Seperti banyak tank setelah PD II, T-54 dan T-55 memiliki layout konvensional dengan kompartemen tempur di bagian depan, kompartemen mesin di belakang dan sebuah turret berbentuk-dome di bagian tengah hull. Palka pengemudi berada di bagian depan kiri atap hull. Suspensi tank mempunyai drive sprocket pada bagian belakang dan dead track. Exhaust mesin berada di kiri fender. Terdapat celah yang menonjol antara pasangan road wheel pertama dan kedua, ciri khas yang juga ada pada T-62.
Gambar Skematik T-54 (dari: [url]www.palba.cz[/url])
T-54 dan T-55 dari luar sangat mirip dan sulit dibedakan secara visual. Banyak T-54 yang juga diupdate menjadi standar T-55, sehingga pembedaannya sering ditiadakan dengan pemakaian nama kolektif T-54/55. Tank Soviet diperiksa-pabrik setiap 7.000km dan kadang diberi update teknologi minor. Banyak negara memiliki tank yang sudah dimodifikasi; India sebagai contoh, memakai fake fume extractor untuk T-54 dan T-55 mereka sehingga dapat dibedakan dari Type 59 milik Pakistan.
T-54 yang lebih tua dapat dibedakan dari T-55 dari sebuah ventilator berbentuk-dome pada bagian depan kanan turret dan senapan mesin SGMT 7,62mm yang dioperasikan pengemudi dan dipasang untuk ditembakkan melalui lubang kecil di bagian depan tengah hull. T-54 awal tidak memiliki fume extractor meriam, memiliki sebuah undercut di bagian belakan turret, dan sebuah mantlet meriam “Pig-sout” khusus.
Spoiler for Kelebihan dan Kekurangan:
Kelebihan dan Kekurangan
Tank T-54/55 simpel dan kuat secara mekanis. Mereka sangat simpel untuk dioperasikan dibandingkan dengan tank Barat, dan tidak memerlukan pelatihan atau pendidikan level tinggi pada anggota awaknya. T-54/55 relatif kecil untuk ukuran main battle tank, sehingga merupakan target kecil dan sulit untuk di tembak bagi musuh-musuhnya. Tank memiliki mobilitas yang bagus dengan berat yang relatif ringan (yang mengijinkan pengangkutan mudah menggunakan kereta api atau truk flatbed, dan memungkinkan menyeberangi jembatan yang lebih kecil), track yang lebar (yang memberikan tekanan permukaan yang lebih rendah dan memberikan mobilitas yang lebih bagus di permukaan yang lebih lunak), sistem starter yang bagus pada cuaca dingin, dan sebuah snorkel yang membuatnya dapat menyeberangi sungai.
T-54/55 telah diproduksi bersama dengan jumlah mencapa puluhan ribu hingga seratusan ribu, dan banyak yang masih beroperasi sebagai cadangan atau bahkan masih berada di garis depan. Jumlahnya yang berlimpah dan umur tank ini membuatnya menjadi murah dan mudah untuk dibeli. Walaupun T-54/55 bukanlah tandingan bagi MBT-MBT modern, tetapi upgrade lapis baja dan amunisi dapat meningkatkan performa tank ini secara dramatis ke titik yang tidak dapat diremehkan di medan perang.
Meskipun demikian, T-54/55 memiliki banyak kekurangan serius. Ukurannya yang kecil mengurani ruang interior dan kenyamanan awak. Hal ini menyebabkan kesulitan praktis, karena mendesak pergerakan fisik awak dan menghambat operasi kontrol dan peralatan (di Finlandia, awak T-55 sering disebut dengan “empat cebol kidal”). Awak T-54/55 Israel yang tertangkap selama perang 1967 dan 1973 juga mengeluhkan hal ini. Kekurangan ini tidak dapat ditangani dengan upgrade apapun. Namun, batas tinggi maksimal diterapkan untuk awak baru tank ini di AB Soviet, karenanya awak tank Soviet mempunyai tinggi rata-rata yang relatif pendek. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut, tetapi tidak semua Angkatan Bersenjata menerapkannya.
