- Beranda
- The Lounge
Perasaan Cintamu Kepada Muhammad SAW Di Putus Oleh Ustad Wahab dan Pengikutnya, MAU?
...
TS
YhugazKidd
Perasaan Cintamu Kepada Muhammad SAW Di Putus Oleh Ustad Wahab dan Pengikutnya, MAU?
Quote:
PERHATIAN : TS Membuat Thread ini bukan untuk ajang debat SARA apalagi saling menjelek-jelekkan. TS tidak akan terpengaruh provokasi-provokasi. Jika anda membata TS, TS hanya akan tersenyum. Jika anda menghina TS, TS hanya akan tersenyum.
Mari Kita Bersholawat Dahulu Sebelum Membaca Thread Ini :
Quote:
Shalatullah salamullah ‘ala thoha rosulillah
Shalatullah salamullah ‘ala yaasiin habibillah
Tawasalnaa bibismillah wa bil hadi rosulillah
Wa kulli majahid fillah bi ahlil badri ya Allah
Shalatullah salamullah ‘ala yaasiin habibillah
Tawasalnaa bibismillah wa bil hadi rosulillah
Wa kulli majahid fillah bi ahlil badri ya Allah
Quote:

Quote:
Quote:
Quote:
Sholawatan bid’ah, dangdut pop rock tidak bid’ah. Yang bid’ah itu sholawatan terbangan, gitu ya??!. Nek dangdutan niku tidak apa-apa soalnya semua Kanjeng Nabi itu dangdutan. Kira-kira begitu ya??! Nabi yang sholawatan tidak ada, tapi kalau Nabi yang dangdutan sepertinya semuanya. Makannya dangdutan tu tidak di bid’ah-kan, tidak di haram-haramkan, tidak di musyrik-musrik-kan.
Nah, maka kita harus apa ilmu dasarnya bid’ah itu, letaknya dimana, berlakunya gimana, itu harus kita pahami secara sederhana. Kemudian, kita harus tahu asal-usulnya. Kok ada orang membid’ah-bid’ahnya itu bagaimana?. Ayo di cari bersama-sama. Jadi ada sebab yang berasal dari dalam diri manusia sendiri. Kita sudah tahu kan setan dan iblis itu siapa, dan bagaimana hubungannya. Yang paling di takuti Iblis itu adalah Nabi Muhammad SAW. Karena Nabi Muhammad adalah orang yang sangat ikhlas dalam segala hal. Iblis itu bukan hanya takut, tapi juga ta’dzim sama Rosullah SAW. Iblis itu seniornya Malaikat.
Bid’ah itu segala sesuatu yang Rosulullah tidak menyuruh, tidak menganjurkan dan tidak melakukan. Pada tempat apa saja? Yaitu di dalam wilayah di dalam Ibadah Maghdloh, yaitu zakat, puasa, sholat, haji dan syahadat (Rukun Islam). Di luar yang 5 itu, namanya ibadah Muamalah. Yaitu seperti sholawatan itu.
Gelarnya Iblis itu adalah Mahkluk Yang Paling Khusyu’, Mahkluk Yang Pekerjaannya Rukuk, Makhkluk Yang Pekerjaannya sujud kepada Allah SWT, dan Bendaharawan Surga. Karena dia yang paling senior , paling kuat hatinya dan paling hebat mentalnya kemudia oleh Gusti Allah di dawuhi supaya menjadi Iblis. Sebab kalau yang jadi Iblis itu Jibril, tidak kuat hatinya. Sebab Iblis itu harus kuat, di jelek-jelekkan orang, di kutuk-kutuk orang sepanjang hidupnya. Iblis itu tidak pernah berani dengan Allah SWT, dia jadi Iblis ya memang oleh Gusti Allah disuruh untuk menjadi Iblis sebagai penguji Manusia. Jadi jangan menyalahkan Iblis, dan sekarang banyak yang terjadi manusia sudah pelan-pelan mulai mengambil alih peran Iblis tersebut dan jauh lebih kejam dari Iblis itu sendiri. Tapi itu tidak perlu di ingat-ingat, yang penting Iblis itu ta’dzim sama Rosululloh SAW.
Dan manusia yang paling di benci oleh Amerika, Israel dan sejenis mereka itu adalah Muhammad SAW. Itu dilakukan mereka dalam serangkaian usaha keji dan nista mereka di dunia. Paling dekat yang dapat di contohkan adalah Bom Bali. Bom bali yang besar itu tidak di buat oleh Amrozi CS, Amrozi itu cuma bisa bikin mercon. Yang ngebom Legian Bali itu adalah inteligen Amerika sendiri yang memprovokasi Amrozi. Dan sudah di jadwal kalau Amrozi melakukan peledakan bom kecilnya itu jam sekian, dan beberapa menit sebelum Amrozi, Amerika sudah duluan meledakkan bom besarnya yang semi nuklir dan hulu ledaknya ada di 4 negara. Yaitu Israel, Jerman, Cina, dan Amerika. TNI mengaku tidak punya kemampuan untuk membuat bom seperti itu.
Israel pun juga takut dan benci dengan Muhammad. Nah maka semua gerakan politik sekarang, semua gerakan global sekarang. Bahkan pemerintah Indonesia juga di provokasi untuk melakukan program-program dari mereka yang takut dan benci kepada Muhammad.
Pasti di hati anda bertanya-tanya, apa benar-benar hebatkah Muhammad Rosul terakhir kita itu? Begini. Mahkluk pertama yang di ciptakan oleh Allah SWT itu adalah cahaya (Nur Muhammad). Yang kemudian dijadikan galaksi beserta planet-planet, bintang-bintang, dan mahkluk kosmis lainnya. Dan cahaya itu tadi akhirnya diwujudkan Menjadi manusia oleh Allah SWT sebagai Nabi Muhammad SAW. Tapi, hakekatnya Kanjeng Nabi itu adalah merupakan mahkluk pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Jadi, sceara hakekat juga Nabi Muhammad SAW lebih besar dari Bumi ini. Lebih besar dari segala isi kosmis ini. Dan dunia merupakan bagian kecil dari Muhammad.
Dan ketika dunia terjadi masalah yang sangat besar, dan dunia tidak mampu mengatasi maka yang mampu mengatasi hanyalah Al Qur’an. Yang bisa turun untuk mengatasi hanyalah Nabi Muhammad SAW. Jadi nanti Dajjal akan keluar yang akan dihadapi oleh Imam Mahdi. Ketika Imam Mahdi tidak bisa mengalahkan Dajjal, maka Nabi Isa AS akan turun untuk melawannya. Setelah Dajjal dikalahkan Nabi Isa, akan ada musuh lagi yaitu Ya’jul Ma’juj. Dan itu yang bisa membereskan hanyalah Nabi Muhammad SAW.
