- Beranda
- Stories from the Heart
Viola
...
TS
Travestron
Viola
Cerita ini adalah fiksi dan tidak ada kaitannya dengan siapapun di dunia nyata,mohon maaf jika ada kesamaan,imajinasi manusia memang liar
PROLOGUE

PROLOGUE
namaku sejak lahir adalah farraz zakaria,namun sekarang aku dikenal sebagai viola,nama yang terinspirasi dari alat musik kesukaanku.aku adalah seorang waria berusia 25 tahun,aku lulusan universitas trisakti jurusan manajemen bisnis.kedua orang tuaku asli sunda,namun aku lahir di jakarta,sekarang aku tinggal bersama mama dan adik perempuanku bernama vera anastasya di sebuah rumah di perumahan daerah bintaro,rumah minimalis yang terdapat 3 kamar tidur & 2 kamar mandi.
kami memiliki kendaraan masing-masing,3 unit sepeda motor dengan merk & tipe yang berbeda,gilera dna milikku,yamaha nouvo kepunyaan mama,dan honda scoopy dikendarai oleh adikku.aku sekarang bekerja sebagai koordinator program di yayasan srikandi sejati,mamaku memiliki stand dari salah satu franchise produk kuliner,sedangkan vera masih melaksanakan kuliah di universitas tarumanegara jurusan desain komunikasi visual.
kondisi kami tidak sebagus ini sebelumnya,dulu kami tinggal di rumah kontrakan yang ukurannya bisa dibilang kecil untuk ditinggali kami sekeluarga,papa juga menikah lagi dengan seorang psk dan meninggalkan aku yang masih berumur 4 tahun serta mama yang masih mengandung.
untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mama bekerja sebagai buruh pabrik serta berjualan lauk-pauk di akhir pekan,aku harus mengurus adikku juga membantu mama mempersiapkan bahan makanan yang akan diolah & dijual nantinya,kondisi ini mendorongku untuk bersikap dewasa di usia semuda itu,di masa kecil aku sama seperti anak laki-laki pada umumnya,gemar bermain permainan yang biasa dimainkan anak laki-laki dan bermental kuat.
namun ada beberapa kejadian yang mempengaruhi kondisi psikologisku,di saat aku masih di bangku sd,aku sering menonton film yang genrenya bervariasi di rumah temanku,setiap ada adegan romantis antara lawan jenis,aku selalu membayangkan diriku menjadi sang wanita,yang diperlakukan dengan lembut,dimanja,dicium & dibelai.begitu aku menginjak masa smp,beberapa kakak kelas sering membawaku ke ruangan sepi di area sekolah,biasanya gudang tempat menyimpan peralatan olahraga,di sana mereka menciumi aku dan meraba tubuhku secara bergiliran maupun bersamaan,memang sih kalo kuingat dulu wajahku sangat imut untuk ukuran siswa laki-laki.
di masa sma aku berteman dengan seorang mahasiswa sebuah ptn,dia mempunyai hobi cosplaying & mempunyai kostum yang cukup banyak,baik kostum karakter laki-laki maupun kostum karakter perempuan yang imut,aku sering bermain mengunjungi kosannya,di sana dia meminjamkan salah satu kostumnya kepadaku dan merias wajahku sehingga mirip karakter gadis di anime atau manga,begitu riasan sudah selesai dan aku dipakaikan wig,kami berdialog seperti karakter anime atau manga,yang biasanya diakhiri dengan adegan hentai,saling bercumbu,dan oleh dia juga aku pertama kalinya di masukkan,rasanya luar biasa menyakitkan di saat awal-awal.aku juga mulai berteman dengan para waria yang kukenal melalui salah satu jejaring sosial.
di suatu hari,mamaku diajak oleh teman di tempat beliau bekerja untuk bermain judi poker di lingkungan tempat tinggal temannya,sialnya mama mau saja ikut main dengan kondisi keuangan kami yang pas-pasan,dari situlah kondisi kami yang sudah stabil menjadi menurun drastis,mama menghabiskan sebagian besar uang biaya hidup kami untuk berjudi,biarpun terkadang beliau menang & memanjakan kami untuk sementara waktu,tetap saja beliau lebih sering kalah dibanding menang.
