TS
edukaskus
(memperingati HARDIKNAS 2013) LOMBA LIPUTAN ONLINE

LIPUTAN KASKUS SPESIAL
Lomba Liputan Edukasi Online
Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2013 di KASKUS
DON'T STOP BELIEVIN'
Lomba Liputan Edukasi Online
Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2013 di KASKUS
DON'T STOP BELIEVIN'

deskripsi tema:
Quote:
'something wrong with our school' ucap om deddy corbuzier. sebuah kalimat yang menyentak dengan argumentasi diambil dari kenyataan di lapangan. dan banyak yang mengamininya, disaat yang sama juga banyak yg melakukan pembantahan. terlepas dari pro dan kontra,raungan kabar berita yang menggema sehari-hari.........betapa temaramnya dunia sekolah . hingga kadang timbul pertanyaan; apakah segitu suramnya dunia sekolah?
namun ternyata, masih ada nilai-nilai positif dan inspiratif dari dunia sekolah kita yg jauh dari hingar bingar sosmed, media massa, ato pidato para pesohor. masih banyak cerita tentang siswa yang meraih cita lewat sekolah dengan segala macam keterbatasannya; seorang guru di pedalamam hutan papua yg berjuang dalam kesendirian untuk mengajar cara baca tulis; sekelompok orang yg bergabung membangun peradaban lewat pendidikan di tengah individualisme masyarakat; dan mungkin banyak lagi cerita-cerita itu....
mereka adalah bunga rampai pendidikan yg mungkin terlewatkan namun eksis di dunia nyata kita.
namun ternyata, masih ada nilai-nilai positif dan inspiratif dari dunia sekolah kita yg jauh dari hingar bingar sosmed, media massa, ato pidato para pesohor. masih banyak cerita tentang siswa yang meraih cita lewat sekolah dengan segala macam keterbatasannya; seorang guru di pedalamam hutan papua yg berjuang dalam kesendirian untuk mengajar cara baca tulis; sekelompok orang yg bergabung membangun peradaban lewat pendidikan di tengah individualisme masyarakat; dan mungkin banyak lagi cerita-cerita itu....
mereka adalah bunga rampai pendidikan yg mungkin terlewatkan namun eksis di dunia nyata kita.
Dasar :
Quote:
- setiap kaskuser adalah pewarta potensial
- mendorong hasrat menulis liputan 'ala' jurnalistik
- tidak melupakan berbahasa Indonesia yang baik dan benar
- menghimpun cerita ttg kejadian sehari-hari tentang pendidikan sebagai informasi yg layak dibaca & inspiratif
Bentuk :
Quote:
sebuah liputan sederhana bersifat reportase jurnalistik tertulis dgn isi berupa informasi yang menumbuhkan inspirasi dengan fokus utama:
- aktivitas positif & inovatif di dunia pendidikan;
- kejadian sehari-hari yg menggugah empati;
- perjuangan anak bangsa dalam mewujudkan harapan masa depan, menggali potensi diri maupun kebersamaan, atau prestasi yang layak diceritakan
Persyaratan umum lomba :
Quote:
1. tulisan mesti berkaitan dgn sudut pandang sisi pendidikan....sesuai tema acara; hari pendidikan nasional
2. hanya ada 1 buah postingan dengan kelonggaran edit tidak boleh selisih setengah jam dari waktu posting dan DI SPOILER
2. hasil karya sendiri bukan hasil copas
3. belum pernah dilombakan di tempat mana pun atau diterbitkan
4. Hadiah langsung diberikan pada ID Pemenang
8. no sara
9. " req delete atau req banned "diusulkan pada Moderator forum jika melanggar no 8
10. hasil karya peserta lomba (tulisan dan foto) akan dinilai jika di postingkan di trit lomba
11. Panitia tidak bertanggung jawab atas komplain dari fihak ke tiga tentang isi berita
11. Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat
2. hanya ada 1 buah postingan dengan kelonggaran edit tidak boleh selisih setengah jam dari waktu posting dan DI SPOILER
2. hasil karya sendiri bukan hasil copas
3. belum pernah dilombakan di tempat mana pun atau diterbitkan
4. Hadiah langsung diberikan pada ID Pemenang
8. no sara
9. " req delete atau req banned "diusulkan pada Moderator forum jika melanggar no 8
10. hasil karya peserta lomba (tulisan dan foto) akan dinilai jika di postingkan di trit lomba
11. Panitia tidak bertanggung jawab atas komplain dari fihak ke tiga tentang isi berita
11. Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat
Persyaratan teknis :
Quote:
1. panjang tulisan min 400 kata max 1 halaman postingan ( # )
2. memenuhi unsur jurnalistik; 5w1h, valid, dengan writer opinion
3. berbentuk hard news, deep news, atau feature
4. boleh dilengkapi dgn wawancara dgn narasumber
5. menggunakan bahasa indonesia yg baik dan tepat
6. dilengkapi min 1 foto di TKP[no pict = hoax]
7. Mencantumkan salah satu logo edukaskus
2. memenuhi unsur jurnalistik; 5w1h, valid, dengan writer opinion
3. berbentuk hard news, deep news, atau feature
4. boleh dilengkapi dgn wawancara dgn narasumber
5. menggunakan bahasa indonesia yg baik dan tepat
6. dilengkapi min 1 foto di TKP[no pict = hoax]
7. Mencantumkan salah satu logo edukaskus
Spoiler for icon logo edukator:

