TS
monongan
[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier
Prakarta :
Ini adalah Thread FanFict pertama saya sekaligus juga ini Thread pertama yang saya buat semenjak saya daftar di kaskus, jadi mohon maklum kalo masih banyak salah dalam spoiler dan lain-lainnya.
Lalu ini juga pengalaman pertama bagi TS menulis, jadi saya belom pernah nulis-nulis kayak gini gan, sebenernya sih udah cuma ga pernah saya upload kemana pun.
Cerita ini mengambil seting dari dunia di Ragnarok online, agan sekalian akan menemukan kesamaan dalam nama npc atau pun dungeon dan kota. meski ga semuanya original karena akan ada yang berubah di FanFict ini. FanFict ini masih satu universe dengan FanFictnya agan Heilel_Realz012 Heilel_Realz012 FanFict - Die Aegis Schild, agan ini kayak mentor saya deh pokoknya
, buat agan Heilel thanks banget
.
Jadi ya dengan pengalaman yang masih minim dan kemampuan yang masih cupu, saya mencoba untuk menulis. jadi kalo ada salah kata, kritikan atau saran saya sangat berterima kasih kepada agan-agan, dan silahkan membaca.
Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/05/10/1198843_20130510065932.jpg)
Genre :Shounen, Tragedy, Adventure.
Status : Ongoing
Merasakan malam yang sunyi.
Melihat bulan purnama yang tak tergapai.
Aku memandang sekelilingku, yang ada hanyalah alat-alat operasi dan tabung-tabung berisi cairan kimia.
Ingin sekali aku merasakan bebas dari tabung berisi cairan kimia yang mengurung ku ini.
Aku yang tidak memiliki nama dan ingatan apapun...
Untuk pertama kalinya aku ingin bebas dan keluar dari penjara kaca ini.
Sampai akhirnya tiba malam dimana permintaan ku terkabul.
Ya, penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang berjubah hitam menggunakan senjata api.
Ketika malam itu pecah, kisah perjalanan panjang ku di mulai
Ini adalah Thread FanFict pertama saya sekaligus juga ini Thread pertama yang saya buat semenjak saya daftar di kaskus, jadi mohon maklum kalo masih banyak salah dalam spoiler dan lain-lainnya.
Lalu ini juga pengalaman pertama bagi TS menulis, jadi saya belom pernah nulis-nulis kayak gini gan, sebenernya sih udah cuma ga pernah saya upload kemana pun.
Cerita ini mengambil seting dari dunia di Ragnarok online, agan sekalian akan menemukan kesamaan dalam nama npc atau pun dungeon dan kota. meski ga semuanya original karena akan ada yang berubah di FanFict ini. FanFict ini masih satu universe dengan FanFictnya agan Heilel_Realz012 Heilel_Realz012 FanFict - Die Aegis Schild, agan ini kayak mentor saya deh pokoknya
, buat agan Heilel thanks banget
.Jadi ya dengan pengalaman yang masih minim dan kemampuan yang masih cupu, saya mencoba untuk menulis. jadi kalo ada salah kata, kritikan atau saran saya sangat berterima kasih kepada agan-agan, dan silahkan membaca.

Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier
Quote:
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/05/10/1198843_20130510065932.jpg)
Genre :Shounen, Tragedy, Adventure.
Status : Ongoing
Spoiler for Prologue:
Prologue
Merasakan malam yang sunyi.
Melihat bulan purnama yang tak tergapai.
Aku memandang sekelilingku, yang ada hanyalah alat-alat operasi dan tabung-tabung berisi cairan kimia.
Ingin sekali aku merasakan bebas dari tabung berisi cairan kimia yang mengurung ku ini.
Aku yang tidak memiliki nama dan ingatan apapun...
Untuk pertama kalinya aku ingin bebas dan keluar dari penjara kaca ini.
Sampai akhirnya tiba malam dimana permintaan ku terkabul.
Ya, penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang berjubah hitam menggunakan senjata api.
