- Beranda
- The Lounge
Rekam Jejak Karier Sir Alex Ferguson [#THANKYOUSIRALEX]
...
TS
dinedo
Rekam Jejak Karier Sir Alex Ferguson [#THANKYOUSIRALEX]
![Rekam Jejak Karier Sir Alex Ferguson [#THANKYOUSIRALEX]](https://s.kaskus.id/images/2013/04/06/4113186_20130406085911.png)
Quote:
Perjalanan Karir Sir Alex Ferguson [#THANKYOUSIRALEX]
![Rekam Jejak Karier Sir Alex Ferguson [#THANKYOUSIRALEX]](https://s.kaskus.id/images/2013/05/08/4113186_20130508053447.jpg)
![Rekam Jejak Karier Sir Alex Ferguson [#THANKYOUSIRALEX]](https://s.kaskus.id/images/2013/05/08/4113186_20130508053447.jpg)
Sir Alex Ferguson secara resmi mengumumkan bahwa dia akan pensiun pada akhir musim ini. Selama 27 tahun menangani Manchester United, pria asal Skolandia ini mempersembahkan 13 trofi Premier League serta sejumlah trofi bergengi lainnya, termasuk Liga Champions.
Berikut rekam jejak Ferguson
1941 — Lahir pada 31 Desember di Govan, Skotlandia.
Govan adalah sebuah distrik di kota Glasgow, terletak sekitar 4 km di barat pusat kota Glasgow, Govan persis terletak di tepi sungai Clyde, Govan terkenal dengan industri perkapalan sejak 1860an, yang menjadi sentra ekonomi dan mata pencaharian utama penduduknya. Sebagai pria kelahiran Govan, SAF tentu akrab dengan pekerjaan kasar sebagai buruh galangan kapal. Ayah SAF, Alexander Ferguson Senior, John Ferguson sang kakek, sampai buyutnya, Robert Ferguson, semua bekerja sebagai buruh galangan kapal, di usia belasan tahun, SAF sempat bekerja sebagai penjaga toko alat-alat perkapalan dan juga di perusahaan mesin ketik.
Akrab dengan lingkungan buruh, SAF pun tumbuh sebagai seseorang dengan jiwa solidaritas dan sosialisme yang tinggi, SAF aktif di organisasi buruh dan selalu menghadiri pertemuan di tingkat cabang dan distrik persatuan buruh, jiwa kepemimpinan SAF terasah disana, ia pernah memimpin aksi mogok kerja terkait konflik pembayaran upah. Tumbuh di keluarga kelas pekerja, membuat SAF juga ditempa dalam kedisiplinan tinggi, ia sudah harus bangun pagi-pagi buta, sifat emosional SAF sendiri terbentuk karena masa kecilnya yang hidup dari kalangan buruh yang kerap tertindas, masa lalu yang keras itulah yang membuat SAF terbiasa berbicara lantang, kritis, dan tegas, hairdryer treatment terbentuk dari sini
1957 — Memulai kariernya sebagai pemain bola di klub Skotlandia, Queen's Park.
Darah sepakbola SAF berasal dari ayahnya, Alexander Ferguson Senior, yang juga merupakan pemain sepakbola selain sebagai seorang buruh, karir sepakbola ayahnya tidak sukses, untuk itulah SAF bertekad untuk menjadi pesepakbola yang lebih sukses dari ayahnya. Keluarga mendukung cita-cita SAF untuk terjun di sepakbola, klub amatir disana, Queen's Park.
SAF bergabung dengan Queen's Park di usia sekitar 16 tahun, tapi ia tetap tidak meninggalkan pekerjaannya menjaga toko alat-alat perkapalan, di Queen's Park SAF bermain selama 3 tahun (1957-1960), tampil 30 kali dan mencetak 15 gol, jarang menjadi pemain inti, SAF kemudian pindah ke St. Johnstone pada 1960, tapi lagi-lagi ia kurang mendapat kesempatan. Di St. Johnstone, SAF tampil sebanyak 37 kali dalam kurun 4 tahun (1960-1964) dan mencetak 19 gol, SAF kemudian pindah ke Dunfermline di Dunfermline, karir SAF mulai lumayan baik, ia tampil 89 kali dalam kurun 3 tahun (1964-1967) dan mencetak 66 gol.
