- Beranda
- Kendaraan Roda 4
Tentang OLI Mobil
...
TS
alddhie
Tentang OLI Mobil
Nyari-nyari kayaknya gak ada yang pernah bahas oli secara keseluruhan.
Apa mobil anak2 kaskus mobil baru semua, jadi ganti oli nya tergantung bengkel resmi aja nih...
Gw terakhir kali pake oli mesin Shell yang 10/40 di mobil Timor DOHC.
Ya gak ada keluhan, tapi gak ada istimewanya juga.
Ada pengalaman lain dengan oli? Dipake di mobil apa?
Pengen coba2 ganti nih.
Apa mobil anak2 kaskus mobil baru semua, jadi ganti oli nya tergantung bengkel resmi aja nih...
Gw terakhir kali pake oli mesin Shell yang 10/40 di mobil Timor DOHC.
Ya gak ada keluhan, tapi gak ada istimewanya juga.
Ada pengalaman lain dengan oli? Dipake di mobil apa?
Pengen coba2 ganti nih.
pecintafemdom dan 14 lainnya memberi reputasi
13
875.8K
7.2K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kendaraan Roda 4
25.1KThread•20.4KAnggota
Tampilkan semua post
mfuad
#1936
mencampur oli beda SAE/ merk
Quote:
Jarang terjadi adanya “ketidakcocokan”, misalnya oli menjadi kental, pada pencampuran oli mesin berbeda merk. Karena pada umumnya bahan dasar oli yang dipakai larut secara baik, baik itu sintetis ataupun mineral. Kecuali oli berbahan dasar Polialkilena glikol (PAG), memang sebaiknya tidak dicampur dengan jenis oli lainnya.
Namun, hal ini pun tidak perlu dicemaskan karena senyawa PAG biasanya dipakai pada oli kompresor atau oli Gear dan jarang dipakai sebagai oli mesin. Yang terpenting bila ingin mencampur oli berbeda merk, menurut Lembaga API adalah sesuaikan SAE dan kategori API-nya, agar kualitasnya relatif masih dapat terjaga.
Selain itu, dari penelitian yang pernah dilakukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada masalah pencampuran oli ini, yaitu:
1.Hindari mencampur oli berbeda fungsi.
Misalnya kita mencampur oli mesin dengan oli hidrolik, gardan atau jenis oli lainnya. Hal Ini sebaiknya dihindari, karena jika ada air, yang biasanya ada didalam mesin, kemungkinan hal “ketidakcocokan”, misalnya oli menjadi kental , bisa saja terjadi
2. Hindari mencampur oli, yang masing–masing memiliki aditif berlawanan.
Misalnya oli yang satu memakai oli bersifat asam dan yang lainnya bersifat basa. Karena hal ini akan terjadi reaksi netralisasi dan membentuk oli menjadi semacam jelli. Namun hal inipun akan dapat terjadi bila ada air dalam mesin. Tanpa air, reaksi netralisasi tidak akan terjadi. (Lihat tabel jenis sifat aditif yang dipakai pada berbagai macam pelumas)
Sifat keasaman dan kebasaan oli biasanya ditentukan oleh aditif yang dipakai oli tersebut.
Masalahnya memang, kita biasanya tidak tahu jenis aditif yang dipakai dalam suatu oli.
Namun untuk oli mesin, umumnya aditif yang dipakai bersifat basa dan jarang memakai aditif bersifat asam. Karena justru disini yang ingin dihindari adalah senyawa yang bersifat asam, karena biasanya senyawa asam bersifat korosif. Selain itu keberadaan aditif bersifat basa dibutuhkan sebagai bahan pencuci dan melawan senyawa asam yang biasanya dihasilkan dari proses pembakaran di mesin .Sifat basa suatu oli dapat ditunjukkan oleh nilai total angka Basa (TBN=total Base Number ). (lihat juga: Boleh kah mencampur oli sintetis dan oli mineral?).
Seandainya kita mau, kita pun bisa mencampur SAE berbeda menjadi SAE yg kita inginkan, sesuai proporsinya. misal kita ingin SAE 10w40, tetapi cuma ada 20w50 atau 5w30. Kita blending dg perbandingan yg proporsional kedua oli tsb. akan diperoleh SAE yg kita inginkan.
Kalo masalh flush engine, Ane serahin keputusannya sama Agan2 ..semua
Saya sekedar menjelaskan ala kadarnya..
ini tambahn info..
Spoiler for berita ttg flush engine:
Insya Alloh bisa mencerahkan...
mfuad
motto: memasyarakatkan pelumas bermutu dan melumasi masyarakat dg ilmu pelumas bermutu!!
0