TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/2muchgaming.com/wp-content/uploads/2011/09/All-Kamen-Rider.jpg)
Kamen Rider School
Genre:Action | Drama | Sci-Fi | Fantasy
ATTENTION!
Cerita ini adalah AU dgn "sedikit" bumbu tambahan dari cerita asli masing2 rider, namun tidak merubah tema dan settingnya..
- Semua "rider utama dan rider cewek" Era HEISEI adalah generasi penerus dari user lama, mulai dari Era Kuuga sampai Kiva. Misal: Kuuga yg baru adalah anak dari Godai Yusuke yg diwariskan sabuk arcle olehnya..
Selain itu, sebagai tambahan, KR Accel dan Nadeshiko juga generasi penerus (soalnya gw punya tujuan tertentu pada 2 rider ini).. - Rider Era SHOWA, hanya 3 rider yg merupakan generasi penerus: Black RX, Zo, dan Tackle. Selebihnya, user lama.. Semua akan dijelaskan nanti seiring berjalannya cerita..
WARNING!!!
Code:
This FanFiction has been categorized as 'mature', therefore may contain intense violence, blood/gore and/or strong language that may not be appropriate for underage viewers.
Spoiler for Characters:
Ariel Matsuyama
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/i46.tinypic.com/2q1s361.jpg)
Hairstyle and colour: Raven-Black
Eyestyle and colour: Onyx-Black
Personality: Calm and Confidence
Organization: ZECT
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Shigeru Jo (Kamen Rider Stronger)
Mother: Yuriko Misaki ([old] Human Tackle)
Brother: Souji Tendou ([old] Kamen Rider Kabuto)
Seorang anak laki-laki berusia enam belas tahun yang hidup dengan harta peninggalan orangtuanya yang sudah meninggal. Dia tinggal di asrama bersama para siswa Heishi yang lain.
Satu-satunya tujuan hidup yang dia miliki adalah "balas dendam" pada seseorang yang telah membunuh kedua orangtuanya di depan mata kepalanya sendiri sewaktu kecil. Selain orangtua, dia juga kehilangan orang-orang terdekatnya di organisasi ZECT. Maka dari itu, ia terus menerus menempa fisik serta kemampuan beladiri yang ia miliki agar kelak dapat membunuh orang yang telah merenggut kebahagiaannya dengan kedua tangannya sendiri.
Di Heishi, hampir seluruh murid perempuan menyukai Ariel karena semua bakat yang ia miliki, serta selalu menjadi juara kelas. Ditambah lagi, semua yang dia lakukan selalu sempurna dan tampak benar, serta berjalan sesuai perkiraannya. Mempunyai ciri khas selalu menunjuk ke langit dan mengutip petuah-petuah dari neneknya.
Ryosuke Nakamura
Hairstyle and colour: Short straight-Black
Eyes colour: Black
Personality: Ambitious
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Godai Yusuke ([old] Kamen Rider Kuuga)
Mother: Sakurako Sawatari
Melindungi senyuman semua orang! Membela kebenaran, membasmi kejahatan! Itulah tujuan hidup dan motto yang dimiliki oleh seorang Ryosuke Nakamura: Remaja naif berusia enam belas tahun yang pada awalnya hidup di lingkungan non rider, sebelum akhirnya bertemu dengan Zhandy Yamatake yang memberitahukan siapa dia sebenarnya. Anak dari Godai Yusuke.
Berbeda dari Godai, Ryosuke cenderung pemalas, ceroboh, dan selalu melakukan hal-hal bodoh. Meski begitu, ia adalah orang yang ambisius dan mempunyai keinginan menjadi rider nomor satu.
Takdir memilihnya untuk meneruskan perjuangan Godai sebagai Kamen Rider Kuuga.
Kamen Rider Kuuga
Growing form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/a1.ec-images.myspacecdn.com/images01/89/8b2777e28059cd587f81e93806a9f060/l.jpg)
Perubahan wujud Ryosuke saat berhasil membangkitkan kekuatan Kuuga untuk yang pertama kali. Wujud paling dasar. Kekuatannya hanya cukup untuk melawan monster-monster berlevel rendah.
Jika penggunanya terluka parah dalam form ini, maka dia tidak bisa Henshin selama 2 jam.
