- Beranda
- Berita dan Politik
JK: Belum Ada Bukti Jokowi Sukses
...
TS
mdsetiawan86
JK: Belum Ada Bukti Jokowi Sukses

JAKARTA - Joko Widodo selalu digadang-gadang sebagai sosok yang pantas maju sebagai calon presiden (capres). Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak sepakat dengan usulan itu. Menurutnya, pria yang biasa disapa Jokowi itu belum pantas diusung jadi capres.
Dia menyarankan agar Jokowi konsentrasi dulu dengan pekerjaannya sebagai gubernur DKI Jakarta. "Jangan berpikir dulu jadi presiden. Karena masyarakat mendukung itu baru dalam tahap harapan, nah harapannya itu harus dibuktikan," kata JK kepada Okezone di kantor pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, baru-baru ini.
Selama ini, kata dia, Jokowi dihargai lalu didukung jadi calon presiden bukan karena bukti bahwa kinerjanya membangun Ibu Kota sukses. "Macet masih macet, banjir masih banjir, kumuh masih. Belum ada buktinya sukses," tegasnya.
Jika berhasil menjadi Gubernur DKI, pria kelahiran Bone itu yakin pada waktunya Jokowi akan dipercaya masyarakat untuk jadi presiden. Menurut JK, keyakinannya bukan bualan semata, tapi sudah ada bukti. Lee Myung-bak bisa jadi presiden Korea Selatan karena sukses jadi wali Kota Seoul. Contoh lainnya yakni Presiden Mesir, Ahmadinejad yang sebelumnya berhasil membenahi Teheran.
"Kalau banjir, macet, kekumuhan teratasi, perkelahian tidak ada, langsung tidak usah pakai kampanye lah. Itu terbukti bukan hanya Jokowi," ujarnya.
Mantan menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu mengatakan, jika Jokowi terpengaruh dengan desakan untuk jadi calon presiden, maka ketika tidak berhasil mantan walikota Solo itu akan merasakan sakit luar biasa. "Jadi sabar untuk membuktikan," ungkapnya.
"Saya yang mengajak Jokowi ke Jakarta. Saya punya harapan pada dia, kalau dia terlalu cepat bergeser banyak orang yang kecewa, nanti orang menyalahkan saya," tambahnya seraya tersenyum.
Tapi JK yakin jika Jokowi tidak akan tergoda dengan hasil survei beberapa lembaga yang menunjukkan jika elektabilitas pria bertubuh kurus itu tinggi. "Saya tidak yakin dia tergoda," pungkasnya.
http://news.okezone.com/read/2013/03...-jokowi-sukses
pasnastak... ready?? get set!! Go!!!!


Curhat tokoh nasional

1. Muhaimin Iskandar : saya ini cuma iseng kritik jokowi, cuma buat eksis, eh dihujathabis2an
2. Bang Yos : bukannya saya ga peduli jakarta, tapi, apek saya kritik Jokowi, saya diseranghabis-habisan
3. Rhoma Irama : ketimbang dihujat habis2an, mending ikut memuja-pujiaja lah

4. Yusuf Mansyur : “wooo… Maaf ya. Maafin saya. Ga mikir gitu koq”. (terlanjur dicaci makivia twiter)
5. Amien Rais : saya memang kritis, tapi kalo saya terlalu kritis, bakalan banyak pasnastak yang whuadaw whuadaw
hot target?
Quote:
Diubah oleh mdsetiawan86 28-03-2013 10:50
0
33.7K
513
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.9KThread•58.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mdsetiawan86
#65
Dihina Karena Kritik Jokowi, Yusuf Mansur Dibela HMI Sumber: http://www.dakwatuna.co

dakwatuna.com – Jakarta. Massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta Barat melakukan aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Mereka mengecam pendukung tim sukses Joko Widodo-Basuki T Purnama (Ahok) yang diduga telah menghina Ustaz kondang, Yusuf Mansur.
Hinaan itu bermunculan setelah Yusuf Mansyur dalam account twitternya menulis soal pemimpin yang amanah. Tetapi kicauan ini lantas dikaitkan dengan kepemimpinan Jokowi di Solo para pengguna twitter.
Alhasil, kicauan ini langsung mendapat respon dari account yang selama ini membela Jokowi dengan nada menghina Yusuf Mansur. Seperti misalnya, “@kurawa: tapi ingat tad substansi&timing anda bcr spt itu jgn pikir kita ini bodoh” yusuf hanya menjawab “wooo… Maaf ya. Maafin saya. Ga mikir gitu koq”.
@asbabul_junub: Ente dibayar berapa sama Foke? ustad abal2 ente nih” kemudian dijawab dengan santai “(Maksudnya? Saya paham, pasti ttg tweet saya ya? Itu universal Pak),” balas YM sebutan nama Yusuf Mansyur
Tindakan para pendukung Jokowi-Ahok ini dinilai oleh HMI sebagai bentuk tindakan yang keterlaluan. Ketua Umum HMI cab Jakarta Barat, Rhezki Jovie Pratama mengatakan dalam orasinya setalah sebelumnya Rhoma Irama yang dinilai sara, kini Ustadz Yusuf Mansyur. Menurutnya, apa yang salah dari mereka sebagai seorang mubalig yang berdakwah dan mengingatakan umat islam.
“Ustadz Yusuf Mansyur hanya mengingatkan jemaahnya dalam akun twitternya, tiba-tiba diserang dan dihujat oleh relawan kotak-kotak dengan bahasa yang sungguh sangat menyakitkan ummat muslim, ini pemilu gaya apa?” Kata Jovie, Minggu (9/9).
Jovie mengatakan sebagai keluarga besar HMI, dirinya menghimbau kepada relawan Foke-Nara dan Jokowi-Ahok untuk tidak mengusik, menganggu dan menghina ulama islam yang sedang berdakwah dan mengingatkan umat. “Menganggu ulama sama saja menganggu umat islam, kami akan selalu berada di garda terdepan untuk membela ustadz dan ulama dalam menjalankan syiar islamnya, apalagi sampai ulama dan ustad kami yang notabenenya pemimpin kami di hujat dan dihina,” tandasnya.
Dalam aksinya para mahasiswa ini mengenakan baju koko dan membawa spanduk dan poster, “Jangan Hina Ustad Kami” sampaikan kitab suci itu bukan SARA, “Cintai Ulama Jangan Sakiti”. “Musuh Ulama=Musuh Kami”. “Stop Penghinaan ustad dan ulama”. “Yusuf Mansyur yes Sekluer no”. “Jangan pojoki ulama lewat twitter” aksi ini cukup menarik perhatian para pengguna jalan. (awa/jpnn)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/09/227...#ixzz2OipuGZVR
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
0