TS
fardrake
[Orific] Ocean Sky
Akhirnya setelah mengalami writer block yang panjang dan IP kecil saya bisa kembali posting disini 
dan saya berkomitmen akan menyelsaikan fic ini
----------------------------
Judul: Ocean Sky
Genre: Sci-Fi, Cyberpunk
-----------------------
Index
Chapter 1: Part 1IPart 2IPart 3
Chapter 2:Part 1IPart 2Ipart 3
-----------------------------
Side Story:
The Stalking Owl
The Doll

dan saya berkomitmen akan menyelsaikan fic ini

----------------------------
Judul: Ocean Sky
Genre: Sci-Fi, Cyberpunk
Spoiler for Prolouge:
Sekarang adalah tahun 2077, masa dimana perkembangan teknologi sudah berkembang sangat pesat dan robot sudah menjadi bagian dari hidup manusia sehari-hari. Perusahaan-perusahaan lebih kuat daripada pemerintah dan pemberontakan terjadi dimana-mana.
Setelah terjadi revolusi industri besar-besaran, hampir 50% daratan dibumi tidak bisa ditinggali lagi dan udara dibawah sana menjadi beracun. Pemerintah bersama perusahaan-perusahaan besar membangun kota di atas awan yang mereka sebut Hub.
Perlahan Hub semakin bertambah dan populasi disana juga dengan cepat berkembang, para penduduk Hub memutuskan untuk membuat sebuah negara baru dan memutuskan hubungan dengan orang-orang yang tinggal di daratan.
Dan lahirlah sebuah negara yang dikenal dengan Ocean Sky.
Sebuah negara yang dikontrol penuh oleh para perusahaan besar. Kemiskinan terjadi dimana-mana dan banyaknya pemberontakan membuat pemerintah disana mengambil aksi martial law. Pembunuhan terjadi dimana-mana, entah disengaja atau tidak.
Perkembangan robot yang dikenal dengan Synth juga semakin memperkeruh masalah. Robot-robot ini didesain mirip dengan manusia, mulai dari kulit mereka hingga emosinya. Hal ini mendapat pertentangan dari kelompok religius yang memegang teguh keimanan mereka.
Protes terus terjadi hingga pemerintah memutuskan untuk menyewa kelompok pembunuh bayaran untuk membungkam pemimpin para sekte religius ini. perlahan situasi kembali menjadi tenang, tetapi peperangan masih terjadi.
peprangan yang tersembunyi dibalik bayangan, dibalik hiruk-pikuk dan keglamoran kota Hub. pertumpahan darah antar korporat-korporat besar sedang terjadi untuk mengontrol sebuah negara yang bergantung kepada teknologi.
Setelah terjadi revolusi industri besar-besaran, hampir 50% daratan dibumi tidak bisa ditinggali lagi dan udara dibawah sana menjadi beracun. Pemerintah bersama perusahaan-perusahaan besar membangun kota di atas awan yang mereka sebut Hub.
Perlahan Hub semakin bertambah dan populasi disana juga dengan cepat berkembang, para penduduk Hub memutuskan untuk membuat sebuah negara baru dan memutuskan hubungan dengan orang-orang yang tinggal di daratan.
Dan lahirlah sebuah negara yang dikenal dengan Ocean Sky.
Sebuah negara yang dikontrol penuh oleh para perusahaan besar. Kemiskinan terjadi dimana-mana dan banyaknya pemberontakan membuat pemerintah disana mengambil aksi martial law. Pembunuhan terjadi dimana-mana, entah disengaja atau tidak.
Perkembangan robot yang dikenal dengan Synth juga semakin memperkeruh masalah. Robot-robot ini didesain mirip dengan manusia, mulai dari kulit mereka hingga emosinya. Hal ini mendapat pertentangan dari kelompok religius yang memegang teguh keimanan mereka.
Protes terus terjadi hingga pemerintah memutuskan untuk menyewa kelompok pembunuh bayaran untuk membungkam pemimpin para sekte religius ini. perlahan situasi kembali menjadi tenang, tetapi peperangan masih terjadi.
peprangan yang tersembunyi dibalik bayangan, dibalik hiruk-pikuk dan keglamoran kota Hub. pertumpahan darah antar korporat-korporat besar sedang terjadi untuk mengontrol sebuah negara yang bergantung kepada teknologi.
