Turret dan Hull
Tank mengakomodasi empat awak: komandan, penembak, pengisi amunisi dan pengemudi, untuk meningkatkan kemampuan tempur dan efektifitas operasi siang-malam, yang sayang dipengaruhi oleh jumlah awak yang dibawa. Komandan berada di sisi kanan dan dilengkapi dengan periskop dengan pembesaran x1, yang memberikan penglihatan 360 derajat. Dengan menekan tombol merah di bawah setiap periskop akan membuat turret berputar perlahan, agar sejajar dengan periskop. Gunner berada di depab-bawah komandan dan pengisi amunisi berada di sisi kiri. Pengisi amunisi dilengkap dengan sebuah periskop. Kompartemen kemudi berada di bagian depan tank.
Persenjataan
Challenger 2,menembakan meriam L30 120mm, yang diproduksi oleh divisi Royal Ordnance dari British Aerospace Defence Ltd di Nottingham (Foto: [url]www.fprado.com[/url])
Challenger 2 dilengkapi dengan mesiam L30A1 120mm (4,7 inci) panjang kaliber 55, suksesor dari meriam L11 yang digunakan oleh Chieftain dan Challenger 1. Meriam ini dibuat dari baja kekuatan tinggi Electro Slag Remelting (ESR) dengan lapisan alloy krom, dan layaknya meriam 120mm Inggris, meriam ini diinsulasi dengan thermal sleeve. Meriam ini dipasangi dengan sebuah sistem muzzle reference dam ekstraktor asap. Meriam ini dikontrol oleh sebuah sistem kontrol dan stabilisasi elektrik. Turret memiliki waktu rotasi 360 derajat selama 9 detik.
Berbeda dengan persenjataan tank NATO lain, L30A1 merupakan merial rifled, karena AD Inggris terus memakai amunisi HESH (high explosive squash head) sebagai tambahan untuk amunisi penembus baja APFSDS. Amunisi HESH memiliki jarak jangkau yang lebih jauh (hingga 8 km/5 mil) dari pada APFSDS, dan lebih efektif terhadap bangunan dan kendaraan berlapis baja lebh tipis.
49 amunisi meriam utama di angkut di dalam turrt dan hull; yang merupakan campuran dari amunisi L27A1 APFSDS (yang dikenal sebagai CHARM 3), L31 HESH dan L34 amunisi asap fosfor putih, tergantung pada situasi tempur. Seperti pada versi awal meriam 120mm, propellant charges diisi secara terpisah dari cangkang atau proyektil energi kinetik. Sebuah combustible rigid charge digunakan untuk amunisi APFSDS, dan sebuah combustible hemispherical bag charge untuk HESH dan amunisi asap. Sebuah electrically-fired vent tube digunakan untuk mematik penembakan amunisi meriam utama. (Amunisi persenjataan utama kemudian dideskripsikan menjadi “amunisi tiga bagian” yang terdiri dari proyektil, charge dan vent tube.)
Challenger 2 juga dipersenjatai dengan chain gun L94A1 EX-34 7.62 mm yang koaksial di sebelah kiri meriam utama, dan sebuah senapan mesin L37A2 (GPMG) 7.62 mm yang terpasang pada sebuah pintle di cincin palka pengisi amunisi. Sebanyak 4.200 amunisi 7.62 mm dapat dibawa.
Di setiap bagian depan sisi turret terdapat lima pelontar granat asap L8, dari Helio Mirror Company di Kent. Challenger 2 juga dapat membuat lapisan asap dengan menginjeksikan bahan bakar diesel ke knalpot.
Persenjataan Challenger 2 memilikis komputer kontrol penembakan digital dari Computing Devices Co dari Kanada yang terdiri dari dua prosesor 32-bit dengan sebuah databus MIL STD1553B dan memiliki kapasitas untuk sistem tambahan, sebagai contoh adalah sistem Battlefield Information Control, serta sistem navigasi dan pelatihan.
