- Beranda
- The Lounge
Kumpulan Cerita yang Bila Diselidiki Maknanya Akan Menjadi Sangat Mengerikan!
...
TS
Remylittlechef
Kumpulan Cerita yang Bila Diselidiki Maknanya Akan Menjadi Sangat Mengerikan!
Ane mau nge-share beberapa cerita yang bisa dibilang suatu pertanyaan atau teka-teki, dibalik teka-teki tersebut akan tersirat makna yang mengerikan, yang mungkin tidak bisa agan bayangkan sebelumnya. Sempatkan waktu sejenak untuk membacanya dan pikirkan jawabannya.
Ane membuat trit ini karena ane memang penggila berat cerita horror
Untuk yang penakut saya sarankan gak usah baca cerita-cerita dibawah ini.
Kisah-kisah berikut ini mengandung makna yang tersirat di dalamnya. Bisakah kalian menebaknya? apa yang membuat sesuatu tersebut menjadi mengerikan?
UPDATE Cerita
Cerita 6-10
Cerita 11-15
Cerita 16-18
UPDATE!!! Kumpulan Teka Teki Dari Kaskuser
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 1
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 2
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 3
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 4
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 5
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 6
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 7
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 8
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 9
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 10
Teka-Teki darii kaskuser Bagian 11
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 12
JAWABAN dari Kaskuser!!!
Jawaban dari agan Gurenjou
SUMBER Cerita TS!!!
ada di sini
Sekali lagi TS ucapin Terima Kasih bagi yang sudah berpartisipasi dalam trit ini....

Ane membuat trit ini karena ane memang penggila berat cerita horror

Untuk yang penakut saya sarankan gak usah baca cerita-cerita dibawah ini.
Kisah-kisah berikut ini mengandung makna yang tersirat di dalamnya. Bisakah kalian menebaknya? apa yang membuat sesuatu tersebut menjadi mengerikan?

Spoiler for Cerita 1:
Beberapa hari yang lalu, aku diajak temanku untuk makan malam dirumahnya. Hal yang menurutku aneh adalah, baru-baru ini ia terlibat pada sebuah ajaran agama yang aneh. Sesampainya aku disana, dia menyuguhiku dengan berbagai macam daging, tetapi ia tidak memberitahuku daging apa itu. Itu sedikit membuatku ragu. Saya mengira bahwa itu adalah daging manusia, tetapi setelah aku memakannya, aku langsung menyadari bahwa itu bukanlah daging manusia.
Spoiler for Cerita 2:
Pada suatu malam isteriku diserang oleh seoarang perampok ketika aku sedang dalam perjalanan pulang sehabis lelah bekerja. Isteriku menusuk perampok tersebut dengan pisau yang sedang dibawanya dan membunuhnya. Setelah menyelidiki kasus penusukan tersebut, Polisi menyatakan bahwa itu adalah perlindungan diri yang dilakukan oleh wanita tersebut. Ketika aku akan menjemputnya dari kantor polisi, dia mengatakan, “Ketika aku mendengar bel pintu kupikir itu adalah kamu, tetapi ternyata adalah perampok bertopeng yang langsung masuk segera setelah aku membuka pintu!” sambil memeluknya dengan erat, aku mengatakan “Kau pasti sangat ketakutan, paling tidak sekarang kau aman.”
Spoiler for Cerita 3:
Aku sangat ketakutan semalam, setelah aku membaca cerita yang sangat menakutkan pada suatu website. Yang lebih parah lagi aku sendirian di rumah karena orang tuaku pergi ke luar kota. Jadi, Aku menyalakan lampu di kamarku dan pada seluruh koridor yang menuntunku menuju kamar mandi, itu membuatku merasa lebih baik. Satu-satunya hal yang menakutkanku adalah ketika aku selesai mandi dan kembali. Aku menyalakan lampu kamarku, dan pada saat bersamaan seekor kucing melompat ke atap rumahku dan membuat suara gaduh di dekat jendela kamarku. Hal itu membuatku terkaget-kaget.
