TS
lacie.
[Orific] My World, My Feeling
berawal dari sebuah kegalauan karena UTS matematika 
Source : Google
PART 1 : WORLD; SUMMER
Daily Life
Lacrimosa
Raindrops and Puddles
Extreme Condition
Night
Luxury Time
Crisis
Creeping Shadow
Conversation
PART 2 : WORLD; FALL
Tension
Disorderly Design
Irreparable Mistake
Rising Beats
Just Being Near You
Conflicting Impressions
To You
Gigantic Silhoutte
Being Congenial
Hotpot
Memory
Shadow of the Truth
A Determined Heart
Result
New Days
Beyond the Sky
Oh Dear...
In the Middle of a Dream
Ruins
Down
For Tomorrow
Uneasiness
Breathlessly
While I Think...

Spoiler for Character:
Spoiler for Aku/Kakak (Zael):
Spoiler for Adik (Elza):
Source : Google
Spoiler for Warning:
Oh ya, tulisan di sini ada konten Incestnya, jadi kalo yang gak kuat, mending gak usah baca
Spoiler for Index:
PART 1 : WORLD; SUMMER
Daily Life
Lacrimosa
Raindrops and Puddles
Extreme Condition
Night
Luxury Time
Crisis
Creeping Shadow
Conversation
PART 2 : WORLD; FALL
Tension
Disorderly Design
Irreparable Mistake
Rising Beats
Just Being Near You
Conflicting Impressions
To You
Gigantic Silhoutte
Being Congenial
Hotpot
Memory
Shadow of the Truth
A Determined Heart
Result
New Days
Beyond the Sky
Oh Dear...
In the Middle of a Dream
Ruins
Down
For Tomorrow
Uneasiness
Breathlessly
While I Think...
Diubah oleh lacie. 26-06-2013 12:08
1
7K
Kutip
88
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
lacie.
#60
New Days
Spoiler for New Days:
Pagi hari.
Adalah waktu yang selalu kubenci setiap Fallserta Winter. Kenapa? Karena hawa dingin yang diakibatkan kedua musim tersebut selalu berhasil menusuk hingga ke ubun – ubun. Bahkan selimut yang membungkusku hanya menjadi sebuah hiasan saja, tidak bisa menahan hawa dingin sama sekali.
Dan akhirnya aku terbangun dari kasur empuk tercinta keduaku, yang sebetulnya terpaksa karena harus menjawab panggilan alam yang diakibatkan oleh hawa dingin.
“Aaahh... Enaknya...”
Aku melepaskan suara yang sangat bahagia sambil menarik resleting celana, sehabis mengeluarkan sisa – sisa tubuh berbentuk cairan kuning yang keluar dari bagian bawah badanku.
Sudah benar – benar terbangun, aku sekarang menuruni tangga, dan seperti yang sudah kulalui sebelumnya. Sebuah aroma masakan langsung tertangkap oleh hidungku.
“Hmm... Cukup menggiurkan.”
Dan Elza, selaku koki pagi ini, segera merespon perkataanku dari salah satu ujung meja.
“Hehe... Pilihanku tepat, kan?”
Aku langsung duduk di salah satu kursi, lalu mengambil salah satu mangkuk yang terisi oleh cairan krem kental, terlihat samar – samar sebuah potongan kecil berwarna putih di permukaannya. Aku berkomentar sambil mengambil sendok di tengah meja.
“Kalau boleh tahu, memangnya ini apa?”
“Sup krim kepiting.”
Badanku berhenti bergerak, lalu mataku memandang dirinya tak percaya.
“S-serius? Bukankah d-daging kepiting.. Mahal?”
Adikku langsung tertawa begitu mendengar ucapanku yang panik.
“Ahaha! Kau percaya saja Zael! Itukan hanya jamur!”
“Uhh...”
Aku bergerutu karena kali ini aku yang dibodohi, sementara Elza terlihat masih tertawa, puas karena mengerjai diriku.
Tapi yah, ketika aku sudah melahap beberapa sendok. Kupikir sup ini tergolong sangat lezat, bagaimana rasa ketika gigi mengunyah daging jamur yang kenyal, disertai rasa gurih nan hangat dari sup krimnya.
Aahh.. Ternyata aku memang tidak salah untuk jatuh cinta.
Dan setelah menyantap sarapan yang kecil namun benar – benar mengenyangkan. Pandanganku kini tertuju pada Elza, yang sedang memakai pakaian sangat rapih dan membawa tas selempang yang biasa dia bawa saat sekolah, hal yang cukup aneh di pagi hari seperti ini.
“Elza?”
“Apa?”
“Kau mau kemana? Rapih sekali..”
“Oh ini? Kebetulan jadwal mengajarku dipercepat, jadi mungkin nanti siang aku sudah pulang. Ups.. Sepertinya aku harus berangkat sekarang.”
