Tank Medium T-34 milik Soviet tahun 1940 dianggap oleh banyak orang memiliki keseimbangan terbaik antara daya-tembak (meriam 85mm), proteksi dan mobilitas dari semua tank pada masanya. Pengembangannya tidak pernah berhenti selama Perang Dunia II dan terus memberikan performa yang baik. Akan tetapi, desainer tank tidak dapat memasukkan teknologi terbaru ataupun melakukan perombakan besar karena produksi tank vital tidak dapat diganggu selama perang berlangsung.
Pada 1943, Biro Desain Morozov mengeluarkan proyek pengembangan T-34M pra-perang dan membuat tank T-44. Berkat suspensi batang-torsi efisien-ruang, pemasangan mesin transversal baru, dan penghapusan mesin machine-gunner's crew position, T-44 memiliki performa yang minimal sama dengan T-34, tetapi dengan lapis-baja yang lebih superior secara substansial. Kekurangan utama T-44 adalah turret kecil yang masih tidak dapat menggunakan senjata yang lebih powerful, masih sama seperti pendahulunya, meriam 85mm. Sebenarnya tank diharapkan menggunakan meriam 100mm.
T-44 (foto: [url]www.militaryimages.net[/url])
Spoiler for Purwarupa:
Purwarupa
Pengembangan purwarupa T-54 pertama dimulai pada Oktober 1944 di biro desain OKB-520, di Stalin Ural Tank Factory No. 183 (Uralvagonzavod), di Nizhny Tagil. Desain awal selesai pada Desember, dengan purwarupanya selesai pada Februari 1945.
Uji coba dilakukan antara Maret dan April 1945, hasilnya tank diresmikan untuk beroperasi dengan Red Army sebagai T-54. Secara virtual, tank memiliki hull dan drive train yang sama dengan T-44. Perbedaan besarnya termasuk lapis baja frontal yang lebih tebal (120mm di bagian atas, dan 90mm di bagian bawah) serta sebuah desain baru palka pengemudi dan slot penglihatan. Cincin turret bertambah diameternya menjadi 1.800mm dan memiliki lapis baja yang lebih tebal (180mm di depan, antara 90-150mm di samping dan 30mm di atas).
Persenjataan utamanya adalah meriam D-10TK 100mm, dengan dua senapan mesin GWT 7,62mm. Tank bermesin diesel berpendingin-air 38,88 Liter 12-silinder V-54 baru yang menghasilkan 520 tenaga kuda (388 kW) pada 2000 rpm dengan reduction gear box dua-tahap. Kapasitas bahan bakarnya meningkat menjadi 530 liter di dalam tangki bahan bakar internal, dan 165 liter di tangki bahan bakar eksternal. Tidak seperti T-34, tangki bahan bakar eksternal terhubung dengan sistem bahan bakar. Rubber roller pada road wheel diperlebar. T-54 mempunyai berat 35,5 ton, dan membuatnya lebih lambat jika dibandingkan dengan T-44, dengan kecepatan 43,5 km/jam. Jarak tempuhnya meningkat menjadi 360 km.
Telah diputuskan untuk memodernisasi tank sebelum produksi dimulai. Turret baru tank ini telah dicoba pada dua tank T-44 yang sudah dimodifikasi.
Purwarupa T-54 lainnya dibuat pada Juli 1945 yang menerima nama alternatif Ob’yekt 137. Tank dilengkapi dengan turret baru yang dipersenjatai dengan meriam LB-1 100mm dan senapan mesin koaksial medium SG 7,62 mm. Lapis baja turred dipertebal (200mm di bagian depan, antara 125mm dan 160mm pada bagian samping). Tank juga dipersenjatai dengan dua senapan mesin medium SG-43 7,62mm yang terpasang pada box permanen di fender, yang masing-masing memiliki 500 amunisi dan dioperasikan oleh pengemudi. Turret dipasangi dengan senapan mesin berat anti-pesawat DShK 12,7 mm. Kapasitas bahan bakar ditingkatkan menjadi 545 liter di dalam tangki internal dan 180 liter di tangki eksternal. Karena ini, jarak tempuhnya tetap 360 km walaupun berat tank bertambah menjadi 39,15 ton. Purwarupa ini melalui uji coba antara Juli dan November 1945. Walaupun terdapat banyak kekurangan yang membutuhkan koreksi dan banyak alterasi yang harus dibuat pada desain tank, diputuskan untuk tetap dimulainya produksi serial, dan secara resmi tank ini mulai beroperasi pada 29 April 1946. Produksinya sendiri dilakukan di Nizhni Tagil dan Kharkiv pada 1947.
