- Beranda
- Stories from the Heart
** [REAL STORY] THE POWER OF BELIEVING **
...
TS
denovo
** [REAL STORY] THE POWER OF BELIEVING **
Agan- agan sekalian, ane mau sharing sedikit mengenai sepenggal kisah hidup ane yang mungkin bisa memberi inspirasi buat agan-agan semua
Kisah ini nyata baru ane alamin tahun ini dan jujur kejadian ini mengubah hidup ane total
Ane anak pertama dari 2 bersaudara, bersama adik saya saat ini tulang punggung keluargapun harus saya bantu sebagian besar karena kondisi orang tua yang sudah tidak memungkinkan.
Nanti akan saya ceritakan lengkapnya
Oke tanpa lama-lama let's get it on then
Chapter 1 : HIT STRIKE
Sore hari sepulang kerja dari salah satu kawasan apartemen di Kelapa Gading, rasa lelah yang tak biasa ditambah rasa tidak enak di perut saya membuat saya berpikir sejenak untuk beristirahat di rumah agar kondisi jadi lebih enak walaupun pikiran masih dibayangi banyak kerjaan.
Buru-buru saya gas motor kesayangan secepatnya agar bisa cepat sampai rumah. Walau dengan kondisi seperti itu. Sesampainya di rumah, krn badan rasanya lepek sayapun mandi dahulu melepas rasa lelah bekerja seharian. Setelah mandi bau masakan dari dapurpun tak kuasa saya tahan, lalu dengan lahap pun saya habiskan soto daging buat makan malam yang ternyata menjadi makan malam terakhir saya saat itu.
Perut sayapun terasa kenyang, sembari itu saya sempatkan mencheck pekerjaan di laptop. Tiba-tiba perasaan tidak enak di perut yang saya rasakan di perjalanan pun mulai kambuh, rasa melilit ditambah rasa seperti diperas saya rasakan perlahan. Saya pikir mungkin rasa sakit ini gara-gara telat makan.
Adik saya ngelihat kejadian ini nyeloteh
“Kenapa lu ko? Kok kaya cacing kepanasan aja”
“Perut gw neh ga tau abis pulang kerja tiba2 sakit, maag keknya ni. Eh bagi obat maag u dulu dong biar agak enakan” balas saya.
“Neh, laopan busy tau mau pergi..” cetus adek saya.(Memang begini gaya bercandaan adek saya dari dulu)
" Oke thx ya, titip makanan dong klo ke mal sekalian"
" Dasarr, ntr deh buru2 dlu neh laopan"
(Dalam hati terdalam ane sering kali bertanya, apanya yg laopan coba ni orang dari dulu ngaku2 laopan
)
OK skip tak lama pembantu sayapun ngelihat hal yang mencurigakan sejak saya pulang mengapa saya memegang perut kiri saya terus.
Malamnya cuaca mendung tak lama guyuran hujan pun datang, rasa sakit itu mulai muncul kembali, lilitan ditambah perasan saya rasakan sepanjang malam di perut saya.
“Wah ini kenapa ya?” guman saya dalam hati
Padahal tadi sudah minum obat maag tapi ga ada reaksi sama sekali.
Jam menunjukkan pukul 12 malam, dan saya mulai merasakan keanehan di perut saya, rasa sakit tersebut tidak hilang bahkan makin mengguyur deras perut saya.![** [REAL STORY] THE POWER OF BELIEVING **](https://dl.kaskus.id/www.msnhiddenemoticons.com/Library/extra_large/talky/default/sad.gif)
Saya coba tidur miring ke kanan kiri pun rasa sakit tidak berkurang. Saya pun tak kuasa menahannya sampai keringat dingin pun mulai deras turun membasahi kasur.
Berulang kali saya ke wc untuk buang air besar tp rasanya sangat sulit sekali dan bahkan membuat rasa sakit tersebut hilang timbul. Kejadian tersebut saya rasakan sepanjang malam hingga pagi hari pukul 6 pagi. Rasa kantuk sepanjang malam terbayar lunas dengan rasa sakit sepanjang malam. Ini menjadi awal perjalanan akrab saya dengan rasa sakit tersebut.![** [REAL STORY] THE POWER OF BELIEVING **](https://dl.kaskus.id/www.msnhiddenemoticons.com/Library/extra_large/cheeky/default/cheeky_06.gif)
CHAPTER 1 : HIT STRIKE
CHAPTER 2 : COUNTDOWN
CHAPTER 3 : JUDGEMENT DAY PT 1
CHAPTER 4 : JUDGEMENT DAY PT 2
CHAPTER 5 : JUDGEMENT DAY PT 3
CHAPTER 6 : THE MESSAGE
Kisah ini nyata baru ane alamin tahun ini dan jujur kejadian ini mengubah hidup ane total
Ane anak pertama dari 2 bersaudara, bersama adik saya saat ini tulang punggung keluargapun harus saya bantu sebagian besar karena kondisi orang tua yang sudah tidak memungkinkan.
Nanti akan saya ceritakan lengkapnya
Oke tanpa lama-lama let's get it on then

