TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/2muchgaming.com/wp-content/uploads/2011/09/All-Kamen-Rider.jpg)
Kamen Rider School
Genre:Action | Drama | Sci-Fi | Fantasy
ATTENTION!
Cerita ini adalah AU dgn "sedikit" bumbu tambahan dari cerita asli masing2 rider, namun tidak merubah tema dan settingnya..
- Semua "rider utama dan rider cewek" Era HEISEI adalah generasi penerus dari user lama, mulai dari Era Kuuga sampai Kiva. Misal: Kuuga yg baru adalah anak dari Godai Yusuke yg diwariskan sabuk arcle olehnya..
Selain itu, sebagai tambahan, KR Accel dan Nadeshiko juga generasi penerus (soalnya gw punya tujuan tertentu pada 2 rider ini).. - Rider Era SHOWA, hanya 3 rider yg merupakan generasi penerus: Black RX, Zo, dan Tackle. Selebihnya, user lama.. Semua akan dijelaskan nanti seiring berjalannya cerita..
WARNING!!!
Code:
This FanFiction has been categorized as 'mature', therefore may contain intense violence, blood/gore and/or strong language that may not be appropriate for underage viewers.
Spoiler for Characters:
Ariel Matsuyama
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/i46.tinypic.com/2q1s361.jpg)
Hairstyle and colour: Raven-Black
Eyestyle and colour: Onyx-Black
Personality: Calm and Confidence
Organization: ZECT
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Shigeru Jo (Kamen Rider Stronger)
Mother: Yuriko Misaki ([old] Human Tackle)
Brother: Souji Tendou ([old] Kamen Rider Kabuto)
Seorang anak laki-laki berusia enam belas tahun yang hidup dengan harta peninggalan orangtuanya yang sudah meninggal. Dia tinggal di asrama bersama para siswa Heishi yang lain.
Satu-satunya tujuan hidup yang dia miliki adalah "balas dendam" pada seseorang yang telah membunuh kedua orangtuanya di depan mata kepalanya sendiri sewaktu kecil. Selain orangtua, dia juga kehilangan orang-orang terdekatnya di organisasi ZECT. Maka dari itu, ia terus menerus menempa fisik serta kemampuan beladiri yang ia miliki agar kelak dapat membunuh orang yang telah merenggut kebahagiaannya dengan kedua tangannya sendiri.
Di Heishi, hampir seluruh murid perempuan menyukai Ariel karena semua bakat yang ia miliki, serta selalu menjadi juara kelas. Ditambah lagi, semua yang dia lakukan selalu sempurna dan tampak benar, serta berjalan sesuai perkiraannya. Mempunyai ciri khas selalu menunjuk ke langit dan mengutip petuah-petuah dari neneknya.
Ryosuke Nakamura
Hairstyle and colour: Short straight-Black
Eyes colour: Black
Personality: Ambitious
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Godai Yusuke ([old] Kamen Rider Kuuga)
Mother: Sakurako Sawatari
Melindungi senyuman semua orang! Membela kebenaran, membasmi kejahatan! Itulah tujuan hidup dan motto yang dimiliki oleh seorang Ryosuke Nakamura: Remaja naif berusia enam belas tahun yang pada awalnya hidup di lingkungan non rider, sebelum akhirnya bertemu dengan Zhandy Yamatake yang memberitahukan siapa dia sebenarnya. Anak dari Godai Yusuke.
Berbeda dari Godai, Ryosuke cenderung pemalas, ceroboh, dan selalu melakukan hal-hal bodoh. Meski begitu, ia adalah orang yang ambisius dan mempunyai keinginan menjadi rider nomor satu.
Takdir memilihnya untuk meneruskan perjuangan Godai sebagai Kamen Rider Kuuga.
Kamen Rider Kuuga
Growing form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/a1.ec-images.myspacecdn.com/images01/89/8b2777e28059cd587f81e93806a9f060/l.jpg)
Perubahan wujud Ryosuke saat berhasil membangkitkan kekuatan Kuuga untuk yang pertama kali. Wujud paling dasar. Kekuatannya hanya cukup untuk melawan monster-monster berlevel rendah.
