TS
Ariel.Matsuyama
[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/2muchgaming.com/wp-content/uploads/2011/09/All-Kamen-Rider.jpg)
Kamen Rider School
Genre:Action | Drama | Sci-Fi | Fantasy
ATTENTION!
Cerita ini adalah AU dgn "sedikit" bumbu tambahan dari cerita asli masing2 rider, namun tidak merubah tema dan settingnya..
- Semua "rider utama dan rider cewek" Era HEISEI adalah generasi penerus dari user lama, mulai dari Era Kuuga sampai Kiva. Misal: Kuuga yg baru adalah anak dari Godai Yusuke yg diwariskan sabuk arcle olehnya..
Selain itu, sebagai tambahan, KR Accel dan Nadeshiko juga generasi penerus (soalnya gw punya tujuan tertentu pada 2 rider ini).. - Rider Era SHOWA, hanya 3 rider yg merupakan generasi penerus: Black RX, Zo, dan Tackle. Selebihnya, user lama.. Semua akan dijelaskan nanti seiring berjalannya cerita..
WARNING!!!
Code:
This FanFiction has been categorized as 'mature', therefore may contain intense violence, blood/gore and/or strong language that may not be appropriate for underage viewers.
Spoiler for Characters:
Ariel Matsuyama
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/i46.tinypic.com/2q1s361.jpg)
Hairstyle and colour: Raven-Black
Eyestyle and colour: Onyx-Black
Personality: Calm and Confidence
Organization: ZECT
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Shigeru Jo (Kamen Rider Stronger)
Mother: Yuriko Misaki ([old] Human Tackle)
Brother: Souji Tendou ([old] Kamen Rider Kabuto)
Seorang anak laki-laki berusia enam belas tahun yang hidup dengan harta peninggalan orangtuanya yang sudah meninggal. Dia tinggal di asrama bersama para siswa Heishi yang lain.
Satu-satunya tujuan hidup yang dia miliki adalah "balas dendam" pada seseorang yang telah membunuh kedua orangtuanya di depan mata kepalanya sendiri sewaktu kecil. Selain orangtua, dia juga kehilangan orang-orang terdekatnya di organisasi ZECT. Maka dari itu, ia terus menerus menempa fisik serta kemampuan beladiri yang ia miliki agar kelak dapat membunuh orang yang telah merenggut kebahagiaannya dengan kedua tangannya sendiri.
Di Heishi, hampir seluruh murid perempuan menyukai Ariel karena semua bakat yang ia miliki, serta selalu menjadi juara kelas. Ditambah lagi, semua yang dia lakukan selalu sempurna dan tampak benar, serta berjalan sesuai perkiraannya. Mempunyai ciri khas selalu menunjuk ke langit dan mengutip petuah-petuah dari neneknya.
Ryosuke Nakamura
Hairstyle and colour: Short straight-Black
Eyes colour: Black
Personality: Ambitious
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Godai Yusuke ([old] Kamen Rider Kuuga)
Mother: Sakurako Sawatari
Melindungi senyuman semua orang! Membela kebenaran, membasmi kejahatan! Itulah tujuan hidup dan motto yang dimiliki oleh seorang Ryosuke Nakamura: Remaja naif berusia enam belas tahun yang pada awalnya hidup di lingkungan non rider, sebelum akhirnya bertemu dengan Zhandy Yamatake yang memberitahukan siapa dia sebenarnya. Anak dari Godai Yusuke.
Berbeda dari Godai, Ryosuke cenderung pemalas, ceroboh, dan selalu melakukan hal-hal bodoh. Meski begitu, ia adalah orang yang ambisius dan mempunyai keinginan menjadi rider nomor satu.
Takdir memilihnya untuk meneruskan perjuangan Godai sebagai Kamen Rider Kuuga.
Kamen Rider Kuuga
Growing form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/a1.ec-images.myspacecdn.com/images01/89/8b2777e28059cd587f81e93806a9f060/l.jpg)
Perubahan wujud Ryosuke saat berhasil membangkitkan kekuatan Kuuga untuk yang pertama kali. Wujud paling dasar. Kekuatannya hanya cukup untuk melawan monster-monster berlevel rendah.
Jika penggunanya terluka parah dalam form ini, maka dia tidak bisa Henshin selama 2 jam.
