- Beranda
- Stories from the Heart
(True Story) Pergilah Dengannya, Biar Aku Yang Terluka!!(Cinta Ku Slalu Tergadai)
...
TS
disrock
(True Story) Pergilah Dengannya, Biar Aku Yang Terluka!!(Cinta Ku Slalu Tergadai)
Quote:
Misi mimin, momod, juga para sesepuh SFTH, kali ini ane mo share sebuah kisah nyata dalam hubungan cinta ane yang selalu berakhir TERGADAI. ya memang TERGADAI gan, selalu aja ada orang ketiga yang ngerecokin hubungan ane pada kisah cinta ane
.
Sebelumnya perkenalkan, nama ane YUDISTIRA DWI UTAMA, ane cowok kelahiran Bangka Belitung tapi asli SUNDA
, dan sekarang ane menetap di Bandung.
Kisah yang bakal ane paparin disini adalah kisah REAL..yang bener2 ane alamin beberapa tahun ke belakang.
TRAGIS ya memang ketika cinta kita harus TERGADAI sama orang ketiga, di saat kita udah bener-bener sayang ama doi, eh..taunya doi malah pindah ke lain hati
Oke...disini ane bagi-bagi kisah sesuai dengan nama cewek yang pernah ane pacarin ketika itu, untuk namanya disini ane hanya mencantumkan inisial atau nama samaran demi menjaga privasi orang yang bersangkutan. Ane bakal ceritain masing-masing kisah tragis dengan beberapa cewek yang pernah ane pacarin dulu, dari mulai pertama mengenalnya sampe kejadian tragis itu terjadi
Mohon maaf kalo misalkan bahasa penulisan ane gak beraturan, karena ane memang masih belajar dalam hal tulis-menulis
Oke Gan/Sist... sebelumnya jangan lupa di
ya..
juga kalo berkenan, asal jangan di
aja.
Cekidootttt......
.Sebelumnya perkenalkan, nama ane YUDISTIRA DWI UTAMA, ane cowok kelahiran Bangka Belitung tapi asli SUNDA
, dan sekarang ane menetap di Bandung.Kisah yang bakal ane paparin disini adalah kisah REAL..yang bener2 ane alamin beberapa tahun ke belakang.
TRAGIS ya memang ketika cinta kita harus TERGADAI sama orang ketiga, di saat kita udah bener-bener sayang ama doi, eh..taunya doi malah pindah ke lain hati

Oke...disini ane bagi-bagi kisah sesuai dengan nama cewek yang pernah ane pacarin ketika itu, untuk namanya disini ane hanya mencantumkan inisial atau nama samaran demi menjaga privasi orang yang bersangkutan. Ane bakal ceritain masing-masing kisah tragis dengan beberapa cewek yang pernah ane pacarin dulu, dari mulai pertama mengenalnya sampe kejadian tragis itu terjadi

Mohon maaf kalo misalkan bahasa penulisan ane gak beraturan, karena ane memang masih belajar dalam hal tulis-menulis

Oke Gan/Sist... sebelumnya jangan lupa di
ya..
juga kalo berkenan, asal jangan di
aja.Cekidootttt......
Quote:
Index
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Quote:
THANKS FOR READ!! ENJOY 

Diubah oleh disrock 31-10-2015 18:22
anasabila memberi reputasi
1
32.7K
Kutip
229
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
disrock
#199
The Judgment Day Part 2
Quote:
Cukup lama Bu Ika nyerocos di depan kami semua
, ditambah lagi orang tua yang dateng tuh kebanyakan ibu-ibu yang tiap kali bu Ika mengeluarkan pernyataan, selalu ditanggapi dengan macam-macam pertanyaan yang menurut mereka sendiri asik. 
Dan masih banyak lagi gan…..
, ditambah lagi orang tua yang dateng tuh kebanyakan ibu-ibu yang tiap kali bu Ika mengeluarkan pernyataan, selalu ditanggapi dengan macam-macam pertanyaan yang menurut mereka sendiri asik. 
Quote:
Quote:
“Bu, anak saya gimana di sekolahnya??gak pernah bolos kan??”
“Bu, terima kasih ya atas bimbingannya selama ini terhadap anak saya. Semoga Alloh membalas kebaikan ibu”
“Bu ngomong-ngomong SPP anak saya belum lunas nih bu, gimana ya???”
“Eh si Ibu makin cantik aja. Resep nya apa bu??hehe”
“Bu, terima kasih ya atas bimbingannya selama ini terhadap anak saya. Semoga Alloh membalas kebaikan ibu”
“Bu ngomong-ngomong SPP anak saya belum lunas nih bu, gimana ya???”
“Eh si Ibu makin cantik aja. Resep nya apa bu??hehe”
Dan masih banyak lagi gan…..Quote:
Jadi lu bisa bayangin kan??seorang ibu-ibu yang bertemu dengan puluhan ibu-ibu lainnya dalam satu ruangan, kemudian mereka asik membicarakan sesuatu. Udah kebayang belom gan??? 
Sampe adzan maghrib juga gak akan kelar ini mah. Pengen banget rasanya gw lakbanin satu persatu mulut tuh ibu-ibu biar gak ikutan ngomong.
Namun akhirnya setelah sekian lama kami menunggu, saat-saat menegangkan itu pun tiba
. Satu persatu para siswa dipanggil deh sama bu Ika. Pemanggilan yang dilakukan oleh Bu Ika kali ini yaitu secara acak gan. Dimulai yang pertama :
Seorang siswa cowok berperawakan cewek ini pun maju ke depan dengan di dampingi oleh ibu nya
. Dia dikasih selembar amplop yang harus langsung dibuka disitu juga gan. Suasana kelas waktu itu sangat tegang setegang-tegangnya
. Dia pun dengan hati-hati menyobek sedikit demi sedikit perekat pada amplop tersebut.
Kini tinggalah selembar kertas putih yang masih terlipat berada di tangannya. Dan kemudian dia berhasil membuka lipatan tersebut.
Jeng jeng……….HASILNYA ADALAH :
..........................................
.........................................
Dia melompat-lompat kegirangan gan, dan gw yakin kalo itu artinya doi lulus. Gw dan Iduy langsung murung disitu gan
, karena kita berharap yang gak lulus itu salah satunya adalah doi
. Kemudian disusul oleh beberapa siswa yang lainnya. Dan ekspresinya pun sama, mereka lompat kegirangan yang menandakan bahwa mereka lulus. Gw dan iduy makin down aja waktu itu, karena kini yang tersisa tinggalah empat orang gan di dalam kelas.