Jika penggunanya terluka parah dalam form ini, maka dia tidak bisa Henshin selama 2 jam.
Mighty form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20110702051026/kamenrider/images/3/3c/Kamen-rider-kuuga.jpg)
Wujud sempurna Kuuga setelah melewati fase Growing form. Wujud/Form yang jauh lebih kuat dibandingkan Growing form. Kekuatan serta kecepatan serangannya pun meningkat, meski tidak "over speed" seperti kecepatan cahaya yang dimiliki Kamen Rider Kabuto.
Spoiler for Pict:
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/i46.tinypic.com/2q1s361.jpg)
Hairstyle and colour: Raven-Black
Eyestyle and colour: Onyx-Black
Personality: Calm and Confidence
Organization: ZECT
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Shigeru Jo (Kamen Rider Stronger)
Mother: Yuriko Misaki ([old] Human Tackle)
Brother: Souji Tendou ([old] Kamen Rider Kabuto)
Seorang anak laki-laki berusia enam belas tahun yang hidup dengan harta peninggalan orangtuanya yang sudah meninggal. Dia tinggal di asrama bersama para siswa Heishi yang lain.
Satu-satunya tujuan hidup yang dia miliki adalah "balas dendam" pada seseorang yang telah membunuh kedua orangtuanya di depan mata kepalanya sendiri sewaktu kecil. Selain orangtua, dia juga kehilangan orang-orang terdekatnya di organisasi ZECT. Maka dari itu, ia terus menerus menempa fisik serta kemampuan beladiri yang ia miliki agar kelak dapat membunuh orang yang telah merenggut kebahagiaannya dengan kedua tangannya sendiri.
Di Heishi, hampir seluruh murid perempuan menyukai Ariel karena semua bakat yang ia miliki, serta selalu menjadi juara kelas. Ditambah lagi, semua yang dia lakukan selalu sempurna dan tampak benar, serta berjalan sesuai perkiraannya. Mempunyai ciri khas selalu menunjuk ke langit dan mengutip petuah-petuah dari neneknya.
Spoiler for Wujud Rider:
Kamen Rider Kabuto
Masked form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/img2.imageshack.us/img2/2599/kamenriderkabutomaskedf.jpg)
Wujud awal Kamen Rider Kabuto, Masked form. Form yang membuat penggunanya memiliki kekuatan besar dan lebih tahan terhadap serangan, namun minim kecepatan, serta tidak bisa bergerak dengan leluasa.
Rider form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/www.gunjap.net/site/wp-content/uploads/2011/07/4165.jpg)
Bentuk kedua dari Masked form setelah melakukan CAST OFF. Dalam wujud ini, si pengguna dapat bergerak jauh lebih leluasa, meski daya tahannya tidak sekuat Masked form. Tapi, beladiri yang dimiliki Ariel selaku pengguna, terbilang sangat luwes tanpa gerakan yang sia-sia, jadi dapat memberi advantage tersendiri ketika bertarung.
Kabuto memiliki ability spesial bernama "Clock Up" yang mampu membuatnya bergerak dengan kecepatan cahaya. Hal ini menjadikan Kabuto rider terkuat di Heishi yang hanya bisa ditandingi oleh rider-rider tertentu.
Masked form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/img2.imageshack.us/img2/2599/kamenriderkabutomaskedf.jpg)
Wujud awal Kamen Rider Kabuto, Masked form. Form yang membuat penggunanya memiliki kekuatan besar dan lebih tahan terhadap serangan, namun minim kecepatan, serta tidak bisa bergerak dengan leluasa.
Rider form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/www.gunjap.net/site/wp-content/uploads/2011/07/4165.jpg)
Bentuk kedua dari Masked form setelah melakukan CAST OFF. Dalam wujud ini, si pengguna dapat bergerak jauh lebih leluasa, meski daya tahannya tidak sekuat Masked form. Tapi, beladiri yang dimiliki Ariel selaku pengguna, terbilang sangat luwes tanpa gerakan yang sia-sia, jadi dapat memberi advantage tersendiri ketika bertarung.
