TS
monongan
[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier
Prakarta :
Ini adalah Thread FanFict pertama saya sekaligus juga ini Thread pertama yang saya buat semenjak saya daftar di kaskus, jadi mohon maklum kalo masih banyak salah dalam spoiler dan lain-lainnya.
Lalu ini juga pengalaman pertama bagi TS menulis, jadi saya belom pernah nulis-nulis kayak gini gan, sebenernya sih udah cuma ga pernah saya upload kemana pun.
Cerita ini mengambil seting dari dunia di Ragnarok online, agan sekalian akan menemukan kesamaan dalam nama npc atau pun dungeon dan kota. meski ga semuanya original karena akan ada yang berubah di FanFict ini. FanFict ini masih satu universe dengan FanFictnya agan Heilel_Realz012 Heilel_Realz012 FanFict - Die Aegis Schild, agan ini kayak mentor saya deh pokoknya
, buat agan Heilel thanks banget
.
Jadi ya dengan pengalaman yang masih minim dan kemampuan yang masih cupu, saya mencoba untuk menulis. jadi kalo ada salah kata, kritikan atau saran saya sangat berterima kasih kepada agan-agan, dan silahkan membaca.
Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/05/10/1198843_20130510065932.jpg)
Genre :Shounen, Tragedy, Adventure.
Status : Ongoing
Merasakan malam yang sunyi.
Melihat bulan purnama yang tak tergapai.
Aku memandang sekelilingku, yang ada hanyalah alat-alat operasi dan tabung-tabung berisi cairan kimia.
Ingin sekali aku merasakan bebas dari tabung berisi cairan kimia yang mengurung ku ini.
Aku yang tidak memiliki nama dan ingatan apapun...
Untuk pertama kalinya aku ingin bebas dan keluar dari penjara kaca ini.
Sampai akhirnya tiba malam dimana permintaan ku terkabul.
Ya, penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang berjubah hitam menggunakan senjata api.
Ketika malam itu pecah, kisah perjalanan panjang ku di mulai
Ini adalah Thread FanFict pertama saya sekaligus juga ini Thread pertama yang saya buat semenjak saya daftar di kaskus, jadi mohon maklum kalo masih banyak salah dalam spoiler dan lain-lainnya.
Lalu ini juga pengalaman pertama bagi TS menulis, jadi saya belom pernah nulis-nulis kayak gini gan, sebenernya sih udah cuma ga pernah saya upload kemana pun.
Cerita ini mengambil seting dari dunia di Ragnarok online, agan sekalian akan menemukan kesamaan dalam nama npc atau pun dungeon dan kota. meski ga semuanya original karena akan ada yang berubah di FanFict ini. FanFict ini masih satu universe dengan FanFictnya agan Heilel_Realz012 Heilel_Realz012 FanFict - Die Aegis Schild, agan ini kayak mentor saya deh pokoknya
, buat agan Heilel thanks banget
.Jadi ya dengan pengalaman yang masih minim dan kemampuan yang masih cupu, saya mencoba untuk menulis. jadi kalo ada salah kata, kritikan atau saran saya sangat berterima kasih kepada agan-agan, dan silahkan membaca.

Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier
Quote:
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/05/10/1198843_20130510065932.jpg)
Genre :Shounen, Tragedy, Adventure.
Status : Ongoing
Spoiler for Prologue:
Prologue
Merasakan malam yang sunyi.
Melihat bulan purnama yang tak tergapai.
Aku memandang sekelilingku, yang ada hanyalah alat-alat operasi dan tabung-tabung berisi cairan kimia.
Ingin sekali aku merasakan bebas dari tabung berisi cairan kimia yang mengurung ku ini.
Aku yang tidak memiliki nama dan ingatan apapun...
Untuk pertama kalinya aku ingin bebas dan keluar dari penjara kaca ini.
Sampai akhirnya tiba malam dimana permintaan ku terkabul.
Ya, penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang berjubah hitam menggunakan senjata api.