Spoiler for Cerita 4:
Beberapa hari yang lalu pacarku mengirimkanku e-mail dengan sebuah video sebagai lampirannya. Ketika ku tonton video tersebut, aku dibuat takut. Video tersebut menayangkan bagaimana pacarku melakukan bunuh diri, diawali dengan dia mengikatkan tali di sekitar lehernya dan melompat dari kursi. Mengapa pacarku mengirim sesuatu yang aneh seperti itu?? Upacara pemakamannya diselenggarakan besok, tetapi karena alasan tertentu aku tidak mau hadir, tapi aku sangat menyesali kepergiannya.
Spoiler for Cerita 5:
Aku telah bebas dari penjara minggu lalu. Sebelumnya, aku telah membunuh empat orang, dan aku juga telah menyesali peerbuatanku. Alasan mereka membebaskanku adalah karena mereka mengatakan bahwa aku telah sembuh. Ayah dan Ibuku tidak bekerja, mereka menghabiskan waktunya duduk di ruang keluarga di rumah. Kakak perempuanku berdiam diri di kamarnya sambil mendengarkan radio. Dia sudah berhenti kuliah. Sebelum aku masuk penjara, aku selalu bermain bersama adik laki-lakiku setiap waktu. Sekarang ia hanya tidur di depan televise. Tak seorangpun dalam keluargaku bicara kepadaku lagi. Aku merasa kesepian. Aku harus membuat makanan sendiri dan mulai mencari pekerjaan.
UPDATE Cerita
Cerita 6-10
Cerita 11-15
Cerita 16-18
UPDATE!!! Kumpulan Teka Teki Dari Kaskuser
Spoiler for Teka-Teki dari Kaskuser:
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 1
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 2
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 3
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 4
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 5
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 6
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 7
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 8
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 9
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 10
Teka-Teki darii kaskuser Bagian 11
Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 12
JAWABAN dari Kaskuser!!!
Jawaban dari agan Gurenjou
SUMBER Cerita TS!!!
ada di sini
Sekali lagi TS ucapin Terima Kasih bagi yang sudah berpartisipasi dalam trit ini....

Diubah oleh Remylittlechef 02-05-2013 22:29
0
1.3M
Kutip
10K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Remylittlechef
#963
UPDATE!!!
Makasih gan atas partisipasinyaa
Spoiler for Teka-Teki dari Kaskuser Bagian 7:
Quote:
Original Posted By SunnyIsMine►Ane ikutan ngasi riddle ah...
Spoiler for Riddle 1:
Dia yang membuat menjualnya, dia yang membeli tidak menggunakannya, dia yang menggunakannya tidak mengetahuinya...
Spoiler for Riddle 2:
Mrs. Adenauer tinggal di jerman semasa perang dunia II. Tidak tahan dengan pemerintahan keji Nazi yang saat itu berkuasa atas Jerman, Mrs. Adenauer berencana kabur dengan melewati perbatasan Jerman menuju ke Swiss. Perbatasan tersebut berupa sebuah jembatan sepanjang setengah mil dan terdapat jurang yang terjal di kedua sisinya. Setiap 3 menit sekali penjaga di perbatasan tersebut keluar dari pos penjagaan untuk mengecek apakah ada orang yang akan melewati jembatan atau tidak. Bila nantinya didapati ada orang yang menyeberang dari arah Jerman menuju Swiss maka akan langsung ditembak. Tetapi bila sebaliknya, maka orang tersebut akan dicek surat dan ijin2nya, apabila tidak memiliki ijin maka akan langsung dipulangkan kembali ke Swiss. Mrs. Adenauer tahu paling tidak butuh waktu 5-7 menit untuk melewati jembatan tersebut. Bagaimana cara Mrs. Adenauer melewati jembatan perbatasan tersebut?
Spoiler for Riddle 3:
Anda sedang mengemudikan sebuah mobil malam hari saat hujan badai yang sangat kencang. Saat anda melewati halte bus terbuka jam 20.10, anda melihat 3 orang di halte tersebut. Seorang wanita tua yang terlihat pucat dan sakit parah, seorang dokter yang anda ingat dia lah dulu yang menyelamatkan hidup anda dan seorang wanita yang membuat anda sangat tergila gila padanya.
