TS
Dragonity
APAKAH ENTE PERCAYA KALAU EFEK KHUSUS DARI FILM-FILM TERKENAL INI BUKANLAH CGI?
MEREKA MENJATUHKAN PESAWAT BETULAN (The Dark Knight Rises)

Ente pasti bilang "Ane yakin ini CGI", setelah lihat berapa adegan di dalam film ini, terus ada yang menjawab "Ya iyalah! Masa ya iya dong?". Pembukaan film ini diisi dengan adegan Konco-Konconya Bane membajak pesawat CIA dengan cara terjun dari pesawat lain, lalu meledakkan pesawat CIA dengan tabung LPG tempel, lalu menggantung pesawat CIA yang sudah hancur karena ledakan bom dengan tali jemuran. Sebelum era CGI, tidak ada saudara yang berani merencanakan adegan luar biasa ini.
Sebenarnya saya bimbang mengatakan ini gan, tapi apa yang ente nonton itu betulan gan. Sang direktur sebenarnya punya tim CGI, namun apa daya sang sutradara lebih memilih bom dengan pesawat beneran.
Pengambilan dari dalam pesawat, ketika sutradara ingin menampilkan para aktornya (orang-orang yang tentunya tak bisa beraksi apalagi membunuh), si sutradara cukup menempatkan mereka di set studio bergerak yang dipalsukan seolah-olah seperti dalam pesawat. Sedangan pengambilan para stunt yang gokil dilakukan di tempat terpisah. Si sutradara mengambil aksi para stunt ini melalui helikopter di atas Skotlandia
Dan sayangnya sutradara pilih kasih dan memberikan para stunt ini set rangka pesawat yang nyata.
Bahkan permisa, si sutradara lebih memilih opsi adegan nyata pada saat adegan rangka pesawat jatuh, dan "kebetulan" masih ada seorang stunt yang dijadikan tumbal ketika rangka pesawat itu terjatuh.
Tunggu, gan... "Betulan nih kalao mereka melakukan adegan itu secara nyata?". Untuk menjawab itu, ane cukup memberikan gambar rangka "pesawat tumbal" yang dibuang semena-mena oleh si sutradara
Pengambilan adegan ini rencananya memakan waktu selama 9 hari, tapi si sutradara cukup melakukan adegan ini selama dua hari karena "persetan dengan waktu!" "persetan dengan sanitasi lingkungan!", dan tentu saja "persetan dengan bangkai pesawat!"
PERTARUNGAN DI ATAS (DAN JUGA DI BAWAH) KERETA YANG SEDANG BERGERAK (Skyfall)

James "fucking" Bond seharusnya bisa melakukan apapun tanpa perlu menggunakan CGI. Itulah sang sutradara meminimalisir penggunaan efek khusus komputer di film terbaru 007 (SARAS!). Tidak ada mobil tak kelihatan, tak ada remote, tak ada Doremon, dan tentu saja tak ada Denise Richards. Dengan kata lain, pengambilan adegan film terbaru 007 ini menggunakan metode lama.
Sebagai salah satu contoh, masih ingatkah ente dengan adegan ini?
Mereka melakukan itu secara nyata loh. Caranya, mengantung kereta di atas rel secara terbalik, lalu menghantamkan kereta itu dengan tembok yang ada di dalam set. Pada saat adegan itu, pengambilan aksi individual si James Bond berada dalam set studio.
Pada adegan sbelumnya, ketika si James berkarate ria dengan penjahat di atas kereta, si sutradara mengambil adegan itu dengan semi nyata. Jadi si bond dengan penjahat saling berchaiya-chaiya dengan nyata di atas kereta dengan pengaman sebuah kabel tipis.
Ente lihat kabelnya kan? Kabel itu gunanya untuk mencegah si James bunuh diri sewaktu proses pengambilan film berlangsung. Selain itu, si Daniel Craig melakukan adegan itu tanpa menggunakan stunt. Ente juga bisa melihat secara jelas muka si Craig ketika melompati lubang yang ada di kereta
Adegan menggunakan CGI dalam film Skyfal ialah ketika si Bond bercumbu dengan Komodo Dragon dan adegan Agen MI6 yang meledak.
FILM DIREKAM DENGAN MODE HITAM PUTIH, LALU DIWARNAI MANUAL DENGAN TANGAN (Tron Jadul)