Ketika malam itu pecah, kisah perjalanan panjang ku di mulai
Spoiler for Character:
Quote:
Jean Asker/Bio Chemical Soldier 0.3
Guillotine Cross
Jean adalah kelinci percobaan dari Bio Laboratorium di kota Lighthalzen yang merupakan daerah dari Republik of Schwartzvald. dia berhasil melarikan diri pada saat malam penyergapan yang dilakukan oleh Gunslinger guild atas perintah dari Pemerintahan Republik, dia yang ditemukan oleh Rin sang Assasin cross di ajarkan cara bertarung dan bertahan hidup sebelum akhirnya dia di kirim ke pantiasuhan bernama Chely House di kota alberta oleh Rin. Jean memiliki sifat pendiam tetapi tidak dingin, karena dia tidak pernah mempelajari data tentang emosi manusia pada waktu dia masih tinggal di Lab.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405090744.png)
Guillotine Cross
Jean adalah kelinci percobaan dari Bio Laboratorium di kota Lighthalzen yang merupakan daerah dari Republik of Schwartzvald. dia berhasil melarikan diri pada saat malam penyergapan yang dilakukan oleh Gunslinger guild atas perintah dari Pemerintahan Republik, dia yang ditemukan oleh Rin sang Assasin cross di ajarkan cara bertarung dan bertahan hidup sebelum akhirnya dia di kirim ke pantiasuhan bernama Chely House di kota alberta oleh Rin. Jean memiliki sifat pendiam tetapi tidak dingin, karena dia tidak pernah mempelajari data tentang emosi manusia pada waktu dia masih tinggal di Lab.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405090744.png)
Quote:
Leina Thorose
Geneticist
Leina adalah Genetcist yang menangani perkembangan Jean di lab, dia adalah wanita baik yang memperhatikan Jean lebih dari kelinci percobaan yang lain. dia adalah orang yang membebaskan Jean dari Tabung Regenerasi untuk melarikan diri pada saat penyerangan.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405090936.JPG)
Geneticist
Leina adalah Genetcist yang menangani perkembangan Jean di lab, dia adalah wanita baik yang memperhatikan Jean lebih dari kelinci percobaan yang lain. dia adalah orang yang membebaskan Jean dari Tabung Regenerasi untuk melarikan diri pada saat penyerangan.
Quote:
Kiev Alastor
Adept GunSlinger
Kiev adalah pemimpin pasukan penyergapan Bio lab yang dibentuk oleh republik. dia juga mentor dari GunSlinger Guild yang berada di kota Einbroch, Terkenal dengan julukan Heroes of Republic.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091316.jpg)
Adept GunSlinger
Kiev adalah pemimpin pasukan penyergapan Bio lab yang dibentuk oleh republik. dia juga mentor dari GunSlinger Guild yang berada di kota Einbroch, Terkenal dengan julukan Heroes of Republic.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091316.jpg)
Quote:
Rin
Assasin Cross
Wanita misterius yang menemukan dan menyelamatkan Jean setelah Jean berhasil lari dari Bio lab facility.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091635.jpg)
Assasin Cross
Wanita misterius yang menemukan dan menyelamatkan Jean setelah Jean berhasil lari dari Bio lab facility.
![[FanFict] Ragnarok Online - Birth Of The Super Soldier](https://s.kaskus.id/images/2013/04/05/1198843_20130405091635.jpg)
Daftar Isi
Quote:
ARC I The Journey Begins
Chapter 1-1 Begins night
Chapter 1-2 Another route
Journey 1-4 Begins Night Part 4
Journey 1-5 Begins Night Part 5
Journey 1-6 Begins Night Part 6
Journey 1-7 Begins Night Part 7
Journey 1-8 Begins Night Part 8
Journey 1-9 Begins Night Part 9
Journey 1-10 Begins Night End [This Is Where We Are Apart]
Chapter 1-1 Begins night
Chapter 1-2 Another route
Journey 1-4 Begins Night Part 4
Journey 1-5 Begins Night Part 5
Journey 1-6 Begins Night Part 6
Journey 1-7 Begins Night Part 7
Journey 1-8 Begins Night Part 8
Journey 1-9 Begins Night Part 9
Journey 1-10 Begins Night End [This Is Where We Are Apart]
-FINISH-
Quote:
ARC II Joy And Sorrow
New Character [Port City Alberta]
Journey 2-1 Move Forward
Journey 2-2 Einbroch City Of Industries
Journey 2-3 You Can Call Me...
