- Beranda
- The Lounge
Cerita Fiksi ' Survive in Jakarta ' Part 1 ( Cerita Zombie ) ( Zombie Lovers Masuk!!!
...
TS
theofelix
Cerita Fiksi ' Survive in Jakarta ' Part 1 ( Cerita Zombie ) ( Zombie Lovers Masuk!!!
Quote:


WELCOME TO MY THREAD


Quote:
Sebelumnya bagi agan yang mau ane adain di cerita ini bisa
ane
aneQuote:
Info : Update tiap Senin atau Selasa Siang 

Quote:
Sebelumnya bagi agan yang mau bikin side story dimari ga usah menuh2 in
ane
langsung aja bikin 
ane
langsung aja bikin 
Quote:
Peraturan bikin side story:
- Zombie nya lari
- Sebutan zombienya infected
- Jangan bikin zombie lebay contoh : zombie anjing, naga, pocong dll
- Usahakan jangan kentang
- Zombie nya lari
- Sebutan zombienya infected
- Jangan bikin zombie lebay contoh : zombie anjing, naga, pocong dll

- Usahakan jangan kentang

Quote:
Quote:
LIST SIDE STORY
SIDE STORY BY AGAN ZACH354
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ 2
SIDE STORY BY AGAN DOXIS
SIDE STORY BY AGAN ZACH354
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ
SIDE STORY BY AGAN WIELDERBURGJ 2
SIDE STORY BY AGAN DOXIS
Quote:
Awalnya ane baca salah satu thread orang yang bikin cerita fiksi zombie, ane jadi tertarik dan pengen bikin juga deh jadinya, 

, langsung aja deh ane mulai, oh iya ane seneng banget kalo ada yang berbaik hati kasih
ato 


, langsung aja deh ane mulai, oh iya ane seneng banget kalo ada yang berbaik hati kasih
ato 
EPISODE 1 : Escape From The Hell
Quote:
Part 1
Senin, 24 Februari 2020
Mampang Prapatan, 05.30
Matahari mulai menampakkan dirinya, ayam - ayam mulai berkokok.
Pagi itu sekitar pukul 05.30 WIB jam wekerku bunyi dan akupun langsung segera bangun mematikannya, aku langsung cuci muka dan membangunkan kedua adikku untuk mengantar mereka sekolah. Namaku Andre, Umurku 19 Tahun, Aku bekerja di sebuah perusahaan obat di Jakarta yang bernama Pika Farma sebagai Office Boy, aku punya 1 kakak yang namanya kak Adi, dia tinggal di Depok dan 2 adikku yang pertama Radit dan yang kedua Timmy, Radit kelas 6 SD sementara Timmy masih kelas 2 SD, Orang tua kami meninggal 3 tahun yang lalu akibat kecelakaan, sejak saat itu aku yang bekerja mengurus kedua adikku dan menghidupi mereka. Paginya dengan motor Jupiter Z ku aku langsung mengantar adikku ke sekolah masing - masing, saat mereka sudah sampai mereka mencium tanganku
Quote:
"Hati2 ya dek" kataku
"Iya kak" jawab mereka serempak lalu aku langsung ke tempat kerja.
"Iya kak" jawab mereka serempak lalu aku langsung ke tempat kerja.
Kalibata, 07.41
Ditempat kerja aku melihat ada petugas biohazard dan beberapa dokter ( kalau tidak salah ) dan beberapa orang sedang sibuk mondar - mandir membawa beberapa sample obat dan memakai masker, akupun langsung disuruh memakai masker sebelum masuk. Akupun bertanya kepada satpam dikantorku
Quote:
"Ini ada apa min??"
"Katanya sih ada virus diare bocor, itu si Angga katanya kena, Noh dia kaga berenti2 ke kamar mandi!" jawabnya
"Virus diare?? sejak kapan diare ada virusnya??" tanyaku lagi penasaran
"Tau ah, gua kan cuma satpam! lu tanya aja Pak Bambang gih!" Jawabnya
"Yee, ditanya malah gitu, ok dah gw masuk ya" kataku sambil masuk ke dalam.
Semua berlangsung dengan normal hari itu, pekerjaan juga tidak terlalu berat. tepat pukul 6 sore, akupun pulang ke rumah,"Katanya sih ada virus diare bocor, itu si Angga katanya kena, Noh dia kaga berenti2 ke kamar mandi!" jawabnya
"Virus diare?? sejak kapan diare ada virusnya??" tanyaku lagi penasaran
"Tau ah, gua kan cuma satpam! lu tanya aja Pak Bambang gih!" Jawabnya
"Yee, ditanya malah gitu, ok dah gw masuk ya" kataku sambil masuk ke dalam.
Mampang Prapatan, 18.34
Dirumah aku melihat tetanggaku mengalami gejala yang sama dengan rekan kerjaku di kantor, aku rasa virusnya mulai menyebar ke pemukiman,
Quote:
"Dek, kakak pulang, kakak bawa capcay goreng kesukaan kalian nih" Kataku
"Tumben kak bawa makanan enak hehehe" jawab Radit
"Yee, kalo bawa salah, kalo ga bawa nagih, gimana sih udah kamu pindahin aja nih ke piring, kakak udah laper, kakak mandi dulu ya",
Kami pun makan bersama, sambil makan kami ngobrol,
"Kak, hari sabtu janji ya kita jalan2 ke rumah Nenek?" Kata Timmy memulai obrolan
"Iya tenang aja, kakak ga bohong kok" jawabku.
Setelah makan kami bertiga nonton TV dan hampir semua isi berita tentang lepasnya virus diare dari Pika Farma, akupun langsung mematikan TV karena tidak ada acara yang enak, akhirnya kami pun tidur."Tumben kak bawa makanan enak hehehe" jawab Radit
"Yee, kalo bawa salah, kalo ga bawa nagih, gimana sih udah kamu pindahin aja nih ke piring, kakak udah laper, kakak mandi dulu ya",
Kami pun makan bersama, sambil makan kami ngobrol,
"Kak, hari sabtu janji ya kita jalan2 ke rumah Nenek?" Kata Timmy memulai obrolan
"Iya tenang aja, kakak ga bohong kok" jawabku.
Mampang Prapatan, 00.28
Tengah malam aku mendapat SMS dari DEPKES yang berisi :
Quote:
"SEMUA WARGA JAKARTA HARAP MENGUNGSI KE BEBERAPA TITIK BERIKUT :
- MONUMEN NASIONAL
- MALL CIJANTUNG
- ATRIUM SENEN
- GELORA BUNG KARNO
- BANDARA HALIM PERDANA KUSUMA
- BANDARA SOEKARNO HATTA
DIKARENAKAN TELAH TERJADI WABAH ANEH YANG MEMBUAT PENDERITANYA MENJADI KANIBAL, VIRUS INI MENYEBAR MELALUI GIGITAN DAN UDARA GEJALANYA : DIARE BERKEPANJANGAN, MATA MERAH, BINTIK MERAH PADA WAJAH. HINDARI ORANG DENGAN GEJALA TERSEBUT KARENA DIPASTIKAN MEREKA SUDAH TERINFEKSI. SEMOGA TUHAN BERSAMA KITA"
aku masih tidak percaya dan shok membaca SMS itu, Troll kah? ah tidak mungkin, tak lama terdengar suara - MONUMEN NASIONAL
- MALL CIJANTUNG
- ATRIUM SENEN
- GELORA BUNG KARNO
- BANDARA HALIM PERDANA KUSUMA
- BANDARA SOEKARNO HATTA
DIKARENAKAN TELAH TERJADI WABAH ANEH YANG MEMBUAT PENDERITANYA MENJADI KANIBAL, VIRUS INI MENYEBAR MELALUI GIGITAN DAN UDARA GEJALANYA : DIARE BERKEPANJANGAN, MATA MERAH, BINTIK MERAH PADA WAJAH. HINDARI ORANG DENGAN GEJALA TERSEBUT KARENA DIPASTIKAN MEREKA SUDAH TERINFEKSI. SEMOGA TUHAN BERSAMA KITA"
Ntar aja lanjutinnya ya gan? kalian tertarik apa ngga dulu, ditunggu
atau
nya dulu ya? kalo banyak baru ane lanjut.