Jadi musuh utamanya Nabi Muhammad SAW sekarang di dunia ini pekerjaannya yang utama adalah melarang sholawat.
Jadi tugas pertama Israel dan Amerika yang pertama adalah membikin proyek dengan menciptakan suatu gerakan yang namanya Wahabi di Arab Saudi yang tugas utamanya adalah memotong hubungan cinta antara umat Islam dengan Muhammad SAW. Gerakan utama mereka di dunia ini bukan menghancurkan Indonesia, bukan menghancurkan Islam, tapi mereka akan memutus hubungan batin hubungan cinta kepada Muhammad SAW.
Maka mereka merekrut orang-orang bodoh dari seluruh dunia, termasuk dari Jawa. Yang selama 6 bulan sekali di angkut ke Pantai Gesing Gunung Kidul, yang ada kapal disana yang mereka di antar melalui perahu nelayan menuju kapal besar tersebut. Kemudian mereka-mereka itu dibawa ke suatu tempat untuk di kursus otaknya supaya begitu kembali lagi, dan melakukan tugas-tugas dari Zionis itu.
Sekarang saya tanya, apakah kamu mau hubungan dan perasaan cintamu kepada Nabi Muhammad SAW di putus? Sekarang mari kita teriak lantang Allahumma sholi wa sallim ala Muhammad!!!
Tapi kalau besok-besok di haramkan kamu bagaimana?
Ya jangan marah dalam menanggapinya. Jadi kalau ada orang-orang yang mengharamkan anda sholawat , membid’ahkan sholawat anda, dan memusyrikkan sholawat anda. Kamu cukup bertamu kerumahnya. Dan bertanyalah baik-baik apakah sholawat itu musyrik, bid’ah dan haram. Kemudian jawablah, kalau bagi akamu sholawat itu tidak haram, tidak bid’ah dan tidak musyrik. Karena bagi saya harus bersholawat, karena kalau saya tidak cinta kepada Muhammad nanti Gusti Allah tidak cinta kepada saya. Kemudian bersholawatanlah di depan orang itu.
Dan jika kamu sholat di mesjidnya, kemudian setelah kamu pergi mesjidnya di bersihkan (di pel). Tidak apa-apa dan jangan marah. Cara mensiasatinya adalah dengan mengajak teman-temanmu untuk bergiliran sholat disana dan usahakan jangan sholat bersama. Usahakan sholat individu dengan interval waktu setengah jam sekali. Jadi mereka akan kerepotan kalau kamu dan kelompokmu melakukan seperti itu. Jadi jika kelompok kamu 10 orang, maka mereka akan mengepel 10x. Jika 500 orang, akan 500x. Cara yang elegan dan cerdik untuk melawan mereka bukan?.
Maka dari itu, mari kita bersholawat. Bagaimana kalau tidak bersholawatan, kalau kita tidak cinta kepada Muhammad maka doa-doa kita tidak dikabulkan Allah SWT? Ada cinta segitiga antara Allah SWT- Muhammad SAW- Manusia.
Innallaha wamala ikatahu yosulunna alannabiy ya ayyuhalladzina amanu shollualaihi wasallimutaslima.Banyak hal yang Allah SWT menyuruh kita melakukan sesuatu, tapi beliau sendiri tidak melakukannya, seperti sholat dll. Tapi, allah menyuruh kita untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan diri-Nya sendiri memberi contoh dengan bersholawat. Seperti ayat yang sudah saya sebutkan di atas.
Buat saudara-saudara Ustad Wahab dan sejenisnya. Mohon maaf, saya memang tidak suka dalam hal ini dengan anda. Tapi saya tidak akan melarang apa yang sudah anda kerjakan sekarang ini. Karena saya, keluarga saya, teman-teman saya, teman-temannya teman saya dan teman-teman mereka semua tidak sedikitpun akan terpengaruh oleh kalian dan bos-bos kalian.
ALLAHUAKHBAR...!!!
Nah, maka kita harus apa ilmu dasarnya bid’ah itu, letaknya dimana, berlakunya gimana, itu harus kita pahami secara sederhana. Kemudian, kita harus tahu asal-usulnya. Kok ada orang membid’ah-bid’ahnya itu bagaimana?. Ayo di cari bersama-sama. Jadi ada sebab yang berasal dari dalam diri manusia sendiri. Kita sudah tahu kan setan dan iblis itu siapa, dan bagaimana hubungannya. Yang paling di takuti Iblis itu adalah Nabi Muhammad SAW. Karena Nabi Muhammad adalah orang yang sangat ikhlas dalam segala hal. Iblis itu bukan hanya takut, tapi juga ta’dzim sama Rosullah SAW. Iblis itu seniornya Malaikat.
Bid’ah itu segala sesuatu yang Rosulullah tidak menyuruh, tidak menganjurkan dan tidak melakukan. Pada tempat apa saja? Yaitu di dalam wilayah di dalam Ibadah Maghdloh, yaitu zakat, puasa, sholat, haji dan syahadat (Rukun Islam). Di luar yang 5 itu, namanya ibadah Muamalah. Yaitu seperti sholawatan itu.
Gelarnya Iblis itu adalah Mahkluk Yang Paling Khusyu’, Mahkluk Yang Pekerjaannya Rukuk, Makhkluk Yang Pekerjaannya sujud kepada Allah SWT, dan Bendaharawan Surga. Karena dia yang paling senior , paling kuat hatinya dan paling hebat mentalnya kemudia oleh Gusti Allah di dawuhi supaya menjadi Iblis. Sebab kalau yang jadi Iblis itu Jibril, tidak kuat hatinya. Sebab Iblis itu harus kuat, di jelek-jelekkan orang, di kutuk-kutuk orang sepanjang hidupnya. Iblis itu tidak pernah berani dengan Allah SWT, dia jadi Iblis ya memang oleh Gusti Allah disuruh untuk menjadi Iblis sebagai penguji Manusia. Jadi jangan menyalahkan Iblis, dan sekarang banyak yang terjadi manusia sudah pelan-pelan mulai mengambil alih peran Iblis tersebut dan jauh lebih kejam dari Iblis itu sendiri. Tapi itu tidak perlu di ingat-ingat, yang penting Iblis itu ta’dzim sama Rosululloh SAW.
Dan manusia yang paling di benci oleh Amerika, Israel dan sejenis mereka itu adalah Muhammad SAW. Itu dilakukan mereka dalam serangkaian usaha keji dan nista mereka di dunia. Paling dekat yang dapat di contohkan adalah Bom Bali. Bom bali yang besar itu tidak di buat oleh Amrozi CS, Amrozi itu cuma bisa bikin mercon. Yang ngebom Legian Bali itu adalah inteligen Amerika sendiri yang memprovokasi Amrozi. Dan sudah di jadwal kalau Amrozi melakukan peledakan bom kecilnya itu jam sekian, dan beberapa menit sebelum Amrozi, Amerika sudah duluan meledakkan bom besarnya yang semi nuklir dan hulu ledaknya ada di 4 negara. Yaitu Israel, Jerman, Cina, dan Amerika. TNI mengaku tidak punya kemampuan untuk membuat bom seperti itu.