-----------------------
Index
Chapter 1: Part 1IPart 2IPart 3
Chapter 2:Part 1IPart 2Ipart 3
-----------------------------
Side Story:
The Stalking Owl
The Doll
Diubah oleh fardrake 27-08-2013 07:20
0
3.2K
Kutip
25
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•348Anggota
Tampilkan semua post
TS
fardrake
#10
Akhirnya bisa apdet lagi setelah selesai menghadapi UAS dan tugas menumpuk
And at last, i am free from the grasp of darkness
Langsung aja apdet fic
“Pekerjaan besar?”
Aku mengaduk kopiku dengan perlahan, menunggu sarapan pagiku datang bersama dengan teh dan biscuit Reynard. Tidak disangka restoran hotel ini cukup bagus dan ramai dibandingkan dengan kondisi hotelnya yang tidak begitu mewah jika dilihat dari mata orang yang sering tidur di tempat mewah.
Aku tidak bisa protes banyak, lagipula aku lebih sering tidur di pesawat yang kamarnya hanya seluas lemari pakaian. Reynard terlihat senang sekali pagi ini, dia telah dikontak oleh sebuah CEO perusahaan yang menawarkan sebuah pekerjaan besar untuknya. Jika dilihat dari nominalnya sepertinya pekerjaan yang Reynard ambil bukanlah pekerjaan biasa.
“Sangat besar, BK!” Serumya dengan penuh semangat “Nilainya miliaran!”
“Uh huh” Jawabku sambil menyeruput kopi hitamku yang sudah mulai mendingin “Apa kondisi pekerjaanya?”
“Well, yang aku dengar dari dia sih kita Cuma perlu mengantarkan barang saja”
Aku mengerutkan dahiku dan menatapnya dengan penuh curiga, pekerjaan macam apa yang bayarannya miliaran hanya dengan mengantarkan barang saja. Tidak mungkin pekerjaan yang Reynard ambil legal.
“Kau yakin tidak salah dengar?”
“Tidak” Jawabnya sambil memainkan PDAnya “Tetapi pekerjaanya cukup berbahaya”
“Kau yakin ini pekerjaan legal, Reynard?” Sahutku “Dari yang kau jelaskan tadi, kedengarannya pekerjaan ini seperti tugas seorang penyelundup”
Reynard menatap tajam ke arahku dan mendesis pelan. Aku hanya tertawa ketika dia memberiku sebuah jari tengah dan menyuruhku untuk diam.
Seorang pelayan datang dan membawa sarapan pagiku beserta makanan Reynard yang masih hangat. Setelah meletakkan semua pesanan di meja, dia membungkuk memberi hormat dan kembali berdiri disamping jendela dapur seperti patung.
“Relax, Euro-Saxon” Aku berusaha menenangkannya “Setidaknya kita nikmati sarapan pagi ini dulu, urusan pekerjaan besarmu bisa kita diskusikan di jalan”
Setelah kami selesai sarapan, Reynard memberikan PDAnya kepadaku. Aku membaca semua pesan yang menyangkut tentang kontrak yang akan Reynard terima, tidak terlihat seperti kontrak formal yang biasanya dilakukan oleh para pembisnis elit.
BioSynth Industries Corp
To: Reynard Vulpes The Third
Kami sangat berterimakasih atas ketersediaan anda untuk menjalin hubungan bisnis ini. Pekerjaan yang anda akan lakukan ini bersifat rahasia dan tidak boleh bocor ke pihak manapun, pesan ini hanya boleh dibaca oleh tuan Reynard sendiri dan jika ada pihak selain kita yang tahu, kontrak ini akan segera dibatalkan dan pemutihan akan segera dilakukan.
Ditunggu respon secepatnya
1 File attached: Confidential.SecDoc
“Aku tidak bisa membuka file tersebut” Tukas Reynard “File tersebut dikunci dengan enskripsi special, sudah semalaman aku mencoba membukanya tetapi tidak bisa”
“Apakah kontakmu ini membertahu cara membuka file ini?”
Reynard menggelengkan kepalanya “Tadi pagi dia menelponku untuk menemuinya di apartemen Crow’s Nest di Sub-Level 1”
“Itu saja?”
