TS
monongan
[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier
Prakarta :
Ini adalah Thread FanFict pertama saya sekaligus juga ini Thread pertama yang saya buat semenjak saya daftar di kaskus, jadi mohon maklum kalo masih banyak salah dalam spoiler dan lain-lainnya.
Lalu ini juga pengalaman pertama bagi TS menulis, jadi saya belom pernah nulis-nulis kayak gini gan, sebenernya sih udah cuma ga pernah saya upload kemana pun.
Cerita ini mengambil seting dari dunia di Ragnarok online, agan sekalian akan menemukan kesamaan dalam nama npc atau pun dungeon dan kota. meski ga semuanya original karena akan ada yang berubah di FanFict ini. FanFict ini masih satu universe dengan FanFictnya agan Heilel_Realz012 Heilel_Realz012 FanFict - Die Aegis Schild, agan ini kayak mentor saya deh pokoknya
, buat agan Heilel thanks banget
.
Jadi ya dengan pengalaman yang masih minim dan kemampuan yang masih cupu, saya mencoba untuk menulis. jadi kalo ada salah kata, kritikan atau saran saya sangat berterima kasih kepada agan-agan, dan silahkan membaca.
Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/05/10/1198843_20130510065932.jpg)
Genre :Shounen, Tragedy, Adventure.
Status : Ongoing
Merasakan malam yang sunyi.
Melihat bulan purnama yang tak tergapai.
Aku memandang sekelilingku, yang ada hanyalah alat-alat operasi dan tabung-tabung berisi cairan kimia.
Ingin sekali aku merasakan bebas dari tabung berisi cairan kimia yang mengurung ku ini.
Aku yang tidak memiliki nama dan ingatan apapun...
Untuk pertama kalinya aku ingin bebas dan keluar dari penjara kaca ini.
Sampai akhirnya tiba malam dimana permintaan ku terkabul.
Ya, penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang berjubah hitam menggunakan senjata api.
Ketika malam itu pecah, kisah perjalanan panjang ku di mulai
Ini adalah Thread FanFict pertama saya sekaligus juga ini Thread pertama yang saya buat semenjak saya daftar di kaskus, jadi mohon maklum kalo masih banyak salah dalam spoiler dan lain-lainnya.
Lalu ini juga pengalaman pertama bagi TS menulis, jadi saya belom pernah nulis-nulis kayak gini gan, sebenernya sih udah cuma ga pernah saya upload kemana pun.
Cerita ini mengambil seting dari dunia di Ragnarok online, agan sekalian akan menemukan kesamaan dalam nama npc atau pun dungeon dan kota. meski ga semuanya original karena akan ada yang berubah di FanFict ini. FanFict ini masih satu universe dengan FanFictnya agan Heilel_Realz012 Heilel_Realz012 FanFict - Die Aegis Schild, agan ini kayak mentor saya deh pokoknya
, buat agan Heilel thanks banget
.Jadi ya dengan pengalaman yang masih minim dan kemampuan yang masih cupu, saya mencoba untuk menulis. jadi kalo ada salah kata, kritikan atau saran saya sangat berterima kasih kepada agan-agan, dan silahkan membaca.

Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier
Quote:
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/05/10/1198843_20130510065932.jpg)
Genre :Shounen, Tragedy, Adventure.
Status : Ongoing
Spoiler for Prologue:
Prologue
Merasakan malam yang sunyi.
Melihat bulan purnama yang tak tergapai.
Aku memandang sekelilingku, yang ada hanyalah alat-alat operasi dan tabung-tabung berisi cairan kimia.
Ingin sekali aku merasakan bebas dari tabung berisi cairan kimia yang mengurung ku ini.
Aku yang tidak memiliki nama dan ingatan apapun...
Untuk pertama kalinya aku ingin bebas dan keluar dari penjara kaca ini.
Sampai akhirnya tiba malam dimana permintaan ku terkabul.
Ya, penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang berjubah hitam menggunakan senjata api.
