- Beranda
- Buat Latihan Posting
tesr
...
TS
korean1993
tesr
Quote:
Kamus
• 0 = zero / rei
• 1 = ichi,
• 2 = ni,
• 3 = san,
• 4 = shi / yon,
• 5 = go,
• 6 = roku,
• 7 = nana / sichi,
• 8 = hachi, ingat
• 9 = kyuu / ku,
• 10 = jyuu,
• 11 = jyuu i
12 = jyuu ni
20 = ni jyuu
25 = ni jyuu go
30 = san jyuu
100 = hyaku
300 = sambyaku
600 = roppyaku
1000 = sen
2000 = ni sen
3000 = sanzen
7000 = nanasen
10.000 = ichi man
100.000 = jyuu man
1.000.000 = hyaku man
10.000.000 = sen man
100.000.000 = oku
A
abunai < 危ない > = berbahaya.
ame < 雨 > = hujan
oniichan < 兄 > = kakak laki-laki
oneechan < 姉 > = kakak perempuan
atarashii < 新しい > = baru
ashita < 明日 > = besok
atsui < 暑い > = panas
B
bengoshi < 弁護士 > = pengacara, lawyer
benri < 便利 > = nyaman (praktis)
biru = gedung
biiru = bir/beer (bedanya cuma ditulis pakai katakana, bukan hiragana)
buta < 豚 > = babi
byooin < 病院 > = rumah sakit
C
chichi < 父 > = bapak (untuk menyebut bapakku. bapak orang lain = otoosan)
Chiisai < 小さい >, Chii = kecil. chibi biasanya dipakai untuk kata imut.
Chikai < 近い > = deket
D
daitouryou < 大統領 > = presiden,
fuku daitouryou< 副大統領 > = wakil presiden
denki < 電気 > = listrik
denwa-bango < 電話番号 > = telpon
doa = pintu
doko < どこ > = di mana
dochira = di mana (synonim nya doko)
douzo = Silahkan. douzo yoroshiku = Senang bertemu denganmu. douzo yoroshiku onegaishimasu = Lebih sopan dari yang di atas, biasanya dipakai pada waktu pertemuan/konferensi.
doushite, doushita, doushita mono ka, doushitemo(pendeknya dari donna koto wo shite mo) = macam-macam "bagaimana". Doushite bisa juag diartikan sebagai "mengapa".
dorayaki = Sejenis kue yang seringkali diterjemahkan sebagai donat (mana bolongnya ya...) di edisi-edisi awal Doraemon.
doya doya = datang dengan ramai, ramai
E
E = Lukisan.
eetoo = tidak ada artinya, biasanya digunakan untuk jeda, sambil mikir mo ngomong apa
eiga = Movie / Film tapi juga bisa dibilang Bioskop
F
furui = Lama / Furui = tua Huruf F hanya ada pada HU, yg selalu di baca Fu. Tedapat pada gunung Fuji. Furui = Tua
G
gohan = nasi (sudah dimasak), makanan
• kata-kata turunan dari gohan:
o asagohan = makan pagi (sarapan)
o hirugohan = makan siang
o bangohan = makan malam
gurai = kira-kira
genki = baik-baik saja / sehat
ginko = bank
H
haha = ibu
hajime = mulai
hajimemashou = mari kita mulai
• [___]mashou = mari kita [___]
Contoh:
• hajimemashou = mari kita mulai (hajime = mulai)
• owarimashou = mari kita akhiri (owari = akhir)
• kaerimashou = mari kita pulang (kaeri = pulang)
• main mashou = main mas yuuuk... (main = play
)heta = tidak mahir
• watashi wa nihongo ga heta desu = bahasa jepangku ga mahir
herikutsu = berkilah, berdalih, mencari-cari alasan, menghindar
hi = api
hiru = kering, siang hari, lintah
hirugohan = siang nasi, makan siang
hirusugi = sore (setelah siang)
hisashiburi = lama tidak berjumpa
hisho = sekretaris
I
ikura = berapa
ima = sekarang
imasu = ada.
imooto = adik perempuan
isha = dokter
itadakimasu = yuk kita makan, kalimat yang diucapkan sebelum makan
itsu = kapan
J
jin = orang.
nihon jin = orang jepang
K
kaeri = pulang kaerimashou = mari kita pulang
kamu =gigit
kaisha = perusahaan
kaishain = karyawan perusahaan
kanai = istri
kantan = mudah, gampang
kasa = Payung
kazoku = keluarga
• kazoku wa gonin desu = keluarga saya lima orang (ada lima orang dalam keluarga saya)
kawai = imut
keitai-denwa = henpon, HP, telepon genggam
kosui = banjir!
kuchi = mulut
[___] kudasai = tolong [___]
• Contoh
o mite kudasai = tolong dilihat (lihatlah)
o kiite kudasai = tolong didengar (dengarlah)
o yonde kudasai = tolong dibaca (bacalah)
o kaite kudasai = tolong ditulis (tulislah)
o itte kudasai = tolong diucapkan (ucapkanlah)
o kotaete kudasai = tolong dijawab (jawablah)
Perhatikan bahwa hampir semua kalimat di atas diakhiri dengan [___]ite kudasai. Untuk menghafal:
• mite: m asosiasikan dengan mata --> lihat
• kiite: k asosiasikan dengan kuping --> dengar
• yonde: transformasikan yonde menjadi konde berhufur Y untuk dibaca --> baca
• kaite: asosiasikan kait dengan bulpen (bulpen berkait untuk menulis) --> tulis
• itte: asosiasikan itte dengan itik yang berbunyi ciap-ciap --> ucap
• kotaete: asosiasikan dengan kotak sulap yang bisa menjawab segala pertanyaan --> jawab
kurushii = susah hati, sedih
kusou = bohong / pembohong , kalau di bagian ditambahkan awalan "chi" menjadi chi-kusoo artinya akan mirip dengan kata "Shit" dalam bahasa inggris.
