Kaskus

Story

TravestronAvatar border
TS
Travestron
Viola
Cerita ini adalah fiksi dan tidak ada kaitannya dengan siapapun di dunia nyata,mohon maaf jika ada kesamaan,imajinasi manusia memang liaremoticon-Stick Out Tongue

PROLOGUE
namaku sejak lahir adalah farraz zakaria,namun sekarang aku dikenal sebagai viola,nama yang terinspirasi dari alat musik kesukaanku.aku adalah seorang waria berusia 25 tahun,aku lulusan universitas trisakti jurusan manajemen bisnis.kedua orang tuaku asli sunda,namun aku lahir di jakarta,sekarang aku tinggal bersama mama dan adik perempuanku bernama vera anastasya di sebuah rumah di perumahan daerah bintaro,rumah minimalis yang terdapat 3 kamar tidur & 2 kamar mandi.

kami memiliki kendaraan masing-masing,3 unit sepeda motor dengan merk & tipe yang berbeda,gilera dna milikku,yamaha nouvo kepunyaan mama,dan honda scoopy dikendarai oleh adikku.aku sekarang bekerja sebagai koordinator program di yayasan srikandi sejati,mamaku memiliki stand dari salah satu franchise produk kuliner,sedangkan vera masih melaksanakan kuliah di universitas tarumanegara jurusan desain komunikasi visual.

kondisi kami tidak sebagus ini sebelumnya,dulu kami tinggal di rumah kontrakan yang ukurannya bisa dibilang kecil untuk ditinggali kami sekeluarga,papa juga menikah lagi dengan seorang psk dan meninggalkan aku yang masih berumur 4 tahun serta mama yang masih mengandung.

untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mama bekerja sebagai buruh pabrik serta berjualan lauk-pauk di akhir pekan,aku harus mengurus adikku juga membantu mama mempersiapkan bahan makanan yang akan diolah & dijual nantinya,kondisi ini mendorongku untuk bersikap dewasa di usia semuda itu,di masa kecil aku sama seperti anak laki-laki pada umumnya,gemar bermain permainan yang biasa dimainkan anak laki-laki dan bermental kuat.

namun ada beberapa kejadian yang mempengaruhi kondisi psikologisku,di saat aku masih di bangku sd,aku sering menonton film yang genrenya bervariasi di rumah temanku,setiap ada adegan romantis antara lawan jenis,aku selalu membayangkan diriku menjadi sang wanita,yang diperlakukan dengan lembut,dimanja,dicium & dibelai.begitu aku menginjak masa smp,beberapa kakak kelas sering membawaku ke ruangan sepi di area sekolah,biasanya gudang tempat menyimpan peralatan olahraga,di sana mereka menciumi aku dan meraba tubuhku secara bergiliran maupun bersamaan,memang sih kalo kuingat dulu wajahku sangat imut untuk ukuran siswa laki-laki.

di masa sma aku berteman dengan seorang mahasiswa sebuah ptn,dia mempunyai hobi cosplaying & mempunyai kostum yang cukup banyak,baik kostum karakter laki-laki maupun kostum karakter perempuan yang imut,aku sering bermain mengunjungi kosannya,di sana dia meminjamkan salah satu kostumnya kepadaku dan merias wajahku sehingga mirip karakter gadis di anime atau manga,begitu riasan sudah selesai dan aku dipakaikan wig,kami berdialog seperti karakter anime atau manga,yang biasanya diakhiri dengan adegan hentai,saling bercumbu,dan oleh dia juga aku pertama kalinya di masukkan,rasanya luar biasa menyakitkan di saat awal-awal.aku juga mulai berteman dengan para waria yang kukenal melalui salah satu jejaring sosial.

di suatu hari,mamaku diajak oleh teman di tempat beliau bekerja untuk bermain judi poker di lingkungan tempat tinggal temannya,sialnya mama mau saja ikut main dengan kondisi keuangan kami yang pas-pasan,dari situlah kondisi kami yang sudah stabil menjadi menurun drastis,mama menghabiskan sebagian besar uang biaya hidup kami untuk berjudi,biarpun terkadang beliau menang & memanjakan kami untuk sementara waktu,tetap saja beliau lebih sering kalah dibanding menang.

sampai-sampai mama harus meminjam uang ke rentenir batak yang memberikan bunga yang sangat tinggi,yang sampai sekarang hutangnya masih ada,hanya saja tinggal beberapa bulan lagi perkiraanku bisa lunas.aku berusaha mempersuasi mama untuk berhenti namun sama sekali tidak ada efeknya,ibarat masuk telinga kanan,keluar telinga kiri,dengan kondisi hidup kami yang semakin mencekik serta debt collector yang selalu meneror kami,maka kuputuskan untuk mencari uang yang cepat dalam jumlah yang besar.