Ketika malam itu pecah, kisah perjalanan panjang ku di mulai
Spoiler for Character:
Quote:
Jean Asker/Bio Chemical Soldier 0.3
Guillotine Cross
Jean adalah kelinci percobaan dari Bio Laboratorium di kota Lighthalzen yang merupakan daerah dari Republik of Schwartzvald. dia berhasil melarikan diri pada saat malam penyergapan yang dilakukan oleh Gunslinger guild atas perintah dari Pemerintahan Republik, dia yang ditemukan oleh Rin sang Assasin cross di ajarkan cara bertarung dan bertahan hidup sebelum akhirnya dia di kirim ke pantiasuhan bernama Chely House di kota alberta oleh Rin. Jean memiliki sifat pendiam tetapi tidak dingin, karena dia tidak pernah mempelajari data tentang emosi manusia pada waktu dia masih tinggal di Lab.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405090744.png)
Guillotine Cross
Jean adalah kelinci percobaan dari Bio Laboratorium di kota Lighthalzen yang merupakan daerah dari Republik of Schwartzvald. dia berhasil melarikan diri pada saat malam penyergapan yang dilakukan oleh Gunslinger guild atas perintah dari Pemerintahan Republik, dia yang ditemukan oleh Rin sang Assasin cross di ajarkan cara bertarung dan bertahan hidup sebelum akhirnya dia di kirim ke pantiasuhan bernama Chely House di kota alberta oleh Rin. Jean memiliki sifat pendiam tetapi tidak dingin, karena dia tidak pernah mempelajari data tentang emosi manusia pada waktu dia masih tinggal di Lab.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405090744.png)
Quote:
Leina Thorose
Geneticist
Leina adalah Genetcist yang menangani perkembangan Jean di lab, dia adalah wanita baik yang memperhatikan Jean lebih dari kelinci percobaan yang lain. dia adalah orang yang membebaskan Jean dari Tabung Regenerasi untuk melarikan diri pada saat penyerangan.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405090936.JPG)
Geneticist
Leina adalah Genetcist yang menangani perkembangan Jean di lab, dia adalah wanita baik yang memperhatikan Jean lebih dari kelinci percobaan yang lain. dia adalah orang yang membebaskan Jean dari Tabung Regenerasi untuk melarikan diri pada saat penyerangan.
Quote:
Kiev Alastor
Adept GunSlinger
Kiev adalah pemimpin pasukan penyergapan Bio lab yang dibentuk oleh republik. dia juga mentor dari GunSlinger Guild yang berada di kota Einbroch, Terkenal dengan julukan Heroes of Republic.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091316.jpg)
Adept GunSlinger
Kiev adalah pemimpin pasukan penyergapan Bio lab yang dibentuk oleh republik. dia juga mentor dari GunSlinger Guild yang berada di kota Einbroch, Terkenal dengan julukan Heroes of Republic.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091316.jpg)
Quote:
Rin
Assasin Cross
Wanita misterius yang menemukan dan menyelamatkan Jean setelah Jean berhasil lari dari Bio lab facility.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091635.jpg)
Assasin Cross
Wanita misterius yang menemukan dan menyelamatkan Jean setelah Jean berhasil lari dari Bio lab facility.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091635.jpg)
Daftar Isi
Quote:
ARC I The Journey Begins
Chapter 1-1 Begins night
Chapter 1-2 Another route
Journey 1-4 Begins Night Part 4
Journey 1-5 Begins Night Part 5
Journey 1-6 Begins Night Part 6
Journey 1-7 Begins Night Part 7
Journey 1-8 Begins Night Part 8
Journey 1-9 Begins Night Part 9
Journey 1-10 Begins Night End [This Is Where We Are Apart]
Chapter 1-1 Begins night
Chapter 1-2 Another route
Journey 1-4 Begins Night Part 4
Journey 1-5 Begins Night Part 5
Journey 1-6 Begins Night Part 6
Journey 1-7 Begins Night Part 7
Journey 1-8 Begins Night Part 8
Journey 1-9 Begins Night Part 9
Journey 1-10 Begins Night End [This Is Where We Are Apart]
-FINISH-
Quote:
ARC II Joy And Sorrow
New Character [Port City Alberta]
Journey 2-1 Move Forward
Journey 2-2 Einbroch City Of Industries
Journey 2-3 You Can Call Me...
