TS
malaikatmaut3
kumpulan puisi MalaikatMaut

Welcome to my home ^^
kisah ini berawal dari keterpurukan yang pedih
masa berjuang menyambung hidup hanya memakan seonggok sampah
berkawan dengan malaikat, bercumbu dengan maut setiap harinya
namun masa telah berganti, roda waktu telah berputar
untaian kata ini mnjadi penanda, serta pengingat gelapku
sehingga nanti aku tak akan silap dan menghitamkan terangku
enjoy ^^

Hall for the words of honor
Aku merasa terhormat bisa menyambut kalian dirumah sederhana ini
Satu hal yang bisa kulakukan adalah membangun ruang untuk mengabadikan kenangan kalian
enjoy, I hope you will come back someday ^^
Spoiler for greetings and appreciation:
Spoiler for Ininubi Poetry:
Spoiler for Sunsmilan Poetry:
Spoiler for Visuapalooza poetry:
Spoiler for angchimo poetry:
Spoiler for Puisi Putri Bulan:
Spoiler for Puisi Akang:

Index puisi-puisi ku ^^, mohon maaf kalu tidak berkenan, hanya seniman kata berusaha membagi nada
Spoiler for first story:
Spoiler for The story goes on:
Spoiler for The art of Angst:
Spoiler for Antologi "Dia":
Diubah oleh malaikatmaut3 13-08-2016 22:11
0
19.5K
132
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Poetry
6.2KThread•6.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
malaikatmaut3
#8
sepi...
tanpanya
tanpa suaranya yang sejernih embun
tanpa parasnya yang se-ayu cahaya bulan
tanpa senyumnya yang membuat Surya terpukau
tanpanya
tanpa semuanya
rintik hujan basahi gurun pasir
menghilang dalam ketiadaan
seperti kau yang telah menghilang
tanpa pelukan
tanpa akhir dari sebuah kisah
tanpa air mata kesedihan
ahhhh...semuanya berlalu begitu cepat
secepat angin yang meniup awan
secepat tawa yang merindukan tangis
hutan pun termenung menyaksikan dia hilang
bersedih
menangisi anak dari sang alam
puisiku berawal dari kerinduan
tentang senyumnya
tentang tangis dan tawanya
tentang kisah yang telah kita lalui
dan akan menemui akhir
saat sabit menebas hati yang pilu ini
tanpanya
tanpa suaranya yang sejernih embun
tanpa parasnya yang se-ayu cahaya bulan
tanpa senyumnya yang membuat Surya terpukau
tanpanya
tanpa semuanya
rintik hujan basahi gurun pasir
menghilang dalam ketiadaan
seperti kau yang telah menghilang
tanpa pelukan
tanpa akhir dari sebuah kisah
tanpa air mata kesedihan
ahhhh...semuanya berlalu begitu cepat
secepat angin yang meniup awan
secepat tawa yang merindukan tangis
hutan pun termenung menyaksikan dia hilang
bersedih
menangisi anak dari sang alam
puisiku berawal dari kerinduan
tentang senyumnya
tentang tangis dan tawanya
tentang kisah yang telah kita lalui
dan akan menemui akhir
saat sabit menebas hati yang pilu ini
0