aku menghubungi salah satu temanku,nindi,waria escort kelas atas,aku menanyakan kepadanya apakah ada yang mau menerima jasaku,yang belum begitu berpengalaman,nindi merespon dengan nada positif,dia merasa dengan tampangku ini jika didandani pasti akan terlihat sangat cantik & menarik para kliennya yang umumnya kaya.di malam minggu aku menuju ke apartemennya yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalku,di sana dia menyambutku dengan ramah dia berkata bahwa banyak temannya yang mendalami karir ini sekalipun mereka tidak menikmati di saat menjadi waria,namun bayarannya sangat menggiurkan.

kemudian nindi bertanya kepadaku apa aku mempunyai perlengkapan & busana wanita,aku menjawab jangankan itu,untuk makan dalam sehari saja belum tentu ada,dia mengerti itu & meminjamkan busana serta perlengkapannya kepadaku untuk sementara waktu,sampai aku bisa membeli milikku sendiri,kebetulan juga pakaiannya pas dengan tubuhkuaku mulai merias diriku sambil mendengarkan tips & nasihat dari nindi tentang bagaimana melayani tamu yang akan kutemui nanti,setelah aku selesai merias wajah,aku mengenakan bra & panty lalu corset hitam transparan,mini dress hitam yang dibalut dengan blazer merah,aku mengenakan wig hitam keriting yang panjangnya setengah punggung,kemudian aku memakai stocking coklat transparan & sepatu high heel boot yang selutut.semuanya siap kemudian nindi menghubungi bambang,seorang supir taksi yang biasa melayani jasa escort seperti ini.untuk pertama kalinya aku akan melayani pria hidung belang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.



Spoiler for Chapters:
Diubah oleh Travestron 20-09-2013 15:36
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
44.1K
115
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TravestronAvatar border
TS
Travestron
#36
CHAPTER 9
Kevin beranjak dari kasur kemudian
mengenakan pakaiannya untuk keluar mencari sarapan,beberapa menit kemudian dia
kembali membawa 2 bungkus nasi uduk dan beberapa sachet kopi.dia menyiapkan
semuanya sementara aku memakai pakaianku lagi.kemudian kamipun menyantap
sarapan serta menikmati kopi yang sudah diseduh,selesai sarapan,kepalaku terasa
agak mendingan & entah mengapa ada rasa malu serta penyesalan atas apa yang
terjadi tadi malam

“so... viola,mau share kejadian lengkapnya
kamu diputusin sama rena?”

“yah... gwa gak nyangka aja dia tega
ngelakuin ini ke gwa,gwa kira dia tipe butchy yang kokoh pendiriannya,kayaknya
gwa gak pantes untuk menjalin hubungan romantis dengan siapapun”


“viola,pengkhianatan emang sering terjadi
oleh orang yang dekat,seorang istri dikhianati oleh suaminya dikarenakan sang
suami selingkuh.yang penting sekarang lo harus bisa melewatinya & gak
terlarut dalam kesedihan,yakinlah suatu saat ada seseorang yang jauh lebih baik
dari rena buat lo”

“makasih kev atas perhatiannya,itu berarti
banget buat gwa”

“itulah gunanya teman vi,untuk saling
berbagi senang atau susah,hehe..”

“ya mungkin lo betul,udah harusnya gwa
move on,fokus selesaiin kuliah,memiliki karir yang layak,kalo soal jodoh
mudah-mudahan ketemu di tengah perjalanan hidup.ya udah deh,gwa pulang sekarang
aja,sekali lagi makasih buat semuanya ya”

“ya,makasih juga buat tadi malem,haha..”

“inget ya,jangan bilang siapa-siapa soal
itu”

“sip”

Aku pun bersiap pergi & memberikan
kevin pelukan persahabatan

Lalu kevin berkata “viola...”

“iya?”