Sampe adzan maghrib juga gak akan kelar ini mah. Pengen banget rasanya gw lakbanin satu persatu mulut tuh ibu-ibu biar gak ikutan ngomong.

Namun akhirnya setelah sekian lama kami menunggu, saat-saat menegangkan itu pun tiba
. Satu persatu para siswa dipanggil deh sama bu Ika. Pemanggilan yang dilakukan oleh Bu Ika kali ini yaitu secara acak gan. Dimulai yang pertama :Quote:
Quote:
Bu Ika : “Mochammad Iqbal”
Seorang siswa cowok berperawakan cewek ini pun maju ke depan dengan di dampingi oleh ibu nya
. Dia dikasih selembar amplop yang harus langsung dibuka disitu juga gan. Suasana kelas waktu itu sangat tegang setegang-tegangnya
. Dia pun dengan hati-hati menyobek sedikit demi sedikit perekat pada amplop tersebut. Kini tinggalah selembar kertas putih yang masih terlipat berada di tangannya. Dan kemudian dia berhasil membuka lipatan tersebut.
Jeng jeng……….HASILNYA ADALAH :

..........................................
.........................................
Dia melompat-lompat kegirangan gan, dan gw yakin kalo itu artinya doi lulus. Gw dan Iduy langsung murung disitu gan
, karena kita berharap yang gak lulus itu salah satunya adalah doi
. Kemudian disusul oleh beberapa siswa yang lainnya. Dan ekspresinya pun sama, mereka lompat kegirangan yang menandakan bahwa mereka lulus. Gw dan iduy makin down aja waktu itu, karena kini yang tersisa tinggalah empat orang gan di dalam kelas.
Quote:
Mereka adalah Gw, Iduy, Dikdik, dan Angga.
Bunyi detak jantung gw makin cepat aja gan, seolah-olah akan ada yang meledak di dalam tubuh gw. Gw liat Iduy pun sama, muka dia lusuh banget, tatapan matanya kosong. Dia keliatan seperti orang gila baru yang ditelantarkan di pinggir jalan sama satpol pp
. Gw dan Iduy cuma bisa saling memandang waktu itu dengan sebuah amplop yang masih tersegel rapih. 
Sementara itu gw liat Dikdik dan Angga baru aja selesai membuka amplop tersebut :kagets . Alangkah down nya gw ketika melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh keduanya. Mereka berdua melakukan aksi sujud syukur dan saling berpelukan. Dan gw yakin itu artinya mereka berdua juga lulus gan .
Lalu setelah berpamitan dengan Bu Ika, mereka pun meninggalkan gw dan Iduy yang waktu itu masih belum sama sekali membuka amplop putih ini. Tak terasa air mata gw menetes waktu itu, disusul dengan Iduy yang juga ikut-ikutan mewek gan. Karena kita emang udah yakin kalo dua orang yang gak lulus itu adalah kita berdua.

Mendengar perkataan seperti itu, lagi-lagi gw dan Iduy saling memandang satu sama lain.
Dan tiba-tiba…………
……………………………………….. *sebagian teks hilang*
Quote:
Quote:
Sekilas tentang Dikdik

Pria berkulit coklat keungu-unguan ini adalah teman gw di PMR juga. Awalnya doi adalah anak baik-baik gan, namun berubah ikutan sengklek karena satu kelas ma gw dan Iduy
. Bibirnya yang tebal adalah daya tarik si Dikdik untuk menaklukan para kaum hawa yang ada di sekolah gw
. Selain itu doi juga lumayan jago dalam bermain gitar, hingga dia mendapat julukan MOLDY. 