Ketika malam itu pecah, kisah perjalanan panjang ku di mulai
Spoiler for Character:
Quote:
Jean Asker/Bio Chemical Soldier 0.3
Guillotine Cross
Jean adalah kelinci percobaan dari Bio Laboratorium di kota Lighthalzen yang merupakan daerah dari Republik of Schwartzvald. dia berhasil melarikan diri pada saat malam penyergapan yang dilakukan oleh Gunslinger guild atas perintah dari Pemerintahan Republik, dia yang ditemukan oleh Rin sang Assasin cross di ajarkan cara bertarung dan bertahan hidup sebelum akhirnya dia di kirim ke pantiasuhan bernama Chely House di kota alberta oleh Rin. Jean memiliki sifat pendiam tetapi tidak dingin, karena dia tidak pernah mempelajari data tentang emosi manusia pada waktu dia masih tinggal di Lab.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405090744.png)
Guillotine Cross
Jean adalah kelinci percobaan dari Bio Laboratorium di kota Lighthalzen yang merupakan daerah dari Republik of Schwartzvald. dia berhasil melarikan diri pada saat malam penyergapan yang dilakukan oleh Gunslinger guild atas perintah dari Pemerintahan Republik, dia yang ditemukan oleh Rin sang Assasin cross di ajarkan cara bertarung dan bertahan hidup sebelum akhirnya dia di kirim ke pantiasuhan bernama Chely House di kota alberta oleh Rin. Jean memiliki sifat pendiam tetapi tidak dingin, karena dia tidak pernah mempelajari data tentang emosi manusia pada waktu dia masih tinggal di Lab.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405090744.png)
Quote:
Leina Thorose
Geneticist
Leina adalah Genetcist yang menangani perkembangan Jean di lab, dia adalah wanita baik yang memperhatikan Jean lebih dari kelinci percobaan yang lain. dia adalah orang yang membebaskan Jean dari Tabung Regenerasi untuk melarikan diri pada saat penyerangan.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405090936.JPG)
Geneticist
Leina adalah Genetcist yang menangani perkembangan Jean di lab, dia adalah wanita baik yang memperhatikan Jean lebih dari kelinci percobaan yang lain. dia adalah orang yang membebaskan Jean dari Tabung Regenerasi untuk melarikan diri pada saat penyerangan.
Quote:
Kiev Alastor
Adept GunSlinger
Kiev adalah pemimpin pasukan penyergapan Bio lab yang dibentuk oleh republik. dia juga mentor dari GunSlinger Guild yang berada di kota Einbroch, Terkenal dengan julukan Heroes of Republic.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091316.jpg)
Adept GunSlinger
Kiev adalah pemimpin pasukan penyergapan Bio lab yang dibentuk oleh republik. dia juga mentor dari GunSlinger Guild yang berada di kota Einbroch, Terkenal dengan julukan Heroes of Republic.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091316.jpg)
Quote:
Rin
Assasin Cross
Wanita misterius yang menemukan dan menyelamatkan Jean setelah Jean berhasil lari dari Bio lab facility.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091635.jpg)
Assasin Cross
Wanita misterius yang menemukan dan menyelamatkan Jean setelah Jean berhasil lari dari Bio lab facility.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091635.jpg)
Daftar Isi
Quote:
ARC I The Journey Begins
Chapter 1-1 Begins night
Chapter 1-2 Another route
Journey 1-4 Begins Night Part 4
Journey 1-5 Begins Night Part 5
Journey 1-6 Begins Night Part 6
Journey 1-7 Begins Night Part 7
Journey 1-8 Begins Night Part 8
Journey 1-9 Begins Night Part 9
Journey 1-10 Begins Night End [This Is Where We Are Apart]
Chapter 1-1 Begins night
Chapter 1-2 Another route
Journey 1-4 Begins Night Part 4
Journey 1-5 Begins Night Part 5
Journey 1-6 Begins Night Part 6
Journey 1-7 Begins Night Part 7
Journey 1-8 Begins Night Part 8
Journey 1-9 Begins Night Part 9
Journey 1-10 Begins Night End [This Is Where We Are Apart]
-FINISH-
Quote:
ARC II Joy And Sorrow
New Character [Port City Alberta]
Journey 2-1 Move Forward
Journey 2-2 Einbroch City Of Industries
Journey 2-3 You Can Call Me...