Mighty form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20110702051026/kamenrider/images/3/3c/Kamen-rider-kuuga.jpg)
Wujud sempurna Kuuga setelah melewati fase Growing form. Wujud/Form yang jauh lebih kuat dibandingkan Growing form. Kekuatan serta kecepatan serangannya pun meningkat, meski tidak "over speed" seperti kecepatan cahaya yang dimiliki Kamen Rider Kabuto.
Spoiler for Pict:
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/i46.tinypic.com/2q1s361.jpg)
Hairstyle and colour: Raven-Black
Eyestyle and colour: Onyx-Black
Personality: Calm and Confidence
Organization: ZECT
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Shigeru Jo (Kamen Rider Stronger)
Mother: Yuriko Misaki ([old] Human Tackle)
Brother: Souji Tendou ([old] Kamen Rider Kabuto)
Seorang anak laki-laki berusia enam belas tahun yang hidup dengan harta peninggalan orangtuanya yang sudah meninggal. Dia tinggal di asrama bersama para siswa Heishi yang lain.
Satu-satunya tujuan hidup yang dia miliki adalah "balas dendam" pada seseorang yang telah membunuh kedua orangtuanya di depan mata kepalanya sendiri sewaktu kecil. Selain orangtua, dia juga kehilangan orang-orang terdekatnya di organisasi ZECT. Maka dari itu, ia terus menerus menempa fisik serta kemampuan beladiri yang ia miliki agar kelak dapat membunuh orang yang telah merenggut kebahagiaannya dengan kedua tangannya sendiri.
Di Heishi, hampir seluruh murid perempuan menyukai Ariel karena semua bakat yang ia miliki, serta selalu menjadi juara kelas. Ditambah lagi, semua yang dia lakukan selalu sempurna dan tampak benar, serta berjalan sesuai perkiraannya. Mempunyai ciri khas selalu menunjuk ke langit dan mengutip petuah-petuah dari neneknya.
Spoiler for Wujud Rider:
Kamen Rider Kabuto
Masked form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/img2.imageshack.us/img2/2599/kamenriderkabutomaskedf.jpg)
Wujud awal Kamen Rider Kabuto, Masked form. Form yang membuat penggunanya memiliki kekuatan besar dan lebih tahan terhadap serangan, namun minim kecepatan, serta tidak bisa bergerak dengan leluasa.
Rider form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/www.gunjap.net/site/wp-content/uploads/2011/07/4165.jpg)
Bentuk kedua dari Masked form setelah melakukan CAST OFF. Dalam wujud ini, si pengguna dapat bergerak jauh lebih leluasa, meski daya tahannya tidak sekuat Masked form. Tapi, beladiri yang dimiliki Ariel selaku pengguna, terbilang sangat luwes tanpa gerakan yang sia-sia, jadi dapat memberi advantage tersendiri ketika bertarung.
Kabuto memiliki ability spesial bernama "Clock Up" yang mampu membuatnya bergerak dengan kecepatan cahaya. Hal ini menjadikan Kabuto rider terkuat di Heishi yang hanya bisa ditandingi oleh rider-rider tertentu.
Masked form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/img2.imageshack.us/img2/2599/kamenriderkabutomaskedf.jpg)
Wujud awal Kamen Rider Kabuto, Masked form. Form yang membuat penggunanya memiliki kekuatan besar dan lebih tahan terhadap serangan, namun minim kecepatan, serta tidak bisa bergerak dengan leluasa.
Rider form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/www.gunjap.net/site/wp-content/uploads/2011/07/4165.jpg)
Bentuk kedua dari Masked form setelah melakukan CAST OFF. Dalam wujud ini, si pengguna dapat bergerak jauh lebih leluasa, meski daya tahannya tidak sekuat Masked form. Tapi, beladiri yang dimiliki Ariel selaku pengguna, terbilang sangat luwes tanpa gerakan yang sia-sia, jadi dapat memberi advantage tersendiri ketika bertarung.
Kabuto memiliki ability spesial bernama "Clock Up" yang mampu membuatnya bergerak dengan kecepatan cahaya. Hal ini menjadikan Kabuto rider terkuat di Heishi yang hanya bisa ditandingi oleh rider-rider tertentu.
