Kaskus

News

  • Beranda
  • ...
  • Militer
  • Sejarah: 27 Mei: Operasi Dinamo: Operasi Penyelamatan Di Dunkirk

brokenarrowwAvatar border
TS
brokenarroww
Sejarah: 27 Mei: Operasi Dinamo: Operasi Penyelamatan Di Dunkirk
Evakuasi Dunkirk atau Operation Dynamo (Dinamo) adalah evakuasi tentara Sekutu dari Pantai Dunkerque/Dunkirk, Prancis, dari tanggal 27 Mei sampai dengan 4 Juni 1940, ketika tentara Inggris dan Prancis dikalahkan oleh tentara Jerman dalam pertempuran Dunkirk pada Perang Dunia II. Winston Churchill menyebutnya sebagai kekalahan militer terbesar dalam sejarah negaranya!

Sejarah: 27 Mei: Operasi Dinamo: Operasi Penyelamatan Di Dunkirk

Evakuasi yang berlangsung sembilan hari itu merupakan yang terbesar dalam sejarah dan berakhir dengan sukses. Pada 10 Mei 1940, Jerman melancarkan serangan terhadap kelompok Barat, menyerbu ke Belgia, Belanda, dan Luxemburg. Menghadapi pasukan lapis baja dengan kekuatan udara jauh lebih besar dan memiliki pergerakan yang tinggi. Pada 12 Mei, mereka memasuki Prancis. Pada 15 Mei, Belanda menyerah.

Jerman maju ke arah barat dari arah Ardennes di Belgia, di sepanjang Sungai Somme, Prancis, dan Selat Inggris, memotong antara pasukan Sekutu di utara dan selatan. Pasukan Sekutu di utara, yang terdiri dari bagian utama pasukan Sekutu, dengan cepat terkepung. Pada tanggal 19 Mei, komandan pasukan Inggris, Lord John Gort, mempertimbangkan penarikan personel British Expeditionary Force (BEF).

Pada 24 Mei, komandan tentara Jerman Generaloberst Walther von Brauchitsch, sudah siap merebut Dunkirk, pelabuhan terakhir untuk menarik personel BEF dari Eropa. Pemimpin Nazi Adolf Hitler tiba-tiba campur tangan, menghentikan serangan Jerman. Pada 26 Mei, Inggris akhirnya memulai Operasi Dinamo untuk mengevakuasi pasukan Sekutu dari Dunkirk.

Selama evakuasi, Royal Air Force (RAF) berhasil menahan Luftwaffe, para pejuang Jerman membombardir pantai, menghancurkan banyak kapal. Pada 4 Juni, ketika pasukan Jerman memasuki pantai dan operasi tersebut sudah akan berakhir, sekitar 198 ribu tentara Inggris dan sekitar 140 ribu tentara Prancis telah berhasil dievakuasi ke daratan Inggris.

Jumlah pasukan Sekutu yang berhasil dievakuasi:
27 Mei: 7.669 orang
28 Mei: 17.804 orang
29 Mei: 47.310 orang
30 Mei: 53.823 orang
31 Mei: 68.014 orang
1 Juni: 64.429 orang
2 Juni: 26.256 orang
3 Juni: 26.746 orang
4 Juni: 26.175 orang
Total: 338.226 orang

Sejarah: 27 Mei: Operasi Dinamo: Operasi Penyelamatan Di Dunkirk

Spoiler for another pic:


Spoiler for sumber:


kesalahan strategi militer jerman di awal WW2...
0
34.6K
42
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
Militer
KASKUS Official
20.4KThread•10.9KAnggota
Tampilkan semua post
tesla220voltAvatar border
tesla220volt
#3
Quote:


Terdapat lebih dari tiga ratus ribu pasukan yang terkurung di Kota kecil Dunkirk. Pasukan itu adalah kumpulan dari Pasukan Inggris, Perancis, Belgia, sebagian kecil Belanda, Luxemburg dan Polandia. Tidaklah jelas keputusan Hitler untuk menghentikan serangan di Dunkirk. Namun karena keputusannya inilah, tiga ratus ribu tentara sekutu berhasil lolos ke tanah Inggris. Inggris memprioritaskan penggungsian ini dengan mengirim ribuan kapal (sebagian besar merupakan kapal nelayan dan komersial) untuk menyelamatkan pasukan yang telah terdesak ini. Beberapa ahli masih berdebat tentang keputusan Hitler ini, namun setidaknya ada beberapa kemungkinan yang paling banyak dibicarakan.