Quote:
Chapter 1 : HIT STRIKE
Sore hari sepulang kerja dari salah satu kawasan apartemen di Kelapa Gading, rasa lelah yang tak biasa ditambah rasa tidak enak di perut saya membuat saya berpikir sejenak untuk beristirahat di rumah agar kondisi jadi lebih enak walaupun pikiran masih dibayangi banyak kerjaan.
Buru-buru saya gas motor kesayangan secepatnya agar bisa cepat sampai rumah. Walau dengan kondisi seperti itu. Sesampainya di rumah, krn badan rasanya lepek sayapun mandi dahulu melepas rasa lelah bekerja seharian. Setelah mandi bau masakan dari dapurpun tak kuasa saya tahan, lalu dengan lahap pun saya habiskan soto daging buat makan malam yang ternyata menjadi makan malam terakhir saya saat itu.

Perut sayapun terasa kenyang, sembari itu saya sempatkan mencheck pekerjaan di laptop. Tiba-tiba perasaan tidak enak di perut yang saya rasakan di perjalanan pun mulai kambuh, rasa melilit ditambah rasa seperti diperas saya rasakan perlahan. Saya pikir mungkin rasa sakit ini gara-gara telat makan.
Adik saya ngelihat kejadian ini nyeloteh
“Kenapa lu ko? Kok kaya cacing kepanasan aja”
“Perut gw neh ga tau abis pulang kerja tiba2 sakit, maag keknya ni. Eh bagi obat maag u dulu dong biar agak enakan” balas saya.
“Neh, laopan busy tau mau pergi..” cetus adek saya.(Memang begini gaya bercandaan adek saya dari dulu)
" Oke thx ya, titip makanan dong klo ke mal sekalian"

" Dasarr, ntr deh buru2 dlu neh laopan"
(Dalam hati terdalam ane sering kali bertanya, apanya yg laopan coba ni orang dari dulu ngaku2 laopan
)OK skip tak lama pembantu sayapun ngelihat hal yang mencurigakan sejak saya pulang mengapa saya memegang perut kiri saya terus.
Malamnya cuaca mendung tak lama guyuran hujan pun datang, rasa sakit itu mulai muncul kembali, lilitan ditambah perasan saya rasakan sepanjang malam di perut saya.
“Wah ini kenapa ya?” guman saya dalam hati

Padahal tadi sudah minum obat maag tapi ga ada reaksi sama sekali.
Jam menunjukkan pukul 12 malam, dan saya mulai merasakan keanehan di perut saya, rasa sakit tersebut tidak hilang bahkan makin mengguyur deras perut saya.
Saya coba tidur miring ke kanan kiri pun rasa sakit tidak berkurang. Saya pun tak kuasa menahannya sampai keringat dingin pun mulai deras turun membasahi kasur.
Berulang kali saya ke wc untuk buang air besar tp rasanya sangat sulit sekali dan bahkan membuat rasa sakit tersebut hilang timbul. Kejadian tersebut saya rasakan sepanjang malam hingga pagi hari pukul 6 pagi. Rasa kantuk sepanjang malam terbayar lunas dengan rasa sakit sepanjang malam. Ini menjadi awal perjalanan akrab saya dengan rasa sakit tersebut.
INDEX
Spoiler for INDEX:
CHAPTER 1 : HIT STRIKE
CHAPTER 2 : COUNTDOWN
CHAPTER 3 : JUDGEMENT DAY PT 1
CHAPTER 4 : JUDGEMENT DAY PT 2
CHAPTER 5 : JUDGEMENT DAY PT 3
CHAPTER 6 : THE MESSAGE
Diubah oleh denovo 23-04-2013 10:30
anasabila memberi reputasi
1
2.1K
Kutip
9
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
denovo
#1
Quote:
Chapter 2: COUNTDOWN
Fajar pun tiba, masih dengan rasa sakit yang sama.Ketika itu saya langsung menelpon om saya yang biasa tiap Kamis mampir kerumah untuk membawakan obat penghilang rasa sakit di perut saya.
"Pagi om, ini saya om."
"Iya kenapa?"
"Ini om, perut saya melilit banget sejak semalem. Bisa tolong titip obat ******* om?"
"Oh yauda kebetulan om masih di RS nanti +/- 1/2 jam lagi om sampai rumah mu"
"Makasih bgt ya om" jawab ane.