Ryosuke Nakamura
Spoiler for Pict:
Hairstyle and colour: Short straight-Black
Eyes colour: Black
Personality: Ambitious
Clasification: Pro Rider
Affilation: Heishi
Father: Godai Yusuke ([old] Kamen Rider Kuuga)
Mother: Sakurako Sawatari
Melindungi senyuman semua orang! Membela kebenaran, membasmi kejahatan! Itulah tujuan hidup dan motto yang dimiliki oleh seorang Ryosuke Nakamura: Remaja naif berusia enam belas tahun yang pada awalnya hidup di lingkungan non rider, sebelum akhirnya bertemu dengan Zhandy Yamatake yang memberitahukan siapa dia sebenarnya. Anak dari Godai Yusuke.
Berbeda dari Godai, Ryosuke cenderung pemalas, ceroboh, dan selalu melakukan hal-hal bodoh. Meski begitu, ia adalah orang yang ambisius dan mempunyai keinginan menjadi rider nomor satu.
Takdir memilihnya untuk meneruskan perjuangan Godai sebagai Kamen Rider Kuuga.
Spoiler for Wujud rider:
Kamen Rider Kuuga
Growing form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/a1.ec-images.myspacecdn.com/images01/89/8b2777e28059cd587f81e93806a9f060/l.jpg)
Perubahan wujud Ryosuke saat berhasil membangkitkan kekuatan Kuuga untuk yang pertama kali. Wujud paling dasar. Kekuatannya hanya cukup untuk melawan monster-monster berlevel rendah.
Jika penggunanya terluka parah dalam form ini, maka dia tidak bisa Henshin selama 2 jam.
Mighty form
![[FanFic] Kamen Rider School (Sekolah Kamen Rider)](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20110702051026/kamenrider/images/3/3c/Kamen-rider-kuuga.jpg)
Wujud sempurna Kuuga setelah melewati fase Growing form. Wujud/Form yang jauh lebih kuat dibandingkan Growing form. Kekuatan serta kecepatan serangannya pun meningkat, meski tidak "over speed" seperti kecepatan cahaya yang dimiliki Kamen Rider Kabuto.
Spoiler for Supporting Characters:
In process
FanFic ini juga diterbitkan di:
- FanFiction.Net
- Kompasiana
- LautanIndonesia
- Indonesiaamers
- Wordpress.com
Quote:
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 04-06-2013 20:05
0
15.4K
Kutip
43
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#6
-=Episode 1: Begin (Act 3)=-
Spoiler for Act 3:
“Mau apa kita kesini, tuan??” tanya Ryosuke keheranan.
“Sudah, lihat saja dulu,” setelah menjawab pertanyaan Ryosuke, Zhandy mengambil satu cup 'pudding' dari dalam tasnya, lalu menaruh pudding itu di telapak tangannya dan mengangkat lengannya ke atas.
“Pudding??” kata Ryosuke keheranan.
“Beruntung aku menemukan ini di tengah jalan. Dengan ini, kita akan ke Heishi secara cuma-cuma.”
Beberapa detik kemudian, terdengar suara kereta lokomotif yang sedang berjalan, lalu disusul dengan munculnya sebuah kereta dengan dua lampu besar berwarna merah di depannya. Kereta tersebut melintasi rel yang muncul dari langit dan lama kelamaan turun ke bawah, ke tempat dimana Zhandy dan Ryosuke berdiri.
![kaskus-image]()
Sesaat setelah pintu bagian depan kereta terbuka, dua sosok mahluk berwarna merah dan biru dengan 'ciri khas' mereka masing-masing menyembul dari dalam. Yang merah memiliki dua tanduk di kepalanya serta motif api di beberapa bagian tubuhnya. Sedangkan yang biru memiliki tiga tanduk di kepalanya, pada bagian wajahnya terdapat beberapa garis yang serupa dengan cangkang kura-kura.
“Hey itu pudding milikku! Kembalikan!!” teriak mahluk yang merah pada Zhandy.
