- Beranda
- Stories from the Heart
Mencintaimu Walaupun Selalu Terhina Dihadapanmu
...
TS
wwe102
Mencintaimu Walaupun Selalu Terhina Dihadapanmu
I Love You Without Reason
Even if you never love me back
Hai Hai Kaskuser, sory banget ya gue buat thread baru karena gue mau khususkan cerita ini untuk seseorang yang sangat gue sayang (waktu itu), walaupun gue tau dia gak akan pernah perduli mungkin dengan semua yang gue tulis.
yang mau komen atau view boleh kok, sory banget sekali lagi gue buat thread baru dan mudah mudahan yang ini bisa selesai...
Aku memang bukan orang yang masuk criteria kamu
Karena aku bahkan egois, gak bisa penuhin satupun permintaanmu kepadaku
Salah satunya ketika kamu meminta aku pergi dari hidupmu
Pagi ini aku mengawalinya dengan mengumpulkan sesuatu
Mengumpulkan kepingan hatiku yang kau hancurkan kemarin
Supaya kembali utuh ketika kamu datang lagi untuk menghancurkannya nanti

Even if you never love me back
Hai Hai Kaskuser, sory banget ya gue buat thread baru karena gue mau khususkan cerita ini untuk seseorang yang sangat gue sayang (waktu itu), walaupun gue tau dia gak akan pernah perduli mungkin dengan semua yang gue tulis.
yang mau komen atau view boleh kok, sory banget sekali lagi gue buat thread baru dan mudah mudahan yang ini bisa selesai...
Spoiler for for you:
Aku memang bukan orang yang masuk criteria kamu
Karena aku bahkan egois, gak bisa penuhin satupun permintaanmu kepadaku
Salah satunya ketika kamu meminta aku pergi dari hidupmu
Pagi ini aku mengawalinya dengan mengumpulkan sesuatu
Mengumpulkan kepingan hatiku yang kau hancurkan kemarin
Supaya kembali utuh ketika kamu datang lagi untuk menghancurkannya nanti

Spoiler for Index:
Diubah oleh wwe102 05-07-2014 01:16
anasabila memberi reputasi
1
17.3K
87
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
wwe102
#1
Chapter 1
Nama gue Lamaris Dipo dan biasa dipanggil Dipo, Gue kuliah di salah satu Universitas bersistem asrama di daerah C***rang, Bekasi. Dan disini gue akan bercerita tentang bagaimana gue bertemu dan mengenal sesosok perempuan yang menurut gue sangat sempurna, karena sangat privasi tentang nama lengkapnya dia gue sebut saja Via.
Diawali di hari selasa sore di awal bulan februari yang bisa dibilang cerah dan melelahkan karena sinar matahari yang terik masih menyelimuti daerah Cikarang ini. Saat waktu menunjukkan pukul 16.30 sore, gue bersiap siap menuju Lapangan futsal kampus untuk mengikuti latihan rutin yang diadakan setiap selasa dan jumat dalam seminggu. Setelah memakai sepatu dari kamar gue lalu memanggil teman seprofesi futsal gue yang bernama Ali, gue pun bergegas berangkat menuju kelapangan kampus yang berjarak hanya beberapa meter dari asrama yang gue tempati.
Sampai dilapangan futsal, seperti biasa gue pun langsung melakukan pemanasan rutin termasuk jogging bersama teman teman lainnya yang lebih dulu sampai di lapangan, sekilas pemandangan di sekitar lapangan ya seperti biasa, hanya berisikan anak anak futsal dan coach kami serta para pedagang pedagang kantin kampus. Tetapi seketika pemandangan itu berbeda ketika ada 4 orang perempuan yang masuk kelapangan futsal dengan memakai atribut atribut futsal juga.
Lalu mereka menuju ke coach sebentar dan entah apa yang mereka obrolkan, tetapi gue menyimpulkan kalau mereka izin untuk gabung ke club futsal kami. Dan saat itu ya pikir gue kalau ada anak anak baru apalagi perempuan malah tambah bagus karena club ini akan semakin ramai, walaupun emang udah ramai, ya ramai sama cowok.
Setelah jogging dan menyelesaikan pemanasan pun kami memang selalu melakukan game game atau tactics permainan futsal sebelum ke game aslinya yang kita semua biasanya akan dibagi dalam beberapa tim. Taktik yang diajarkan kali ini pun tidak begitu menarik karena hanya passing passing biasa saja.
Saat gue diganti dengan teman gue untuk istirahat sejenak, gue melihat 4 perempuan yang masih jadi anak baru di futsal itu melakukan pemanasan, dan gue sama teman gue iseng iseng aja ngeliatin mereka jogging dan dalam pikiran gue mungkin aja ada yang cakep diantara mereka. Ternyata benar aja, ada satu perempuan yang benar benar gue notice dan mungkin gue tergolong ke salah satu orang yang suka pada pandangan pertama. Perempuan ini memakai baju training Manchester United yang bersponsor DHL dan memakai celana futsal berwana biru, perempuan ini berkulit putih dan postur tinggi yang hampir setara dengan gue yaitu sekitar 160cm mungkin dengan rambut tergolong lurus agak ikal/ombak dan hitam panjang yang saat itu diikat rapi. Dan tanpa sadar ternyata gue udah 10 menitan menatap perempuan ini dari mereka pemanasan sampai istirahat kembali di pinggir lapangan.