Produksi seri awal T-54 dimulai secara lambat karena 1.490 modifikasi dibuat. Red Army menerima tank yang lebih superior dari desain PD II dan secara teoritis lebih baik dari tank terbaru milik musuh potensial. Meriam 100mm menembakkan amunisi APHE kaliber-penuh seri BR-412 yang mempunyai kemampuan penetrasi yang inferior dibandingkan dengan amunisi 88mm yang ditembakkan meriam KwK 43 milik Tiger II, tetapi lebih superior dibandingkan amunisi yang ditembakkan oleh Tiger I yang meriamnya memiliki laras yang lebih pendek, KwK 36 88mm dan hanya sedikit inferior dibandingkan dengan amunisi inti-tungsten velositas-tinggi PzGr.40/43 milik KwK 36. Fragmentasi HE OS-412 100mm 60% lebih berat dalam hal berat total maupun bursting charge dibandingkan Sprgr.43. 8,8cm.
Karena desainnya yang revolusioner, meriam ini dipasang pada tank yang beratnya 4/5 Panther, 2/3 Tiger I dan hanya lebih dari ½ Tiger II. Beratnya yang ringan, mesin yang powerful dan suspensi yang kuat membuatnya memiliki mobilitas lintas-alam yang sangat baik. Uji coba ekploitasi berjalan tanpa ada kekurangan.
Versi produksi serial, yang diberi nama T-54-1, berbeda dengan purwarupa T-54 kedua. T-54-1 memiliki lapis baja yang lebih tebal pada hull (80mm di bagian samping, 30mm di atap dan 20mm di bagian bawah) yang melampaui milik Tank Tiger milik Jerman. Saat produksi meningkat, masalah kualitas muncul. Produksi dihentikan dan versi T-54-2 yang lebih baik (Ob’yekt 137R) didesain. Beberapa perubahan dibuat dan turret baru dipasang. Turret berbentuk-dome baru dengan sisi flat terinspirasi dari turret milik tank berat IS-3; similar dengan turret T-54 sebelumnya, tetapi dengan overhang berbeda di bagian belakang. Tank ini juga memiliki bustle yang lebih pendek. Fender senapan mesin dihilangkan untuk senapan mesin yang dipasang di bow-tunggal. Transmisinya dimodernisasi dan track diperlebar menjadi 580mm. T-54-2 mulai diproduksi pada 1949 di Stalin Ural Tank Factory No. 183 (Uralvagonzavod). Pada 1951, modernisasi kedua dibuat, diberi nama T-54-3 (Ob’yekt 137Sh), yang mempunyai turret baru tanpa undercuts sisi, dan juga penglihatan gunner teleskopik TSh-2-22 baru, menggantikan TSh-20. Tank juga memiliki sistem penghasil asap TDA.
Sebuah versi komando juga dibuat, T-54K (komandirsky), dengan sebuah radio R-113.
Pada awal 1950an, personel biro desain OKB-520 dari Ural Tank Factory No. 183 (Uralvagonzavod) telah dirombak besar-besaran. Morozov digantikan oleh Kolesnikow yang kemudian digantikan oleh Leonid N. kartsev pada Maret 1953. Keputusan pertama desainer tank baru ini adalah untuk melengkapi meriam tank D-10T 100mm dengan stabiliser vertikal “Gorizont” STP-1. Meriam baru ini diberi nama D-10G dan dipasang pada turret T-54. Tank baru dilengkapi dengan peralatan penglihatan malam untuk pengemudi dan diberi nama menjadi T-54A (Ob’yekt 137G). Aslinya tank ini memiliki muzzle conter-weight kecil, tetapi kemudian digantikan dengan fume extractor. Tank juga dilengkapi dengan wading snorkel OPVT, penglihatan teleskopik TSh-2A22, periskop IR TVN-1 dan headlight IR milik pengemudi, radio R-113 baru, filter udara mesin multi-tahap dan kontrol radiator untuk meningkatkan performa mesin, sebuah pompa minyak elektris, pompa bilge, pemadam kebakaran otomatis dan tangki bahan bakar ekstra. Tank secara resmi mulai diproduksi pada 1954 dan mulai beroperasi pada 1955. T-54Amenjadi dasar untuk pembuatan tank komando T-54AK, dengan set radio R-112 tambahan (tank garis depan dilengkapi dengan set radio R-113), peralatan navigasional TNA-2, isi amunisi untuk meriam utama dikurangi 5 amunisi dan unit charging AB-1-P/30, yang diproduksi dalam jumlah kecil.