Aksi SAF saat bermain di Dunfermline:
Tampil lumayan bersama Dunfermline, SAF akhirnya direkrut Glasgow Rangers, klub yang selalu ia dukung sejak kecil, impiannya terwujud, SAF direkrut Rangers dengan nilai transfer 65.000 Pounds, menjadi rekor pembelian bagi Rangers di masa itu, ia menjadi pemain lokal termahal, karir SAF di Rangers berjalan singkat karena ia dianggap menjadi penyebab kekalahan Rangers dari Celtic di final Scottish Cup 1968/69.
Foto SAF saat bermain untuk Rangers:
Pada 1969, SAF akhirnya pindah ke klub Skotlandia lainnya, Falkirk. Di Falkirk, SAF bermain selama 4 tahun (1969-1973), tampil sebanyak 95 kali dan mencetak 36 gol.
SAF saat bermain di Falkirk:
![Rekam Jejak Karier Sir Alex Ferguson [#THANKYOUSIRALEX]](https://s.kaskus.id/images/2013/05/10/4113186_20130510022409.jpg)
Di penghujung karir bermainnya, SAF bergabung dengan Ayr United (1973-1974), tampil sebanyak 24 kali dan mencetak 9 gol, selama jadi pemain, SAF berposisi sebagai striker. Prestasi bermain pun kering, cuma pernah juara Divisi 2 Liga Skotlandia bareng St. Johnstone dan Falkirk.
1966 — Menikah dengan Cathy.
SAF & Cathy bersama anak pertamanya, Mark:
SAF bersama Mark:
SAF bersama istrinya, Cathy, dan anak kedua dan ketiganya, si kembar Jason dan Darren:
1974 — Mengakhiri kariernya sebagai pemain bersama enam klub dan mengambilalih klub Skotlandia, East Stirling.
Pensiun sebagai pemain di umur 32 tahun, SAF memulai karir managerialnya di klub East Stirlingshire, SAF gak buta sama sekali, sebelumnya dia emang udah jadi player-manager waktu di Falkirk dulu. Karir managerial SAF di East Stirlingshire cuma berumur 4,5 bulan, karena ia ditawari bergabung dengan St. Mirren, klub yang lebih besar, SAF sebenarnya berat untuk meninggalkan East Stirlingshire, karena ia baru saja memulai karir kepelatihannya, tapi atas saran dari Jock Stein (manajer Celtic saat itu), salah satu orang yang dikagumi dan diturutinya, SAF akhirnya mau ke St. Mirren, di St. Mirren inilah mulai terlihat kesukaan SAF untuk mendidik dan mengorbitkan pemain-pemain muda, dengan bakat-bakat muda, SAF berhasil membawa St. Mirren menjuarai Divisi 1 Liga Skotlandia musim 1976/77. SAF menjadi manajer St. Mirren selama 4 tahun (1974-1978), ia kemudian dipecat karena konflik dengan manajemen klub., dipecatnya SAF dari St. Mirren menjadi satu-satunya pemecatan yang dialami SAF dalam karirnya sebagai manajer sampai sekarang.
Lanjut dibawah ya gan! 
Berikut rekam jejak Ferguson
1941 — Lahir pada 31 Desember di Govan, Skotlandia.
Spoiler for foto:
Govan adalah sebuah distrik di kota Glasgow, terletak sekitar 4 km di barat pusat kota Glasgow, Govan persis terletak di tepi sungai Clyde, Govan terkenal dengan industri perkapalan sejak 1860an, yang menjadi sentra ekonomi dan mata pencaharian utama penduduknya. Sebagai pria kelahiran Govan, SAF tentu akrab dengan pekerjaan kasar sebagai buruh galangan kapal. Ayah SAF, Alexander Ferguson Senior, John Ferguson sang kakek, sampai buyutnya, Robert Ferguson, semua bekerja sebagai buruh galangan kapal, di usia belasan tahun, SAF sempat bekerja sebagai penjaga toko alat-alat perkapalan dan juga di perusahaan mesin ketik.