Kabuto memiliki ability spesial bernama "Clock Up" yang mampu membuatnya bergerak dengan kecepatan cahaya. Hal ini menjadikan Kabuto rider terkuat di Heishi yang hanya bisa ditandingi oleh rider-rider tertentu.
Ryosuke Nakamura
Spoiler for Pict:
Hairstyle and colour: Short straight-Black
Eyes colour: Black
Personality: Ambitious
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Godai Yusuke ([old] Kamen Rider Kuuga)
Mother: Sakurako Sawatari
Melindungi senyuman semua orang! Membela kebenaran, membasmi kejahatan! Itulah tujuan hidup dan motto yang dimiliki oleh seorang Ryosuke Nakamura: Remaja naif berusia enam belas tahun yang pada awalnya hidup di lingkungan non rider, sebelum akhirnya bertemu dengan Zhandy Yamatake yang memberitahukan siapa dia sebenarnya. Anak dari Godai Yusuke.
Berbeda dari Godai, Ryosuke cenderung pemalas, ceroboh, dan selalu melakukan hal-hal bodoh. Meski begitu, ia adalah orang yang ambisius dan mempunyai keinginan menjadi rider nomor satu.
Takdir memilihnya untuk meneruskan perjuangan Godai sebagai Kamen Rider Kuuga.
Spoiler for Wujud rider:
Kamen Rider Kuuga
Growing form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/a1.ec-images.myspacecdn.com/images01/89/8b2777e28059cd587f81e93806a9f060/l.jpg)
Perubahan wujud Ryosuke saat berhasil membangkitkan kekuatan Kuuga untuk yang pertama kali. Wujud paling dasar. Kekuatannya hanya cukup untuk melawan monster-monster berlevel rendah.
Jika penggunanya terluka parah dalam form ini, maka dia tidak bisa Henshin selama 2 jam.
Mighty form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20110702051026/kamenrider/images/3/3c/Kamen-rider-kuuga.jpg)
Wujud sempurna Kuuga setelah melewati fase Growing form. Wujud/Form yang jauh lebih kuat dibandingkan Growing form. Kekuatan serta kecepatan serangannya pun meningkat, meski tidak "over speed" seperti kecepatan cahaya yang dimiliki Kamen Rider Kabuto.
Spoiler for Supporting Characters:
In process
FanFic ini juga diterbitkan di:
- FanFiction.Net
- Kompasiana
- LautanIndonesia
- Indonesiaamers
- Wordpress.com
Quote:
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 04-06-2013 20:05
0
15.4K
Kutip
43
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#10
-=Episode 2: A New World, A New School (Act 4)=-
Spoiler for Act 4:
#Taman belakang sekolah, pukul 19:30 malam.
Seusai penyambutan murid baru dengan berbagai macam acaranya, sekaligus pembagian kelas, Nancy dan Ryosuke duduk di sebuah bangku panjang, dekat dengan patung pancoran berukuran sedang berbentuk Kamen Rider Ichigo, Emprider Pertama. Mereka berdua nampak larut dalam obrolan ditemani oleh dua cangkir cokelat panas dan mantel bulu sebagai penghangat.
“Nancy, terimakasih ya sudah mengajakku berkeliling ketika jam istirahat tadi sore. Heishi itu unik dan benar-benar keren! Lalu..., terimakasih juga sudah mau jadi sahabatku. Disini, kau adalah sahabat pertamaku.”
Nancy tersenyum simpul. “Ah kau ini... Sesama rider kan memang harus saling membantu. Aku senang bisa membantu dan bisa jadi sahabatmu.”
Ryosuke tersenyum lebar, seraya mengacungkan jempolnya ke arah Nancy. Ia sangat senang mendengar apa yang diucapkan oleh sahabat barunya. Setelah itu, ia meniup-niup cokelat panas di cangkirnya. Dan pada saat yang sama, Nancy melamun sambil menatap langit.
.
.
Semenit kemudian...
“Hey, apa yang kau lamunkan?” tanya Ryosuke setelah menyeruput cokelat panasnya.