Journey 2-4 So This Is The Real World
Journey 2-5 This Is All I Can Do For You
Journey 2-6 Iam Sorry
Journey 2-7 Because I Always Want To Be With You
Journey 2-8 Trip To Kingdom
Journey 2-9 Fierce Fighting
Journey 2-10 Guilty
Journey 2-11 The Capital Of Republic Schwartzvald
Journey 2-12 Iam Sorry And Farewell
Journey 2-13 After Dark Part-1
Journey 2-14 After Dark Part-2
Journey 2-15 Will You Become My Sun
Journey 2-16 Family Dinner
Journey 2-17 Don't Be Afraid
Journey 2-18 My Feeling
Journey 2-19 My Feeling Part-2
Journey 2-20 Reunion
Journey 2-21 Doubt
Journey 2-22 Doubt Part-2
Journey 2-23 Resolve
Journey 2-24 Piece Of Puzzle
Journey 2-25 Concerns
Journey 2-26 Singing In The Rain
Journey 2-27 Killer Instinct
Journey 2-28 Within The Darkness, Journey 2-28 B
Journey 2-29 Path Of Thorn
Journey 2-30 Day When I met You And Day When I Leave You, Journey 2-30 B
Journey 2-31 Ambush
Journey 2-32 Weird Girl
Journey 2-33 The Day When Demon Was Born
Journey 2-34 Guillotine Cross
New Character [Port City Alberta]
Journey 2-1 Move Forward
Journey 2-2 Einbroch City Of Industries
Journey 2-3 You Can Call Me...
Journey 2-4 So This Is The Real World
Journey 2-5 This Is All I Can Do For You
Journey 2-6 Iam Sorry
Journey 2-7 Because I Always Want To Be With You
Journey 2-8 Trip To Kingdom
Journey 2-9 Fierce Fighting
Journey 2-10 Guilty
Journey 2-11 The Capital Of Republic Schwartzvald
Journey 2-12 Iam Sorry And Farewell
Journey 2-13 After Dark Part-1
Journey 2-14 After Dark Part-2
Journey 2-15 Will You Become My Sun
Journey 2-16 Family Dinner
Journey 2-17 Don't Be Afraid
Journey 2-18 My Feeling
Journey 2-19 My Feeling Part-2
Journey 2-20 Reunion
Journey 2-21 Doubt
Journey 2-22 Doubt Part-2
Journey 2-23 Resolve
Journey 2-24 Piece Of Puzzle
Journey 2-25 Concerns
Journey 2-26 Singing In The Rain
Journey 2-27 Killer Instinct
Journey 2-28 Within The Darkness, Journey 2-28 B
Journey 2-29 Path Of Thorn
Journey 2-30 Day When I met You And Day When I Leave You, Journey 2-30 B
Journey 2-31 Ambush
Journey 2-32 Weird Girl
Journey 2-33 The Day When Demon Was Born
Journey 2-34 Guillotine Cross
-FINISH-
Diubah oleh monongan 09-08-2014 14:07
0
54.3K
Kutip
678
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
monongan
#96
Journey 2-7 Because I Always Want To Be With You
Spoiler for Journey 2-7:
Hari ini matahari tidak bersinar cerah seperti biasanya, Terdapat awan-awan yang lumayan gelap yang menahan sinar panas yang perkasa tersebut. Aku saat ini sedang berjalan-jalan mengelilingi kota Einbroch, Sudah 1 bulan lebih aku dan Nyonya Rin tinggal di kota industri ini. Dalam kurun waktu satu bulan banyak perubahan yang terjadi di kota ini.
Banyak pabrik-pabrik yang sudah mulai menggunakan mesin produksi ramah lingkungan, Walaupun kadar asap dan debu di kota berkurang tetapi tidak dengan kebisingan yang di timbulkan oleh mesin-mesin produksi. Baik itu mesin produksi ramah lingkungan atau pun mesin produksi tipe lama yang masih mengeluarkan banyak asap, Kedua mesin itu sama-sama mengeluarkan suara mesin yang keras.