Journey 2-4 So This Is The Real World
Journey 2-5 This Is All I Can Do For You
Journey 2-6 Iam Sorry
Journey 2-7 Because I Always Want To Be With You
Journey 2-8 Trip To Kingdom
Journey 2-9 Fierce Fighting
Journey 2-10 Guilty
Journey 2-11 The Capital Of Republic Schwartzvald
Journey 2-12 Iam Sorry And Farewell
Journey 2-13 After Dark Part-1
Journey 2-14 After Dark Part-2
Journey 2-15 Will You Become My Sun
Journey 2-16 Family Dinner
Journey 2-17 Don't Be Afraid
Journey 2-18 My Feeling
Journey 2-19 My Feeling Part-2
Journey 2-20 Reunion
Journey 2-21 Doubt
Journey 2-22 Doubt Part-2
Journey 2-23 Resolve
Journey 2-24 Piece Of Puzzle
Journey 2-25 Concerns
Journey 2-26 Singing In The Rain
Journey 2-27 Killer Instinct
Journey 2-28 Within The Darkness, Journey 2-28 B
Journey 2-29 Path Of Thorn
Journey 2-30 Day When I met You And Day When I Leave You, Journey 2-30 B
Journey 2-31 Ambush
Journey 2-32 Weird Girl
Journey 2-33 The Day When Demon Was Born
Journey 2-34 Guillotine Cross
New Character [Port City Alberta]
Journey 2-1 Move Forward
Journey 2-2 Einbroch City Of Industries
Journey 2-3 You Can Call Me...
Journey 2-4 So This Is The Real World
Journey 2-5 This Is All I Can Do For You
Journey 2-6 Iam Sorry
Journey 2-7 Because I Always Want To Be With You
Journey 2-8 Trip To Kingdom
Journey 2-9 Fierce Fighting
Journey 2-10 Guilty
Journey 2-11 The Capital Of Republic Schwartzvald
Journey 2-12 Iam Sorry And Farewell
Journey 2-13 After Dark Part-1
Journey 2-14 After Dark Part-2
Journey 2-15 Will You Become My Sun
Journey 2-16 Family Dinner
Journey 2-17 Don't Be Afraid
Journey 2-18 My Feeling
Journey 2-19 My Feeling Part-2
Journey 2-20 Reunion
Journey 2-21 Doubt
Journey 2-22 Doubt Part-2
Journey 2-23 Resolve
Journey 2-24 Piece Of Puzzle
Journey 2-25 Concerns
Journey 2-26 Singing In The Rain
Journey 2-27 Killer Instinct
Journey 2-28 Within The Darkness, Journey 2-28 B
Journey 2-29 Path Of Thorn
Journey 2-30 Day When I met You And Day When I Leave You, Journey 2-30 B
Journey 2-31 Ambush
Journey 2-32 Weird Girl
Journey 2-33 The Day When Demon Was Born
Journey 2-34 Guillotine Cross
-FINISH-
Diubah oleh monongan 09-08-2014 14:07
0
54.3K
Kutip
678
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
monongan
#133
Update
Journey 2-14 After Dark Part-2
Lilia

Spoiler for Journey 2-14:
“Heii…Oper kemari bolanya…”
“hihihi jangan kelitiki aku..aku minta ampun geli-geli…”
Suara riang para anak-anak yang sedang bermain dan berlarian terdengar sangat nyaring di kuping ku, Mereka terlihat sangat ceria dan senang bermain bersama di taman bunga yang ada dibelakang rumah besar yang sekarang menjadi tempat tinggal ku. Ya, Chelys House. Panti asuhan ini adalah tempat aku menetap sekarang.
Sudah seminggu lebih aku tinggal di tempat ini setelah aku di selamatkan oleh Nyonya Reyria. Tempat ini di penuhi dengan anak-anak berumur 7 sampai 12 tahun yang ceria dan sangat berenergi, Mungkin hanya aku saja yang berusia 15 tahun disini. Walaupun sebenarnya aku tidak tahu pasti berapa umur ku.
Aku masih termenung melihat para anak-anak ini bermain dengan riang di taman bunga, Melihat mereka bermain dengan senang dan senyum mereka yang lepas membuat hati ku yang kini dipenuhi oleh luka menjadi tentram dan sangat lega. Mungkin karena aku terbawa atmosfir mereka? Aku pun tidak tahu alasannya. Tanpa kusadari aku pun tersenyum kecil melihat tingkah lucu mereka.
“Anak-anak ayo semua berkumpul..!!! Hari sudah siang waktunya makan dan tidur siang”
“Yahhh, Sebentar lagi Sister Alma. Kami masih ingin bermain sebentar lagi….!!”
“Hmm, Kalau begitu sehabis kalian makan aku akan membacakan dongeng siang untuk kalian? Bagaimana? Kalian memilih bermain atau mendengarkan dongeng ku..?”