Kegiatan untuk futsal cowok pun dimulai lagi dengan game game sederhana yang dibagi menjadi 4 team untuk bermain bergantian, dan sesekali ketika gue lagi istirahat sehabis game pun, gue masih sempat sempatnya mencuri pandang kearah dia dan Cuma 1 kalimat yang ada dipikiran gue saat melihat dia, yaitu “ Perempuan terindah yang pernah gue temui” dan gue bukannya lebay ya, tapi emang hanya kalimat tadi yang ada dipikiran gue saat itu.
Dan itulah saat saat pertama kali gue bertemu dengan dia, seseorang perempuan yang bernama Via, walaupun gue belum tahu apa apa mengenainya dan bahkan belum tahu nama aslinya karena memang saat itu gue belum berniat mencari tahu, hanya sekedar memendam rasa kagum terhadap paras indahnya. Tetapi tanpa sadar gue berulang kali memikirkan dirinya dan berharap suatu saat akan bisa mengenalnya, walaupun jujur kalaupun gue disuruh kenalan langsung ke dia dengan posisi gue sendiri dan dia ber 4 sama temannya, gue gak akan pernah berani.
Nama gue Lamaris Dipo dan biasa dipanggil Dipo, Gue kuliah di salah satu Universitas bersistem asrama di daerah C***rang, Bekasi. Dan disini gue akan bercerita tentang bagaimana gue bertemu dan mengenal sesosok perempuan yang menurut gue sangat sempurna, karena sangat privasi tentang nama lengkapnya dia gue sebut saja Via.
Diawali di hari selasa sore di awal bulan februari yang bisa dibilang cerah dan melelahkan karena sinar matahari yang terik masih menyelimuti daerah Cikarang ini. Saat waktu menunjukkan pukul 16.30 sore, gue bersiap siap menuju Lapangan futsal kampus untuk mengikuti latihan rutin yang diadakan setiap selasa dan jumat dalam seminggu. Setelah memakai sepatu dari kamar gue lalu memanggil teman seprofesi futsal gue yang bernama Ali, gue pun bergegas berangkat menuju kelapangan kampus yang berjarak hanya beberapa meter dari asrama yang gue tempati.
Sampai dilapangan futsal, seperti biasa gue pun langsung melakukan pemanasan rutin termasuk jogging bersama teman teman lainnya yang lebih dulu sampai di lapangan, sekilas pemandangan di sekitar lapangan ya seperti biasa, hanya berisikan anak anak futsal dan coach kami serta para pedagang pedagang kantin kampus. Tetapi seketika pemandangan itu berbeda ketika ada 4 orang perempuan yang masuk kelapangan futsal dengan memakai atribut atribut futsal juga.
Lalu mereka menuju ke coach sebentar dan entah apa yang mereka obrolkan, tetapi gue menyimpulkan kalau mereka izin untuk gabung ke club futsal kami. Dan saat itu ya pikir gue kalau ada anak anak baru apalagi perempuan malah tambah bagus karena club ini akan semakin ramai, walaupun emang udah ramai, ya ramai sama cowok.
Setelah jogging dan menyelesaikan pemanasan pun kami memang selalu melakukan game game atau tactics permainan futsal sebelum ke game aslinya yang kita semua biasanya akan dibagi dalam beberapa tim. Taktik yang diajarkan kali ini pun tidak begitu menarik karena hanya passing passing biasa saja.
Saat gue diganti dengan teman gue untuk istirahat sejenak, gue melihat 4 perempuan yang masih jadi anak baru di futsal itu melakukan pemanasan, dan gue sama teman gue iseng iseng aja ngeliatin mereka jogging dan dalam pikiran gue mungkin aja ada yang cakep diantara mereka. Ternyata benar aja, ada satu perempuan yang benar benar gue notice dan mungkin gue tergolong ke salah satu orang yang suka pada pandangan pertama. Perempuan ini memakai baju training Manchester United yang bersponsor DHL dan memakai celana futsal berwana biru, perempuan ini berkulit putih dan postur tinggi yang hampir setara dengan gue yaitu sekitar 160cm mungkin dengan rambut tergolong lurus agak ikal/ombak dan hitam panjang yang saat itu diikat rapi. Dan tanpa sadar ternyata gue udah 10 menitan menatap perempuan ini dari mereka pemanasan sampai istirahat kembali di pinggir lapangan.
Kegiatan untuk futsal cowok pun dimulai lagi dengan game game sederhana yang dibagi menjadi 4 team untuk bermain bergantian, dan sesekali ketika gue lagi istirahat sehabis game pun, gue masih sempat sempatnya mencuri pandang kearah dia dan Cuma 1 kalimat yang ada dipikiran gue saat melihat dia, yaitu “ Perempuan terindah yang pernah gue temui” dan gue bukannya lebay ya, tapi emang hanya kalimat tadi yang ada dipikiran gue saat itu.
Dan itulah saat saat pertama kali gue bertemu dengan dia, seseorang perempuan yang bernama Via, walaupun gue belum tahu apa apa mengenainya dan bahkan belum tahu nama aslinya karena memang saat itu gue belum berniat mencari tahu, hanya sekedar memendam rasa kagum terhadap paras indahnya. Tetapi tanpa sadar gue berulang kali memikirkan dirinya dan berharap suatu saat akan bisa mengenalnya, walaupun jujur kalaupun gue disuruh kenalan langsung ke dia dengan posisi gue sendiri dan dia ber 4 sama temannya, gue gak akan pernah berani.
0