kyou = hari ini. (Eg: kyou wa samui desu ne? = hari ini dingin yah?) ("kyo" dan "u" itu beda kanji, tapi tetap cara bacanya kyoo. Meskipun ada juga yang membaca kyou. ) (hati-hati jangan mengucapkan "kyou" saja sebelum tanda baca koma, karena ada 8 macam "kyou" yang bisa digunakan! Untungnya "kyou" yang ini saja yang memakai dua kanji(今日))
kyou = kitab suci budha
kyou = menteri
kyou = hiburan, senang
kyou = malang, sial
kyoukyou = gila
kyou = kuat
M
Minna = Semua
Minna-san = Eh loe pade-pade / Hee penontoon
mizu = air
musuko = anak laki-laki
musume = anak perempuan
muzukashii = sukar, rumit
miriku = susu
N
nani = apa
niku = daging
nomu = minum
O
oini = sangat, amat, besar-besaran
oishii = lezat, enak
okaasan = ibu
onegaishimasu = Tolong
owari / owarimase= selesai
owarimashou = mari kita akhiri
• [___]mashou = mari kita [___]
Contoh:
• hajimemashou = mari kita mulai (hajime = mulai)
• owarimashou = mari kita akhiri (owari = akhir)
• kaerimashou = mari kita pulang (kaeri = pulang)
• main mashou = main mas yuuuk... (main = play
)ookii, hajime, ooini, dai, ta = Gede/Besar
otooto = adik laki-laki
P
pan = kue
R
rou = tua
rika = ilmu pengetahuan (sains)
S
sai = umur
samui = dingin/adem
sensei = suffix untuk guru (e.g. Tokuyou-sensei 德耀先生)
shain = karyawan.
shachoo = direktur, huku shachoo = wakil direktur
shigoto = pekerjaan
shujin = suami
subarashii= wonderful
sugi = setelah
suki = Senang/Suka
suri = tukang copet
susumu = maju
sugoi = luar biasa, keren, hebat
T
taberu = makan
takusan = Banyak
tango = kosakata
taishikan = kedutaan
tanjoubi = Hari Ulang Tahun, Kata Dasar bi berarti Hari
terebi = televisi
tokei = jam
tomodachi = Teman/Kawan.
Tori = Burung(unggas) / Bird
U
uisukii = whisky
ureshii = menyenangkan
Urusai = ribut, berisik, rewel
V
vodoka = Vodka
W
watashi = aku, saya .
atashi = saya (dipakai oleh wanita.).
boku = saya (bahasa gaul, dipakai oleh lelaki biasanya.)
ore = saya (biasanya dipakai oleh pria, tetapi sangat jarang dipakai.)
Y
yasumi = istirahat
yasumimashou = mari kita istirahat
• [___]mashou = mari kita [___]
Contoh:
• hajimemashou = mari kita mulai (hajime = mulai)
• owarimashou = mari kita akhiri (owari = akhir)
• kaerimashou = mari kita pulang (kaeri = pulang)
• main mashou = main mas yuuuk... (main = play
)youkoso = Selamat datang, senang bertemu denganmu.
Z
zaa = Bunyi tiruan hujan zaa-zaa = Bunyi tiruan air zabun = Bunyi tiruan barang jatuh ke air zaku-zaku = Bunyi tiruan menginjak pasir zanbun / zanburi = Bunyi tiruan barang jatuh ke air, bunyi debur
Kuukou Bandara 空港
apaato Apartement アパート
ginkou Bank 銀行
tatemono Bangunan 建物
shinema Bioskop シネマ
resutoran restoran レストラン
eki Stasiun kereta 駅
honya Toko buku 本屋
depaato Departement store デパート
houmu Rumah ホーム
gakkou Sekolah 学校
toshokan Perpustakaan 図書館
byouin Rumah sakit 病院
Hoteru hotel ホテル
Oishii = Enak
Mazui = Tidak enak
Suppai = Asam
Amai = Manis
Karai = Pedas
Nigai = Pahit
Shiokarai = Asin
Koi = Kental
Usui = Tidak Kental
tebemono makanan 食べ物
shio Garam 塩
gula Satou 砂糖
ikan Sakana 魚
jamu haabu ハーブ
lada koshou こしょう
margarina maagarin マーガリン
mentega bataa バター
rempah-rempah, bumbu yakumi 薬味
sayur-sayuran yasai 野菜
tepung kona 粉
memasak ryouri suru koto 料理すること
memanggang guriru de yaku グリルで焼く
memanggang oobun de yaku オーブンデ焼く
memasak ryouri suru 料理する
memasak niru 煮る
mendidih gutsugutsu nieru ぐつぐつ煮える
merebus isi telor di air yang mendidih otoshitamago ni suru 落し卵にする
merebus wakasu 沸かす
mentah nama no 生の
biskuit bisuketto ビスケット
kue (besar) dekoreeshonkeeki デコレーションケーキ
kue (kecil) yougashi 洋菓子
manis dezaato デザート
puding pudingu プヂング
coklat chokoreeto チョコレート
es krim aisukuriimu アイスクリーム
eskrim berisi setrup sandee サンデー
keripik potetochippu ポテトチップ
kue keju chiizukeeki チーズケーキ
kue spons suponjikeeki スポンジケーキ
kue tar taruto タルト
kue kukkii クッキー
madu hachimitsu 蜂蜜, はちみつ
selai jamu ジャム
selai jamu ジャム
sirup shiroppu シロップ
karbonara karibonaara カルボナーラ
lasanya razaaniya ラザーニャ
makaroni makaroni マカロニ
spageti supageti スパゲッティ
ayam panggang roosutokeiniku ロースと鶏肉
babi panggang roosuto butaniku ロースと豚肉
burger baagaa バーガー
daging babi beekon ベーコン
daging panggang roosutobiifu ロースとビーフ
domba panggang roosutoramu ロースとラム
hamburger hanbaagaa ハンバーガー
hotdog hottodoggu ホットドッグ
kari karee カレー
kebab kushisashi no yakiniku くし刺の焼肉
kue kering yougashi 洋菓子
kue pastel pai パイ
makanan ringan sunakku スナック
potongan, irisan choppu, chaapu チョップ, チャーぷ
rebusan, masakan hospot shichuu シチュー
roti isi sandoicchi, sando サンドイッチ, サンド
salad sarada サラダ
sop suupu スープ
stik, bistik, sepotong daging babi suteeki ステーキ
tempat makanan yang ada tutupnya untuk menyajikan makanan kyaserooru キャセロール
tulang iga babi supearibu スペアリブ
zanpan = Sisa makanan
kochira = yang ini
shuu = ___ minggu
senshuu = minggu yang lalu
konshuu = minggu ini
raishuu = minggu depan
saraishuu = dua minggu lagi
Quote:
Bentuk larangan dlm bahasa Jepang...
Ada beberapa bentuk untuk membuat kalimat larangan dlm nihongo, here we go ;
[Verb-te + wa + ikemasen]
...
koko wa tabako o sutte wa ikemasen.
Disini dilarang merokok.
[V-nai + de + kudasai]
okoranaide kudasai.
Jangan marah !
Quote:
Pelafalan Huruf Jepang
1.) Apabila huruf ん / ン (n) terletak di depan huruf b,p, dan m, maka huruf ん / ン (n) dibaca m.