Pada Januari 2004, BAE Systems' Land Systems menerima sebuah kontrak untuk mengembangkan sebuah meriam utama smoothbore 120mm baru untuk tank Challenger Inggris. Rheinmetall dari Jerman akan menyediakan contoh meriam smoothbore L55 yang digunakan pada Leopard 2A6. Sebuah demonstrator teknis diproduksi pada 2006.
Meriam Utama Baru untuk Challenger 2: L55 120mm dari Rheinmetall
Pada Januari 2004, BAE Systems Land Systems (sebelumnya RO Defence) menerima kontrak untuk mengembangkan sebuah meriam utama smoothbore 120mm baru untuk tank Challenger Inggris. Dalam kontrak, sebuah Challenger 2 dilengkapi dengan meriam smoothbore L55 dari Rheinmetall, seperti pada Leopard 2A6, dan mulai melakukan uji penembakan pada Januari 2006.
Challenger 2 dengan meriam L55 120mm dari Rheinmetall. Secara eksternal tidak mirip dengan L55 karena cradle, clamp, therma sleeve, fume extractor dan muzzle reference sistem milik L30A1 tetap dipertahankan. Oleh karena itu, persenjataan ini disebut sebagai meriam tank “hibrid” (Foto: [url]www.fprado.com[/url])
Secara balistik, meriam baru ini sama dengan L55 120mm Jerman, tetapi secara eksternal meriam ini pas pada ruang yang ditingalkan oleh L30. Instalasi persenjataan baru Challenger 2 mempertahankan cradle, gun clamp, thermal sleeve, fume extractor dan muzzle reference system dari L30. Setelah pengujian di Jerman, senjata ini juga diuji pada chassis Centurion secara statis di pertengahan 2005, dan selanjutnya di tahun yang sama, akhirnya dintegrasikan pada sebuah MBT Challenger 2.
Upgrade ini akan membuat MBT Inggris dapat menggunakan amunisi 120mm standar NATO.
Uji penembakan statis dilaksanakan pada target jarak jauh, dengan menembakkan proyektil APFSDS DM53 120 mm dari Rheinmetall dengan penetrator konvensional. Uji coba ini, walaupun rahasia, tetapi sepertinya menunjukkan bahwa amunisi DM53 memberikan performa yang lebih baik dibandingkan persenjataan Challenger terdahulu –CHARM3.
Sensor
Komandan memiliki sebuah pembidik Gyrostabilized, model VS 580-10, dari SFIM Industries, France. Unit bagian atas dari VS 580, memiliki Gyrostabilized panoramic sight and electronics, yang dipasang di atap turret. Sebuah laser rangefinder neodinium yttrium aluminium garnet, Nd:YAG, dipasang pada perakitan menengah yang bergabung dengan unit atas ke perakitan teleskop bagian bawah di dalam turret. Perakitan teleskop terdiri dari sistem penglihatan optik, kontrol tangan, perlengkapan elektronik dan sight stabilization system. Alat pembidik memberikan penglihatan 360 derajat pada komandan tanpa harus menggerakkan kepalanya. Jarak elevasinya sebesar -35 dan +35 derajat. Field of view dengan pembesaran x3.2 sebesar 16.5 derajat, dan sengan pembesaran x10.5, sebesar 5 derajat.
Sebuah thermal imager, Thermal Observation and Gunnery Sight II, TOGS II, dari Pilkington Optronics, Glasgow, memberikan penglihatan malam. Sensornya adalah UK TICM 2 thermal imager. Imager-nya dipasang di dalam barbette berlapis baja di atas meriam. Sebuah kompresor on-board dan gas bottle pack memberikan pendinginan untuk imager. Simbol ditempelkan pada thermal image untuk menunjukkan tanda pembidikan dan data status sistem. Thermal image, dengan pembesaran x4 dan x11.5 ditampilkan pada pembidik komandan dan penembak.