Hari ini aku sudah berjalan hampir seharian, Awalnya aku hanya ingin menguntit Nyonya Rin. Ya, Hal ini sudah kulakukan selama 3 hari belakangan, Tetapi aku selalu kehilangan jejaknya secara tiba-tiba. Apa mungkin Nyonya Rin tahu jika aku membuntuti dirinya?, Tidak tidak. Seingat ku aku membuntutinya dengan sangat hati-hati. Tidak mungkin Nyonya Rin menyadari kalau dia ku ikuti.
Hanyut dalam pikiran ku, Aku dikagetkan oleh air yang sedikit demi sedikit turun dari awan gelap yang menutupi sang matahari dan mengenai kepala ku. Ternyata hari ini cuaca hujan, Orang-orang yang berjalan di jalan utama berlari kesana-sini untuk mencari tempat berteduh, Begitu pula dengan ku yang sekarang berteduh di depan sebuah bangunan.
Di samping bangunan itu banyak terdapat monster peco-peco yang di ikatkan di tiang, Mungkin agar mereka tidak kabur?. Tapi sejauh yang ku lihat peco-peco yang di ikatkan di tiang itu semua terlihat aneh. Karena di bagian paruhnya mereka mengenakan sebuah pakaian yang terbuat dari besi. Lalu pada bagian punggung peco-peco itu terdapat sebuah benda yang terlihat seperti tempat duduk.
Angin berhembus dengan sangat liar diikuti dengan petir yang menggelegar, Hujan pun semakin deras. Aku yang berteduh di depan bangunan ini mulai terkena air hujan yang terbawa angin, Jadi kuputuskan untuk masuk kedalam bangunan yang aku pun tidak tahu bangunan apa ini.
Di dalam bangunan ini terlihat sangat elegan dan mahal, Sangat bertolak belakang dengan apa yang kulihat diluar sana. Aku melihat kesana kemari seakan kebingungan, Dan akhirnya aku mengetahui bahwa ini adalah restoran. Restoran ini terlihat dua kali lebih besar dari Ein Resto tempat aku biasa makan, Tanpa kusadari orang-orang yang sedang duduk dan menyantap makanan mereka melihat ke arah ku. Hampir semua orang yang ada di restoran ini.
"Hey nak, Kau mengotori restoran ini cepat sana keluar.." Seru pria berbadan besar mengenakan baju berwarna hitam.
"Ermm, Aku hanya berteduh disini." Jawab ku pelan
"Jika ingin berteduh, Berteduhlah diluar!!.. Restoran ini adalah restoran yang khusus dibangun untuk para pemodal dari kerajaan." Teriaknya keras kepada ku.
Tanpa basa-basi dia menarik baju ku dan membawa ku keluar dari bagunan itu. "kalau ingin berteduh disini saja, Lagi pula sebentar lagi hujan reda." Jelasnya sambil sedikit membentak ku.
Tapi perkataannya memang ada benarnya juga, Tidak beberapa lama aku menunggu, Hujan berangsur-angsur mereda. Para pejalan kaki yang tadinya berteduh kini kembali beraktifitas. Aku pun kembali meneruskan perjalanan ku yang tertunda, Walaupun sebenarnya aku sudah kehilangan jejak dari Nyonya Rin.
Pedagang yang tadinya berteduh pun kini kembali menjual dagangan mereka di pinggir jalan, Hal ini terlihat sangat biasa buat ku karena sudah lumayan lama aku berada di kota ini. Tapi hari ini aku banyak melihat kereta yang di tarik oleh burung peco-peco dan dikawal oleh beberapa orang menggunakan Zirah berwarna coklat keemasan. Di bagian dada dari zirahnya itu terdapat sebuah lambang, Aku tidak pernah melihat lambang ini sebelumnya? Siapa mereka?. Tanya ku heran dalam hati.
Akhirnya karena putus asa dan tidak sama sekali menemukan jejak dari Nyonya Rin aku menghentikan pengintaian ku, Aku yang sedang berada di bangku taman kota Einbroch sambil memakan Roti isi daging yang kubeli dari pedagang jalanan, Masih berfikir dan bertanya-tanya siapa orang-orang berzirah itu dan apa yang mereka lakukan di sini.
"Jadi sudah menyerah membuntuti ku Jean?" Suara yang sangat ku kenal dengan baik ini mengejutkan ku, Karena terkejut aku pun tersedak dan terbatuk-batuk.