Journey 2-4 So This Is The Real World
Journey 2-5 This Is All I Can Do For You
Journey 2-6 Iam Sorry
Journey 2-7 Because I Always Want To Be With You
Journey 2-8 Trip To Kingdom
Journey 2-9 Fierce Fighting
Journey 2-10 Guilty
Journey 2-11 The Capital Of Republic Schwartzvald
Journey 2-12 Iam Sorry And Farewell
Journey 2-13 After Dark Part-1
Journey 2-14 After Dark Part-2
Journey 2-15 Will You Become My Sun
Journey 2-16 Family Dinner
Journey 2-17 Don't Be Afraid
Journey 2-18 My Feeling
Journey 2-19 My Feeling Part-2
Journey 2-20 Reunion
Journey 2-21 Doubt
Journey 2-22 Doubt Part-2
Journey 2-23 Resolve
Journey 2-24 Piece Of Puzzle
Journey 2-25 Concerns
Journey 2-26 Singing In The Rain
Journey 2-27 Killer Instinct
Journey 2-28 Within The Darkness, Journey 2-28 B
Journey 2-29 Path Of Thorn
Journey 2-30 Day When I met You And Day When I Leave You, Journey 2-30 B
Journey 2-31 Ambush
Journey 2-32 Weird Girl
Journey 2-33 The Day When Demon Was Born
Journey 2-34 Guillotine Cross
New Character [Port City Alberta]
Journey 2-1 Move Forward
Journey 2-2 Einbroch City Of Industries
Journey 2-3 You Can Call Me...
Journey 2-4 So This Is The Real World
Journey 2-5 This Is All I Can Do For You
Journey 2-6 Iam Sorry
Journey 2-7 Because I Always Want To Be With You
Journey 2-8 Trip To Kingdom
Journey 2-9 Fierce Fighting
Journey 2-10 Guilty
Journey 2-11 The Capital Of Republic Schwartzvald
Journey 2-12 Iam Sorry And Farewell
Journey 2-13 After Dark Part-1
Journey 2-14 After Dark Part-2
Journey 2-15 Will You Become My Sun
Journey 2-16 Family Dinner
Journey 2-17 Don't Be Afraid
Journey 2-18 My Feeling
Journey 2-19 My Feeling Part-2
Journey 2-20 Reunion
Journey 2-21 Doubt
Journey 2-22 Doubt Part-2
Journey 2-23 Resolve
Journey 2-24 Piece Of Puzzle
Journey 2-25 Concerns
Journey 2-26 Singing In The Rain
Journey 2-27 Killer Instinct
Journey 2-28 Within The Darkness, Journey 2-28 B
Journey 2-29 Path Of Thorn
Journey 2-30 Day When I met You And Day When I Leave You, Journey 2-30 B
Journey 2-31 Ambush
Journey 2-32 Weird Girl
Journey 2-33 The Day When Demon Was Born
Journey 2-34 Guillotine Cross
-FINISH-
Diubah oleh monongan 09-08-2014 14:07
0
54.3K
Kutip
678
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
monongan
#198
Update
Journey 2-22 Doubt Part-2
Spoiler for Journey 2-22:
Aku duduk di bangku taman yang ada di belakang panti asuhan, Aku masih terbayang-bayang dengan apa yang tadi kulihat. Dari mana luka itu berasal? Dari jumlahnya yang tidak sedikit luka itu bukan disebabkan oleh kecelakaan, Mungkin inikah yang membuatnya takut kepada kaum laki-laki? Jika benar apa yang terjadi di masa lalu.
Setelah melihat hal tersebut aku hanya meninggalkan makan siang Alma di depan pintu kamarnya dan pergi meninggalkan kamar tersebut. Saat ini pikiran ku benar-benar kosong melompong, Aku ingin langsung bertanya kepada Alma apa yang menyebabkan dirinya memiliki luka tersebut. Tetapi aku tidak memiliki keberanian untuk menanyakan hal itu langsung kepada Alma, Aku tidak ingin melukai perasaannya dengan mencoba menggali masa lalu yang mungkin coba iya kubur.
Tapi yang jelas aku akan menjelaskan apa yang terjadi siang tadi kepadanya, Apa yang sebenarnya terjadi antara diriku dan Miss leina. Untuk sekarang hanya itu yang mungkin bisa kujelaskan kepadanya, Biarlah dia menyimpan masa lalunya yang menyakitkan itu dan melupakannya.
Mungkin hari ini aku akan ke perpustakaan kota untuk membaca, Agar bisa lebih tenang dan rilex. Aku bangun dari kursi kayu yang sekarang ku duduki dan hendak pergi meninggalkan taman bunga ini. Sebelum aku berjalan aku melihat seseorang yang ternyata berdiri di belakang ku dengan menyilangkan kedua tangannya di dada, Dia adalah adik dari Miss Leina yang terlihat tidak suka dengan ku.