Pada Oktober 1954, sebuah tank T-54A, yang diberi nama T-54M (Ob,yekt 139) menjadi testbed untuk meriam smoothbore D-54T dan D54TS 100mm baru, serta sistem stabilisasi “Raduga” dan “Molniya”, yang kemudian digunakan pada T-62. Testbed ini tidak sepenuhnya berhasil, sehingga pengembangan T-55 selanjutnya tetap menggunakan meriam seri D-10. Tank testbed ini bermesin V-54-6 yang menghasilkan 581 hp (433kW). Tank ini tidak pernah masuk ke fase produksi.
T-54B yang direstore untuk pameran (foto: [url]www.militaryphotos.net[/url])
Sebuah versi baru yang berdasar pada T-54A, yang diberi nama T-54B (Ob’yekt 137G2), didesain pada 1955. Tank ini dilengkapi dengan meriam D-10TS 100mm baru dengan stablizer 2-plane STP-2 “Tsyklon”. Tank ini mulai diproduksi pada 1957. Selama empat bulan terakhir masa produksi, tank baru dilengkapi dengan penglihatan gunner searchlight infrared L-2 “Luna” dan TPN-1-22-11 IR, dan searchlight komandan OU-3 IR. Amunisi APFSDS modern dikembangkan, dan secara dramatis meningkatkan performa penetrasi meriam untuk menjaganya tetap kompetitif dengan pengembangan lapis baja NATO. T-54B menjadi dasar pembuatan tank komando T-54BK yang memiliki tambahan peralatan yang sama seperti T54AK.
Spoiler for T-55:
T-55 (Foto: [url]www.antasari.net[/url])
T-55
Ujicoba dengan senjata nuklir menunjukkan bahwa T-54 dapat selamat dari ledakan nuklir 1-15kt pada jarak lebih dari 300m dari episenter, tetapi awak hanya mempunyai kesempatan selamat pada jarak 700m. Telah diputuskan untuk membuat sebuah sistem proteksi NBC (Nuclear, Biological and Chemical) yang akan mulai bekerja setelah 0,3 detik setelah mendeteksi radiasi gamma.
Tugas untuk pembuatan sebuah sistem proteksi NBC PAZ (Protivoatomnaya Zashchita) dasar yang menawarkan proteksi dari ledakan nuklir dan filtrasi partikulat, tetapi tidak dari radiasi maupun gas, telah diberikan kepada biro desain KB-60 di Kharkov dan selesai pada 1956. Dokumentasi telah dikirim ke Uralvagonzavod. Telah diputuskan untuk meningkatkan kemampuan tempur tank dengan merubah konstruksi dan memperkenalkan teknologi produksi baru. Banyak dari perubahan itu awalnya diuji pada T-54M (Ob'yekt 139). Tank dipasangi dengan mesin diesel berpendingin-air 38,88 liter satu-kamar 4-stroke 12 silinder V-55 baru yang menghasilkan 581 tenaga kuda (433kW). Tenaga mesin yang lebih besar dihasilkan dengan meningkatkan tekanan penyaluran bahan bakar dan derajat charging. Desainer berencana untuk mengenalkan sistem pemanasan untuk kompartemen mesin dan filter bahan bakar diesel MC-1. Mesin dinyalakan secara pneumatik dengan penggunaan charger AK-150S dan sebuah starter elektronik. Hal ini menghapuskan kebutuhan tank untuk membawa tangki yang berisi udara. Untuk mempermudah akses selama perawatan dan perbaikan, diputuskan untuk mengubah palka di atas kompartemen mesin. Untuk meningkatkan jarak operasional, tangki bahan bakar 300 liter ditambahkan di depan hull, menambah kapasitas bahan bakar total menjadi 680 liter.