Penembak memiliki sebuah Gunner's Primary Sight (GPS) berstabilisasi, dari Pilkington Optronics, Glasgow. Pembidiknya terdiri dari badan pembidik sebuah visual sighting channel, sebuah unit kepala dengan cermin pembidikan terstabilisasi, sebuah laser rangefinder 4 Hz neodinium yttrium aluminium garnet Nd:YAG dan sebuah monitor display dengan lensa monokular. Laser rangefinder dengan panjang gelombang 1.064 mikron, beroperasi di atas jarak 200 m hingga 10 km. Jarak akurasinya adalah -5 dan +5m dan dengan discrimination 30 m. Penembak juga dilengkapi dengan teleskop mode terbalik, model L30, dari Nanoquest, terpasang koaksial dengan meriam utama.
Pengemudi dilengkapi dengan Passive Driving Periscope, PDP, dari Pilkington Optronics. Periskop ini menggunakan alat night vision image intensifier. Pada malam hari, tank dapat mencapai kecepatan seperti pada siang hari dengan penggunaan periskop kemudi pasif dan tanpa penggunaan cahasa artifisial.
Engagement Procedure
Challenger 2, melewati medan berat (Foto: [url]www.fprado.com[/url])
Urutan penyerangan target telah didesain untuk kesederhanaan pengoperasian dalam kondisi medan tempur. Urutan penyerangan adalah sama untuk target diam maupun bergerak, pada siang atau malam hari. Penembak dan komandan mengarahkan tanda pembidik pada target, menekan tombol laser rangefinder dan menekan tombol tembak.
Komandan mengarahkan pembidik panoramik yang terpasang di atap ke target dan menekan saklar pensejajar untuk memutar turret hingga terhenti secara otomatis ketika meriam mengarah ke target. Penembak kemudian mengambil alih proses penyerangan dengan menekan laser rangefinder dan tombol tembak untuk menembakkan meriam. Segera setelah penembak mengambill alih proses, komandan dapat membidik target selanjutnya dan mengukur jaraknya dengan menggunakan pembidik milik komandan. Data dari kedua terget, yang pertama diserang oleh penembak dan target kedua disimpan pada komputer kontrol penembakan digital. Ketika meriam sudah ditembakkan dan kill assesment pada target pertama selesai dilakukan, komandan menekan tombol pensejajar yang membuat turret berputar mengarah ke target kedua dan secara otomatis menembakkan meriammnya. Prosedur operasional sangat meningkatkan daya tembak tank, karena Challenger dapat secara efektif menyerang target pada kecepatan tinggi
Safety
Challenger 2 merupakan salah satu tank berlapis baja terberat dan dengan perlindungan terbaik di dunia. (Foto: [url]www.fprado.com[/url])
Challenger 2 merupakan salah satu tank dengan lapis baja terberat dan merupakan tank dengan proteksi terbaik di dunia. Turret dan hullnya dilindungi dengan lapis baja Chobham (juga dikenal sebagai Dorchester) generasi kedua, dengan detail yang dirahasiakan. Pihak militer mengklaim bahwa Chobham dua kali lebih kuat dari baja. ERA juga dipasang sesuai kebutuhan. Sistem proteksi NBC terletak pada turret bustle.
Turret dan meriam digerakkan oleh sebuah solid state electric drive, bukan high pressure hydraulic drive. Electric drive menghilangkan resiko yang berhubungan dengan bocornya hidrolis bertekanan tinggi di dalam kompartemen awak. Tempat penyimpanan bahan mudah meledak berada di bawah cincin turret yang lebih terlindungi jika dibandingkan berada dalam turret bustle.
Desain turret dan hull menggunakan teknologi stealth untuk meminimalkan jejak radar.
Propulsi
Challenger 2 saat bermanuver (Foto: [url]www.frado.com[/url])
Challenger 2 memiliki mesin diesel 1200 tenaga kuda 12 silinder, dari Perkins Engines (Shewsbury) Ltd, Shropshire dan sebuah gearbox David Brown, model TN54, dengan 6 gigi maju dan 2 mundur. Kecepatan maksimum di jalan raya 59 km/jam dan rata-rata 40 km/jam pada lintas alam. Jarak tempuhnya 450 km di jalan raya, dan 250 km lintas alam.