Mighty form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20110702051026/kamenrider/images/3/3c/Kamen-rider-kuuga.jpg)
Wujud sempurna Kuuga setelah melewati fase Growing form. Wujud/Form yang jauh lebih kuat dibandingkan Growing form. Kekuatan serta kecepatan serangannya pun meningkat, meski tidak "over speed" seperti kecepatan cahaya yang dimiliki Kamen Rider Kabuto.
Spoiler for Pict:
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/i46.tinypic.com/2q1s361.jpg)
Hairstyle and colour: Raven-Black
Eyestyle and colour: Onyx-Black
Personality: Calm and Confidence
Organization: ZECT
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Shigeru Jo (Kamen Rider Stronger)
Mother: Yuriko Misaki ([old] Human Tackle)
Brother: Souji Tendou ([old] Kamen Rider Kabuto)
Seorang anak laki-laki berusia enam belas tahun yang hidup dengan harta peninggalan orangtuanya yang sudah meninggal. Dia tinggal di asrama bersama para siswa Heishi yang lain.
Satu-satunya tujuan hidup yang dia miliki adalah "balas dendam" pada seseorang yang telah membunuh kedua orangtuanya di depan mata kepalanya sendiri sewaktu kecil. Selain orangtua, dia juga kehilangan orang-orang terdekatnya di organisasi ZECT. Maka dari itu, ia terus menerus menempa fisik serta kemampuan beladiri yang ia miliki agar kelak dapat membunuh orang yang telah merenggut kebahagiaannya dengan kedua tangannya sendiri.
Di Heishi, hampir seluruh murid perempuan menyukai Ariel karena semua bakat yang ia miliki, serta selalu menjadi juara kelas. Ditambah lagi, semua yang dia lakukan selalu sempurna dan tampak benar, serta berjalan sesuai perkiraannya. Mempunyai ciri khas selalu menunjuk ke langit dan mengutip petuah-petuah dari neneknya.
Spoiler for Wujud Rider:
Kamen Rider Kabuto
Masked form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/img2.imageshack.us/img2/2599/kamenriderkabutomaskedf.jpg)
Wujud awal Kamen Rider Kabuto, Masked form. Form yang membuat penggunanya memiliki kekuatan besar dan lebih tahan terhadap serangan, namun minim kecepatan, serta tidak bisa bergerak dengan leluasa.
Rider form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/www.gunjap.net/site/wp-content/uploads/2011/07/4165.jpg)
Bentuk kedua dari Masked form setelah melakukan CAST OFF. Dalam wujud ini, si pengguna dapat bergerak jauh lebih leluasa, meski daya tahannya tidak sekuat Masked form. Tapi, beladiri yang dimiliki Ariel selaku pengguna, terbilang sangat luwes tanpa gerakan yang sia-sia, jadi dapat memberi advantage tersendiri ketika bertarung.
Kabuto memiliki ability spesial bernama "Clock Up" yang mampu membuatnya bergerak dengan kecepatan cahaya. Hal ini menjadikan Kabuto rider terkuat di Heishi yang hanya bisa ditandingi oleh rider-rider tertentu.
Masked form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/img2.imageshack.us/img2/2599/kamenriderkabutomaskedf.jpg)
Wujud awal Kamen Rider Kabuto, Masked form. Form yang membuat penggunanya memiliki kekuatan besar dan lebih tahan terhadap serangan, namun minim kecepatan, serta tidak bisa bergerak dengan leluasa.
Rider form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/www.gunjap.net/site/wp-content/uploads/2011/07/4165.jpg)
Bentuk kedua dari Masked form setelah melakukan CAST OFF. Dalam wujud ini, si pengguna dapat bergerak jauh lebih leluasa, meski daya tahannya tidak sekuat Masked form. Tapi, beladiri yang dimiliki Ariel selaku pengguna, terbilang sangat luwes tanpa gerakan yang sia-sia, jadi dapat memberi advantage tersendiri ketika bertarung.
Kabuto memiliki ability spesial bernama "Clock Up" yang mampu membuatnya bergerak dengan kecepatan cahaya. Hal ini menjadikan Kabuto rider terkuat di Heishi yang hanya bisa ditandingi oleh rider-rider tertentu.
Ryosuke Nakamura
Spoiler for Pict:
Hairstyle and colour: Short straight-Black
Eyes colour: Black
Personality: Ambitious
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Godai Yusuke ([old] Kamen Rider Kuuga)
Mother: Sakurako Sawatari
Melindungi senyuman semua orang! Membela kebenaran, membasmi kejahatan! Itulah tujuan hidup dan motto yang dimiliki oleh seorang Ryosuke Nakamura: Remaja naif berusia enam belas tahun yang pada awalnya hidup di lingkungan non rider, sebelum akhirnya bertemu dengan Zhandy Yamatake yang memberitahukan siapa dia sebenarnya. Anak dari Godai Yusuke.