Israel pun juga takut dan benci dengan Muhammad. Nah maka semua gerakan politik sekarang, semua gerakan global sekarang. Bahkan pemerintah Indonesia juga di provokasi untuk melakukan program-program dari mereka yang takut dan benci kepada Muhammad.
Pasti di hati anda bertanya-tanya, apa benar-benar hebatkah Muhammad Rosul terakhir kita itu? Begini. Mahkluk pertama yang di ciptakan oleh Allah SWT itu adalah cahaya (Nur Muhammad). Yang kemudian dijadikan galaksi beserta planet-planet, bintang-bintang, dan mahkluk kosmis lainnya. Dan cahaya itu tadi akhirnya diwujudkan Menjadi manusia oleh Allah SWT sebagai Nabi Muhammad SAW. Tapi, hakekatnya Kanjeng Nabi itu adalah merupakan mahkluk pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Jadi, sceara hakekat juga Nabi Muhammad SAW lebih besar dari Bumi ini. Lebih besar dari segala isi kosmis ini. Dan dunia merupakan bagian kecil dari Muhammad.
Dan ketika dunia terjadi masalah yang sangat besar, dan dunia tidak mampu mengatasi maka yang mampu mengatasi hanyalah Al Qur’an. Yang bisa turun untuk mengatasi hanyalah Nabi Muhammad SAW. Jadi nanti Dajjal akan keluar yang akan dihadapi oleh Imam Mahdi. Ketika Imam Mahdi tidak bisa mengalahkan Dajjal, maka Nabi Isa AS akan turun untuk melawannya. Setelah Dajjal dikalahkan Nabi Isa, akan ada musuh lagi yaitu Ya’jul Ma’juj. Dan itu yang bisa membereskan hanyalah Nabi Muhammad SAW.
Jadi musuh utamanya Nabi Muhammad SAW sekarang di dunia ini pekerjaannya yang utama adalah melarang sholawat.
Jadi tugas pertama Israel dan Amerika yang pertama adalah membikin proyek dengan menciptakan suatu gerakan yang namanya Wahabi di Arab Saudi yang tugas utamanya adalah memotong hubungan cinta antara umat Islam dengan Muhammad SAW. Gerakan utama mereka di dunia ini bukan menghancurkan Indonesia, bukan menghancurkan Islam, tapi mereka akan memutus hubungan batin hubungan cinta kepada Muhammad SAW.
Maka mereka merekrut orang-orang bodoh dari seluruh dunia, termasuk dari Jawa. Yang selama 6 bulan sekali di angkut ke Pantai Gesing Gunung Kidul, yang ada kapal disana yang mereka di antar melalui perahu nelayan menuju kapal besar tersebut. Kemudian mereka-mereka itu dibawa ke suatu tempat untuk di kursus otaknya supaya begitu kembali lagi, dan melakukan tugas-tugas dari Zionis itu.
Sekarang saya tanya, apakah kamu mau hubungan dan perasaan cintamu kepada Nabi Muhammad SAW di putus? Sekarang mari kita teriak lantang Allahumma sholi wa sallim ala Muhammad!!!
Tapi kalau besok-besok di haramkan kamu bagaimana?
Ya jangan marah dalam menanggapinya. Jadi kalau ada orang-orang yang mengharamkan anda sholawat , membid’ahkan sholawat anda, dan memusyrikkan sholawat anda. Kamu cukup bertamu kerumahnya. Dan bertanyalah baik-baik apakah sholawat itu musyrik, bid’ah dan haram. Kemudian jawablah, kalau bagi akamu sholawat itu tidak haram, tidak bid’ah dan tidak musyrik. Karena bagi saya harus bersholawat, karena kalau saya tidak cinta kepada Muhammad nanti Gusti Allah tidak cinta kepada saya. Kemudian bersholawatanlah di depan orang itu.
Dan jika kamu sholat di mesjidnya, kemudian setelah kamu pergi mesjidnya di bersihkan (di pel). Tidak apa-apa dan jangan marah. Cara mensiasatinya adalah dengan mengajak teman-temanmu untuk bergiliran sholat disana dan usahakan jangan sholat bersama. Usahakan sholat individu dengan interval waktu setengah jam sekali. Jadi mereka akan kerepotan kalau kamu dan kelompokmu melakukan seperti itu. Jadi jika kelompok kamu 10 orang, maka mereka akan mengepel 10x. Jika 500 orang, akan 500x. Cara yang elegan dan cerdik untuk melawan mereka bukan?.
Maka dari itu, mari kita bersholawat. Bagaimana kalau tidak bersholawatan, kalau kita tidak cinta kepada Muhammad maka doa-doa kita tidak dikabulkan Allah SWT? Ada cinta segitiga antara Allah SWT- Muhammad SAW- Manusia.
Innallaha wamala ikatahu yosulunna alannabiy ya ayyuhalladzina amanu shollualaihi wasallimutaslima.Banyak hal yang Allah SWT menyuruh kita melakukan sesuatu, tapi beliau sendiri tidak melakukannya, seperti sholat dll. Tapi, allah menyuruh kita untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan diri-Nya sendiri memberi contoh dengan bersholawat. Seperti ayat yang sudah saya sebutkan di atas.
Buat saudara-saudara Ustad Wahab dan sejenisnya. Mohon maaf, saya memang tidak suka dalam hal ini dengan anda. Tapi saya tidak akan melarang apa yang sudah anda kerjakan sekarang ini. Karena saya, keluarga saya, teman-teman saya, teman-temannya teman saya dan teman-teman mereka semua tidak sedikitpun akan terpengaruh oleh kalian dan bos-bos kalian.
ALLAHUAKHBAR...!!!
