Thread ini adalah thread reborn dari thread lama yang tenggelam di old kaskus. Seperti thread MBT, thread ini juga sudah disetujui momod danube. Thank's alot mod
Welcome to the World of Aircaft Carriers,
Admiral!
USS Yorktown (CV-5) (Foto: [url]www.militaryfactory.com[/url])
Nama: USS Yorktown (CV-5)
Tipe Klasifikasi: Aircraft Carrier
Kelas Kapal: Kelas-Yorktown
Negara Asal: Amerika Serikat
Jumlah Kapal Sekelas: 3
Operator: Amerika Serikat
Kapal Sekelas: USS Yorktown (CV-5); USS Enterprise (CV-6); USS Hornet (CV-8)
USS Yorktown (CV-5) merupakan kapal induk yang ditugaskan oleh AL AS dari 1937 hingga tenggelam saat Battle of Midway pada Juni 1942. Dia dinamai berdasarkan Battle of Yorktown pada 1781 dan merupakan lead ship dari Kelas Yorktown yang didesain setelah pelajaran yang diperoleh dari operasi kapal induk kelas Lexington dan kapal induk yang lebih kecil Ranger. Kapal ini merepresentasikan intisari dari desain kapal induk AS sebelum perang (PD II).
Karir Awal
Spoiler for Karir Awal:
Yorktown mulai digelar rangkanya pada 21 Mei 1934 di Newport News, Virginia, oleh Newport News Shipbuilding and Drydock Co.; dan diluncurkan pada 4 April 1936. Kapal ini disponsori oleh Eleanor Roosevelt; dan diresmikan penugasannya di Naval Operating Base (NOB), Norfolk, Virginia, pada 30 September 1937, di bawah komando Capt. Ernest D. McWhorter .
Kapal induk ini mengadakan pelatihan di Hampton Roads, Virginia dan di tanjung Virginia hingga Januari 1938, dengan maksud mengadakan kualifikasi untuk air group barunya.
Yorktown berlayar ke Karibia pada 8 Januari 1938 dan tiba di Culebra, Puerto Rico, pada 13 Januari. Selama bulan berikutnya, kapal induk ini melaksanakan tradisi shakedown, berlayar ke Charlotte Amalie, St Thomas, U.S. Virgin Islands; Gonaïves, Haiti;Guantanamo Bay, Cuba, dan Cristóbal, Panama Canal Zone. Kapal ini meninggalkan Colon Bay, Cristobal, pada 1 Maret dan berlayar menuju Hampton Roads, riba pada 6 Maret dan kemudian menuju Norfolk Navy Yard pada hari berikutnya.
Setelah menjalani perbaikan pada awal musim gugur 1938, Yorktown berpindah ke NOB Norfolk pada 17 Oktober dan segera kemudian belayar ke Southern Drill Grounds untuk menjalani pelatihan. Yorktown beroperasi di seaboard timur dari Chesapeake Bay ke Guantanamo Bay, hingga 1939. Sebagai flagship untuk Carrier Division 2, dia berpartisipasi dalam permainan perang pertama - Fleet Problem XX – bersama sister-ship-nya USS Enterprise (CV-6) pada Februari 1939. Skenarionya adalah memerintahkan satu armada untuk mengontrol jalur laut di Karibia dari serangan negara Eropa asing, sementara tetap mempertahankan kekuatan AL untuk melindungi kepentingan vital AS di Pasifik. Manuvernya disaksikan sebagian oleh Presiden Franklin Delano Roosevelt, yang berada di atas cruiser berat USS Houston (CA-30).
Peatihan ini menunjukkan puncak efisiensi baru. Walaupun Yorktown and Enterprise tidak berpengalaman, kedua kapal induk tersebut memberikan konstribusi besar untuk menghadapi masalah pada skenario. Para perencana perang telah belajar mengenai pengoperasian kapal induk dan air group-nya dalam hubungan dengan konvoy pengawal, pertahanan anti-kapal selam dan berbagai pengukuran serangan melawan kapal permukaan dan instalasi pantai. Ringkasnya, mereka bekerja untuk mengembangkan taktik yang akan digunakan dalam peperangan yang sesungguhnya.
Armada Pasifik
Setelah Fleet Problem XX, Yorktown kembali ke Hampton Road sebelum berlayar ke Pasifik pada 20 April 1939. Transit di Panama Canal, seminggu kemudian, Yorktown kemudian segera bergabung dalam operasi reguler rutin dengan Armada Pasifik. Beroperasi di San Diego, California hingga 1940, kapal induk ini berpartisipasi dalam Fleet Problem XXI pada April. Yorktown menjadi salah satu dari enam kapal yang menerima radar baru RCA CXAM pada 1940.
