TS
simamats
[Orific] Simfoni Cahaya Bulan
Sebuah fantasy yang kepikiran di WC
Karena masih newbie (karya pertama ane), tolong dimaklumi kalo banyak salah penulisan kata
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321031509.jpg)
Mohon saran dan kritikannya, tapi jangan sadis2 yah
Karena masih newbie (karya pertama ane), tolong dimaklumi kalo banyak salah penulisan kata

Oke gw persembahkan *sound effect trompet* :
Simfoni Cahaya Bulan
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321031509.jpg)
(picture by Alicedeadqueen)
Genre : Slice of life, Adventure, Pyschological, Fantasy.
Spoiler for Sinopsis:
Di dunia dimana Manusia dan Beastman saling berperang tiada henti, memperebutkan wilayah dan mengusir satu sama lain. Dunia dimana Iblis yang berada d ibalik layarlah memutarkan dunia untuk bergerak melawan porosnya. Dunia dimana tuhan ragu untuk mempertahankan dunianya. Dunia sudah mencapai siklus kehancuran, seperti dunia sebelumnya.
Namun di balik itu semua, ternyata terdapat kisah tersendiri di dalamnya yang tidak terjamah, dan tidak tertulis dalam sejarah. Kisah dimana bocah lelaki bertanduk yang memegang peranan penting dalam pemutusan takdir dunia. Namun sebelum kisah besar itu terjadi, kisah ini di awali dari sesuatu yang sangat sederhana. Seoorang Ibu yang kehilangan suaminya, anaknya yang bertanduk, dan seoorang malaikat bisu yang jatuh dari langit.
Namun di balik itu semua, ternyata terdapat kisah tersendiri di dalamnya yang tidak terjamah, dan tidak tertulis dalam sejarah. Kisah dimana bocah lelaki bertanduk yang memegang peranan penting dalam pemutusan takdir dunia. Namun sebelum kisah besar itu terjadi, kisah ini di awali dari sesuatu yang sangat sederhana. Seoorang Ibu yang kehilangan suaminya, anaknya yang bertanduk, dan seoorang malaikat bisu yang jatuh dari langit.
Spoiler for Character:
Character :
Karakter2 yang akan muncul di cerita ini, kebanyakan akan muncul di simfoni 2, yang merupakan inti cerita ini. Untuk penjelasan karakter sendiri mungkin akan gw simpan, dan gw taro di ceritanya. Ini bentuk pemeran2nya aja buat bayangan haha (btw untuk Racke, dan Eve gw ganti desainnya, tapi ini desain awalnya)
1. Racke Lanard (protagonist)
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025203.jpg)
2. Eva (Malaikat Bisu)
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025303.jpg)
3. Zee
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025327.jpg)
4. ???
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025406.jpg)
5. Harankas
Karakter2 yang akan muncul di cerita ini, kebanyakan akan muncul di simfoni 2, yang merupakan inti cerita ini. Untuk penjelasan karakter sendiri mungkin akan gw simpan, dan gw taro di ceritanya. Ini bentuk pemeran2nya aja buat bayangan haha (btw untuk Racke, dan Eve gw ganti desainnya, tapi ini desain awalnya)
1. Racke Lanard (protagonist)
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025203.jpg)
2. Eva (Malaikat Bisu)
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025303.jpg)
3. Zee
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025327.jpg)
4. ???
![[Orific] Simfoni Cahaya Bulan](https://s.kaskus.id/images/2013/03/21/3277891_20130321025406.jpg)
5. Harankas
Spoiler for Index:
Simfoni I : Matahari Senja
Chapter 1 ~ Surat
Chapter 2 ~ Malaikat Bisu
Chapter 3.1 ~ Hutan Keramat 1
Chapter 3.2 ~ Hutan Keramat 2
Chapter 3.2~ Hutan Keramat 2 (Lanjutan)
Chapter 4 ~Kisah~
Chapter 5 ~Perpisahan~
Chapter 6 ~Perbatasan~ part 1
Chapter 6 ~Perbatasan~ part 2
Chapter 7 ~Anak Terkutuk~
Chapter 7 ~Anak Terkutuk~ Part 2
Chapter 1 ~ Surat
Chapter 2 ~ Malaikat Bisu
Chapter 3.1 ~ Hutan Keramat 1
Chapter 3.2 ~ Hutan Keramat 2
Chapter 3.2~ Hutan Keramat 2 (Lanjutan)
Chapter 4 ~Kisah~
Chapter 5 ~Perpisahan~
Chapter 6 ~Perbatasan~ part 1
Chapter 6 ~Perbatasan~ part 2
Chapter 7 ~Anak Terkutuk~
Chapter 7 ~Anak Terkutuk~ Part 2
Mohon saran dan kritikannya, tapi jangan sadis2 yah

Diubah oleh simamats 04-08-2015 00:21
nona212 memberi reputasi
1
7.8K
Kutip
42
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
simamats
#6
Spoiler for Simfoni I ~Chapter 4:
Chapter 4 : Kisah
Aku tidak kuat melihat anakku sekarang.
Terduduk diam di kegelapan, bersama teman imajinasinya tertawa bersama.