Aku hanya memasang wajah datar dan hendak berjalan melewati dirinya yang terlihat berdiri terdiam. “Berhenti disitu, Ada beberapa hal yang ingin ku katakana kepada mu..!” Serunya dengan nada yang tinggi dan terdengar marah.
Aku hanya diam dan menoleh ke arahnya, Sama sekali tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut ku, Karena aku sedang tidak dalam mood untuk berbicara dengan seseorang terlebih karena sekarang emosi ku tergolong tidak stabil dan sedang banyak yang aku pikirkan. Jika dugaan ku benar pembicaraan ini akan mengakibatkan pertengkaran jika aku tidak menjawab dirinya dengan ramah.
Mau tidak mau aku harus memasang akting seyum palsu yang kugunakan untuk menenangkan Miss Leina. “Apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku Lina?” Seru ku santai sambil tersenyum.
“Heh, Simpan saja senyum palsu itu untuk dirimu sendiri..Aku hanya ingin mengingatkan dirimu, Jauhi kakak ku jangan ganggu hubunganya dengan senior Gilbert.” Serunya dengan nada tinggi.
Ternyata dia bisa melihat wajah ku yang sebenarnya di balik senyum palsu yang ku buat ini. Aku tidaklah kaget karena dia bisa mengetahui wajah palsu yang ku buat ini karena dari pertama kali bertemu dengan gadis ini aku bisa melihat sorot mata yang tajam dan awas ketika ia memperhatikan diri ku.
“Kenapa hanya diam saja hah? Cepat katakana sesuatu, Aku tidak ingin melihat kakak menangis lagi setiap hari!! Aku tidak ingin melihatnya depresi lagi selama berbulan-bulan hanya karena manusia jadi-jadian seperti dirimu!!!!” Serunya sambil menarik kerah baju ku.
Mendengar kata-kata itu emosi ku langsung naik seketika, Dengan kasar aku melepaskan cengkraman tangan Lina di kerah ku. “Jangan kamu pikir ini kemaun ku menjadi manusia buatan!!! Anak normal seperti mu tidak akan pernah mengerti apa yang kurasakan!!” Seru ku dengan keras berteriak.
Karena dorongan yang ku buat untuk melepaskan cengkramannya pada kerah baju ku dia terdorong beberapa langkah dari tempat ku berdiri. Kini dia terlihat sangat ketakutan dan bergetar seperti sangat kaget dengan apa yang barusan iya lihat, Sorot matanya yang mengeluarkan tatapan terteror seperti melihat monster pembunuh ini benar-benar membuat ku merasa bersalah.
“Ma…Maaf aku tidak bermaksud..” Seru ku sambil mendekati dirinya.
“Jangan mendekat..!! Menjauh dari ku….!!”
Aku yang mendengar teriakan yang cukup keras itu menjauh darinya, Hanya bisa melihat Lina yang kini duduk bersimpuh sambil bergetar ketakutan. “Aku tidak akan menyakiti mu, Bisa kamu ceritakan bagaimana Miss Leina akhir-akhir ini sebelum bertemu dengan ku..” Seru ku sambil ikut duduk di rumput taman dan menjaga jarak darinya.
Lina terlihat masih terdiam dan bergetar, Aku hanya duduk menyilangkan kaki ku dan menunggunya berbicara. Perlahan rasa takut dan terancam yang ia tunjukan kini mulai menghilang dan akhirnya dia mulai berbicara tentang bagaimana keadaan dirinya dan Miss Leina setahun belakangan ini.
Diawali dengan pertemuannya kembali dengan kakak yang paling ia sayangi dan ia cintai di ibu kota prontera, Ternyata setelah beberapa minggu proses introgasi Miss Leina di nyatakan hanya menjadi korban dari semua otak kejahatan kakaknya Rensel Thorose yang memimpin Bio Laboratorium Lighalzen, Kelihatannya Miss Leina bisa lepas dari tuduhan tersebut berkat bantuan Tuan Kiev.
Sudah beberapa tahun ia mencari tahu keberadaan kakaknya dengan mencari berbagai informasi dari kerajaan, Tetapi karena hubungan kerajaan dan republik yang beberapa tahun belakangan ini sedang tegang maka informasi tersebut sangat sulit di jangkau dan didapatkan, Setelah hampir menyerah dan kehilangan harapan karena dia tidak menemukan hal apapun tentang kakak prempuannya, Lina hanya dapat pasrah dan berdoa kepada sang dewa odin.