waktu :
Quote:
1.lomba di mulai tanggal 10 April 2013 di tutup tanggal 30 April 2013 jam 11.59 waktu kaskus
2. pengumuman pemenang lomba tanggal 02 Mei 2013 waktu tentatif
2. pengumuman pemenang lomba tanggal 02 Mei 2013 waktu tentatif
Dewan Juri :
Quote:
1. enthu dari SF education
2. enthu dari SF berita dan Politik
3. Guru senior Bahasa dan sastra Indonesia
2. enthu dari SF berita dan Politik
3. Guru senior Bahasa dan sastra Indonesia
Hadiah
Quote:
1. Pemenang pertama 300 GRP + 3 bulan Tag Donator + uang tunai Rp 300.000,- + Kaos Kaskus Edukator
2. Pemenang ke dua 200 GRP + 2 bulan Tag Donator + uang tunai Rp 200.000,- + Kaos Kaskus Edukator
3. Pemenang ke tiga 100 GRP + 1 bulan Tag Donator + uang tunai Rp 100.000,- + Kaos Kaskus Edukator
2. Pemenang ke dua 200 GRP + 2 bulan Tag Donator + uang tunai Rp 200.000,- + Kaos Kaskus Edukator
3. Pemenang ke tiga 100 GRP + 1 bulan Tag Donator + uang tunai Rp 100.000,- + Kaos Kaskus Edukator
hadiah bisa bertambah sesuai dengan perkembangan dari donatur
Spoiler for Kaos Edukator:
Diubah oleh edukaskus 21-04-2013 17:42
0
12.9K
Kutip
113
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Education
23.4KThread•16.8KAnggota
Tampilkan semua post
mademoiselleee
#66
Mengharumkan Nama Bangsa Lewat Senam

Spoiler for tulisan:
Mengharumkan Nama Bangsa Lewat Senam
![kaskus-image]()
Dinda di PON RIAU
![kaskus-image]()
dinda, ane dan teman saat sesi foto selesai interview
Spoiler for gambar:

Dinda di PON RIAU

dinda, ane dan teman saat sesi foto selesai interview
Siang itu (22/11), saya bersama tiga orang rekan sudah duduk diberanda Kampus B Universitas Negeri Jakarta. Hari ini, kami ada janji untuk berbincang-bincang dengan salah satu mahasiswa dari Fakultas Ilmu Keolahragaan UNJ. Saat jam tepat menunjukkan pukul 10.30 WIB, seorang perempuan berperawakan tinggi langsing dengan rambut keriting berjalan dari arah gedung serbaguna FIK dan kemudian menghampiri kami. Ya, perempuan itu tak lain adalah Dinda Defriana, mahasiswa semester awal Sosiokinetika FIK UNJ yang akan menjadi narasumber kami.
Dinda, begitu sapaan akrabnya, adalah seorang mahasiswa berprestasi dengan berhasil menjadi atlet pelatnas cabang senam ritmik, senam yang menggunakan tubuh dengan melenturkan seluruh badan Sejak usianya masih kecil ia sudah mulai menekuni bidang ini, tak aneh jika sekarang Dinda sudah menjadi atlet senam dengan segudang prestasi dan sering mewakili bangsa ini dalam berbagai kejuaraan. Dinda yang terlahir dari keluarga yang menyenangi olahraga ini mengaku bahwa awal mula timbul keinginan untuk menggeluti bidang senam adalah melihat kakak sepupunya yang tak lain adalah pemeran utama Saras 008. “Saat duduk dibangku kelas 2 SD, aku terinspirasi oleh kaka sepupu saya pemeran Saras 008. Dia menjadi Saras karena terbiasa melakukan gerakan-gerakan senam. Hal ini aku ceritakan kepada kedua orang tuaku. Kemudian mereka menganjurkan untuk ikut latihan disanggar senam didaerah Buaran. Semenjak saat itu sampai sekarang aku aktif berlatih disana dan alhamdulilah dipercaya untuk mengikuti kejuaraan” tutur perempuan yang lahir pada 27 Desember 1992 silam.
Menjadi siswa disebuah sanggar senam sejak kecil membuat waktu bermain Dinda tak sebanyak anak-anak seusianya. Setiap ia pulang sekolah, ia harus kesanggar untuk berlatih. Namun pengorbanan gadis hitam manis ini pun berbuah manis, setelah beberapa tahun berlatih ia mulai dipercaya untuk mengikuti berbagai kejuaraan. Kejuaraan pertama yang ia ikuti adalah Pekan Olahraga Nasional (POPNAS) Medan ditahun 2007. Dikejuaraan itu, tak tanggung-tanggung Dinda berhasil memboyong tiga buah gelar sekaligus yaitu dua buah medali emas dan sebuah medali perak. Sebuah pengalaman yang membuat rasa percaya diri Dinda meningkat, sejak saat itulah Dinda mulai sering mengikuti berbagai kejuaraan untuk cabang senam ritmik.
Bermodal keahlian senam dan didukung oleh beberapa gelar dicabang senam yang telah ia raih, saat duduk dibangku kelas III SMP Dinda memberanikan diri untuk mendaftarkan diri ke SMP Ragunan, sebuah sekolah yang memang dikhususkan untuk para calon dan atlet nasional. Saat itu, Dinda diberitahu oleh pelatihnya bahwa sedang ada kuota kosong untuk cabang senam di SMP Ragunan, namun untuk bisa mengisi kuota itu, ia pun harus melewati terlebih dahulu seleksi yang diselenggarakan tim penyeleksi. “Waktu itu untuk cabang senam alat, hanya dibuka untuk 6 orang, jadi aku harus bersaing lagi sama yang lain, baik sesama murid Ragunan maupun yang non Ragunan. Alhamdulilah aku bisa lolos” urai gadis yang berdomisili dibilangan Bekasi ini. Setelah resmi diterima di SMP Ragunan, Dinda pun akhirnya pindah dari sekolah sebelumnya yang terletak didaerah Klender. Selepas dari SMP Ragunan, ia pun tetap melanjutkan SMA nya di SMA Ragunan.
Semenjak ia bersekolah di Ragunan, selain kemampuan senamnya semakin baik, ia juga semakin banyak mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan. Disekolah ini lah Dinda pertama kalinya mengikuti kompetisi tingkat internasional. Kejuaraan internasional yang pertama kali diikutinya adalah Asean School Thailand, sebuah ajang internasional khusus untuk pelajar tingkat ASEAN. Saat itu Dinda berangkat bersama pelajar sekolah Ragunan lainnya dan Dinda pulang dengan membawa masing-masing sebuah medali emas dan perak.