“Tidak. Aku..., Aku hanya menatap bintang yang bersinar terang malam ini. Terlihat indah. Entah mengapa aku merasa sangat damai jika menatapnya.”
“Oohh... Para gadis itu memang senang sekali dengan hal yang indah-indah ya...” goda Ryosuke.
“Yaa begitulah. Meski tidak semuanya sih. Hahaha.”
Mendadak, Ryosuke ingat sesuatu. Sesuatu yang membuatnya penasaran. “Oh iya, orang yang namanya Ariel itu sebetulnya bagaimana sih?”
“Ariel?”
“Iya. Dia kan sudah dua kali menolong kita. Tapi kenapa aku lihat dia seperti tidak ada niat untuk menolong ya? Bahkan kurasa, dia orang yang sulit untuk diajak berteman.
Nancy memegangi dagunya seraya berfikir. “Hmm..., Dia itu..., pribadi yang rumit, tenang seperti air, dan kuat seperti baja, serta sesekali bisa meledak seperti bom. Tapi sayangnya, sifatnya yang tertutup itu membuatku jadi tidak tahu banyak tentangnya. Hal itu juga membuat murid-murid perempuan di Heishi mati penasaran, ingin mengenalnya lebih dalam, yaa selain karena dia juga idola disini sih. Mungkin yang dapat diketahui hanya masa lalunya yang kelam. Dia kehilangan kedua orangtuanya ketika masih berumur enam tahun. Selain orangtua, dia juga kehilangan semua orang yang ia sayangi, dan juga organisasinya, Organisasi ZECT. Semua orang di wilayah Shibuya, kota tempat ia dibesarkan, dibantai habis oleh orang misterius yang tidak diketahui hanya dalam semalam saja. Cuma dialah satu-satunya orang yang selamat dari pembantaian itu. Mungkin sejak saat itulah dia berubah menjadi pribadi yang tertutup dan dingin.”
“Kejamnya.... Kasihan juga dia.. Oh iya, ngomong-ngomong kau tahu masa lalunya darimana?”
“Zhandy Sensei yang menceritakannya padaku.”
“Hmm..., kau itu dekat dengan Zhandy Sensei ya?”
“Yaa bisa dikatakan begitu.
----
#Sebuah hutan di selatan Heishi, pukul 20:00 malam
![kaskus-image]()
Crash! Crash!
“Hatt!”
Crash!!
BLAARRR!!!
Empat buah batu besar nan keras satu persatu terbelah menjadi dua hingga akhirnya meledak, hancur berkeping-keping oleh tebasan sebuah kapak milik sesosok rider berwarna merah metalik yang armornya terlihat sangat berat. Lambang ZECT nampak jelas dari bahu sebelah kirinya. Dia adalah, Kamen Rider Kabuto. Hampir setiap malam rider itu berlatih di tempat ini.
“Ariel!” terdengar suara seorang gadis memanggil nama asli sang rider tepat tiga meter dari belakangnya.
Kabuto diam sejenak, sebelum akhirnya bertanya, “Untuk apa kau kesini?” dengan nada datar, tanpa menoleh ataupun bergeming dari tempatnya berpijak.
Si gadis tersenyum, hingga terlihatlah giginya yang putih bagaikan mutiara. “Aku..., mau memberikanmu ini.” ujarnya, seraya menghampiri Kabuto sambil membawa sebuah kotak yang dihiasi pita merah. Kecantikannya terpancar jelas saat cahaya bulan menerpa wajahnya. Kulitnya putih mulus serta matanya sipit. Rambutnya yang panjang sebahu dan berwarna kuning itu melambai-lambai ditiup angin. Di lehernya, melingkar sebuah kalung yang matanya terbuat dari permata biru. Begitu ia merasa jaraknya dan Kabuto sudah dekat, ia langsung menyerahkan kotak tersebut pada Kabuto. “Ini, ambillah.. Aku tahu kau lapar.”
“Apa ini?” tanya Kabuto setelah menerima kotak itu.