sampai-sampai mama harus meminjam uang ke rentenir batak yang memberikan bunga yang sangat tinggi,yang sampai sekarang hutangnya masih ada,hanya saja tinggal beberapa bulan lagi perkiraanku bisa lunas.aku berusaha mempersuasi mama untuk berhenti namun sama sekali tidak ada efeknya,ibarat masuk telinga kanan,keluar telinga kiri,dengan kondisi hidup kami yang semakin mencekik serta debt collector yang selalu meneror kami,maka kuputuskan untuk mencari uang yang cepat dalam jumlah yang besar.
aku menghubungi salah satu temanku,nindi,waria escort kelas atas,aku menanyakan kepadanya apakah ada yang mau menerima jasaku,yang belum begitu berpengalaman,nindi merespon dengan nada positif,dia merasa dengan tampangku ini jika didandani pasti akan terlihat sangat cantik & menarik para kliennya yang umumnya kaya.di malam minggu aku menuju ke apartemennya yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalku,di sana dia menyambutku dengan ramah dia berkata bahwa banyak temannya yang mendalami karir ini sekalipun mereka tidak menikmati di saat menjadi waria,namun bayarannya sangat menggiurkan.
kemudian nindi bertanya kepadaku apa aku mempunyai perlengkapan & busana wanita,aku menjawab jangankan itu,untuk makan dalam sehari saja belum tentu ada,dia mengerti itu & meminjamkan busana serta perlengkapannya kepadaku untuk sementara waktu,sampai aku bisa membeli milikku sendiri,kebetulan juga pakaiannya pas dengan tubuhkuaku mulai merias diriku sambil mendengarkan tips & nasihat dari nindi tentang bagaimana melayani tamu yang akan kutemui nanti,setelah aku selesai merias wajah,aku mengenakan bra & panty lalu corset hitam transparan,mini dress hitam yang dibalut dengan blazer merah,aku mengenakan wig hitam keriting yang panjangnya setengah punggung,kemudian aku memakai stocking coklat transparan & sepatu high heel boot yang selutut.semuanya siap kemudian nindi menghubungi bambang,seorang supir taksi yang biasa melayani jasa escort seperti ini.untuk pertama kalinya aku akan melayani pria hidung belang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
kami memiliki kendaraan masing-masing,3 unit sepeda motor dengan merk & tipe yang berbeda,gilera dna milikku,yamaha nouvo kepunyaan mama,dan honda scoopy dikendarai oleh adikku.aku sekarang bekerja sebagai koordinator program di yayasan srikandi sejati,mamaku memiliki stand dari salah satu franchise produk kuliner,sedangkan vera masih melaksanakan kuliah di universitas tarumanegara jurusan desain komunikasi visual.
kondisi kami tidak sebagus ini sebelumnya,dulu kami tinggal di rumah kontrakan yang ukurannya bisa dibilang kecil untuk ditinggali kami sekeluarga,papa juga menikah lagi dengan seorang psk dan meninggalkan aku yang masih berumur 4 tahun serta mama yang masih mengandung.
untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mama bekerja sebagai buruh pabrik serta berjualan lauk-pauk di akhir pekan,aku harus mengurus adikku juga membantu mama mempersiapkan bahan makanan yang akan diolah & dijual nantinya,kondisi ini mendorongku untuk bersikap dewasa di usia semuda itu,di masa kecil aku sama seperti anak laki-laki pada umumnya,gemar bermain permainan yang biasa dimainkan anak laki-laki dan bermental kuat.
namun ada beberapa kejadian yang mempengaruhi kondisi psikologisku,di saat aku masih di bangku sd,aku sering menonton film yang genrenya bervariasi di rumah temanku,setiap ada adegan romantis antara lawan jenis,aku selalu membayangkan diriku menjadi sang wanita,yang diperlakukan dengan lembut,dimanja,dicium & dibelai.begitu aku menginjak masa smp,beberapa kakak kelas sering membawaku ke ruangan sepi di area sekolah,biasanya gudang tempat menyimpan peralatan olahraga,di sana mereka menciumi aku dan meraba tubuhku secara bergiliran maupun bersamaan,memang sih kalo kuingat dulu wajahku sangat imut untuk ukuran siswa laki-laki.
di masa sma aku berteman dengan seorang mahasiswa sebuah ptn,dia mempunyai hobi cosplaying & mempunyai kostum yang cukup banyak,baik kostum karakter laki-laki maupun kostum karakter perempuan yang imut,aku sering bermain mengunjungi kosannya,di sana dia meminjamkan salah satu kostumnya kepadaku dan merias wajahku sehingga mirip karakter gadis di anime atau manga,begitu riasan sudah selesai dan aku dipakaikan wig,kami berdialog seperti karakter anime atau manga,yang biasanya diakhiri dengan adegan hentai,saling bercumbu,dan oleh dia juga aku pertama kalinya di masukkan,rasanya luar biasa menyakitkan di saat awal-awal.aku juga mulai berteman dengan para waria yang kukenal melalui salah satu jejaring sosial.
