Kaskus

News

overloadrecordsAvatar border
TS
overloadrecords
[DISKUSI] Sejarah Munculnya Syi’ah
Quote:


Quote:


@postingan ini untuk mengimbangi kesalahpahaman dan usaha pemutarbalikan sejarah. Alangkah baiknya kita berbicara secara objektif dengan meneliti sumber2 referensi ketika mengatakan sesuatu sebagai sejarah atau tidak.

Sejarah Munculnya Syi’ah (maaf kalau repostsumber : [url]www.alhassanain.com[/url])

thx to Ekspresi2nd & n'DhiK (special quotes)
Quote:
.
Diubah oleh samanosuke20 19-06-2013 11:52
0
101.3K
1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.6KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
samanosuke20Avatar border
samanosuke20
#979
Quote:


Bukan.
ini juga termasuk penyimpangan sejarah yang terjadi.

Muawiyah tidak pernah berniat merebut kekuasaan pada saat itu, dia cuma menuntut agar Ali Ibn Abi Thalib menqisas pembunuh Utsman Ibn Affan. Lantas apakah Aisyah juga berniat merebut kekuasaan, tentu saja tidak? buat apa jauh2 Aisyah ke Kufah dari Mekah, padahal Ali saat itu di Madinah, Aisyah cuma ingin mendamaikan situasi pada saat itu. Kalaulah memang Aisyah dan Muawiyah mereka berniat merebut kekuasaan, maka membiarkan Aisyah dan Muawiyah hidup membuat Ali Ibn Abi Thalib menjadi kafir, namun Ali tidak melakukannya karena mengetahui kalau niat mereka bukan merebut kekuasaan dari Ali.

Atas dasar apa aku bilang seperti ini, sebenarnya dalam sejarah ahlu sunnah dibahas kok, cuma sayangnya pelajaran2 sejarah kita lebih memilih mengambil sejarah dari syiah yang terkenal dengan kedustaannya, alhasil tertipulah jutaan orang Indonesia.

Dasarnya dari dalil:

Dari Nabi saw. beliau bersabda: Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku. (Shahih Muslim No.3417)

---- mendurhakai pemimpin berarti mendurhakai rasulullah bukan, berarti apa dong? kafir, kalau kafir maka seharusnya Ali menghukum mati para pengkhianat yaitu Muawiyah dan Aisyah, toh ternyata tidak, berarti mereka tidak ada niatan merebut kekuasaan, tentunya Ali lebih mengetahui isi hadith ini dan kandungannya.

Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang tidak menyukai sesuatu pada pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar. Karena sesungguhnya siapa yang memisahkan diri dari jemaah walau sejengkal lalu ia mati, maka kematiannya adalah kematian jahiliah. (Shahih Muslim No.3438)

--- Masih banyak hadith lain mengenai baiat, oleh sebab itu ketika pengangkatan Abu Bakar, Umar meminta Ali Ibn Abi Thalib utk membaiat, agar tidak terjadi perpecahan. Meskipun pada akhirnya pemimpin tersebut tidak kita sukai baik kebijakannya atau akhlaknya, yang diperintahkan adalah bersabar, lantas kenapa bisa terjadi perang antara Muawiyah dan Ali, menurut sebagian ulama, karena perbedaan ijtihad, Muawiyah menuntut Ali menegakkan hukum Islam yaitu hukum Allah, sementara Ali Ibn Abi Thalib bukannya tidak mau menegakkan, tapi ingin memastikan kondisi aman terlebih dahulu karena yang membaiatnya di awal2 adalah mereka2 yang membunuh Usman. Apalagi perang jamal terjadi sebelumnya, bayangkan kondisi saat itu yang tidak ada telpon, tentunya informasi2 yang disebarkan penuh dengan berita kebohongan, jaman sekarang aja seperti itu..

"Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah l dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” Shahih Bukhari no. 7146

--- ini dasarnya, kenapa tidak mungkin bagi Aisyah ataupun Muawiyah utk merebut kekuasaan, para sahabat sangat memuliakan Rasulullah dengan mematuhi perintahnya yang diteruskan oleh para sahabat, oleh karenanya setelah kematian Ali Ibn Abi Thalib, kekuasaan bukannya jatuh kepada Muawiyah namun kepada Hasan, namun Hasan lebih memilih menyerahkannya kepada Muawiyah setelah beberapa waktu yang singkat, selama 6 bulan saja. Coba berpikir secara logika saja? apakah memang terjadi perebutan kekuasaan pada saat itu? atau ada usaha untuk merubah sejarah....

coba cek dalam beberapa buku sejarah di bawah ini, insya allah sejarahnya shahih, karena udah ada tahqiq nya.

- Al-'Awaashim minal Qowaashim, fii Tahqiiq Mawaaqif Ash-Shohaabah Ba'da Wafaat Nabi: Imam Al-Qadhi Abu Bakar Ibnul 'Arabi

- Inilah Faktanya; Meluruskan Sejarah Umat Islam (Hiqbah Minat Taariikh) : Syaikh Dr. 'Utsman B. Muhammad Al-Khumais

- Hasan & Husain, The Untold Stories (Mausuu’ah Al-Hasan wal-Husain) : Syaikh Hasan Al-Husaini

Diubah oleh samanosuke20 17-06-2013 16:40
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.