TS
lacie.
[Orific] My World, My Feeling
berawal dari sebuah kegalauan karena UTS matematika 
Source : Google
PART 1 : WORLD; SUMMER
Daily Life
Lacrimosa
Raindrops and Puddles
Extreme Condition
Night
Luxury Time
Crisis
Creeping Shadow
Conversation
PART 2 : WORLD; FALL
Tension
Disorderly Design
Irreparable Mistake
Rising Beats
Just Being Near You
Conflicting Impressions
To You
Gigantic Silhoutte
Being Congenial
Hotpot
Memory
Shadow of the Truth
A Determined Heart
Result
New Days
Beyond the Sky
Oh Dear...
In the Middle of a Dream
Ruins
Down
For Tomorrow
Uneasiness
Breathlessly
While I Think...

Spoiler for Character:
Spoiler for Aku/Kakak (Zael):
Spoiler for Adik (Elza):
Source : Google
Spoiler for Warning:
Oh ya, tulisan di sini ada konten Incestnya, jadi kalo yang gak kuat, mending gak usah baca
Spoiler for Index:
PART 1 : WORLD; SUMMER
Daily Life
Lacrimosa
Raindrops and Puddles
Extreme Condition
Night
Luxury Time
Crisis
Creeping Shadow
Conversation
PART 2 : WORLD; FALL
Tension
Disorderly Design
Irreparable Mistake
Rising Beats
Just Being Near You
Conflicting Impressions
To You
Gigantic Silhoutte
Being Congenial
Hotpot
Memory
Shadow of the Truth
A Determined Heart
Result
New Days
Beyond the Sky
Oh Dear...
In the Middle of a Dream
Ruins
Down
For Tomorrow
Uneasiness
Breathlessly
While I Think...
Diubah oleh lacie. 26-06-2013 12:08
1
7.1K
Kutip
88
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
lacie.
#16
Creeping Shadow
Spoiler for Creeping Shadow:
Listrik.
Sebuah bentuk energi yang paling biasa dijumpai di kehidupan modern seperti sekarang, karena fungsinya yang dapat memudahkan sebagian besar pekerjaan.
Seluruh rumah di kota ini sudah terhubung oleh listrik, bahkan ada beberapa rumah yang mempunyai generator listriknya sendiri.
Rata – rata manusia sekarang sudah bergantung kepada energi tersebut, tidak terkecuali diriku, yang benar – benar bergantung padanya di malam hari.
Kenapa? Karena lampu bohlam sebagai pengganti sinar matahari membutuhkan listrik untuk menyala.
Aku tahu mata membutuhkan cahaya untuk memerhatikan sekitar, tapi bagiku bukan itu masalah utamanya.
Berbeda dengan langit malam yang masih terlihat agak terang karena bulan serta bintang, aku SANGAT tidak tahan bila di keadaan gelap gulita.
Pikiranku selalu menjadi gila setiap terjebak olehnya, bahkan lampu kamar kubiarkan menyala meski aku mau tertidur, karena aku tidak ingin
menghadapi hal tersebut meski hanya beberapa detik saja.
Kalau ditanya awalnya sih, sepertinya karena sebuah trauma.
Trauma menonton film pembunuhan waktu kecil, tepatnya, menonton salah satu cuplikan bagaimana pembunuhan sedang terjadi.
Cuplikan tersebut masih teringat jelas olehku, bagaimana sang korban tiba – tiba terpenggal dari kegelap... Ahh... lebih baik aku tidur saja sekara..
TEKK
Secara refleks aku membuka mata karena mendengar suara yang mengagetkan, dan... Apa aku membuka mata? Ohh... Brengsek.
BUKK
Aku terguling terjatuh dari kasurku, dan dengan sekuat tenaga langsung berdiri, lalu menghampiri meja belajar, mencari Handphone-ku yang memiliki fungsi sebagai senter juga.
Setelah mendapatkannya, tanpa basa – basi lagi aku segera keluar dari kamar dan menuruni tangga.
Hati – hati, dia berada di belakangmu.
Aku langsung menengok ke belakang, hanya melihat lorong tangga yang diterangi sedikit oleh Handphone-ku.
Oh tidak, sepertinya kepalaku sudah mulai...
Cepat! Sebelum dia menghampirimu!
“Aku tahu! Jadi kau diam saja!”
Tidak! Aku tidak akan diam!
“BERISIK! KENAPA KAU INGIN MENCELAKAKAN DIRIMU SENDIRI SIH!”
BUKK.
Kakiku salah mengambil langkah, dan itu menyebabkan aku terjatuh dari tangga.
Hey! Jangan diam saja! Cepat lari!
“BERISIK! AKU TAHU BODOH!
Aku langsung berdiri lagi untuk melanjutkan tujuanku, meski kepalaku terasa pusing, itu tidak akan membuatku berhenti untuk keluar dari kegelapan.
Dan kini, aku berdiri di depan sebuah pintu, yang kupikir adalah solusi agar
diriku menjadi tidak gila lagi.
Tok, tok, tok!
“Elza! Hey, Elza!”
Suara langkah kaki pun kudengar dari balik pintu, dan pintu tersebut terbuka, menunjukkan adikku yang sedang mengucek – ucek mata.