Fleet Problem XXI – pelatihan yang tediri dari dua bagian – terdiri dari beberapa operasi yang akan menjadi ciri peperangan masa depan di Pasifik. Bagian pertama latihan diutamakan dalam pembuatan perencanaan dan perkiraan dalam screening dan scouting; dalam koordinasi dari unit kombatan, dan dalam mempekerjakan armada dan disposisi standar. Bagian kedua terdiri dari pelatihan dalam perlindungan konvoy, perebutan pangkalan besar, dan terakhir penyerangan yang menentukan pada armada musuh. Fleet Joint Air Exercise 114A memandang perlu koordinasi antara AD dan AL dalam pertahanan Kepulauan Hawaii, dan Fleet Exercise 114 membuktikan bahwa pesawat dapat digunakan melakukan penerbangan tinggi dan melacak armada musuh di lautan, sebuah peran signifikan untuk pesawat yang akan diwujudkan ketika perang datang.
Dengan dipertahankannya Armada di perairan Hawaii setelah Fleet Problem XXI, Yorktown beroperasi di perairan pasifik, di pantai barat AS dan perairan Hawaii hingga musim semi berikutnya, ketika kesuksesan U-Boat Jerman yang mengancam perkapalan Inggris di Atlantik, yang membutuhkan kekuatan AL AS. Sehingga, untuk memperkuat U.S. Atlantic Fleet, AL AS memindahkan kekuatan substansial dari Pasifik, termasuk Yorktown, Battleship Division Three (Battleship kelas Mexico Baru), tiga cruiser ringan dan 12 destoyer.
Patroli Netralitas
Yorktown meninggalkan Pearl Harbor pada 20 April 1941 bersama konvoy yang terdiri dari destroyer USS Warrington (DD-383), USS Somers (DD-381), dan USS Jouett (DD-396); menuju tenggara, transit di Panama Canal pada 6-7 Mei, tiba di Bermuda pada 12 Mei. Dari waktu tersebut hingga AS mendeklarasikan perang (PD II), Yorkton melakukan empat patroli di Atlantik, dari Newfoundland hingga Bermuda dan mencatatkan jarak tempuh total 17,642 mil (28,392 km) selama melakuakn Patroli Netralitas.
Walaupun Adolf Hitler telah melarah kapal selamnya untuk menyerang kapal-kapal AS, orang-orang di atas kapal AS tidak menyadari kebijakan ini dan beroperasi di Atlantik.
Pada 28 Oktober, ketika Yorktown, battleship USS New Mexico (BB-40), dan kapal perang Amerika lain yang sedang berkonvoy, sebuah destroyer mendapati kontak adanya kapal selam dan menjatuhkan bom laut, sedangkan konvoy sendiri membuat perputaran darurat ke kanan. Pada siang hari, perbaikan mesin pada salah satu kapal, Empire Pintail, membuat kecepatan konvoy berkurang menjadi 11 knot.
Pada malam harinya, kapal Amerika mendapati sinyal radio Jerman yang kuat, yang mengindikasikan kemungkinan adanya kapal selam di sekitar konvoy yang melaporkan pada grup-nya. Rear Admiral H. Kent Hewitt, yang mengkomandoi kapal-kapal kawal, mengirimkan destroyer untuk menyapu daerah di belakang konvoy untuk menghancurkan U-boat atau setidaknya menjauhkannya dari konvoy.
Pada hari selanjutnya, Yorktown dan USS Savannah (CL-42) mengisi bahan bakar destroyer pengawal mereka, dan selesai dilakukan pada senja hari. Pada 30 Oktober, Yorktown sedang bersiap untuk mengisi bahan bakar tiga destroyer, ketika kapal kawal lain membuat kontak suara. Konvoy kemudian membuat 10 pembelokan darurat, sementara USS Morris (DD-417) dan USS Anderson (DD-411) menjatuhkan bom laut, dan USS Hughes (DD-410) membantu dalam meningkatkan kontak. Anderson kemudian menjatuhkan dua bom laut, dan setelahnya muncul "considerable oil with slick spreading but no wreckage."
Di tempat lain, pada 30 Oktober dan lebih dari sebulan sebelum penyerangan Jepang ke Pearl Harbor, U-552 menembakkan torpedo ke destroyer USS Reuben James (DD-245),menenggelamkannya dengan kehilangan nyawa yang besar. Ini adalah kehilangan kapal perang AS pertama di PD II.