Tron lanjutan yang dibuat merupakan hasil karya CGI. Terus bagaimana dengan Tron 30 tahun yang lalu?
Bagaimanapun juga, beberapa adegan film ini dibantu dengan komputer. Tapi kebanyakan efek khusus dalam dalam ini dibuat dengan manual dengan cara digambar dengan tangan, bahkan pakaian mereka yang super seronok itu
Untuk mendapatkan efek yang berkualitas, si sutradara menolak menggunakan komputer di sebagian besar adegan film ini. Pada tahun 30-an, film masih diambil dengan format tanpa warna, lalu hasilnya diwarnai manual pada proses pasca produksi. Satu persatu frame digambar (tidak peduli yang menggambar patah tangannya atau tidak), dengan cara memperbesar frame menjadi 14 inci menggunakan "rotoscoping machine".
Lalu mereka membuat frame itu jadi transparan dengan proses yang berbeda
Dengan menggunakan cara ini, ente bisa memisahkan bagian yang ada di dalam frame, contohnya wajah, pakaian, atau bagian yang ingin ditambahkan efek garis lampu. Gambar sederhana mempunyai 7 lapisan (layer) yang berbeda, tapi gambar rumit bisa punya hingga 30 lapisan.
Film ini berdurasi 75 menit, dengan pergerakan frame sebayak 24 perdetik. Coba hitung pake sempoa, atau jari tangan kalian berapa frame yang mesti digambar. Untuk menambahkan efek pada film ini selama dua menit, tim menghabiskan waktu selama dua bulan. Lalu berapa bulan lagi untuk menyelesaikan 73 menit sisanya? Syukurnya mereka pintar, karena mereka mengirimkan sisanya di Taiwan. Entah siapa saja yang menggambarnya
Sumber
Buat yang berminat, silahkan tambahkan yah. Ane pasti taruh di pejwan.
TAMBAHAN FILM disertai Penjelasan:

Ente pasti bilang "Ane yakin ini CGI", setelah lihat berapa adegan di dalam film ini, terus ada yang menjawab "Ya iyalah! Masa ya iya dong?". Pembukaan film ini diisi dengan adegan Konco-Konconya Bane membajak pesawat CIA dengan cara terjun dari pesawat lain, lalu meledakkan pesawat CIA dengan tabung LPG tempel, lalu menggantung pesawat CIA yang sudah hancur karena ledakan bom dengan tali jemuran. Sebelum era CGI, tidak ada saudara yang berani merencanakan adegan luar biasa ini.
Spoiler for Coba nonton sekilas dulu ya gan:
Sebenarnya saya bimbang mengatakan ini gan, tapi apa yang ente nonton itu betulan gan. Sang direktur sebenarnya punya tim CGI, namun apa daya sang sutradara lebih memilih bom dengan pesawat beneran.
Pengambilan dari dalam pesawat, ketika sutradara ingin menampilkan para aktornya (orang-orang yang tentunya tak bisa beraksi apalagi membunuh), si sutradara cukup menempatkan mereka di set studio bergerak yang dipalsukan seolah-olah seperti dalam pesawat. Sedangan pengambilan para stunt yang gokil dilakukan di tempat terpisah. Si sutradara mengambil aksi para stunt ini melalui helikopter di atas Skotlandia
Spoiler for Para stunt kampret di atas Skotlandia:
Dan sayangnya sutradara pilih kasih dan memberikan para stunt ini set rangka pesawat yang nyata.
Spoiler for Cari Penyakit ini para stunt:
Bahkan permisa, si sutradara lebih memilih opsi adegan nyata pada saat adegan rangka pesawat jatuh, dan "kebetulan" masih ada seorang stunt yang dijadikan tumbal ketika rangka pesawat itu terjatuh.
Spoiler for Kampret ini sutradara:
Tunggu, gan... "Betulan nih kalao mereka melakukan adegan itu secara nyata?". Untuk menjawab itu, ane cukup memberikan gambar rangka "pesawat tumbal" yang dibuang semena-mena oleh si sutradara
Spoiler for Rangka pesawat yang malang:
Pengambilan adegan ini rencananya memakan waktu selama 9 hari, tapi si sutradara cukup melakukan adegan ini selama dua hari karena "persetan dengan waktu!" "persetan dengan sanitasi lingkungan!", dan tentu saja "persetan dengan bangkai pesawat!"

