- Beranda
- Stories from the Heart
My Heart Goes to Jeddah
...
TS
electra78
My Heart Goes to Jeddah
Dear gan... ane mo berbagi cerita, mungkin ini setengah biography dan setengah fiksi... tentang beberapa tahun yang lalu... semoga bisa menjadi renungan bagi kita semua gan... cerita akan bergulir secara acak, maklum ini ada di catatan diary dahulu... semoga menarik.
Disini ada 2 tokoh sentral, sebut saja si Dinda(gender wanita biasa disebut Pinkan diawal waktu), berasal dari Palembang keturunan Arab bermarga "S". dan si AKU adalah Joko (gender lelaki biasa disebut Sayang oleh Pinkan). Perkenalan awal si Pinkan ini adalah seorang guru Bahasa Inggris di sebuah sekolah SMA "Y" di Slipi Jakarta Barat. Joko seorang disain majalah musik & lifestyle "G" lokal ternama di Indonesia.
tapi sebelumnya maaf2 ya gan
kalo salah dan lama posting ... maklum newbie dan jarang OL dimalam hari
Disini ada 2 tokoh sentral, sebut saja si Dinda(gender wanita biasa disebut Pinkan diawal waktu), berasal dari Palembang keturunan Arab bermarga "S". dan si AKU adalah Joko (gender lelaki biasa disebut Sayang oleh Pinkan). Perkenalan awal si Pinkan ini adalah seorang guru Bahasa Inggris di sebuah sekolah SMA "Y" di Slipi Jakarta Barat. Joko seorang disain majalah musik & lifestyle "G" lokal ternama di Indonesia.
tapi sebelumnya maaf2 ya gan
kalo salah dan lama posting ... maklum newbie dan jarang OL dimalam hari
Quote:
Diubah oleh electra78 04-04-2014 15:45
anasabila memberi reputasi
1
7.2K
55
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
electra78
#37
Akhirnya Nge-Kos Juga
November 2004
Sore di Bintaro menjelang pukul 4, waktu itu kamu sedang mencari kosan di dekat Pasar Kopro di Bilangan Tanjung Duren. Segera setelah kau temukan tempat itu, kau kabari aku lewat telepon.
“Hei nanti malam kemana?”
“Ga kemana-mana Din. Emang kenapa?”
“Seperti biasa kita ketemu di Slipi Jaya. Aku udah dapet kosan…masih dekat dengan sekolahan sini.” ujarmu di telepon, sesuai harapanmu untuk tinggal sendiri agar tak terus menumpang di rumah sepupumu di belakang Hotel Ibis Slipi.
“Ya udah nanti malam sekitar jam delapan ya. Kita ketemu di luar Slipi Jaya.”seperti biasa setelah pertemuan dahulu…kami selalu bertemu di putaran balik kemanggisan diluar Gedung Mall Slipi Jaya. Putaran jalan itu akan menjadi salah satu kenangan bagi kami berdua.
Pekerjaan didepan komputer aku tinggal dulu…sudah sore bro! Jam 5 lebih 15 menit!! Waktunya bebenah isi tas. Tas pinggang kecil yang selalu menemani dipekerjaan…owalah isinya pun cuma pulpen, flashdisk, handphone Siemens M55 kesayangan dan selebihnya kertas-kertas bon dan recehan sisa hari kemarin.
“Pak Bos ... aku pulang dulu ya... .” pamitku kepada bosku yang dari tadi masih ngobrol dengan tetangga rumah. Meski terkesan kaku ceplas ceplos tapi ia baik hati lho. Setahun sudah kami bersama bahu membahu membangun image majalah musik lokal di bintaro ini.
Jarak kantor dengan kosan ga lebih dari lima menit… terlalu deket yach. Kusapa temen kosan yang baru sampai dikos...
"Hei joe... widiiih udah asyik aja neh sambil ngupi. Masih ada lagi ga?" tanyaku ke Bejo melihat tak ada barang sebungkus lagi kopi
"Udah join aja..."
"Hemm... oke. Gw mo jalan ntar ke Slipi Jaya."jelasku sambil menyeruput sedikit kopinya... hanya sedikit kok...
"Busyet jauh amat... sendiri?"
"Iyelah... jangan lupa siapin si Kezman ntar malam ya!" dia ini paling suka kalo diajak tanding PS2. Mesin game yang dia beli patungan dengan kakaknya yang cewe. Tapi dia janji bakal ganti uang kakaknya yang sudah berkeluarga itu. Jadi istilahnya pinjem paksa... habisnya dia ngebet sekali pengan punya PS2. Si Bejo ni emang jago gocek bola, jadi wajar aja banyak yang ngajak dia main bola baik di lingkungan sekolahan tempat kerjanya atau ditingkat dusun Prigi di deket kosan.
Menunggu maghrib dulu…setelah itu barulah aku berangkat ke Slipi Jaya sesuai janjiku kepada Adinda Pinkan. Jam hampir menunjuk pukul 7, kupacu motor karisma biruku menembus jalanan... Ciledug-Pesanggrahan-Meruya-Panjang-Kemanggisan ke kanan barulah ke Slipi Jaya eits jangan naik ke atas bypass yach… kita ga perlu sampai Tanabang.
SMS:
Joko ~Aq ud nyampe Slipi Jy~
Adinda ~Tunggu 15 menit lagi aku nyampe~
Menunggu ku di seberang Mall Slipi Jaya, ditemani deretan tukang ojek tarikan. Lebih 15 menit waktu yang kau janjikan... tak apalah batinku.