Setelah mendengar kata-kata dari wanita bersuara merdu ini. Anak-anak yang tadi masih ingin bermain tiba-tiba saja berlari ke arah wanita cantik yang berdiri dibelakang ku ini. Wanita ini mengenakan baju dress terusan berwarna ungu cerah yang sangat cocok dengan warna rambut panjangnya yang juga berwarna ungu cerah, Di bagian lehernya aku melihat Rosary yang melingkar indah dan membuatnya terlihat sangat elegan.
“Kak…Kaak Jean!!...Ayo kita makan siang dan mendengarkan dongeng dari Sister Alma hehe. Lalu Kak Jean hari ini temani Lilia makan ya?” Seru salah satu anak perempuan yang kini menarik lengan ku.
Anak prempuan ini bernama Lilia, Pada saat pertama kali aku dikenalkan ke panti asuhan ini oleh Sister Maria. Semua anak disini terlihat sangat takut oleh ku. Mungkin karena wajah ku yang kurang berekspresi dan diriku yang tidak terlalu banyak berbicara membuat mereka segan dan enggan berdekatan dengan ku. Tetapi lain halnya dengan Lilia, Dia sama sekali tidak merasa takut kepada ku dan malah senang berada di dekat ku.
Pernah suatu ketika aku bertanya kepadanya karena keheranan. “Lilia, Kenapa kamu tidak takut berada di dekat ku?” Tanya ku kepada anak prempuan berumur 8 tahun ini.
“Takut? Aku tidak takut dengan kak Jean..Karena kak Jean baik hati hehehe” Jawabnya sambil tertawa saat aku menanyakan hal itu.
Tanpa sadar aku pun tersenyum setelah mendengar kata-kata itu.
“Hehehe, Benarkan kata ku!!, Kak Jean adalah orang baik..Anak-anak yang lain nanti pasti akan tahu.” Serunya setelah melihat senyum ku.
Itulah pertama kalinya aku tersenyum setelah luka yang kuterima akibat kehilangan Nyonya Rin, Dengan sangat instan anak prempuan ini dapat meringankan luka dan rasa sakit yang selama ini kupendam. Tiba-tiba lamunan ku terpecah karena cubitan yang di lakukan oleh Lilia di kedua pipi ku.
“Kak Jean kenapa malah melamun? Kakak tidak mau menemani ku makan ya?”
Anak perempuan ini terlihat cemberut dan terus mencubiti kedua pipi ku karena aku tidak juga menjawab pertanyaan darinya. “Ahahah.. Maaf..Maaf Lili, Tadi aku sedang melamun..” Jawab ku sambil tersenyum dan tertawa kecil.
“Huh, Kak Jean jahat.. Kalau ingin aku maafkan kak Jean harus menggendong ku dan menyuapi ku makan ya?” Serunya sambil tersenyum dan mulai naik ke punggung ku.
“Baik-baik Tuan putri Lili..” Jawab ku singkat sambil bangun dan berjalan menuju keruang makan.
Kami semua pun akhirnya menuju keruang makan, Sebelum makan Sister Maria memimpin doa untuk memanjatkan puji syukur kita kepada sang dewa karena telah diberikan makan lezat dan bergizi tinggi untuk kami santap. Aku yang sudah hampir seminggu lebih tinggal di sini sudah belajar sedikit banyak mengenai hal ini. Dewa, Kepercayaan dan keagamaan.
Ya, Sister Maria mengajarkan ku semua hal ini. Sister Maria adalah ketua atau mungkin bisa di bilang dia adalah pemilik dari panti ini. Yang ku tahu dia dikirim oleh Saint curch prontera untuk mendirikan panti asuhan di kota pelabuhan Alberta. Setalah selesai berdoa kami pun menyantap makanan yang sudah di sediakan di atas meja makan.
Suasana makan siang ini begitu tenang dan hangat, Semua anak menyantap makanan mereka dengan sangat menikmati. Ini pun pertama kalinya aku makan dengan banyak orang, Biasanya aku hanya menyantap makanan ku berdua bersama Nyonya Rin. Walaupun rasa hangat terasa sama seperti yang kurasakan saat aku bersama Nyonya Rin tapi ada yang berbeda dari rasa hangat yang kurasakan sekarang? Inikah rasa hangat yang dapat kamu peroleh dari sesuatu yang bernama Keluarga besar?