Sebagai contoh :
えんぴつ (Enbaik) dibaca (Embaik)
シャンプー (Shanpuu) dibaca (Shampuu)
しんぶん (Shinbun) dibaca (Shimbung)
2.) Apabila huruf ん / ン (n) berada diakhir kata dibaca (ng).
Contoh :
しんぶん (Shinbun) dibaca (Shimbung)
ほん (Hon) dibaca (Hong)
かばん (Kaban) dibaca (Kabang)
すみません (Sumimasen) dibaca (Sumimaseng)
3.) Huruf す (su) di akhir kata dibaca s.
Misalnya :
です (Desu) dibaca (Des)
あります (Arimasu) dibaca (Arimas)
いきます (Ikimasu) dibaca (Ikimas)
4.) Suara Panjang A. Dalam huruf Jepang untuk bunyi panjang a ditulis dengan huruf あ (a). Dan dalam huruf Romaji ditulis dengan huruf a dobel atau diberi tanda garis diatas vokal yang dipanjangkan.
Contoh :
おばあさん (Obaasan) atau (Obāsan)
おかあさん (Okaasan) atau (Okāsan)
5.) Suara Panjang I. Sama dengan suara panjang a, namun ditulis dengan huruf い (i). Begitu juga untuk huruf Romaji ditulis dengan i atau garis diatas vokal.
Contoh :
おいしい (Oishii) atau (Oishī)
おじいさん (Ojiisan) atau (Ojīsan)
6.) Suara Panjang U. Sama dengan suara panjang a, namun ditulis dengan huruf う (u). Begitu juga untuk huruf Romaji ditulis dengan u atau garis diatas vokal.
Contoh :
じゅう (Juu) atau (Jū)
ぎゅうにゅう (Gyuunyuu) atau (Gyūnyū)
7.) Suara Panjang E. Suara panjang e dapat ditulis dengan dua huruf yaitu え (e) dan い (i). Begitu juga untuk huruf Romaji, namun bisa juga diberi garis atas seperti halnya suara panjang a,i,u.
Contoh Suara Panjang E dengan huruf え (e) :
おねえさん (Oneesan) atau (Onēsan)
Contoh Suara Panjang E dengan huruf い (i) :
せんせい (Sensei) dibaca (Sensē)
えいが (Eiga) dibaca (ēga)
8.) Suara Panjang O. Suara panjang o dapat ditulis dengan dua huruf yaitu お (o) dan う (u). Begitu juga untuk huruf Romaji, namun bisa juga diberi garis atas seperti halnya suara panjang a,i,u.
Contoh Suara Panjang O dengan huruf お (o) :
おおきい (Ookii) atau (Ōkī)
とお (Too) atau (Tō)
Contoh Suara Panjang dengan huruf う (u) :
とうきょう (Toukyou) dibaca (Tōkyō)
びょういん (Byouin) dibaca (Byōin)
9.) Suara Panjang dalam Huruf Katakana. Apapun vokalnya bunyi panjang dalam huruf Katakan menggunakan ー. Sedangkan dalam Romaji sama seperti suara panjang Hiragana.
アイスクリーム (Aisukurīmu)
カード (Kādo)
10.) Penulisan Wa sebagai penanda Subjek, contoh "Watashi wa" bukan menggunakan huruf わ (wa) tapi は (ha).
Contoh :
わたし は (Watashi Ha) dibaca (Watashi Wa)
イルカさん は (Iruka-san Ha) dibaca (Iruka-sang Wa)
11.) Penulisan Wo / O sebagai penanda Objek, contoh "Watashi o" bukan menggunakan huruf お (o) tapi menggunakan huruf を (wo/o).
Contoh :
わたし を (Watashi wo) dibaca (Watashi o)
かれ を (Kare wo) dibaca (Kare o)
12.) Penulisan E sebagai penanda Lokasi yang artinya "ke", contoh "Jakaruta " bukan menggunakan huruf え (e) tapi menggunakan huruf へ (he).
Contoh :
ジャカルタ へ (Jakaruta He) dibaca (Jakaruta e)
マクドナルド へ (Makudonarudo He) dibaca (Makudonarudo e)
13.) Bunyi Konsonan Dobel. Dalam Hirgana ditulis dengan っ (tsu kecil). Dan dalam Katakana juga ditulis dengan ッ (tsu kecil).
Contoh :
きっぷ (Ki-tsu-pu) dibaca (Kippu)
ジェット (Je-tsu-to) dibaca (Jetto)
Quote:
Bentuk 'boleh' dalam bahasa Jepang...
[Verb-te+mo+ii desu]
Hima na toki ni, terebi o mite mo ii desu.
...
Waktu senggang, menonton TV pun boleh.
[Verb-te+wa+kamaimasen]
Koko wa shasin o totte wa kamaimasen.
Disini, memotret gambar pun boleh (ga papa).
Quote:
Japanese particles...
'mo' = also, too
Hikaru san wa isha desu. Takeda san mo isha desu.
...
Hikaru is a doctor, Takeda is also a doctor.
'V-te + mo' = even, although
Itsuka kokoro ga kowarete mo, daisuki na kimi o kuyamu koto dake wa kesshite shitakunai kara.
Even if my heart break someday, I don't want to hate you whom I love so much.
'to' = and, with
Watashi wa tomodachi to Nagoya e ikimashita.
I went to Nagoya with friends.
Kyoushitsu no naka ni, isu to tsukue ga arimasu.
There are chairs and tables in the classroom.
To express 'but', we can use these following particles, 'ga', 'demo', 'shikashi', 'kedo'.
Watashi wa nihon e ikitai desu ga, okane ga mada arimasen.
Watashi wa nihon e ikitai demo, okane ga mada nai.
Watashi wa nihon e ikitai, shikashi okane ga mada arimasen.
I want to go to Japan, but I still have no money.
Quote:
Using 'mada'
as far as I know, 'mada' has 2 meanings. The first meaning is 'not yet'.
A : mou kusuri o nomimashitaka?
...
Have you drunk the medicine?
B : iie, mada desu / iie mada nomimasen.
Not yet.
And the second meaning of 'mada' is 'still / in progress'.
9ji kara 12ji made, mada shukudai o shimasu.
I'm still doing homework from 9 o'clock, till 12 o'clock.
Note :
if 'mada' followed by negative form, it means 'not yet'
if 'mada' followed by positive form, it means 'still / in progress'
Quote:
Imasu & Arimasu
Dalam kesempatan ini, saya akan membahas penggunaan kata “imasu & arimasu”.. Here we go.!
Fungsi yg pertama yaitu menunjukkan keberadaan. “imasu” untuk benda hidup, sedangkan “arimasu” digunakan untuk menunjukkan keberadaan benda mati.