Quote:
Quote:
إِإِن اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلونَ عَلَى النبِي ۚ يَا أَيهَا الذِينَ آمَنُوا صَلوا عَلَيْهِ وَسَلمُوا تَسْلِيمًا
(Al-Ahzab : 56)
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
(Al-Ahzab : 56)
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
UPDATE ADA DI POST #2
UPDATE
Diubah oleh YhugazKidd 11-06-2013 07:06
0
11.3K
Kutip
114
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
YhugazKidd
#1
Quote:
SR NOT ALLOWED HERE
Gallium : Jenis Logam Yang Paling Mudah Meleleh
Rumah Sempurna Untuk Bertahan Dari "Kiamat"
Another Inspiration 4 Modification Your'e Bike (Yamaha Scorpio)
4 Alasan Indonesia Membutuhkan Jiwa Kepemimpinan Ala Soeharto
Gallium : Jenis Logam Yang Paling Mudah Meleleh
Rumah Sempurna Untuk Bertahan Dari "Kiamat"
Another Inspiration 4 Modification Your'e Bike (Yamaha Scorpio)
4 Alasan Indonesia Membutuhkan Jiwa Kepemimpinan Ala Soeharto
Quote:
Quote:
Spoiler for UPDATE:
Perintah Bershalawat kepada Nabi saw dan Keluarganya
Allah swt berfirman:
إِن اللهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلونَ عَلى النبىِّ يَأَيهَا الذِينَ ءَامَنُوا صلوا عَلَيْهِ وَ سلمُوا تَسلِيماً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (Al-Ahzab/33: 56)
Ulama dari kalangan mazhab Ahlul bait (sa) sepakat bahwa ayat ini diturunkan untuk menegaskan hak Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa), yaitu perintah bershalawat kepada mereka dan cara bershalawat. Ulama Ahlussunnah juga sepakat kecuali hanya beberapa penulis.
Cara bershalawat
Dalam shahih Bukhari, kitab doa, bab bershalawat kepada Nabi saw:
Abdurrahman bin Abi Layli berkata: Ka’b bin Ujrah menemui aku lalu berkata: Tidakkah kamu diberi hadiah? Nabi saw datang kepada kami, lalu kami berkata: Ya Rasulallah, engkau telah mengajari kami cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: Kalian ucapkan:
اللهمّ صل على محمّد وعلى آل محمّد، كما صلّيت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللّهمّ بارك على محمّد وعلى آل محمّد، كما باركت على إبراهيم إنك حميد مجيد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Dalam Shihih Bukhari, kitab tafsir, bab ayat ini:
Abu Said Al-Khudri berkata, kami berkata: Ya Rasulallah, ini adalah cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: kalian ucapkan:
اللّهمّ صلّ على محمّد عبدك ورسولك كما صلّيت على آل إبراهيم، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu sebagaimana Engkau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim.
Shahih Muslim, kitab shalawat kepada Nabi saw sesudah tasyahhud:
Abu Mas’ud Al-Anshari berkata: Rasulullah saw pernah mendatangi kami ketika kami berada di majlis Sa’d bin Ubadah. Kemudian Basyir bin Sa’d berkata kepadanya: Allah Azza wa Jalla memerintahkan pada kami agar bershalawat kepadamu ya Rasulallah, lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu? Lalu beliau diam sepertinya beliau menghendaki kami tidak bertanya tentang hal itu. Kemudian beliau bersabda: Kalian ucapkan:
اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد كما صليت على آل إبراهم، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميدٌ مجيد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi keluarga Ibrahim di alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Sunan An-Nasa’i 1/190, bab 52, hadis ke 1289:
Musa bin Thalhah dari ayahnya, ia berkata: kami berkata, ya Rasulallah, bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: Kalian ucapkan:
اللّهمّ صل على محمّد وعلى آل محمّد كما صلّيت على إبراهيم وآل إبراهيم إنك حميد مجيد ، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وآل إبراهيم إنك حميد مجيد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia; berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Sunan An-Nasa’i 1: 190, bab 52, hadis ke 1291:
Musa bin Thalhah berkata, aku bertanya kepada Zaid bin Kharijah, ia berkata, aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: Bershalawatlah kalian kepadaku dan bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, dan kalian ucapkan:
اللّهم صل على محمّد وعلى آل محمّد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
Shahih Ibnu Majah 65, kitab shalat, bab shalawat kepada Nabi saw, hadis ke 906:
Abdullah bin Mas’ud berkata: Jika kalian bershalawat kepada Rasulullah saw, hendaknya kalian memperbaiki shalawat kepadanya, karena kalian tidak tahu kalau shalawat itu hukumnya wajib. Lalu dikatakan kepadanya: ajarkan kepada kami (tentang cara bershalawat). Ia berkata: kalian ucapkan:
اللهم اجعل صلاتك ورحمتك وبركاتك على سيد المرسلين. اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد كما صلّيت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد ، اللهم بارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد
Ya Allah, curahkan shalawat-Mu, rahmat-Mu dan keberkahan-Mu kepada penghulu para Rasul. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Fathul Bari 13: 441, kitab doa, bab 32, hadis ke 6358:
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang shalawat ini, pada hari kiamat aku akan menjadi saksi baginya dan memberi syafaat padanya:
اللهم صل على محمّد وعلى آل محمّد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم ، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم ، وترحم على محمّد وعلى آل محمّد كما ترحمت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sayangi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau sayangi Ibrahim dan keluarga Ibrahim.
Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i meriwayatkan dalam Musnadnya:
Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami bershalawat kepadamu? Nabi saw menjawab: kalian ucapkan:
اللّهم صل على محمد وآل محمد كما صليت على ابراهيم وبارك على محمد وآل محمد كما باركت على ابراهيم وآل ابراهيم، ثم تسلمون علي
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim; kemudian ucapkan salam kepadaku. (Musnad, jilid 2, halaman 97).
Ash-Sha’iqul Muhriqah, hlm 144:
Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa Ka’b bin Ujrah berkata: ketika ayat ini turun kami bertanya kepada Rasulullah saw: Ya Rasulallah, kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana cara bershalawat kepadamu. Nabi saw menjawab: kalian ucapkan:
اللّهم صل على محمد وآل محمد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Kemudian beliau bersabda: Janganlah kalian bershalawat kepadaku dengan shalawat yang batra’ (puntung). Lalu para sahabat bertanya: Apa shalawat yang batra’ itu. Beliau menjawab: Kalian hanya mengucapkan:
اللّهم صل على محمد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad. Tetapi, hendaknya kalian mengucapkan:
اللّهم صل على محمد وآل محمد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
Dalam tafsirnya Al-Qurthubi menyebutkan beberapa riwayat bahwa ayat ini adalah keharusan menyertakan Ahlul bait ketika bershalawat kepada Nabi saw. (Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an 14: 233 dan 234).
Ibnul Arabi Al-Andalusi Al-Maliki juga menyebutkan beberapa riwayat bahwa ayat ini diturunkan untuk menegaskan hak Nabi saw dan keluarganya yang suci (sa). (Ahkamul Qur’an 2: 84).
Jabir (ra) berkata: Sekiranya kamu melakukan shalat dan tidak bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, maka aku tidak melihat shalatnya diterima. (Dzakhairul Uqba:19).
Al-Qadhi ‘Iyadh meriwayatkan dalam Asy-Syifa’, dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat dan dalam shalatnya tidak membaca shalawat kepadaku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.” (Al-Ghadir 2: 303).
Ibnu Hajar mengatakatan: Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat dan dalam shalatnya tidak membaca shalawat kepadaku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.” (Ash-Shawaiqul Muhriqah: 139).