Pria berkulit coklat keungu-unguan ini adalah teman gw di PMR juga. Awalnya doi adalah anak baik-baik gan, namun berubah ikutan sengklek karena satu kelas ma gw dan Iduy
. Bibirnya yang tebal adalah daya tarik si Dikdik untuk menaklukan para kaum hawa yang ada di sekolah gw
. Selain itu doi juga lumayan jago dalam bermain gitar, hingga dia mendapat julukan MOLDY. 
Quote:
Quote:
Sekilas tentang Angga

Sesosok pria dengan wajah serem ini dulunya adalah preman di sekolah gw
. Namun seiring waktu berjalan masa kejayaannya sebagai preman pun tumbang
. Dia memiliki kelebihan pada jidatnya, alias jenong gan, praktis hal itu menjadi bahan ceng-cengan gw ma Iduy
. Dan satu lagi yang harus gw sebutin tentang doi, kalo dompetnya doi itu tebel dan nyaris unlimited, sering banget gw dan Iduy dijajanin ma nih anak, walaupun hanya seplastik es teh. 

Sesosok pria dengan wajah serem ini dulunya adalah preman di sekolah gw
. Namun seiring waktu berjalan masa kejayaannya sebagai preman pun tumbang
. Dia memiliki kelebihan pada jidatnya, alias jenong gan, praktis hal itu menjadi bahan ceng-cengan gw ma Iduy
. Dan satu lagi yang harus gw sebutin tentang doi, kalo dompetnya doi itu tebel dan nyaris unlimited, sering banget gw dan Iduy dijajanin ma nih anak, walaupun hanya seplastik es teh. 
Quote:
-Back To Story-
Dengan wajah yang lesu dan menunduk kami berempat pun dipanggil secara bersamaan. Layaknya empat orang terdakwa yang tertangkap basah maling kolor ibu kantin, kami pun disuruh menghadap Bu Ika ke mejanya. Posisi kami waktu itu berbaris secara vertikal gan. Semuanya Nampak stress dan cemas menantikan tumpukan amplop yang semulanya tebal, dan tinggal tersisa beberapa buah saja
. Jantung gw kembali terpacu lebih cepat dari biasanya. Cucuran keringat yang mengalir dari hampir semua anggota tubuh gw pun membasahi pakaian seragam yang gw kenakan waktu itu. Kemudian bu Ika dengan tangan kananya mulai membagikan satu persatu amplop yang memang sudah tertulis nama kami di bagian depannya.
Bu Ika : “Silahkan dibuka…”
DEG…DEG…DEG…DEG…DEG…DEG…DEG…DEG
Dengan wajah yang lesu dan menunduk kami berempat pun dipanggil secara bersamaan. Layaknya empat orang terdakwa yang tertangkap basah maling kolor ibu kantin, kami pun disuruh menghadap Bu Ika ke mejanya. Posisi kami waktu itu berbaris secara vertikal gan. Semuanya Nampak stress dan cemas menantikan tumpukan amplop yang semulanya tebal, dan tinggal tersisa beberapa buah saja

. Jantung gw kembali terpacu lebih cepat dari biasanya. Cucuran keringat yang mengalir dari hampir semua anggota tubuh gw pun membasahi pakaian seragam yang gw kenakan waktu itu. Kemudian bu Ika dengan tangan kananya mulai membagikan satu persatu amplop yang memang sudah tertulis nama kami di bagian depannya.Bu Ika : “Silahkan dibuka…”
DEG…DEG…DEG…DEG…DEG…DEG…DEG…DEG
Bunyi detak jantung gw makin cepat aja gan, seolah-olah akan ada yang meledak di dalam tubuh gw. Gw liat Iduy pun sama, muka dia lusuh banget, tatapan matanya kosong. Dia keliatan seperti orang gila baru yang ditelantarkan di pinggir jalan sama satpol pp
. Gw dan Iduy cuma bisa saling memandang waktu itu dengan sebuah amplop yang masih tersegel rapih. 
Sementara itu gw liat Dikdik dan Angga baru aja selesai membuka amplop tersebut :kagets . Alangkah down nya gw ketika melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh keduanya. Mereka berdua melakukan aksi sujud syukur dan saling berpelukan. Dan gw yakin itu artinya mereka berdua juga lulus gan .

Lalu setelah berpamitan dengan Bu Ika, mereka pun meninggalkan gw dan Iduy yang waktu itu masih belum sama sekali membuka amplop putih ini. Tak terasa air mata gw menetes waktu itu, disusul dengan Iduy yang juga ikut-ikutan mewek gan. Karena kita emang udah yakin kalo dua orang yang gak lulus itu adalah kita berdua.

Quote:
Bu Ika : “Kalian kenapa nangis??buka dulu dong amplopnya”
Mendengar perkataan seperti itu, lagi-lagi gw dan Iduy saling memandang satu sama lain.
Dan tiba-tiba…………
……………………………………….. *sebagian teks hilang*
-bersambung
Diubah oleh disrock 30-04-2013 19:09
0
Kutip
Balas