Akrab dengan lingkungan buruh, SAF pun tumbuh sebagai seseorang dengan jiwa solidaritas dan sosialisme yang tinggi, SAF aktif di organisasi buruh dan selalu menghadiri pertemuan di tingkat cabang dan distrik persatuan buruh, jiwa kepemimpinan SAF terasah disana, ia pernah memimpin aksi mogok kerja terkait konflik pembayaran upah. Tumbuh di keluarga kelas pekerja, membuat SAF juga ditempa dalam kedisiplinan tinggi, ia sudah harus bangun pagi-pagi buta, sifat emosional SAF sendiri terbentuk karena masa kecilnya yang hidup dari kalangan buruh yang kerap tertindas, masa lalu yang keras itulah yang membuat SAF terbiasa berbicara lantang, kritis, dan tegas, hairdryer treatment terbentuk dari sini

1957 — Memulai kariernya sebagai pemain bola di klub Skotlandia, Queen's Park.
Darah sepakbola SAF berasal dari ayahnya, Alexander Ferguson Senior, yang juga merupakan pemain sepakbola selain sebagai seorang buruh, karir sepakbola ayahnya tidak sukses, untuk itulah SAF bertekad untuk menjadi pesepakbola yang lebih sukses dari ayahnya. Keluarga mendukung cita-cita SAF untuk terjun di sepakbola, klub amatir disana, Queen's Park.
SAF bergabung dengan Queen's Park di usia sekitar 16 tahun, tapi ia tetap tidak meninggalkan pekerjaannya menjaga toko alat-alat perkapalan, di Queen's Park SAF bermain selama 3 tahun (1957-1960), tampil 30 kali dan mencetak 15 gol, jarang menjadi pemain inti, SAF kemudian pindah ke St. Johnstone pada 1960, tapi lagi-lagi ia kurang mendapat kesempatan. Di St. Johnstone, SAF tampil sebanyak 37 kali dalam kurun 4 tahun (1960-1964) dan mencetak 19 gol, SAF kemudian pindah ke Dunfermline di Dunfermline, karir SAF mulai lumayan baik, ia tampil 89 kali dalam kurun 3 tahun (1964-1967) dan mencetak 66 gol.
Aksi SAF saat bermain di Dunfermline:
Spoiler for foto:
Tampil lumayan bersama Dunfermline, SAF akhirnya direkrut Glasgow Rangers, klub yang selalu ia dukung sejak kecil, impiannya terwujud, SAF direkrut Rangers dengan nilai transfer 65.000 Pounds, menjadi rekor pembelian bagi Rangers di masa itu, ia menjadi pemain lokal termahal, karir SAF di Rangers berjalan singkat karena ia dianggap menjadi penyebab kekalahan Rangers dari Celtic di final Scottish Cup 1968/69.
Foto SAF saat bermain untuk Rangers:
Spoiler for foto:
Pada 1969, SAF akhirnya pindah ke klub Skotlandia lainnya, Falkirk. Di Falkirk, SAF bermain selama 4 tahun (1969-1973), tampil sebanyak 95 kali dan mencetak 36 gol.
SAF saat bermain di Falkirk:
Spoiler for foto:
![Rekam Jejak Karier Sir Alex Ferguson [#THANKYOUSIRALEX]](https://s.kaskus.id/images/2013/05/10/4113186_20130510022409.jpg)
Di penghujung karir bermainnya, SAF bergabung dengan Ayr United (1973-1974), tampil sebanyak 24 kali dan mencetak 9 gol, selama jadi pemain, SAF berposisi sebagai striker. Prestasi bermain pun kering, cuma pernah juara Divisi 2 Liga Skotlandia bareng St. Johnstone dan Falkirk.