Contoh
Otousan wa Nihon ni imasu
Ayah ada di Jepang.
Kyoushitsu no naka ni, isu ga arimasu
Di kelas ada kursi.
Fungsi yg lainnya dari kata “arimasu” adalah membentuk kalimat yang menyatakan pernah.
Contoh
Watashi wa Nihon e itta koto ga arimasu
Saya pernah pergi ke Jepang.
Pola intinya adalah ~kata kerja bentuk -ta+ arimasu.
NOTE : pohon dianggap benda mati, jadi pakenya "arimasu"
Quote:
Pola Kalimat Dasar
Belajar struktur pola kalimat dalam Bahasa Jepang. Subjek, predikat, objek, keterangan.
Susunan kalimat dalam Bahasa Jepang berbeda dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Dalam Bahasa Jepang, predikat diletakkan di akhir kalimat.
Subjek - Objek - Predikat
Watashi wa hon o yomimasu.
わたし は ほん を よみます。
Saya membaca buku.
Subjek : Watashi. (wa adalah kata bantu. Lihat Tata Bahasa Dasar)
Objek : hon (buku)
Predikat : Yomimasu (membaca)
Partikel を o adalah untuk menghubungkan objek (kt benda) dengan kt kerja (predikat)
Lala-san wa tegami o kakimasu.
ララさん は てがみ を かきます。
Lala menulis surat.
Otoosan wa tabako o suimasu ka.
おとうさんはたばこをすいますか。
Apakah ayahmu menghisap rokok?
Hai, suimasu.
はい、すいます。
Ya, menghisap (rokok).
#Untuk membuat menjadi negatif, rubah akhiran -masu menjadi -masen.
Iie, suimasen.
いいえ、すいません。
Tidak, tidak menghisap (rokok)
Berikut adalah pola kalimat yang lebih lengkap, secara umum :
Subjek - (keterangan waktu) - (keterangan tempat) - Objek - (kt bantu) - Predikat
Okāsan wa asa resutoran de pan o sukoshi tabemasu.
Ibu pagi hari di restoran makan sedikit roti.
Subjek : Okāsan
Ket waktu : asa (pagi)
Ket tempat : resutoran de (di restoran)
Objek : pan (roti)
Kata bantu : sukoshi (sedikit)
Predikat : tabemasu (makan)
Quote:
Kalimat Tanya
Cara membuat kalimat menjadi kalimat tanya dalam Bahasa Jepang sangat mudah. Cukup dengan menambahkan KA か pada akhir kalimat.
Anata wa kaishain desu.
あなた は かいしゃいん です 。
Kamu adalah pegawai perusahaan.
Anata wa kaishain desu ka.
あなたはかいしゃいんですか。
Apakah kamu pegawai perusahaan?
Jawabannya :
Bila benar kita memakai kata "hai" yang berarti "ya"
Hai, sō desu.
はい 、そう です 。
Ya, betul
Bila salah kita memakai kata "iie" yang berarti "tidak" atau "bukan"
Iie, sō dewa/ja arimasen.
いいえ、そう では / じゃ ありません。
Bukan, bukan begitu.
Iie, chigaimasu.
いいえ、ちがいます。
Bukan, salah.
Quote:
Partikel "de" dapat berarti 'dengan
nande soba o tabemasuka?
(kamu makan mie menggunakan (pake) apa?)
...-hashi de soba o tabemasu
(makan mie pake sumpit)
Penggunaan agemasu (memberi), moraimasu (mendapatkan), kuremasu (memberi *khusus untuk diri kita sendiri sbg objeknya*)
Watashi wa Eri san ni hana o agemasu.
...[saya memberikan bunga kepada Eri].
Erika san wa Yamamoto san ni purezento o moraimasu
[Erika menerima hadiah dari Yamamoto]
Tomodachi wa watashi ni hon o kuremasu.
[Teman saya memberikan buku kepada saya]
note = partikel "ni" bisa berarti 'kepada' atau 'oleh'.
Penggunaan "dake" dan "shika" , yg memiliki arti "hanya"
'dake' selalu diikuti bentuk positif, 'shika' selalu diikuti bentuk negatif.
Kimi dake ga suki, kimi dake o shinjiru. = I only love you, I only trust you.
...
Kono kanashii ni hontou ni anata ga suki, anata shika mienai. = In this sadness, I really love you, I see only you.
Quote:
Perbedaan 'yo' & 'ne
kalo 'yo' itu digunakan seperti kita ingin orang lain mengetahui hal yg kita bicarakan.
Kono tabemono wa oishii desu yo !
...Makanan ini enak lho !
'ne' digunakan ketika kita menginginkan persetujuan dari pendengar. Mirip question tag in english.
Ryokou wa taihen tanoshikatta desu ne..
Perjalanannya sangat menyenangkan ya..
Quote:
Bentuk "ingin"
ika menginginkan sesuatu (benda), maka gunakan kata "hoshii" yg artinya 'ingin'.
Watashiwa atarashii keitai denwa ga hoshii desu.
...Saya ingin (punya) HP baru.
Jika menginginkan sesuatu untuk dilakukan, maka harus menggunakan bentuk "-tai" *jangan mikir yg jorok*
Caranya adalah dengan mengubah huruf terakhir pd kata kerja bentuk kamus dgn menambahkan "-tai".
Contoh :
Au > aitai : ingin bertemu
nomu > nomitai : ingin minum
oyogu > oyogitai : ingin berenang
taberu > tabetai *kata kerja gol 2* : ingin makan
suru > shitai *kata kerja gol 3* : ingin melakukan
benkyou suru > benkyou shitai : ingin belajar
Quote:
Perubahan bentuk '-tai'.. (jangan mikir jorokk)
*bentuk sekarang.
...Benkyou shitai = ingin belajar
Benkyou shitakunai = tidak ingin belajar
*bentuk lampau.
Benkyou shitakatta = ingin belajar
Benkyou shitakunakatta = tidak ingin belajar :
Diubah oleh korean1993 14-06-2013 20:43
0
48.1K
Kutip
26
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buat Latihan Posting
35.7KThread•1.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
korean1993
#4
Quote:
[nihongo-7] Pengelompokan Kata Kerja dalam Bahasa Jepang
Bentuk-bentuk Kata Kerja Dalam Bahasa Jepang
Dalam bahasa Jepang, kata kerja dikelompokkan menjadi tiga bagian, yakni: (1) Godan, (2) Ichidan, dan (3) Irregular (i.e. tidak tergolong dalam dua grup sebelumnya).
Secara fungsi hampir tidak ada bedanya antara tiga grup tersebut — semuanya sama-sama bersifat kata kerja, punya bentuk waktu, dan sebagainya. Yang membedakan cuma infleksi (perubahan bentuk)-nya saja.
