunyi?”
“Mereka pasti mencari kita, bodoh. Walaupun mereka tidak melihat kita, tetapi mesin pembubuh kontrak yang mengambil sampel darah kita masih ada disana. Memang kau tidak pernah menonton film?” Aku menjawab sambil mengawasi gerak-gerik penjaga perbatasan yang masih berpatroli di sekitar jalanan utama.
“Walaupun begitu, hal itu memakan waktu satu sampai dua minggu. Harusnya kau tahu hal ini. Kau kan mantan pembunuh bayaran” Aku langsung menoleh ke arahnya, apa yang dia katakan ada benarnya juga “Dan kau menarikku kesini sementara aku berlumuran darah malah menambah rasa curiga orang-orang, dasar bodoh”
BK kau memang terlalu pintar untuk hal ini.
Setelah menunggu selama setengah jam, patroli penjaga perbatasan sudah mulai mengendur. Mungkin mereka telah kehilangan jejak kami. Aku menunggu Reynard selesai melepaskan celana panjang dan sepatunya, orang gila ini berencana untuk kembali ke hangar dengan celana boxer dan kaus oblong putihnya.
“Kau mau meminjam jaketku?” Aku menawarkan jaketku, Reynard menggelengkan kepalanya dan mengambil beberapa alat-alat penting dari saku jaketnya. Dia kemudian menyembunyikan jaket, sepatu dan celana panjangnya di balik tumpukan sampah.
“Apa yang kau lihat?” Sahutnya geram.
Aku hanya menyeringai, menahan rasa tawaku melihatnya berdiri disana seperti suami yang kabur dari rumah karena bertengkar dengan istrinya. Ditambah lagi dia menenteng PDA dan dompet yang membuatnya terlihat konyol.
“Apa yang kau tunggu?” Geramnya “Aku kedinginan disini!”
“Boxer Moe yang bagus, Reynard”
“Fuck Off”
End of part 2
*Boarding: Pernah nonton film bajak laut dimana kru-kru kapal yang nyerang loncat kedalam kapal yang diserang? Think of it like that.
0
Kutip
Balas