“Dia juga menyuruhku untuk membawa bodyguard dan senjata, yang kudengar disana tempat criminal-kriminal bersembunyi dari para penjaga perbatasan “
Aku mengerutkan dahiku, entah mengapa aku menjadi curiga kepada mahkluk yang ada di depanku ini. Reynard memang tidak terkenal dengan kata ‘jujur’ “Jadi pekerjaan ini bukan sesuatu yang legal?”
“Legal kok!” Reynard mencoba meyakinkku sambil menunjukkan data-data perusahaan yang telah mengontaknya tersebut.
“Aku kira kau melakukan pekerjaan jujur, Euro-Saxon?” Reynard dengan gugup menggaruk-garuk kepalanya dan kembali mengambil tegukan dari tehnya yang sudah dingin “Jujur dari hal yang kulihat, hal ini terlihat seperti pekerjaan penyelundup”
“Kau terlalu banyak bertanya, BK” Balasnya gusar “Yang jelas pekerjaan ini legal kok”
Aku menyeringai “Legal, huh?” Entah mengapa aku menjadi tidak yakin dengan hal tersebut.
Daerah sub-level terasa sangat berbeda dengan distrik utama Eagle’s Nest. Disini gedung-gedung menyatu dengan satu dengan lainnya, udara disini terasa sangat kotor dan pekat serta sampah-sampah yang bertebaran dimana-mana ditambah penduduk-penduduk yang hidup di dalam kompleks apartemen yang sangat tua dan tidak terurus membuat tempat ini sangat opresif dan menyeramkan.
Aku menoleh kebelakang, sebuah pintu besar memisahkan distrik ini dengan distrik utama yang dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit dan udara bersih. Semakin jauh aku berjalan di dalam distrik ini, semakin sedikit cahaya matahari yang masuk dan perlahan digantikan oleh cahaya lampu sorot yang menggantung di sisi-sisi bangunan yang ada disini.
Orang-orang mengawasi gerak-gerik kami setiap kami lewat di depan mereka. Pakaian mereka terlihat sangat lusuh dan tidak terurus, berbeda dengan pakaian yang aku dan Reynard kenakan. Aku mematikan pengaman pistolku yang aku sembunyikan di balik jaketku, berjaga-jaga jika ada yang mencoba untuk merampok kami.
Dari kejauhan aku dapat melihat sebuah papan iklan yang berkerlap-kelip. Sebuah hotel yang terlihat sangat tidak terurus dan dipenuhi oleh penyelundup dan anggota geng yang badannya dipenuhi oleh tattoo. Masing-masing dari mereka memegang senjata, mulai dari pistol hingga shotgun otomatis yang menembakkan peluru asam yang dapat melelehkan Synth model militer dengan mudah.
“Kau yakin ini tempatnya?” Tanyaku Ragu, aku tidak habis pikir mengapa harus mengadakan pertemuan di tempat seperti ini. Setidaknya mereka bisa menyewa kamar hotel mewah yang keamanannya terjamin dan suasanya nyaman “kau harusnya memperbolehkanku membawa senapanku, Euro-Saxon. Aku tidak suka tempat ini dan aku merasakan perasaan yang sangat buruk mengenai pertemuan ini”
“Memang kau saja yang merasa takut” Jawabnya cemas, keringat dingin menetes dari wajahnya “Dan berhenti mengeluh tentang senapanmu, BK. Kita tidak mau membuat keributan disini”
Kami berhenti di depan kamar 502 yang telah dijaga oleh sebuah Synth model Bodyguard yang menyerupai manusia dengan kepala botak dan kacamata hitam, tingginya sekitar dua meter dan badannya dilapisi oleh Kulit Dermal yang dapat menahan terjangan peluru 9MM tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.
Synth tersebut menatap kami untuk beberapa saat, matanya berkilau sekejap dan kemudian berkedip beberapa kali untuk memproses data wajah kami. Setelah ia mendapat konfirmasi dari pemimpinnya, ia bergeser ke kiri dan mempersilahkan kami masuk.