di suatu hari,mamaku diajak oleh teman di tempat beliau bekerja untuk bermain judi poker di lingkungan tempat tinggal temannya,sialnya mama mau saja ikut main dengan kondisi keuangan kami yang pas-pasan,dari situlah kondisi kami yang sudah stabil menjadi menurun drastis,mama menghabiskan sebagian besar uang biaya hidup kami untuk berjudi,biarpun terkadang beliau menang & memanjakan kami untuk sementara waktu,tetap saja beliau lebih sering kalah dibanding menang.
sampai-sampai mama harus meminjam uang ke rentenir batak yang memberikan bunga yang sangat tinggi,yang sampai sekarang hutangnya masih ada,hanya saja tinggal beberapa bulan lagi perkiraanku bisa lunas.aku berusaha mempersuasi mama untuk berhenti namun sama sekali tidak ada efeknya,ibarat masuk telinga kanan,keluar telinga kiri,dengan kondisi hidup kami yang semakin mencekik serta debt collector yang selalu meneror kami,maka kuputuskan untuk mencari uang yang cepat dalam jumlah yang besar.
aku menghubungi salah satu temanku,nindi,waria escort kelas atas,aku menanyakan kepadanya apakah ada yang mau menerima jasaku,yang belum begitu berpengalaman,nindi merespon dengan nada positif,dia merasa dengan tampangku ini jika didandani pasti akan terlihat sangat cantik & menarik para kliennya yang umumnya kaya.di malam minggu aku menuju ke apartemennya yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalku,di sana dia menyambutku dengan ramah dia berkata bahwa banyak temannya yang mendalami karir ini sekalipun mereka tidak menikmati di saat menjadi waria,namun bayarannya sangat menggiurkan.
kemudian nindi bertanya kepadaku apa aku mempunyai perlengkapan & busana wanita,aku menjawab jangankan itu,untuk makan dalam sehari saja belum tentu ada,dia mengerti itu & meminjamkan busana serta perlengkapannya kepadaku untuk sementara waktu,sampai aku bisa membeli milikku sendiri,kebetulan juga pakaiannya pas dengan tubuhkuaku mulai merias diriku sambil mendengarkan tips & nasihat dari nindi tentang bagaimana melayani tamu yang akan kutemui nanti,setelah aku selesai merias wajah,aku mengenakan bra & panty lalu corset hitam transparan,mini dress hitam yang dibalut dengan blazer merah,aku mengenakan wig hitam keriting yang panjangnya setengah punggung,kemudian aku memakai stocking coklat transparan & sepatu high heel boot yang selutut.semuanya siap kemudian nindi menghubungi bambang,seorang supir taksi yang biasa melayani jasa escort seperti ini.untuk pertama kalinya aku akan melayani pria hidung belang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Spoiler for Chapters:
Diubah oleh Travestron 20-09-2013 15:36
anasabila memberi reputasi
1
44.1K
115
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Travestron
#13
CHAPTER 2
begitu bibirnya menyentuh bibirku,aku merasakan sensasi yang mengejutkan mengalir ke seluruh tubuhku,rasa ini belum pernah kurasakan sebelumnya,biarpun ini bukan pertama kalinya aku bersetubuh dengan seorang pria,kurasa ini ada kaitannya dengan riasan & pakaian yang kukenakan,mungkin ini sensasi feminim yang dirasakan setiap wanita yang diperlakukan dengan romantis dengan lawan jenisnya,di tengah ciuman aku mendesah sesekali "mmmmhhhh..." pak yono semakin memeluk badanku dengan erat.
aku merasakan kehangatan tubuhnya yang sudah membara dengan nafsu birahi,aku tidak tau berapa lama kami berciuman,tapi sepertinya cukup lama,setelah sekian lama beliau berhenti menciumku lalu membuka mantel mandinya,aku melihat p*n*snya yang besar dalam keadaan tegang penuh,tanpa mengucapkan sepatah katapun beliau memegang kepalaku & menggerekannya sehingga menuju tepat ke depan batangnya yang keras.
aku mulai menghisapnya dengan teknik yang diajarkan oleh nindi,mainkan lidah serta gerakan tangan di pangkalnya,benar saja,pak yono mengerang dalam kenikmatan hisapanku
"urghhh..." kudengar suaranya yang bergairah.
beberapa saat kemudian di tengah hisapan dia menghentikanku
"viola,kamu bawa kondom kan?"