1966 — Menikah dengan Cathy.
Spoiler for foto:
SAF & Cathy bersama anak pertamanya, Mark:
Spoiler for foto:
SAF bersama Mark:
Spoiler for foto:
SAF bersama istrinya, Cathy, dan anak kedua dan ketiganya, si kembar Jason dan Darren:
Spoiler for foto:
1974 — Mengakhiri kariernya sebagai pemain bersama enam klub dan mengambilalih klub Skotlandia, East Stirling.
Pensiun sebagai pemain di umur 32 tahun, SAF memulai karir managerialnya di klub East Stirlingshire, SAF gak buta sama sekali, sebelumnya dia emang udah jadi player-manager waktu di Falkirk dulu. Karir managerial SAF di East Stirlingshire cuma berumur 4,5 bulan, karena ia ditawari bergabung dengan St. Mirren, klub yang lebih besar, SAF sebenarnya berat untuk meninggalkan East Stirlingshire, karena ia baru saja memulai karir kepelatihannya, tapi atas saran dari Jock Stein (manajer Celtic saat itu), salah satu orang yang dikagumi dan diturutinya, SAF akhirnya mau ke St. Mirren, di St. Mirren inilah mulai terlihat kesukaan SAF untuk mendidik dan mengorbitkan pemain-pemain muda, dengan bakat-bakat muda, SAF berhasil membawa St. Mirren menjuarai Divisi 1 Liga Skotlandia musim 1976/77. SAF menjadi manajer St. Mirren selama 4 tahun (1974-1978), ia kemudian dipecat karena konflik dengan manajemen klub., dipecatnya SAF dari St. Mirren menjadi satu-satunya pemecatan yang dialami SAF dalam karirnya sebagai manajer sampai sekarang.
Lanjut dibawah ya gan! 
Diubah oleh dinedo 10-05-2013 15:47
0
10K
Kutip
82
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dinedo
#1
Quote:
Lanjutan di atas:
1978 — Menjadi manajer Aberdeen di divisi tertinggi Skotlandia, memenangi Liga Skotlandia untuk pertama kalinya pada 1981.
Dipecat dari St. Mirren, SAF kemudian bergabung dengan Aberdeen pada 1978, di klub inilah ia menuai banyak sukses sehingga dilirik United. SAF berhasil membawa Aberdeen meraih gelar Liga Skotlandia di musim keduanya melatih, mengakhiri puasa gelar liga Aberdeen selama 25 tahun.
Di Aberdeen, SAF bukan saja berhasil merajai Skotlandia dengan mendobrak dominasi Celtic dan Rangers, tapi juga berhasil sukses di Eropa. SAF berhasil membawa Aberdeen menjuarai Cup Winners' Cup 1983 setelah mengalahkan Real Madrid di final dengan skor 2-1.
SAF kemudian juga sukses membawa Aberdeen menjuarai UEFA Super Cup 1983 setelah berhasil mengalahkan juara Champions saat itu, Hamburg SV, Aberdeen di bawah asuhan SAF menjadi klub Skotlandia ketiga setelah Rangers dan Celtic yang bisa menjadi juara di level Eropa.
Total SAF berhasil mempersembahkan 10 gelar dalam kurun 8 tahun karirnya di Aberdeen, 10 gelar SAF di Aberdeen: 3 gelar Liga Skotlandia, 4 gelar FA (Scottish) Cup, 1 gelar League (Scottish) Cup, 1 Cup Winners' Cup, 1 Super Cup.
1983 — Memenangi Piala Winners Eropa setelah mengalahkan Real Madrid di final, dan menjadi Officer of the Order of the British Empire.
SAF saat berhasil menjuarai Winners' Cup bersama Aberdeen:
1985 — Mengambilalih sementara posisi manajer tim nasional Skotlandia setelah meninggalnya manajer Jock Stein pada 10 September.
1986 — Jadi pelatih Skotlandia di Piala Dunia, di mana mereka gagal melewati penyisihan grup.