PERTARUNGAN DI ATAS (DAN JUGA DI BAWAH) KERETA YANG SEDANG BERGERAK (Skyfall)

James "fucking" Bond seharusnya bisa melakukan apapun tanpa perlu menggunakan CGI. Itulah sang sutradara meminimalisir penggunaan efek khusus komputer di film terbaru 007 (SARAS!). Tidak ada mobil tak kelihatan, tak ada remote, tak ada Doremon, dan tentu saja tak ada Denise Richards. Dengan kata lain, pengambilan adegan film terbaru 007 ini menggunakan metode lama.
Sebagai salah satu contoh, masih ingatkah ente dengan adegan ini?
Spoiler for Cuplikan:
Mereka melakukan itu secara nyata loh. Caranya, mengantung kereta di atas rel secara terbalik, lalu menghantamkan kereta itu dengan tembok yang ada di dalam set. Pada saat adegan itu, pengambilan aksi individual si James Bond berada dalam set studio.
Spoiler for Matilah kau tembok keparat!:
Pada adegan sbelumnya, ketika si James berkarate ria dengan penjahat di atas kereta, si sutradara mengambil adegan itu dengan semi nyata. Jadi si bond dengan penjahat saling berchaiya-chaiya dengan nyata di atas kereta dengan pengaman sebuah kabel tipis.
Spoiler for Chaiya Chaiya:
Ente lihat kabelnya kan? Kabel itu gunanya untuk mencegah si James bunuh diri sewaktu proses pengambilan film berlangsung. Selain itu, si Daniel Craig melakukan adegan itu tanpa menggunakan stunt. Ente juga bisa melihat secara jelas muka si Craig ketika melompati lubang yang ada di kereta
Spoiler for Sepertinya ini orang mantan preman pasar:
Adegan menggunakan CGI dalam film Skyfal ialah ketika si Bond bercumbu dengan Komodo Dragon dan adegan Agen MI6 yang meledak.
FILM DIREKAM DENGAN MODE HITAM PUTIH, LALU DIWARNAI MANUAL DENGAN TANGAN (Tron Jadul)