- Mesin: Mesin Diesel CV 12 26,6 L Perkins yang menghasilkan 1.200 tenaga kuda (890 kW).
- Gearbox: transmisi episiklik TN54 David Brown (6 maju, 2 mundur).
- Suspensi: hidrogas generasi kedua.
- Track: William Cook Defence hydraulically adjustable double-pin.
- Kecepatan maksimum: 37 mph/60 km/h (jalan); 25 mph/40 km/h (lintas alam)
- Jarak: 280 mi/450 km (jalan); 156 mi/250 km (lintas alam).
CLIP
Challenger Lethality Improvement Programme (CLIP) merupakan program penggantian meriam Challenger 2, meriam rifled L30A1 dengan meriam smoothbore 120mm dari Rheinmetall yang pada saat itu digunakan oleh Leopard 2A6. Penggunaan meriam smoothbore membuat Challenger 2 dapat menggunakan amunisi standar NATO yang dikembangkan di Jerman dan AS. Amunisi standar tersebut termasuk penetrator energi kinetik berbahan tungsten, yang tidak memiliki penolakan politis dan lingkungan seperti amunisi depleted uranium. Lini produksi untuk amunisi rifled 120mm di UK telah ditutup, sehingga stok amunisi untuk L30A1 menjadi terbatas. Untungnya, pada 2009, amunisi HESH kembali diproduksi dan dujicobakan di Belgia. Hal ini berarti bahwa Challenger 2 sekarang memiliki amunisi Tungsten FIN dan HESH baru yang tersedia, jika dan ketika dibutuhkan di masa yang akan datang.
Challenger 2 yang sudah diupgrade dengan pemasangan lapis baja reaktif, diproduksi oleh Rafael Advanced Defence System (Foto: Wikipedia)
Satu unit Challenger 2 dipasangi dengan meriam L55 dan melaksanakan ujicoba pada Januari 2006. Meriam smoothbore tersebut mempunyai panjang yang sama dengan meriam L30A1, dan dipasangi dengan ruang senapan rifled, thermal sleeve, bore evacuator dan muzzle reference system. Uji awal menunjukkan bahwa amunisi tungsten DM53 dari Jerman lebih efektif dari pada amunisi depleted uranium CHARM 3. Pengaturan penyimpanan dan penanganan amunisi perlu diubah agar sesuai dengan amunisi smoothbore tunggal, tidak seperti sebelumnya yang terpisa. Pada 2006, direncanakan sebanyak £386 juta untuk melengkapi Challenger dengan meriam Rheinmetall.
Pengembangan lain juga dipertimbangkan, termasuk untuk sistem proteksi NBC.
Pada Mei 2007, Grup Sistem Masa Depan dari Kementrian Pertahanan mengundang BAE untuk tender Challenger 2 Capability Sustainment Program (C2 CSP), yang menggabungkan semua upgrade dalam satu program. Akan tetapi pada 2008, program ini beresiko untuk ditunda atau dibatalkan sebagai hasil dari pengurangan anggaran pertahanan.
Titan
Titan armoured bridge layer adalah unit yang berdasarkan dari running gear Challenger 2 dan akan menggantikan Chieftain Armoured Vehicle Launched Bridge (ChAVLB). Sebanyak 33 Titan mulai beroperasi pada 2006 bersama Royal Engineers. Titan dapat membawa sebuah jembatan sepanjang 26 meter atau dua jembatan sepanjang 12 meter. Titan juga dapat dipasangi dengan sebuah bilah bulldozer.
Titan Bridge Launcher di dataran Salisbury (Foto: Wikipedia)
Trojan
Trojan Armoured Vehicle Royal Engineers adalah kendaraan engineering tempur sebagai penganti Chieftain AVRE (ChAVRE). Trojan menggunakan sasis Challenger 2 dan akan membawa lengan articulated excavator, sebuah bilah dozer dan rel tambahan untuk fascines. Seperti Titan, diharapkan sebanyak 33 unit akan dioperasikan.