"Hai sori... lama ya nunggu? Kita jalan terus saja lalu ikutin ke kiri jalan raya itu !" kami susuri ujung dari jalan raya Gatot Subroto itu, terlihat dari jauh sebelah ada Fly over. Tapi kamu menuntunku untuk ambil arah kiri dan belok ke kiri ambil arah jika mau menuju Sekolahan tempatmu mengajar. Melalui pasar Kopro yang terlihat kecil tak terlalu luas, atau mungkin hanya pandanganku saja.
Kosan itu terletak di daerah Salak, sebuah gang kecil hanya sebuah mobil bisa masuk. Dan berpagar besi cat putih pendek sehingga terlihat pintu-pintu dan jendela rumah yang sang pemilik. Kosan dan sang pemilik berdempetan tempatnya.
"Hai Pinkan sudah balik lagi? Woo ini to yang tadi mau dijemput." ujar seorang cewe berambut keriting dengan tersenyum
"Eh ini kenalin Joko... dan ini Imel istrinya Daus." begitu jelasmu kepadaku
Sore di Bintaro menjelang pukul 4, waktu itu kamu sedang mencari kosan di dekat Pasar Kopro di Bilangan Tanjung Duren. Segera setelah kau temukan tempat itu, kau kabari aku lewat telepon.
“Hei nanti malam kemana?”
“Ga kemana-mana Din. Emang kenapa?”
“Seperti biasa kita ketemu di Slipi Jaya. Aku udah dapet kosan…masih dekat dengan sekolahan sini.” ujarmu di telepon, sesuai harapanmu untuk tinggal sendiri agar tak terus menumpang di rumah sepupumu di belakang Hotel Ibis Slipi.
“Ya udah nanti malam sekitar jam delapan ya. Kita ketemu di luar Slipi Jaya.”seperti biasa setelah pertemuan dahulu…kami selalu bertemu di putaran balik kemanggisan diluar Gedung Mall Slipi Jaya. Putaran jalan itu akan menjadi salah satu kenangan bagi kami berdua.
Pekerjaan didepan komputer aku tinggal dulu…sudah sore bro! Jam 5 lebih 15 menit!! Waktunya bebenah isi tas. Tas pinggang kecil yang selalu menemani dipekerjaan…owalah isinya pun cuma pulpen, flashdisk, handphone Siemens M55 kesayangan dan selebihnya kertas-kertas bon dan recehan sisa hari kemarin.
“Pak Bos ... aku pulang dulu ya... .” pamitku kepada bosku yang dari tadi masih ngobrol dengan tetangga rumah. Meski terkesan kaku ceplas ceplos tapi ia baik hati lho. Setahun sudah kami bersama bahu membahu membangun image majalah musik lokal di bintaro ini.
Jarak kantor dengan kosan ga lebih dari lima menit… terlalu deket yach. Kusapa temen kosan yang baru sampai dikos...
"Hei joe... widiiih udah asyik aja neh sambil ngupi. Masih ada lagi ga?" tanyaku ke Bejo melihat tak ada barang sebungkus lagi kopi
"Udah join aja..."
"Hemm... oke. Gw mo jalan ntar ke Slipi Jaya."jelasku sambil menyeruput sedikit kopinya... hanya sedikit kok...
"Busyet jauh amat... sendiri?"
"Iyelah... jangan lupa siapin si Kezman ntar malam ya!" dia ini paling suka kalo diajak tanding PS2. Mesin game yang dia beli patungan dengan kakaknya yang cewe. Tapi dia janji bakal ganti uang kakaknya yang sudah berkeluarga itu. Jadi istilahnya pinjem paksa... habisnya dia ngebet sekali pengan punya PS2. Si Bejo ni emang jago gocek bola, jadi wajar aja banyak yang ngajak dia main bola baik di lingkungan sekolahan tempat kerjanya atau ditingkat dusun Prigi di deket kosan.
Menunggu maghrib dulu…setelah itu barulah aku berangkat ke Slipi Jaya sesuai janjiku kepada Adinda Pinkan. Jam hampir menunjuk pukul 7, kupacu motor karisma biruku menembus jalanan... Ciledug-Pesanggrahan-Meruya-Panjang-Kemanggisan ke kanan barulah ke Slipi Jaya eits jangan naik ke atas bypass yach… kita ga perlu sampai Tanabang.
SMS:
Joko ~Aq ud nyampe Slipi Jy~
Adinda ~Tunggu 15 menit lagi aku nyampe~
Menunggu ku di seberang Mall Slipi Jaya, ditemani deretan tukang ojek tarikan. Lebih 15 menit waktu yang kau janjikan... tak apalah batinku.
"Hai sori... lama ya nunggu? Kita jalan terus saja lalu ikutin ke kiri jalan raya itu !" kami susuri ujung dari jalan raya Gatot Subroto itu, terlihat dari jauh sebelah ada Fly over. Tapi kamu menuntunku untuk ambil arah kiri dan belok ke kiri ambil arah jika mau menuju Sekolahan tempatmu mengajar. Melalui pasar Kopro yang terlihat kecil tak terlalu luas, atau mungkin hanya pandanganku saja.
Kosan itu terletak di daerah Salak, sebuah gang kecil hanya sebuah mobil bisa masuk. Dan berpagar besi cat putih pendek sehingga terlihat pintu-pintu dan jendela rumah yang sang pemilik. Kosan dan sang pemilik berdempetan tempatnya.
"Hai Pinkan sudah balik lagi? Woo ini to yang tadi mau dijemput." ujar seorang cewe berambut keriting dengan tersenyum
"Eh ini kenalin Joko... dan ini Imel istrinya Daus." begitu jelasmu kepadaku
0