"emm.. iya om"
"pasangin ke om,abis itu kamu rebahan di kasur"
aku langsung meraih tasku,mengambil kondom & baby oil,membukanya dari kemasan,memasangkannya ke p*n*s pak yono yang masih tegang,kemudian membasuhnya dengan baby oil,aku kemudian berbaring di atas kasur,pak yono menarik melepaskan celana dalamku,beliau melihat p*n*sku yang setengah tegang kemudian menatap wajahku sambil bertanya
"kamu secantik ini masih bisa ngeluarin sp*rm* gak?"
aku menjawab dengan nada sedikit mendesah "bisa dong om..."
pak yono langsung mengangkat kedua pergelangan kakiku dan memasukan p*n*snya ke a**sku
"aaaakhh..." aku menjerit kesakitan.
beliau berhenti sesaat,menunggu diriku untuk menyesuaikan diri,kemudian beliau menggerakan pinggangnya maju mundur,lama kelamaan rasa pedih yang tadi kurasakan berubah menjadi kenikmatan,di tengah gerakan itu pak yono menyuruhku untuk mengocok p*n*sku.
aku betul-betul merasakan nikmatnya menjadi seorang wanita dalam hubungan seks,pada saat ini aku hanya ingin menjadi viola,sampai mendekati klimaks aku berkata
"om... aku udah mau keluar nih..."
"bagus,kita keluarin bareng",akhirnya aku mengeluarkan sp*rm* yang sangat banyak,aku merasakan cairan hangat itu mengalir di sekitar paha & sel*ngk*ng*nku,pak yonopun sepertinya sudah mengeluarkan muatannya juga,karena beliau berhenti menggerakan pinggangnya & menarik keluar p*n*nya yang sudah loyo.
aku berbaring diam sesaat,kemudian bangun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri & merapikan make up-ku,setelah kukenakan lagi celana dalamku,aku keluar dari kamar mandi kembali ke kamar tidur,aku melihat pak yono di atas kasur memegang sebuah amplop berwarna coklat,aku menuju ke kasur,kemudian beliau memberikan amplop itu kepadaku,aku tidak berani melihat berapa isinya,tapi kurasakan amplop itu cukup tebal
"itu hasil yang kamu layak dapetin,nanti mungkin bisa lebih banyak lagi kalo kamu bisa melayani sebagus tadi atau lebih"
"makasih banyak om"
aku langsung menghubungi pak bambang untuk menjemputku,kemudian aku pamit kepada pak yono,kuberikan kecupan di bibirnya kemudian aku membawa tasku,mengenakan sepatu & blazerku lalu pergi meninggalkan kamar.
aku menunggu di lobby hotel sampai pak bambang tiba,setelah mobilnya datang aku masuk & menghitung uang yang di dalam amplop itu di tengah perjalanan,ternyata jumlahnya 2,5 juta,baru kali ini aku memegang uang sebanyak itu,dan itupun hasil usahaku sendiri,aku bertanya ke pak bambang
"pak,makasih banyak ya,aku harus bayar berapa nih" pak bambang tersenyum & menjawab
"gak usah neng viola,mereka yang nyari jasa ini lewat saya itu udah transfer ke rekening saya,jadi uang itu hak eneng semua"
"wah... pantes nindi keliatan makmur ya" dengan nada canda.sesampainya di apartemen,nindi menanyakan kabarku
"hai... gimana viola? dapet banyak? jadi ketagihan deh kamu,gak apa-apa yang penting safe sex aja,hihi..."
"hehe.. bisa aja kamu,ternyata emang bisnis ini menggiurkan,libido terpuaskan,dibayar lagi,makasih banyak ya mau minjemin ini,sekarang aku bakal beli baju sama perlengkapan punyaku sendiri,oh iya,ini buat kamu" sambil memberikan sebagian bayaranku sebagai rasa terima kasih
"gak usah,buat kamu aja,anggep hadiah dari aku" aku berterima kasih sekali lagi ke nindi,kemudian mengembalikan semua properti miliknya,setelah membersihkan make up & mengenakan bajuku sendiri,aku pamit ke nindi & kembali pulang ke rumah.
di saat tiba,waktu menunjukkan pukul 2,mama sedang duduk di kursi meja makan "dari mana kamu?"