Lanjutan
Quote:
Part 2
Pistol yang menyadarkanku dari lamunanku. Dan setelah itu aku mengintip keluar dari jendela dan melihat seorang nenek - nenek seperti dikerumuni orang dan aku sadar bahwa orang2 itu menggigit nenek tersebut, akupun tak percaya saat itu dan tubuhku terasa lemas karena tak percaya bahwa ternyata di dunia nyata akan terjadi hal seperti ini, aku langsung melompat dari tempat tidurku dan membangunkan kedua adikku dan begitu terkejutnya aku melihat Radit sudah menjadi "gila" dan ingin menggigit Timmy, aku langsung melempar guci disebelahku dan langsung mengenai kepala Radit dan pecahan beling guci itu menancap di kepalanya, aku menangis saat itu juga karena tak percaya membunuh adikku sendiri, aku langsung menggendong Timmy yang sudah menangis,
"Cepetan kak!!" teriak Timmy. awalnya aku tidak tahu mau kemana tetapi
Pistol yang menyadarkanku dari lamunanku. Dan setelah itu aku mengintip keluar dari jendela dan melihat seorang nenek - nenek seperti dikerumuni orang dan aku sadar bahwa orang2 itu menggigit nenek tersebut, akupun tak percaya saat itu dan tubuhku terasa lemas karena tak percaya bahwa ternyata di dunia nyata akan terjadi hal seperti ini, aku langsung melompat dari tempat tidurku dan membangunkan kedua adikku dan begitu terkejutnya aku melihat Radit sudah menjadi "gila" dan ingin menggigit Timmy, aku langsung melempar guci disebelahku dan langsung mengenai kepala Radit dan pecahan beling guci itu menancap di kepalanya, aku menangis saat itu juga karena tak percaya membunuh adikku sendiri, aku langsung menggendong Timmy yang sudah menangis,
Quote:
"Kenapa kakak bunuh ka Radit??" kata dia polos sambil menangis
aku tidak menjawabnya dan menyuruhnya diam, lalu aku pergi ke dapur untuk mengambil pisau dapur dan menyuruh Timmy memakai masker dan aku mulai berfikir kalau lebih baik kami lari keluar, kami berdua pun membuka pintu depan dan alangkah kaget kami disambut dua mahkluk kanibal itu didepan pintu, dengan sigap aku langsung menusuk satu kepala mahkluk tersebut lalu aku bergulat dengan yang satu lagi dan dia hampir menggigit ku tetapi aku menahannya, lalu aku mulai tidak tahan menahannya karena tenaganya sangat kuat,Quote:
"Lari Timmy, Lari!!" teriakku kepada Timmy"
tidak kusangka Timmy yang tadi hanya diam langsung menendang kepala mahkluk tersebut hingga terpental, lalu aku berdiri dan mengambil pisau dapur dan menancapkan pada kepalanya, Quote:
"mati lu bangs*t" ucapku
Lalu aku lari keluar, diluar terasa seperti di neraka, ada bunyi teriakan, sirene, pistol, muncratan darah menjadi pelengkap kegilaan itu, semua orang sibuk menyelamatkan diri masing - masing, aku langsung menyambar motor Jupiter Z ku dan tancap gas sekencang - kencangnya, mahkluk itu mengejar kami, mereka berlari sangat kencang seperti atletis. "Cepetan kak!!" teriak Timmy. awalnya aku tidak tahu mau kemana tetapi
UPDATE!!
Ane lanjutin Part 3 nya gan!
Quote:
Part 3
Aku sadar untuk lebih baik pergi ke kantor ku karena mungkin disana ada semacam Antivirus atau Camp perlindungan, di persimpangan jalan saat aku menuju kantorku aku teringat bahwa Virus ini berasal dari kantorku, aku pun berfikir bahwa adalah sebuah hal bodoh jika aku kembali ke sarang virus tersebut. Aku pun kembali berputar balik dan sekarang aku tetapkan untuk pergi ke Camp perlindungan Cijantung, aku berfikir mungkin tidak ada Infeksi di sana.
Camp Mall Cijantung, 01.12
Di perbatasan kota Depok dan Jakarta tepatnya di daerah Cijantung aku melihat banyak orang berkumpul lengkap dengan polisi dan badan kesehatan, mereka berkata ini adalah salah satu tempat aman di Jakarta, akan tetapi kami tidak diperbolehkan keluar kota sampai ditemukan keterangan lanjutan dari pemerintah Jakarta, kami dikarantina dengan tujuan agar virus ini tidak menyebar ke wilayah lain, disana aku bertemu Pacarku, sebut saja Nama Fika, dia memelukku
Quote:
"Ndre, keluarga gua.." katanya sambil terisak tidak mampu meneruskan kata2 nya.
"Iya Fik, gw ngerti perasaan lu sekarang, sabar ya sayang"