Berbeda dari Godai, Ryosuke cenderung pemalas, ceroboh, dan selalu melakukan hal-hal bodoh. Meski begitu, ia adalah orang yang ambisius dan mempunyai keinginan menjadi rider nomor satu.
Takdir memilihnya untuk meneruskan perjuangan Godai sebagai Kamen Rider Kuuga.
Spoiler for Wujud rider:
Kamen Rider Kuuga
Growing form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/a1.ec-images.myspacecdn.com/images01/89/8b2777e28059cd587f81e93806a9f060/l.jpg)
Perubahan wujud Ryosuke saat berhasil membangkitkan kekuatan Kuuga untuk yang pertama kali. Wujud paling dasar. Kekuatannya hanya cukup untuk melawan monster-monster berlevel rendah.
Jika penggunanya terluka parah dalam form ini, maka dia tidak bisa Henshin selama 2 jam.
Mighty form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20110702051026/kamenrider/images/3/3c/Kamen-rider-kuuga.jpg)
Wujud sempurna Kuuga setelah melewati fase Growing form. Wujud/Form yang jauh lebih kuat dibandingkan Growing form. Kekuatan serta kecepatan serangannya pun meningkat, meski tidak "over speed" seperti kecepatan cahaya yang dimiliki Kamen Rider Kabuto.
Spoiler for Supporting Characters:
In process
FanFic ini juga diterbitkan di:
- FanFiction.Net
- Kompasiana
- LautanIndonesia
- Indonesiaamers
- Wordpress.com
Quote:
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 04-06-2013 20:05
0
15.4K
Kutip
43
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#18
-=Episode 3: First Transformation (Act 6)=-
Spoiler for Act 6:
Akan tetapi, belum sempat balok itu menyentuh tubuh Ryosuke, seorang Yakuza terkejut ketika melihat lambang Heishi yang menempel di kantung almamater Ryosuke.
“Tunggu!” teriak Yakuza itu yang membuat teman-temannya berhenti sejenak. “Coba lihat itu!” sambungnya, sambil menunjuk lambang Heishi pada almamater Ryosuke. Yang mereka tahu, Heishi adalah sekolah superhero bernama Kamen Rider yang paling terkenal di Kota Setsuna. Semua siswanya adalah rider pilihan yang sangat terlatih.
Yakuza-yakuza tersebut membelalak begitu mereka melihat lambang Heishi yang tertera di almamater Ryosuke. Tidak lebih dari lima detik, mereka semua berbalik, kemudian berteriak, “Uwaaahh!! Rider Heishi!!!! Selamatkan diri kaliaaann!!!!” lalu lari tunggang langgang seperti sedang dikejar setan tengah hari bolong.
“Aah... Kau ini bagaimana sih?? Kabur tuh mereka!?” protes Nancy.
“Lho memangnya apa yang salah??” kata Ryosuke kebingungan, “Bukannya malah bagus mereka pergi tanpa melukai siapapun? Tapi aku bingung, setelah melihat lambang di jaketku ini koq mereka langsung kabur begitu ya? Memangnya ada yang menyeramkan??”
“Oh iya. Maaf kalau aku lupa memberitahu ini sebelumnya. Heishi itu, sudah dikenal diseluruh penjuru kota sebagai sekolah superhero nomor satu. Rider-rider dari Heishi sering meringkus penjahat dengan sangat enteng, bahkan monster-monster yang menyerang kota sekalipun. Jadi, wajar saja jika para Yakuza itu takut padamu. Kekuatan manusia biasa tidak setara dengan kekuatan Kamen Rider, tahu. Makanya, sebagai murid Heishi, aku sengaja melepas semua atributku agar tidak ketahuan kalau aku seorang Kamen Rider.”
“Ooohh...” Ryosuke manggut-manggut mendengar penjelasan Nancy. “Tapi aku kan belum bisa Henshin jadi Kamen Rider. Kenapa mereka harus takut?” tanyanya.
“Ya ampun, kau ini bodoh sekali. Yang namanya orang awam disini itu, hanya tahu kalau semua yang ada di Heishi, termasuk siswanya pasti bisa Henshin! Atau minimal punya kekuatan super lah.”