Elza langsung beranjak dari kursi sambil mengucapkan kalimat terakhir, lalu mulai berjalan keluar dari ruang makan. Saat berada di penghubung ruang, Elza menengok kearah diriku berada.
“Jaga diri di rumah ya, Zael! Jangan sekali – kali kau mencoba apa yang kau katakan saat mandi kemarin!”
Sebuah tawa keluar dari mulutku, namun telapak tangan langsung kutaruh di dahi, memberi hormat khas tentara pada dirinya.
“Siap, tuan putri!”
Diapun akhirnya pergi, meninggalkan diriku sendiri di rumah pada minggu pagi. Yah, sepertinya hari – hari baru kami tidak akan jauh beda seperti yang sudah biasa dilalui. Namun selain hal itu, aku juga mengetahui sesuatu yang lain.
Bahwa perasaan yang kami bawa sekarang sudah tidak akan sama lagi seperti sebelumnya.
Adalah waktu yang selalu kubenci setiap Fallserta Winter. Kenapa? Karena hawa dingin yang diakibatkan kedua musim tersebut selalu berhasil menusuk hingga ke ubun – ubun. Bahkan selimut yang membungkusku hanya menjadi sebuah hiasan saja, tidak bisa menahan hawa dingin sama sekali.
Dan akhirnya aku terbangun dari kasur empuk tercinta keduaku, yang sebetulnya terpaksa karena harus menjawab panggilan alam yang diakibatkan oleh hawa dingin.
“Aaahh... Enaknya...”
Aku melepaskan suara yang sangat bahagia sambil menarik resleting celana, sehabis mengeluarkan sisa – sisa tubuh berbentuk cairan kuning yang keluar dari bagian bawah badanku.
Sudah benar – benar terbangun, aku sekarang menuruni tangga, dan seperti yang sudah kulalui sebelumnya. Sebuah aroma masakan langsung tertangkap oleh hidungku.
“Hmm... Cukup menggiurkan.”
Dan Elza, selaku koki pagi ini, segera merespon perkataanku dari salah satu ujung meja.
“Hehe... Pilihanku tepat, kan?”
Aku langsung duduk di salah satu kursi, lalu mengambil salah satu mangkuk yang terisi oleh cairan krem kental, terlihat samar – samar sebuah potongan kecil berwarna putih di permukaannya. Aku berkomentar sambil mengambil sendok di tengah meja.
“Kalau boleh tahu, memangnya ini apa?”
“Sup krim kepiting.”
Badanku berhenti bergerak, lalu mataku memandang dirinya tak percaya.
“S-serius? Bukankah d-daging kepiting.. Mahal?”
Adikku langsung tertawa begitu mendengar ucapanku yang panik.
“Ahaha! Kau percaya saja Zael! Itukan hanya jamur!”
“Uhh...”
Aku bergerutu karena kali ini aku yang dibodohi, sementara Elza terlihat masih tertawa, puas karena mengerjai diriku.
Tapi yah, ketika aku sudah melahap beberapa sendok. Kupikir sup ini tergolong sangat lezat, bagaimana rasa ketika gigi mengunyah daging jamur yang kenyal, disertai rasa gurih nan hangat dari sup krimnya.
Aahh.. Ternyata aku memang tidak salah untuk jatuh cinta.
Dan setelah menyantap sarapan yang kecil namun benar – benar mengenyangkan. Pandanganku kini tertuju pada Elza, yang sedang memakai pakaian sangat rapih dan membawa tas selempang yang biasa dia bawa saat sekolah, hal yang cukup aneh di pagi hari seperti ini.
“Elza?”
“Apa?”
“Kau mau kemana? Rapih sekali..”
“Oh ini? Kebetulan jadwal mengajarku dipercepat, jadi mungkin nanti siang aku sudah pulang. Ups.. Sepertinya aku harus berangkat sekarang.”
Elza langsung beranjak dari kursi sambil mengucapkan kalimat terakhir, lalu mulai berjalan keluar dari ruang makan. Saat berada di penghubung ruang, Elza menengok kearah diriku berada.
“Jaga diri di rumah ya, Zael! Jangan sekali – kali kau mencoba apa yang kau katakan saat mandi kemarin!”
Sebuah tawa keluar dari mulutku, namun telapak tangan langsung kutaruh di dahi, memberi hormat khas tentara pada dirinya.
“Siap, tuan putri!”
Diapun akhirnya pergi, meninggalkan diriku sendiri di rumah pada minggu pagi. Yah, sepertinya hari – hari baru kami tidak akan jauh beda seperti yang sudah biasa dilalui. Namun selain hal itu, aku juga mengetahui sesuatu yang lain.
Bahwa perasaan yang kami bawa sekarang sudah tidak akan sama lagi seperti sebelumnya.
Fin
Diubah oleh lacie. 09-05-2013 19:22
0
Kutip
Balas