“Itu Kue Brownies buatanku. Aku membuatkannya spesial untukmu. Karena..., karena kau adalah orang yang sangat spesial di hatiku.”
“Hat!!”
Bash!
Kabuto membalas pernyataan tersebut dengan melempar kotak yang diberikan si gadis kemudian menebasnya menjadi dua.
Gadis itu terkejut dan membelalak. Dingin. Kejam. Tak berperasaan. Itulah yang ada di fikirannya saat ini. Namun, tanpa alasan yang jelas, ia segera memasang senyuman manis.
“Ada dua hal yang paling kubenci di dunia ini. Pertama, kebohongan. Kedua, cinta! Jadi, kau sudah tahu kan dimana kesalahanmu?” ujar Kabuto.
Menanggapi hal itu, si gadis masih saja tersenyum. Ekspresinya seolah menunjukkan bahwa ia tidak ada masalah apa-apa. Tapi sesekali, dia seperti menyeka 'sesuatu' dari pipinya. “Aku suka sekali sosokmu yang seperti itu! Semakin kau bersikap dingin padaku, aku..., semakin mencintaimu!”
“Memuakkan. Enyahlah dari hadapanku!”
“Terimakasih telah menolong dan menyelamatkan nyawaku selama ini. Bagiku, kau adalah rider terbaik di Heishi! Aku beruntung bisa mengenalmu.”
“Enyahlah!!”
Akhirnya, gertakan dingin Kabuto yang terakhir membuat si gadis pergi juga dari hadapannya.
Gadis itu berjalan keluar hutan, lalu bersandar pada sebuah pohon yang ada di perbatasan. Dia menangis tersedu-sedu, hatinya sakit bagaikan diiris-iris oleh pisau. Senyuman dan sikapnya tadi hanyalah 'topeng' belaka. Dia berusaha menutupinya karena sebuah 'alasan'.
Dari dulu, ia memang menyukai si pria berambut raven itu. Tapi sampai sekarang, cintanya tak pernah terbalas.
“Jessyca!” panggil seseorang yang tiba-tiba datang.
Sontak, Jessyca yang semula merunduk langsung menegakkan kepala serta menghapus air matanya. “Skylance...?” terkanya.
“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Skylance. Sosoknya yang berjalan dengan tenang terlihat jelas begitu sampai dihadapan Jessyca. Mulutnya tertutup oleh masker hitam dan lehernya dililit oleh scarf merah. Dia adalah kakak laki-laki Jessyca, sekaligus teman satu genk Rieft Terui yang membuat keributan di Kantin pagi tadi.
“Aku...., aku hanya.....”
Skylance yang melihat mata Jessyca merah dan sembab, serta mendengar isakan pelannya, segera tahu apa yang telah terjadi. “Pasti dia ada disekitar sini.” geramnya.
“Apa yang ingin kau lakukan?” tanya Jessyca. “Kumohon jangan...”
Tanpa menjawab pertanyaan Jessyca, Skylance langsung berjalan menuju hutan tempat Ariel berlatih tadi.
----
GABURI!
“Henshin!”
Suara tersebut membuat Kabuto yang tengah melanjutkan latihannya berhenti. Ketika menoleh ke belakang, ia melihat sesosok rider berwarna merah dengan lilitan rantai di kedua bahunya sedang berdiri menatapnya. Motif rider itu mirip dengan Kelelawar, hanya saja, lensa mata yang ia miliki berwarna kuning cerah. Dia adalah rider dari ras Fangire, Kamen Rider Kiva.
“Khuh. Sudah kuduga, Jessyca pasti mengatakan sesuatu padamu. Begitu kan, Skylance?” ujar Kabuto.
“Dia tidak mengatakan apapun padaku. Tapi aku tahu, siapa orang yang selalu menyakiti perasaan adikku! Malam ini, aku tidak akan mengampunimu!!” balas Kiva setengah berteriak. Kemudian ia mengambil sebuah pion berwarna merah dari slot di sebelah kanan sabuknya, dan menempelkan pion tersebut pada mulut Kivat, seekor robot Kelelawar kecil yang saat ini menjadi mata sabuknya.