“Tidak, itu puddingku!!” teriak yang biru, seraya menyelak si merah dari arah kiri pintu Den-liner. Tak lama berselang, muncul dua mahluk lagi, satu berwarna ungu kehitaman dengan dua tanduk yang mencuat di dahinya, serta dua helai kumis naga panjang di dekat mulutnya, tidak ketinggalan sebuah jubah di pinggangnya yang berwarna senada dengan tubuhnya. Lalu satu lagi berwarna kuning, bertanduk satu, serta memiliki tubuh kekar bak pegulat. Kesemuanya sangat berisik, saling dorong-dorongan untuk memperebutkan pudding yang dipegang oleh Zhandy. Kemunculan mahluk-mahluk itu tentu saja membuat Ryosuke terkaget-kaget, walau tingkah mereka terlihat konyol.
“A-apa itu??”
“Itu Imagin (baca: imajin), penghuni Den-liner. Yang merah namanya Momotaros, biru Urataros, kuning Kintaros, dan ungu Ryutaros.” jawab Zhandy. “Jangan khawatir, mereka tidak jahat koq. Lagipula kita ke Heishi memang harus menumpang kereta mereka.” setelah itu ia berteriak pada imagin-imagin di kereta yang bernama Den-liner tersebut. “Hey!! Apa kalian menginkan pudding ini? Kalau begitu, antar kami ke Heishi sekarang!”
![kaskus-image]()
Keterangan: Momotaros (merah), Urataros (biru), Kintaros (kuning), Ryutaros (ungu)
#Den-liner
Setelah diberi tumpangan tanpa tiket, Zhandy dan Ryosuke sedikit berbincang-bincang dengan Momotaros, Urataros, Ryutaros, serta Kintaros di tengah perebutan pudding keempat imagin itu. Awalnya, Ryosuke merasa takut dan canggung, namun setelah melihat tingkah konyol imagin-imagin tersebut, serta mengobrol dengan mereka, akhirnya ia terbiasa, dan menganggap bahwa Momo cs adalah mahluk yang menyenangkan.
“Oi, bocah kura-kura, berikan pudding itu padaku! berikan ayo, kura-kura jelek!” Momotaros mencoba merebut pudding dari tangan Urataros seraya memukul-mukul kepalanya dari belakang, sampai akhirnya pudding itu malah direbut oleh Ryutaros.
“Nanana nana... Ini milikku!” Ryutaros bergoyang hip hop setelah berhasil merebut pudding dari tangan Urataros. Momotaros pun kesal dibuatnya.
“Hey, berikan padaku!!” teriak Momotaros.
“Eit, ayo ambil kalau bisa...” tantang Ryutaros dengan gaya kekanakannya.
“Kau ini.... grrh..” geram Momotaros yang tanpa basa-basi langsung melompat menerjang Ryutaros. Tapi Ryutaros meliukkan badannya bak penari ballet guna menghindari terjangan Momotaros. Walhasil, Momotaros meluncur begitu saja ke depan sehingga kepalanya membentur tembok yang berada tepat setengah meter dari depan meja makan di Den-liner.
“Kurang ajar kau Naga jelek! Kupuntir moncongmu nanti!” teriak Momotaros kesal sembari mengusap-ngusap kepalanya yang sakit. Kemudian ia kembali berdiri untuk merebut pudding dari tangan Ryutaros.
Urataros yang ada di belakang Ryutaros juga tidak mau kalah, dia mencoba merebut pudding itu sambil sesekali menjitak kepala Ryutaros dari belakang. Perebutan jadi makin sengit begitu Momotaros datang, dan tentu saja tingkah mereka bertiga terlihat 'sangat konyol' seperti biasa.
Selagi ketiga Imagin itu berebut pudding dengan sengit, Kintaros malah serius mengobrol bersama Ryosuke dan Zhandy perihal sekolah Heishi serta alasan mengapa Zhandy membawa Ryosuke ke sekolah tersebut. Sebenarnya, Ryosuke adalah anak dari Godai Yusuke (Kamen Rider Kuuga). Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Godai sempat berpesan pada Zhandy selaku gurunya agar mengoperasi diri dan anaknya lalu menanamkan Belt Kuuga di perut Ryosuke agar perjuangan Kuuga tidak sampai disitu, mengingat Decade bisa lepas suatu hari nanti. Meski dirinya sudah tiada, Godai ingin Kuuga tetap ada untuk melindungi senyuman orang-orang dengan menumpas kejahatan di muka bumi, terutama kejahatan Decade.