Setelah tugas Patroli Netralitas lainnya pada November, Yorktown kembali ke Norfolk pada 2 Desember dan berada di sini pada saat penyerangan Jepang di Pearl Harbor.
Perang Dunia II
Spoiler for Perang Dunia II:
Berita awal dari Pasifik merupakan berita yang suram, Armada Pasifik dikalahkan. Dengan garis perempuran yang lumpuh, kapal induk AS yang tidak tersentuh merupakan hal yang sangat penting. Pada 7 Desember, hanya tiga kapal induk yang berada di Pasifik: USS Enterprise (CV-6), USS Lexington (CV-2), dan USS Saratoga (CV-3). USS Ranger (CV-4), USS Wasp (CV-7), dan USS Hornet (CV-8) yang baru saja ditugaskan tetap berada di Atlantik,Yorktown meninggalkan Norfolk pada 16 Desember 1941 menuju Pasifik, dan persenjataan sekundernya dilengkapi dengan senapan 20 mm Oerlikon baru. Kapal ini tiba di San Diego pada 30 Desember 1941 dan kemudian menjadi flagship untuk Gugus Tugas 17 (TF 17) yang baru dibentuk di bawa komando Rear Admiral Frank Jack Fletcher.
Misi pertama kapal induk ini di teater baru adalah untuk mengawal konvoy yang mengangkut bala bantuan Marinir ke American Samoa. Meninggalkan San Diego pada 6 Januari 1942, Yorktown dan kapal kawalnya melindungi pergerakan marinir ke Tutuila dan Pago Pago untuk menambah garnisun yang sudah ada di sini.
Setelah melindungi pergerakan pasukan dengan aman, Yorktown, bersama dengan sister shipnya Enterprise, meninggalkan perairan Samoa pada 25 Januari. Enam hari kemudian, TF8 (yang dibentuk dengan Enterprise), dan TF17 (yang dibentuk dengan Yorktown) berpencar. TF8 menuju kepulaian Marshall dan TF 17 ke Gilbert, masing-masing untuk menjadi bagian pada penyerangan pertama AS di PD II, penyerbuan Marshalls-Gilberts.
Pada 05:17, Yorktown – yang dikawal USS Louisville (CA-28) dan USS St. Louis (CL-49) serta empat destroyer, meluncurkan 11 Douglas TBD-1 Devastator dan 17 Douglas SBD-3 Dauntless, di bawah komadno Comdr. Curtis W. Smiley. Pesawat-pesawat tersebut menyerang instalasi pantai dan perkapalan Jepang yang mereka temui di Jaluit. Akan tetapi badai-petir ganas mengganggu misi dan tujuh pesawat hilang. Pesawat Yorktown lain menyerang instalasi dan kapal Jepang di atol Makin dan Mili.
Penyerangan Gilbert oleh TF17 memberikan kejutan karena Pasukan AS tidak menemukan kapal permukaan musuh. Sebuah pesawat patroli amfibi bermesin-empat Kawanishi H6K "Mavis" berusaha menyerang destroyer AS. Persenjataan anti-pesawat ditembakkan dari destroyer dan menjauhkan penyerang sebelum menyebabkan kerusakan.
Kemudian, "Mavis" lain atau mungkin pesawat yang sama dengan yang sebelumnya datang dengan jarak 15,000 yard (14,000 m) dari Yorktown. Kapal induk tidak menembakkan persenjataan anti-pesawatnya agar tidak mengganggu fighter combat air patrol (CAP). Kemudian, "Mavis" dikejar oleh dua F4F Wildcat, hilang di belakang awan. Lima menit kemudian, pesawat musuh jatuh dari awan dan menghantam laut.
Walaupun TF17 diharapkan untuk melakukan penyerangan kedua di Jaluit, dan akhirnya serangan kedua dibatalkan karena hijan badai besar. Sehingga kemudian armada Yorktown mundur dari area tersebut.
Admiral Chester Nimitz kemudian menganggap bahwa penyerbuan ke Marshalls-Gilberts sebagai "well conceived, well planned, and brilliantly executed." Hasil yang diperoleh oleh TF8 dan 17 patut diperhatikan, karena gugus tugas dipaksa untuk membuat serangannya secara buta (diam-diam), karena kurangnya data intelijen di pulau-pulau yang dikuasai oleh Jepang.