Seperti apa perbedaan dan ketentuannya, akan segera kita lihat berikut ini.
1. Ichidan Verb
Ichidan verb ( ー段 ) adalah kata kerja yang bentuk dasarnya berakhiran -*eru atau -*iru. Sebagai contoh,
[latin] Kakeru
[kana] かける
[kanji] 掛ける (en: to wear, to put on)
—> -*eru diwakili oleh -keru
[latin] Oriru
[kana] おりる
[kanji] 下りる (en: to descend)
—> -*iru diwakili oleh -riru
[latin] Taberu
[kana] たべる
[kanji] 食べる (en: to eat)
—> -*eru diwakili oleh -beru
Di sini kita lihat bahwa Ichidan verb ditentukan oleh akhiran -*iru atau -*eru. Perlu dicatat bahwa -*iru dan -*eru tersebut BUKAN imbuhan — mereka adalah bagian dari kata dasar.
Jadi, kalau kita hendak lihat di kamus, maka di sana akan tertulis “kakeru”, “oriru”, dan “taberu”. Inilah yang disebut sebagai Ichidan verb.
2. Godan Verb
Godan ( 五段 ) adalah kelompok kata kerja yang paling besar di antara ketiga grup kata kerja. Godan verb pada umumnya memiliki akhiran sebagai berikut:
-ku ( -く ), -gu ( -ぐ ), -su ( -す ), -tsu ( -つ ), -nu ( -ぬ ), -bu ( -ぶ ), -mu ( -む ), -ru ( -る ), -u ( -う )
Sebagai contoh…
[latin] Kaoru
[kana] かおる
[kanji] 薫る (en: to smell sweet)
[latin] Asobu
[kana] あそぶ
[kanji] 遊ぶ (en: to play)
[latin] Kau
[kana] かう
[kanji] 買う (en: to buy)
Satu hal yang harus diingat: terkadang, jika melihat kata berakhiran -ru, kita langsung menilai bahwa itu Godan. Padahal belum tentu — sebagaimana
sudah dibahas, ada kemungkinan bahwa itu adalah Ichidan (akhiran -*iru, -*eru).
Perbedaan antara Ichidan dan Godan akan berpengaruh dalam membentuk infleksi, terutama bentuk waktu — jika tidak ada halangan, ini akan kita bahas di bagian 8 kelak.
3. Irregular Verb
Di samping Ichidan dan Godan, terdapat satu grup yang kata kerjanya bersifat pengecualian/tidak tergabung di antaranya. Grup ini hanya berisi dua kata kerja, yakni:
IRREGULAR I:
[latin] suru
[kana] する
[kanji] 為る ; meskipun begitu lebih sering ditulis dengan kana
(en: to do)
IRREGULAR II:
[latin] kuru
[kana] くる
[kanji] 来る (en: to come)
Dengan demikian, kita sudah membahas tentang pengelompokan kata kerja. Selanjutnya kita akan membahas tentang bentuk positif dan negatif.
Infleksi (Perubahan Bentuk): Positif dan Negatif
Sebagaimana umumnya sebuah bahasa, bahasa Jepang juga mempunyai bentuk positif dan negatif. Sekarang kita akan membahas bentuk positif dan negatif dari kata kerja yang sudah dibahas.
Untuk memudahkan, berikut ini saya tampilkan dalam bentuk tabel:
a) Bentuk Negatif: Ichidan
b) Bentuk Negatif: Godan
c) Bentuk Negatif: Irregular
Sebagaimana bisa dilihat, bentuk negatif dalam bahasa Jepang pada umumnya berakhiran -nai ( -ない ). Meskipun begitu akhiran yang berbeda memberikan bentuk negatif yang berbeda — sebagai contoh, “asoBU” memiliki bentuk negatif “asoBANAI”. Jadi tidak bisa sekadar mencomot akhiran dan menggantinya dengan -nai. ^^
Quote:
[nihongo-7b] Bentuk -masu dalam Bahasa Jepang
Tadinya, saya berencana membahas tentang tenses setelah setelah posting kata kerja yang lalu. Meskipun begitu sejumlah komentar yang masuk menanyakan tentang kata kerja berakhiran -masu dan -masen — sementara yang saya bahas di sana adalah bentuk dasar (alias: sebagaimana tertera di kamus). Jadi saya pikir ada baiknya kalau dibahas di sini sebagai pelengkap. Sekalian untuk referensi ke depannya juga. ^^
さあ、 はじめましょう。。。
Bentuk -masu ( -ます ) dalam Bahasa Jepang
Sebagaimana sudah disinggung di salah satu komentar, sebenarnya tidak ada perbedaan makna antara kata kerja standar dan bentuk -masu. Yang membedakan hanyalah nilai kesopanannya saja.
Kata kerja bentuk -masu umum dipakai dalam suasana formal. Misalnya ketika berbicara dengan guru, kakak kelas, atau atasan di kantor. Tidak ada batasan resmi kapan bentuk -masu harus dipakai — yang penting adalah suasananya formal atau tidak.
Ilustrasi: misalnya dengan teman yang baru kenal. Berhubung kita ingin sopan, maka menggunakan -masu. Tetapi, kalau sudah akrab, boleh pakai bentuk kata kerja yang biasa. Kurang lebih seperti itu penjelasannya. ^^
Nah, tulisan ini bertujuan menjelaskan bagaimana membentuk akhiran -masu dari kata kerja yang dibahas tempo hari.
Bagaimana caranya?
Untuk membuat bentuk -masu, aturannya dikelompokkan menjadi tiga bagian, sesuai dengan jenis kata kerjanya. Detailnya adalah sebagai berikut:
(a) Untuk Ichidan Verb
Cara pembentukan: ganti akhiran -ru ( -る ) dengan -masu ( -ます )
Contoh:
[latin] taberu –> tabemasu
[kana] たべる –> たべます
[kanji] 食べる –> 食べます (en: to eat)
[latin] oriru –> orimasu
[kana] おりる –> おります
[kanji] 下りる –> 下ります (en: to descent)
(b) Untuk Godan Verb
Cara pembentukan: ganti suku bunyi terakhir -*u dengan -*imasu.