1986 — Menjadi manajer Manchester United, menggantikan Ron Atkinson yang dipecat.
Sukses besar di Aberdeen membuat SAF menjadi manajer paling diincar di seantero Britania Raya, tercatat Arsenal, Tottenham Hotspur, sampai Barcelona tertarik untuk menjadikan SAF sebagai manajer mereka.
SAF pun tetap bertahan di Aberdeen sampai awal musim 1986/87, sementara nun jauh di Manchester, United semakin terseok-seok, selasa malam, 4 November 1986 (atau 2 hari sebelum bergabung ke United), SAF tengah berada di rumahnya saat menerima sebuah teletext, teletext tersebut mengabarkan tentang kekalahan telak klub besar asal Inggris, Manchester United, dari Southampton dengan skor 1-4. Gordon Strachan, mantan anak asuhnya di Aberdeen, yang saat itu telah pindah ke United, juga mengabarkan pada SAF tentang kondisi di United, Strachan berkata bahwa posisi Ron Atkinson di United semakin tersudut dan bahwa SAF tengah dipertimbangkan kuat untuk menjadi penggantinya, keesokan hari saat berada di kantornya, SAF dihampiri oleh salah seorang stafnya yang baru saja mengangkat telepon. Staf tersebut berkata kepada SAF: "Sir, ada telepon dari Alan Gordon, apakah anda mau menerimanya?" (Alan Gordon adalah rekan Strachan), SAF bertanya-tanya ada apa gerangan Gordon menghubunginya, ia kemudian segera menerima telepon tersebut, saat menerima telepon, SAF semakin terkejut karena yang ternyata menghubunginya adalah suara yang tidak ia kenal, mengaku dari Old Trafford, ternyata itu adalah suara dari Mike Edelson, salah satu direksi United saat itu, belum hilang rasa heran SAF, suara diujung telepon kembali berubah, ternyata Edelson langsung memberi gagang telepon kepada Martin Edwards.
Martin Edwards, chairman United saat itu, kemudian secara to the point langsung memberi kabar pada SAF bahwa Ron Atkinson telah dipecat, Edwards langsung menawarkan posisi lowong yang ditinggalkan Big Ron kepada SAF, akhirnya sebuah pertemuan pun dirancang sore harinya, SAF langsung menuju stasiun Hamilton, di tenggara kota Glasgow, disana telah menunggu utusan dari United, Martin Edwards dan Bobby Charlton, SAF kemudian langsung mengajak para utusan United itu menuju rumah rumah saudara iparnya di Bishopbriggs, Utara Glasgow. Di Bishopbriggs itulah kemudian tercapai kesepatan besar yang kelak akan mengubah sejarah: SAF menerima tawaran menjadi manajer United!
Kamis, 6 November 1986, SAF resmi menjabat sebagai manajer United:
SAF bersama chairman United, Martin Edwards, orang yang berjasa membawanya ke United:
Sebagaimana lazimnya setiap permulaan, tak ada yang mudah, termasuk bagi karir SAF di United, SAF harus melanjutkan sisa musim 1986/87 yang baru berjalan 3 bulan dengan kondisi United yang carut marut warisan Ron Atkinson. Sabtu, 8/11/86, 2 hari setelah resmi menjadi manajer United, SAF memulai debutnya saat United bertandang ke Oxford United, United kalah 0-2.
SAF di match pertamanya saat melawan Oxford, terlihat tegang... wajar, United kalah 0-2 saat itu:
SAF menutup musim pertamanya dengan membawa United bertengger di posisi 11 dengan 56 poin, tertinggal 30 poin dari sang juara Everton. Musim kedua (1987/88), racikan SAF mulai terlihat, United langsung melesat ke posisi runner-up, kalah 9 poin dari Liverpool yang juara. Musim ketiga (1988/89), United yang diharap bisa menjadi juara karena sebelumnya meraih runner-up malah anjlok kembali ke posisi 11.