“Senang bertemu denganmu, Tuan Reynard Vulpes. Sebuah kehormatan untuk bertemu dengan anda”
Aku berdiri di dekat jendela kamar apartemen, sesekali mengintip keluar jendela. Entah mengapa Reynard memilih tempat pertemuan di apartemen terpencil di sudut kota seperti ini. Mengapa tidak langsung saja bertemu di sebuah tempat mewah yang keamanannya terjamin dan tidak panas seperti ini.
Hirai Mikaze, CEO dari BioSynth Industries. Perusahaanya menangani riset AI Synth dan transplantasi organ Synth buatan untuk pengganti organ manusia, yang aku dengar perusahaannya sangat besar dan cukup terkenal di Ocean Sky.
Duduk di seberangnya adalah Reynard Vulpes, bosku yang sekaligus juga teman baikku setelah membobolkanku keluar dari penjara. Di belakang mereka, berdiri Bodyguard Hirai Mikaze yang terlihat sangat kekar, kepala botak dan memakai kacamata hitam yang membuatku tidak bisa melihat bagaimana rupa wajah mereka.
“Sebelum kita melanjutkan negosiasi kita. Bisakah Tuan Reynard menjelaskan perusahaan anda berspesialisasi di bidang apa?” CEO tersebut tersenyum sambil membaca laporan-laporan perusahaan Reynard dari PDA yang ia bawa.
“Pengiriman barang, perdagangan lintas kota dan keamanan” Ujar Reynard dengan bangga, dia menjetikkan jarinya dan kembali menyuruhku untuk melihat situasi di gedung seberang.
Astaga orang itu paranoid sekali.
“Kau pernah mempunyai masalah dengan otoritas di Ocean Sky?” Tanya Hirai, Reynard menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil.
“Satu-satunya masalah yang kami terima hanyalah komplen betapa pesatnya pertumbuhan perusahaan kami di beberapa tahun terakhir ini” Gurau Reynard.
Hirai tersenyum kagum, meletakkan PDA itu kembali di meja dan mengambil sebuah kotak hitam yang cukup besar dengan warna hitam dan lampu LED yang berkedip-kedip di setiap sisinya.
“Dilihat dari cara anda berbicara aku sudah yakin akan kemampuan anda, tuan Reynard”
“Jangan membuatku tersanjung, masih banyak orang yang lebih mahir dipekerjaan ini daripadaku”
“Ah iya, mohon tuan Reynard dan koleganya untuk membubuhkan perjanjian anda di kotak hitam ini” CEO itu menyodorkan kotak hitam tersebut kea rah Reynard, Aku kembali mengintip keluar jendela. Entah mengapa aku merasa ada yang mengawasi kami semenjak masuk kedalam apartemen ini.
Aku mematikan pengaman pistol yang aku simpan di balik jaketku. Suara dengungan pelan menandakan coil listrik yang ada di dalam pistol sudah terisi penuh dan siap untuk ditembakkan, entah mengapa Reynard tidak memperbolehkanku untuk membawa senapanku yang mempunyai jarak dan pukulan yang lebih kuat dibanding mainan anak kecil seperti ini.
Aku menoleh kembali kea rah Reynard dan melihat Bodyguard sang CEO juga mempersiapkan pistol mereka, tetapi entah mengapa mereka menatap ke arahku. Mereka mengerutkan dahi mereka sambil mengawasi tanganku yang sedang menggengam pistol yang ada dibalik jaket hitamku.
Aku langsung mengeluarkan tanganku dari balik jaket dan mengangkat tanganku ke udara.
“I’m Cool”
Mereka menggelengkan kepala mereka dan kembali berdiri dengan santai. Reynard bersiul dan memanggilku untuk meletakkan ibu jariku ke dalam mesin tersebut, aku dapat melihat ada sebuah jarum kecil di dalam sana. Aku perlahan memasukkan ibu jariku, sebuah pengait kecil menahan ibu jariku agar tidak bergerak kesana-kemari dan dalam sekejap jarum itu menusuk ibu jariku, rasanya seperti digigit semut.
Aku langsung menarik ibu jariku keluar dan melihat sebuah luka kecil, entah mengapa aku merasa pekerjaan ini tidak akan menjadi pekerjaan mudah. Hal-hal seperti ini mengingatkanku pada masa-masa aku di Black Fox, mengawasi rapat rahasia seperti ini dari suatu tempat yang cukup jauh dan memiliki sudut pandang yang bagus.