Daya angkut amunisi untuk meriam utama bertambah dari 34 menjadi 45, dengan “18 shells stored in” yang disebut sebagai “kontainer basah” yang terletak di dalam tangki bahan bakar hull (konsep yang datang dari proyek yang dibatalkan Ob'yekt 140 milik Kartsev). Amunisinya terdiri dari fragmentasi berdaya ledak tinggi dan amunisi anti-tank dan para desainer juga berencana untuk mengenalkan amunisi BK5M HEAT yang dapat menembus lapis baja setebal 390mm. Alat penglihatan komandan TNP-165 diganti dengan TPKUB atau TPKU-2B. Gunner menerima alat penglihatan TNP-165. Senapan mesin berat anti-pesawat DShK 12,7 mm yang dipasang di palka loader dihilangkan karena dianggap tidak efisien terhadap pesawat jet performa-tinggi. Tank juga diharapkan dilengkapi dengan sistem proteksi api “Rosa”. Tank memiliki casting turret yang lebih tebal dan sistem stabilisasi meriam dua-plane yang diupgrade dari T-54B, serta peralatan tempur penglihatan malam hari. Untuk menyeimbangkan berat peralatan baru, lapis baja di bagian belakang hull sedikit dipertipis.
T-55 sangat superior dibandingkan Tank-Berat IS-2 dalam semua hal, termasuk rate of fire dari meriam (empat per menit dibandingkan tiga per menit). Walaupun mempunyai lapis baja turret frontal yang lebih tipis (200mm dibandingkan 250mm), tank ini setara dengan Tank IS-3 karena pengembangan meriam anti-tank dan mobilitas yang lebih baik. Tank berat tidak lama kemudian tidak lagi digemari dengan hanya 350 tank IS-3 yang diproduksi, dan tank berat masa depan Soviet hanya terhenti pada fase purwarupa. Model lama tank medium bermobilitas tinggi dan tank berat berlapis baja tebal digantikan dengan paradigma baru: Main Battle Tank. Pengembangan paralel di Barat menghasilkan hal yang serupa.
3-view T-55 (dari: en.wikipedia.org)
Katsev mengkombinasikan semua pengembangan yang sedang berjalan atau direncanakan pada T-54 untuk digabungkan dalam satu desain. Rencana ini menjadi Ob’yekt 155, dan masuk fase produksi di Uralvagonzavod pada 1 Januari 1958 sebagai T-55. Tank ini diterima untuk beroperasi dengan Red Army pada 8 Mei. Tank ini mengalami kemerosotan dalam satu area: tidak ada senapan mesin anti-pesawat, yang sebelumnya terlihat pada T-54.
Setelah 1959, tank ini menjadi dasar pembuatan tank komando T-55K yang dilengkapi dengan set radio R-112 tambahan, sebuah fuel powered accumulator charging unit AB-1-P/30, dan penglihatan malam TPN-1-22-11. Semua peralatan ini mengurangi kapasitas amunisi untuk meriam utama menjadi 37 amunisi dan menghilangkan senapan mesin bow. Pada awal 1960an, sebuah tank T-55K dipasangi secara ekperimental dengan alat relay TV Uran untuk survey medan-pertempuran. Tank dilengkapi dengan kamera eksternal, gambar yang dihasilkan direlay ke receiver di dalam kendaraan komando BTR-50PU. Terdapat kamera observasi yang dipasang pada tiang yang dapat dilipat yang pada gilirannya terpasang pada sebuah UAZ 69 car. Jarak yang memungkinkan gambar dapat direlay adalah antara 10 hingga 30 km.
Pada 1961, sebuah tank T-55 digunakan untuk pengujian kompleks TV Almaz yang akan digunakan untuk menggantikan alat observasi standar tepat setelah ledakan nuklir atau ketika mengarungi perairan. Terdapat sebuah kamera yang terpasang di hull untuk pengemudi dan dua kamera terpasang di turret, satu untuk membidik dan satu untuk observasi, dan gambar dari kamera-kamera tersebut di-relay ke dua layar kontrol.
Tank memiliki tangki bahan bakar di bagian depan hull dan senapan mesin bow dihilangkan. Komandan duduk di posisi yang biasanya ditempati pengemudi, sedangkan pengemudinya duduk di samping komandan.
Kamera memungkinkan observasi medan tempur dan penembakan pada siang hari pada jarak antara 1,5 dan 2 km. karena rendahnya kualitas peralatan, uji coba memberikan hasil yang negatif. Pada awal 1960an, biro desain OKB-29 di Omsk bekerja untuk mengadaptasikan tank dengan mesin turbin gas GDT-3T yang menghasilkan 700 hp (522kW). Satu tank T-55 dipasangi dengan mesin gas turbin ini dan telah melalui pengujian, tetapi hasilnya dianggap mengecewakan dan desain ini tidak masuk fase produksi.