Jadwal bus berikutnya jam 20.40. Sedangkan mobil anda hanya dapat membawa 1 penumpang lagi. Apakah yang akan anda lakukan?
Jadwal bus berikutnya jam 20.40. Sedangkan mobil anda hanya dapat membawa 1 penumpang lagi. Apakah yang akan anda lakukan?
Quote:
Original Posted By d3vius►gw ikut share cerita y.. 
Seorang laki-laki pergi ke hotel untuk menginap, dia menemui seorang wanita di lobby untuk check-in. wanita itu memberikan kunci kamar dan memberi tahu bahwa di koridor saat dia ke kamarnya, dia akan menemukan sebuah pintu yang tidak ada nomor kamar dan terkunci dari dalam, tidak ada yang boleh masuk kesitu, dia juga tidak boleh mengintip ke dalam kamar dalam keadaan apapun. Laki-laki itu mengangguk mengerti, kemudian menuju kamarnya dan langsung tertidur.
besok malamnya, laki-laki itu sangat penasaran, dia menuju pintu itu dan mencoba membukanya, "benar-benar terkunci" pikirnya. kemudian dia berjongkok dan mengintip dari lubang kunci. udara dingin menerpa wajahnya, dia melihat persis sama dengan kamarnya, dan disudut kamar ada seorang wanita berkulit sangat putih duduk dengan kepala bersandar didinding menghadap keluar jendela. Laki-laki itu menatap bingung, dia hampir mengetuk pintu, tapi kemudian membatalkanya.
besok malamnya lagi, dia kembali ke pintu tanpa nomor tersebut dan mengintip ke lubang kunci lagi. kali ini, semua yang dia lihat merah, dia tidak bisa melihat apa2 kecuali warna merah, mungkin wanita dalam ruangan ini sadar ada yang mengintip dan menutup lubang kunci dengan sesuatu benda berwarna merah.
penasaran, laki-laki itu pergi bertanya pada wanita dilobby. wanita dilobby terdiam dan berkata "apakah kamu mengintip pintu itu dari lubang kunci?", laki-laki itu mengangguk, "baiklah, akan saya ceritakan, dulu ada seorang pengusaha yang membunuh istrinya diruangan itu, sampai sekarang arwah istrinya masih sering muncul. pasangan suami istri itu bukanlah orang biasa, mereka berdua keturunan berkulit sangat putih, kecuali mata mereka, matanya berwarna merah".

Seorang laki-laki pergi ke hotel untuk menginap, dia menemui seorang wanita di lobby untuk check-in. wanita itu memberikan kunci kamar dan memberi tahu bahwa di koridor saat dia ke kamarnya, dia akan menemukan sebuah pintu yang tidak ada nomor kamar dan terkunci dari dalam, tidak ada yang boleh masuk kesitu, dia juga tidak boleh mengintip ke dalam kamar dalam keadaan apapun. Laki-laki itu mengangguk mengerti, kemudian menuju kamarnya dan langsung tertidur.
besok malamnya, laki-laki itu sangat penasaran, dia menuju pintu itu dan mencoba membukanya, "benar-benar terkunci" pikirnya. kemudian dia berjongkok dan mengintip dari lubang kunci. udara dingin menerpa wajahnya, dia melihat persis sama dengan kamarnya, dan disudut kamar ada seorang wanita berkulit sangat putih duduk dengan kepala bersandar didinding menghadap keluar jendela. Laki-laki itu menatap bingung, dia hampir mengetuk pintu, tapi kemudian membatalkanya.
besok malamnya lagi, dia kembali ke pintu tanpa nomor tersebut dan mengintip ke lubang kunci lagi. kali ini, semua yang dia lihat merah, dia tidak bisa melihat apa2 kecuali warna merah, mungkin wanita dalam ruangan ini sadar ada yang mengintip dan menutup lubang kunci dengan sesuatu benda berwarna merah.
penasaran, laki-laki itu pergi bertanya pada wanita dilobby. wanita dilobby terdiam dan berkata "apakah kamu mengintip pintu itu dari lubang kunci?", laki-laki itu mengangguk, "baiklah, akan saya ceritakan, dulu ada seorang pengusaha yang membunuh istrinya diruangan itu, sampai sekarang arwah istrinya masih sering muncul. pasangan suami istri itu bukanlah orang biasa, mereka berdua keturunan berkulit sangat putih, kecuali mata mereka, matanya berwarna merah".