"Ohuk..ohok Mentor??!, Eh, Aku tidak membuntuti Mentor kok..?!" Jawabku panik sambil terbatuk-batuk karena tersedak roti yang kumakan.
Dia tertawa kecil seraya duduk disamping ku dan memberikan ku botol minuman. "haha, Tidak perlu berbohong..Aku dapat merasakan kamu membuntuti ku sudah 3 hari ini..Ini minum dulu supaya kamu tidak tersedak lagi.." Serunya.
Ku ambil botol yang berisi air itu dan langsung meneguknya sampai habis, Lega rasanya rasa sakit dan perih yang kurasakan di tenggorokan karena tersedak sudah hilang.
"Cara mu mengintai seseorang masih terlalu polos Jean hahaha, Kamu terlalu dekat dengan orang yang ingin kau intai, Seharusnya kamu mengambil jarak yang agak jauh.." Serunya sambil megajari ku ilmu baru.
Aku hanya menganguk dan menjawab pelan. "Baik Mentor, Lalu maafkan aku.."
"Ah, Tidak apa-apa bukan salah mu ko, Kamu pasti punya keingin tahuan yang besar akan misi yang kujalankan sekarang.." Serunya sambil megajak ku bercanda.
Mendengar kata-kata yang dikatakan Nyonya Rin aku benar-benar makin penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Nyonya Rin dan apa sebenarnya Misi yang di berikan untuk Nyonya Rin.
"Memangnya Misi seperti apa yang di jalankan oleh Mentor Rin?" Tanya ku dengan rasa penasaran yang besar.
"Misi mengintai seseorang, Hanya itu yang bisa kujelaskan pada mu Jean. Karena informasi mengenai misi harus dijaga kerahasiaannya dengan baik."Jelasnya kepada ku.
Akhirnya terjawab sudah semua rasa penasaran ku terhadap apa yang dilakukan Nyonya Rin selama dia tidak berada di penginapan. Ternyata dia menjalankan misi mengintai seseorang ya. Dalam lamunan ku, Aku melihat 1 lagi kereta yang agak lumayan besar dan lagi-lagi kereta itu di kawal oleh beberapa orang yang menggunakan Zirah berwarna cokelat keemasan.
"Mentor, Siapa mereka? lalu orang-orang yang menggunakan Zirah berwarna cokelat keemasan itu siapa?" Tanya ku kepada Nyonya Rin dengan heran.
"Ah, mereka yang ada di dalam kereta itu mungkin adalah pemodal yang datang dari kerajaan untuk membuka bisnis di kota ini.." Jelasnya kepada ku.
"Lalu mereka yang menunggangi peco-peco?" Tanya ku lagi dengan cepat.
"Oh mereka, Mereka adalah kelas Knight. Kelas petarung jarak dekat yang biasanya menggunakan tombak dan pedang, Mungkin mereka kesini untuk mengawal para pemodal dari kerajaan." Jelasnya lagi kepada ku.
Aku memandang para pria yang menunggangi peco-peco itu, mereka terlihat sangat hebat dan kuat dengan baju zirah mereka dan jubahnya panjang. Tetapi entah kenapa aku tidak sama sekali berminat dengan kelas ini.
"Jean?, Ada apa? Kamu tertarik dengan kelas Knight?" Serunya sambil tersenyum ke arah ku.
"Ah tidak Mentor, Aku sama sekali tidak tertarik dengan kelas itu. Memang sih mereka terlihat keren tapi aku tidak tertarik Mentor." Jelasku kepada Nyonya Rin
Sambil tersenyum kecil dia bertanya kepada ku "Lalu, Kelas apa yang membuat mu tertarik Jean.."
"Kelas Assasin Cross seperti Mentor Rin, Kelihatannya hebat dan kuat..Lalu semua Assasin Cross pasti sebaik dan seramah Mentor." Aku menjawab pertanyaan dari mentor Rin dengan nada riang dan tersenyum lebar.
Senyum cerah yang tadi menghiasi Wajah Nyonya Rin kini berubah menjadi wajah Shock. "Kenapa kamu ingin menjadi Assasin Cross Jean?." Tanyanya dengan nada yang terdengar pelan dan pilu.