Sepeninggalan Godai, atas perintah Emprider ke-3, Kazami Shiro (Kamen Rider V3), Ryosuke dihanyutkan ke sungai yang ada di dunia tanpa rider menggunakan keranjang yang di dalamnya terdapat kayu bertuliskan namanya, dengan harapan ada seseorang yang memungut dan merawatnya hingga cukup matang untuk memakai kekuatan rider. Selain itu, agar Ryosuke terhindar dari pembalasan dendam Tsukasa Kadoya (Kamen Rider Decade) yang bisa lepas dari segelnya suatu hari nanti.
“Jadi, aku ini bagian dari kalian?” tanya Ryosuke polos.
“Tepat!” jawab Zhandy, setelah meneguk segelas kopi yang terhidang di atas meja. “Dan sesuai janji, aku sudah menceritakan semuanya padamu, kan? Cincin yang kau pakai itu, adalah cincin milik ayahmu, Godai, yang sengaja dia berikan padamu saat kau masih bayi. Dia berharap kelak kau dapat meneruskan jejaknya menjadi pejuang terkuat dan tercatat dalam sejarah. Sekarang, takdir telah menuntunmu kesini, nak. Berjuanglah bersama kami!!”
“Benar! Doa kami selalu menyertaimu, anak muda! Selamatkanlah seluruh umat manusia!!” timpal Kintaros yang duduk disebelah kiri Zhandy dengan tangan berpangku di dada.
“Tapi...., bagaimana caranya aku membantu kalian dan menyelamatkan umat manusia? Sedangkan aku saja tidak tahu bagaimana caranya berubah seperti yang tuan Zhandy lakukan. Ditambah lagi, aku juga tidak mengerti bagaimana cara menggunakan kekuatan yang ada di dalam tubuhku ini.”
Zhandy tersenyum, kemudian beranjak dari bangkunya dan menepuk pundak Ryosuke. “Nanti kami yang akan mengajarkannya padamu.”
Setelah berkata demikian, Zhandy berjalan menuju kaca jendela Den-liner dan berdiri di depannya dengan posisi agak menyamping seraya melihat pemandangan di luar jendela itu.
“Tapi, bagaimana dengan kehidupan di rumah lamaku?” tanya Ryosuke.
Tanpa menoleh, Zhandy menjawabnya dengan nada serius, “Kehidupanmu yang 'sesungguhnya' baru akan segera dimulai...”
Pluk!!
Mendadak, pudding yang tadi diperebutkan oleh tiga Taros (Momo, Ura, Ryu) terlempar dan menempel tepat di kaca jendela dimana Zhandy berdiri. Tentu saja Zhandy terkejut dan marah karenanya. Suasana serius pun langsung lenyap begitu saja.
“Hoy, apa-apaan ini??” protes pria berjas rapih tersebut.
“Hey bodoh! Apa yang kau lakukan, Bocah Kura-kura??” kata Momotaros, seraya menjitak kepala Urataros. “Coba lihat akibat perbuatanmu! Untung Owner sedang tidak ada.”
“Lho, kenapa kau menyalahkanku?? Sial!”
Pletakk!!
Urataros membalas jitakan Momotaros lalu melanjutkan kata-katanya, “Itu semua salah si Naga, tahu! Kalau tidak asal serobot dan menendang tanganku, pudding itu tidak akan terlempar,”
“Hihihi.. Enak saja!” bantah Ryutaros, “Momo yang mendorongku sampai aku tiba-tiba hilang kendali.”
“Sudah cukup!! Jangan main salah-salahan!!!” Zhandy yang melihatnya langsung melemparkan pudding yang menempel di jendela ke arah mereka.
Tapi, pada saat pudding itu meluncur, Momotaros yang hampir saja kena, dengan cepat menunduk ke bawah. Bersamaan dengan itu, tanpa disangka-sangka, Owner Den-liner datang, dan... Plukk! Pudding pun menempel di dahinya dengan telak. Si Owner terkejut serta terdiam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya menjilati pudding yang meleleh turun ke wajah hingga bibirnya.
“Oh tidak... Puddingku!!!” keluh Momotaros.
“Ya ampun... Aku tidak percaya ini.” kata Urataros.
“Ini semua salah kalian! Uurrgh...” geram Ryutaros.
Mata Zhandy membelalak. Ia pun langsung membungkuk seraya berteriak, “M-m-maafkan akuuuu!!!!”
Suaranya menggema di seluruh ruangan.