Profil turret rendah membuat mereka tidak bisa menurunkan meriam utama lebih dari 5° (rata-rata tank Barat 10°), yang membatasi kemampuan mereka untuk mengkover lingkungan dengan posisi hull-down di balik lereng/bukit. Kedua tank memiliki meriam terstabilisasi, tetapi pada prakteknya mereka hanya bisa menembak dengan akurat ketika tank dalam keadaan diam (masalah ini mungkin bisa di atasi dengan upgrade-upgrade baru). Meriam 100mm kurang efektif jika dibandingkan meriam baru 105, 120 dan 125 mm, serta hanya memiliki kesempatan efektif melawan tank berlapis-baja berat ketika menembakkan amunisi spesial (seperti misil) atau menembak mereka pada bagian yang lemah, seperti bagian belakan tank.
Kelebihan utama mereka adalah lapis bajanya yang ringan, tetapi memiliki lapis baja yang sangat kuat di bagian depan untuk mengatasi tembakan bazoka, PIAT, RPG-2 dan sebagian besar persenjataan tank di masanya. Akan tetapi, lapis baja ini menjadi usang setelah 20 tahun peluncurannya. Karena tank ini didesain untuk peperangan tradisional, lapis baja bagian depan dan belakangnya dua atau tiga kali lebih tipis dibandingkan bagian depan. Di Vietnam, lapis baja sampingnya sangat rentan terhadap roket M72 LAW, misil TOW dan tank ringan M41 Walker Bulldog dengan meriam 76mm. Seperti sebagian besar tank di masanya, amunisi internalnya tidak terlindungi dengan baik, meningkatkan resiko ketika amunisi musuh dapat menembus kompartemen tempur, sehingga dapat menyebabkan ledakan sekunder yang dahsyat.
Walaupun T-54/55 dapat diupgrade, kekalahan yang dialami pada T-55 Iraq yang sudah diupgrade dari tank koalisi selama Operation Desert Storm menungjukkan keterbatasan desain. T-54/55 orisinil tidak akan berhasil menghadapi musuh modern tanpa upgrade.
Kekurangan khusus T-54 adalah: tidak adanya proteksi NBC, lantai turret revolving (yang menyulitkan awak dalam beroperasi), dan model awalnya tidak mempunyai stabilisasi meriam. Semua masalah ini dikoreksi pada T-55.
Produksi T-54-1 berjalan lambat pada awalnya, hanya tiga tank pada 1946 dan 22 tank pada 1947. 285 tank T-54-1 dibuat pada 1948 oleh Stalin Ural Tank Factory No. 183 (Uralvagonzavod); setelah tank ini menggantikan produksi T-44 secara penuh di Uralvagonzavod, dan Kharkov Diesel Factory No. 75 (KhPZ). Produksi dihentikan karena kualitas produksi yang rendah dan seringnya terjadi breakdown. T-54-2 mulai diproduksi pada 1949 di Uralvagonzavod, dengan jumlah produksi hingga 423 tank hingga akhir 1950. Tank ini menggantikan T-34 dalam produksi di Omsk Factory No. 183 pada 1950. Pada 1951 lebih dari 800 T-54-2 diproduksi. T-54-2 terus diproduksi hingga 1952.
T-54A diproduksi antara 1955 hingga 1957. T-54B diproduksi antara 1957 hingga 1959. T-55 diproduksi oleh Uralvagonzavod antara 1958 hingga 1962. Tank komando T-55K diproduksi dari 1959. TO-55 (Ob'yekt 482) diproduksi hingga 1962.
Secara keseluruhan 35.000 T-54-1, T-54-2, T-54 (T-54-3), T-54A, T-54B, T-54AK1, T-54AK2, T-54BK1 dan T-54BK2 diproduksi antara 1946 hingga 1958; dan 27.500 T-55, T-55A, T-55K1, T-55K2, T-55K3, T-55AK1, T-55AK2 dan T-55AK3 diproduksi antara 1955 hingga 1981.
Polandia
Polandia memproduksi 3.000 T-54, T-54A, T-54AD dan T-54AM antara 1956 hingga 1964, serta 7.000 T-55 (antara 1964 hingga 1968), T-55L, T-55AD-1 dan T-55AD-2 (antara 1968 hingga 1979).
