TS
simamats
[Orific] Simfoni Cahaya Bulan
Sebuah fantasy yang kepikiran di WC
Karena masih newbie (karya pertama ane), tolong dimaklumi kalo banyak salah penulisan kata
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321031509.jpg)
Mohon saran dan kritikannya, tapi jangan sadis2 yah
Karena masih newbie (karya pertama ane), tolong dimaklumi kalo banyak salah penulisan kata

Oke gw persembahkan *sound effect trompet* :
Simfoni Cahaya Bulan
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321031509.jpg)
(picture by Alicedeadqueen)
Genre : Slice of life, Adventure, Pyschological, Fantasy.
Spoiler for Sinopsis:
Di dunia dimana Manusia dan Beastman saling berperang tiada henti, memperebutkan wilayah dan mengusir satu sama lain. Dunia dimana Iblis yang berada d ibalik layarlah memutarkan dunia untuk bergerak melawan porosnya. Dunia dimana tuhan ragu untuk mempertahankan dunianya. Dunia sudah mencapai siklus kehancuran, seperti dunia sebelumnya.
Namun di balik itu semua, ternyata terdapat kisah tersendiri di dalamnya yang tidak terjamah, dan tidak tertulis dalam sejarah. Kisah dimana bocah lelaki bertanduk yang memegang peranan penting dalam pemutusan takdir dunia. Namun sebelum kisah besar itu terjadi, kisah ini di awali dari sesuatu yang sangat sederhana. Seoorang Ibu yang kehilangan suaminya, anaknya yang bertanduk, dan seoorang malaikat bisu yang jatuh dari langit.
Namun di balik itu semua, ternyata terdapat kisah tersendiri di dalamnya yang tidak terjamah, dan tidak tertulis dalam sejarah. Kisah dimana bocah lelaki bertanduk yang memegang peranan penting dalam pemutusan takdir dunia. Namun sebelum kisah besar itu terjadi, kisah ini di awali dari sesuatu yang sangat sederhana. Seoorang Ibu yang kehilangan suaminya, anaknya yang bertanduk, dan seoorang malaikat bisu yang jatuh dari langit.
Spoiler for Character:
Character :
Karakter2 yang akan muncul di cerita ini, kebanyakan akan muncul di simfoni 2, yang merupakan inti cerita ini. Untuk penjelasan karakter sendiri mungkin akan gw simpan, dan gw taro di ceritanya. Ini bentuk pemeran2nya aja buat bayangan haha (btw untuk Racke, dan Eve gw ganti desainnya, tapi ini desain awalnya)
1. Racke Lanard (protagonist)
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025203.jpg)
2. Eva (Malaikat Bisu)
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025303.jpg)
3. Zee
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025327.jpg)
4. ???
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025406.jpg)
5. Harankas
Karakter2 yang akan muncul di cerita ini, kebanyakan akan muncul di simfoni 2, yang merupakan inti cerita ini. Untuk penjelasan karakter sendiri mungkin akan gw simpan, dan gw taro di ceritanya. Ini bentuk pemeran2nya aja buat bayangan haha (btw untuk Racke, dan Eve gw ganti desainnya, tapi ini desain awalnya)
1. Racke Lanard (protagonist)
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025203.jpg)
2. Eva (Malaikat Bisu)
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025303.jpg)
3. Zee
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025327.jpg)
4. ???
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025406.jpg)
5. Harankas
Spoiler for Index:
Simfoni I : Matahari Senja
Chapter 1 ~ Surat
Chapter 2 ~ Malaikat Bisu
Chapter 3.1 ~ Hutan Keramat 1
Chapter 3.2 ~ Hutan Keramat 2
Chapter 3.2~ Hutan Keramat 2 (Lanjutan)
Chapter 4 ~Kisah~
Chapter 5 ~Perpisahan~
Chapter 6 ~Perbatasan~ part 1
Chapter 6 ~Perbatasan~ part 2
Chapter 7 ~Anak Terkutuk~
Chapter 7 ~Anak Terkutuk~ Part 2
Chapter 1 ~ Surat
Chapter 2 ~ Malaikat Bisu
Chapter 3.1 ~ Hutan Keramat 1
Chapter 3.2 ~ Hutan Keramat 2
Chapter 3.2~ Hutan Keramat 2 (Lanjutan)
Chapter 4 ~Kisah~
Chapter 5 ~Perpisahan~
Chapter 6 ~Perbatasan~ part 1
Chapter 6 ~Perbatasan~ part 2
Chapter 7 ~Anak Terkutuk~
Chapter 7 ~Anak Terkutuk~ Part 2
Mohon saran dan kritikannya, tapi jangan sadis2 yah

Diubah oleh simamats 04-08-2015 00:21
nona212 memberi reputasi
1
7.8K
Kutip
42
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
simamats
#13
Spoiler for Simfoni 1~Chapter 6 part 2~:
Akupun setelah sekian lama berpikir tentang hal-hal yang bodoh, memberanikan diri untuk mencoba keluar dari menara ini.