“Begitu ya.. Hihihi.. Tapi, ngomong-ngomong apa tujuanmu melakukan hal seperti tadi?”
Nancy diam sejenak, sebelum akhirnya menjawab, “Yaa tentu saja untuk memancing kekuatanmu keluar, supaya kau bisa Henshin!”
“Apa?? Yang benar saja?? Masa harus cari masalah dulu supaya aku bisa Henshin??”
“Lalu harus bagaimana lagi? Cara biasa tidak efektif, terpaksa pakai cara memancing bahaya seperti ini. Sesuai dengan apa yang kau bilang, kekuatanmu akan bangkit jika melihat orang lain dalam bahaya.”
“Tapi tidak begini juga kali!”
“Ah yasudahlah, tidak usah banyak protes, yang penting bisa Henshin! Ayo sekarang ikut aku!” bantah Nancy seraya menarik tangan Ryosuke dan membawanya berjalan.
“Ikut kemana??”
“Ayo ikut saja!”
Akhirnya, Ryosuke pun mengikuti Nancy. Kali ini Nancy membawanya ke jalan raya yang kita semua tahu kalau kendaraan-kendaraan disana terus melaju kencang tanpa berhenti.
Dengan nekadnya Nancy berdiri di tengah-tengah jalan raya tersebut untuk menantang maut. Tentu saja hal itu membuat Ryosuke kaget setengah mati dan segera berlari untuk menyelamatkannya, meski harus dibayar mahal dengan luka di sikut dan juga lutut mereka masing-masing karena berangkulan di aspal. Tapi, yang sangat disayangkan, Ryosuke tetap tidak berubah wujud.
Setelah itu, Nancy kembali menantang bahaya. Kali ini di sebuah gunung merapi Kota Setsuna. Lahar panasnya menyembul-nyembul ke atas, membuat gunung tersebut terlihat sangat menakutkan. Siapapun yang terperosok kesana, pasti akan langsung terpanggang hangus.
Tanpa fikir panjang, Nancy segera meluncur ke lahar panas tersebut. Parahnya, ia tidak memikirkan keselamatan nyawanya sendiri.
Ryosuke pun kaget dan panik melihat hal gila yang dilakukan oleh temannya. Jika dia juga meloncat untuk menolong Nancy, percuma saja. Mereka berdua akan mati konyol jadi daging panggang. Walhasil, Ryosuke hanya bisa pasrah jika harus kehilangan Nancy.
Akan tetapi, nasib mujur masih menghampiri mereka. Seekor Naga merah tiba-tiba muncul dan menolong Nancy. Naga itu adalah penghuni gunung merapi tersebut. Dia baik, tidak jahat. Makanannya adalah buah-buahan, bukan daging, apalagi daging manusia.
Nancy lega umurnya masih panjang. Begitu juga dengan Ryosuke, dia senang temannya masih diberi kesempatan hidup. Tapi, di sisi lain, Nancy menyesal melihat Ryosuke yang tidak juga berubah menjadi Kuuga.
Sesudah berterimakasih pada Sang Naga, Nancy dan Ryosuke keluar dari gunung itu. Tentu saja Nancy ingin menantang bahaya lagi. Dia tidak mau menyerah sebelum kekuatan Kuuga yang ada dalam diri Ryosuke benar-benar bangkit.
Berkali-kali Nancy menantang bahaya dengan beragam jenis. Namun, berkali-kali pula hasilnya selalu nihil, malah dia selalu nyaris mati. Yang paling parah adalah ketika ia mengikat dirinya sendiri di rel kereta api, yang mana pada saat itu kereta api sedang melaju. Untung saja nyawanya masih selamat. Karena tiba-tiba kakak kelas dari Heishi kebetulan lewat dan menyelamatkan Nancy dengan kekuatan ridernya. Sementara Ryosuke? Tidak ada perkembangan signifikan yang terjadi pada dirinya. Jangankan berubah wujud, menolong Nancy saja dia tidak berani.
“Nancy, sudah dong... Kalau begini terus gila namanya.” ucap Ryosuke dengan nada lemas, seraya bersandar di tiang listrik yang ada di pinggir jalan.
Nancy berkacak pinggang, lalu melotot ke arah Ryosuke. “Tidak! Aku tidak mau menyerah sebelum kau bisa Henshin menjadi Kuuga! Pokoknya harus bisa!”