Trojan AVRE (Foto: Wikipedia)
Challenger 2E
Challenger 2E adalah versi ekspor dari tank ini. Challenger 2E memiliki sistem kontrol senjata dan managemen medan tempur terintegrasi baru, yang terdiri dari sebuah penglihatan siang/termal gyrostabilised panoramic SAGEM MVS 580 untuk komandan tank dan penglihatan siang/termal gyrostabilised SAGEM SAVAN 15 untuk penembak, keduanya dengan laser rangefinder yang aman bagi mata. Sistem ini memungkinkan operasi hunter/killer dengan urutan engagement umum. Sebuah servo-controlled overhead weapons platform opsional dapat dioperasikan melalui sistem penglihatan komandan untuk memungkinkan operasi secara bebas dari turret.
Challenger 2E. Foto kemungkinan diambil di gurun pasir ketika Vickers Defence System mencoba menjual ke negara-negara Teluk (Foto: www.fprado.com)
Power pack diganti dengan EuroPowerPack 1.500 hp (1.000kW) baru dengan mesin diesel MTU MT 883 yang terpasang secara transversal bersama transmisi otomatis Renk HSWL 295TM. Peningkatan performa tank signifikan dengan perubahan ini. Power pack memiliki ukuran yang lebih kecil tetapi dengan tenaga yang lebih besar, penggunaan sistem pendingin dan sistem penyaring udara terbukti pada penggunaan di padang pasir. Ruang sisa pada hull digunakan sebagai penyimpanan amunisi atau bahan bakar yang meningkatkan jarak operasional tank hingga 550km.
BAE mengumumkan pada 2005 bahwa pengembangan dan ekspor dihentikan. Hal ini dihubungkan oleh media sebagai akibat dari gagalnya penjualan 2E ke Yunani pada 2002, kompetisi penjualan dimenangkan oleh Leopard 2.
CRARRV
Challenger Armoured Repair and Recovery Vehicle (CRARRV) adalah sebuah armoured recovery vehicle yang dibuat dengan hull Challenger dan didesain untuk memperbaiki danmemulihkan tank yang rusak pada medan tempur. CRARRV memiliki lima tempat duduk, tetapi biasanya membawa awak sebanyak 3 orang dari Royal Electrical And Mechanical Engineers (REME), dari Vehicle Mechanic and Recovery Mechanic trades. Terdapat ruangan dalam kabin untuk dua orang penumpang (misal untuk awak tank yang rusak) untuk sementara waktu.
CRARRV di dataran Salisbury (Foto: Wikipedia)
Ukuran dan performa seperti layaknya MBT hanya saja tidak dipasangi dengan persenjataan tetapi dengan:
Sebuah kerekan utama dengan kekuatan 50 ton (dapat ditingkatkan menjadi 98 ton menggunakan katrol dan titik jangkar pada tank), ditambah sebuah kerekan pilot kecil untuk membantu penggunaan kabel utama.
Derek Atlas yang mampu mengangkat beban 6.500 kg dengan ketinggian 4.9 meter (ini cukup untuk mengangkat power pack Challenger 2).
Dalam rangka untuk meningkatkan fleksibilitas dan tambahan transportasi power pack pada medan perang, AD Inggris melakukan pengadaan sejumlah CRARRV High Mobility Trailers (CRARRV HMT). Setiap CRARRV HMT membuat sebuah CRARRV mampu mengangkut satu power pack (milik Challenger, Titan atau Trojan) atau dua power pack milik Warrior dengan mengubah konfigurasi.
Bilah dozer yang berperan sebagai jangkar/stabilisator atau sebagai penyapu halangan.
Sejumlah set alat perbaikan berat termasuk alat bertenaga udara bertekanan dan kemampuan pematrian.