Cekoslovakia
Cekoslovakia memproduksi 2.700 T-54A, T-54AM, T-54AK, T-54AMK antara 1957 hingga 1966; serta 8.300 T-55 dan T-55A antara 1964 hingga 1983 (T-55A kemungkinan diproduksi sejak 1968) (sebagian besar tank tersebut untuk eksport).
Spoiler for Service History:
Service History
Uni Soviet hingga Federasi Rusia
T-54/55 dan T-62 adalah tank yang paling umum milik Soviet, pada pertengahan 1970 jumlah keseluruhan dua tipe tank ini diperkirakan 85% dari seluruh tank Soviet yang beroperasi saat itu.
T-54 terlibat dalam invasi Hungaria 1956, dan beberapa di antaranya rusak karena bom molotov dan meriam anti-tank milik Hungaria. Revolusionis merebut satu T-55A dan dikirim ke Duta Besar Inggris di Budapest untuk dianalisa dan kemudian menjadi salah satu dasar pengembangan meriam tank Royal Ordnance L7. T-62 dan T-55 sekarang berstatus cadangan, Unit aktif milik Rusia terutama adalah T-80 dan T-72, serta T-90 dalam jumlah yang lebih sedikit.
Timur Tengah
Selama Perang Enam Hari pada 1967, AS menyuplai Israel dengan tank M48 Patton, Centurion dan upgrade dari tank PD II, Sherman untuk menghadapi T-55. Campuran tank-tank ini yang dikombinasikan dengan perencanaan dan air power superior, terbukti lebih dari cukup untuk menghadapi tank seri T-54/55.
Pada Perang Yom Kippur 1973, meriam milik T-54A dan T-55 mulai kalah kompetitif dan efektifitasnya dari meriam Royal Ordnance L7 105mm yang digunakan oleh Centurion Mk V milik Israel dan meriam milik tank M60A1. Israel merebut banyak T-55 dari Suriah dan Mesir pada 1967, dan mempertahankan beberapa untuk tetap beroperasi. Tank-tank hasil rampasan ini diupgrade dengan meriam L7 105mm standar NATO menggantikan meriam D-10 100mm Soviet. Mereka juga mengganti mesin diesel Soviet dengan mesin diesel produksi General Motors. Israel memberikan nama tank hasil upgrade ini dengan Tiran-5, dan tank ini tetap digunakan sebagai cadangan hingga awal 1990an. Kebanyakan dari mereka kemudian dijual untuk negara-egara ketiga seperti Amerika Latin dan lainnya. Sisanya dimodifikasi berat dan dikonversi menjadi APC, Achzarit.
T-54 Menerobos Gerbang Istana Kepresidenan Vietnam Selatan (Foto: [url]www.armchairgeneral.com[/url])
Perang Vietnam
Pada Perang Vietnam, Vietnam Utara NVA menggunakan T-54 melawan Vietnam Selatan ARVN dan Pasukan AS.
NVA dan ARVN saling bertempur untuk pertama kali pada Operation Lam Son 719, pada Februari 1971. Selama pertempuran, 17 tank ringan M41 milik 1st Armored Brigade ARVN menghancurkan 22 tank NVA, 6 T-54 dan 16 PT-76, tanpa kehilangan di pihak mereka sendiri, tetapi unit sekutunya kehilangan 5 M-41 dan 25 APC.
Pada Minggu Paskah, 2 April 1972, 20th Tank Regiment milik ARVN yang baru diaktifkan, terdiri dari sekitar 57 M48A3 (resimen ARVN setara dengan batalion AS, dan skuadron ARVN setara dengan kompi AS) menerima laporan bahwa sepasukan besar tank NVA bergerak menuju Dong Ha. Pada siangnya, awak Skuadron Pertama ARVN mengamati kendaraan lapis baja bergerak ke selatan di sepanjang jalan raya menuju Dong Ha, dan menyembunyikan tank mereka pada tanah tinggi dengan titik keuntungan yang baik. Menunggu pasukan NVA mendekat hingga 2.500 hingga 3.000m, meriam 90mm milik Patton mulai menembak dan dengan cepat menghancurkan sembilan PT-76 dan dua T-54. Pasukan lapis baja NVA yang tersisa tidak dapat melihat di mana posisi musuh, sehingga mereka berputar dan mundur.