“Bukannya lebih baik kita balik ke sekolah saja? Latihannya dilanjut saja besok. Lagipula jam istirahat kita sudah habis, bisa-bisa dimarahi para Sensei nanti.”
“Dimarahi? Para Sensei saja sedang rapat. Setelah jam istirahat ya jam pelajaran kosong. Murid-murid pastinya sudah bubar ke asrama, atau main-main di kelas.”
“Yasudah, kita balik ke asrama saja, bagaimana?”
“Tidak! Tidak ada yang boleh ke asrama sebelum kau Henshin, titik!”
Tiba-tiba, setelah mengomel, Nancy mendapatkan sebuah ide persis ketika ia melihat seekor Anjing Herder besar yang tengah diikat di depan pagar rumah seseorang. Dengan langkah pasti, ia pun menghampiri pagar itu.
“Hey Nancy, apa yang ingin kau lakukan?” tahan Ryosuke.
“Sudah lihat saja...” jawab Nancy. Lalu ia kembali meneruskan langkahnya.
“GUKK!! WAF WAF WAF WAF!!” Anjing yang dihampiri Nancy sudah menyalak-nyalak ke arahnya.
Dengan hati-hati Nancy mencari celah untuk dapat melepaskan tali pengikat Anjing itu. “Anjing pintar... Anjing pintar...” ucapnya meredam suasana. Akhirnya, ia berhasil menemukan cara dengan menggukan kayu untuk mencongkel tali pengikat si Anjing yang melilit di pagar.
Dan...
Ctass!
Tali pun terbuka. Anjing galak itu jelas saja mengejar Nancy.
Ryosuke yang melihatnya kaget bukan main. Dan pada akhirnya dia juga ikut dikejar bersama Nancy.
“Kau ini ada-ada saja, Nancy! Apa ini salah satu caramu juga agar aku bisa Henshin?” tanya Ryosuke dengan nafas terengah-engah karena berlari dari kejaran Anjing.
“Hahaha.. Ayo cepat Henshin! Bahaya sudah datang tuh.” jawab Nancy yang berlari mengimbangi Ryosuke. Di saat seperti ini dia masih sempat saja tertawa.
“Kau ini.... Dasar!”
“Hahaha.. Makanya cepat Henshin, maka semuanya akan beres!”
“Gila!”
Sudah lebih dari sepuluh menit mereka dikejar Anjing. Selama sepuluh menit itu pula mereka melewati banyak jalan dari yang besar sampai yang kecil, dari yang lega sampai yang sempit, demi menyelamatkan diri. Nafas mereka pun makin tersenggal-senggal saja. Tapi, Ryosuke tetap tidak bisa mengeluarkan kekuatannya, hingga saat ini.
Sampai pada akhirnya, mereka melihat sebuah kejadian yang menghentikan langkah mereka.
Pemandangan yang mereka lihat ialah pertarungan sesosok rider 'yang sangat mereka kenal'. Rider itu bertarung sengit melawan tiga sosok rider sekaligus. Setiap serangan yang mereka lancarkan seolah tidak mengijinkan lawannya untuk bernafas. Apalagi, gerakan-gerakan beladiri mereka terlihat sangat apik. Tapi kelihatannya, rider yang cuma satu ini makin lama makin terpojok. Berkali-kali ia kena pukul pada bagian-bagian tertentu yang tanpa pertahanan: punggung, rusuk, maupun pergelangan kakinya.
“Lho, Black RX??” tebak Nancy, yang ternyata benar.
“Zhandy??” sambung Ryosuke, “Kenapa dia bisa ada disitu??”
“WAF WAF WAF WAFF!!” tiba-tiba Anjing yang mengejar mereka tadi melompat, membuat Nancy menoleh ke belakang.
“Berisiiikkk!!!” teriaknya.
JDUAGH!!
Dengan keras ia menendang Anjing tersebut tepat di dagunya.
Tuiiiinnggg!!! Si Anjing pun terpental jauh sekali,
Ssruukk!
...dan tersungkur masuk ke dalam tong sampah yang berada sepuluh meter dari tempat Nancy berpijak.
“Wow!!” seru Ryosuke, terkagum. “Bukannya daritadi! Kalau daritadi seperti itu kita tidak perlu lari buang-buang tenaga kan?”
“Tadi aku kan mau memancing kekuatanmu keluar. Kalau sekarang sih yang terpenting kita harus membantu Zhandy! Anjing itu kutendang saja, daripada nanti jadi merepotkan!” Nancy menjelaskan.