Ar-Razi mengatakan: Doa untuk keluarga Nabi saw menunjukkan keagungan kedudukan mereka, karena doa ini ditempatkan di akhir Tasyahhud dalam shalat, yaitu: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa âli Muhammad, warham Muhammadan wa âla Muhammad (Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan sayangi Muhammad dan keluarga Muhammad). Pengagungan ini tidak akan didapatkan pada selain keluarga Muhammad. Hal ini menunjukkan bahwa mencintai keluarga Muhammad adalah wajib. Keagungan kedudukan Ahlul bait Nabi saw terdapat dalam lima hal: Tasyahhud dalam shalat, salam, kesucian, diharamkannya sedekah bagi mereka, dan kewajiban mencintai mereka. (Tafsir Ar-Razi 7: 391).
Hadis-hadis tersebut dan yang semakna juga terdapat dalam:
1. Shahih Bukhari, jilid 6, halaman 12.
2. Asbabun Nuzul, Al-Wahidi, halaman 271.
3. Ma’alim At-Tanzil, Al-Baghawi, catatan pinggir Tafsir Al-Khazin, jilid 5, halaman 225.
4. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3, halaman 148.
5. Tafsir Fakhrur Razi, jilid 25, halaman 226.
6. Al-Hafizh Abu Na’im Al-Isfahani, Akhbar Isfahan, jilid 1, halaman 131.
7. Al-Hafizh Abu Bakar Al-Khathib, Tarikh Baghdad, jilid 6, halaman 216.
8. Ibnu Abd Al-Birr Al-Andalusi, Tajrid At-Tamhid, halaman 185.
9. Tafsir Ruh Al-Ma’ani, Al-Alusi, jilid 22, halaman 32.
10. Dzakhairul Uqba, Muhibuddin Ath-Thabari, halaman 19.
11. Riyadhush Shalihin, An-Nawawi, halaman 455.
12. Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3, halaman 506.
13. Tafsir Ath-Thabari, jilid 22, halaman 27.
14. Tafsir Al-Khazin, jilid 5, halaman 226.
15. Ad-Durrul Mantsur, As-Suyuthi, jilid 5, halaman 215.
16. Fathul Qadir, Asy-Syaukani, jilid 4, halaman 293.
Shalat tidak akan diterima tanpa shalawat
Sunan Al-Baihaqi 2: 379, kitab shalat, bab 471, hadis 3968:
Abu Mas’ud berkata: Sekiranya aku melakukan shalat tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, niscaya aku memandang shalatku tidak sempurna.
Dalam Sunan Ad-Daruquthni 136, kitab shalat, bab kewajiban shalawat dalam tasyahhud, hadis ke 6:
Ibnu Mas’ud berkata bahwa Rasululah saw bersabda:
من صلى صلاة لم يصل فيها عليّ ولا على أهل بيتي لم تقبل منه
“Barangsiapa yang melakukan shalat, dan di dalamnya tidak bershalawat kepada ku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.”
Dalam Dzakhair Al-‘Uqba 19, bab Fadhail Ahlul bait (sa):
Jabir berkata: Sekiranya aku melakukan shalat, dan di dalamnya aku tidak bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, niscaya aku memandang shalatku tidak diterima.
Dalam Syarah Al-Mawahib halaman 7:
Imam Syafi’i berkata:
يا آل بيت رسول الله حبكم فرض من الله في القرآن أنزله
كفا كم من عظيم القدر انكم من لم يصل عليكم لا صلاة له
Wahai Ahlul bait Rasulullah,
mencintaimu diwajibkan oleh Allah dalam Al-Qur’an yang diturunkan
Cukuplah keagungan kedudukanmu
orang yang tidak bershalawat kepadamu (dalam shalatnya)
shalatnya tidak sah.
Perkataan Imam Syafi’i tersebut juga terdapat dalam:
1. Musnad Ahmad, jilid 6 halaman 323.
2. Ash-Shawaiqul Muhriqah, Ibnu hajar, halaman 88.
3. Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn Al-Abshar, Asy-Syablanji, halaman 104, bab 2 manaqib Al-Hasan dan Al-Husayn.
Doa tidak akan diijabah tanpa shalawat
Dalam Kanzul Ummal 1: 173, pasal 2 Adab Doa:
Tidak ada suatupun doa kecuali ada hijab (penghalang) antara doa itu dan Allah sehingga dibacakan shalawat. Ketika shalawat dibacakan, maka robeklah hijab itu dan sampailah doa itu kepada Allah swt. Dan jika tidak dibacakan shalawat, maka kembalilah doa itu.
Pernyataan ini diriwayatkan oleh Ad-daylami dari Ali bin Abi Thalib (sa).
Dalam Ash-Shawaiq Al-Muhriqah haaman 88:
Ad-Daylami meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
الدعاء محجوب حتى يُصلّى على محمّد وأهل بيته ، اللّهم صل على محمّد وآله
“Doa itu akan terhijabi sehingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan Ahlul baitnya, yaitu: Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.”
Dalam Faydh Al-Qadhir 5: 19, hadis ke 6303:
Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
كل دعاء محجوب حتى يُصلّى على محمّد وآل محمّد
“Semua doa akan terhalangi sehingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.”
Al-Haitsami mengatakan: Tokoh-tokoh hadis tersebut dapat dipercaya.
Al-Muttaqi Al-Hindi juga menyebutkan dalam kitabnya Kanzul Ummal 1/314, mengutip dari Ubaidillah bin Abi Hafsh Al-‘Aysyi. Abdul Qadir Ar-Rahawi menyebutkan dalam Al-Arbain, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, Al-Baihaqi dalam Syu’b Al-Iman.
Dalam Faydh Al-Qadir 3: 543:
Abu Syaikh meriwayatkan Ali bin Abi Thalib (sa):
الدعاء محجوب عن الله حتى يصلّى على محمّد وأهل بيته
“Doa itu akan terhijabi dari Allah sehingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan Ahlul baitnya.”
Hadis ini juga diriwayatkan Al-Baihaqi dari Asy-Sya’b, At-Tirmidzi dari Ibnu Umar.
Dalam Kanzul Ummal 1: 181:
Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib (sa): Jika disedihkan oleh suatu persoalan, maka bacalah:
اللّهم احرسني بعينك التي لا تنام، واكنفني بكنفك الذي لا يرام. أسألك أن تُصلّي على محمّد وعلى آل محمّد، وبك أدرأ في نحور الأعداء والجبابرة
“Ya Allah, jagalah daku dengan mata-Mu yang tak pernah tidur, dan jagalah daku dengan benteng-Mu yang tak pernah hancur. Aku bermohon pada-Mu sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dengan-Mu aku berlindung dari permusuhan musuh-musuhku dan orang-orang yang sombong.”