Aku yang masih heran kenapa wajah Nyonya Rin berubah ini menjawab dengan girang "Karena jika aku menjadi Assasin Cross, Aku bisa selalu bersama dengan mentor." Seru ku sambil tersenyum.
Kini wajah Nyonya Rin benar-benar berubah pucat dan sangat terkejut mendengar perkataan ku, Apa perkataan yang ku katakan salah?.
"Mentor ada apa? Mentor terlihat sedih?" Tanyaku kepada Nyonya Rin yang terkejut ketika aku bertanya kepadanya.
Dia masih diam tidak berbicara sepatah kata pun setelah ku ucapkan kata-kata tersebut, Kenapa Nyonya Rin terdiam seperti ini?. Tiba-tiba Nyonya Rin mengangkat wajahnya yang tadi tertunduk dan akhirnya berbicara.
"Apa Kamu sudah benar-benar siap menjadi Assasin Cross Jean?" Tanyanya dengan suara yang pelan kepada ku.
Aku yang mendengar hal itu langsung menjawab pertanyaan Nyonya Rin dengan sangat bersemangat. "Tentu saja mentor aku sudah siap, Sangat siap hehe..."
"Baiklah Besok kita akan pergi dari kota ini dan menuju ke daerah kerajaan." Lanjut Nyonya Rin. Wajahnya yang terlihat sedih kini tidak kunjung berubah, Aku tidak tahu kenapa Nyonya Rin terlihat sedih.
"Mentor? Ada apa?" tanya ku lagi penasaran.
Dengan sedikit senyum dia menjawab pertanyaan ku.."Tidak ada apa-apa Jean, Ayo kita lekas pulang dan bersiap untuk besok.." Seru Nyonya Rin.
"Baik Mentor.." Jawabku sambil tersenyum.
Banyak pabrik-pabrik yang sudah mulai menggunakan mesin produksi ramah lingkungan, Walaupun kadar asap dan debu di kota berkurang tetapi tidak dengan kebisingan yang di timbulkan oleh mesin-mesin produksi. Baik itu mesin produksi ramah lingkungan atau pun mesin produksi tipe lama yang masih mengeluarkan banyak asap, Kedua mesin itu sama-sama mengeluarkan suara mesin yang keras.
Hari ini aku sudah berjalan hampir seharian, Awalnya aku hanya ingin menguntit Nyonya Rin. Ya, Hal ini sudah kulakukan selama 3 hari belakangan, Tetapi aku selalu kehilangan jejaknya secara tiba-tiba. Apa mungkin Nyonya Rin tahu jika aku membuntuti dirinya?, Tidak tidak. Seingat ku aku membuntutinya dengan sangat hati-hati. Tidak mungkin Nyonya Rin menyadari kalau dia ku ikuti.
Hanyut dalam pikiran ku, Aku dikagetkan oleh air yang sedikit demi sedikit turun dari awan gelap yang menutupi sang matahari dan mengenai kepala ku. Ternyata hari ini cuaca hujan, Orang-orang yang berjalan di jalan utama berlari kesana-sini untuk mencari tempat berteduh, Begitu pula dengan ku yang sekarang berteduh di depan sebuah bangunan.
Di samping bangunan itu banyak terdapat monster peco-peco yang di ikatkan di tiang, Mungkin agar mereka tidak kabur?. Tapi sejauh yang ku lihat peco-peco yang di ikatkan di tiang itu semua terlihat aneh. Karena di bagian paruhnya mereka mengenakan sebuah pakaian yang terbuat dari besi. Lalu pada bagian punggung peco-peco itu terdapat sebuah benda yang terlihat seperti tempat duduk.
Angin berhembus dengan sangat liar diikuti dengan petir yang menggelegar, Hujan pun semakin deras. Aku yang berteduh di depan bangunan ini mulai terkena air hujan yang terbawa angin, Jadi kuputuskan untuk masuk kedalam bangunan yang aku pun tidak tahu bangunan apa ini.
Di dalam bangunan ini terlihat sangat elegan dan mahal, Sangat bertolak belakang dengan apa yang kulihat diluar sana. Aku melihat kesana kemari seakan kebingungan, Dan akhirnya aku mengetahui bahwa ini adalah restoran. Restoran ini terlihat dua kali lebih besar dari Ein Resto tempat aku biasa makan, Tanpa kusadari orang-orang yang sedang duduk dan menyantap makanan mereka melihat ke arah ku. Hampir semua orang yang ada di restoran ini.
