- Beranda
- Stories from the Heart
TULISAN HITAM
...
TS
barnak
TULISAN HITAM
Cerita ini adalah sebagian kecil dari kisah perjalanan hidup dari sahabat ane hingga ia menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit karena sebuah penyakit komplikasi mematikan yang ia derita cukup lama. Sebelum ia meninggal, ia menulis kegiatan sehari-harinya di buku diary miliknya.
Buku diary ini sedikit lebih tebal dari buku biasa, diary ini pun sangat lusuh dan berantakan karena hasil dari corat-coret dan gambar-gambar aneh didalamnya. Adapun bekas terbakar disekita ujung kertasnya. Walaupun begitu, diary ini tetap memiliki magnet untuk mengajak kita untuk membacanya.
Tokoh utama di cerita ini bernama Fredo, seorang anak muda yang kalem dan memiliki jiwa seni yang sangat luarbiasa, mulai dari cara ia menggambar dan bagaiman ia menuliskan sesuatu.
Fredo menceritakan setiap kegiatan di diarinya yang akan ane tulis ini, disana kalian akan lihat bagaimana gambaran seorang Fredo yang berkutat oleh berbagai macam masalah, mulai dari pertemanan, lingkungan, cinta, masa lalu, dendam, kematian hingga penyakit mematikan yang dideritanya.
Buku ini memang tidak ada judulnya, jadi ane rasa ane yang bakal kasih judul buat cerita ini di kaskus. Tapi sebelumnya ane minta maaf, isi ceritanya mengandung kata-kata kasar jadi tolong tidak terlalu diambil pusing. Ini ceritanya.
Quote:
Takdir kehidupan
To someone who live in peace
Pertigaan. Secuil harapan sebuah roman picisan.
Pion-pion serdadu. Dunia Saga. Intro: 1
Tentang Fredo Saat Masih Sekolah
Happy Fuckin Birthday Fredo
Gandaria
Lita Last Words
Happy Birthday Book
Cinta
Thursday The Thirteen, Smells Like Dirty Junkie
Tanpa Nama
Anak Mata Tangga, Sebuah Labirin Tangguh
Final Words:
25 April 2010 | Goodbye
Sayonara
Gambar:
Picture
Picture front cover dan back cover
Buku diary ini sedikit lebih tebal dari buku biasa, diary ini pun sangat lusuh dan berantakan karena hasil dari corat-coret dan gambar-gambar aneh didalamnya. Adapun bekas terbakar disekita ujung kertasnya. Walaupun begitu, diary ini tetap memiliki magnet untuk mengajak kita untuk membacanya.
Tokoh utama di cerita ini bernama Fredo, seorang anak muda yang kalem dan memiliki jiwa seni yang sangat luarbiasa, mulai dari cara ia menggambar dan bagaiman ia menuliskan sesuatu.
Fredo menceritakan setiap kegiatan di diarinya yang akan ane tulis ini, disana kalian akan lihat bagaimana gambaran seorang Fredo yang berkutat oleh berbagai macam masalah, mulai dari pertemanan, lingkungan, cinta, masa lalu, dendam, kematian hingga penyakit mematikan yang dideritanya.
Buku ini memang tidak ada judulnya, jadi ane rasa ane yang bakal kasih judul buat cerita ini di kaskus. Tapi sebelumnya ane minta maaf, isi ceritanya mengandung kata-kata kasar jadi tolong tidak terlalu diambil pusing. Ini ceritanya.
Quote:
Quote:
Spoiler for Indeks:
Quote:
Takdir kehidupan
To someone who live in peace
Pertigaan. Secuil harapan sebuah roman picisan.
Pion-pion serdadu. Dunia Saga. Intro: 1
Tentang Fredo Saat Masih Sekolah
Happy Fuckin Birthday Fredo
Gandaria
Lita Last Words
Happy Birthday Book
Cinta
Thursday The Thirteen, Smells Like Dirty Junkie
Tanpa Nama
Anak Mata Tangga, Sebuah Labirin Tangguh
Final Words:
25 April 2010 | Goodbye
Sayonara
Gambar:
Picture
Picture front cover dan back cover
Soundtrack
Spoiler for The used - Buried my self alive:
Whatever you do, whatever you feel right, just do whatever you want to do. I'm just your fuckin friend not your God or your parent's. That's what we called it " street love". Enjoy your life lads. --Fredo
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 22 suara
Siapa itu Arlita Karla Amelyntias?
Tyas
41%
Lita
59%
Diubah oleh barnak 31-08-2016 02:41
elenasan30 memberi reputasi
1
99.5K
678
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
barnak
#394
Happy Fuckin Birthday, Fredo
Tegap menantang dunia, sisi kehidupan ini yang mulai berpijak. Tertunduk pasrah, diantara gelap dan terang.
Dimanakah suara-suara yang aku dengar ditengah malam ? Yang sayu, yang merdu.. Satu mimpi yang bersatu padu.
Mulutku bising bersumpah serapah, memaki hingga mencaci. Seseorang disana yang kuanggap mentah lintah darat kemunafikan.. Seperti hadapan kaca yang saling bersalaman, dia adalah aku.. Tetapi aku bukan dia.. Sungguh membingungkan.. Ketika kisah dan cerita ini tengah dimulai, darahku menggigil tanda tidak siap..
Melodi berisik dari tawa-tawa anak rawa, yang bersiap maju ke medan pertempuran.. Dengan semangat mereka memadukan impian, keyakinan untuk hidup lebih baik di negara antah berantah negri pertiwi yang aku benci.. Mau dibawa kemana kehidupan ini, jika hidup serta jiwaku dipenuhi keraguan.. Memalukan.. Mati saja.. Paganini..
Inikah yang dinamakan "satu asa beribu harapan" ? Dihadapan pintu tertahan tembok megah yang sulit ditembus, aku berhenti memandangnya dengan hati dingin tetapi hangat.. Semangatku pudar seiring ajakan untuk tersenyum membuatku bimbang.. Fredo.. Mulut serta hatimu yang tidak serangkai.. Ketuk pintu tetapi salah lantai..
Inilah lagi kita bertemu sapa, di tengah tiupan angin dingin bertangga mimpi.. Disini aku mendengar suara hati yang mengaum lapar, singa hatiku yang takut masa depan.. Tanganku yang gatal mulai menari, menulis sejajar kalimat untuk ku nanti.. Diary, katakan padaku sejauh mana aku bisa berlari..
Detik jam dinding yang telah lewat membuatku menangis.. Bahagia, sedih atau senang aku pun tidak menanti.. Benci diriku menahan amarah untuk menjerit.. Lelah kekuatan otak untuk memacu semangat, aku ingin bersenang tetapi hatiku dingin seperti adukan salju lembut disekitar bibirku.. Persetan.. Lupakan itu.. 18 tahun, aku mencoba membusungkan dada.. Selamat ulang tahun..
Bila mana umurku tidak bertambah, mungkin saja aku masih bisa merasakan dentingan cawan kristal yang sering kita dengar ---> BERSULANG. Beratus ratus hari kali lipat dari sekarang.
Dry gin dan Vodka, nikmatilah selagi bisa.
-Fredo
0