. disana kami berbincang - bincang dan tiba - tiba camp kami diserang ratusan mahkluk kanibal itu dari arah ps rebo, kami langsung berhamburan lari kemana - mana tetapi tetap kami tidak boleh masuk kota Depok, mereka langsung memblokade dengan banyak mobil, aku menggendong Timmy karena ia menangis, aku langsung menyambar motor Jupiter Z ku untuk lari karena pertahanan polisi pun tidak sanggup membendung banyaknya mahkluk itu, tapi sialnya bensinnya habis, aku pun mengajak sebanyak - banyaknya orang untuk berlindung di mall cijantung dan "Iya Fik, gw ngerti perasaan lu sekarang, sabar ya sayang"
Sabar lanjutannya ya gan, ditunggu nih
ato
nyaQuote:
PART 4!
Banyak orang yang mengikutiku, tetapi saat itu ada ahli kimia di kantorku dan menyarankanku untuk jangan berlindung di situ karena virus ini menyebar dengan cepat melalui gigitan dan udara dan sebentar lagi kota akan dikarantina, sebut saja namanya Pak Bambang,
Depok Timur, 02.51
Dirumah kakakku Pak Bambang menceritakan panjang lebar tentang kronologi bagaimana kejadian ini bisa terjadi
Aku, Timmy, dan Kakakku hanya terbengong mendengar ceritanya sampai berita di TV mengatakan virus sudah sampai Di Kota Bogor, Depok, dan Tanggerang.
Banyak orang yang mengikutiku, tetapi saat itu ada ahli kimia di kantorku dan menyarankanku untuk jangan berlindung di situ karena virus ini menyebar dengan cepat melalui gigitan dan udara dan sebentar lagi kota akan dikarantina, sebut saja namanya Pak Bambang,
Quote:
"Sebaiknya kita keluar dari kota ini, setidaknya aku pasti punya alasan yang cukup kuat untuk keluar karena aku Ahli Kimia di perusahaan Pika Farma" Katanya. Saat kami diijinkan keluar dengan syarat membayar administrasi sebesar Rp. 50.000, kami dikejutkan oleh jatuhnya helikopter pemerintah didekat kami dan kami melihatnya dengan jelas, tiba2 pikiranku teringat akan Fika,
"Dimana dia?? maafin aku sayang aku ga bisa jaga kamu"
kami langsung pergi kerumah kakakku yg namanya Adi di daerah Depok Timur, ternyata di Depok keadaan bisa dikatakan sangat aman dan normal karena orang beraktivitas seperti biasa, kami nebengmobil pick-up dan kulihat timmy sudah tertidur pulas, saat di pertigaan simpangan, sialnya mobil itu lurus arah Cibinong dan kami pun turun disitu dan meneruskan perjalanan dengan taxi."Dimana dia?? maafin aku sayang aku ga bisa jaga kamu"
Depok Timur, 02.51
Dirumah kakakku Pak Bambang menceritakan panjang lebar tentang kronologi bagaimana kejadian ini bisa terjadi
Quote:
"Sejak 2 Bulan lalu kami berusaha menciptakan obat yang bisa menyembuhkan segala jenis penyakit termasuk HIV tanpa efek samping, dan kami sangat merahasiakan proyek ini dari semua orang termasuk karyawan biasa di Pika Farma dan seluruh negara terutama Amerika. akan tetapi semua sangat sulit dikarenakan setiap obat memiliki efek samping dan banyak obat yang bisa menyembuhkan satu penyakit dan kemudian muncul penyakit baru, maka kami mencoba virus yang menyebabkan bencana dulu untuk mengetes obat ini manjur atau tidak, akan tetapi jika obat ini tidak manjur maka berakibat kematian, oleh karena itu kami mengumpulkan banyak orang untuk menjadi sukarelawan dalam percobaan ini, tetapi salah seorang yang ikut berpartisipasi mengundurkan diri dengan alasan tidak siap, semua tidak bisa dibatalkan karena dia sudah tanda tangan di atas meterai dan siap untuk semua resiko yang dialami, tetapi dia tidak terima dan marah, hingga kemarin malam kami menemukan entah dengan cara apa dia berhasil membawa kabur sample virus itu dan melepaskan virus itu hingga... beginilah jadinya, pada awalnya penderita virus itu hanya diare selama 6 jam lalu ia akan merasa ngantuk dan tertidur, dan setelah ia bangun bola matanya membiru dan yang ada dipikirannya hanya rasa lapar akan daging manusia tanpa merasa dosa"
Aku, Timmy, dan Kakakku hanya terbengong mendengar ceritanya sampai berita di TV mengatakan virus sudah sampai Di Kota Bogor, Depok, dan Tanggerang.
Sori berat nih gan, udah lama ga posting, makanya Part 4nya ane banyakin, ditunggu nih

