TS
st_illumina
[Anthology] March to War - Fanstuff War Fiction Compilation Thread
All is fair in love and war
---
---
Spoiler for Sekapur Sirih:
Perang adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah manusia, karena demi perang teknologi diciptakan, dan dari perang teknologi maju,
perang memajukan bangsa, sekaligus memusnahkan bangsa lain,
tidak ada seorangpun di dunia ini yang ingin merasakan kerasnya perang dan penderitaan karenanya,
tetapi, tetap saja perang terjadi,
karena hal hal remeh seperti wilayah, agama, ideologi,
karena perbedaan, antara dua individu yang independen,
konflik, tak bisa dihindarkan,
Perang tak bisa dihindarkan,
Karena, dari pengorbanan pejuang, di perang sebelumnya,
kita bisa merasakan kedamaian.
perang memajukan bangsa, sekaligus memusnahkan bangsa lain,
tidak ada seorangpun di dunia ini yang ingin merasakan kerasnya perang dan penderitaan karenanya,
tetapi, tetap saja perang terjadi,
karena hal hal remeh seperti wilayah, agama, ideologi,
karena perbedaan, antara dua individu yang independen,
konflik, tak bisa dihindarkan,
Perang tak bisa dihindarkan,
Karena, dari pengorbanan pejuang, di perang sebelumnya,
kita bisa merasakan kedamaian.
Spoiler for War:
![[Anthology] March to War - Fanstuff War Fiction Compilation Thread](https://dl.kaskus.id/dl.dropbox.com/u/108710157/Fullscreen%20capture%203192013%2090419%20PM.jpg)
Spoiler for rule of war:
All is Fair in Love and War
War End : 20th April
Maximum War Entry : 4 Post
Spoiler for War Journal Entry Index:
The Fiery Rom - Lacie
Its Urdoom
Red Zone - ElfQiwil
Maret Datang Bersama Topan - Andesko
AKB0048 Liberation of Metrostar - Make.A.Train
Laye 13.5 - Vermilionhelix
Kasur - Giande
Spoiler for War Prize:
-t.b.a-
Diubah oleh st_illumina 20-04-2013 23:34
0
7.8K
Kutip
138
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
giande
#103
Kasur
Spoiler for Kasur:
Saat pintu rumah tepat berada di hadapanku, hatiku masih belum siap. Aku menarik napas untuk menguatkan tekadku. Berkata pada diriku sendiri
Aku bisa
Aku bisa melewatinya
Semua kesenangan yang menghadangku
Saat pintu terbuka, serangan pertama langsung kurasakan. Kadang aku berpikir kalau paman sengaja membuatku tergoda dengan kesenangan yang siap menghadangku ini. Kenapa juga TV di ruang keluarga langsung terlihat saat membuka pintu depan? Alasan yang selalu dia katakan,
“Di rumah ini tidak ada rahasia, seluruh tetangga berhak mengetahui apa yang kita kerjakan di ruang keluarga, maksudku apa yang kita tonton.”
Kesampingkan alasan yang terlalu dibuat – buat oleh pamanku, kini aku sudah menyaksikan halangan pertamaku. Kalau dalam dunia game rpg, mungkin ini yang dinamakan mini boss. Gelombang serangan langsung dilancarkan PS3 ke arahku. Aku harus bisa menahannya. Tujuanku hari ini adalah tempat tidur, tidak berhenti bermain PS3, tidak berhenti untuk makan, tidak berhenti untuk pergi toilet. Sudah beberapa hari ini aku dipaksa teman kuliahku untuk ikut serta dalam kerja kelompok. Itu menguras semua tenagaku dan hari ini aku ingin langsung tidur.
Harus bisa menahan keinginan bermain
Sedikit demi sedikit, langkah kakiku membawaku mendekati ruang keluarga. Semakin dekat, semakin besar godaan yang menerpaku. Sepertinya dalam setiap langkahku ada arus besar yang mendorongku menuju ke ruang keluarga, tapi aku berusaha melawannya.
Aku bisa melewatinya
Aku memotivasi diriku. Tapi saat tepat berada di depan ruang keluarga, tekanan yang menarikku menjadi berlipat, dan tanpa diundang ingatanku akan game – game yang masih belum kutamatkan menyerangku. Bayangan itu muncul dan memohon agar aku memainkan mereka.
Serangan ini membuatku pertahananku melemah, tanpa sadar kaku kananku sudah membelok ke arah ruang keluarga. Tapi sedikit kesadaran mengenai rasa capekku membuat aku menahan langkah berikutnya. Mengeluarkan segala argumen untuk melawan godaan PS3 yang berperang dalam pikiranku.
Capek, kalau capek tidak akan menyenangkan saat bermain
“Kalau bermain capekmu akan hilang”
Tapi aku sekarang ngantuk
“Ayolah, sebentar saja!”
Tapi…
Aku butuh bala bantuan.
“Terry! Ngapain kamu?”
“EH, Tante?”
“Hmm, mau main PS3? Tidak bisa ini waktunya tante nonton.”
“Eh…”
“Kamu main komputer saja di kamar.”
“Ah, Iya”
Fiuh, tidak disangka aku berhasil melewati godaan pertama dengan bala bantuan tak terduga, muncul di saat yang tepat. Tapi ini belum berakhir. Seperti yang sudah kusinggung sebelumnya, PS3 hanyalah mini boss, sedangkan bos utamanya masih belum kuhadapi. Bos itu sudah menungguku di kamar, bersiap menghadangku, menariku ke dalam kesenangan yang dia tawarkan.