“Nancy? Ryosuke? Kenapa mereka bisa ada disini?” kata Black RX yang sempat menoleh ke arah mereka ketika sedang bertarung, sebelum akhirnya dipukul jatuh oleh Punch Hopper.
Baru saja Nancy dan Ryosuke hendak membantu gurunya, langkah mereka berdua tersendat. Sesosok monster berwujud Laba-laba muncul menghadang mereka.
“Bosogidejasu.. Bosogidejasu..” ucap monster itu.
Dahi Ryosuke berkerut bingung. Eh, apa itu? bahasa purba? Pikirnya. “Apa sih yang dia katakan??”
“Kau tidak tahu?? Itu lawannya Kuuga, tahu! Namanya Zugumunba, monster dari bangsa Grongi.” ujar Nancy.
“Eh? Lawannya Kuuga??”
“Ryosuke. Kau tahan Grongi itu sebentar!” perintah Nancy, seraya mengeluarkan deck kartu putih dari dalam saku celananya, “Biar aku yang menyelesaikan ini!”.
“Tunggu!” teriak Yakuza itu yang membuat teman-temannya berhenti sejenak. “Coba lihat itu!” sambungnya, sambil menunjuk lambang Heishi pada almamater Ryosuke. Yang mereka tahu, Heishi adalah sekolah superhero bernama Kamen Rider yang paling terkenal di Kota Setsuna. Semua siswanya adalah rider pilihan yang sangat terlatih.
Yakuza-yakuza tersebut membelalak begitu mereka melihat lambang Heishi yang tertera di almamater Ryosuke. Tidak lebih dari lima detik, mereka semua berbalik, kemudian berteriak, “Uwaaahh!! Rider Heishi!!!! Selamatkan diri kaliaaann!!!!” lalu lari tunggang langgang seperti sedang dikejar setan tengah hari bolong.
“Aah... Kau ini bagaimana sih?? Kabur tuh mereka!?” protes Nancy.
“Lho memangnya apa yang salah??” kata Ryosuke kebingungan, “Bukannya malah bagus mereka pergi tanpa melukai siapapun? Tapi aku bingung, setelah melihat lambang di jaketku ini koq mereka langsung kabur begitu ya? Memangnya ada yang menyeramkan??”
“Oh iya. Maaf kalau aku lupa memberitahu ini sebelumnya. Heishi itu, sudah dikenal diseluruh penjuru kota sebagai sekolah superhero nomor satu. Rider-rider dari Heishi sering meringkus penjahat dengan sangat enteng, bahkan monster-monster yang menyerang kota sekalipun. Jadi, wajar saja jika para Yakuza itu takut padamu. Kekuatan manusia biasa tidak setara dengan kekuatan Kamen Rider, tahu. Makanya, sebagai murid Heishi, aku sengaja melepas semua atributku agar tidak ketahuan kalau aku seorang Kamen Rider.”
“Ooohh...” Ryosuke manggut-manggut mendengar penjelasan Nancy. “Tapi aku kan belum bisa Henshin jadi Kamen Rider. Kenapa mereka harus takut?” tanyanya.
“Ya ampun, kau ini bodoh sekali. Yang namanya orang awam disini itu, hanya tahu kalau semua yang ada di Heishi, termasuk siswanya pasti bisa Henshin! Atau minimal punya kekuatan super lah.”
“Begitu ya.. Hihihi.. Tapi, ngomong-ngomong apa tujuanmu melakukan hal seperti tadi?”
Nancy diam sejenak, sebelum akhirnya menjawab, “Yaa tentu saja untuk memancing kekuatanmu keluar, supaya kau bisa Henshin!”
“Apa?? Yang benar saja?? Masa harus cari masalah dulu supaya aku bisa Henshin??”
“Lalu harus bagaimana lagi? Cara biasa tidak efektif, terpaksa pakai cara memancing bahaya seperti ini. Sesuai dengan apa yang kau bilang, kekuatanmu akan bangkit jika melihat orang lain dalam bahaya.”
“Tapi tidak begini juga kali!”
“Ah yasudahlah, tidak usah banyak protes, yang penting bisa Henshin! Ayo sekarang ikut aku!” bantah Nancy seraya menarik tangan Ryosuke dan membawanya berjalan.
“Ikut kemana??”
“Ayo ikut saja!”
Akhirnya, Ryosuke pun mengikuti Nancy. Kali ini Nancy membawanya ke jalan raya yang kita semua tahu kalau kendaraan-kendaraan disana terus melaju kencang tanpa berhenti.