Doa yang ia panjatkan setiap hari pun akhirnya terjawab, Miss Leina datang ke Saint Curch Prontera untuk menemui Lina. Mereka berdua pun akhirnya dipertemukan oleh dewa odin yang agung, Setelah pertemuan mereka yang penuh haru pun mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama.
Lina akhirnya memutuskan untuk pindah dari asrama untuk para priest dan tinggal bersama kakaknya yang sudah lama ia cari tersebut. Tetapi di balik wajah kakaknya yang cantik dan menunjukan senyum hangat ia dapat melihat kesedihan yang luar biasa besar tersembunyi di hatinya yang paling dalam.
Di malam hari yang dingin dan gelap ia bisa mendengar dan melihat kakaknya menangis tersedu-sedu, Air matanya yang terus tumpah dan tidak bisa berhenti lalu wajah yang mengekspresikan kesakitan yang amat mendalam seperti saat kakaknya kehilangan Ayah dan Ibunya.
Setelah terus melihat kakaknya menangis akhirnya Lina memberanikan diri untuk bertanya kepada kakaknya, Akhirnya Miss Leina bercerita semua tentang apa yang terjadi di republik kepada Lina, Disitu lah ia mulai mengenal dan mengetahui asal-usul diriku yang bukan manusia biasa, Dan disitu pula timbul perasaan benci Lina terhadap diri ku yang seenaknya mengorbankan diri ku dan membuat keputusan secara sepihak.
Dia mengatakan bahwa kakaknya sangat menyesal karena tidak bisa melindungi ku, Kesedihan yang selalu keluar ketika dia termenung itu, Membuat Lina ikut merasakan kesedihan dan mengetahui bahwa betapa sayangnya dan cintanya sang kakak kepada diri ku ini.
Bulan demi bulan pun berlalu tetapi kesedihan kakaknya tidak kunjung hilang dan kakaknya yang paling dia cinta itu masih terperangkap dalam masa lalunya yang gelap dan menyedihkan, Lina yang tidak tahu harus berbuat apa akhirnya berkonsultasi kepada seniornya yang kini menjadi kekasih kakaknya tersebut, Ya Gilbert Epilson.
Lina mengatakan bahwa butuh waktu lama untuk mengembalikan senyum indah dan hangat yang di miliki oleh kakaknya tersebut, Dan tugas itu berhasil dilakukan oleh seniornya yang bernama Gilbert tersebut. Mereka akhirnya resmi menjadi sepasang kekasih dan membuka lembar baru untuk kehidupan Miss Leina yang mulai berjalan maju dan meninggalkan masa lalunya, Setelah 1 setengah bulan mereka menjadi sepasang kekasih Tuan Gilbert mendapat tugas untuk merenovasi panti asuhan ini.
Tuan Gilbert dan Lina di kirim oleh Saint Curch Prontera, Lina yang tidak mau terpisah oleh kakaknya tersebut mengajak kakaknya pun ikut dengannya ke kota Alberta. Dengan megajukan proposal baru kepada Saint Curch Prontera mengenai pembuatan apotik dan rumah sakit kecil di panti, Dengan megajukan nama Miss Leina untuk menjadi kepala kesehatan di rumah sakit kecil tersebut.
Dan dengan pertimbangan yang lumayan cermat dan memakan waktu yang cukup lama akhirnya Gereja agung pun menerima proposal tersebut, Setelah beberapa bulan pembangunan pun akhirnya bangunan Rumah sakit, sekolah dan renovasi panti pun selesai.
“Karena itu aku mohon dengan sangat, Jauhi dia..!! Jangan membuatnya menderita lebih dari ini, Dia sudah memiliki senior Gilbert yang akan menjaganya suka atau pun duku..Aku mohon” Serunya sambil menangis sesengukan.
“Aku tidak bermaksud membuatnya menderita dari awal, Aku hanya ingin menyelamatkannya..”
“Tapi apa yang kau lakukan malah berefek terbalik bukan?, Kau menyakiti hatinya dan membuat senyumnya hilang..Jauhi dia!!!!” Teriaknya keras.