Menunggu saat-saat yang tepat untuk membunuh target dan ketika saat itu tiba, aku menyalakan penanda laserku dan langsung memecahkan kepala sang target. Sebuah tugas mudah ketika musuhmu tidak tahu dimana letakmu bersembunyi, dan jika memang ada yang membuntuti kami.
Dia pasti sedang mengawasi di luar sana.
Aku membayangkan pengintai kami sedang mengawasi kami dari suatu sudut atap di bangunan yang ada di seberang apartemen ini. Optik Senapannya memproses arah dan kecepatan angin. Pemindai wajah mencari ID target dari kejauhan dan menyalakan system pengatur jarak. Dia mengokang senapannya, peluru caliber .50 masuk ke dalam rail dan siap dilontarkan oleh system elektromagnetik yang tidak meninggalkan bubuk mesiu dan selongsong peluru yang dapat dilacak.
Suara dengungan pelan dapat terdengar dari dalam badan senapan, kau melepaskan pengaman, menurukan shoulder-rest dan menarik nafas dalam-dalam sebelum membidik kedalam scope. Jarimu menekan pelatuk dengan perlahan, kau menyalakan penanda laser dan kembali mengecek arah angin dan kelembapan udara sebelum menarik pelatuknya. Kau membiarkan system pembaca jarak dan pembantu pembidik menyala dan menghitung elevasi dan jarak antara dirimu dan target.
Setelah perhitungan jarak dan elevasi selesai dilakukan, kau hanya perlu mengikuti petunjuk yang diberikan pembantu pembidik, menggeser bidikannmu sedikit dari lokasi target, menaikkan moncong senapan agar peluru dapat melawan efek drop-off dan mendarat dengan sempurna di kepala target.
“Jadi, kami hanya perlu mengantarkan apa yang ada didalam disk ini ke Capitol?”
Aku kembali memfokuskan perhatianku kea rah Reynard dan CEO itu. Entah mengapa dia terlihat sangat tidak tenang, matanya berkedip dengan cepat dan dia seringkali mengertak giginya.
“Ketika sampai di capitol, langsung hubungi saya dan aku akan memberitahu lokasi pertemuan dengan kontak yang ada disana”
Legal my ass.
Endof part 1
And at last, i am free from the grasp of darkness

Langsung aja apdet fic

Spoiler for Chapter 2:
“Pekerjaan besar?”
Aku mengaduk kopiku dengan perlahan, menunggu sarapan pagiku datang bersama dengan teh dan biscuit Reynard. Tidak disangka restoran hotel ini cukup bagus dan ramai dibandingkan dengan kondisi hotelnya yang tidak begitu mewah jika dilihat dari mata orang yang sering tidur di tempat mewah.
Aku tidak bisa protes banyak, lagipula aku lebih sering tidur di pesawat yang kamarnya hanya seluas lemari pakaian. Reynard terlihat senang sekali pagi ini, dia telah dikontak oleh sebuah CEO perusahaan yang menawarkan sebuah pekerjaan besar untuknya. Jika dilihat dari nominalnya sepertinya pekerjaan yang Reynard ambil bukanlah pekerjaan biasa.
“Sangat besar, BK!” Serumya dengan penuh semangat “Nilainya miliaran!”
“Uh huh” Jawabku sambil menyeruput kopi hitamku yang sudah mulai mendingin “Apa kondisi pekerjaanya?”
“Well, yang aku dengar dari dia sih kita Cuma perlu mengantarkan barang saja”
Aku mengerutkan dahiku dan menatapnya dengan penuh curiga, pekerjaan macam apa yang bayarannya miliaran hanya dengan mengantarkan barang saja. Tidak mungkin pekerjaan yang Reynard ambil legal.
“Kau yakin tidak salah dengar?”
“Tidak” Jawabnya sambil memainkan PDAnya “Tetapi pekerjaanya cukup berbahaya”
“Kau yakin ini pekerjaan legal, Reynard?” Sahutku “Dari yang kau jelaskan tadi, kedengarannya pekerjaan ini seperti tugas seorang penyelundup”
Reynard menatap tajam ke arahku dan mendesis pelan. Aku hanya tertawa ketika dia memberiku sebuah jari tengah dan menyuruhku untuk diam.