Dengan nekadnya Nancy berdiri di tengah-tengah jalan raya tersebut untuk menantang maut. Tentu saja hal itu membuat Ryosuke kaget setengah mati dan segera berlari untuk menyelamatkannya, meski harus dibayar mahal dengan luka di sikut dan juga lutut mereka masing-masing karena berangkulan di aspal. Tapi, yang sangat disayangkan, Ryosuke tetap tidak berubah wujud.
Setelah itu, Nancy kembali menantang bahaya. Kali ini di sebuah gunung merapi Kota Setsuna. Lahar panasnya menyembul-nyembul ke atas, membuat gunung tersebut terlihat sangat menakutkan. Siapapun yang terperosok kesana, pasti akan langsung terpanggang hangus.
Tanpa fikir panjang, Nancy segera meluncur ke lahar panas tersebut. Parahnya, ia tidak memikirkan keselamatan nyawanya sendiri.
Ryosuke pun kaget dan panik melihat hal gila yang dilakukan oleh temannya. Jika dia juga meloncat untuk menolong Nancy, percuma saja. Mereka berdua akan mati konyol jadi daging panggang. Walhasil, Ryosuke hanya bisa pasrah jika harus kehilangan Nancy.
Akan tetapi, nasib mujur masih menghampiri mereka. Seekor Naga merah tiba-tiba muncul dan menolong Nancy. Naga itu adalah penghuni gunung merapi tersebut. Dia baik, tidak jahat. Makanannya adalah buah-buahan, bukan daging, apalagi daging manusia.
Nancy lega umurnya masih panjang. Begitu juga dengan Ryosuke, dia senang temannya masih diberi kesempatan hidup. Tapi, di sisi lain, Nancy menyesal melihat Ryosuke yang tidak juga berubah menjadi Kuuga.
Sesudah berterimakasih pada Sang Naga, Nancy dan Ryosuke keluar dari gunung itu. Tentu saja Nancy ingin menantang bahaya lagi. Dia tidak mau menyerah sebelum kekuatan Kuuga yang ada dalam diri Ryosuke benar-benar bangkit.
Berkali-kali Nancy menantang bahaya dengan beragam jenis. Namun, berkali-kali pula hasilnya selalu nihil, malah dia selalu nyaris mati. Yang paling parah adalah ketika ia mengikat dirinya sendiri di rel kereta api, yang mana pada saat itu kereta api sedang melaju. Untung saja nyawanya masih selamat. Karena tiba-tiba kakak kelas dari Heishi kebetulan lewat dan menyelamatkan Nancy dengan kekuatan ridernya. Sementara Ryosuke? Tidak ada perkembangan signifikan yang terjadi pada dirinya. Jangankan berubah wujud, menolong Nancy saja dia tidak berani.
“Nancy, sudah dong... Kalau begini terus gila namanya.” ucap Ryosuke dengan nada lemas, seraya bersandar di tiang listrik yang ada di pinggir jalan.
Nancy berkacak pinggang, lalu melotot ke arah Ryosuke. “Tidak! Aku tidak mau menyerah sebelum kau bisa Henshin menjadi Kuuga! Pokoknya harus bisa!”
“Bukannya lebih baik kita balik ke sekolah saja? Latihannya dilanjut saja besok. Lagipula jam istirahat kita sudah habis, bisa-bisa dimarahi para Sensei nanti.”
“Dimarahi? Para Sensei saja sedang rapat. Setelah jam istirahat ya jam pelajaran kosong. Murid-murid pastinya sudah bubar ke asrama, atau main-main di kelas.”
“Yasudah, kita balik ke asrama saja, bagaimana?”
“Tidak! Tidak ada yang boleh ke asrama sebelum kau Henshin, titik!”
Tiba-tiba, setelah mengomel, Nancy mendapatkan sebuah ide persis ketika ia melihat seekor Anjing Herder besar yang tengah diikat di depan pagar rumah seseorang. Dengan langkah pasti, ia pun menghampiri pagar itu.
“Hey Nancy, apa yang ingin kau lakukan?” tahan Ryosuke.
“Sudah lihat saja...” jawab Nancy. Lalu ia kembali meneruskan langkahnya.
“GUKK!! WAF WAF WAF WAF!!” Anjing yang dihampiri Nancy sudah menyalak-nyalak ke arahnya.