nyaQuote:
UPDATE Part 5

Lalu Kak Adi pun bertanya kepadaku,
Quote:
"Dimana Radit?" Aku hanya diam, lalu ia bertanya lagi dengan suara agak keras.
"Dimana Radit?!!" Aku tetap diam, sepertinya dia mulai mengerti bahwa sebenarnya Radit sudah tiada, sekarang dengan suara setengah teriak dan terisak ia bertanya.
"Dimana Radit???!!! Ia pun menangis dan aku terpaksa berbohong kepadanya.
"Radit jatuh saat kami kabur ka, Maafin aku ya ga bisa jaga Radit ka", Kataku dengan bohong.
Timmy pun pada saat itu menangis juga mengingat kakaknya telah membunuh 'kakak' nya sendiri tetapi tidak tega menceritakan yg sebenarnya kepada kak Adi. Lalu kakak Adi berhenti menangis "Menangis ga ada gunanya, lebih baik kita pergi dari sini sekarang juga sebelum kita jadi korban, kami bergegas secepat mungkin dan pergi dari situ memakai mobil milik kak Adi dan terlihat di Jalan Raya suasananya sama seperti saat aku dan adikku keluar dari rumah pertama kalinya, pisau yang berdarah, jeritan, kerusuhan, penjarahan dimana - mana membuat bulu kudukku merinding, aku jadi ingat perbuatan ku yang kejam membunuh Radit, tetapi aku tahu, jika aku tidak membunuhnya, Timmy akan mati saat itu juga"Dimana Radit?!!" Aku tetap diam, sepertinya dia mulai mengerti bahwa sebenarnya Radit sudah tiada, sekarang dengan suara setengah teriak dan terisak ia bertanya.
"Dimana Radit???!!! Ia pun menangis dan aku terpaksa berbohong kepadanya.
"Radit jatuh saat kami kabur ka, Maafin aku ya ga bisa jaga Radit ka", Kataku dengan bohong.
Quote:
PART 6 ( EPISODE 1 End ) 
Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Bandung, dirumah Nenek kami, kami mampir dulu ke Indomaret untuk membeli sesuatu untuk bekal perjalanan kami, tapi rupanya indomaret itu sudah kosong dan banyak zombie didalam, kami langsung lari ke mobil untuk melanjutkan perjalanan, saat dipertigaan Bella Casa, tiba - tiba mobil kami ditabrak sisi sampingnya oleh Truk Container dan mobil kami pun terguling ke jurang.
Selasa, 25 Februari 2020
Uknown, 08.23
Pagi itu aku bangun dengan mata yang berkunang - kunang dan badanku rasanya sakit sekali, kupegang dahiku dan terasa sangat perih dan saat kulihat tanganku banyak sekali darah. Kulihat di Mobil, sudah kosong, Kulihat kak Adi dan Pak Bambang sedang berjalan terpincang - pincang diluar dan hal yang membuat ku kaget adalah Timmy tidak ada. Saat aku keluar untuk bertanya pada Pak Bambang dan Kak Adi tentang keberadaan Timmy.
"Kak, Pak, Liat Si Timmy ga??" Akan tetapi mereka langsung ingin menyergapku seakan mereka zombie! saat aku sadar kalau mereka sudah terinfeksi, aku langsung lari sekencang mungkin walaupun kakiku sangat sakit, tiba - tiba terdengar suara tembakan dan kulihat zombie kak Adi dan pak Bambang sudah tergeletak di Tanah, kulihat ada Seorang Polisi membawa pistol seakan baru menembak mereka berdua. Kepalaku tiba - tiba sangat pusing dan tubuhku sangat lemas sehingga aku pingsan
EPISODE 1 END