Ku lemparkan sapu tangan kecil yang berada di kantong celana ku kepadanya seraya berkata “Aku…Aku tidak bisa memberikan jawaban sekarang kepada mu, Tapi hapuslah dulu air mata mu. Masalah itu akan ku pikirkan nanti”
Aku bangun dari duduk ku berjalan perlahan meninggalkan Lina yang duduk bersimpuh dan menangis tersedu-sedu. Apa yang harus aku lakukan ? Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Bagaimana aku harus bersikap di depan Miss Leina dan Tuan Gilbert lalu bagaimana aku menjelaskan kesalah pahaman ini kepada Alma?
Mungkin benar yang Lina bilang, Aku hanya membuatnya menderita. Mungkin hal terbaik yang bisa kulakukan adalah menjauhinya, Dia sudah memiliki penjaga senyumnya yang baru bukan?, Pikir ku.
Aku berjalan menuju ke ruang utama yang ada di panti, Aku dapat melihat Miss Leina, Tuan Gilbert dan Sister Maria sedang berbincang-bincang tentang masa depan panti. “Ibu aku pamit pulang terlebih dahulu ya? Soeen mungkin sudah menunggu ku sekarang..” Seru ku menghentikan obrolan mereka yang serius.
“Oh, Hari ini sudah janji dengan Soeen? Jangan terlalu malam ya?” Seru ibu.
“Baik bu, Aku pamit dulu semuanya” Seru ku sambil membungkuk.
Aku berjalan meninggalkan panti, Dalam jalan ku yang perlahan ini aku dapat merasakan pandangan Miss Leina yang terus menuju kepada ku, Tatapan penuh rindu dan kesedihan itu malah membuat ku terus bersalah.
Setelah melihat hal tersebut aku hanya meninggalkan makan siang Alma di depan pintu kamarnya dan pergi meninggalkan kamar tersebut. Saat ini pikiran ku benar-benar kosong melompong, Aku ingin langsung bertanya kepada Alma apa yang menyebabkan dirinya memiliki luka tersebut. Tetapi aku tidak memiliki keberanian untuk menanyakan hal itu langsung kepada Alma, Aku tidak ingin melukai perasaannya dengan mencoba menggali masa lalu yang mungkin coba iya kubur.
Tapi yang jelas aku akan menjelaskan apa yang terjadi siang tadi kepadanya, Apa yang sebenarnya terjadi antara diriku dan Miss leina. Untuk sekarang hanya itu yang mungkin bisa kujelaskan kepadanya, Biarlah dia menyimpan masa lalunya yang menyakitkan itu dan melupakannya.
Mungkin hari ini aku akan ke perpustakaan kota untuk membaca, Agar bisa lebih tenang dan rilex. Aku bangun dari kursi kayu yang sekarang ku duduki dan hendak pergi meninggalkan taman bunga ini. Sebelum aku berjalan aku melihat seseorang yang ternyata berdiri di belakang ku dengan menyilangkan kedua tangannya di dada, Dia adalah adik dari Miss Leina yang terlihat tidak suka dengan ku.
Aku hanya memasang wajah datar dan hendak berjalan melewati dirinya yang terlihat berdiri terdiam. “Berhenti disitu, Ada beberapa hal yang ingin ku katakana kepada mu..!” Serunya dengan nada yang tinggi dan terdengar marah.
Aku hanya diam dan menoleh ke arahnya, Sama sekali tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut ku, Karena aku sedang tidak dalam mood untuk berbicara dengan seseorang terlebih karena sekarang emosi ku tergolong tidak stabil dan sedang banyak yang aku pikirkan. Jika dugaan ku benar pembicaraan ini akan mengakibatkan pertengkaran jika aku tidak menjawab dirinya dengan ramah.
Mau tidak mau aku harus memasang akting seyum palsu yang kugunakan untuk menenangkan Miss Leina. “Apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku Lina?” Seru ku santai sambil tersenyum.
“Heh, Simpan saja senyum palsu itu untuk dirimu sendiri..Aku hanya ingin mengingatkan dirimu, Jauhi kakak ku jangan ganggu hubunganya dengan senior Gilbert.” Serunya dengan nada tinggi.
Ternyata dia bisa melihat wajah ku yang sebenarnya di balik senyum palsu yang ku buat ini. Aku tidaklah kaget karena dia bisa mengetahui wajah palsu yang ku buat ini karena dari pertama kali bertemu dengan gadis ini aku bisa melihat sorot mata yang tajam dan awas ketika ia memperhatikan diri ku.