Kini aku sedang duduk tenang di kursi yang ada di sebelah ranjang yang di tempati oleh Lili, Setelah selesai makan siang anak-anak langsung di bimbing ke kamar tidur mereka untuk istirahat tidur siang. Aku mendengar suara merdu Sister Alma yang sedang membacakan dongeng yang menceritakan tentang binatang ajaib kepada anak-anak panti ini.
Begitu terhanyut dalam suara merdunya akupun mulai sedikit mengantuk, Tetapi aku dapat menahan rasa kantuk itu dan tetap terjaga. Kulihat Lili yang kini sudah tertidur lelap karena dongeng yang di bacakan oleh Sister Alma. Wajah kecilnya yang lucu dan manis ini sungguh terlihat tentram dalam tidurnya.
Perhatian ku kini teralihkan oleh Sister Alma yang kini telah selesai membaca dongeng karena semua anak sudah tertidur lelap, Ku lihat Sister Alma yang kini seperti terlihat melamun mamandangi ku yang duduk di sebelah ranjang Lili.
“Sister? Ada yang salah?” Tanya ku karena heran.
“Tii..Tidak..Aku tidak melihat kamu kok..!!’ Jawabnya agak gugup dan wajahnya yang agak memerah.
“Emm, Maksud ku adalah kenapa Sister melamun?”
“Ah..aak..aku hanya melihat Lilia yang tertidur nyeyak, ya Lilia yang tertidur nyenyak terlihat manis dan imut” Jawabnya singkat dan masih terlihat agak gugup. “Kalau begitu aku pamit untuk membeli bahan untuk makan malam..!!” Setelah mengatakan hal itu Sister Alma langsung berlari dengan cepat dan meninggalkan ku dikamar anak-anak ini.
Kenapa dengan Sister Alma? Dia terlihat gugup? Tidak seperti biasanya.
Ruangan ini kini menjadi sangat sunyi, Wajah anak-anak yang bersemangat kini terlihat damai dalam tidur mereka. Sangat berbeda saat mereka bermain di pekarangan bunga yang ada di belakang bangunan yang lumayan besar ini. Aku tertahan di ruangan ini karena Lili tertidur sambil menggenggam erat tangan ku, Jika aku lepaskan genggamannya mungkin dia akan terbangun. Baiklah akan ku tunggu hingga dia terbangun.
Lama berada di ruangan yang sunyi dan sejuk ini membuat ku sedikit mengantuk, Kuputuskan untuk memejamkan mata ku sejenak untuk beristirahat seperti anak-anak yang sedang tidur ini. Baru saja aku memejamkan mata ku sejenak tiba-tiba aku di bangunkan oleh suara seseorang.
“Jean, Ada tamu yang ingin bertemu dengan mu..” Seru Sister Maria berbisik di dekat telinga ku.
“Tamu? Siapa tamu itu Sister?” Tanya ku heran.
“Nyonya Reyria dan Tuan Robert yang beberapa waktu yang lalu mengantar mu kesini, Cepat temui mereka” Seru Sister Maria sambil tersenyum.
Aku hanya menganguk dan mencoba melepaskan genggaman tangan Lilia dengan pelan dan sehalus mungkin agar tidak membangunkannya. Dengan pelan dan susah payah aku akhirnya berhasil melapaskan genggaman tangannya yang lumayan kencang.
“Kalau begitu aku pamit menemui mereka dulu Sister Maria..”Seru ku sambil membungkuk
Sister Maria tersenyum dan berkata “Bagus, Biar disini aku yang menjaga Lilia oke?..”
Setelah beberapa langkah berjalan akhirnya aku sampai pada ruang dimana Nyonya Reyria dan Tuan Robert menunggu kehadiran ku. Tuan Robert adalah suami dari Nyonya Reyria, Aku dengar dia adalah pemilik kapal perdagangan terbesar yang ada di kota ini. Dan kabarnya dia juga penyumbang dana tetap untuk panti asuhan ini.
Dia memiliki perawakan yang hampir sama tingginya dengan ku, Badannya yang agak besar dan terlihat gemuk lalu Rambut dan jenggotnya yang sudah mulai beruban karena umurnya.
“Hai nak lama tak jumpa hahahaha, Bagaimana kabar mu bocah silver?” Tanya Tuan Robert dengan suara dan tawa yang agak keras.