'WAKE UP!!' Kivat berteriak, matanya yang bulat itu berkedap-kedip seperti lampu. Sayapnya mengepak bagai Kelelawar sungguhan. Setelah itu, ia terbang mengelilingi Kiva, sebelum akhirnya menghancurkan sebuah rantai yang melilit pada pelindung besi di betis kanan Kiva. Begitu pelindung besinya terbuka, pelindung besi tersebut mengembang menjadi sayap kelelawar dengan warna merah.
Kiva mengangkat kaki kanannya ke atas, ke arah kiri badannya secara diagonal, membuat debu di sekelilingnya beterbangan ke udara akibat kibasan kakinya.
Kemudian, dengan memanfaatkan tolakan kaki kirinya sebagai tumpuan, Kiva pun meloncat tinggi ke angkasa. Saat meninggi di angkasa, tubuhnya terbalik seperti Kelelawar yang sedang bergelantungan. Bulan di belakangnya seolah membuat tubuh rider tersebut terlihat sudah sampai ke sana.
DARKNESS BREAK MOON!
![kaskus-image]()
Tidak lama setelah itu, Kiva pun meluncur ke bawah dengan posisi menendang, dan tentu saja, sasarannya adalah KABUTO.
Bagaimanakah selanjutnya?
=*=*=*=*=*=
To Be Continued (継続する)
Seusai penyambutan murid baru dengan berbagai macam acaranya, sekaligus pembagian kelas, Nancy dan Ryosuke duduk di sebuah bangku panjang, dekat dengan patung pancoran berukuran sedang berbentuk Kamen Rider Ichigo, Emprider Pertama. Mereka berdua nampak larut dalam obrolan ditemani oleh dua cangkir cokelat panas dan mantel bulu sebagai penghangat.
“Nancy, terimakasih ya sudah mengajakku berkeliling ketika jam istirahat tadi sore. Heishi itu unik dan benar-benar keren! Lalu..., terimakasih juga sudah mau jadi sahabatku. Disini, kau adalah sahabat pertamaku.”
Nancy tersenyum simpul. “Ah kau ini... Sesama rider kan memang harus saling membantu. Aku senang bisa membantu dan bisa jadi sahabatmu.”
Ryosuke tersenyum lebar, seraya mengacungkan jempolnya ke arah Nancy. Ia sangat senang mendengar apa yang diucapkan oleh sahabat barunya. Setelah itu, ia meniup-niup cokelat panas di cangkirnya. Dan pada saat yang sama, Nancy melamun sambil menatap langit.
.
.
Semenit kemudian...
“Hey, apa yang kau lamunkan?” tanya Ryosuke setelah menyeruput cokelat panasnya.
“Tidak. Aku..., Aku hanya menatap bintang yang bersinar terang malam ini. Terlihat indah. Entah mengapa aku merasa sangat damai jika menatapnya.”
“Oohh... Para gadis itu memang senang sekali dengan hal yang indah-indah ya...” goda Ryosuke.
“Yaa begitulah. Meski tidak semuanya sih. Hahaha.”
Mendadak, Ryosuke ingat sesuatu. Sesuatu yang membuatnya penasaran. “Oh iya, orang yang namanya Ariel itu sebetulnya bagaimana sih?”
“Ariel?”
“Iya. Dia kan sudah dua kali menolong kita. Tapi kenapa aku lihat dia seperti tidak ada niat untuk menolong ya? Bahkan kurasa, dia orang yang sulit untuk diajak berteman.
Nancy memegangi dagunya seraya berfikir. “Hmm..., Dia itu..., pribadi yang rumit, tenang seperti air, dan kuat seperti baja, serta sesekali bisa meledak seperti bom. Tapi sayangnya, sifatnya yang tertutup itu membuatku jadi tidak tahu banyak tentangnya. Hal itu juga membuat murid-murid perempuan di Heishi mati penasaran, ingin mengenalnya lebih dalam, yaa selain karena dia juga idola disini sih. Mungkin yang dapat diketahui hanya masa lalunya yang kelam. Dia kehilangan kedua orangtuanya ketika masih berumur enam tahun. Selain orangtua, dia juga kehilangan semua orang yang ia sayangi, dan juga organisasinya, Organisasi ZECT. Semua orang di wilayah Shibuya, kota tempat ia dibesarkan, dibantai habis oleh orang misterius yang tidak diketahui hanya dalam semalam saja. Cuma dialah satu-satunya orang yang selamat dari pembantaian itu. Mungkin sejak saat itulah dia berubah menjadi pribadi yang tertutup dan dingin.”