“Kenapa hanya diam saja hah? Cepat katakana sesuatu, Aku tidak ingin melihat kakak menangis lagi setiap hari!! Aku tidak ingin melihatnya depresi lagi selama berbulan-bulan hanya karena manusia jadi-jadian seperti dirimu!!!!” Serunya sambil menarik kerah baju ku.
Mendengar kata-kata itu emosi ku langsung naik seketika, Dengan kasar aku melepaskan cengkraman tangan Lina di kerah ku. “Jangan kamu pikir ini kemaun ku menjadi manusia buatan!!! Anak normal seperti mu tidak akan pernah mengerti apa yang kurasakan!!” Seru ku dengan keras berteriak.
Karena dorongan yang ku buat untuk melepaskan cengkramannya pada kerah baju ku dia terdorong beberapa langkah dari tempat ku berdiri. Kini dia terlihat sangat ketakutan dan bergetar seperti sangat kaget dengan apa yang barusan iya lihat, Sorot matanya yang mengeluarkan tatapan terteror seperti melihat monster pembunuh ini benar-benar membuat ku merasa bersalah.
“Ma…Maaf aku tidak bermaksud..” Seru ku sambil mendekati dirinya.
“Jangan mendekat..!! Menjauh dari ku….!!”
Aku yang mendengar teriakan yang cukup keras itu menjauh darinya, Hanya bisa melihat Lina yang kini duduk bersimpuh sambil bergetar ketakutan. “Aku tidak akan menyakiti mu, Bisa kamu ceritakan bagaimana Miss Leina akhir-akhir ini sebelum bertemu dengan ku..” Seru ku sambil ikut duduk di rumput taman dan menjaga jarak darinya.
Lina terlihat masih terdiam dan bergetar, Aku hanya duduk menyilangkan kaki ku dan menunggunya berbicara. Perlahan rasa takut dan terancam yang ia tunjukan kini mulai menghilang dan akhirnya dia mulai berbicara tentang bagaimana keadaan dirinya dan Miss Leina setahun belakangan ini.
Diawali dengan pertemuannya kembali dengan kakak yang paling ia sayangi dan ia cintai di ibu kota prontera, Ternyata setelah beberapa minggu proses introgasi Miss Leina di nyatakan hanya menjadi korban dari semua otak kejahatan kakaknya Rensel Thorose yang memimpin Bio Laboratorium Lighalzen, Kelihatannya Miss Leina bisa lepas dari tuduhan tersebut berkat bantuan Tuan Kiev.
Sudah beberapa tahun ia mencari tahu keberadaan kakaknya dengan mencari berbagai informasi dari kerajaan, Tetapi karena hubungan kerajaan dan republik yang beberapa tahun belakangan ini sedang tegang maka informasi tersebut sangat sulit di jangkau dan didapatkan, Setelah hampir menyerah dan kehilangan harapan karena dia tidak menemukan hal apapun tentang kakak prempuannya, Lina hanya dapat pasrah dan berdoa kepada sang dewa odin.
Doa yang ia panjatkan setiap hari pun akhirnya terjawab, Miss Leina datang ke Saint Curch Prontera untuk menemui Lina. Mereka berdua pun akhirnya dipertemukan oleh dewa odin yang agung, Setelah pertemuan mereka yang penuh haru pun mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama.
Lina akhirnya memutuskan untuk pindah dari asrama untuk para priest dan tinggal bersama kakaknya yang sudah lama ia cari tersebut. Tetapi di balik wajah kakaknya yang cantik dan menunjukan senyum hangat ia dapat melihat kesedihan yang luar biasa besar tersembunyi di hatinya yang paling dalam.
Di malam hari yang dingin dan gelap ia bisa mendengar dan melihat kakaknya menangis tersedu-sedu, Air matanya yang terus tumpah dan tidak bisa berhenti lalu wajah yang mengekspresikan kesakitan yang amat mendalam seperti saat kakaknya kehilangan Ayah dan Ibunya.
Setelah terus melihat kakaknya menangis akhirnya Lina memberanikan diri untuk bertanya kepada kakaknya, Akhirnya Miss Leina bercerita semua tentang apa yang terjadi di republik kepada Lina, Disitu lah ia mulai mengenal dan mengetahui asal-usul diriku yang bukan manusia biasa, Dan disitu pula timbul perasaan benci Lina terhadap diri ku yang seenaknya mengorbankan diri ku dan membuat keputusan secara sepihak.
