- Beranda
- Kids & Parenting
Anak Bawang...Tidak Selamanya
...
TS
dapurena
Anak Bawang...Tidak Selamanya
Mana enak jadi anak bawang. Saya pernah merasakannya. Sekarang, seolah-olah anak kami pun jadi anak bawang. Beberapa kali dia tidak mendapat kesempatan yang dia rasa dia bisa. 
Tapi, karena saya tahu bahwa saya pernah merasakannya saya berusaha membesarkan hatinya dengan mengatakan bahwa ia perlu:
*Bersyukur untuk kesempatan-kesempatan yang dipercayakan padanya, sekecil apapun itu.
*Lakukan yang terbaik, bukan untuk pamer...tetapi sebagai tanda syukur atas bakat yang dimilikinya.
*Ketuk pintu kesempatan dengan meminta kesempatan kepada gurunya agar ia dapat melakukan sesuatu yang ia bisa dan ia sukai.
Sumber:
a.

Tapi, karena saya tahu bahwa saya pernah merasakannya saya berusaha membesarkan hatinya dengan mengatakan bahwa ia perlu:
*Bersyukur untuk kesempatan-kesempatan yang dipercayakan padanya, sekecil apapun itu.
*Lakukan yang terbaik, bukan untuk pamer...tetapi sebagai tanda syukur atas bakat yang dimilikinya.
*Ketuk pintu kesempatan dengan meminta kesempatan kepada gurunya agar ia dapat melakukan sesuatu yang ia bisa dan ia sukai.
Sumber:
a.0
4.7K
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kids & Parenting
4.2KThread•6KAnggota
Tampilkan semua post
Ramley
#19
Quote:
Masih banyak juga ternyata yang menganggap bahwa ajang untuk unjuk kerja dan hasil karya cuma panggung disekolah. Ajang untuk unjuk hasil kerja dan hasil karya sebenarnya nggak cuma di sekolah. Ada 2 lingkungan lain yang bisa kita manfaatkan. Selain sekolah, lingkungan keluarga, dan masyarakat bisa kita manfaatkan untuk unjuk hasil kerja dan hasil karya anak. Ada satu lagi ajang yang malah bisa ditonton ribuan or jutaan orang. Kalo mau pake youtube malah bisa terkenal kayak JusBib. Hehehe...
Oke, coba TS jawab pertanyaan ini :
Apakah anak yang tampil di panggung itu adalah penilaian mutlak untuk ukuran keberhasilan hasil kerja dan hasil karya anak ??
Apakah penampilan anak dipanggung itu sudah mencerminkan originalitas bakat dan keahlian anak, ataukah masih ditraining guru-gurunya, atau malah lebih parah lagi, imitasi habis-habisan dari artis atau public performance di TV ??
Selama ini penghargaan dari ortu ke anak atas unjuk kerja dan hasil karya anak kayak gimana, kok anak pengen banget tampil di panggung??
Kalo memang masih memaksa mau tampil di panggung, ya coba bikin acara dirumah, bikin panggung kalo perlu, Ajak keluarga untuk nonton. Yakinkan anak untuk memberikan yang terbaik dari hasil kerja dan karyanya. Jarang banget yang bisa punya komitmen sampe segini. Nggak tahu dah, terlalu ja'im atau emang nggak mau repot buat perkuatan self-confidence anak...
Atau kalo emang ada acara lomba yang anak merasa mampu bisa diikutkan juga. Jangan targetkan menang, tapi dorong anak untuk mengerahkan kemampuan terbaik.
Quote:
Udah bagus kok caranya.. Biarkan anak yang memutuskan.. Kita cuma ngasih rambu dan konsekuensinya.. Process dan decision tetep anak yang jalanin..
Kalo bisa, coba sedikit lebih dipush untuk berpikir, andaikata dirasa sudah mampu. Misalnya :
"Mau permen dari guru ??"
"Kalo mau permen trus usahanya apa donk ??"
--Kalo dirasa masih agak berat buat anaknya, coba dipancing dengan :
"Temen2mu pada maju semua tuh biar dapat permen..."
"Ada yang nggak maju, ya nggak dapat permen..."
Atau kalimat lain yang sekiranya memancing & ngepush anak untuk berpikir tentang proses dan keputusannya secara cepat..
0