Tiba-tiba saja kulihat Nyonya Reyria mencubit pinggang dari Tuan Robert yang tadi tertawa lumayan keras dan berkata..”Sudah kubilang berapa kali ayah..!! Namanya Jean bukan Bocah Silver!!..Ingat itu? Apa kamu sudah mulai pikun ya?” Serunya terlihat agak marah pada Tuan Robert.
“Aduhh..aduhh Maaf bu aku hanya mencoba mencairkan suasana saja kok!!” Balas Tuan Robert menahan sakitnya cubitan dari Nyonya Reyria.
“Ehm,Aku baik-baik saja Tuan Robert. Terima kasih Karena sudah menanyakan bagaimana kabar ku. Anu..Kalau boleh tau sebenarnya ada perlu apa Tuan dan Nyonya ingin bertemu dengan ku?” Tanya ku kepada kedua orang yang ada di depan ku ini.
Tiba-tiba saja ekspresi Tuan Robert yang tadi terlihat kesakitan kini menjadi serius, Begitu pula dengan Nyonya Reyria yang duduk di sampingnya. Setelah terdiam agak lama akirnya Nyonya Reyria mulai membuka pembicaraan.
“Jean, Sebenarnya ada yang ingin kami bicarakan dengan mu? Maukah kamu mendengarkannya?”
“hihihi jangan kelitiki aku..aku minta ampun geli-geli…”
Suara riang para anak-anak yang sedang bermain dan berlarian terdengar sangat nyaring di kuping ku, Mereka terlihat sangat ceria dan senang bermain bersama di taman bunga yang ada dibelakang rumah besar yang sekarang menjadi tempat tinggal ku. Ya, Chelys House. Panti asuhan ini adalah tempat aku menetap sekarang.
Sudah seminggu lebih aku tinggal di tempat ini setelah aku di selamatkan oleh Nyonya Reyria. Tempat ini di penuhi dengan anak-anak berumur 7 sampai 12 tahun yang ceria dan sangat berenergi, Mungkin hanya aku saja yang berusia 15 tahun disini. Walaupun sebenarnya aku tidak tahu pasti berapa umur ku.
Aku masih termenung melihat para anak-anak ini bermain dengan riang di taman bunga, Melihat mereka bermain dengan senang dan senyum mereka yang lepas membuat hati ku yang kini dipenuhi oleh luka menjadi tentram dan sangat lega. Mungkin karena aku terbawa atmosfir mereka? Aku pun tidak tahu alasannya. Tanpa kusadari aku pun tersenyum kecil melihat tingkah lucu mereka.
“Anak-anak ayo semua berkumpul..!!! Hari sudah siang waktunya makan dan tidur siang”
“Yahhh, Sebentar lagi Sister Alma. Kami masih ingin bermain sebentar lagi….!!”
“Hmm, Kalau begitu sehabis kalian makan aku akan membacakan dongeng siang untuk kalian? Bagaimana? Kalian memilih bermain atau mendengarkan dongeng ku..?”
Setelah mendengar kata-kata dari wanita bersuara merdu ini. Anak-anak yang tadi masih ingin bermain tiba-tiba saja berlari ke arah wanita cantik yang berdiri dibelakang ku ini. Wanita ini mengenakan baju dress terusan berwarna ungu cerah yang sangat cocok dengan warna rambut panjangnya yang juga berwarna ungu cerah, Di bagian lehernya aku melihat Rosary yang melingkar indah dan membuatnya terlihat sangat elegan.
“Kak…Kaak Jean!!...Ayo kita makan siang dan mendengarkan dongeng dari Sister Alma hehe. Lalu Kak Jean hari ini temani Lilia makan ya?” Seru salah satu anak perempuan yang kini menarik lengan ku.
Anak prempuan ini bernama Lilia, Pada saat pertama kali aku dikenalkan ke panti asuhan ini oleh Sister Maria. Semua anak disini terlihat sangat takut oleh ku. Mungkin karena wajah ku yang kurang berekspresi dan diriku yang tidak terlalu banyak berbicara membuat mereka segan dan enggan berdekatan dengan ku. Tetapi lain halnya dengan Lilia, Dia sama sekali tidak merasa takut kepada ku dan malah senang berada di dekat ku.
Pernah suatu ketika aku bertanya kepadanya karena keheranan. “Lilia, Kenapa kamu tidak takut berada di dekat ku?” Tanya ku kepada anak prempuan berumur 8 tahun ini.