Seorang pelayan datang dan membawa sarapan pagiku beserta makanan Reynard yang masih hangat. Setelah meletakkan semua pesanan di meja, dia membungkuk memberi hormat dan kembali berdiri disamping jendela dapur seperti patung.
“Relax, Euro-Saxon” Aku berusaha menenangkannya “Setidaknya kita nikmati sarapan pagi ini dulu, urusan pekerjaan besarmu bisa kita diskusikan di jalan”
Setelah kami selesai sarapan, Reynard memberikan PDAnya kepadaku. Aku membaca semua pesan yang menyangkut tentang kontrak yang akan Reynard terima, tidak terlihat seperti kontrak formal yang biasanya dilakukan oleh para pembisnis elit.
BioSynth Industries Corp
To: Reynard Vulpes The Third
Kami sangat berterimakasih atas ketersediaan anda untuk menjalin hubungan bisnis ini. Pekerjaan yang anda akan lakukan ini bersifat rahasia dan tidak boleh bocor ke pihak manapun, pesan ini hanya boleh dibaca oleh tuan Reynard sendiri dan jika ada pihak selain kita yang tahu, kontrak ini akan segera dibatalkan dan pemutihan akan segera dilakukan.
Ditunggu respon secepatnya
1 File attached: Confidential.SecDoc
“Aku tidak bisa membuka file tersebut” Tukas Reynard “File tersebut dikunci dengan enskripsi special, sudah semalaman aku mencoba membukanya tetapi tidak bisa”
“Apakah kontakmu ini membertahu cara membuka file ini?”
Reynard menggelengkan kepalanya “Tadi pagi dia menelponku untuk menemuinya di apartemen Crow’s Nest di Sub-Level 1”
“Itu saja?”
“Dia juga menyuruhku untuk membawa bodyguard dan senjata, yang kudengar disana tempat criminal-kriminal bersembunyi dari para penjaga perbatasan “
Aku mengerutkan dahiku, entah mengapa aku menjadi curiga kepada mahkluk yang ada di depanku ini. Reynard memang tidak terkenal dengan kata ‘jujur’ “Jadi pekerjaan ini bukan sesuatu yang legal?”
“Legal kok!” Reynard mencoba meyakinkku sambil menunjukkan data-data perusahaan yang telah mengontaknya tersebut.
“Aku kira kau melakukan pekerjaan jujur, Euro-Saxon?” Reynard dengan gugup menggaruk-garuk kepalanya dan kembali mengambil tegukan dari tehnya yang sudah dingin “Jujur dari hal yang kulihat, hal ini terlihat seperti pekerjaan penyelundup”
“Kau terlalu banyak bertanya, BK” Balasnya gusar “Yang jelas pekerjaan ini legal kok”
Aku menyeringai “Legal, huh?” Entah mengapa aku menjadi tidak yakin dengan hal tersebut.
Daerah sub-level terasa sangat berbeda dengan distrik utama Eagle’s Nest. Disini gedung-gedung menyatu dengan satu dengan lainnya, udara disini terasa sangat kotor dan pekat serta sampah-sampah yang bertebaran dimana-mana ditambah penduduk-penduduk yang hidup di dalam kompleks apartemen yang sangat tua dan tidak terurus membuat tempat ini sangat opresif dan menyeramkan.
Aku menoleh kebelakang, sebuah pintu besar memisahkan distrik ini dengan distrik utama yang dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit dan udara bersih. Semakin jauh aku berjalan di dalam distrik ini, semakin sedikit cahaya matahari yang masuk dan perlahan digantikan oleh cahaya lampu sorot yang menggantung di sisi-sisi bangunan yang ada disini.
Orang-orang mengawasi gerak-gerik kami setiap kami lewat di depan mereka. Pakaian mereka terlihat sangat lusuh dan tidak terurus, berbeda dengan pakaian yang aku dan Reynard kenakan. Aku mematikan pengaman pistolku yang aku sembunyikan di balik jaketku, berjaga-jaga jika ada yang mencoba untuk merampok kami.