Pertama, Hitler ingin memberi kesempatan kepada Luftwaffe (angkatan udara Jerman) untuk menunjukan kekuatannya. Sementara ini, kemenangan-kemenangan Jerman (Di Polandia maupun babakan pertama Invasi Perancis) lebih banyak disumbangkan oleh Heer (Angkatan Darat Jerman) sehingga menimbulkan kecemburuan bagi angkatan yang lain. Hal itulah yang ingin dihindari. Hitler berharap bahwa Luftwaffe mampu memberikan pukulan terakhir yang telak kepada pasukan sekutu yang telah terdesak di Dunkirk. Namun malang, meskipun Luftwaffe telah mengerahkan seluruh kekuatannya, tiga ratus ribu tentara sekutu tetap berhasil lolos ke tanah Inggris. Hal tersebut disebabkan karena sebenarnya Luftwaffe lebih dirancang sebagai supporting fire. Bukan sebagai penghantam utama kekuatan musuh. Sejarah juga mencatat bahwa sampai detik akhir perangpun, kekuatan udara tidak mampu menjadi sebuah penentu akhir peperangan. Amerika yang telah meluluhkan kota-kota Jerman di tahun 1944 pun tidak mampu membuat negara NAZI itu bertekuk lutut. Angkatan daratlah yang kemudian harus merebut pusat kekuatan NAZI di berlin, lebih dari setahun kemudian di tahun 1945. Barulah ketika bom atom berhasil dibuat dan dijatuhkan ke Jepang pada Agustus 1945. Pertama kalinya sebuah kekuatan udara dapat menjadi penentu jalannya pertempuran.

Kedua, daerah sekitar dunkirk adalah daerah orang-orang Flanders. Orang-orang Flanders relatif masih mempunyai ikatan darah dengan Jerman. Ada rumor yang mengatakan bahwa orang-orang Flander meminta Hitler untuk membangun sebuah negara baru di daerah mereka dan sebisa mungkin, perang tidak menimbulkan korban bagi masyarakat tersebut.

Ketiga, banyak yang berspekulasi bahwa Hitler jeri. Ada kabar yang menyatakan bahwa Hitler mengganggap wilayah sekitar Dunkirk tidak cocok sama sekali untuk peperangan tank. Tanah Dunkirk memang lebih di dominasi oleh lumpur dan pasir. Tank, dalam hal ini belum terbukti keampuhannya untuk bertempur di medan tersebut. Namun Jendral Guderian mengganggap bahwa hal itu tidaklah benar. Tank dirancang untuk mampu bertempur di segala medan. Bahkan kemampuan tankpun teruji di medan tempur Rusia yang berawa-rawa di kemudian hari.

Keempat, banyak sumber yang mengatakan bahwa Hitler sama sekali tidak mempunyai ‘nafsu’ untuk berperang dengan Inggris. Ia mengganggap bahwa Inggris sebenarnya masih mempunyai darah Jerman. Bangsa Anglosaxon yang merupakan mayoritas penduduk Inggris masih merupakan satu kerabat dengan ras Arya. Keluarga kerajaan Inggrispun mempunyai darah Jerman. House of Windsor sebenarnya bernama House of Saxe Colburge – keluarga ningrat Jerman. Untuk itulah Hitler oleh sebagian pengamat berusaha menghindari konflik terbuka dengan Inggris pada awal perang. Hal tersebut dianggap mempermudah proses perdamaian di kemudian hari. Salah satu hal yang mendukung pendapat ini adalah dikirimnya deputi pribadi Hitler, Rudolf Hess ke Inggris dengan mengendarai pesawat tempur pada tahun 1941. Akan tetapi nasib Hess tidaklah mujur. Setelah ditembak jatuh, Hess yang kebetulan selamat kemudian dijebloskan oleh Inggris ke penjara. Perundingan damaipun berhenti di sini. Dan tak ada satupun usaha Hitler setelah ini untuk berdamai dengan Negeri Ratu Victoria itu.

Apapun alasan Hitler, pertempuran Dunkirk adalah menjadi sebuah blunder Hitler yang pertama dan paling buruk sepanjang pertempuran. Tiga ratus ribu pasukan sekutu yang terdiri dari Inggris, Perancis, Polandia dan Belgia itu kemudian mampu menjadi bibit untuk pengembangan sekutu di masa mendatang. Pasukan inilah yang kemudian mengalahkan Rommel di Afrika Utara, pasukan ini juga yang berhasil mendepak Jerman dari Italia, mereka pulalah pasukan yang diterjunkan di Perancis Utara saat Operasi Normandy pada tahun 1944. Barangkali hal itu tidak terjadi atau setidaknya sulit terjadi jika pasukan yang terkepung di Dunkirk itu tidak lolos. Namun apa boleh buat. Keputusan Hitler yang dibuat pada Mei 1940 itu adalah bulat. Bahkan walaupun Jendral kawakan seperti Heinz Guderian menentang keras.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.