Dia mengatakan bahwa kakaknya sangat menyesal karena tidak bisa melindungi ku, Kesedihan yang selalu keluar ketika dia termenung itu, Membuat Lina ikut merasakan kesedihan dan mengetahui bahwa betapa sayangnya dan cintanya sang kakak kepada diri ku ini.
Bulan demi bulan pun berlalu tetapi kesedihan kakaknya tidak kunjung hilang dan kakaknya yang paling dia cinta itu masih terperangkap dalam masa lalunya yang gelap dan menyedihkan, Lina yang tidak tahu harus berbuat apa akhirnya berkonsultasi kepada seniornya yang kini menjadi kekasih kakaknya tersebut, Ya Gilbert Epilson.
Lina mengatakan bahwa butuh waktu lama untuk mengembalikan senyum indah dan hangat yang di miliki oleh kakaknya tersebut, Dan tugas itu berhasil dilakukan oleh seniornya yang bernama Gilbert tersebut. Mereka akhirnya resmi menjadi sepasang kekasih dan membuka lembar baru untuk kehidupan Miss Leina yang mulai berjalan maju dan meninggalkan masa lalunya, Setelah 1 setengah bulan mereka menjadi sepasang kekasih Tuan Gilbert mendapat tugas untuk merenovasi panti asuhan ini.
Tuan Gilbert dan Lina di kirim oleh Saint Curch Prontera, Lina yang tidak mau terpisah oleh kakaknya tersebut mengajak kakaknya pun ikut dengannya ke kota Alberta. Dengan megajukan proposal baru kepada Saint Curch Prontera mengenai pembuatan apotik dan rumah sakit kecil di panti, Dengan megajukan nama Miss Leina untuk menjadi kepala kesehatan di rumah sakit kecil tersebut.
Dan dengan pertimbangan yang lumayan cermat dan memakan waktu yang cukup lama akhirnya Gereja agung pun menerima proposal tersebut, Setelah beberapa bulan pembangunan pun akhirnya bangunan Rumah sakit, sekolah dan renovasi panti pun selesai.
“Karena itu aku mohon dengan sangat, Jauhi dia..!! Jangan membuatnya menderita lebih dari ini, Dia sudah memiliki senior Gilbert yang akan menjaganya suka atau pun duku..Aku mohon” Serunya sambil menangis sesengukan.
“Aku tidak bermaksud membuatnya menderita dari awal, Aku hanya ingin menyelamatkannya..”
“Tapi apa yang kau lakukan malah berefek terbalik bukan?, Kau menyakiti hatinya dan membuat senyumnya hilang..Jauhi dia!!!!” Teriaknya keras.
Ku lemparkan sapu tangan kecil yang berada di kantong celana ku kepadanya seraya berkata “Aku…Aku tidak bisa memberikan jawaban sekarang kepada mu, Tapi hapuslah dulu air mata mu. Masalah itu akan ku pikirkan nanti”
Aku bangun dari duduk ku berjalan perlahan meninggalkan Lina yang duduk bersimpuh dan menangis tersedu-sedu. Apa yang harus aku lakukan ? Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Bagaimana aku harus bersikap di depan Miss Leina dan Tuan Gilbert lalu bagaimana aku menjelaskan kesalah pahaman ini kepada Alma?
Mungkin benar yang Lina bilang, Aku hanya membuatnya menderita. Mungkin hal terbaik yang bisa kulakukan adalah menjauhinya, Dia sudah memiliki penjaga senyumnya yang baru bukan?, Pikir ku.
Aku berjalan menuju ke ruang utama yang ada di panti, Aku dapat melihat Miss Leina, Tuan Gilbert dan Sister Maria sedang berbincang-bincang tentang masa depan panti. “Ibu aku pamit pulang terlebih dahulu ya? Soeen mungkin sudah menunggu ku sekarang..” Seru ku menghentikan obrolan mereka yang serius.
“Oh, Hari ini sudah janji dengan Soeen? Jangan terlalu malam ya?” Seru ibu.
“Baik bu, Aku pamit dulu semuanya” Seru ku sambil membungkuk.
Aku berjalan meninggalkan panti, Dalam jalan ku yang perlahan ini aku dapat merasakan pandangan Miss Leina yang terus menuju kepada ku, Tatapan penuh rindu dan kesedihan itu malah membuat ku terus bersalah.
0
Kutip
Balas