Grup OKB-29 Omsk menguji tiga T-55 ekperimental (dengan nama Ob’yekt 612) antara 1962 dan 1965, dilengkapi dengan gearbox otomatis yang dikontrol oleh sistem elektro-hidraulis. Pengujian menemukan bahwa gearbox semacam ini rentan sering mengalami breakdown. Pada saat yang sama Ob’yekt 155ML, sebuah tank yang dilengkapi dengan sebuah peluncur untuk tiga ATGM Malyutka 9M14 (kode NATO: AT-3 Sagger) yang terpasang di bagian belakang turret, diuji. Bersama dengan tank standar, versi flamethrower telah didesain (dengan nama TO-55(Ob’yekt 482)), yang diproduksi hingga 1962. Versi ini dilengkapi dengan tangki berisi 460 Liter cairan mudah terbakar, dan bukan tangki bahan bakar di bagian depan hull. Flamethrower menggantikan senapan mesin koaksial. Versi ini jauh lebih baik daripada Ob’yekt 483, versi flamethrower dari T-54. Tank flamethrower TO-55 berhenti dioperasikan pada 1993.
Selama 1950an, T-55 tetap merupakan tank yang lebih ringan dan kecil dibandingkan dengan tank NATO, M48 Patton Amerika dan Centurion Inggris, dengan tetap mempertahankan daya tembak dan reliabilitas yang baik tetapi dengan lapis baja yang lebih ringan. Meriam D-10T 100mm memiliki bore yang lebih besar daripada milik Barat.
Pada Januari 1945, beberapa tank dan kendaraan rampasan dari Jerman dikirim ke Ordnance Research and Development Center, Aberdeen, Maryland, untuk pengujian dan pemeriksaan. Kriteria penetrasi pada pengujian paling tidak 50% massa proyektil harus menembus lapis baja. Meriam 90mm M3, menembakkan amunisi yang dilengkapi dengan T33 armor-piercing menembus lapis baja setebal 6 inci (150mm pada jarak 100m., sementara amunisi T30E16 HVAP menembus 10,5 inci (270mm) pada jarak yang sama. Pengujian ini dilakukan sebelum tank T-53/55 diproduksi, sehingga tidak diketahi performa meriam 90mm yang populer ini pada tanki M-46, M47, M48 dan tank Barat lain melawan tank Soviet setelah PDII.
Data menunjukkan bahwa amunisi T33 AP akan gagal untuk menembus lapis baja frontal T-54/55 pada jarak sejauh apapun., sementara emunisi T30E16 HVAP hanya akan menembus lapis baja pada jarak 700m. Amunisi T-33 dapat menembus lapis baja sisi turret pada jarak 800m, sementara amunisi T30E16 HVAP dapat menembusnya pada jarak praktis sejauh apapun.
Amunisi anti-lapis baja paling populer milik Soviet yang digunakan untuk meriam tank D-10 adalah APHE BR412 100mm. Amunisi ini digunakan pertama kali pada tank penghancur SU-100 selama PD II dengan kemunkinan 80% untuk menembus lapis baja 135mm pada jarak 1000m, ditembakan dari meriam D-10S. Amunisi BR-412D dan BR-412B dikembangkan pada 1946-1950 memiliki performa yang superior daripada amunisi 90mm T33 dan amunisi armor-piercing M-82.
Kekurangan ini berakhir hingga tank Soviet mulai dilampaui oleh pengembangan Barat yang lebih baru seperti MBT M60 dan Centurion dan M48 Patton yang diupgrade, menggunakan meriam rifled Royal Ordnance L7. Karena rendahnya velositas amunisi jika dibandingkan dengan meriam 100mm dan sistem kontrol-penembakan sederhana, T-54/55 dipaksakan untuk mengandalkan amunisi HEATshaped-charge untuk menembak tank dari jarak jauh pada 1960an, walaupun relatif tidak akurat untuk menembakkan amunisi ini pada jarak jauh. Soviet menganggap ini dapat diterima untuk konflik Eropa potensial, hingga pengembangan lapis baja komposit mengurangi efektifitas hulu ledak HEAT dan amunisi SABIT yang dikembangkan untuk meriam D-10T.