Dengan hati-hati Nancy mencari celah untuk dapat melepaskan tali pengikat Anjing itu. “Anjing pintar... Anjing pintar...” ucapnya meredam suasana. Akhirnya, ia berhasil menemukan cara dengan menggukan kayu untuk mencongkel tali pengikat si Anjing yang melilit di pagar.
Dan...
Ctass!
Tali pun terbuka. Anjing galak itu jelas saja mengejar Nancy.
Ryosuke yang melihatnya kaget bukan main. Dan pada akhirnya dia juga ikut dikejar bersama Nancy.
“Kau ini ada-ada saja, Nancy! Apa ini salah satu caramu juga agar aku bisa Henshin?” tanya Ryosuke dengan nafas terengah-engah karena berlari dari kejaran Anjing.
“Hahaha.. Ayo cepat Henshin! Bahaya sudah datang tuh.” jawab Nancy yang berlari mengimbangi Ryosuke. Di saat seperti ini dia masih sempat saja tertawa.
“Kau ini.... Dasar!”
“Hahaha.. Makanya cepat Henshin, maka semuanya akan beres!”
“Gila!”
Sudah lebih dari sepuluh menit mereka dikejar Anjing. Selama sepuluh menit itu pula mereka melewati banyak jalan dari yang besar sampai yang kecil, dari yang lega sampai yang sempit, demi menyelamatkan diri. Nafas mereka pun makin tersenggal-senggal saja. Tapi, Ryosuke tetap tidak bisa mengeluarkan kekuatannya, hingga saat ini.
Sampai pada akhirnya, mereka melihat sebuah kejadian yang menghentikan langkah mereka.
Pemandangan yang mereka lihat ialah pertarungan sesosok rider 'yang sangat mereka kenal'. Rider itu bertarung sengit melawan tiga sosok rider sekaligus. Setiap serangan yang mereka lancarkan seolah tidak mengijinkan lawannya untuk bernafas. Apalagi, gerakan-gerakan beladiri mereka terlihat sangat apik. Tapi kelihatannya, rider yang cuma satu ini makin lama makin terpojok. Berkali-kali ia kena pukul pada bagian-bagian tertentu yang tanpa pertahanan: punggung, rusuk, maupun pergelangan kakinya.
“Lho, Black RX??” tebak Nancy, yang ternyata benar.
“Zhandy??” sambung Ryosuke, “Kenapa dia bisa ada disitu??”
“WAF WAF WAF WAFF!!” tiba-tiba Anjing yang mengejar mereka tadi melompat, membuat Nancy menoleh ke belakang.
“Berisiiikkk!!!” teriaknya.
JDUAGH!!
Dengan keras ia menendang Anjing tersebut tepat di dagunya.
Tuiiiinnggg!!! Si Anjing pun terpental jauh sekali,
Ssruukk!
...dan tersungkur masuk ke dalam tong sampah yang berada sepuluh meter dari tempat Nancy berpijak.
“Wow!!” seru Ryosuke, terkagum. “Bukannya daritadi! Kalau daritadi seperti itu kita tidak perlu lari buang-buang tenaga kan?”
“Tadi aku kan mau memancing kekuatanmu keluar. Kalau sekarang sih yang terpenting kita harus membantu Zhandy! Anjing itu kutendang saja, daripada nanti jadi merepotkan!” Nancy menjelaskan.
“Nancy? Ryosuke? Kenapa mereka bisa ada disini?” kata Black RX yang sempat menoleh ke arah mereka ketika sedang bertarung, sebelum akhirnya dipukul jatuh oleh Punch Hopper.
Baru saja Nancy dan Ryosuke hendak membantu gurunya, langkah mereka berdua tersendat. Sesosok monster berwujud Laba-laba muncul menghadang mereka.
“Bosogidejasu.. Bosogidejasu..” ucap monster itu.
Dahi Ryosuke berkerut bingung. Eh, apa itu? bahasa purba? Pikirnya. “Apa sih yang dia katakan??”
“Kau tidak tahu?? Itu lawannya Kuuga, tahu! Namanya Zugumunba, monster dari bangsa Grongi.” ujar Nancy.
Spoiler for Zu-Gumun-Ba:
“Eh? Lawannya Kuuga??”
“Ryosuke. Kau tahan Grongi itu sebentar!” perintah Nancy, seraya mengeluarkan deck kartu putih dari dalam saku celananya, “Biar aku yang menyelesaikan ini!”.
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 22-05-2013 01:29
0
Kutip
Balas