Kaskus

News

overloadrecordsAvatar border
TS
overloadrecords
[DISKUSI] Sejarah Munculnya Syi’ah
Quote:


Quote:


@postingan ini untuk mengimbangi kesalahpahaman dan usaha pemutarbalikan sejarah. Alangkah baiknya kita berbicara secara objektif dengan meneliti sumber2 referensi ketika mengatakan sesuatu sebagai sejarah atau tidak.

Sejarah Munculnya Syi’ah (maaf kalau repostsumber : [url]www.alhassanain.com[/url])

thx to Ekspresi2nd & n'DhiK (special quotes)
Quote:
.
Diubah oleh samanosuke20 19-06-2013 11:52
0
101.9K
1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.6KThread11.7KAnggota
Tampilkan semua post
samanosuke20Avatar border
samanosuke20
#977
Quote:

Wa alaikum Salam warahmatullah

jumhur ulama yah manakah yah bro?
ulama arab saudi bahkan sudah bersepakat kalau syiah itu sesat.
syekh ibn baz, syeikh sholeh al utsaimin,
bahkan ulama mesir seperti syeikh qardhawi, syeikh tantawi, begitu juga di malaysia, turki, syiria, lebanon, india, pakistan dan lain sebagainya.

buku2 yang plg bagus membahas kesesatan syiah adalah buku dari Prof. Ihsan Ilahi Zahir.

ini baru ulama muta'akhirin, bagaimana dengan ulama2 terdahulu, imam suyuti juga menyatakan sesat utk rafidhah.

perlu dilihat pada awalnya, para pengikut Ali ibn Abi Thalib tidak mengklaim diri mereka sebagai syiah, sehingga perawi2 yang memiliki kecondongan kepada Ali ibn Abi Thalib dan memenuhi syarat2, hadithnya masih diterima. Akan tetapi, perpecahan jg terjadi kepada pendukung Ali ibn Abi Thalib, sehingga akhirnya mencap pendukung lain dari Ali yang tidak mau merebut kekuasaan termasuk kafir, mau gak mau mulailah muncul golongan2 ekstrimis. Sebenarnya mau merebut kekuasaan untuk Ali kah atau untuk kejayaan Persia? emoticon-Confused:

FYI: Hasan ibn Ali ibn Abu Thalib sendiri adalah penerus kekhalifahan bapaknya, namun dia kemudian memutuskan mengundurkan diri karena fitnah yang begitu besar saat itu.

Skrg, kalaulah memang orang2 syiah itu cinta dengan ahlul bait, kenapa mereka tetap ingin kekuasaan, bukankah imam mereka sendiri lebih memilih tidak mengambil kekuasaan?? tentunya ada agenda lain yang sengaja mendompleng bukan?

Quote:

Ahlu Sunnah juga memuliakan Ahlul Bait, namun mereka lebih memuliakan Al Quran dan Sunnah berdasarkan pemahaman sahabat.

sekarang yang aneh, jumhur ulama manakah ini?

lucunya beberapa yang ngaku2 ulama di Indonesia mengatakan syiah masuk kepada mazhab kelima, coba deh tunjukkan ulama2 yang membahas mazhabnya dan tentunya kitab2 fiqihnya.

ada tidak ulama ahlu sunnah yang memperkuat klaim ini?

ini cuma isu2 yang sengaja dihembuskan sekarang dengan membawa ke ranah politik, padahal kalau ngebahas agama ya bahas dalam konteks agama lah.

kalau seperti ini, ahmadiyah pun boleh tinggal di Indonesia, namun jangan sekali2 mengklaim sebagai bagian dari Islam, begitu juga semestinya untuk syiah.
Quote:


wow emoticon-Belo
kalau udah sama seperti itu kenapa mesti syiah....? emoticon-Big Grin
akidah udah sama, azan udah sama, solat pun udah sama, kitab dengan hadith juga udah sama, terus apa dong yang beda...

ahmadiyah? bahiah? semua ajaran sesat itu selalu ngaku kitab mereka adalah Al Quran, rujukan mereka adalah Sunnah Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam.

jangan berbohong dong bro?
plis deh...

upss... tapi kan takiyah sebagian dari iman. emoticon-Nohope
Quote:


MUI memang tidak mengikat, begitu juga fatwa tidak mengikat.
yang mengikat adalah Al Quran dan Hadith

ketika dalam Al Quran sendiri menyatakan para sahabat Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam udah mendapatkan ridho dari Allah, tentunya golongan yang berusaha mencaci mereka bukanlah dari golongan islam.

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah..." (Q.S. Ali Imran [3]: 110)

ini ayat udah jelas diturunkan kepada pada jaman sahabat, atas dasar apa kita menganggap golongan lain lah yang paling baik... kalaulah memang boleh menafsirkan ayat semau perut kita, maka ajaran2 sesat seperti lia eden juga bisa dibenarkan, tentunya ayat2 dalam Al Quran harus dipahami sebagaimana para sahabat memahami ayat2 tersebut.

"Janganlah kalian mencaci para sahabatku. Karena, demi Dzat yang diriku berada di tangan-Nya seandainya seseorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud tidaklah akan menyamai infak sebanyak genggaman tangan mereka dan tidak pula setengahnya." (Bukhari 4:195, Muslim 7:188, Ahmad 3:11, Abu Dawud 4658 dan Tirmidzi 3952)

dari sini aja bisa diambil kesimpulan, baik Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Muawiyah, Aisyah, dll mereka adalah suri teladan bagi kita. Kalaulah alasannya cuma sekedar memuliakan salah satu sahabat, silahkan, namun janganlah menghina sahabat yang lainnya, karena semua sahabat adalah orang yang mulia. Muawiyah adalah penulis Al Quran dan Hadith, Aisyah adalah Ahlu Bait yaitu isteri Rasulullah. Namun, umat Islam juga tidak boleh berlebihan, sahabat tentunya ada kesalahan, oleh sebab itu kita belajar dari kesalahan2 mereka. Bukankah kalau seorang muslim itu tobat nasuha maka amalannya akan diterima oleh Allah.

Pada dasarnya, perang shiffin yang terjadi juga karena fitnah salah satu golongan. Gak usahlah saling mengklaim, seperti aliran2 sesat yang lainnya, namun pada kenyataannya ajarannya berbeda dari semestinya. Mengklaim sebagai pengikut nabi Muhammad, namun tidak mematuhi perintah Nabi Muhammad.

FYI: Ahlul Bait: keluarga Rasul, bukankah aisyah putri Abu Bakar dan Habshoh, putri Umar Ibn Khattab juga ahlul bait?

emoticon-linux2

Waspadalah dengan ajakan untuk berbohong atas nama kebaikan, karena standar kebaikan yang dimaksud ambigu. Ajaran yang mengajarkan kebencian dan pengkultusan bukanlah ajaran Islam.
Diubah oleh samanosuke20 17-06-2013 15:51
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.