Quote:
Original Posted By darck91►ane coba ikut ya gan... ceritanya udh lama bgt nih, dn yang pasti repost 
Bus Sumber Kencono. Bus ini memang cukup
terkenal di kalangan masyarakat Jawa Timur
dan Jawa Tengah bagian Timur. Armada bus ini
terkenal karena kebiasaan ugal-ugalannya.
Selain itu, angka kecelakaannya juga termasuk
tinggi. Tak heran nama Sumber Kencono ini
sering dipelesetkan oleh masyarakat menjadi
"Sumber Bencono" alias "sumber bencana".
Bahkan, suatu ketika bus ini pernah dibakar di
Ngawi oleh massa karena menabrak
pengendara sepeda motor hingga tewas.
Mungkin karena ingin mengubah image, nama
armada ini akhirnya diganti menjadi seperti itu
(Sumber Selamat).
ini ada salah satu kisah nyata cerita mistis yang
anda boleh percaya boleh tidak..
Dingin, aku merapatkan jaketku. Entah sudah
berapa batang rokok yang kuhabiskan
menunggu bis sialan ini. Kulihat jam di
tanganku sudah menunjukkan pukul 12 malam.
Mataku sampai bosan melihat ke arah jembatan
layang Janti. Sudah hampir dua jam aku
menunggu di sini, bener-bener brengsek, tak
satupun bis yang mau berhenti. Mana sendirian
pula, jadi agak-agak merinding, campuran
antara takut ada preman kesasar sama aroma
mistis malem Jumat Kliwon yang dikenal orang
Jawa sebagai malam keramat.
Dari arah barat kulihat sepeda motor
melambat, nampaknya dia mau nunggu bis
juga. Yang dibonceng seorang pemuda
gondrong dengan jaket bergambar lambang
salah satu perguruan tinggi di ringroad utara,
dia turun sambil melepaskan helmnya.
"Ati-ati dab!" Si pengendara motor muter balik
sambil melambaikan tangannya.
Lumayan, ada barengan di sini, minimal kalo
sampe ada yang mau malak bisa kabur ke arah
berlainan biar premannya bingung mau ngejar
yang mana.
Ndak usah ketawa, aku males berantem sama
orang ndak mikir masa depan macem preman
jalanan, sedikit trauma juga gara-gara dulu
waktu ribut sama preman mereka seenaknya
ngeluarin pisau. Lha siapapun yang kena kan
pasti berurusan sama polisi, dia mungkin
mikirnya masuk tahanan ndak masalah, bisa
makan gratis. Kalo aku? Bisa digebuki bapakku!
"Mau pulang ke mana Mas?" Sapaku mencoba
beramah tamah.
Blah! Sombong sekali mas satu ini, berapa kali
aku menyapa tak sekalipun dia menjawab,
pura-pura gak denger, sok-sok sibuk ngliat
arah datangnya bis di arah jembatan layang.
Ini mungkin yang pernah dibilang Simbah di
kampung, wong Jowo ilang Jowone, sudah ndak
tau tata krama.
Untunglah tak berapa lama kemudian bisnya
datang, Sumber Kencono, bis legendaris
jurusan Jogja-Surabaya, dan kali ini bisnya mau
berhenti. Si Mas gondrong naik duluan, eh lha
kok aku baru naik satu kaki si bisnya udah
jalan lagi, bener-bener gak sopan! Tapi
mungkin memang sudah jadi kebiasaan, karena
jadwal keberangkatan antar bis yang kadang
cuma selisih 5 menit membuat mereka ndak
bisa berhenti lama-lama, kuatir mepet sama
yang belakang.