***
Heishi School. Sekolah yang melatih orang-orang berbakat hingga menjadi rider sejati, dan rela mengabdikan hidupnya untuk melindungi masyarakat. Berjuang sekuat tenaga membela kebenaran, membasmi kejahatan. Seratus persen lulusannya dapat menekan angka kriminalitas diatas 50% di daerah-daerah manapun. Kini, sekolah ini juga menerima orang dari kalangan 'non rider' yang langsung dapat mengikuti Kelas Pro tanpa harus masuk Kelas Rookie terlebih dahulu, dengan syarat dia sudah mempunyai Henshin Device untuk berubah.
Kelas ini diajar oleh para rider senior dengan pengalaman bertarung selama bertahun-tahun, sehingga, dapat menempa murid-muridnya menjadi rider hebat siap tempur!
Pendaftaran mudah dan tanpa seleksi.
Sekolah Heishi terletak di Kota Setsuna, sebuah kota yang dirahasiakan dari komunitas non rider. Cepat, formulir terbatas!
Perhatian:
Dalam penyeleksian ini, sekolah kami bersih akan praktek percaloan, dan bagi pemegang ijazah paket C, dapat ikut serta, terima kasih!
===========
To Be Continued
“Sudah, lihat saja dulu,” setelah menjawab pertanyaan Ryosuke, Zhandy mengambil satu cup 'pudding' dari dalam tasnya, lalu menaruh pudding itu di telapak tangannya dan mengangkat lengannya ke atas.
“Pudding??” kata Ryosuke keheranan.
“Beruntung aku menemukan ini di tengah jalan. Dengan ini, kita akan ke Heishi secara cuma-cuma.”
Beberapa detik kemudian, terdengar suara kereta lokomotif yang sedang berjalan, lalu disusul dengan munculnya sebuah kereta dengan dua lampu besar berwarna merah di depannya. Kereta tersebut melintasi rel yang muncul dari langit dan lama kelamaan turun ke bawah, ke tempat dimana Zhandy dan Ryosuke berdiri.

Sesaat setelah pintu bagian depan kereta terbuka, dua sosok mahluk berwarna merah dan biru dengan 'ciri khas' mereka masing-masing menyembul dari dalam. Yang merah memiliki dua tanduk di kepalanya serta motif api di beberapa bagian tubuhnya. Sedangkan yang biru memiliki tiga tanduk di kepalanya, pada bagian wajahnya terdapat beberapa garis yang serupa dengan cangkang kura-kura.
“Hey itu pudding milikku! Kembalikan!!” teriak mahluk yang merah pada Zhandy.
“Tidak, itu puddingku!!” teriak yang biru, seraya menyelak si merah dari arah kiri pintu Den-liner. Tak lama berselang, muncul dua mahluk lagi, satu berwarna ungu kehitaman dengan dua tanduk yang mencuat di dahinya, serta dua helai kumis naga panjang di dekat mulutnya, tidak ketinggalan sebuah jubah di pinggangnya yang berwarna senada dengan tubuhnya. Lalu satu lagi berwarna kuning, bertanduk satu, serta memiliki tubuh kekar bak pegulat. Kesemuanya sangat berisik, saling dorong-dorongan untuk memperebutkan pudding yang dipegang oleh Zhandy. Kemunculan mahluk-mahluk itu tentu saja membuat Ryosuke terkaget-kaget, walau tingkah mereka terlihat konyol.
“A-apa itu??”
“Itu Imagin (baca: imajin), penghuni Den-liner. Yang merah namanya Momotaros, biru Urataros, kuning Kintaros, dan ungu Ryutaros.” jawab Zhandy. “Jangan khawatir, mereka tidak jahat koq. Lagipula kita ke Heishi memang harus menumpang kereta mereka.” setelah itu ia berteriak pada imagin-imagin di kereta yang bernama Den-liner tersebut. “Hey!! Apa kalian menginkan pudding ini? Kalau begitu, antar kami ke Heishi sekarang!”