“Takut? Aku tidak takut dengan kak Jean..Karena kak Jean baik hati hehehe” Jawabnya sambil tertawa saat aku menanyakan hal itu.
Tanpa sadar aku pun tersenyum setelah mendengar kata-kata itu.
“Hehehe, Benarkan kata ku!!, Kak Jean adalah orang baik..Anak-anak yang lain nanti pasti akan tahu.” Serunya setelah melihat senyum ku.
Itulah pertama kalinya aku tersenyum setelah luka yang kuterima akibat kehilangan Nyonya Rin, Dengan sangat instan anak prempuan ini dapat meringankan luka dan rasa sakit yang selama ini kupendam. Tiba-tiba lamunan ku terpecah karena cubitan yang di lakukan oleh Lilia di kedua pipi ku.
“Kak Jean kenapa malah melamun? Kakak tidak mau menemani ku makan ya?”
Anak perempuan ini terlihat cemberut dan terus mencubiti kedua pipi ku karena aku tidak juga menjawab pertanyaan darinya. “Ahahah.. Maaf..Maaf Lili, Tadi aku sedang melamun..” Jawab ku sambil tersenyum dan tertawa kecil.
“Huh, Kak Jean jahat.. Kalau ingin aku maafkan kak Jean harus menggendong ku dan menyuapi ku makan ya?” Serunya sambil tersenyum dan mulai naik ke punggung ku.
“Baik-baik Tuan putri Lili..” Jawab ku singkat sambil bangun dan berjalan menuju keruang makan.
Kami semua pun akhirnya menuju keruang makan, Sebelum makan Sister Maria memimpin doa untuk memanjatkan puji syukur kita kepada sang dewa karena telah diberikan makan lezat dan bergizi tinggi untuk kami santap. Aku yang sudah hampir seminggu lebih tinggal di sini sudah belajar sedikit banyak mengenai hal ini. Dewa, Kepercayaan dan keagamaan.
Ya, Sister Maria mengajarkan ku semua hal ini. Sister Maria adalah ketua atau mungkin bisa di bilang dia adalah pemilik dari panti ini. Yang ku tahu dia dikirim oleh Saint curch prontera untuk mendirikan panti asuhan di kota pelabuhan Alberta. Setalah selesai berdoa kami pun menyantap makanan yang sudah di sediakan di atas meja makan.
Suasana makan siang ini begitu tenang dan hangat, Semua anak menyantap makanan mereka dengan sangat menikmati. Ini pun pertama kalinya aku makan dengan banyak orang, Biasanya aku hanya menyantap makanan ku berdua bersama Nyonya Rin. Walaupun rasa hangat terasa sama seperti yang kurasakan saat aku bersama Nyonya Rin tapi ada yang berbeda dari rasa hangat yang kurasakan sekarang? Inikah rasa hangat yang dapat kamu peroleh dari sesuatu yang bernama Keluarga besar?
>>>>> <<<<<
Kini aku sedang duduk tenang di kursi yang ada di sebelah ranjang yang di tempati oleh Lili, Setelah selesai makan siang anak-anak langsung di bimbing ke kamar tidur mereka untuk istirahat tidur siang. Aku mendengar suara merdu Sister Alma yang sedang membacakan dongeng yang menceritakan tentang binatang ajaib kepada anak-anak panti ini.
Begitu terhanyut dalam suara merdunya akupun mulai sedikit mengantuk, Tetapi aku dapat menahan rasa kantuk itu dan tetap terjaga. Kulihat Lili yang kini sudah tertidur lelap karena dongeng yang di bacakan oleh Sister Alma. Wajah kecilnya yang lucu dan manis ini sungguh terlihat tentram dalam tidurnya.
Perhatian ku kini teralihkan oleh Sister Alma yang kini telah selesai membaca dongeng karena semua anak sudah tertidur lelap, Ku lihat Sister Alma yang kini seperti terlihat melamun mamandangi ku yang duduk di sebelah ranjang Lili.
“Sister? Ada yang salah?” Tanya ku karena heran.
“Tii..Tidak..Aku tidak melihat kamu kok..!!’ Jawabnya agak gugup dan wajahnya yang agak memerah.
“Emm, Maksud ku adalah kenapa Sister melamun?”