Tron lanjutan yang dibuat merupakan hasil karya CGI. Terus bagaimana dengan Tron 30 tahun yang lalu?
Spoiler for Maaf gan, ane tak bisa memilih kalian berdua:
Bagaimanapun juga, beberapa adegan film ini dibantu dengan komputer. Tapi kebanyakan efek khusus dalam dalam ini dibuat dengan manual dengan cara digambar dengan tangan, bahkan pakaian mereka yang super seronok itu
Untuk mendapatkan efek yang berkualitas, si sutradara menolak menggunakan komputer di sebagian besar adegan film ini. Pada tahun 30-an, film masih diambil dengan format tanpa warna, lalu hasilnya diwarnai manual pada proses pasca produksi. Satu persatu frame digambar (tidak peduli yang menggambar patah tangannya atau tidak), dengan cara memperbesar frame menjadi 14 inci menggunakan "rotoscoping machine".
Spoiler for 14 Inchi:
Lalu mereka membuat frame itu jadi transparan dengan proses yang berbeda
Spoiler for 14 Inchi:
Dengan menggunakan cara ini, ente bisa memisahkan bagian yang ada di dalam frame, contohnya wajah, pakaian, atau bagian yang ingin ditambahkan efek garis lampu. Gambar sederhana mempunyai 7 lapisan (layer) yang berbeda, tapi gambar rumit bisa punya hingga 30 lapisan.
Spoiler for Pemisahan:
Film ini berdurasi 75 menit, dengan pergerakan frame sebayak 24 perdetik. Coba hitung pake sempoa, atau jari tangan kalian berapa frame yang mesti digambar. Untuk menambahkan efek pada film ini selama dua menit, tim menghabiskan waktu selama dua bulan. Lalu berapa bulan lagi untuk menyelesaikan 73 menit sisanya? Syukurnya mereka pintar, karena mereka mengirimkan sisanya di Taiwan. Entah siapa saja yang menggambarnya
Spoiler for PAC MAN!:
Sumber
Buat yang berminat, silahkan tambahkan yah. Ane pasti taruh di pejwan.
TAMBAHAN FILM disertai Penjelasan:
Spoiler for Update::
Diubah oleh Dragonity 27-04-2013 19:33
0
20K
84
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Movies
20.4KThread•30.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Dragonity
#4
MENGGANTI LOKASI SKEMA ADEGAN TANPA JEDA (Confessions of a Dangerous Mind)

Biasanya nih, para sutradara membutuhkan proses jeda "cut!" untuk mengganti lokasi skema adegan. Pada saat jeda ini, para kru akan mematikan kamera, memindahkannya ke lokasi baru, dan menyalakannya kembali.
Akan tetapi, beberapa adegan si Chuck Barris dalam film ini membuat kata "biasanya" jadi luntur. Ada adegan ketika si Barris (Sam Rockwell) ngobrol sama pacarnya (Drew Barrymore) yang lagi semi telanjang. Si Barris ke kamar mandi dan mendapatkan ide untuk acara "The Dating Game"-nya. Kamera perlahan memperbesar pengambilan hingga ke mata Barris
Lalu ketika kamera itu mengecilkan perbesarannya, eh tiba-tiba si Barris ini berada di ruangan yang lain, seolah-olah si Barris teleport. Terus, ada beberapa kakek2 nda jelas dan juga bau tanah di belakang si Barris. Semuanya dilakukan tanpa jeda.
Ini pasti menggunakan trik efek digital, kan? Tidak juga. Si sutradara ingin menggunakan efek dalam sekali pengambilan. Dengan kata lain, si sutradara bilang "daripada ane capek buang2 air mulut bilang FUCKING CUT dan mengendong para pemain ke lokasi baru, mending ane modifikasi aja lokasinya supaya bergerak sendiri ketika kamera ini menyorot mata".
Si sutradara juga menerapkan cara yang sama di beberapa bagian film ini. Salah satunya, adegan ketika si Barris yang masih gembel, berjalan-jalan di Aula Produksi untuk pertama kalinya. Kamera yang menyorot si Barris kemudian terfokus pada sebuah kelompok tur untuk beberapa detik, lalu kamera itu kembali menyorot si Barris yang saat itu sudah gak gembel dan bekerja di studio itu.
Sebenarnya, cara ini cukup mudah ditebak. Mereka punya pemeran yang punya skill dewa dalam mengganti pakaian secara cepat, berimbang, lugas. Terdepan mengabarkan!
Adegan lain yang sedikit lebih rumit, yaitu efek terpisahnya layar ketika si Barris sedang bericara lewat telepon dengan salah satu direktur studio
Ini bukanlah efek "split screen" dengan CGI. Para kru membangun set lokasi apartemen yang bersebelahan dengan set lokasi apartemen. Pembatas antara dua set itu menggunakan mode "buka tutup", jadi ketika kamera tak menyorot, pembatas itu akan terbuka dengan ajaib
Cerdas bukan? Si sutradara pantas mendapatkan jempol dan cendol
PARA MONSTER YANG ENTE KIRA ADALAH HASIL REKAYASA CGI (Jurrasic Park & REC)