"penting gitu ngasih tau mama? oh iya,nih buat bayar utang sama belanja besok" balasku sambil memberikan separuh uang yang kudapatkan lalu terus berjalan ke arah kamar tidur.
mama kemudian berdiri dan setengah membentak "MAMA TAU KAMU NGAPAIN,SEKARANG DENGERIN MAMA,KAMU BERHENTI DENGAN YANG KAMU LAKUIN SEKARANG JUGA SEBELUM TETANGGA LAIN NGOMONGIN KITA!"
aku berbalik badan dan kembali membalas dengan bentakan "AKU BAKAL DENGERIN OMONGAN MAMA KALO MAMA BERHENTI NGABISIN UANG KITA BUAT JUDI SETIAP HARI! TRUS MAMA KIRA TETANGGA LAIN GAK TAU DENGAN KEBIASAAN MAMA INI!? TIAP HARI KITA DITEROR SAMA DEBT COLLECTOR,MAMA PIKIR AKU GAK MALU KARENA ITU!? AKU JUGA GAK MAU HIDUP KAYAK GINI,MAMA YANG BIKIN AKU NGELAKUIN INI SEMUA!"
kemudian mama hanya terdiam.
di tengah kesunyian yang canggung itu vera terbangun lalu keluar dari kamar "kakak kenapa teriak-teriak?"
"gak apa-apa ver,cuma lagi curhat ke mama aja,udah tidur lagi yuk,kakak juga udah ngantuk" aku & vera berjalan menuju kamar tidur.
kami tidur di kamar yang sama,hanya saja ranjang yang terpisah,beberapa menit berlalu,vera sudah kembali tertidur lelap,aku masih setengah terbangun mendengarkan isak tangis mama di ruang tengah,ada perasaan kasihan mendengarkannya,tapi mengingat betapa beliau seolah-olah mengabaikan kami hanya untuk kesenangan pribadinya kuputuskan untuk lanjut tidur saja,entah apa yang akan terjadi esok pagi.
aku merasakan kehangatan tubuhnya yang sudah membara dengan nafsu birahi,aku tidak tau berapa lama kami berciuman,tapi sepertinya cukup lama,setelah sekian lama beliau berhenti menciumku lalu membuka mantel mandinya,aku melihat p*n*snya yang besar dalam keadaan tegang penuh,tanpa mengucapkan sepatah katapun beliau memegang kepalaku & menggerekannya sehingga menuju tepat ke depan batangnya yang keras.
aku mulai menghisapnya dengan teknik yang diajarkan oleh nindi,mainkan lidah serta gerakan tangan di pangkalnya,benar saja,pak yono mengerang dalam kenikmatan hisapanku
"urghhh..." kudengar suaranya yang bergairah.
beberapa saat kemudian di tengah hisapan dia menghentikanku
"viola,kamu bawa kondom kan?"
"emm.. iya om"
"pasangin ke om,abis itu kamu rebahan di kasur"
aku langsung meraih tasku,mengambil kondom & baby oil,membukanya dari kemasan,memasangkannya ke p*n*s pak yono yang masih tegang,kemudian membasuhnya dengan baby oil,aku kemudian berbaring di atas kasur,pak yono menarik melepaskan celana dalamku,beliau melihat p*n*sku yang setengah tegang kemudian menatap wajahku sambil bertanya
"kamu secantik ini masih bisa ngeluarin sp*rm* gak?"
aku menjawab dengan nada sedikit mendesah "bisa dong om..."
pak yono langsung mengangkat kedua pergelangan kakiku dan memasukan p*n*snya ke a**sku
"aaaakhh..." aku menjerit kesakitan.
beliau berhenti sesaat,menunggu diriku untuk menyesuaikan diri,kemudian beliau menggerakan pinggangnya maju mundur,lama kelamaan rasa pedih yang tadi kurasakan berubah menjadi kenikmatan,di tengah gerakan itu pak yono menyuruhku untuk mengocok p*n*sku.
aku betul-betul merasakan nikmatnya menjadi seorang wanita dalam hubungan seks,pada saat ini aku hanya ingin menjadi viola,sampai mendekati klimaks aku berkata
"om... aku udah mau keluar nih..."