Ali, Fatimah, Hasan dan Husein (sa) adalah keluarga Nabi saw
Dalam Musnad Ahmad 6: 324, hadis ke 26206:
Ummu Salam berkata bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Fatimah (sa): “Bawalah kepadaku suamimu dan kedua anakmu.” Kemudian Fatimah (sa) bersama mereka datang kepada Nabi saw. Lalu beliau memayungi mereka dengan kain kisa’ dan meletakkan tangannya pada mereka, lalu bersabda:
اللّهم إن هؤلاء آل محمّد ، فاجعل صلواتك وبركاتك على محمّد وعلى آل محمّد إنّك حميد مجيد
“Ya Allah, sesungguhnya mereka adalah keluarga Muhammad, curahkan shalawat-Mu dan keberkahan-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”
Ummu Salamah berkata: Kemudian aku mengangkat kain kisa’ itu untuk berkumpul bersama mereka, kemudian Nabi saw menarik kain kisa’ itu (melarang masuk ke dalam kain kisa’) dan bersabda: “Engkau adalah orang yang baik.”
Dalam Mustadrak Al-Hakim 3: 147, kitab ma’rifah Shahabah:
Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib berkata: Ketika Rasulullah saw melihat rahmat Allah turun, beliau bersabda: “Datangkan padaku, datangkan padaku.” Shafiyah bertanya: Siapa yang Rasulallah? Beliau menjawab: “Ahlul baitku, yaitu Ali, Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husayn.” Lalu mereka datang kepada Nabi saw, kemudian beliau memayungi mereka dengan kain kisa’, kemudian berdoa dengan mengangkat tangannya:
اللّهمّ هؤلاء آلي ، فصل على محمّد وعلى آل محمّد
“Ya Allah, mereka adalah keluargaku, curahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.” Kemudian Allah Azza wa jalla menurunkan surat Al-Ahzab: 33.
Al-Hakim mengatakan hadis ini shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim.
Hadis ini dan yang semakna juga terdapat dalam:
1. Kanzul Ummal, Al-Muttaqi Al-Hindi, jilid 7 halaman 103, bab Fadhail Ahlul bait, hadis ke 37629.
2. Musykil Al-Atsar, Ath-Thahawi, jilid 1 halaman 334.
3. Tafsir Ad-Durrul Mantsur, tentang surat Al-Ahzab: 33.
4. Musnad Ahmad, jilid 6 halaman 296.
5. Majma’ Az-Zawaid, Al-Haitsami, jilid 9 halaman 167, bab keutamaan Ahlul bait (sa).
Larangan shalawat batra’ (terputus)
Shalawat ba’tra’ adalah shalawat yang tidak menyertakan keluarga Nabi saw dalam bershalawat kepadanya.
Dalam Ash-Shawaiq Al-Muhriqah 87, bab 11:
Ibnu Hajar berkata bahwa Nabi saw bersabda: “Janganlah kalian bershalawat kepadaku dengan shalawat batra’.” Kemudian sahabat bertanya: Apakah shalawat batra’ itu? Nabi saw menjawab: Kalian hanya mengucapkan:
اللّهم صل على محمّد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad. Tetapi hendaknya kalian mengucapkan:
اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
Disini terdapat hal yang mengherankan: Mengapa umumnya ummat Islam bershalawat kepada Nabi saw dengan shalawat batra’ yaitu Shallallahu ‘alayhi wa sallam (semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada Muhammad). Padahal para ulama dan para imam ahli hadis dari Ahlussunnah telah meriwayatkan hadis-hadis bahwa doa itu tidak diijabah tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, shalat tidak diterima tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, cara bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan hadis-hadis bahwa Nabi saw melarang bershalawat dengan shalawat batra’ (yang terputus).
Allah swt berfirman:
إِن اللهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلونَ عَلى النبىِّ يَأَيهَا الذِينَ ءَامَنُوا صلوا عَلَيْهِ وَ سلمُوا تَسلِيماً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (Al-Ahzab/33: 56)
Ulama dari kalangan mazhab Ahlul bait (sa) sepakat bahwa ayat ini diturunkan untuk menegaskan hak Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa), yaitu perintah bershalawat kepada mereka dan cara bershalawat. Ulama Ahlussunnah juga sepakat kecuali hanya beberapa penulis.
Cara bershalawat
Dalam shahih Bukhari, kitab doa, bab bershalawat kepada Nabi saw:
Abdurrahman bin Abi Layli berkata: Ka’b bin Ujrah menemui aku lalu berkata: Tidakkah kamu diberi hadiah? Nabi saw datang kepada kami, lalu kami berkata: Ya Rasulallah, engkau telah mengajari kami cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: Kalian ucapkan:
اللهمّ صل على محمّد وعلى آل محمّد، كما صلّيت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللّهمّ بارك على محمّد وعلى آل محمّد، كما باركت على إبراهيم إنك حميد مجيد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Dalam Shihih Bukhari, kitab tafsir, bab ayat ini:
Abu Said Al-Khudri berkata, kami berkata: Ya Rasulallah, ini adalah cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: kalian ucapkan:
اللّهمّ صلّ على محمّد عبدك ورسولك كما صلّيت على آل إبراهيم، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu sebagaimana Engkau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim.
Shahih Muslim, kitab shalawat kepada Nabi saw sesudah tasyahhud:
Abu Mas’ud Al-Anshari berkata: Rasulullah saw pernah mendatangi kami ketika kami berada di majlis Sa’d bin Ubadah. Kemudian Basyir bin Sa’d berkata kepadanya: Allah Azza wa Jalla memerintahkan pada kami agar bershalawat kepadamu ya Rasulallah, lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu? Lalu beliau diam sepertinya beliau menghendaki kami tidak bertanya tentang hal itu. Kemudian beliau bersabda: Kalian ucapkan:
اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد كما صليت على آل إبراهم، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميدٌ مجيد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi keluarga Ibrahim di alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Sunan An-Nasa’i 1/190, bab 52, hadis ke 1289:
Musa bin Thalhah dari ayahnya, ia berkata: kami berkata, ya Rasulallah, bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: Kalian ucapkan:
اللّهمّ صل على محمّد وعلى آل محمّد كما صلّيت على إبراهيم وآل إبراهيم إنك حميد مجيد ، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وآل إبراهيم إنك حميد مجيد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia; berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Sunan An-Nasa’i 1: 190, bab 52, hadis ke 1291:
Musa bin Thalhah berkata, aku bertanya kepada Zaid bin Kharijah, ia berkata, aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: Bershalawatlah kalian kepadaku dan bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, dan kalian ucapkan:
اللّهم صل على محمّد وعلى آل محمّد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
Shahih Ibnu Majah 65, kitab shalat, bab shalawat kepada Nabi saw, hadis ke 906:
Abdullah bin Mas’ud berkata: Jika kalian bershalawat kepada Rasulullah saw, hendaknya kalian memperbaiki shalawat kepadanya, karena kalian tidak tahu kalau shalawat itu hukumnya wajib. Lalu dikatakan kepadanya: ajarkan kepada kami (tentang cara bershalawat). Ia berkata: kalian ucapkan:
اللهم اجعل صلاتك ورحمتك وبركاتك على سيد المرسلين. اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد كما صلّيت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد ، اللهم بارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد
Ya Allah, curahkan shalawat-Mu, rahmat-Mu dan keberkahan-Mu kepada penghulu para Rasul. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Fathul Bari 13: 441, kitab doa, bab 32, hadis ke 6358:
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang shalawat ini, pada hari kiamat aku akan menjadi saksi baginya dan memberi syafaat padanya:
اللهم صل على محمّد وعلى آل محمّد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم ، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم ، وترحم على محمّد وعلى آل محمّد كما ترحمت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sayangi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau sayangi Ibrahim dan keluarga Ibrahim.
Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i meriwayatkan dalam Musnadnya:
Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami bershalawat kepadamu? Nabi saw menjawab: kalian ucapkan:
اللّهم صل على محمد وآل محمد كما صليت على ابراهيم وبارك على محمد وآل محمد كما باركت على ابراهيم وآل ابراهيم، ثم تسلمون علي
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim; kemudian ucapkan salam kepadaku. (Musnad, jilid 2, halaman 97).
Ash-Sha’iqul Muhriqah, hlm 144:
Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa Ka’b bin Ujrah berkata: ketika ayat ini turun kami bertanya kepada Rasulullah saw: Ya Rasulallah, kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana cara bershalawat kepadamu. Nabi saw menjawab: kalian ucapkan:
اللّهم صل على محمد وآل محمد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Kemudian beliau bersabda: Janganlah kalian bershalawat kepadaku dengan shalawat yang batra’ (puntung). Lalu para sahabat bertanya: Apa shalawat yang batra’ itu. Beliau menjawab: Kalian hanya mengucapkan:
اللّهم صل على محمد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad. Tetapi, hendaknya kalian mengucapkan:
اللّهم صل على محمد وآل محمد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
Dalam tafsirnya Al-Qurthubi menyebutkan beberapa riwayat bahwa ayat ini adalah keharusan menyertakan Ahlul bait ketika bershalawat kepada Nabi saw. (Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an 14: 233 dan 234).
Ibnul Arabi Al-Andalusi Al-Maliki juga menyebutkan beberapa riwayat bahwa ayat ini diturunkan untuk menegaskan hak Nabi saw dan keluarganya yang suci (sa). (Ahkamul Qur’an 2: 84).
Jabir (ra) berkata: Sekiranya kamu melakukan shalat dan tidak bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, maka aku tidak melihat shalatnya diterima. (Dzakhairul Uqba:19).
Al-Qadhi ‘Iyadh meriwayatkan dalam Asy-Syifa’, dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat dan dalam shalatnya tidak membaca shalawat kepadaku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.” (Al-Ghadir 2: 303).
Ibnu Hajar mengatakatan: Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat dan dalam shalatnya tidak membaca shalawat kepadaku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.” (Ash-Shawaiqul Muhriqah: 139).
Ar-Razi mengatakan: Doa untuk keluarga Nabi saw menunjukkan keagungan kedudukan mereka, karena doa ini ditempatkan di akhir Tasyahhud dalam shalat, yaitu: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa âli Muhammad, warham Muhammadan wa âla Muhammad (Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan sayangi Muhammad dan keluarga Muhammad). Pengagungan ini tidak akan didapatkan pada selain keluarga Muhammad. Hal ini menunjukkan bahwa mencintai keluarga Muhammad adalah wajib. Keagungan kedudukan Ahlul bait Nabi saw terdapat dalam lima hal: Tasyahhud dalam shalat, salam, kesucian, diharamkannya sedekah bagi mereka, dan kewajiban mencintai mereka. (Tafsir Ar-Razi 7: 391).
Hadis-hadis tersebut dan yang semakna juga terdapat dalam:
1. Shahih Bukhari, jilid 6, halaman 12.
2. Asbabun Nuzul, Al-Wahidi, halaman 271.
3. Ma’alim At-Tanzil, Al-Baghawi, catatan pinggir Tafsir Al-Khazin, jilid 5, halaman 225.
4. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3, halaman 148.
5. Tafsir Fakhrur Razi, jilid 25, halaman 226.
6. Al-Hafizh Abu Na’im Al-Isfahani, Akhbar Isfahan, jilid 1, halaman 131.
7. Al-Hafizh Abu Bakar Al-Khathib, Tarikh Baghdad, jilid 6, halaman 216.
8. Ibnu Abd Al-Birr Al-Andalusi, Tajrid At-Tamhid, halaman 185.
9. Tafsir Ruh Al-Ma’ani, Al-Alusi, jilid 22, halaman 32.
10. Dzakhairul Uqba, Muhibuddin Ath-Thabari, halaman 19.
11. Riyadhush Shalihin, An-Nawawi, halaman 455.
12. Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3, halaman 506.
13. Tafsir Ath-Thabari, jilid 22, halaman 27.
14. Tafsir Al-Khazin, jilid 5, halaman 226.
15. Ad-Durrul Mantsur, As-Suyuthi, jilid 5, halaman 215.
16. Fathul Qadir, Asy-Syaukani, jilid 4, halaman 293.
Shalat tidak akan diterima tanpa shalawat
Sunan Al-Baihaqi 2: 379, kitab shalat, bab 471, hadis 3968:
Abu Mas’ud berkata: Sekiranya aku melakukan shalat tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, niscaya aku memandang shalatku tidak sempurna.
Dalam Sunan Ad-Daruquthni 136, kitab shalat, bab kewajiban shalawat dalam tasyahhud, hadis ke 6:
Ibnu Mas’ud berkata bahwa Rasululah saw bersabda:
من صلى صلاة لم يصل فيها عليّ ولا على أهل بيتي لم تقبل منه
“Barangsiapa yang melakukan shalat, dan di dalamnya tidak bershalawat kepada ku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.”
Dalam Dzakhair Al-‘Uqba 19, bab Fadhail Ahlul bait (sa):
Jabir berkata: Sekiranya aku melakukan shalat, dan di dalamnya aku tidak bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, niscaya aku memandang shalatku tidak diterima.
Dalam Syarah Al-Mawahib halaman 7:
Imam Syafi’i berkata:
يا آل بيت رسول الله حبكم فرض من الله في القرآن أنزله
كفا كم من عظيم القدر انكم من لم يصل عليكم لا صلاة له
Wahai Ahlul bait Rasulullah,
mencintaimu diwajibkan oleh Allah dalam Al-Qur’an yang diturunkan
Cukuplah keagungan kedudukanmu
orang yang tidak bershalawat kepadamu (dalam shalatnya)
shalatnya tidak sah.