Keberhasilan Dinda dalam bidang ini, bukanlah bukanlah tanpa usaha. Setiap hari, ia seelalu menghabiskan waktunya untuk berlatih, hanya ada sedikit waktu untuk bermain-main, berikut penuturan Dinda saat ditanya mengenai latihannya “Dari kecil aku sudah biasa untuk berlatih keras setiap keras, hal ini berlanjut sampai sekarang. Tapi dalam latihan juga aku harus disiplin, menjaga berat badan agar tetap seimbang, disertai dengan berdoa”. Tak pelak Dinda pun terkadang merasa jenuh dengan rutinitasnya itu. Namun, Dinda cukup beruntung, kehadiran orang-orang terdekatnya seperti orang tua, pelatih, sahabat, dan teman-temannya dapat memberikan sebuah suntikan semangat untuk Dinda, terlebih jika dirinya sedang berada pada titik jenuh melewati hari-harinya. Dukungan dari orang terdekat khususnya orang tua selalu hadir setiap saat untuk Dinda. “Setiap hari pelatih, orang tua dan teman-teman selalu menyemangati aku. Ketika sedang lomba, terkadang orang tua turut hadir melihat dan memberikan dukungan. Begitupun ketika sedang jenuh, mereka selalu hadir untuk menyemangati aku” tutur gadis supel ini.
Dengan statusnya yang kini sudah menjadi mahasiswa, Dinda ingin ia menjadi lebih fokus dalam kuliahnya, namun bukan berarti ia meninggalkan aktivitas senamnya. Bagi Dinda, kuliah itu yang terpenting untuk saat ini diluar aktivitas senamnya. Maka dari itu, secara perlahan Dinda pun merubah pola latihan senamnya “Dulu sebelum kuliah, aku latihan dari 07.00 WIB – 11.00 WIB dan 14.00-18.00 WIB. Tapi sekarang setelah kuliah waktu latihan aku kurangi menjadi dari jam 07.00 WIB - 09.00 WIB dan 14.00 WIB -16.00 WIB. Hal ini aku lakukan agar kuliah saya dapat efektif walaupun latihan juga penting” tutur Dinda.
Meski sekarang Dinda mempunyai dua aktivitas yang sangat penting untuk dirinya, kuliah dan senam, namun ia tak pernah melupakan keinginannya untuk bisa mengharumkan Indonesia dalam ajang olahraga internasional seperti Sea Games, Asean Games, bahkan Olimpiade. Suatu keinginan yang mulia dari seorang generasi muda. Dinda tak perduli dengan citra kurang bagus yang dimiliki bangsa Indonesia dimata dunia, ia menganggap bahwa jika ia dapat mengharumkan Indonesia lewat kemampuan yang dimilikinya maka itu dapat membantu memperbaiki citra bangsa ini. “Karena aku orang Indonesia dan sangat cinta terhadap negara ini, jadi aku tidak harus merasa tertekan dengan reputasi Indonesia. aku mencoba untuk menjadi juara untuk membuat Indonesia raya dapat diperdengarkan dipentas Internasional. Dengan begitu orang-orang akan “sadar” bahwa Indonesia itu ada” ucap Dinda seraya menyeruput segelas jus alpukatnya.
Dinda adalah anak muda yang telah menemukan passionnya dan mendedikasikannya untuk bangsa ini. Dedikasi Dinda untuk bangsa ini layak mendapatkan apresiasi. Sejauh ini, Dinda mengaku bahwa apresiasi yang ia dapatkan telah cukup baik, “Respon pemerintah itu tergantung dari hasil akhir kita dalam sebuah kompetisi. Kalau menang disambut dengan baik, tapi kalau kalah ya sambutannya biasa saja. Jika bantuan dari pemerintah belum ada, mungkin ini dikarenakan prestasi saya yang masih belum besar. Sejauh ini paling hanya hadiah berupa piagam, plakat atau uang tunai saja yang diberikan oleh PEMDA, PEMPROV atau KEMENPORA” ungkap Dinda. Dirinya tidak merasa berkecil hati akan hal ini, justru hal ini bisa memotivasi dirinya agar bisa menjadi lebih baik lagi dan bisa terus memberikan prestasi untuk negeri ini.
Mengenal Dinda turut menambah rasa bangga kita akan generasi muda negeri ini. Menjadi seorang mahasiswa sekaligus menjadi seorang atlet jelas bukanlah hal yang mudah. Semoga Dinda tidak terlena akan semua yang telah ia raih. Dinda, jadilah terus bintang yang terus menyinari negeri ini!
Terimakasih

salam pendidikan

Diubah oleh mademoiselleee 28-04-2013 20:28
0
Kutip
Balas