Dia butuh kasih sayang dan perlindungan, namun caraku salah dalam merawatnya.
Kini dia gila dalam kegelapan itu, aku sudah tidak tahan lagi.
***
“Racke…”
“Ibu?”
Sebelum kubuka pembicaraan ini, Racke tersenyum diantara kegelapan saat aku tidak berada disana, tersenyum oleh siapa? Teman imajinasinya? Aku ingin berbicara tentang sesuatu padanya, menghilangkan kesepiannya yang terjebak dalam ruang bawah tanah ini.
“Ibu, aku ingin berbicara sesuatu dengan ibu”
Belum sempat kubicara, dia sudah ingin bicara denganku? Apa mungkin dia ingin keluar dari tempat ini?
“Ibu, aku mau keluar dari…”
“Ibu tau nak.. maafkan ibu mengurungmu disini. Ini demi kebaikanmu”
Aku memeluknya, aku ingin memberitahunya bahwa perilaku ku ini semata-mata demi melindunginya.
“Mau kah kau dengar kisah tentang ibu dan ayahmu yang sering kau cari-cari itu nak?”
Racke membuka mulutnya, ingin mengeluarkan sesuatu kata dari mulutnya. Namun kemudian menutupnya, dan mengangguk kepadaku. Lalu kisah ku tentang dirinya, semoga bisa mengiringi kesepiannya ditempat ini.
***
Ibu bukanlah keluarga kerajaan. Hanya seoorang warga desa biasa, dari keluarga seoorang pedagang yang banyak mengililingi kerajaan. Banyak kisah didalamnya, yang mengantarkanku berada disini, bersamamu dan juga ayahmu.
Dinamai oleh kakekmu Hilda, dan ibu lupa tentang nama belakang ibu. Ya.. ibu sudah lama melupakan nama belakang yang kelam itu. Kelam? Kisah Ibu sebagai keluarga pedagang, bukan kisah yang indah untuk didengar, namun akan ibu ceritakan. Ini merupakan bagian penting yang mengantarkan kisahku bertemu dengan ayahmu.
Semua berawal dari perjalanan ibu menuju kerajaan Saymour, dimana kerajaan itu sedang berperang melawan beastman. Diperjalanan yang dekat dengan perbatasan beastman, wagon kakek diserang. Pikirmu pasti beastman yang menyerang wagon ibu bukan? Namun bukan, manusia lah yang menyerang wagon kakek, yang saat itu aku menemaninya pergi kekerajaan itu.
Para bandit itu menarik kakek, menjatuhkannya ditanah, lalu membunuhnya. Ya, semua itu dilakukannya dihadapanku.
Nyatanya manusia dan beastman tidaklah berbeda, mereka sama-sama berpikir dan mereka sama-sama keji dalam membunuh. Apa yang berbeda bila beastman menghilang dari muka bumi ini? Jika banyak manusia jahat seperti ini, pikir ibu saat itu.
Lalu mereka melihat ibu, dan ibu berlari sekencang mungkin menuju hutan. Menangisi kepergian kakekmu, dan merasakan ketakutan yang sangat karena mengejar ibu dengan sangat cepat. Semua harapan mulai hilang, diriku lelah, dan aku tertangkap oleh bandit itu.
Memikirkan apa yang akan mereka lakukan pada ibu? Ibu ingin mati saja saat itu. Namun saat itu, kisah ibu bertemu ayahmu bara saja dimulai.
Semua itu diawali saat ibu berada dimarkas para bandit, dan menemukan tawanan didalamnya, Ibu bertemu ayahmu.
***
“Apa kau ingin kabur dari tempat ini?”
Dia membangunkan ibu yang sedang tertidur. Ibu dan ayahmu berbeda jeruji, namun suaranya dapat membangunkan ibu, tanpa membangunkan orang-orang yang menjaga kami saat itu.
“Ambilkan sapu yang ada didekat penjaga, aku berjanji, kita akan kabur dari tempat ini”
Aku memandangnya. Matanya penuh keberanian, kemarahan, dan dendam. Bajunya lusuh, dan dia tersenyum penuh percaya diri, walaupun kini dirinya diantara hidup dan mati. Dari semua orang yang ketakutan, dirinya bukanlah seperti mereka-mereka yang tertangkap.
“Psst..Cepat!”
Aku lalu mengambil sapu dengan berhati-hati. Penjaga hampir tersadar saat sapu yang kuambil menyenggol kursinya, namun dia tertidur kembali. Lalu aku memberikan sapu tersebut kepada dirinya.
Ayahmu membawa tali, dan pisau di dalam sepatunya. Mengikat pisau itu diantara sapu, lalu dia tersenyum dan berteriak.
“Tolong, arghhh perutku!!!”
Aku terkaget, apa yang dia mau lakukan saat itu?
Penjaga terbangun dan segera pergi ke arah jeruji. Menendang jeruji itu kencang2, hingga tawanan-tawanan yang tertidur ikut terbangun melihat kejadian itu.
Lalu semua melihatnya, ayahmu menyerang dengan cepat si penjaga dengan pisau yang dia sambungkan dengan sapu tepat mengenai leher penjaga. Membunuhnya seketika.