“Huaahh... Ada apa kak? Membangunkan diriku di tengah malam begini?”
“Malam ini kakak tidur denganmu ya?”
Matanya langsung terbuka lebar, lalu menjawab pertanyaanku.
“Ap... Oh pantas.”
Dia akhirnya menyadari bahwa sekarang sedang mati lampu, lalu mempersilahkanku masuk.
Kami berdua tidur di ranjang yang sama, meski terlihat aneh, tapi melihat dia yang terlelap di sebelahku seperti tidak peduli, kupikir aku tidak perlu mempermasalahkannya, terlebih kami kan adalah saudara sedarah.
Disamping hal tersebut, entah kenapa hal ini membuat diriku teringat akan masa lalu, bagaimana... Ibu selalu membacakan dongeng menjelang tidur untuk kami berdua.
Ahh... kenapa malam ini aku selalu ingat masa lalu ya?
Sebuah bentuk energi yang paling biasa dijumpai di kehidupan modern seperti sekarang, karena fungsinya yang dapat memudahkan sebagian besar pekerjaan.
Seluruh rumah di kota ini sudah terhubung oleh listrik, bahkan ada beberapa rumah yang mempunyai generator listriknya sendiri.
Rata – rata manusia sekarang sudah bergantung kepada energi tersebut, tidak terkecuali diriku, yang benar – benar bergantung padanya di malam hari.
Kenapa? Karena lampu bohlam sebagai pengganti sinar matahari membutuhkan listrik untuk menyala.
Aku tahu mata membutuhkan cahaya untuk memerhatikan sekitar, tapi bagiku bukan itu masalah utamanya.
Berbeda dengan langit malam yang masih terlihat agak terang karena bulan serta bintang, aku SANGAT tidak tahan bila di keadaan gelap gulita.
Pikiranku selalu menjadi gila setiap terjebak olehnya, bahkan lampu kamar kubiarkan menyala meski aku mau tertidur, karena aku tidak ingin
menghadapi hal tersebut meski hanya beberapa detik saja.
Kalau ditanya awalnya sih, sepertinya karena sebuah trauma.
Trauma menonton film pembunuhan waktu kecil, tepatnya, menonton salah satu cuplikan bagaimana pembunuhan sedang terjadi.
Cuplikan tersebut masih teringat jelas olehku, bagaimana sang korban tiba – tiba terpenggal dari kegelap... Ahh... lebih baik aku tidur saja sekara..
TEKK
Secara refleks aku membuka mata karena mendengar suara yang mengagetkan, dan... Apa aku membuka mata? Ohh... Brengsek.
BUKK
Aku terguling terjatuh dari kasurku, dan dengan sekuat tenaga langsung berdiri, lalu menghampiri meja belajar, mencari Handphone-ku yang memiliki fungsi sebagai senter juga.
Setelah mendapatkannya, tanpa basa – basi lagi aku segera keluar dari kamar dan menuruni tangga.
Hati – hati, dia berada di belakangmu.
Aku langsung menengok ke belakang, hanya melihat lorong tangga yang diterangi sedikit oleh Handphone-ku.
Oh tidak, sepertinya kepalaku sudah mulai...
Cepat! Sebelum dia menghampirimu!
“Aku tahu! Jadi kau diam saja!”
Tidak! Aku tidak akan diam!
“BERISIK! KENAPA KAU INGIN MENCELAKAKAN DIRIMU SENDIRI SIH!”
BUKK.
Kakiku salah mengambil langkah, dan itu menyebabkan aku terjatuh dari tangga.
Hey! Jangan diam saja! Cepat lari!
“BERISIK! AKU TAHU BODOH!
Aku langsung berdiri lagi untuk melanjutkan tujuanku, meski kepalaku terasa pusing, itu tidak akan membuatku berhenti untuk keluar dari kegelapan.
Dan kini, aku berdiri di depan sebuah pintu, yang kupikir adalah solusi agar
diriku menjadi tidak gila lagi.
Tok, tok, tok!
“Elza! Hey, Elza!”
Suara langkah kaki pun kudengar dari balik pintu, dan pintu tersebut terbuka, menunjukkan adikku yang sedang mengucek – ucek mata.
“Huaahh... Ada apa kak? Membangunkan diriku di tengah malam begini?”
“Malam ini kakak tidur denganmu ya?”
Matanya langsung terbuka lebar, lalu menjawab pertanyaanku.
“Ap... Oh pantas.”
Dia akhirnya menyadari bahwa sekarang sedang mati lampu, lalu mempersilahkanku masuk.
Kami berdua tidur di ranjang yang sama, meski terlihat aneh, tapi melihat dia yang terlelap di sebelahku seperti tidak peduli, kupikir aku tidak perlu mempermasalahkannya, terlebih kami kan adalah saudara sedarah.
Disamping hal tersebut, entah kenapa hal ini membuat diriku teringat akan masa lalu, bagaimana... Ibu selalu membacakan dongeng menjelang tidur untuk kami berdua.
Ahh... kenapa malam ini aku selalu ingat masa lalu ya?
Fin
Diubah oleh lacie. 29-03-2013 10:26
0
Kutip
Balas