- Beranda
- Jokes & Cartoon
Kumpulan Cerita Pendek tentang Yahudi dan Kawan-Kawan
...
TS
widya poetra
Kumpulan Cerita Pendek tentang Yahudi dan Kawan-Kawan


Tolong dibaca dengan pikiran yang damai dan hati yang terbuka.

Kadang2 humor memang kejam.

List Cerita:
- Jam Tangan => hal. 1
- Masuk Surga => hal. 1
- Mengapa lebih dahulu laki-laki => hal. 1
- Bermain Judi => hal. 1
- Ganti Pakaian Dalam => hal. 1
- Tuhan Maha Baik => hal. 1
- Dokter atau Pengacara => hal. 1
- Permintaan Bodoh => hal. 1
- Teori Evolusi => hal. 1
- Orang Samaria Yang Baik Hati => hal. 1
- 5 Roti dan 2 Ikan => hal. 1
- Menyamar => hal. 1
- Pembeli selalu benar => link
- Terlihat Sama => link
- Tampar menampar => link
- Yang penting sayang ibu => link
- Binatang Menderita => link
- Lain Kali Saat Masih Panas => link
Jam Tangan
Seorang laki-laki muda Yahudi ganteng naik kereta menuju Odessa. Di sebelahnya duduk seorang pria tua.
Si Pemuda: "Permisi, maaf. Sekarang jam berapa ya?"
Pria Tua: "Haram jadah!"
Si pemuda merasa marah atas jawaban kasar pria tua tersebut lalu meminta penjelasan.
Pria Tua: "Kalau saya jawab, akhirnya kita akan ngobrol ngalor ngidul tentang politik, tentang perang, tentang budaya, dan akhirnya kita sama-sama tahu kalau kita orang Yahudi. Lalu, sesuai tradisi, saya kudu mengundang kamu bertamu ke rumah saya. Akhirnya kamu bertemu dengan puteri saya satu-satunya. Setelah bertemu beberapa kali, kamu dan puteri saya saling jatuh cinta. Akhirnya, kalian meminta restu saya untuk menikah. Memangnya kamu kira saya bakal memberi ijin menikahi puteri saya satu-satunya kepada kamu yang bahkan tidak mampu membeli jam tangan untuk diri sendiri? Haram jadah!!!"
Diubah oleh widya poetra 29-03-2014 20:03
0
10.3K
100
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Jokes & Cartoon
52.8KThread•6.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
widya poetra
#34
Pembeli Selalu Benar
Seorang Yahudi bekerja sebagai pelayan toko. Suatu saat bos toko tersebut sedang memperhatikan kinerja masing-masing pegawainya. Dilihatnya si Yahudi sedang berdebat sengit dengan seorang pembeli.
Pada jam istirahat, dipanggilah si Yahudi menghadap ke kantornya. Dengan nada marah si bos bertanya, "Tadi saya lihat kamu berdebat sengit dengan seorang pembeli. Betulkah itu? Atau saya salah paham?"
Si Yahudi menyahut, "Tuan tidak salah paham, saya memang berdebat dengan seorang pembeli."
Si bos bertanya lagi, "Apa maksud kamu sampai sebegitu lancangnya kamu berdebat dengan pembeli?"
Si Yahudi kembali menjawab, "Tuan tidak memahami masalahnya."
Si bos makin berang, "Tidak paham bagaimana??? Saya sendiri yang menciptakan slogan toko ini: PEMBELI SELALU BENAR!!"
Si Yahudi langsung menyahut, "Nah, itu masalahnya, tuan. Pembeli tadi ngotot bahwa dia yang salah."
Seorang Yahudi bekerja sebagai pelayan toko. Suatu saat bos toko tersebut sedang memperhatikan kinerja masing-masing pegawainya. Dilihatnya si Yahudi sedang berdebat sengit dengan seorang pembeli.
Pada jam istirahat, dipanggilah si Yahudi menghadap ke kantornya. Dengan nada marah si bos bertanya, "Tadi saya lihat kamu berdebat sengit dengan seorang pembeli. Betulkah itu? Atau saya salah paham?"
Si Yahudi menyahut, "Tuan tidak salah paham, saya memang berdebat dengan seorang pembeli."
Si bos bertanya lagi, "Apa maksud kamu sampai sebegitu lancangnya kamu berdebat dengan pembeli?"
Si Yahudi kembali menjawab, "Tuan tidak memahami masalahnya."
Si bos makin berang, "Tidak paham bagaimana??? Saya sendiri yang menciptakan slogan toko ini: PEMBELI SELALU BENAR!!"
Si Yahudi langsung menyahut, "Nah, itu masalahnya, tuan. Pembeli tadi ngotot bahwa dia yang salah."
0