“Ah..aak..aku hanya melihat Lilia yang tertidur nyeyak, ya Lilia yang tertidur nyenyak terlihat manis dan imut” Jawabnya singkat dan masih terlihat agak gugup. “Kalau begitu aku pamit untuk membeli bahan untuk makan malam..!!” Setelah mengatakan hal itu Sister Alma langsung berlari dengan cepat dan meninggalkan ku dikamar anak-anak ini.
Kenapa dengan Sister Alma? Dia terlihat gugup? Tidak seperti biasanya.
Ruangan ini kini menjadi sangat sunyi, Wajah anak-anak yang bersemangat kini terlihat damai dalam tidur mereka. Sangat berbeda saat mereka bermain di pekarangan bunga yang ada di belakang bangunan yang lumayan besar ini. Aku tertahan di ruangan ini karena Lili tertidur sambil menggenggam erat tangan ku, Jika aku lepaskan genggamannya mungkin dia akan terbangun. Baiklah akan ku tunggu hingga dia terbangun.
Lama berada di ruangan yang sunyi dan sejuk ini membuat ku sedikit mengantuk, Kuputuskan untuk memejamkan mata ku sejenak untuk beristirahat seperti anak-anak yang sedang tidur ini. Baru saja aku memejamkan mata ku sejenak tiba-tiba aku di bangunkan oleh suara seseorang.
“Jean, Ada tamu yang ingin bertemu dengan mu..” Seru Sister Maria berbisik di dekat telinga ku.
“Tamu? Siapa tamu itu Sister?” Tanya ku heran.
“Nyonya Reyria dan Tuan Robert yang beberapa waktu yang lalu mengantar mu kesini, Cepat temui mereka” Seru Sister Maria sambil tersenyum.
Aku hanya menganguk dan mencoba melepaskan genggaman tangan Lilia dengan pelan dan sehalus mungkin agar tidak membangunkannya. Dengan pelan dan susah payah aku akhirnya berhasil melapaskan genggaman tangannya yang lumayan kencang.
“Kalau begitu aku pamit menemui mereka dulu Sister Maria..”Seru ku sambil membungkuk
Sister Maria tersenyum dan berkata “Bagus, Biar disini aku yang menjaga Lilia oke?..”
Setelah beberapa langkah berjalan akhirnya aku sampai pada ruang dimana Nyonya Reyria dan Tuan Robert menunggu kehadiran ku. Tuan Robert adalah suami dari Nyonya Reyria, Aku dengar dia adalah pemilik kapal perdagangan terbesar yang ada di kota ini. Dan kabarnya dia juga penyumbang dana tetap untuk panti asuhan ini.
Dia memiliki perawakan yang hampir sama tingginya dengan ku, Badannya yang agak besar dan terlihat gemuk lalu Rambut dan jenggotnya yang sudah mulai beruban karena umurnya.
“Hai nak lama tak jumpa hahahaha, Bagaimana kabar mu bocah silver?” Tanya Tuan Robert dengan suara dan tawa yang agak keras.
Tiba-tiba saja kulihat Nyonya Reyria mencubit pinggang dari Tuan Robert yang tadi tertawa lumayan keras dan berkata..”Sudah kubilang berapa kali ayah..!! Namanya Jean bukan Bocah Silver!!..Ingat itu? Apa kamu sudah mulai pikun ya?” Serunya terlihat agak marah pada Tuan Robert.
“Aduhh..aduhh Maaf bu aku hanya mencoba mencairkan suasana saja kok!!” Balas Tuan Robert menahan sakitnya cubitan dari Nyonya Reyria.
“Ehm,Aku baik-baik saja Tuan Robert. Terima kasih Karena sudah menanyakan bagaimana kabar ku. Anu..Kalau boleh tau sebenarnya ada perlu apa Tuan dan Nyonya ingin bertemu dengan ku?” Tanya ku kepada kedua orang yang ada di depan ku ini.
Tiba-tiba saja ekspresi Tuan Robert yang tadi terlihat kesakitan kini menjadi serius, Begitu pula dengan Nyonya Reyria yang duduk di sampingnya. Setelah terdiam agak lama akirnya Nyonya Reyria mulai membuka pembicaraan.
“Jean, Sebenarnya ada yang ingin kami bicarakan dengan mu? Maukah kamu mendengarkannya?”
Lilia
Quote:

Diubah oleh monongan 30-04-2013 06:14
0
Kutip
Balas