"Hey nak, Kau mengotori restoran ini cepat sana keluar.." Seru pria berbadan besar mengenakan baju berwarna hitam.
"Ermm, Aku hanya berteduh disini." Jawab ku pelan
"Jika ingin berteduh, Berteduhlah diluar!!.. Restoran ini adalah restoran yang khusus dibangun untuk para pemodal dari kerajaan." Teriaknya keras kepada ku.
Tanpa basa-basi dia menarik baju ku dan membawa ku keluar dari bagunan itu. "kalau ingin berteduh disini saja, Lagi pula sebentar lagi hujan reda." Jelasnya sambil sedikit membentak ku.
Tapi perkataannya memang ada benarnya juga, Tidak beberapa lama aku menunggu, Hujan berangsur-angsur mereda. Para pejalan kaki yang tadinya berteduh kini kembali beraktifitas. Aku pun kembali meneruskan perjalanan ku yang tertunda, Walaupun sebenarnya aku sudah kehilangan jejak dari Nyonya Rin.
Pedagang yang tadinya berteduh pun kini kembali menjual dagangan mereka di pinggir jalan, Hal ini terlihat sangat biasa buat ku karena sudah lumayan lama aku berada di kota ini. Tapi hari ini aku banyak melihat kereta yang di tarik oleh burung peco-peco dan dikawal oleh beberapa orang menggunakan Zirah berwarna coklat keemasan. Di bagian dada dari zirahnya itu terdapat sebuah lambang, Aku tidak pernah melihat lambang ini sebelumnya? Siapa mereka?. Tanya ku heran dalam hati.
-------
Akhirnya karena putus asa dan tidak sama sekali menemukan jejak dari Nyonya Rin aku menghentikan pengintaian ku, Aku yang sedang berada di bangku taman kota Einbroch sambil memakan Roti isi daging yang kubeli dari pedagang jalanan, Masih berfikir dan bertanya-tanya siapa orang-orang berzirah itu dan apa yang mereka lakukan di sini.
"Jadi sudah menyerah membuntuti ku Jean?" Suara yang sangat ku kenal dengan baik ini mengejutkan ku, Karena terkejut aku pun tersedak dan terbatuk-batuk.
"Ohuk..ohok Mentor??!, Eh, Aku tidak membuntuti Mentor kok..?!" Jawabku panik sambil terbatuk-batuk karena tersedak roti yang kumakan.
Dia tertawa kecil seraya duduk disamping ku dan memberikan ku botol minuman. "haha, Tidak perlu berbohong..Aku dapat merasakan kamu membuntuti ku sudah 3 hari ini..Ini minum dulu supaya kamu tidak tersedak lagi.." Serunya.
Ku ambil botol yang berisi air itu dan langsung meneguknya sampai habis, Lega rasanya rasa sakit dan perih yang kurasakan di tenggorokan karena tersedak sudah hilang.
"Cara mu mengintai seseorang masih terlalu polos Jean hahaha, Kamu terlalu dekat dengan orang yang ingin kau intai, Seharusnya kamu mengambil jarak yang agak jauh.." Serunya sambil megajari ku ilmu baru.
Aku hanya menganguk dan menjawab pelan. "Baik Mentor, Lalu maafkan aku.."
"Ah, Tidak apa-apa bukan salah mu ko, Kamu pasti punya keingin tahuan yang besar akan misi yang kujalankan sekarang.." Serunya sambil megajak ku bercanda.
Mendengar kata-kata yang dikatakan Nyonya Rin aku benar-benar makin penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Nyonya Rin dan apa sebenarnya Misi yang di berikan untuk Nyonya Rin.
"Memangnya Misi seperti apa yang di jalankan oleh Mentor Rin?" Tanya ku dengan rasa penasaran yang besar.
"Misi mengintai seseorang, Hanya itu yang bisa kujelaskan pada mu Jean. Karena informasi mengenai misi harus dijaga kerahasiaannya dengan baik."Jelasnya kepada ku.