Dan kebetulan memang om saya datang pagi jadi sayapun bisa dgn cepat minum obat tersebut. Akhirnya memang benar nyeri di perut saya menghilang perlahan-lahan sehingga sayapun bisa tidur sejenak melepas lelah setelah berkelut sepanjang malam dengan rasa sakit.
Siangnya setelah beristirahat sejenak, sayapun kebawah untuk sarapan mengisi tenaga. Rasa lelah sepanjang malam pun sedikit sirna dengan tenaga dari sepiring nasi dan sup sayur. Selang beberapa jam kemudian, rasa sakit di perut saya kembali muncul dan sayapun kembali minum obat yang diberikan om saya untuk mengurangi sakit tersebut.
Lucunya kali ini saya merasakan rasa sakitnya hanya berkurang sedikit, tetapi saya biarkan saja sambil melanjutkan aktifitas saya mengcheck pekerjaan saya di laptop hingga sore.
Kira-kira pukul 7 malam, rasa nyeri tersebut semakin menusuk sampai sayapun harus berjalan perlahan sambil membungkuk menahan rasa sakit. Perlahan keringat dinginpun bercucuran , kembali sayapun minum obat dari om saya karena rasa sakit tersebut saya tidak kuasa lagi menahannya.
Perjalanan malampun saya rasakan sangat panjang, detik berganti menit berganti jam saya lalui dengan rasa lilitan dan perasan kadang tusukan di perut saya yang membuat saya harus berganti posisi duduk dan tidur berulang-ulang senyaman mungkin (hampir tiap 10menitan saya gonta ganti posisi)

Pukul 1 dini hari, rasa sakit itupun semakin merajalela dan untuk terakhir saya minum obat penahan sakit kembali agar saya bisa tidur sejenak.
Tampaknya usaha saya kali ini pun sia-sia, waktu menujukkan pukul 2 pagi dan sayapun semakin gelisah, berulang kali ke toilet untuk BAB tapi saya tidak bisa sama sekali.
"Wah ga bisa BAB skrg" feeling saya mulai merasa ini keknya serius deh
Rasa nyeri ditambah kembung yang amat sangat membuat sayapun berpikir untuk berobat ke RS paginya.
Yang saya lakukan sepanjang malam itu saya hanya bisa berdoa meminta Tuhan kuatkan saya lewati ini semua apapun yang nantinya terjadi. Sepanjang malam hingga dini hari saya lewati dengan derasanya keringat dingin serta rasa nyeri yang membuat sayapun akhirnya angkat tangan tanpa istirahat sejenakpun.
Dalam hati kecil sayapun saya sempat kesal sampai kapan saya harus merasakan ini terus Tuhan.
Berulang kali saya buka ipad saya melihat beberapa video untuk membunuh waktu sepanjang malam dan beberapa gambar yang bisa memotivasi saya. Sempat saya lihat 1 gambar yang membuat saya bisa sedikit senyum walau didera sakit ini. Gambar salah seorang teman lama saya yang bisa saya bilang senyumnya benar2 membuat hati saya adem.
Senyum manisnya dan raum merah pipinya ditambah raut wajahnya yang selalu berseri jika bertemu kembali terlintas.
Thx God for her being my friend.

Sepanjang malam, itulah salah satu bentuk syukur ane masih bisa senyum walau bsknya ane harus berobat ke RS dan penyakit ini kemungkinan besar serius.
0
Kutip
Balas