Turun secara hati-hati, dan masih belum terlihat tanda-tanda bayangan beastman dari refleksi obor yang masih menyala diantara tangga ini. Akupun mempercepat langkahku, dengan pedang yang mulai kusarungkan kembali.
"Siapa yang berada disana?"
"!!..."
Jantungku hampir copot!. Terdapat suara wanita yang sepertinya mengetahui keberadaanku.
Apa dia beastman? Setahuku beastman tidak berbicara dengan bahasa manusia. Lalu juga mana mungkin ada tentara manusia dan elf. Seingatku, tentara perbatasan hanya terdiri dari lakit-laki saja. Akupun mengabaikan suara tersebut, yang kutahu pemilik suara ini bukanlah sesuatu hal yang bisa kupercaya.
"Hei keluarlah"
Pemilik suara itu melangkah ke atas tangga, dan aku melangkah mundur. Mencoba memasuki kembali ruangan pengawas.
Lalu suara langkahnya menjadi berlari, dan entah mengapa ketakutanku mulai menerorku hingga akhirnya aku tidak peduli suara langkah ini terdengar. Aku berlari, masuk keruangan dan kemudian menguncinya dengan cepat.
*tok, tok.
Mengetuk pintu dan tidak bersuara.
Aku duduk membelakangi pintu tersebut dan dihadapanku terdapat mayat Dave yang mulai mengeluarkan bau busuk.
"Mengapa kau tidak buka pintu itu Malvin?"
"Eh?!"
Aku terkagetkan oleh suara yang sepertinya keluar dari Dave yang berada didepanku.
"Seorang beastman tidak mungkin berbicara dengan bahasa kita bukan?"
Terdengar jelas ini suara Dave. Pasti aku sudah gila berbicara dengan mayat.
"Tapi... aku takut.. ini semua sungguh aneh"
Haha.. entah mengapa aku malah meladeni kegilaanku.
"Walau dia musuh, dia seoorang wanita bukan? Kau pasti bisa melawannya"
"Itu dia!, aku... tidak sama sekali bisa memakai pedang ini.."
Ya, Beastman maupun Manusia. Laki-laki maupun Perempuan. Memegang pedang, dan menebaskannya. Lalu darah yang keluar setelahnya. Imajinasi saja sudah membuatku merinding.
"Dan bisa-bisanya aku ikut dalam perperagan ini, haha"
Apa yang kuharapkan? Ini perperangan bukan?
Aku sudah berpikir panjang tentang semua ini. Bahwa pastinya aku akan membunuh dan mengotori tangan ini dengan darah.
"Aku harus selamat..."
Ya... semua ini tentah hal tersebut. Bahwa aku harus hidup dan membunuh mungkin saja satu-satunya cara untuk selamat.
"..."
Tanpa kusadari mayat itu tidak lagi berbicara, maupun terdapat ketokan pintu dari sosok wanita misterius tersebut. Apa semua hal tadi hanya ilusiku saja?
...
Akupun mengeluarkan pedang dari sarungnya, dan keluar dari pintu yang kukunci tersebut.. dan ternyata wanita itu bukan ilusi.
"Sudah berubah pikiran ternyata?"
Seoorang wanita beastman, dengan tubuhnya yang kecil dan tanduknya yang panjang dengan banyak manusia dibelakangnya..
Manusia-manusia tersebut berdiri memegang pedang, walau tubuhnya tidak lagi utuh. Ya, mereka jelas sudah mati!