"bagus,kita keluarin bareng",akhirnya aku mengeluarkan sp*rm* yang sangat banyak,aku merasakan cairan hangat itu mengalir di sekitar paha & sel*ngk*ng*nku,pak yonopun sepertinya sudah mengeluarkan muatannya juga,karena beliau berhenti menggerakan pinggangnya & menarik keluar p*n*nya yang sudah loyo.
aku berbaring diam sesaat,kemudian bangun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri & merapikan make up-ku,setelah kukenakan lagi celana dalamku,aku keluar dari kamar mandi kembali ke kamar tidur,aku melihat pak yono di atas kasur memegang sebuah amplop berwarna coklat,aku menuju ke kasur,kemudian beliau memberikan amplop itu kepadaku,aku tidak berani melihat berapa isinya,tapi kurasakan amplop itu cukup tebal
"itu hasil yang kamu layak dapetin,nanti mungkin bisa lebih banyak lagi kalo kamu bisa melayani sebagus tadi atau lebih"
"makasih banyak om"
aku langsung menghubungi pak bambang untuk menjemputku,kemudian aku pamit kepada pak yono,kuberikan kecupan di bibirnya kemudian aku membawa tasku,mengenakan sepatu & blazerku lalu pergi meninggalkan kamar.
aku menunggu di lobby hotel sampai pak bambang tiba,setelah mobilnya datang aku masuk & menghitung uang yang di dalam amplop itu di tengah perjalanan,ternyata jumlahnya 2,5 juta,baru kali ini aku memegang uang sebanyak itu,dan itupun hasil usahaku sendiri,aku bertanya ke pak bambang
"pak,makasih banyak ya,aku harus bayar berapa nih" pak bambang tersenyum & menjawab
"gak usah neng viola,mereka yang nyari jasa ini lewat saya itu udah transfer ke rekening saya,jadi uang itu hak eneng semua"
"wah... pantes nindi keliatan makmur ya" dengan nada canda.sesampainya di apartemen,nindi menanyakan kabarku
"hai... gimana viola? dapet banyak? jadi ketagihan deh kamu,gak apa-apa yang penting safe sex aja,hihi..."
"hehe.. bisa aja kamu,ternyata emang bisnis ini menggiurkan,libido terpuaskan,dibayar lagi,makasih banyak ya mau minjemin ini,sekarang aku bakal beli baju sama perlengkapan punyaku sendiri,oh iya,ini buat kamu" sambil memberikan sebagian bayaranku sebagai rasa terima kasih
"gak usah,buat kamu aja,anggep hadiah dari aku" aku berterima kasih sekali lagi ke nindi,kemudian mengembalikan semua properti miliknya,setelah membersihkan make up & mengenakan bajuku sendiri,aku pamit ke nindi & kembali pulang ke rumah.
di saat tiba,waktu menunjukkan pukul 2,mama sedang duduk di kursi meja makan "dari mana kamu?"
"penting gitu ngasih tau mama? oh iya,nih buat bayar utang sama belanja besok" balasku sambil memberikan separuh uang yang kudapatkan lalu terus berjalan ke arah kamar tidur.
mama kemudian berdiri dan setengah membentak "MAMA TAU KAMU NGAPAIN,SEKARANG DENGERIN MAMA,KAMU BERHENTI DENGAN YANG KAMU LAKUIN SEKARANG JUGA SEBELUM TETANGGA LAIN NGOMONGIN KITA!"
aku berbalik badan dan kembali membalas dengan bentakan "AKU BAKAL DENGERIN OMONGAN MAMA KALO MAMA BERHENTI NGABISIN UANG KITA BUAT JUDI SETIAP HARI! TRUS MAMA KIRA TETANGGA LAIN GAK TAU DENGAN KEBIASAAN MAMA INI!? TIAP HARI KITA DITEROR SAMA DEBT COLLECTOR,MAMA PIKIR AKU GAK MALU KARENA ITU!? AKU JUGA GAK MAU HIDUP KAYAK GINI,MAMA YANG BIKIN AKU NGELAKUIN INI SEMUA!"
kemudian mama hanya terdiam.
di tengah kesunyian yang canggung itu vera terbangun lalu keluar dari kamar "kakak kenapa teriak-teriak?"
"gak apa-apa ver,cuma lagi curhat ke mama aja,udah tidur lagi yuk,kakak juga udah ngantuk" aku & vera berjalan menuju kamar tidur.
kami tidur di kamar yang sama,hanya saja ranjang yang terpisah,beberapa menit berlalu,vera sudah kembali tertidur lelap,aku masih setengah terbangun mendengarkan isak tangis mama di ruang tengah,ada perasaan kasihan mendengarkannya,tapi mengingat betapa beliau seolah-olah mengabaikan kami hanya untuk kesenangan pribadinya kuputuskan untuk lanjut tidur saja,entah apa yang akan terjadi esok pagi.
0