Gagal di musim ketiganya, posisi SAF mulai digoyang, ia pun sempat frustasi.
1990 — Meraih trofi pertama di MU, Piala FA, setelah memenangi pertandingan final ulangan melawan Crystal Palace.
SAF yang terus dipercaya, akhirnya sukses memberi trofi pertamanya setelah 4 tahun dengan memenangi FA Cup 1990.

1991 — Memenangi Piala Winners Eropa setelah kalahkan Barcelona 2-1 di final.
United juara Piala Winners 1991, mengalahkan Barcelona 2-1 berkat dua gol dari Mark Hughes.
1992 — Mendatangkan striker Perancis, Eric Cantona.
1993 — Untuk pertama kalinya meraih gelar Liga Premier bagi MU sejak 1967 dan menyabet gelar Manager of the Year.
Barulah di musim 1992/93, bertepatan dengan dimulainya era Premier League, SAF akhirnya berhasil membawa United menjuarai Liga Inggris.
1994 — Mempertahankan gelar Premier League dan juga menang Piala FA.
1995 — Meraih predikat Commander of the Order of the British Empire (di atas Officer of the Order of the British Empire).
1996 — Menceta hattrick Premier League, kali ini bersama para pemain muda seperti David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes dan Gary Neville, yang terkenal dengan sebutan "Fergie's Fledglings."
1999 — Membuat sejarah dengan mencetak treble winners karena sukses menjuarai Premier League-Piala FA-Liga Champions. Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer menjadi pahlawan di final Liga Champions lewat gol di dua menit terakhir, ketika MU menang 2 -1 atas Bayern Muenchen.
Momen paling dramatis!

2001 - Memecahkan rekor transfer di Inggris ketika mendatangkan gelandang Argentina, Juan Sebastian Veron, dengan harga 28 juga poundsterling.
2002 — Memutuskan untuk bertahan di MU setelah mengumumkan keputusan pensiun pada akhir musim. Tetapi akhirnya diakui bahwa pengumuman kepada publik itu merupakan sebuah "kehancuran".
2003 — Dikabarkan menendang sepatu bola ke wajah Beckham, yang menyebabkan luka di wajah gelandang tersebut. Beckham kemudian dijual ke Real Madrid pada musim panas, dan Ferguson membeli gelandang dari Sporting Lisbon, Cristiano Ronaldo.
Ferguson memperkenalkan fenomena baru, Cristiano Ronaldo, ditransfer 15 juta pound dari Sporting Lisbon, September 2003:

2007 — Menggagalkan Chelsea meraih gelar ketiga secara beruntun di Premier League, dengan merengkuh trofi Premier League bersama MU untuk kesembilan kalinya.
Lanjut di bawah ya gan! 
1978 — Menjadi manajer Aberdeen di divisi tertinggi Skotlandia, memenangi Liga Skotlandia untuk pertama kalinya pada 1981.
Dipecat dari St. Mirren, SAF kemudian bergabung dengan Aberdeen pada 1978, di klub inilah ia menuai banyak sukses sehingga dilirik United. SAF berhasil membawa Aberdeen meraih gelar Liga Skotlandia di musim keduanya melatih, mengakhiri puasa gelar liga Aberdeen selama 25 tahun.
Spoiler for foto:
Di Aberdeen, SAF bukan saja berhasil merajai Skotlandia dengan mendobrak dominasi Celtic dan Rangers, tapi juga berhasil sukses di Eropa. SAF berhasil membawa Aberdeen menjuarai Cup Winners' Cup 1983 setelah mengalahkan Real Madrid di final dengan skor 2-1.
SAF kemudian juga sukses membawa Aberdeen menjuarai UEFA Super Cup 1983 setelah berhasil mengalahkan juara Champions saat itu, Hamburg SV, Aberdeen di bawah asuhan SAF menjadi klub Skotlandia ketiga setelah Rangers dan Celtic yang bisa menjadi juara di level Eropa.