Dari kejauhan aku dapat melihat sebuah papan iklan yang berkerlap-kelip. Sebuah hotel yang terlihat sangat tidak terurus dan dipenuhi oleh penyelundup dan anggota geng yang badannya dipenuhi oleh tattoo. Masing-masing dari mereka memegang senjata, mulai dari pistol hingga shotgun otomatis yang menembakkan peluru asam yang dapat melelehkan Synth model militer dengan mudah.
“Kau yakin ini tempatnya?” Tanyaku Ragu, aku tidak habis pikir mengapa harus mengadakan pertemuan di tempat seperti ini. Setidaknya mereka bisa menyewa kamar hotel mewah yang keamanannya terjamin dan suasanya nyaman “kau harusnya memperbolehkanku membawa senapanku, Euro-Saxon. Aku tidak suka tempat ini dan aku merasakan perasaan yang sangat buruk mengenai pertemuan ini”
“Memang kau saja yang merasa takut” Jawabnya cemas, keringat dingin menetes dari wajahnya “Dan berhenti mengeluh tentang senapanmu, BK. Kita tidak mau membuat keributan disini”
Kami berhenti di depan kamar 502 yang telah dijaga oleh sebuah Synth model Bodyguard yang menyerupai manusia dengan kepala botak dan kacamata hitam, tingginya sekitar dua meter dan badannya dilapisi oleh Kulit Dermal yang dapat menahan terjangan peluru 9MM tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.
Synth tersebut menatap kami untuk beberapa saat, matanya berkilau sekejap dan kemudian berkedip beberapa kali untuk memproses data wajah kami. Setelah ia mendapat konfirmasi dari pemimpinnya, ia bergeser ke kiri dan mempersilahkan kami masuk.
“Senang bertemu denganmu, Tuan Reynard Vulpes. Sebuah kehormatan untuk bertemu dengan anda”
Aku berdiri di dekat jendela kamar apartemen, sesekali mengintip keluar jendela. Entah mengapa Reynard memilih tempat pertemuan di apartemen terpencil di sudut kota seperti ini. Mengapa tidak langsung saja bertemu di sebuah tempat mewah yang keamanannya terjamin dan tidak panas seperti ini.
Hirai Mikaze, CEO dari BioSynth Industries. Perusahaanya menangani riset AI Synth dan transplantasi organ Synth buatan untuk pengganti organ manusia, yang aku dengar perusahaannya sangat besar dan cukup terkenal di Ocean Sky.
Duduk di seberangnya adalah Reynard Vulpes, bosku yang sekaligus juga teman baikku setelah membobolkanku keluar dari penjara. Di belakang mereka, berdiri Bodyguard Hirai Mikaze yang terlihat sangat kekar, kepala botak dan memakai kacamata hitam yang membuatku tidak bisa melihat bagaimana rupa wajah mereka.
“Sebelum kita melanjutkan negosiasi kita. Bisakah Tuan Reynard menjelaskan perusahaan anda berspesialisasi di bidang apa?” CEO tersebut tersenyum sambil membaca laporan-laporan perusahaan Reynard dari PDA yang ia bawa.
“Pengiriman barang, perdagangan lintas kota dan keamanan” Ujar Reynard dengan bangga, dia menjetikkan jarinya dan kembali menyuruhku untuk melihat situasi di gedung seberang.
Astaga orang itu paranoid sekali.
“Kau pernah mempunyai masalah dengan otoritas di Ocean Sky?” Tanya Hirai, Reynard menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil.
“Satu-satunya masalah yang kami terima hanyalah komplen betapa pesatnya pertumbuhan perusahaan kami di beberapa tahun terakhir ini” Gurau Reynard.
Hirai tersenyum kagum, meletakkan PDA itu kembali di meja dan mengambil sebuah kotak hitam yang cukup besar dengan warna hitam dan lampu LED yang berkedip-kedip di setiap sisinya.
“Dilihat dari cara anda berbicara aku sudah yakin akan kemampuan anda, tuan Reynard”
“Jangan membuatku tersanjung, masih banyak orang yang lebih mahir dipekerjaan ini daripadaku”
“Ah iya, mohon tuan Reynard dan koleganya untuk membubuhkan perjanjian anda di kotak hitam ini” CEO itu menyodorkan kotak hitam tersebut kea rah Reynard, Aku kembali mengintip keluar jendela. Entah mengapa aku merasa ada yang mengawasi kami semenjak masuk kedalam apartemen ini.