“Kejamnya.... Kasihan juga dia.. Oh iya, ngomong-ngomong kau tahu masa lalunya darimana?”
“Zhandy Sensei yang menceritakannya padaku.”
“Hmm..., kau itu dekat dengan Zhandy Sensei ya?”
“Yaa bisa dikatakan begitu.
----
#Sebuah hutan di selatan Heishi, pukul 20:00 malam

Crash! Crash!
“Hatt!”
Crash!!
BLAARRR!!!
Empat buah batu besar nan keras satu persatu terbelah menjadi dua hingga akhirnya meledak, hancur berkeping-keping oleh tebasan sebuah kapak milik sesosok rider berwarna merah metalik yang armornya terlihat sangat berat. Lambang ZECT nampak jelas dari bahu sebelah kirinya. Dia adalah, Kamen Rider Kabuto. Hampir setiap malam rider itu berlatih di tempat ini.
“Ariel!” terdengar suara seorang gadis memanggil nama asli sang rider tepat tiga meter dari belakangnya.
Kabuto diam sejenak, sebelum akhirnya bertanya, “Untuk apa kau kesini?” dengan nada datar, tanpa menoleh ataupun bergeming dari tempatnya berpijak.
Si gadis tersenyum, hingga terlihatlah giginya yang putih bagaikan mutiara. “Aku..., mau memberikanmu ini.” ujarnya, seraya menghampiri Kabuto sambil membawa sebuah kotak yang dihiasi pita merah. Kecantikannya terpancar jelas saat cahaya bulan menerpa wajahnya. Kulitnya putih mulus serta matanya sipit. Rambutnya yang panjang sebahu dan berwarna kuning itu melambai-lambai ditiup angin. Di lehernya, melingkar sebuah kalung yang matanya terbuat dari permata biru. Begitu ia merasa jaraknya dan Kabuto sudah dekat, ia langsung menyerahkan kotak tersebut pada Kabuto. “Ini, ambillah.. Aku tahu kau lapar.”
“Apa ini?” tanya Kabuto setelah menerima kotak itu.
“Itu Kue Brownies buatanku. Aku membuatkannya spesial untukmu. Karena..., karena kau adalah orang yang sangat spesial di hatiku.”
“Hat!!”
Bash!
Kabuto membalas pernyataan tersebut dengan melempar kotak yang diberikan si gadis kemudian menebasnya menjadi dua.
Gadis itu terkejut dan membelalak. Dingin. Kejam. Tak berperasaan. Itulah yang ada di fikirannya saat ini. Namun, tanpa alasan yang jelas, ia segera memasang senyuman manis.
“Ada dua hal yang paling kubenci di dunia ini. Pertama, kebohongan. Kedua, cinta! Jadi, kau sudah tahu kan dimana kesalahanmu?” ujar Kabuto.
Menanggapi hal itu, si gadis masih saja tersenyum. Ekspresinya seolah menunjukkan bahwa ia tidak ada masalah apa-apa. Tapi sesekali, dia seperti menyeka 'sesuatu' dari pipinya. “Aku suka sekali sosokmu yang seperti itu! Semakin kau bersikap dingin padaku, aku..., semakin mencintaimu!”
“Memuakkan. Enyahlah dari hadapanku!”
“Terimakasih telah menolong dan menyelamatkan nyawaku selama ini. Bagiku, kau adalah rider terbaik di Heishi! Aku beruntung bisa mengenalmu.”
“Enyahlah!!”
Akhirnya, gertakan dingin Kabuto yang terakhir membuat si gadis pergi juga dari hadapannya.