Spoiler for Imagin:

Keterangan: Momotaros (merah), Urataros (biru), Kintaros (kuning), Ryutaros (ungu)
#Den-liner
Setelah diberi tumpangan tanpa tiket, Zhandy dan Ryosuke sedikit berbincang-bincang dengan Momotaros, Urataros, Ryutaros, serta Kintaros di tengah perebutan pudding keempat imagin itu. Awalnya, Ryosuke merasa takut dan canggung, namun setelah melihat tingkah konyol imagin-imagin tersebut, serta mengobrol dengan mereka, akhirnya ia terbiasa, dan menganggap bahwa Momo cs adalah mahluk yang menyenangkan.
“Oi, bocah kura-kura, berikan pudding itu padaku! berikan ayo, kura-kura jelek!” Momotaros mencoba merebut pudding dari tangan Urataros seraya memukul-mukul kepalanya dari belakang, sampai akhirnya pudding itu malah direbut oleh Ryutaros.
“Nanana nana... Ini milikku!” Ryutaros bergoyang hip hop setelah berhasil merebut pudding dari tangan Urataros. Momotaros pun kesal dibuatnya.
“Hey, berikan padaku!!” teriak Momotaros.
“Eit, ayo ambil kalau bisa...” tantang Ryutaros dengan gaya kekanakannya.
“Kau ini.... grrh..” geram Momotaros yang tanpa basa-basi langsung melompat menerjang Ryutaros. Tapi Ryutaros meliukkan badannya bak penari ballet guna menghindari terjangan Momotaros. Walhasil, Momotaros meluncur begitu saja ke depan sehingga kepalanya membentur tembok yang berada tepat setengah meter dari depan meja makan di Den-liner.
“Kurang ajar kau Naga jelek! Kupuntir moncongmu nanti!” teriak Momotaros kesal sembari mengusap-ngusap kepalanya yang sakit. Kemudian ia kembali berdiri untuk merebut pudding dari tangan Ryutaros.
Urataros yang ada di belakang Ryutaros juga tidak mau kalah, dia mencoba merebut pudding itu sambil sesekali menjitak kepala Ryutaros dari belakang. Perebutan jadi makin sengit begitu Momotaros datang, dan tentu saja tingkah mereka bertiga terlihat 'sangat konyol' seperti biasa.
Selagi ketiga Imagin itu berebut pudding dengan sengit, Kintaros malah serius mengobrol bersama Ryosuke dan Zhandy perihal sekolah Heishi serta alasan mengapa Zhandy membawa Ryosuke ke sekolah tersebut. Sebenarnya, Ryosuke adalah anak dari Godai Yusuke (Kamen Rider Kuuga). Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Godai sempat berpesan pada Zhandy selaku gurunya agar mengoperasi diri dan anaknya lalu menanamkan Belt Kuuga di perut Ryosuke agar perjuangan Kuuga tidak sampai disitu, mengingat Decade bisa lepas suatu hari nanti. Meski dirinya sudah tiada, Godai ingin Kuuga tetap ada untuk melindungi senyuman orang-orang dengan menumpas kejahatan di muka bumi, terutama kejahatan Decade.
Sepeninggalan Godai, atas perintah Emprider ke-3, Kazami Shiro (Kamen Rider V3), Ryosuke dihanyutkan ke sungai yang ada di dunia tanpa rider menggunakan keranjang yang di dalamnya terdapat kayu bertuliskan namanya, dengan harapan ada seseorang yang memungut dan merawatnya hingga cukup matang untuk memakai kekuatan rider. Selain itu, agar Ryosuke terhindar dari pembalasan dendam Tsukasa Kadoya (Kamen Rider Decade) yang bisa lepas dari segelnya suatu hari nanti.
“Jadi, aku ini bagian dari kalian?” tanya Ryosuke polos.
“Tepat!” jawab Zhandy, setelah meneguk segelas kopi yang terhidang di atas meja. “Dan sesuai janji, aku sudah menceritakan semuanya padamu, kan? Cincin yang kau pakai itu, adalah cincin milik ayahmu, Godai, yang sengaja dia berikan padamu saat kau masih bayi. Dia berharap kelak kau dapat meneruskan jejaknya menjadi pejuang terkuat dan tercatat dalam sejarah. Sekarang, takdir telah menuntunmu kesini, nak. Berjuanglah bersama kami!!”
“Benar! Doa kami selalu menyertaimu, anak muda! Selamatkanlah seluruh umat manusia!!” timpal Kintaros yang duduk disebelah kiri Zhandy dengan tangan berpangku di dada.