Aku mematikan pengaman pistol yang aku simpan di balik jaketku. Suara dengungan pelan menandakan coil listrik yang ada di dalam pistol sudah terisi penuh dan siap untuk ditembakkan, entah mengapa Reynard tidak memperbolehkanku untuk membawa senapanku yang mempunyai jarak dan pukulan yang lebih kuat dibanding mainan anak kecil seperti ini.
Aku menoleh kembali kea rah Reynard dan melihat Bodyguard sang CEO juga mempersiapkan pistol mereka, tetapi entah mengapa mereka menatap ke arahku. Mereka mengerutkan dahi mereka sambil mengawasi tanganku yang sedang menggengam pistol yang ada dibalik jaket hitamku.
Aku langsung mengeluarkan tanganku dari balik jaket dan mengangkat tanganku ke udara.
“I’m Cool”
Mereka menggelengkan kepala mereka dan kembali berdiri dengan santai. Reynard bersiul dan memanggilku untuk meletakkan ibu jariku ke dalam mesin tersebut, aku dapat melihat ada sebuah jarum kecil di dalam sana. Aku perlahan memasukkan ibu jariku, sebuah pengait kecil menahan ibu jariku agar tidak bergerak kesana-kemari dan dalam sekejap jarum itu menusuk ibu jariku, rasanya seperti digigit semut.
Aku langsung menarik ibu jariku keluar dan melihat sebuah luka kecil, entah mengapa aku merasa pekerjaan ini tidak akan menjadi pekerjaan mudah. Hal-hal seperti ini mengingatkanku pada masa-masa aku di Black Fox, mengawasi rapat rahasia seperti ini dari suatu tempat yang cukup jauh dan memiliki sudut pandang yang bagus.
Menunggu saat-saat yang tepat untuk membunuh target dan ketika saat itu tiba, aku menyalakan penanda laserku dan langsung memecahkan kepala sang target. Sebuah tugas mudah ketika musuhmu tidak tahu dimana letakmu bersembunyi, dan jika memang ada yang membuntuti kami.
Dia pasti sedang mengawasi di luar sana.
Aku membayangkan pengintai kami sedang mengawasi kami dari suatu sudut atap di bangunan yang ada di seberang apartemen ini. Optik Senapannya memproses arah dan kecepatan angin. Pemindai wajah mencari ID target dari kejauhan dan menyalakan system pengatur jarak. Dia mengokang senapannya, peluru caliber .50 masuk ke dalam rail dan siap dilontarkan oleh system elektromagnetik yang tidak meninggalkan bubuk mesiu dan selongsong peluru yang dapat dilacak.
Suara dengungan pelan dapat terdengar dari dalam badan senapan, kau melepaskan pengaman, menurukan shoulder-rest dan menarik nafas dalam-dalam sebelum membidik kedalam scope. Jarimu menekan pelatuk dengan perlahan, kau menyalakan penanda laser dan kembali mengecek arah angin dan kelembapan udara sebelum menarik pelatuknya. Kau membiarkan system pembaca jarak dan pembantu pembidik menyala dan menghitung elevasi dan jarak antara dirimu dan target.
Setelah perhitungan jarak dan elevasi selesai dilakukan, kau hanya perlu mengikuti petunjuk yang diberikan pembantu pembidik, menggeser bidikannmu sedikit dari lokasi target, menaikkan moncong senapan agar peluru dapat melawan efek drop-off dan mendarat dengan sempurna di kepala target.
“Jadi, kami hanya perlu mengantarkan apa yang ada didalam disk ini ke Capitol?”
Aku kembali memfokuskan perhatianku kea rah Reynard dan CEO itu. Entah mengapa dia terlihat sangat tidak tenang, matanya berkedip dengan cepat dan dia seringkali mengertak giginya.
“Ketika sampai di capitol, langsung hubungi saya dan aku akan memberitahu lokasi pertemuan dengan kontak yang ada disana”
Legal my ass.
Endof part 1
Diubah oleh fardrake 17-06-2013 14:44
0
Kutip
Balas