'Aku akan mati. Aku tidak mau. Aku harus hidup. Tapi apa yang bisa kulakukan?!!'
Aku melangkah mundur, keringatku bercucuran, dan sesuatu menahanku... Dave di belakangku dengan panah yang tertancap di lehernya.
"Maafkan aku Malvin"
"arghh.."
Sebuah pisau tertancap diperutku. Kakiku lemas dan badanku terjatuh ke tanah. Secara cepat aku tidak dapat lagi merasaka setengah dari tubuku.
...
Buram, dan terlihat darah mengalir begitu banyak dari perutku... dan begitu buram, hingga hanya terlihat bayangan beastman wanita tersebut yang tiba-tiba saja sudah berada dihadapanku.
"Kau tidak boleh mati begitu saja bukan?"
Aku tidak bisa berpikir lagi, lalu kemudian semuanya gelap.
***
"..."
Aku terbangun dan entah mengapa aku masih hidup
Seorang beastman sedang menyeretku.
Begitu banyak batu menghantam kepalaku, namun entah mengapa.. aku tidak merasakan sakit sama sekali.
'Apa sebenarnya aku sudah mati? dan kemudian dihidupkan seperti manusia-manusia tersebut?'
"Tidak, kau belum mati"
Wanita beastman kecil itu seperti tahu apa yang sedang kupikirkan. Dia berjalan disamping beastman besar yang sedang menyeretku
...
Lalu beastman itu berhenti menyeretku. Terlihat bahwa dia menyeretku ke bukit dimana para beastman yang terlihat berbeda dengan beastman-beastman yang lain, sedang berkumpul.
Dibukit ini, bisa terlihat jelas sebuah desa manusia walau jauh diujung padang rumput yang kering ini.
Wanita kecil itu meninggalkanku, berbisik pada salah satu beastman paling besar diantara kumpulan beastman disana, sambil menunjukan jarinya padaku. Mereka semua terlihat serius dan memperhatikan diriku yang tak berdaya ditanah.
Dia tersenyum, dan kemudian mengganti halauan jarinya menuju desa itu, dan berteriak dengan gembira dalam bahasa beastman, yang entah mengapa aku mengerti apa yang wanita kecil itu maksudkan.
"Ya! Anak tersebut berada di desa itu, aku bisa merasakannya!"
Lalu seorang beastman menyeretku kembali, menjauhi kerumunan beastman tersebut yang sedang berdiskus, menuju kemah yang benar-benar gelap.
Aku merasakan firasat buruk akan hal ini.
* Perbatasan End :P
Turun secara hati-hati, dan masih belum terlihat tanda-tanda bayangan beastman dari refleksi obor yang masih menyala diantara tangga ini. Akupun mempercepat langkahku, dengan pedang yang mulai kusarungkan kembali.
"Siapa yang berada disana?"
"!!..."
Jantungku hampir copot!. Terdapat suara wanita yang sepertinya mengetahui keberadaanku.
Apa dia beastman? Setahuku beastman tidak berbicara dengan bahasa manusia. Lalu juga mana mungkin ada tentara manusia dan elf. Seingatku, tentara perbatasan hanya terdiri dari lakit-laki saja. Akupun mengabaikan suara tersebut, yang kutahu pemilik suara ini bukanlah sesuatu hal yang bisa kupercaya.
"Hei keluarlah"
Pemilik suara itu melangkah ke atas tangga, dan aku melangkah mundur. Mencoba memasuki kembali ruangan pengawas.
Lalu suara langkahnya menjadi berlari, dan entah mengapa ketakutanku mulai menerorku hingga akhirnya aku tidak peduli suara langkah ini terdengar. Aku berlari, masuk keruangan dan kemudian menguncinya dengan cepat.
*tok, tok.
Mengetuk pintu dan tidak bersuara.
Aku duduk membelakangi pintu tersebut dan dihadapanku terdapat mayat Dave yang mulai mengeluarkan bau busuk.
"Mengapa kau tidak buka pintu itu Malvin?"
"Eh?!"
Aku terkagetkan oleh suara yang sepertinya keluar dari Dave yang berada didepanku.
"Seorang beastman tidak mungkin berbicara dengan bahasa kita bukan?"
Terdengar jelas ini suara Dave. Pasti aku sudah gila berbicara dengan mayat.