Total SAF berhasil mempersembahkan 10 gelar dalam kurun 8 tahun karirnya di Aberdeen, 10 gelar SAF di Aberdeen: 3 gelar Liga Skotlandia, 4 gelar FA (Scottish) Cup, 1 gelar League (Scottish) Cup, 1 Cup Winners' Cup, 1 Super Cup.
1983 — Memenangi Piala Winners Eropa setelah mengalahkan Real Madrid di final, dan menjadi Officer of the Order of the British Empire.
SAF saat berhasil menjuarai Winners' Cup bersama Aberdeen:
Spoiler for foto:
1985 — Mengambilalih sementara posisi manajer tim nasional Skotlandia setelah meninggalnya manajer Jock Stein pada 10 September.
1986 — Jadi pelatih Skotlandia di Piala Dunia, di mana mereka gagal melewati penyisihan grup.
1986 — Menjadi manajer Manchester United, menggantikan Ron Atkinson yang dipecat.
Sukses besar di Aberdeen membuat SAF menjadi manajer paling diincar di seantero Britania Raya, tercatat Arsenal, Tottenham Hotspur, sampai Barcelona tertarik untuk menjadikan SAF sebagai manajer mereka.
SAF pun tetap bertahan di Aberdeen sampai awal musim 1986/87, sementara nun jauh di Manchester, United semakin terseok-seok, selasa malam, 4 November 1986 (atau 2 hari sebelum bergabung ke United), SAF tengah berada di rumahnya saat menerima sebuah teletext, teletext tersebut mengabarkan tentang kekalahan telak klub besar asal Inggris, Manchester United, dari Southampton dengan skor 1-4. Gordon Strachan, mantan anak asuhnya di Aberdeen, yang saat itu telah pindah ke United, juga mengabarkan pada SAF tentang kondisi di United, Strachan berkata bahwa posisi Ron Atkinson di United semakin tersudut dan bahwa SAF tengah dipertimbangkan kuat untuk menjadi penggantinya, keesokan hari saat berada di kantornya, SAF dihampiri oleh salah seorang stafnya yang baru saja mengangkat telepon. Staf tersebut berkata kepada SAF: "Sir, ada telepon dari Alan Gordon, apakah anda mau menerimanya?" (Alan Gordon adalah rekan Strachan), SAF bertanya-tanya ada apa gerangan Gordon menghubunginya, ia kemudian segera menerima telepon tersebut, saat menerima telepon, SAF semakin terkejut karena yang ternyata menghubunginya adalah suara yang tidak ia kenal, mengaku dari Old Trafford, ternyata itu adalah suara dari Mike Edelson, salah satu direksi United saat itu, belum hilang rasa heran SAF, suara diujung telepon kembali berubah, ternyata Edelson langsung memberi gagang telepon kepada Martin Edwards.
Martin Edwards, chairman United saat itu, kemudian secara to the point langsung memberi kabar pada SAF bahwa Ron Atkinson telah dipecat, Edwards langsung menawarkan posisi lowong yang ditinggalkan Big Ron kepada SAF, akhirnya sebuah pertemuan pun dirancang sore harinya, SAF langsung menuju stasiun Hamilton, di tenggara kota Glasgow, disana telah menunggu utusan dari United, Martin Edwards dan Bobby Charlton, SAF kemudian langsung mengajak para utusan United itu menuju rumah rumah saudara iparnya di Bishopbriggs, Utara Glasgow. Di Bishopbriggs itulah kemudian tercapai kesepatan besar yang kelak akan mengubah sejarah: SAF menerima tawaran menjadi manajer United!

Kamis, 6 November 1986, SAF resmi menjabat sebagai manajer United:
Spoiler for foto:
SAF bersama chairman United, Martin Edwards, orang yang berjasa membawanya ke United:
Spoiler for foto:
Sebagaimana lazimnya setiap permulaan, tak ada yang mudah, termasuk bagi karir SAF di United, SAF harus melanjutkan sisa musim 1986/87 yang baru berjalan 3 bulan dengan kondisi United yang carut marut warisan Ron Atkinson. Sabtu, 8/11/86, 2 hari setelah resmi menjadi manajer United, SAF memulai debutnya saat United bertandang ke Oxford United, United kalah 0-2.