Tumben baru sampe Janti saja bisnya sudah
penuh, ada satu dua kursi yang kapasitasnya
tiga orang baru ditempati dua orang tapi
penumpang yang di situ gak ada yang
menawarkan tempat duduk padaku. Lebih
tepatnya mereka gak bereaksi apapun saat aku
permisi mau duduk. Blah! Makin lama makin
keterlaluan orang-orang ini, terbiasa hidup
sendiri-sendiri mungkin, sudah hilang segala
macam ramah tamah yang konon dulu pernah
jadi salah satu ciri orang sini.
Untung ada tiga kursi kosong di bangku paling
belakang, tak perlu permisi, lega juga, bisa
naikin kaki, mungkin sambil klebas-klebus
ngrokok untuk mengusir bosan nanti. Peduli
setan sama orang-orang bakal terganggu atau
tidak, wong mereka disapa gak menyahut,
harusnya diganggu juga gak protes! Sekarang
yang penting merem dulu, kompensasi dari
berdiri hampir dua jam waktu nunggu bis tadi.
Bis sudah melaju sampai daerah Kalasan,
biasanya di sini kondektur sudah narik bayaran
dari semua penumpang, tapi heran, kok dari
tadi gak ada yang njawil padahal duit sudah
aku siapkan. Terserah lah, kalo nanti gak
mbayar ya malah bersukur tho.
Tunggu dulu, sunyi waktu naik bis di malam
hari sudah biasa, tapi sepertinya yang sekarang
ini terlalu sunyi. Mungkin ada satu dua celoteh
pelan terdengar, tapi kenapa dari tadi ekspresi
orang-orang ini terlalu datar? Lebih tepatnya
gak ada ekspresi yang tergambar di wajah.
Bahkan orang di sebelahku pun seperti gak
merasakan kehadiranku.
Aku jadi sedikit merinding, dulu mbakyuku
pernah bilang, kalo malem jangan nunggu bis
dari janti, lebih baik dari terminal saja karena
konon ada bis hantu yang suka ngambil
penumpang di situ.
Bis hantu?
Iya, bis hantu. Selentingan kabar mengatakan
bis ini mengalami kecelakaan parah dan semua
penumpangnya tewas, waktu kita naik itu
semua penumpangnya berwajah pucat dan
tidak menghiraukan kehadiran kita. Konon kalo
naik bis itu dari Jogja bisa sampai ke Surabaya
dalam waktu gak sampai tiga jam, tapi kalo lagi
gak beruntung bisa juga gak sampai Surabaya,
kita malah dibawa ke alam antah-berantah.
Lebih celaka lagi katanya bis hantu itu Sumber
Kencono yang memang terkenal suka kebut-
kebutan.
"Mas, Sampeyan mau turun mana?" Aku
mencoba menyapa penumpang di sebelah,
sekaligus mengusir rasa penasaran, masa iya
ada bis hantu.
Dia gak menjawab, lebih tepatnya bereaksi
seperti semua orang yang dari tadi kusapa, gak
ada ekspresi. Ini mulai menakutkan. Kucoba
menepuk bahunya agar dia menanggapi
sapaanku. Sial! Tanganku menembus bahunya!
Dia tidak nyata, dia bukan manusia!
"Pak! Kiri pak! Saya turun sini!" Teriakku panik,
tapi mereka tetap dingin tanpa ekspresi.
Sialan! Mungkinkah aku akan terbawa ke alam
gaib seperti yang orang-orang pernah
ceritakan? Bulu kudukku merinding, badanku
terasa dingin. Tapi percuma panik sekarang,
aku mencoba mengingat doa-doa yang
diajarkan Simbah dulu, sial, lupa semua!
Hampir tanpa sadar, aku meraih sebatang
rokok, kunyalakan perlahan dan kuhisap dalam-
dalam untuk mengusir tegang.
"Cak, kok bisnya bau kemenyan?" Penumpang
di sebelahku mendadak menutup hidung,
menatap lurus seakan menembusku dan
bertanya pada kenek yang berdiri di pintu
belakang.
"Gak papa Mas, kadang memang suka tercium
bau kemenyan. Katanya dulu di Janti situ
pernah ada penumpang lagi nunggu bis
meninggal ditusuk waktu ribut sama preman,
kalo malem Jumat Kliwon kayak sekarang ini
katanya dia suka ikut naik bis. Kasian, mungkin
matinya gak tenang."