Akhirnya terjawab sudah semua rasa penasaran ku terhadap apa yang dilakukan Nyonya Rin selama dia tidak berada di penginapan. Ternyata dia menjalankan misi mengintai seseorang ya. Dalam lamunan ku, Aku melihat 1 lagi kereta yang agak lumayan besar dan lagi-lagi kereta itu di kawal oleh beberapa orang yang menggunakan Zirah berwarna cokelat keemasan.
"Mentor, Siapa mereka? lalu orang-orang yang menggunakan Zirah berwarna cokelat keemasan itu siapa?" Tanya ku kepada Nyonya Rin dengan heran.
"Ah, mereka yang ada di dalam kereta itu mungkin adalah pemodal yang datang dari kerajaan untuk membuka bisnis di kota ini.." Jelasnya kepada ku.
"Lalu mereka yang menunggangi peco-peco?" Tanya ku lagi dengan cepat.
"Oh mereka, Mereka adalah kelas Knight. Kelas petarung jarak dekat yang biasanya menggunakan tombak dan pedang, Mungkin mereka kesini untuk mengawal para pemodal dari kerajaan." Jelasnya lagi kepada ku.
Aku memandang para pria yang menunggangi peco-peco itu, mereka terlihat sangat hebat dan kuat dengan baju zirah mereka dan jubahnya panjang. Tetapi entah kenapa aku tidak sama sekali berminat dengan kelas ini.
"Jean?, Ada apa? Kamu tertarik dengan kelas Knight?" Serunya sambil tersenyum ke arah ku.
"Ah tidak Mentor, Aku sama sekali tidak tertarik dengan kelas itu. Memang sih mereka terlihat keren tapi aku tidak tertarik Mentor." Jelasku kepada Nyonya Rin
Sambil tersenyum kecil dia bertanya kepada ku "Lalu, Kelas apa yang membuat mu tertarik Jean.."
"Kelas Assasin Cross seperti Mentor Rin, Kelihatannya hebat dan kuat..Lalu semua Assasin Cross pasti sebaik dan seramah Mentor." Aku menjawab pertanyaan dari mentor Rin dengan nada riang dan tersenyum lebar.
Senyum cerah yang tadi menghiasi Wajah Nyonya Rin kini berubah menjadi wajah Shock. "Kenapa kamu ingin menjadi Assasin Cross Jean?." Tanyanya dengan nada yang terdengar pelan dan pilu.
Aku yang masih heran kenapa wajah Nyonya Rin berubah ini menjawab dengan girang "Karena jika aku menjadi Assasin Cross, Aku bisa selalu bersama dengan mentor." Seru ku sambil tersenyum.
Kini wajah Nyonya Rin benar-benar berubah pucat dan sangat terkejut mendengar perkataan ku, Apa perkataan yang ku katakan salah?.
"Mentor ada apa? Mentor terlihat sedih?" Tanyaku kepada Nyonya Rin yang terkejut ketika aku bertanya kepadanya.
Dia masih diam tidak berbicara sepatah kata pun setelah ku ucapkan kata-kata tersebut, Kenapa Nyonya Rin terdiam seperti ini?. Tiba-tiba Nyonya Rin mengangkat wajahnya yang tadi tertunduk dan akhirnya berbicara.
"Apa Kamu sudah benar-benar siap menjadi Assasin Cross Jean?" Tanyanya dengan suara yang pelan kepada ku.
Aku yang mendengar hal itu langsung menjawab pertanyaan Nyonya Rin dengan sangat bersemangat. "Tentu saja mentor aku sudah siap, Sangat siap hehe..."
"Baiklah Besok kita akan pergi dari kota ini dan menuju ke daerah kerajaan." Lanjut Nyonya Rin. Wajahnya yang terlihat sedih kini tidak kunjung berubah, Aku tidak tahu kenapa Nyonya Rin terlihat sedih.
"Mentor? Ada apa?" tanya ku lagi penasaran.
Dengan sedikit senyum dia menjawab pertanyaan ku.."Tidak ada apa-apa Jean, Ayo kita lekas pulang dan bersiap untuk besok.." Seru Nyonya Rin.
"Baik Mentor.." Jawabku sambil tersenyum.
0
Kutip
Balas