Perkataan Imam Syafi’i tersebut juga terdapat dalam:
1. Musnad Ahmad, jilid 6 halaman 323.
2. Ash-Shawaiqul Muhriqah, Ibnu hajar, halaman 88.
3. Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn Al-Abshar, Asy-Syablanji, halaman 104, bab 2 manaqib Al-Hasan dan Al-Husayn.
Doa tidak akan diijabah tanpa shalawat
Dalam Kanzul Ummal 1: 173, pasal 2 Adab Doa:
Tidak ada suatupun doa kecuali ada hijab (penghalang) antara doa itu dan Allah sehingga dibacakan shalawat. Ketika shalawat dibacakan, maka robeklah hijab itu dan sampailah doa itu kepada Allah swt. Dan jika tidak dibacakan shalawat, maka kembalilah doa itu.
Pernyataan ini diriwayatkan oleh Ad-daylami dari Ali bin Abi Thalib (sa).
Dalam Ash-Shawaiq Al-Muhriqah haaman 88:
Ad-Daylami meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
الدعاء محجوب حتى يُصلّى على محمّد وأهل بيته ، اللّهم صل على محمّد وآله
“Doa itu akan terhijabi sehingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan Ahlul baitnya, yaitu: Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.”
Dalam Faydh Al-Qadhir 5: 19, hadis ke 6303:
Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
كل دعاء محجوب حتى يُصلّى على محمّد وآل محمّد
“Semua doa akan terhalangi sehingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.”
Al-Haitsami mengatakan: Tokoh-tokoh hadis tersebut dapat dipercaya.
Al-Muttaqi Al-Hindi juga menyebutkan dalam kitabnya Kanzul Ummal 1/314, mengutip dari Ubaidillah bin Abi Hafsh Al-‘Aysyi. Abdul Qadir Ar-Rahawi menyebutkan dalam Al-Arbain, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, Al-Baihaqi dalam Syu’b Al-Iman.
Dalam Faydh Al-Qadir 3: 543:
Abu Syaikh meriwayatkan Ali bin Abi Thalib (sa):
الدعاء محجوب عن الله حتى يصلّى على محمّد وأهل بيته
“Doa itu akan terhijabi dari Allah sehingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan Ahlul baitnya.”
Hadis ini juga diriwayatkan Al-Baihaqi dari Asy-Sya’b, At-Tirmidzi dari Ibnu Umar.
Dalam Kanzul Ummal 1: 181:
Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib (sa): Jika disedihkan oleh suatu persoalan, maka bacalah:
اللّهم احرسني بعينك التي لا تنام، واكنفني بكنفك الذي لا يرام. أسألك أن تُصلّي على محمّد وعلى آل محمّد، وبك أدرأ في نحور الأعداء والجبابرة
“Ya Allah, jagalah daku dengan mata-Mu yang tak pernah tidur, dan jagalah daku dengan benteng-Mu yang tak pernah hancur. Aku bermohon pada-Mu sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dengan-Mu aku berlindung dari permusuhan musuh-musuhku dan orang-orang yang sombong.”
Ali, Fatimah, Hasan dan Husein (sa) adalah keluarga Nabi saw
Dalam Musnad Ahmad 6: 324, hadis ke 26206:
Ummu Salam berkata bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Fatimah (sa): “Bawalah kepadaku suamimu dan kedua anakmu.” Kemudian Fatimah (sa) bersama mereka datang kepada Nabi saw. Lalu beliau memayungi mereka dengan kain kisa’ dan meletakkan tangannya pada mereka, lalu bersabda:
اللّهم إن هؤلاء آل محمّد ، فاجعل صلواتك وبركاتك على محمّد وعلى آل محمّد إنّك حميد مجيد
“Ya Allah, sesungguhnya mereka adalah keluarga Muhammad, curahkan shalawat-Mu dan keberkahan-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”
Ummu Salamah berkata: Kemudian aku mengangkat kain kisa’ itu untuk berkumpul bersama mereka, kemudian Nabi saw menarik kain kisa’ itu (melarang masuk ke dalam kain kisa’) dan bersabda: “Engkau adalah orang yang baik.”
Dalam Mustadrak Al-Hakim 3: 147, kitab ma’rifah Shahabah:
Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib berkata: Ketika Rasulullah saw melihat rahmat Allah turun, beliau bersabda: “Datangkan padaku, datangkan padaku.” Shafiyah bertanya: Siapa yang Rasulallah? Beliau menjawab: “Ahlul baitku, yaitu Ali, Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husayn.” Lalu mereka datang kepada Nabi saw, kemudian beliau memayungi mereka dengan kain kisa’, kemudian berdoa dengan mengangkat tangannya:
اللّهمّ هؤلاء آلي ، فصل على محمّد وعلى آل محمّد
“Ya Allah, mereka adalah keluargaku, curahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.” Kemudian Allah Azza wa jalla menurunkan surat Al-Ahzab: 33.
Al-Hakim mengatakan hadis ini shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim.
Hadis ini dan yang semakna juga terdapat dalam:
1. Kanzul Ummal, Al-Muttaqi Al-Hindi, jilid 7 halaman 103, bab Fadhail Ahlul bait, hadis ke 37629.
2. Musykil Al-Atsar, Ath-Thahawi, jilid 1 halaman 334.
3. Tafsir Ad-Durrul Mantsur, tentang surat Al-Ahzab: 33.
4. Musnad Ahmad, jilid 6 halaman 296.
5. Majma’ Az-Zawaid, Al-Haitsami, jilid 9 halaman 167, bab keutamaan Ahlul bait (sa).
Larangan shalawat batra’ (terputus)
Shalawat ba’tra’ adalah shalawat yang tidak menyertakan keluarga Nabi saw dalam bershalawat kepadanya.
Dalam Ash-Shawaiq Al-Muhriqah 87, bab 11:
Ibnu Hajar berkata bahwa Nabi saw bersabda: “Janganlah kalian bershalawat kepadaku dengan shalawat batra’.” Kemudian sahabat bertanya: Apakah shalawat batra’ itu? Nabi saw menjawab: Kalian hanya mengucapkan:
اللّهم صل على محمّد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad. Tetapi hendaknya kalian mengucapkan:
اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
Disini terdapat hal yang mengherankan: Mengapa umumnya ummat Islam bershalawat kepada Nabi saw dengan shalawat batra’ yaitu Shallallahu ‘alayhi wa sallam (semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada Muhammad). Padahal para ulama dan para imam ahli hadis dari Ahlussunnah telah meriwayatkan hadis-hadis bahwa doa itu tidak diijabah tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, shalat tidak diterima tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, cara bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan hadis-hadis bahwa Nabi saw melarang bershalawat dengan shalawat batra’ (yang terputus).
Diubah oleh YhugazKidd 11-06-2013 07:04
0
Kutip
Balas