Contoh:
[latin] asobu –> asobimasu
[kana] あそぶ –> あそびます
[kanji] 遊ぶ –> 遊びます
[latin] hanasu –> hanashimasu
[kana] はなす –> はなします
[kanji] 話す –> 話します (en: to speak)
[latin] kau –> kaimasu
[kana] かう –> かいます
[kanji] 買う –> 買います (en: to buy)
(c) Irregular Verb
Sebagaimana dibahas di tulisan lalu, terdapat dua buah kata kerja irregular dalam bahasa Jepang. Bentuk -masu untuk mereka adalah:
[latin] suru –> shimasu
[kana] する –> します
[kanji] 為る –> 為ます* (en: to do)
*) bentuk ini jarang dipakai. ‘suru’ dan ‘shimasu’ umumnya ditulis dengan kana
[latin] kuru –> kimasu
[kana] くる –> きます
[kanji] 来る –> 来ます
***
Dengan demikian, kita sudah paham bagaimana membuat bentuk -masu dari kata kerja standar. Kata kerja yang dihasilkan bersifat positif. Sekarang kita akan melihat bagaimana membuat versi negatif dari bentuk -masu.
Infleksi (Perubahan Bentuk): Kata Kerja Negatif
Untuk membuat bentuk negatif dari kata kerja berakhiran -masu, aturannya sangat sederhana, yakni:
Ganti akhiran -masu ( -ます ) dengan -masen ( -ません )
Sudah. Cuma begitu saja. Mudah bukan?
Adapun yang penting di sini adalah membuat bentuk -masu yang benar dulu. Kalau bentuk -masu kita sudah benar, maka tinggal diganti akhirannya jadi -masen.
Contoh:
[latin] tabemasu –> tabemasen
[kana] たべます –> たべません
[kanji] 食べます –> 食べません
[latin] hanashimasu –> hanashimasen
[kana] はなします –> はなしません
[kanji] 話します –> 話しません
[latin] kimasu –> kimasen
[kana] きます –> きません
[kanji] 来ます –> 来ません
Tentunya masih banyak contoh yang lain. Meskipun begitu, tiga di atas harusnya cukup untuk menjelaskan konsepnya. Masing-masing satu contoh dari ichidan, godan, dan irregular.
Quote:
[nihongo-8] Kata Kerja Bentuk Lampau
Di tulisan bagian 7a dan 7b, kita sudah bicara tentang infleksi (perubahan bentuk) kata kerja dalam bahasa Jepang. Dalam dua tulisan tersebut yang dibahas adalah bentuk standar masa kini.
Bagaimana dengan bentuk waktu yang lain?
Nah, kali ini kita akan membahas tentang kata kerja bentuk lampau di bahasa Jepang. Sebenarnya saya ingin sekalian membahas bentuk lampau untuk copula dan kata sifat di sini — meskipun begitu, setelah dipikir-pikir, sepertinya lebih baik kalau membahas kata kerja dulu saja. Sekalian agar postingnya lebih fokus dan tidak terlalu panjang, begitu. ^^a
さあ、はじめましょう。。。
Kata Kerja Bentuk Lampau (過去形) dalam Bahasa Jepang
Sebagaimana dibahas di [nihongo-7], infleksi kata kerja Bahasa Jepang ditentukan lewat tiga grup: Ichidan, Godan, dan Irregular. Hal yang sama berlaku jika kita hendak membuat kata kerja bentuk lampau.
Aturan untuk masing-masing grup adalah sebagai berikut:
a) Untuk Ichidan Verb:
Ganti akhiran -ru (-る ) dengan -ta ( -た ).
Contoh:
[latin] taberu –> tabeta
[kana] たべる –> たべた
[kanji] 食べる –> 食べた
[latin] oriru –> orita
[kana] おりる –> おりた
[kanji] 下りる –> 下ります
b) Untuk Godan Verb:
Godan verb memiliki akhiran yang beragam, di antaranya:
-ku ( -く ), -gu ( -ぐ ), -su ( -す ), -tsu ( -つ ), -nu ( -ぬ ), -bu ( -ぶ ), -mu ( -む ), -ru ( -る ), -u ( -う )
Masing-masing akhiran memiliki aturan infleksinya tersendiri. Oleh karena itu, untuk memudahkan, di bawah ini saya tampilkan dalam bentuk tabel.
c) Untuk Irregular Verb:
Terdapat dua buah kata kerja irregular dalam bahasa Jepang, yakni “suru” ( する ; “to do”) dan “kuru” ( くる ; “to come”). Bentuk lampau untuk mereka adalah sebagai berikut.
IRREGULAR I: “suru”
[latin] suru –> shita
[kana] する –> した
[kanji] 為る –> 為た*
*) bentuk ini jarang dipakai. ’suru’ dan ’shita’ umumnya ditulis dengan kana
IRREGULAR II: “kuru”
[latin] kuru –> kita
[kana] くる –> きた
[kanji] 来る –> 来た
…
Bagaimana dengan Negatif Lampau?
Bicara bentuk lampau, tentunya ada juga bentuk negatif lampau. Bagaimana cara membuat bentuk negatif lampau di bahasa Jepang?
Cara melakukannya adalah:
Ganti akhiran -nai ( -ない ) pada bentuk standar dengan -nakatta
( -なかった )
Aturan ini bersifat universal dan dapat diterapkan pada ketiga jenis grup — baik itu ichidan, godan, maupun irregular.
Contoh:
[latin] tabenai –> tabenakatta
[kana] たべない –> たべなかった
[kanji] 食べない –> 食べなかった
[latin] nagasanai –> nagasanakatta
[kana] ながさない –> ながさなかった
[kanji] 流さない –> 流さなかった
[latin] shinai –> shinakatta
[kana] しない –> しなかった
[kanji] 為ない –> 為なかった
Tentunya masih banyak contoh yang lain. Meskipun begitu tiga di atas harusnya cukup sebagai ilustrasi. ^^
…
Catatan Khusus:
Bentuk Lampau untuk -masu ( -ます ) dan -masen ( -ません )
Di [nihongo-7b] kita membahas tentang akhiran -masu ( -ます ) dan versi negatifnya, -masen ( -ません ). Kata kerja yang diakhiri dua imbuhan tersebut memiliki nilai kesopanan lebih tinggi.
Nah, mereka juga punya bentuk lampaunya sendiri. Bagaimana membuat bentuk lampau untuk akhiran -masu dan -masen?
Aturannya kurang lebih seperti berikut:
a) Untuk akhiran -masu ( -ます )
Ubah akhirannya menjadi: -mashita ( -ました )
Contoh:
[latin] orimasu –> orimashita
[kana] おります –> おりました
[kanji] 下ります –> 下りました
[latin] asobimasu –> asobimashita
[kana] あそびます –> あそびました
[kanji] 遊びます –> 遊びました
b) Untuk akhiran -masen ( -ません )
Ubah akhirannya menjadi: -masen deshita ( -ませんでした )
Contoh:
[latin] orimasen –> orimasen deshita
[kana] おりません –> おりませんでした
[kanji] 下りません –> 下りませんでした
[latin] asobimasen –> asobimasen deshita
[kana] あそびません –> あそびませんでした
[kanji] 遊びません –> 遊びませんでした
Sudah, cuma begitu saja. Mudah bukan?