Diketahui bersama kalau efek film Jurrasic Park adalah penggabungan unsur CGI dengan Robot Dino yang menyeramkan. Tapi masih ada satu efek lagi yang penting, dan mereka sering menggunakan efek ini di dalam film. Efek ini adalah orang yang menggunakan seragam karet yang berbentuk dinosaurus.
Film ini juga mengadopsi teknik lama, yaitu menggunakan manusia yang dilengkapi seragam. Eyang Subur Spielberg menitahkan si Stan Winston untuk mengerjakan beberapa efek praktis di dalam film. Ini supaya aktor cilik dalam film bisa berating nyata, teruatama pada saat ketika adegan Dino kelaparan yang lagi mengobarak dapur.
Tim Winston mengaplikasikan sebuah metode yang membuat seragam dino terlihat seperti sungguhan di dalam film
Berbicara tentang adegan di dalam dapur, si Supervisor Studio yang bernama John Rosengart dan si Desainer Konsep yang bernama Mark McCreery, turut ambil bagian jadi figuran berseragam dalam film. Dan ternyata, si John ini sangat membenci anak-anak. Itulah sebabnya adegan dalam dapur terlihat lebih nyata.
Lalu bagaimana dengan sequel-nya, apakah efek yang digunakan sepenuhnya CGI? Tidak juga. Mereka masih menggunakan metode yang sama. Hanya tidak sesering pada versi pertama
Film REC juga ada yang tidak menggunakan CGI. Tepatnya pada saat ending film REC, ketika seorang monster zombie wanita muncul.
Dari postur saja, kita bisa menyimpulkan kalau mustahil ada orang yang memiliki postur tubuh seperti itu. Tapi kemustahilan ini sia-sia. Terima kasih pada Javier Botet yang memiliki postur tubuh TIKUNGAN (Tinggi, Kurus, Cacingan) karena terkena Sindrom Marfan. Postur tubuh beserta wajah si Javier pun dipoles menjadi monster yang terlihat seram
Ternayat keterbatasan fisik ataupun sindrom bisa dimanfaatkan menjadi lebih artistik di dalam film
Moga masih bersambung...
Sumber

Biasanya nih, para sutradara membutuhkan proses jeda "cut!" untuk mengganti lokasi skema adegan. Pada saat jeda ini, para kru akan mematikan kamera, memindahkannya ke lokasi baru, dan menyalakannya kembali.
Akan tetapi, beberapa adegan si Chuck Barris dalam film ini membuat kata "biasanya" jadi luntur. Ada adegan ketika si Barris (Sam Rockwell) ngobrol sama pacarnya (Drew Barrymore) yang lagi semi telanjang. Si Barris ke kamar mandi dan mendapatkan ide untuk acara "The Dating Game"-nya. Kamera perlahan memperbesar pengambilan hingga ke mata Barris
Spoiler for Tatap Mata Saya!:
Lalu ketika kamera itu mengecilkan perbesarannya, eh tiba-tiba si Barris ini berada di ruangan yang lain, seolah-olah si Barris teleport. Terus, ada beberapa kakek2 nda jelas dan juga bau tanah di belakang si Barris. Semuanya dilakukan tanpa jeda.
Spoiler for Up Sorry, ane kira ini biduk catur:
Ini pasti menggunakan trik efek digital, kan? Tidak juga. Si sutradara ingin menggunakan efek dalam sekali pengambilan. Dengan kata lain, si sutradara bilang "daripada ane capek buang2 air mulut bilang FUCKING CUT dan mengendong para pemain ke lokasi baru, mending ane modifikasi aja lokasinya supaya bergerak sendiri ketika kamera ini menyorot mata".
Spoiler for Terus bagaimana nasib si wanita yang lagi semi telanjang? Gampang, kita gunakan kamar mandi:
Si sutradara juga menerapkan cara yang sama di beberapa bagian film ini. Salah satunya, adegan ketika si Barris yang masih gembel, berjalan-jalan di Aula Produksi untuk pertama kalinya. Kamera yang menyorot si Barris kemudian terfokus pada sebuah kelompok tur untuk beberapa detik, lalu kamera itu kembali menyorot si Barris yang saat itu sudah gak gembel dan bekerja di studio itu.
Spoiler for BERUBAH!:
Sebenarnya, cara ini cukup mudah ditebak. Mereka punya pemeran yang punya skill dewa dalam mengganti pakaian secara cepat, berimbang, lugas. Terdepan mengabarkan!