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Bandung, dirumah Nenek kami, kami mampir dulu ke Indomaret untuk membeli sesuatu untuk bekal perjalanan kami, tapi rupanya indomaret itu sudah kosong dan banyak zombie didalam, kami langsung lari ke mobil untuk melanjutkan perjalanan, saat dipertigaan Bella Casa, tiba - tiba mobil kami ditabrak sisi sampingnya oleh Truk Container dan mobil kami pun terguling ke jurang.
Selasa, 25 Februari 2020
Uknown, 08.23
Pagi itu aku bangun dengan mata yang berkunang - kunang dan badanku rasanya sakit sekali, kupegang dahiku dan terasa sangat perih dan saat kulihat tanganku banyak sekali darah. Kulihat di Mobil, sudah kosong, Kulihat kak Adi dan Pak Bambang sedang berjalan terpincang - pincang diluar dan hal yang membuat ku kaget adalah Timmy tidak ada. Saat aku keluar untuk bertanya pada Pak Bambang dan Kak Adi tentang keberadaan Timmy.
"Kak, Pak, Liat Si Timmy ga??" Akan tetapi mereka langsung ingin menyergapku seakan mereka zombie! saat aku sadar kalau mereka sudah terinfeksi, aku langsung lari sekencang mungkin walaupun kakiku sangat sakit, tiba - tiba terdengar suara tembakan dan kulihat zombie kak Adi dan pak Bambang sudah tergeletak di Tanah, kulihat ada Seorang Polisi membawa pistol seakan baru menembak mereka berdua. Kepalaku tiba - tiba sangat pusing dan tubuhku sangat lemas sehingga aku pingsan
EPISODE 1 END
EPISODE 1 udah end gan, Tunggu EPISODE 2 : Fucking Conspiracy
di Thread ini, Mana neh
nya?Quote:
Thread Bermutu Ane Yang Laen
Kenapa Agan Ga Pernah Bersyukur Dengan Yang Agan Miliki? ( HAPPY TERUS, HOKI TERUS )#HT 1
Agan Belajar Motor Waktu Umur Berapa ??
Pilih SR atau Junker Gan?
Inilah Teori Mengenai Segitiga Bermuda
Cerita Fiksi Zombie : Survive In Jakarta
Sesuatu yang aneh dan menarik mengenai komputer anda
Cara Membuat Game RPG + Softwarenya
Komentar Ane tentang Lembaga Sensor Indonesia
Syukuri Hidup Agan, Masih Ada Jutaan Orang Yang Ga Seberuntung Agan
Ternyata Ada Segitiga Bermuda di Indonesia
Surat Dari Anak Yang Kesepian
10 Hal Konyol Yang Pasti Pernah Kamu Lakukan
Orang Ini Rela Menghabiskan Uang Demi Mendirikan Rumah Untuk Hewan
Kenapa Agan Ga Pernah Bersyukur Dengan Yang Agan Miliki? ( HAPPY TERUS, HOKI TERUS )#HT 1
Agan Belajar Motor Waktu Umur Berapa ??
Pilih SR atau Junker Gan?
Inilah Teori Mengenai Segitiga Bermuda
Cerita Fiksi Zombie : Survive In Jakarta
Sesuatu yang aneh dan menarik mengenai komputer anda
Cara Membuat Game RPG + Softwarenya
Komentar Ane tentang Lembaga Sensor Indonesia
Syukuri Hidup Agan, Masih Ada Jutaan Orang Yang Ga Seberuntung Agan
Ternyata Ada Segitiga Bermuda di Indonesia
Surat Dari Anak Yang Kesepian
10 Hal Konyol Yang Pasti Pernah Kamu Lakukan
Orang Ini Rela Menghabiskan Uang Demi Mendirikan Rumah Untuk Hewan

Diubah oleh theofelix 28-05-2014 09:55
0
53.6K
Kutip
375
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
theofelix
#8
EPISODE 3 : Run
Part 1
Part 2
Kira2 siapa lagi ya yang bakal mati
?? Pantengin terus thread ini gan
Mulai sekarang bakal diupdate setiap senin atau selasa siang 
Tetap Update Biarpun Sepi
PART 3
PART 4
Minggu, 1 Maret 2020
Helikopter, 17.22
Aku terbangun, ah, masih di helikopter, kulihat semuanya masih tidur, hanya ada beberapa tentara sedang duduk
Aku melihat raut wajah kesedihan pada para pengungsi itu, mungkin mereka kehilangan sanak saudaranya.
2 Jam 15 Menit Kemudian
Kami berjalan menuju pintu 4, sebelum masuk kami diperiksa oleh semacam alat pendeteksi, dan hasilnya semuanya aman, lalu kami naik pesawat Lion, tempat aman, kami datang
Tetap Update biarpun sepi
UpDate
Part 5
UpDate Part 6 ( Episode 3 End ) 
EPISODE 3 End, Tunggu EPS 4 di Thread ini
Part 1
Quote:
Tak lama gedoran dari luar menjadi semakin cepat dan kencang, akupun mencari sesuatu di kaos kakiku, ya, sebuah parang, gedoran pun semakin kencang seperti ada orang gila didepan menggedor pintu gudang ini, lalu pintu nya pun jebol dan terlihat satu infected berusaha mengigit kami, dengan sigap aku melayangkan parang yang ada ditanganku ke Infected tersebut, dan Infected tersebut pun mati, kami pun langsung keluar dari gudang itu dan berlari ke arah lapangan dengan harapan bisa ikut dengan helikopter yang menjemput, saat sudah sampai dilapangan, betapa kagetnya kami melihat keadaan sudah sangat kacau, orang - orang saling menggigit,
Sepertinya Konflik ku dengan Andre tadi mulai bisa dilupakan dan dia mulai bisa menerima keadaan
Quote:
"Hei, sini" panggil seorang wanita remaja dari Lab komputer diatas
"Kesana Ndre," ucapku memberitahu Andre
"Cepet tutup pintunya" ucapku menyuruh wanita itu menutup pintu lab komputer
Dia pun langsung menutup pintunya, ternyata dia tidak sendiri dia bersama 2 orang wanita remaja lainnya dan 2 orang laki - laki remaja
"Makasih ya, udah nyelamatin kita" ucapku berterima kasih
"Iya ga apa2, kenalin gw Gita, itu Siska, yang atu lagi Karin" Ucapnya sambil menunjuk ke kedua teman wanitanya
"Kalo itu Ardan, satu lagi Rehan" Ucapnya lagi sambil menunjuk ke kedua teman laki2 nya
"Iya, gw Felix, ini temen gw Andre" Ucapku sambil menunjuk ke arah Andre
"Kesana Ndre," ucapku memberitahu Andre
"Cepet tutup pintunya" ucapku menyuruh wanita itu menutup pintu lab komputer
Dia pun langsung menutup pintunya, ternyata dia tidak sendiri dia bersama 2 orang wanita remaja lainnya dan 2 orang laki - laki remaja
"Makasih ya, udah nyelamatin kita" ucapku berterima kasih
"Iya ga apa2, kenalin gw Gita, itu Siska, yang atu lagi Karin" Ucapnya sambil menunjuk ke kedua teman wanitanya
"Kalo itu Ardan, satu lagi Rehan" Ucapnya lagi sambil menunjuk ke kedua teman laki2 nya
"Iya, gw Felix, ini temen gw Andre" Ucapku sambil menunjuk ke arah Andre
Sepertinya Konflik ku dengan Andre tadi mulai bisa dilupakan dan dia mulai bisa menerima keadaan
Quote:
"Kalian dari mana? kayaknya tadi gw ga liat kalian di lapangan?" Ucap Siska
"Ngg, Nggak kami tadi dari toilet" Ucap ku berbohong
Andre menyikut tanganku
"Trus, apa rencana kalian? tanyaku kepada mereka
"Rencananya sih, nunggu disini sampe bantuan datang" Ucap Gita santai
"Ngg, Nggak kami tadi dari toilet" Ucap ku berbohong
Andre menyikut tanganku
"Trus, apa rencana kalian? tanyaku kepada mereka
"Rencananya sih, nunggu disini sampe bantuan datang" Ucap Gita santai
Part 2