SAF di match pertamanya saat melawan Oxford, terlihat tegang... wajar, United kalah 0-2 saat itu:
Spoiler for foto:
SAF menutup musim pertamanya dengan membawa United bertengger di posisi 11 dengan 56 poin, tertinggal 30 poin dari sang juara Everton. Musim kedua (1987/88), racikan SAF mulai terlihat, United langsung melesat ke posisi runner-up, kalah 9 poin dari Liverpool yang juara. Musim ketiga (1988/89), United yang diharap bisa menjadi juara karena sebelumnya meraih runner-up malah anjlok kembali ke posisi 11.
Gagal di musim ketiganya, posisi SAF mulai digoyang, ia pun sempat frustasi.
1990 — Meraih trofi pertama di MU, Piala FA, setelah memenangi pertandingan final ulangan melawan Crystal Palace.
SAF yang terus dipercaya, akhirnya sukses memberi trofi pertamanya setelah 4 tahun dengan memenangi FA Cup 1990.
Spoiler for foto:

Spoiler for video:
1991 — Memenangi Piala Winners Eropa setelah kalahkan Barcelona 2-1 di final.
United juara Piala Winners 1991, mengalahkan Barcelona 2-1 berkat dua gol dari Mark Hughes.
Spoiler for foto:
Spoiler for video:
1992 — Mendatangkan striker Perancis, Eric Cantona.
Spoiler for foto:
1993 — Untuk pertama kalinya meraih gelar Liga Premier bagi MU sejak 1967 dan menyabet gelar Manager of the Year.
Barulah di musim 1992/93, bertepatan dengan dimulainya era Premier League, SAF akhirnya berhasil membawa United menjuarai Liga Inggris.
Spoiler for video:
1994 — Mempertahankan gelar Premier League dan juga menang Piala FA.
1995 — Meraih predikat Commander of the Order of the British Empire (di atas Officer of the Order of the British Empire).
1996 — Menceta hattrick Premier League, kali ini bersama para pemain muda seperti David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes dan Gary Neville, yang terkenal dengan sebutan "Fergie's Fledglings."
1999 — Membuat sejarah dengan mencetak treble winners karena sukses menjuarai Premier League-Piala FA-Liga Champions. Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer menjadi pahlawan di final Liga Champions lewat gol di dua menit terakhir, ketika MU menang 2 -1 atas Bayern Muenchen.
Momen paling dramatis!

Spoiler for Gol pertama Sheringham:
Spoiler for Gol kedua Solskjaer:
Spoiler for video:
Spoiler for foto:

2001 - Memecahkan rekor transfer di Inggris ketika mendatangkan gelandang Argentina, Juan Sebastian Veron, dengan harga 28 juga poundsterling.
Spoiler for foto:
2002 — Memutuskan untuk bertahan di MU setelah mengumumkan keputusan pensiun pada akhir musim. Tetapi akhirnya diakui bahwa pengumuman kepada publik itu merupakan sebuah "kehancuran".
2003 — Dikabarkan menendang sepatu bola ke wajah Beckham, yang menyebabkan luka di wajah gelandang tersebut. Beckham kemudian dijual ke Real Madrid pada musim panas, dan Ferguson membeli gelandang dari Sporting Lisbon, Cristiano Ronaldo.
Ferguson memperkenalkan fenomena baru, Cristiano Ronaldo, ditransfer 15 juta pound dari Sporting Lisbon, September 2003:
Spoiler for foto:

2007 — Menggagalkan Chelsea meraih gelar ketiga secara beruntun di Premier League, dengan merengkuh trofi Premier League bersama MU untuk kesembilan kalinya.
Lanjut di bawah ya gan! 
Diubah oleh dinedo 10-05-2013 17:43
0
Kutip
Balas