“gwa jadi horny lagi nih”

Mendengar perkataannya itu aku langsung
melepas pelukanku dan bergegas pulang ke apartemenku menggunakan taksi

Beberapa semester berlalu lagi,sampai pada
semester akhir,aku membuat skripsi dan berhasil lulus dari universitas,begitu
juga dengan ketiga temanku.mama serta vera begitu bahagia mengetahui kelulusanku,vera
juga baru lulus uan dan berencana mendaftarkan diri ke untar,dan bicara soal
mama,beliau masih belum bisa berhenti berjudi.namun pada suatu hari,beberapa
bulan setelah kelulusanku,ketika mama sedang bermain di rumah temannya seperti
biasa,namun tiba-tiba terjadi penggrebekan oleh polisi.

mama serta teman
bermainnya diringkus ke kantor kepolisian.awalnya aku & vera bingung,tidak
biasanya mama belum pulang selarut ini,lalu handphoneku berdering,aku
mengangkatnya dan ternyata telpon tersebut berasal dari seorang perwira polisi
yang menginformasikan bahwa mamaku sedang ditahan di kantor karena tertangkap
basah berjudi,aku memberitahu polisi tersebut bahwa aku segera ke kantor
melihat kondisi mama,aku memberi tahu vera dengan kondisi yang ada,dia menjadi
panik,aku berusaha menenangkannya.

Kami pun menuju ke kantor polisi tempat
mama ditahan,di sana kami bertemu dengan seorang perwira polisi berpangkat
iptu,namanya adalah irfan,dia menjelaskan detail penangkapan mamaku

“jadi begini dek,ibu kamu tertangkap basah
terlibat dalam perjudian,dari hasil penggrebekan anak buah saya pukul 4 sore
tadi,nah sekarang ibu kamu bakal terkena pasal tentang undang-undang nomor 7
tahun 1974 tentang perjudian dengan ancaman pidana 4 tahun”

Aku pun berkata “tapi pak apa ada cara lain
biar mama saya gak didakwa dengan vonis tersebut? Tolonglah pak,mama saya itu
orang baik,beliau Cuma terlibat dengan orang yang salah aja”

Perwira tersebut kemudian berkata “nah,berhubung
adek bilang begitu,saya bisa nawarin solusi alternatif”.

“oh? Gimana tuh pak?” kata vera

“begini,alternatif selain pidana setelah
persidangan adalah denda yang resmi sebanyak 10 juta rupiah,tapi kalo sama
saya,bisa diselesaikan langsung di sini cukup dengan biaya sebesar 3,5 juta,langsung
selesai dengan pembayaran di muka,tanpa persidangan,tanpa catatan kriminal pada
mama kalian,gimana? Jauh lebih enak kan,kalian pasti gadis baik-baik,pasti mau
bantu mama kalian”

Vera melihat wajahku,kamipun saling
berhadapan,tanpa pikir panjang kuputuskan untuk setuju dengan tawaran iptu
firman,aku bergegas ke atm terdekat,menarik uang yang diperlukan,lalu
memberikannya ke iptu firman,mamapun dilepaskan dan dengan tiba-tiba beliau
memeluk kami berdua sambil menangis

“vera... viola.... makasih banyak kalian ke
sini... mama udah kapok main judi,gak mau lagi mama tinggal seharipun di
tahanan,jangan tinggalin mama ya...”

Wajahku dan vera saling bertatapan
lagi,kali ini vera tersenyum mengetahui mama sepertinya tidak akan berjudi lagi.

Beberapa minggu berlalu,dan ternyata memang
benar,mama sudah berhenti berjudi sama sekali,aku merasa lega kesabaranku
akhirnya terbayar juga,sekarang aku mulai bisa melunasi hutang secara perlahan,biarpun
jumlahnya luar biasa banyak.aku juga membelikan vera sepeda motor berhubung dia
sudah mulai kuliah,kemudian aku juga mulai mencari pekerjaan yang
stabil,setelah bertanya dengan beberapa teman wariaku,aku dengar kalau ada
lowongan sebagai koordinator lapangan di yayasan srikandi sejati,akupun melamar
di yayasan tersebut,setelah proses wawancara selesai,aku langsung diterima
bekerja,karena sepertinya yayasan tersebut sedang membutuhkan karyawan yang
cepat.

Aku bekerja di yayasan tersebut dan mulai
mengurangi aktivitas prostitusiku secara perlahan dikarenakan kesibukan bekerja,sampai
pada akhirnya aku benar-benar berhenti menjual jasa layanan seksual kepada laki-laki,dan
fokus ke karirku sebagai koordinator lapangan.3 tahun berlalu,sekarang aku
menjabat sebagai koordinator program di yayasan tersebut,aku juga memutuskan
untuk membeli rumah di daerah bintaro secara menyicil,vera & mama juga
kuajak tinggal di rumah tersebut bersamaku,aku berusaha untuk bersikap seramah
mungkin terhadap tetangga agar mereka bisa lebih menerimaku sebagai penghuni
komplek tersebut,dan sepertinya mereka bisa menerimaku dengan tangan terbuka
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.