Aku tidak yakin akan mendapat bala bantuan seperti tadi lagi. Kali ini aku akan berada dalam kondisi tanpa bantuan. Aku harus berjuang sendiri untuk menghadapinya. Aku tahu tidak akan bisa menahan godaan itu kalau bertindak seperti tadi yang berusaha menghadapi secara langsung, tidak seperti itu. Sepanjang perjalanan pulang, aku sudah memikirkan cara untuk menghadapi Boss utama ini, PC dan internet.
Sehebat apapun godaan yang mereka tawarkan, kalau aku berhasil menyentuh kasur terlebih dahulu, maka aku menang. Dengan menutup mata, dan sekali gebrakan aku akan berusaha menerobosnya. Ini sudah menjadi kebiasaanku sehari – hari, aku sudah hapal butuh berapa langkah, dan kemana aku harus berbelok untuk mencapai kasurku.
Aku bisa
Aku bisa merasakan serangan PC, masih lemah tapi sudah terasa. Dengan mata tertutup aku bisa meminimalisir godaan itu, karena sebagian besar kerja otakku kugunakan untuk mengidentifikasi gerakan untuk mencapai kasurku.
Satu tarikan napas
Aku mengatur napasku, agar bisa menjalankan rencanaku dengan baik. Ketegangan menyelimuti diriku. Hidup atau mati, ah tidak bermain atau tidur.
Sekarang
Aku langsung menggerakan tubuhku, sesuai ingatan tubuhku berlari kecil menuju kamar, berusaha menangkis segala godaan yang menerpa. Anime baru, film baru, koneksi internet yang stabil, game mmorpg, manga, sampai berbagai visual yang menggoda nafsu liarku.
Bertahanlah!
Bokongku menyentuh sesuatu yang empuk. Aku berhasil melewatinya.
Ini terlalu mudah,…Aneh…Ada yang tidak beres, aku merasa banyak hal yang janggal. Kenapa hanya bokongku yang menyentuh bagian yang empuk? Kalau aku sudah berhasil mencapai kasur dan tidur, itu artinya seluruh tubuhku merasa nyaman, tapi saat ini hanya bokongku yang merasa nyaman. Aku duduk di kasur? Tidak pasti tidak begitu, berarti satu – satunya jawaban adalah…
Aku membuka mataku, dan menghentikan gerakan tangan kananku yang sudah tinggal sedikit lagi menyalakan power PC.
Aku dikhianati
Tidak kusangka, aku dikhianati oleh tubuhku sendiri. Secara reflek kakiku berbelok kekiri 3 langkah setelah pintu kamar, tidak melangkah lurus. Untung aku berhasil menyadarinya. Kalau saja PC sudah kunyalakan aku tidak tahu apa yang akan terjadi, mungkin sudah tidak bisa memperbaikinya. Saat ini semua serangan PC dan internet langsung menyerangku. Gelombang kesenangan itu seperti ombak besar yang menerpaku, kini hanya rasa capekku yang berdiri sebagai tembok pertahananku yang terakhir.
Aku tidak boleh berlama – lama diam. Aku harus mengambil sebuah serangan yang bisa menyelesaikan semuanya dalam sekali gebrak.
Lompat!
Aku harus melompat langsung menuju kasurku. Kalau dari sini pasti bisa sampai ke kasur. Tanganku sudah mulai tergoda untuk menyalakan PC, kakiku sendiri sudah siap untuk menyerah.
Kalau tidak sampai, kemungkinan tubuhku akan terluka, tapi itu urusan belakangan. Sekarang aku mengumpulkan sisa tenagaku. Aku siap membuka pertahanan rasa capekku dan mengubahnya sebagai tenaga untuk serangan terakhir. Berhasil atau gagal.
Terjang!
Tubuhku mendarat di kasur, tidak sempurna, sebagian kakiku tidak berhasil mencapainya. Tapi kasur memiliki tenaga penyembuh yang luar biasa, seketika itu rasa capekku hilang, dan segala godaan yang menyerangku langsung tertahan oleh kenyamanan yang diberikan.
Aku menang !
Sekarang tinggal menaikan kakiku ke atas kasur, dan semua akan berakhir.
Jreng! Jreng!
Nada dering khusus hpku berbunyi. Itu nada dering khusus yang ku setting saat menerima panggilan dari wanita yang sedang kuiincar. Sial, kenapa sekarang? Extra boss? Real last boss?
“Hallo”
Tubuhku bahkan tidak berkompromi terlebih dahulu langsung mengangkatnya. Bagaimana kalau dia membutuhkan bantuanku sekarang? Ingin berbicara padaku? Tidak itu artinya aku tidak bisa tidur. Ini sebuah serangan yang tidak terduga. Kalau bisa aku ingin menghindarinya, tapi sial…lagi – lagi tanganku mengkhianatiku, demikian juga mulutku
“Loh Terry ya?”
“I..iya… ada apa ya?”
“Sorry, salah tekan nomor.”
“Jadi?”
Tut….
Dia bahkan tidak berkata apa – apa langsung menutup hpnya.Tubuhku tiba – tiba lemas, merasa harapanku tiba – tiba hilang. Kemenanganku menuju kasur, seakan tiba – tiba sirna. Mungkin ini yang dinamakan aku menang perang tapi kehilangan negara….Ah tidak, itu terlalu berlebihan, lebih baik aku tidur saja.
Zzzzzzz…
0
Kutip
Balas