Quote:
Kami menunggu terus disitu, jeritan dari luar mulai berkurang, hanya terdengar geraman beberapa infected diluar, aku mengintip sedikit keluar, tidak ada orang lagi. lalu kami terus menunggu disitu
3 jam kemudian
Kubuka mataku, ternyata semua sudah tidur, terdengar bunyi rentetan tembakan diluar, terdengar lagi suara pria seperti mengomando teman - temannya, kuintip keluar, terlihat banyak tentara bersenjata lengkap, mereka berjumlah sekitar 30 orang, juga terlihat sebuah helikopter dilapangan sekolah
3 jam kemudian
Kubuka mataku, ternyata semua sudah tidur, terdengar bunyi rentetan tembakan diluar, terdengar lagi suara pria seperti mengomando teman - temannya, kuintip keluar, terlihat banyak tentara bersenjata lengkap, mereka berjumlah sekitar 30 orang, juga terlihat sebuah helikopter dilapangan sekolah
Quote:
"Cari, pasti masih ada orang yang selamat disini!
Aku tak mau menyia - nyiakan kesempatan itu kugeser penghalang pintu, kubuka pintu dan berteriak memanggil mereka
"Hoi!! Sini diatas!" mereka langsung melihat kearahku, mereka menuju keatas, "Hei bangun! kita bakal selamat!" panggilku kepada yang lain
Saat mereka bangun mereka panik karena pintunya terbuka, tapi tak lama setelah para tentara naik keatas, panik mereka pun hilang.
"Ayo bangun kita pergi sekarang!" ajakku
"Wess, ga secepat itu bro, kalian harus diperiksa dulu!" Ucap salah satu tentara sambil mengeluarkan sebuah alat di kantongnya
"Kamu duluan!" ucap salah satu tentara terhadapku
"AMAN!"
"Terus kamu!" ucap nya lagi kepada Andre
"AMAN!"
"Terus kamu!" ucapnya kepada Gita
"AMAN!"
"Kamu!" ucapnya kepada Karin
"AMAN!"
"Kamu!" ucapnya kepada Siska
"AMAN!"
"Sekarang kamu!" ucapnya terhadap Ardan
"AMAN!"
"Terakhir kamu!" ucapnya terhadap Rehan
"TAR!" suara tembakan memecahkan keheningan yang diiringi jeritan Gita, Siska, dan Karin
"Dia terinfeksi!" ucap tentara itu lagi
Aku tak mau menyia - nyiakan kesempatan itu kugeser penghalang pintu, kubuka pintu dan berteriak memanggil mereka
"Hoi!! Sini diatas!" mereka langsung melihat kearahku, mereka menuju keatas, "Hei bangun! kita bakal selamat!" panggilku kepada yang lain
Saat mereka bangun mereka panik karena pintunya terbuka, tapi tak lama setelah para tentara naik keatas, panik mereka pun hilang.
"Ayo bangun kita pergi sekarang!" ajakku
"Wess, ga secepat itu bro, kalian harus diperiksa dulu!" Ucap salah satu tentara sambil mengeluarkan sebuah alat di kantongnya
"Kamu duluan!" ucap salah satu tentara terhadapku
"AMAN!"
"Terus kamu!" ucap nya lagi kepada Andre
"AMAN!"
"Terus kamu!" ucapnya kepada Gita
"AMAN!"
"Kamu!" ucapnya kepada Karin
"AMAN!"
"Kamu!" ucapnya kepada Siska
"AMAN!"
"Sekarang kamu!" ucapnya terhadap Ardan
"AMAN!"
"Terakhir kamu!" ucapnya terhadap Rehan
"TAR!" suara tembakan memecahkan keheningan yang diiringi jeritan Gita, Siska, dan Karin
"Dia terinfeksi!" ucap tentara itu lagi
Kira2 siapa lagi ya yang bakal mati
?? Pantengin terus thread ini gan
Mulai sekarang bakal diupdate setiap senin atau selasa siang 
Tetap Update Biarpun Sepi