Gadis itu berjalan keluar hutan, lalu bersandar pada sebuah pohon yang ada di perbatasan. Dia menangis tersedu-sedu, hatinya sakit bagaikan diiris-iris oleh pisau. Senyuman dan sikapnya tadi hanyalah 'topeng' belaka. Dia berusaha menutupinya karena sebuah 'alasan'.
Dari dulu, ia memang menyukai si pria berambut raven itu. Tapi sampai sekarang, cintanya tak pernah terbalas.
“Jessyca!” panggil seseorang yang tiba-tiba datang.
Spoiler for Jessyca:
Sontak, Jessyca yang semula merunduk langsung menegakkan kepala serta menghapus air matanya. “Skylance...?” terkanya.
“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Skylance. Sosoknya yang berjalan dengan tenang terlihat jelas begitu sampai dihadapan Jessyca. Mulutnya tertutup oleh masker hitam dan lehernya dililit oleh scarf merah. Dia adalah kakak laki-laki Jessyca, sekaligus teman satu genk Rieft Terui yang membuat keributan di Kantin pagi tadi.
“Aku...., aku hanya.....”
Skylance yang melihat mata Jessyca merah dan sembab, serta mendengar isakan pelannya, segera tahu apa yang telah terjadi. “Pasti dia ada disekitar sini.” geramnya.
“Apa yang ingin kau lakukan?” tanya Jessyca. “Kumohon jangan...”
Tanpa menjawab pertanyaan Jessyca, Skylance langsung berjalan menuju hutan tempat Ariel berlatih tadi.
----
GABURI!
“Henshin!”
Suara tersebut membuat Kabuto yang tengah melanjutkan latihannya berhenti. Ketika menoleh ke belakang, ia melihat sesosok rider berwarna merah dengan lilitan rantai di kedua bahunya sedang berdiri menatapnya. Motif rider itu mirip dengan Kelelawar, hanya saja, lensa mata yang ia miliki berwarna kuning cerah. Dia adalah rider dari ras Fangire, Kamen Rider Kiva.
Spoiler for Kamen Rider Kiva:
“Khuh. Sudah kuduga, Jessyca pasti mengatakan sesuatu padamu. Begitu kan, Skylance?” ujar Kabuto.
“Dia tidak mengatakan apapun padaku. Tapi aku tahu, siapa orang yang selalu menyakiti perasaan adikku! Malam ini, aku tidak akan mengampunimu!!” balas Kiva setengah berteriak. Kemudian ia mengambil sebuah pion berwarna merah dari slot di sebelah kanan sabuknya, dan menempelkan pion tersebut pada mulut Kivat, seekor robot Kelelawar kecil yang saat ini menjadi mata sabuknya.
'WAKE UP!!' Kivat berteriak, matanya yang bulat itu berkedap-kedip seperti lampu. Sayapnya mengepak bagai Kelelawar sungguhan. Setelah itu, ia terbang mengelilingi Kiva, sebelum akhirnya menghancurkan sebuah rantai yang melilit pada pelindung besi di betis kanan Kiva. Begitu pelindung besinya terbuka, pelindung besi tersebut mengembang menjadi sayap kelelawar dengan warna merah.
Kiva mengangkat kaki kanannya ke atas, ke arah kiri badannya secara diagonal, membuat debu di sekelilingnya beterbangan ke udara akibat kibasan kakinya.
Kemudian, dengan memanfaatkan tolakan kaki kirinya sebagai tumpuan, Kiva pun meloncat tinggi ke angkasa. Saat meninggi di angkasa, tubuhnya terbalik seperti Kelelawar yang sedang bergelantungan. Bulan di belakangnya seolah membuat tubuh rider tersebut terlihat sudah sampai ke sana.
DARKNESS BREAK MOON!

Tidak lama setelah itu, Kiva pun meluncur ke bawah dengan posisi menendang, dan tentu saja, sasarannya adalah KABUTO.
Bagaimanakah selanjutnya?
=*=*=*=*=*=
To Be Continued (継続する)
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 22-05-2013 01:24
0
Kutip
Balas