Pada 9 April 1972, seluruh tiga skuadron 20th Tank Regiment bertempur melawan pasukan lapis baja musuh, menembaki tank musuh didukung dengan pasukan infantri, dan sekali lagi dengan menguasai daerah tinggi. Patton mulai menembak pada jarak sekitar 2.800 meter. Beberapa T-54 melakukan tembakan balasan tetapi tidak menjangkau lawan, dan tank-tank NVA mulai berpencar. Pada akhir hari tersebut, 20th Tank Regiment menghancurkan 6 T-54 dan merampas satu Type 59, tanpa mengalami kerugian.
Unit lapis baja NVA yang dilengkapi dengan Tank T-54 mencapai salah satu kemenangan terbesarnya pada April 1972, ketika 203rd Armored Regiment NVA menyerang 22nd Infantry Division ARVN di Tan Canh, yang mendominasi sebuah rute utama ke kota Kontum. Setelah artillerty barrage dua hari, 18 T-54 dari 203rd Armored Regiment menyerang 22nd Division dari dua arah pada senja hari, menghancurkan unit ARVN yang dengan cepat melarikan diri. T-54 No.377 menghancurkan tujuh M-41 sebelum dihancurkan oleh launcher roket M72 LAW.
Pada 30 April 1975, T-54 No. 390 dari Armored Regiment NVA menabrakkan diri menembus gerbang istana kepresidenan Vietnam Selatan dan menandakan berakhirnya perang.
Konflik Lain
T-54 digunakan selama Perang Sipil Cambodia. Selama perang Uganda-Tanzania pada 1978-1979, Libya mengirimkan pasukan ekspedisi untuk membantu Diktator uganda Idi Amin, yang terdiri dari beberapa lusin T-54/55. Beberapa dari tank ini terlihat ikut terlibat dalam pertempuran melawan pasukan Tanzania.
T-55 selama Martial Law di Polandia (foto: en.wikipedia.org)
T-55L milik Polandia juga diterjunkan selama Martial Law in Poland untuk mengintimidasi populasi dan menekan demo terang-terangan terhadap pemerintahan Komunis.
T-54/55 terlihat beraksi melawan pasukan Afrika Selatan dan UNITA selamaperang di Angola. Reliabilitas dan ketangguhan tank Soviet ini sesuai dengan lingkungan operasional Afrika Selatan. Akan tetapi, beberapa tankT-54/55 dikalahkan oleh MBT Olifant, tembakan artileri dan misil wire-guided milik Afrika Selatan dalam berbagai pertempuran.
T-55 adalah tank terbanyak dalam Yugoslav People’s Army (JNA). Tank ini merupakan tank utama dalam Perang Yugoslav, yang terbukti rentan terhadap pasukan infantry yang dipersenjatai dengan roket anti-tank, dan tidak cocok jika diterjunkan di wilayah urban dan wilayah musuh. Tetapi, karena terlalu banyak jumlahnya, sehingga belum bisa digantikan. Selama Battle of Vokovar, yang mana JNA membentuk grup besar tank ini, banyak yang dihancurkan, terutama oleh pasukan infantry yang bersenjata anti-tank. T-55 hingga sekarang masih menjadi bagian utama di angkatan bersenjata Yugoslavia. T-55 juga digunakan oleh Yugoslavia dan macedonia selama konflik Macedonia 2001.
T-55 digunakan oleh Etiopia selama konflik dengan Islamic Courts Union di Somalia.
AB Sri Lanka menggunakan T-55 pada Perang Sipil Sri Lanka pada Mei 2009 melawan Macan Tamil (LTTE). Sebuah T-55 milik LTTE dihancurkan pada 6 April 2009, menurut laporan media, tank ini adalah model yang diproduksi di Cekoslovakia dan diperoleh LTTE pada 2001 atau 2002.
T-55 pada perang Libya 2011 (foto: in.reuter.com)
T-55 juga digunakan oleh kedua belah pihak pada Perang Sipil Libya 2011, dengan pasukan Anti-Gaddafi memilikinya dengan cara mencuri atau pemberian dari anggota AB Libya yang menyeberang.