PART 3
Quote:
Kami lalu digiring ke helikopter, rasa senang mulai menyelimuti kami, tak terbayang sebentar lagi kami akan tiba di tempat yang aman
Terdengar raungan mesin helikopter, debu - debu dibawah terangkat, inilah saatnya, kami akan berangkat ke tempat yg aman
Quote:
"Kita mau kemana Pak?" tanyaku
"Ke Bandara Soeta, nanti kita ke Maluku Utara, tempat paling aman untuk sementara hanya disitu" ucap salah satu tentara
"Kalian tunggu disini, kami mau menyisir tempat ini dulu!" ucap tentara yang lain
Kami ditinggal disitu, tetapi ada juga 2 tentara yg ditinggal disitu untuk berjaga - jaga
"Kenalkan, saya Robi!" ucap tentara yang satu
"Saya Hendi" ucap yang satu lagi
"Iya, saya Felix, ini Andre, Gita, Karin, Siska, Ardan" ucapku sambil menunjuk pada mereka satu persatu -satu
"Jadi gimana kok kalian bisa disini?" tanya Robi
"Ngg, anu pak, waktu ada penjemputan disini, suasana tiba - tiba kacau, ada seorang anak kecil terinfeksi, tapi saat seorang tentara mau membunuh anak tersebut, ibu itu melindunginya, tak lama anaknya berubah, lalu infeksi menyebar kemana - mana, dan beginilah" Ardan bercerita
"Oooh, hei kalian santai aja, sebentar lagi kita sampai tempat aman kok" ucap Hendi kepada Gita, Siska, dan Karin yang sepertinya trauma pada kejadian tadi
Tak lama para tentara yang lain datang sambil membawa bapak dan anak kecil.
"Cuma ini yang ga terinfeksi, kita berangkat"
"Ke Bandara Soeta, nanti kita ke Maluku Utara, tempat paling aman untuk sementara hanya disitu" ucap salah satu tentara
"Kalian tunggu disini, kami mau menyisir tempat ini dulu!" ucap tentara yang lain
Kami ditinggal disitu, tetapi ada juga 2 tentara yg ditinggal disitu untuk berjaga - jaga
"Kenalkan, saya Robi!" ucap tentara yang satu
"Saya Hendi" ucap yang satu lagi
"Iya, saya Felix, ini Andre, Gita, Karin, Siska, Ardan" ucapku sambil menunjuk pada mereka satu persatu -satu
"Jadi gimana kok kalian bisa disini?" tanya Robi
"Ngg, anu pak, waktu ada penjemputan disini, suasana tiba - tiba kacau, ada seorang anak kecil terinfeksi, tapi saat seorang tentara mau membunuh anak tersebut, ibu itu melindunginya, tak lama anaknya berubah, lalu infeksi menyebar kemana - mana, dan beginilah" Ardan bercerita
"Oooh, hei kalian santai aja, sebentar lagi kita sampai tempat aman kok" ucap Hendi kepada Gita, Siska, dan Karin yang sepertinya trauma pada kejadian tadi
Tak lama para tentara yang lain datang sambil membawa bapak dan anak kecil.
"Cuma ini yang ga terinfeksi, kita berangkat"
Terdengar raungan mesin helikopter, debu - debu dibawah terangkat, inilah saatnya, kami akan berangkat ke tempat yg aman
PART 4

Quote:
Minggu, 1 Maret 2020
Helikopter, 17.22
Aku terbangun, ah, masih di helikopter, kulihat semuanya masih tidur, hanya ada beberapa tentara sedang duduk
Quote:
"Kamu udah bangun ya, bangunin yang lain, sebentar lagi kita sampai" ucap salah satu tentara
"Woi, bangun, udah mau sampe!" ucapku kepada mereka
15 menit kemudian
Minggu, 1 Maret 2020
Bandara Soekarno Hatta, 18.12
"Kalian pergi ke bagian evakuasi, lalu minta nomor ungsian, tugas kami disini sudah selesai"
"Makasih atas bantuannya ya pak," ucapku tersenyum
Kami pergi ke tempat evakuasi, banyak orang disitu, kami harus mengantri sekitar 2 jam baru dapat nomor kursi di pesawat."Woi, bangun, udah mau sampe!" ucapku kepada mereka
15 menit kemudian
Minggu, 1 Maret 2020
Bandara Soekarno Hatta, 18.12
"Kalian pergi ke bagian evakuasi, lalu minta nomor ungsian, tugas kami disini sudah selesai"
"Makasih atas bantuannya ya pak," ucapku tersenyum
Aku melihat raut wajah kesedihan pada para pengungsi itu, mungkin mereka kehilangan sanak saudaranya.
Quote:
"Kita pesawat Lion, berangkat 3 jam lagi" ucapku sambil melihat secarik kertas ditanganku
"Kalian tidur aja, nanti gw bangunin" ucapku lagi
Aku menunggu disitu, cukup bosan, lalu aku berkenalan dengan banyak orang disitu, sebut saja mereka Levi, Adji, Imah, dan Rara. mereka memakai seragam SMA, dan kebetulan mereka satu pesawat dengan kami."Kalian tidur aja, nanti gw bangunin" ucapku lagi
2 Jam 15 Menit Kemudian
Quote:
"Penumpang pesawat Lion Air no penerbangan 37 silahkan menuju pintu 4"
Aku langsung membangunkan teman - temanku dan kami menuju ke pintu 4Kami berjalan menuju pintu 4, sebelum masuk kami diperiksa oleh semacam alat pendeteksi, dan hasilnya semuanya aman, lalu kami naik pesawat Lion, tempat aman, kami datang
Tetap Update biarpun sepi