"Tapi... aku takut.. ini semua sungguh aneh"
Haha.. entah mengapa aku malah meladeni kegilaanku.
"Walau dia musuh, dia seoorang wanita bukan? Kau pasti bisa melawannya"
"Itu dia!, aku... tidak sama sekali bisa memakai pedang ini.."
Ya, Beastman maupun Manusia. Laki-laki maupun Perempuan. Memegang pedang, dan menebaskannya. Lalu darah yang keluar setelahnya. Imajinasi saja sudah membuatku merinding.
"Dan bisa-bisanya aku ikut dalam perperagan ini, haha"
Apa yang kuharapkan? Ini perperangan bukan?
Aku sudah berpikir panjang tentang semua ini. Bahwa pastinya aku akan membunuh dan mengotori tangan ini dengan darah.
"Aku harus selamat..."
Ya... semua ini tentah hal tersebut. Bahwa aku harus hidup dan membunuh mungkin saja satu-satunya cara untuk selamat.
"..."
Tanpa kusadari mayat itu tidak lagi berbicara, maupun terdapat ketokan pintu dari sosok wanita misterius tersebut. Apa semua hal tadi hanya ilusiku saja?
...
Akupun mengeluarkan pedang dari sarungnya, dan keluar dari pintu yang kukunci tersebut.. dan ternyata wanita itu bukan ilusi.
"Sudah berubah pikiran ternyata?"
Seoorang wanita beastman, dengan tubuhnya yang kecil dan tanduknya yang panjang dengan banyak manusia dibelakangnya..
Manusia-manusia tersebut berdiri memegang pedang, walau tubuhnya tidak lagi utuh. Ya, mereka jelas sudah mati!
'Aku akan mati. Aku tidak mau. Aku harus hidup. Tapi apa yang bisa kulakukan?!!'
Aku melangkah mundur, keringatku bercucuran, dan sesuatu menahanku... Dave di belakangku dengan panah yang tertancap di lehernya.
"Maafkan aku Malvin"
"arghh.."
Sebuah pisau tertancap diperutku. Kakiku lemas dan badanku terjatuh ke tanah. Secara cepat aku tidak dapat lagi merasaka setengah dari tubuku.
...
Buram, dan terlihat darah mengalir begitu banyak dari perutku... dan begitu buram, hingga hanya terlihat bayangan beastman wanita tersebut yang tiba-tiba saja sudah berada dihadapanku.
"Kau tidak boleh mati begitu saja bukan?"
Aku tidak bisa berpikir lagi, lalu kemudian semuanya gelap.
***
"..."
Aku terbangun dan entah mengapa aku masih hidup
Seorang beastman sedang menyeretku.
Begitu banyak batu menghantam kepalaku, namun entah mengapa.. aku tidak merasakan sakit sama sekali.
'Apa sebenarnya aku sudah mati? dan kemudian dihidupkan seperti manusia-manusia tersebut?'
"Tidak, kau belum mati"
Wanita beastman kecil itu seperti tahu apa yang sedang kupikirkan. Dia berjalan disamping beastman besar yang sedang menyeretku
...
Lalu beastman itu berhenti menyeretku. Terlihat bahwa dia menyeretku ke bukit dimana para beastman yang terlihat berbeda dengan beastman-beastman yang lain, sedang berkumpul.
Dibukit ini, bisa terlihat jelas sebuah desa manusia walau jauh diujung padang rumput yang kering ini.
Wanita kecil itu meninggalkanku, berbisik pada salah satu beastman paling besar diantara kumpulan beastman disana, sambil menunjukan jarinya padaku. Mereka semua terlihat serius dan memperhatikan diriku yang tak berdaya ditanah.
Dia tersenyum, dan kemudian mengganti halauan jarinya menuju desa itu, dan berteriak dengan gembira dalam bahasa beastman, yang entah mengapa aku mengerti apa yang wanita kecil itu maksudkan.
"Ya! Anak tersebut berada di desa itu, aku bisa merasakannya!"
Lalu seorang beastman menyeretku kembali, menjauhi kerumunan beastman tersebut yang sedang berdiskus, menuju kemah yang benar-benar gelap.
Aku merasakan firasat buruk akan hal ini.
* Perbatasan End :P
0
Kutip
Balas