Yorktown kemudian berlabuh di Pearl Harbor untuk replenishment sebelum kembali melaut pada 14 Februari, menuju Laut Coral. Pada 6 Maret, Yorktown bergabung dengan TF11 yang dibentuk dengan Lexington dan di bawah komando Vice Admiral Wilson Brown, dan menuju Rabaul dan Gasmata untuk menyerang perkapalan Jepang dan untuk melindungi pendaratan pasukan Sekutu di Nouméa, New Caledonia. Akan tetapi, ketika dua kapal induk yang dikawal dengan kekuatan besar yang terdiri dari delapan heavy cruiser (teramasuk kapal perang Australia HMAS Australia dan HMAS Canberra) dan 14 destroyer, berlayar menuju New Guinea, japang terus melakukan serangannya menuju Australia dengan pendaratan pada 7 maret ke Huon Gulf, di area Salamaua-Lae di ujung timur New Guinea.
Berita mengenai operasi Jepang membuat Admiral Brown merubah tujuan serangan TF11 dari Rabaul ke sektor Salamaua-Lae. Pada pagi hari 10 maret 1942, kapal induk AS meluncurkan pesawatnya dari Teluk Papua. Lexington menerbangkan air groupnya pada 07:49, dan 21 menit kemudian Yorkown menyusul. Dengan dipilihnya teluk sebagai titik peluncuran pesawat, ini berarti pesawat harus tebang sekitar 125 mil (200km) melintasi pegunungan Owen. Taktik ini membuat TF berada dalam posisi aman dan memastikan sebagai kejutan.
Pada serangan tersebut pesawat SBD milik Lexington dari Scouting Squadron 2 (VS-2) melakukan pengeboman tukik terhadap kapal-kapal Jepang di Lae pada 09:22. Skuadron torpedo dan bomber (VT-2 dan VB-2) menyerang kapal di Salamua pada 09:38. Fighter milik Lexington (VF-2) dibagi menjadi empat grup serang: satu menyerang Lae dan lainnya Salamua. Pesawat milik Yorktown mengikuti pesawat-pesawat Lexington. VB-5 dan VT-5 menyerang kapal-kapal di Salamua pada 09:50, sementara VS-5 berperan sebagai tambahan menyerang pantai di Lae. Fighter dari VF-42 terbang dan melakukan CAP di atas Salamua hingga disimpulkan tidak ada ancaman udara dari musuh, kemudian mulai menyerang pelabuhan.
Setelah melaksanakan misinya, pesawat-pesawat AS kembali ke kapal induknya, dan dari 104 pesawat yang diluncurkan, hanya satu yang tertembak jatuh oleh persenjataan anti-pesawat Jepang. Penyerbuan ke Salamaua dan Lae merupakan penyerangan pertama oleh banyak pilot dari kedua kapal induk, akan tetapi akurasi torpedo dan bom masih inferior. Operasi ini memberikan pengalaman yang tak ternilai sehingga membuat mereka dapat melakukan yang terbaik pada Battle of the Coral Sea dan the Battle of Midway.
TF11 mundur dengan kecepatan 20 knots (23 mpj; 37 km/j) ke tenggara hingga malam ketika kapal berbelok ke arah timut dengan kecepatan 15 knots (17 mpj; 28 km/j) dan bergabung dengan Task Group 11.7 (TG11.7), yang terdiri dari tiga heavy cruisers (USS Chicago, HMAS Australia, dan HMAS Canberra) dan empat destroyer di bawah komando Rear Admiral John Crace dari Australia, yang memberikan perlindungan bagi kapal induk ketika menuju New Guinea.
Yorktown melanjutkan patrolinya di area Laut Coral, tetap berada di lautan hingga April, di luar jangkauan pesawat berlandasan darat milik Jepang dan selalu siap untuk melakukan operasi penyerangan ketika ada kesempatan. Setelah penyerbuan Lae-Salamaua, situasi di Pasifik Selatan terlihat stabil sementara, dan Yorktown bersama TF17 berlabuh di Tongatabu, di kepulauan Tonga, untuk perawatan karena sudah terus melaut sejak meninggalkan Pearl Harbor pada 14 Februari.
Jepang bergerak cepat. Bagi Admiral Nimitz, terdapat indikasi bahwa Japang akan melakukan serangan udara ke Port Moresby pada minggu pertama Mei. Yorktown kemudian meninggalkan Tongatapu pada 27 April 1942, menuju Laut Coral. TF11 – yang sekarang dikomandoi oleh Rear Admiral Aubrey W. Fitch, meninggalkan Pearl Harbor untuk bergabung dengan TF 17 yang dikomandoi Fletcher dan tiba di dekat grup Yorktown, barat daya Kepulauan New Hebrides pada 1 Mei.