Aku termangu, dan bis terus melaju....

Spoiler for copas dari gugel:
Bus Sumber Kencono. Bus ini memang cukup
terkenal di kalangan masyarakat Jawa Timur
dan Jawa Tengah bagian Timur. Armada bus ini
terkenal karena kebiasaan ugal-ugalannya.
Selain itu, angka kecelakaannya juga termasuk
tinggi. Tak heran nama Sumber Kencono ini
sering dipelesetkan oleh masyarakat menjadi
"Sumber Bencono" alias "sumber bencana".
Bahkan, suatu ketika bus ini pernah dibakar di
Ngawi oleh massa karena menabrak
pengendara sepeda motor hingga tewas.
Mungkin karena ingin mengubah image, nama
armada ini akhirnya diganti menjadi seperti itu
(Sumber Selamat).
ini ada salah satu kisah nyata cerita mistis yang
anda boleh percaya boleh tidak..
Dingin, aku merapatkan jaketku. Entah sudah
berapa batang rokok yang kuhabiskan
menunggu bis sialan ini. Kulihat jam di
tanganku sudah menunjukkan pukul 12 malam.
Mataku sampai bosan melihat ke arah jembatan
layang Janti. Sudah hampir dua jam aku
menunggu di sini, bener-bener brengsek, tak
satupun bis yang mau berhenti. Mana sendirian
pula, jadi agak-agak merinding, campuran
antara takut ada preman kesasar sama aroma
mistis malem Jumat Kliwon yang dikenal orang
Jawa sebagai malam keramat.
Dari arah barat kulihat sepeda motor
melambat, nampaknya dia mau nunggu bis
juga. Yang dibonceng seorang pemuda
gondrong dengan jaket bergambar lambang
salah satu perguruan tinggi di ringroad utara,
dia turun sambil melepaskan helmnya.
"Ati-ati dab!" Si pengendara motor muter balik
sambil melambaikan tangannya.
Lumayan, ada barengan di sini, minimal kalo
sampe ada yang mau malak bisa kabur ke arah
berlainan biar premannya bingung mau ngejar
yang mana.
Ndak usah ketawa, aku males berantem sama
orang ndak mikir masa depan macem preman
jalanan, sedikit trauma juga gara-gara dulu
waktu ribut sama preman mereka seenaknya
ngeluarin pisau. Lha siapapun yang kena kan
pasti berurusan sama polisi, dia mungkin
mikirnya masuk tahanan ndak masalah, bisa
makan gratis. Kalo aku? Bisa digebuki bapakku!
"Mau pulang ke mana Mas?" Sapaku mencoba
beramah tamah.
Blah! Sombong sekali mas satu ini, berapa kali
aku menyapa tak sekalipun dia menjawab,
pura-pura gak denger, sok-sok sibuk ngliat
arah datangnya bis di arah jembatan layang.
Ini mungkin yang pernah dibilang Simbah di
kampung, wong Jowo ilang Jowone, sudah ndak
tau tata krama.
Untunglah tak berapa lama kemudian bisnya
datang, Sumber Kencono, bis legendaris
jurusan Jogja-Surabaya, dan kali ini bisnya mau
berhenti. Si Mas gondrong naik duluan, eh lha
kok aku baru naik satu kaki si bisnya udah
jalan lagi, bener-bener gak sopan! Tapi
mungkin memang sudah jadi kebiasaan, karena
jadwal keberangkatan antar bis yang kadang
cuma selisih 5 menit membuat mereka ndak
bisa berhenti lama-lama, kuatir mepet sama
yang belakang.
Tumben baru sampe Janti saja bisnya sudah
penuh, ada satu dua kursi yang kapasitasnya
tiga orang baru ditempati dua orang tapi
penumpang yang di situ gak ada yang
menawarkan tempat duduk padaku. Lebih
tepatnya mereka gak bereaksi apapun saat aku
permisi mau duduk. Blah! Makin lama makin
keterlaluan orang-orang ini, terbiasa hidup
sendiri-sendiri mungkin, sudah hilang segala
macam ramah tamah yang konon dulu pernah
jadi salah satu ciri orang sini.