Adegan lain yang sedikit lebih rumit, yaitu efek terpisahnya layar ketika si Barris sedang bericara lewat telepon dengan salah satu direktur studio
Spoiler for Maaf pak, sepertinya ente salah sambung:
Ini bukanlah efek "split screen" dengan CGI. Para kru membangun set lokasi apartemen yang bersebelahan dengan set lokasi apartemen. Pembatas antara dua set itu menggunakan mode "buka tutup", jadi ketika kamera tak menyorot, pembatas itu akan terbuka dengan ajaib

Spoiler for Buka Tutup:
Cerdas bukan? Si sutradara pantas mendapatkan jempol dan cendol

PARA MONSTER YANG ENTE KIRA ADALAH HASIL REKAYASA CGI (Jurrasic Park & REC)

Diketahui bersama kalau efek film Jurrasic Park adalah penggabungan unsur CGI dengan Robot Dino yang menyeramkan. Tapi masih ada satu efek lagi yang penting, dan mereka sering menggunakan efek ini di dalam film. Efek ini adalah orang yang menggunakan seragam karet yang berbentuk dinosaurus.
Spoiler for Busyet, kuku jempol kaki ane panjang banget!:
Film ini juga mengadopsi teknik lama, yaitu menggunakan manusia yang dilengkapi seragam. Eyang Subur Spielberg menitahkan si Stan Winston untuk mengerjakan beberapa efek praktis di dalam film. Ini supaya aktor cilik dalam film bisa berating nyata, teruatama pada saat ketika adegan Dino kelaparan yang lagi mengobarak dapur.
Tim Winston mengaplikasikan sebuah metode yang membuat seragam dino terlihat seperti sungguhan di dalam film
Spoiler for Model seragam Dino Jurrasic Park 1:
Berbicara tentang adegan di dalam dapur, si Supervisor Studio yang bernama John Rosengart dan si Desainer Konsep yang bernama Mark McCreery, turut ambil bagian jadi figuran berseragam dalam film. Dan ternyata, si John ini sangat membenci anak-anak. Itulah sebabnya adegan dalam dapur terlihat lebih nyata.
Spoiler for Anak Kampret, di mana kau?:
Lalu bagaimana dengan sequel-nya, apakah efek yang digunakan sepenuhnya CGI? Tidak juga. Mereka masih menggunakan metode yang sama. Hanya tidak sesering pada versi pertama
Spoiler for Seragam Dino:
Film REC juga ada yang tidak menggunakan CGI. Tepatnya pada saat ending film REC, ketika seorang monster zombie wanita muncul.
Spoiler for Hai, mas. Kenalan Yuk!:
Dari postur saja, kita bisa menyimpulkan kalau mustahil ada orang yang memiliki postur tubuh seperti itu. Tapi kemustahilan ini sia-sia. Terima kasih pada Javier Botet yang memiliki postur tubuh TIKUNGAN (Tinggi, Kurus, Cacingan) karena terkena Sindrom Marfan. Postur tubuh beserta wajah si Javier pun dipoles menjadi monster yang terlihat seram
Spoiler for Genius!:
Ternayat keterbatasan fisik ataupun sindrom bisa dimanfaatkan menjadi lebih artistik di dalam film

Moga masih bersambung...

Sumber
Diubah oleh Dragonity 27-04-2013 19:21
0