UpDate

Part 5
Quote:
Kami berjalan berbaris menuju "belalai gajah" sebelum masuk kami didata dan dicek kesehatan sekali lagi
Minggu, 1 Maret 2020
Bandara Soekarno Hatta, 21.12
Tak terlihat apapun diluar jendela ini kecuali kegelapan, ya kegelapan malam, seperti gelapnya kehidupan dibawah sana, aku sedikit menyesal kenapa tadi mau tukar posisi dengan Andre, tapi apa boleh buat, anggap saja ini sedikit tebusan akan kesalahanku kepadanya. Perlahan kututup mataku tapi kemudian terbuka lagi karena ada teriakan dari belakang sana, para tentara tergopoh - gopoh menuju belakang, kemudian terdengar suara tembakan, 2 orang ibu terjatuh
Kami semua dikumpulkan dan dipanggil satu - satu agar diperiksa ulang
Seorang dokter, memegang uang bergepok di kamar mandi.
Quote:
"Gw di 36c sendiri, sialan" Andre mengoceh sendiri karena aku dan lainnya dapat 44a sampai 45b, berderet dan berdekatan
"Lix, tuker dong, gw bosen nih ga ada temen ngobrol" ucap Andre
"Yaudah" Balasku
"Lix, tuker dong, gw bosen nih ga ada temen ngobrol" ucap Andre
"Yaudah" Balasku
Minggu, 1 Maret 2020
Bandara Soekarno Hatta, 21.12
Tak terlihat apapun diluar jendela ini kecuali kegelapan, ya kegelapan malam, seperti gelapnya kehidupan dibawah sana, aku sedikit menyesal kenapa tadi mau tukar posisi dengan Andre, tapi apa boleh buat, anggap saja ini sedikit tebusan akan kesalahanku kepadanya. Perlahan kututup mataku tapi kemudian terbuka lagi karena ada teriakan dari belakang sana, para tentara tergopoh - gopoh menuju belakang, kemudian terdengar suara tembakan, 2 orang ibu terjatuh
Quote:
"Mereka terinfeksi, kenapa keamanannya bisa tembus?" tanya seorang tentara
"Kami ga tau, tadi yang naik udah aman semua kok" elak seorang petugas kesehatan
"Sudahlah, ga usah debat, yang penting kan infeksi nya ga menyebar" ucap tentara lain
"Ya, tapi cepat adakan pemeriksaan ulang jangan sampai ada korban lagi" ucap tentara yang awal
"Kami ga tau, tadi yang naik udah aman semua kok" elak seorang petugas kesehatan
"Sudahlah, ga usah debat, yang penting kan infeksi nya ga menyebar" ucap tentara lain
"Ya, tapi cepat adakan pemeriksaan ulang jangan sampai ada korban lagi" ucap tentara yang awal
Kami semua dikumpulkan dan dipanggil satu - satu agar diperiksa ulang
Seorang dokter, memegang uang bergepok di kamar mandi.
Quote:
"Hahaha, asal ada uang mah, apa aja bisa dibeli!" ucapnya sambil bicara dikamar mandi bersama seorang pramugari
"Iya mas! peduli setan mereka terinfeksi apa ngga, yang penting duit mah lancar ya! hahaha!"
"Iya mas! peduli setan mereka terinfeksi apa ngga, yang penting duit mah lancar ya! hahaha!"
UpDate Part 6 ( Episode 3 End ) 
Quote:
Nama kami pun dipanggil satu persatu, dan seperti pemeriksaan yang awal, tak ada satupun yg terinfeksi, akan tetapi para tentara disuruh berjaga lebih ketat, kami semua pun kembali ke kursi kami masing masing untuk beristirahat kembali. Perlahan kupejamkan mataku
30 Menit kemudian
Uknown, Senin 2 Maret, 01.43
Kubuka perlahan mataku, rasa pusing menyerangku, terlihat bangkai pesawat terbakar disisiku, mataku mulai mencari teman - temanku, tapi rasa pusing ini menyerangku lagi, kemudian gelap lagi
30 Menit kemudian
Quote:
"Lix, bangun Lix!!" terdengar suara seseorang samar2, kubuka mataku ternyata Andre dan Gita
"Kita harus ke ruang tertutup sekarang" ucap Andre tergesa - gesa
"Emang kenapa?" tanyaku sambil mengusap - usap mataku
Lalu dia menunjuk kebelakang, Kulihat orang - orang saling menggigit, dengan cepat aku bangkit dan menarik lengan mereka
"Kita kemana, ini pesawat lho, ga ada ruang!" tanya Gita panik
"Kita ke ruang pilot" Jawabku
Kami lalu berlari ke ruang pilot, kami menggedor pintu tapi mereka tak membukakan pintu ruang itu
"Disini Eagle 2, infeksi tak terkendali, mohon izin untuk kode merah"
"Diizinkan!"
Lalu dengan sedikit ragu tentara itu menarik pengunci granat ditangannya dan melempar granat itu jauh - jauh
"Semoga Tuhan bersama kita!" ucapnya
Kemudian gelap
"Kita harus ke ruang tertutup sekarang" ucap Andre tergesa - gesa
"Emang kenapa?" tanyaku sambil mengusap - usap mataku
Lalu dia menunjuk kebelakang, Kulihat orang - orang saling menggigit, dengan cepat aku bangkit dan menarik lengan mereka
"Kita kemana, ini pesawat lho, ga ada ruang!" tanya Gita panik
"Kita ke ruang pilot" Jawabku
Kami lalu berlari ke ruang pilot, kami menggedor pintu tapi mereka tak membukakan pintu ruang itu
"Disini Eagle 2, infeksi tak terkendali, mohon izin untuk kode merah"
"Diizinkan!"
Lalu dengan sedikit ragu tentara itu menarik pengunci granat ditangannya dan melempar granat itu jauh - jauh
"Semoga Tuhan bersama kita!" ucapnya
Kemudian gelap
Uknown, Senin 2 Maret, 01.43
Kubuka perlahan mataku, rasa pusing menyerangku, terlihat bangkai pesawat terbakar disisiku, mataku mulai mencari teman - temanku, tapi rasa pusing ini menyerangku lagi, kemudian gelap lagi
EPISODE 3 End, Tunggu EPS 4 di Thread ini

Diubah oleh theofelix 30-05-2014 17:29
0
Kutip
Balas