Adapun yang penting di sini adalah membuat bentuk -masu (dan -masen) yang benar dulu. Kalau bentuk -masu dan -masen sudah benar, maka tinggal mengikuti aturan di atas.
Quote:
Kata Ganti Orang Ketiga dan Jamak dalam Bahasa Jepang
Kata Ganti Orang Ketiga Tunggal
(i.e. “dia”, “orang itu”, dan sebagainya)
[latin] “kare”
[kanji] 彼
–> Dipakai untuk menyatakan “dia” yang merujuk pada laki-laki. Kurang lebih sama dengan kata “he” dalam bahasa Inggris.
Catatan: kata ini bisa juga digunakan untuk menyebut kekasih (pria). Meskipun begitu bentuk yang lebih umum untuk fungsi tersebut adalah “kareshi” (彼氏).
[latin] “kanojo”
[kanji] 彼女
–> Dipakai untuk menyatakan “dia” yang merujuk pada perempuan; kurang lebih sama dengan kata “she” dalam bahasa Inggris. Sama dengan “kare”, “kanojo” juga bisa dipakai untuk menyebut kekasih (dalam hal ini wanita).
[latin] “ano hito”
[kanji] あの人
-> Secara harfiah bermakna “orang itu” (dari kata “ano” (あの, ‘itu’) + hito (人 ‘orang’). Dipakai untuk pembicaraan formal.
[latin] “kono hito”
[kanji] この人
-> Secara harfiah bermakna “orang ini” (dari kata “kono” (この, ‘itu’) + hito (人 ‘orang’). Dipakai untuk pembicaraan formal.
[latin] “aitsu”
[kanji] 彼奴 ; meskipun begitu lebih sering ditulis dengan hiragana あいつ
-> Bentuk informal/kasar dari “ano hito” yang disebut sebelumnya. Berasal dari gabungan kata “ano” (彼, ‘itu’) + “yatsu” (奴, ‘orang’/'seseorang’).
[latin] “soitsu”
[kanji] 其奴 ; meskipun begitu lebih sering ditulis dengan hiragana そいつ
-> Informal, sama dengan “aitsu”. Gabungan dari kata “sono” (其, ‘itu’) + “yatsu” (奴). Relatif jarang dipakai dibandingkan “aitsu”.
[latin] “koitsu”
[kanji] 此奴 ; meskipun begitu lebih sering ditulis dengan hiragana こいつ
-> Bentuk informal dari “kono hito”. Gabungan dari kata “kono” (此, ‘ini’) + “yatsu” (奴).
Kata Ganti untuk Bentuk Jamak
(i.e. “kami”, “mereka”, dan sebagainya)
Untuk membentuk kata ganti jamak, aturannya cukup mudah. Kita tinggal dengan menambahkan akhiran -tachi (untuk penggunaan formal) atau -ra (untuk penggunaan informal) pada kata ganti tunggal.
Contoh:
[JAP] “watashi”(私) + “-tachi” (たち) = “watashitachi”(私たち)
[INA] (saya) + (-tachi) = (kami)
[JAP] “kare”(彼) + “-ra” (ら) = “karera” (彼ら)
[INA] (dia) + (-ra) = (mereka)
-> umumnya untuk menyatakan sekelompok laki-laki
Meskipun begitu, penggunaan akhiran -ra dan -tachi ini sangat tergantung pada kata ganti yang hendak diimbuhi. Sebagai contoh, kita bisa membentuk jamak dari kata “boku” (僕) menjadi “bokura” (僕ら) serta “bokutachi” (僕たち). Akan tetapi kita tak bisa membentuk kata ganti jamak berupa “kimira” (kimi + ra) atau “watashira” (watashi + ra) — untuk itu kata ganti jamaknya adalah “watashitachi” (私たち) dan “kimitachi” (君たち).
Pembagiannya bisa dilihat dalam tabel berikut:
……………… ……………… ………………
Bentuk Asal -tachi -ra
……………… ……………… ………………
watashi
atashi
watakushi
atakushi watashitachi
atashitachi
watakushitachi
atakushitachi -
……………… ……………… ………………
boku bokutachi bokura
ore oretachi -
……………… ……………… ………………
anata
anta
kimi anatatachi
antatachi
kimitachi -
……………… ……………… ………………
omae omaetachi omaera
temae - temaera
……………… ……………… ………………
kare - karera
kanojo[1] - -
………… ………… …………
ano hito
kono hito
aitsu
soitsu
koitsu ano hitotachi
kono hitotachi
aitsutachi
soitsutachi
koitsutachi -
-
aitsura
soitsura
koitsura
Keterangan:
[1] “kanojo” biasanya tak disebut dengan jamak; penggunaan untuk ini umumnya di-cover oleh “aitsura”.
Catatan Tambahan mengenai suffix -tachi
Secara umum, -tachi mempunyai kegunaan tambahan, yaitu menyatakan grup yang menyertai seseorang. Di Bahasa Indonesia, kita biasa menyebutnya “dan kawan-kawan”.
Contoh:
[JAP] Yamada-san-tachi wa Tokyo e ikimasu
[INA] Tuan Yamada dan kawan-kawan pergi ke Tokyo
Akhiran -tachi juga dapat digunakan untuk menyatakan keadaan benda yang “banyak” atau “lebih dari satu”. Misal:
[JAP] koibitotachi
[INA] “pasangan kekasih”
–> bisa juga bermakna “pasangan-pasangan kekasih”
[JAP] hitotachi
[INA] “orang-orang” / “banyak orang”
Quote:
Partikel De dan Ni Bahasa Jepang
Kursus Bahasa Jepang OBKG Padang
Pengajar: Trisna Sensei
Partikel De
Rumus:
Subjek wa Keterangan de Objek o Predikat
Kosa kata:
Hashi = sumpit
Supuun = sendok
Fooku = garpu
Contoh kalimat:
Watashi wa hashi de gohan o tabemasu = saya makan nasi dengan sumpit
Watashi wa supuun de gohan o tabemasendeshita = saya tidak makan nasi dengan sendok
Anata wa nande gohan o tabemasu ka = kamu makan nasi dengan apa?