“Tapi...., bagaimana caranya aku membantu kalian dan menyelamatkan umat manusia? Sedangkan aku saja tidak tahu bagaimana caranya berubah seperti yang tuan Zhandy lakukan. Ditambah lagi, aku juga tidak mengerti bagaimana cara menggunakan kekuatan yang ada di dalam tubuhku ini.”
Zhandy tersenyum, kemudian beranjak dari bangkunya dan menepuk pundak Ryosuke. “Nanti kami yang akan mengajarkannya padamu.”
Setelah berkata demikian, Zhandy berjalan menuju kaca jendela Den-liner dan berdiri di depannya dengan posisi agak menyamping seraya melihat pemandangan di luar jendela itu.
“Tapi, bagaimana dengan kehidupan di rumah lamaku?” tanya Ryosuke.
Tanpa menoleh, Zhandy menjawabnya dengan nada serius, “Kehidupanmu yang 'sesungguhnya' baru akan segera dimulai...”
Pluk!!
Mendadak, pudding yang tadi diperebutkan oleh tiga Taros (Momo, Ura, Ryu) terlempar dan menempel tepat di kaca jendela dimana Zhandy berdiri. Tentu saja Zhandy terkejut dan marah karenanya. Suasana serius pun langsung lenyap begitu saja.
“Hoy, apa-apaan ini??” protes pria berjas rapih tersebut.
“Hey bodoh! Apa yang kau lakukan, Bocah Kura-kura??” kata Momotaros, seraya menjitak kepala Urataros. “Coba lihat akibat perbuatanmu! Untung Owner sedang tidak ada.”
“Lho, kenapa kau menyalahkanku?? Sial!”
Pletakk!!
Urataros membalas jitakan Momotaros lalu melanjutkan kata-katanya, “Itu semua salah si Naga, tahu! Kalau tidak asal serobot dan menendang tanganku, pudding itu tidak akan terlempar,”
“Hihihi.. Enak saja!” bantah Ryutaros, “Momo yang mendorongku sampai aku tiba-tiba hilang kendali.”
“Sudah cukup!! Jangan main salah-salahan!!!” Zhandy yang melihatnya langsung melemparkan pudding yang menempel di jendela ke arah mereka.
Tapi, pada saat pudding itu meluncur, Momotaros yang hampir saja kena, dengan cepat menunduk ke bawah. Bersamaan dengan itu, tanpa disangka-sangka, Owner Den-liner datang, dan... Plukk! Pudding pun menempel di dahinya dengan telak. Si Owner terkejut serta terdiam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya menjilati pudding yang meleleh turun ke wajah hingga bibirnya.
“Oh tidak... Puddingku!!!” keluh Momotaros.
“Ya ampun... Aku tidak percaya ini.” kata Urataros.
“Ini semua salah kalian! Uurrgh...” geram Ryutaros.
Mata Zhandy membelalak. Ia pun langsung membungkuk seraya berteriak, “M-m-maafkan akuuuu!!!!”
Suaranya menggema di seluruh ruangan.
***
Heishi School. Sekolah yang melatih orang-orang berbakat hingga menjadi rider sejati, dan rela mengabdikan hidupnya untuk melindungi masyarakat. Berjuang sekuat tenaga membela kebenaran, membasmi kejahatan. Seratus persen lulusannya dapat menekan angka kriminalitas diatas 50% di daerah-daerah manapun. Kini, sekolah ini juga menerima orang dari kalangan 'non rider' yang langsung dapat mengikuti Kelas Pro tanpa harus masuk Kelas Rookie terlebih dahulu, dengan syarat dia sudah mempunyai Henshin Device untuk berubah.
Kelas ini diajar oleh para rider senior dengan pengalaman bertarung selama bertahun-tahun, sehingga, dapat menempa murid-muridnya menjadi rider hebat siap tempur!
Pendaftaran mudah dan tanpa seleksi.
Sekolah Heishi terletak di Kota Setsuna, sebuah kota yang dirahasiakan dari komunitas non rider. Cepat, formulir terbatas!
Perhatian:
Dalam penyeleksian ini, sekolah kami bersih akan praktek percaloan, dan bagi pemegang ijazah paket C, dapat ikut serta, terima kasih!
===========
To Be Continued
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 29-05-2013 20:49
0
Kutip
Balas