Untung ada tiga kursi kosong di bangku paling
belakang, tak perlu permisi, lega juga, bisa
naikin kaki, mungkin sambil klebas-klebus
ngrokok untuk mengusir bosan nanti. Peduli
setan sama orang-orang bakal terganggu atau
tidak, wong mereka disapa gak menyahut,
harusnya diganggu juga gak protes! Sekarang
yang penting merem dulu, kompensasi dari
berdiri hampir dua jam waktu nunggu bis tadi.
Bis sudah melaju sampai daerah Kalasan,
biasanya di sini kondektur sudah narik bayaran
dari semua penumpang, tapi heran, kok dari
tadi gak ada yang njawil padahal duit sudah
aku siapkan. Terserah lah, kalo nanti gak
mbayar ya malah bersukur tho.
Tunggu dulu, sunyi waktu naik bis di malam
hari sudah biasa, tapi sepertinya yang sekarang
ini terlalu sunyi. Mungkin ada satu dua celoteh
pelan terdengar, tapi kenapa dari tadi ekspresi
orang-orang ini terlalu datar? Lebih tepatnya
gak ada ekspresi yang tergambar di wajah.
Bahkan orang di sebelahku pun seperti gak
merasakan kehadiranku.
Aku jadi sedikit merinding, dulu mbakyuku
pernah bilang, kalo malem jangan nunggu bis
dari janti, lebih baik dari terminal saja karena
konon ada bis hantu yang suka ngambil
penumpang di situ.
Bis hantu?
Iya, bis hantu. Selentingan kabar mengatakan
bis ini mengalami kecelakaan parah dan semua
penumpangnya tewas, waktu kita naik itu
semua penumpangnya berwajah pucat dan
tidak menghiraukan kehadiran kita. Konon kalo
naik bis itu dari Jogja bisa sampai ke Surabaya
dalam waktu gak sampai tiga jam, tapi kalo lagi
gak beruntung bisa juga gak sampai Surabaya,
kita malah dibawa ke alam antah-berantah.
Lebih celaka lagi katanya bis hantu itu Sumber
Kencono yang memang terkenal suka kebut-
kebutan.
"Mas, Sampeyan mau turun mana?" Aku
mencoba menyapa penumpang di sebelah,
sekaligus mengusir rasa penasaran, masa iya
ada bis hantu.
Dia gak menjawab, lebih tepatnya bereaksi
seperti semua orang yang dari tadi kusapa, gak
ada ekspresi. Ini mulai menakutkan. Kucoba
menepuk bahunya agar dia menanggapi
sapaanku. Sial! Tanganku menembus bahunya!
Dia tidak nyata, dia bukan manusia!
"Pak! Kiri pak! Saya turun sini!" Teriakku panik,
tapi mereka tetap dingin tanpa ekspresi.
Sialan! Mungkinkah aku akan terbawa ke alam
gaib seperti yang orang-orang pernah
ceritakan? Bulu kudukku merinding, badanku
terasa dingin. Tapi percuma panik sekarang,
aku mencoba mengingat doa-doa yang
diajarkan Simbah dulu, sial, lupa semua!
Hampir tanpa sadar, aku meraih sebatang
rokok, kunyalakan perlahan dan kuhisap dalam-
dalam untuk mengusir tegang.
"Cak, kok bisnya bau kemenyan?" Penumpang
di sebelahku mendadak menutup hidung,
menatap lurus seakan menembusku dan
bertanya pada kenek yang berdiri di pintu
belakang.
"Gak papa Mas, kadang memang suka tercium
bau kemenyan. Katanya dulu di Janti situ
pernah ada penumpang lagi nunggu bis
meninggal ditusuk waktu ribut sama preman,
kalo malem Jumat Kliwon kayak sekarang ini
katanya dia suka ikut naik bis. Kasian, mungkin
matinya gak tenang."
Aku termangu, dan bis terus melaju....
Makasih gan atas partisipasinyaa
0
Kutip
Balas