Kosa kata:
Nihongo = bahasa Jepang
Eigo = bahasa Inggris
Chuugokugo = bahasa China
Kankokugo = bahasa Korea
Hasami = gunting
Sutobuu = kompor
Mado = jendela
Kirimasu = memotong
Ryourishimasu = memasak
Contoh kalimat:
Watashi wa nihongo de tegami o kakimasu = saya menulis surat dengan bahasa Jepang
Watashi wa hasami de kami o kirimasu = saya memotong kertas dengan gunting
Watashi wa borupen de tegami o kakimasu = saya menulis surat dengan pulpen
[Arigatou] wa Indonesia de terima kasih desu = Arigatou dalam bahasa Indonesia adalah terima kasih
Kosa kata:
Keshigomu = penghapus
Doa = pintu
Senfuki = kipas angin
Denki = lampu
Isilah titik-titik pada percakapan di bawah ini dengan kosa kata di atas
A : Kore wa Nihongo de nan desu ka = Ini dalam bahasa jepang adalah apa?
B : ….. Desu
A : ….. Desu ka
B : Hai, sou desu
Partikel ni (kepada/ke/dari)
Rumus:
Subjek wa Keterangan ni Objek o Predikat
Contoh kalimat:
Watashi wa Chika sensei ni denwa o kakimasu = Saya menelpon (kepada/ke) guru Chika
Anata wa dare ni denwa o kakimasu ka = kamu menelpon (kepada/ke) siapa?
Kosa kata:
Moraimasu = menerima
Agemasu = memberi
Naraimasu = belajar
Oshiemasu = mengajar
Hana = bunga
Contoh kalimat:
Watashi wa haha ni purezento o moraimasu = saya menerima hadiah dari ibu
Watashi wa koibito ni hana agemasu = saya memberi bunga kepada pacar
Watashi wa tomodachi ni eigo o oshiemasu = saya mengajar bahasa Inggris kepada teman
Watashi wa tomodachi ni kankokugo o naraimasu = saya belajar bahasa Korea dari teman
Mou (sudah) dan mada (belum)
Mou tabemashita ka = Apakah kamu sudah makan?
Hai, mou tabemashita = Ya, sudah makan
Iie, mada desu = tidak, belum
Quote:
5 Kata Tanya Dasar Dalam Bahasa Jepang
Kalau dalam bahasa Inggris ada 5W+2H, yaitu bentuk kata tanya dasar, nah kalo dalam bahasa Jepang apa aja yachhh, cekidot yang berikut ini ya…
1. Doko : Dimana?
Contoh : がっこう は どこ ですか。
Gakkou wa doko desu ka.
Dimanakah letak sekolah?
2. Dare / donata : Siapa?
Contoh: だれ の ほん ですか。
Dare no hon desuka.
Tas siapa ini?
(catatan : Donata lebih sopan daripada Dare )
3 . Doushite / Naze : Kenapa?
Contoh : どうして ですか。
Doushite desu ka.
Kenapa ?
(catatan : doushite lebih sopan daripada naze)
4. Do/Ikaga : Bagaimana?
Contoh : ごはん は どう ですか。
Gohan wa dou desu ka.
Bagaimana (rasa) nasinya?
5. Itsu : Kapan?
Contoh : 電車はいつ来ますか。
Densha wa Itsu kimasu ka.
Kapan KRL tiba?
6. Ikura : Berapa?
Contoh : いくら ですか。
Ikura desu ka.
Berapa (harganya)
7. Nani/Nan : Apa?
Contoh : 何ですか
Nan desu ka.
Ada apa?
何をしてますか。
Nani wo shimasuka.
Apa yang sedang kau kerjakan?
Berarti kata tanya dalam bahasa Jepang rumusnya adalah 4D+2I+1n.... hehehe. Ja, minna san nihongo no benkyou suru koto wa yasashii desu yo.... gampang kan belajar bahasa jepang ??? yang penting semangat !! ganbarimashou !!
Quote:
Dalam Keluarga (かぞく)
Indonesia Romaji Kana Kanji
Ibu Okaasan おかあさん お母さん
Ibu saya Haha はは 母
Ayah Otoosan おとうさん お父さん
Ayah saya Chichi ちち 父
Orang tua Ryooshin りょうしん 両親
Kakak (L) Ani あに 兄
Kakak (P) Ane あね 姉
Adik (L) Otooto おとうと 弟
Adik (P) Imooto いもうと 妹
Anak Kodomo こども 子供
Anak (L) Musuko むすこ 息子
Anak (P) Musume むすめ 娘
Suami Go-shujin ごしゅじん ご主人
Suami saya Otto おっと 夫
Istri Okusan おくさん 奥さん
Istri saya Tsuma つま 妻
Suami-istri Fuufu ふうふ 夫婦
Tante Obasan おばさん 伯母さん
Paman Ojisan おじさん 伯父さん
Sepupu Itoko いとこ
Kakek Ojiisan おじいさん お祖父さん
Kakek saya Sofu そふ 祖父
Nenek Obaasan おばあさん お祖母さん
Nenek saya Soba そば
Cucu Mago まご 孫
Saudara Kyoodai きょうだい 兄弟
Kata Ganti Orang
Romaji Kana Kanji
Saya Watashi わたし 私
Boku ぼく 僕
Atashi あたし
Ore おれ 俺
Anda/Kamu Anata あなた
Kimi きみ 君
O-mae おまえ お前
Dia (L) Kare かれ 彼
Dia (P) Kanojo かのじょ 彼女
Kami Watashi-tachi わたしたち 私たち
Mereka Karera かれら 彼ら
Orang itu Ano hito あのひと あの人
Kata Tanya
Romaji Kana Kanji
Apa? Nani なに 何
Siapa? Dare だれ 誰
Di mana? Doko どこ 何処
Kapan? Itsu いつ 何時
Bagaimana? Doo どう
Kenapa? Dooshite どうして
Yang mana? Dore / Dochira どれ/どちら
Mengapa? Nande なんで
Ada apa? Doo shita no どうしたの
Kata Sambung Kalimat dalam Bahasa Jepang
Kata Sambung
Kata sambung berfungsi untuk menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainnya. Berikut ini beberapa ragam kata sambung dalam bahasa Jepang (日本語):
Soshite そして Dan
Sorekara それから Dan kemudian
Sore ni それに Dan juga
Ga が Tetapi
Demo でも Tetapi
Kara / Node から/ので Karena
Noni のに Meskipun
Tokoro de ところで Ngomong-ngomong
Kata Sambung
Kata sambung berfungsi untuk menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainnya. Berikut ini beberapa ragam kata sambung dalam bahasa Jepang (日本語):
Soshite そして Dan
Sorekara それから Dan kemudian
Sore ni それに Dan juga
Ga が Tetapi
Demo でも Tetapi
Kara / Node から/ので Karena
Noni のに Meskipun
Tokoro de ところで Ngomong-ngomong
Diubah oleh korean1993 14-06-2013 21:33
0
Kutip
Balas