Aku ingin berteriak saat itu, namun aku tahu hal itu merupakan tindakan yang bodoh pastinya.
Ayahmu dan tawanan lainnya menyeret tubuh penjaga dan mengambil kunci yang berada dicelananya.
“Siapa disini yang lihai bermain pedang?!!”
Ayahmu berteriak diantara tawanan yang dia lepaskan, satu orang menunjukan tangannya. Lalu dia lemparkan pedang milik orang yang dia bunuh itu keorang tersebut.
Kemudian memandangku, tersenyum.
“Terima kasih, siapa namamu?”
“Hilda”
“Aku Lenard”
Ya, disitu entah mengapa, aku mulai mengagguminya.
Saat itu, para tawanan dengan diketuai ayah, membantai semua bandit yang sedang tertidur dengan diam-diam. Lalu kami mengambil semua harta mereka, dan berpisah dijalan bersama tawanan lainnya menuju desa terdekat.
Ibu dan ayahmu tentu saja tidak berpisah, entah kenapa aku memegang tangannya erat, berkata bahwa diriku sudah tidak memiliki rumah lagi, dan ayah ibu yang merupakan satu-satunya keluarga yang ibu punya terbunuh saat itu. Ayahmu, kemudian mengajak ibu keberbagai tempat. Kami bertualang, dan memiliki banyak pengalaman indah didalamnya, itu kisah yang berbeda tentu saja, yang akan ibu ceritakan di lain hari.
***
Kemudian kami sudah dewasa, dan menikah. Ayahmu bekerja sebagai pemburu kerajaan. Pekerjaan yang berbahaya namun ibu saat itu tidak menolak keputusan dia menjadi pemburu, karena ibu percaya pada ayahmu.
Kita menetap ditempat ayahmu dilahirkan, tentu saja didesa yang kita diami bersama sekarang. Ayahmu sudah memiliki derajat yang istimewa, dikerajaan juga didesa. Namanya sudah terkenal diseluruh kerajaan sebagai pahlawan, penyelamat, dan banyak lagi. Petualangan kami membuatnya menjadi orang yang terhormat didesa ini.
Lalu lahirnya dirimu, merupakan anugrah terbesar kami.
Namun Ibu, Ayah, dan Warga desa kaget dengan tanduk dikepalamu. Walau berbeda dan kau memliki kaki sama seperti kami, tandukmu itu merupakan sesuatu yang diperdebatkan oleh warga desa. Warga desa menyuruh ayahmu untuk membunuhmu, namun ayahmu tidak melakukannya, dan memohon para tetua desa untuk menerimamu dan merahasiakan hal ini. Karena desa mempunyai hutang budi yang besar pada ayahmu, mereka membolehkanmu untuk tinggal disini, dan merahasiakan dirimu.
“Dia akan menjadi anak normal. Dia bukanlah beastman, dia spesial, dia pasti anak yang ditunjuk tuhan yang akan memiliki takdir yang hebat. Aku menjamin itu”
Ayah berkata itu pada ibu, tentu saja Ibu percaya akan hal itu.
Sampai pada akhirnya hal itu terjadi. Ayahmu menghilang dalam misinya, pencariannya menemukan sesuatu mahluk mistik yang mendukung para beastman. Pencarian itu berada didesa yang sama dengan tempat tinggalnya, membuatnya menghilang tanpa bekas, diiringi suara mengerikan dihutan tersebut.
Kau tahu kisah selanjutnya dimana warga desa mencoba mencarinya, namun ikut menghilang. Kini mereka tidak mempunyai hormat ke kita lagi.
Namun Ibu percaya bahwa ayah…
***
“Ibu, aku bertemu dengan ayah”
Racke memotong kisahku, dengan kalimat yang menganggetkan itu.
“Kau bertemu dengannya dimimpi lagi?”
“Tidak, aku bertemu dengannya di hutan itu”
Mungkin khayalnya lagi, anak ini sering sekali berkhayal bukan?
“Dia berkata bahwa kita harus pergi dari desa ini, akan ada bahaya terjadi didesa ini. Ibu percayalah padaku”
Dia hanya ingin melihat dunia luas bukan? Belum waktunya nak..
“Racke dengarkan ibu..”
“Aku melihatnya bu, sebuah peri emas, dan ayah… Ayah sudah lama mati ibu, dan rohnya mencoba melindungku dari nasib yang sama dengan dirinya.. Aku melihat ayah dimakan oleh mahluk gelap…”
“DIAM!!!”
Aku marah, membentak dirinya.
Dia berkata bahwa suamiku telah mati?, dan apa-apaan itu roh, dan lain-lain. Membuat harapanku hilang kembali dengan khayalnya. Apa dia ingin menyiksaku dengan khayalnya itu?
“Ibu…”
“DIAM!!, Ibu kecewa denganmu nak. Sepertinya kau tidak akan keluar dalam waktu lama!!”
“IBU!!, Desa kita dalam bahaya, dan…!!”
Aku keluar dari tempat gelap itu, menutup pintu hingga suara anakku tidak terdegar lagi. Kakiku lemas, dan aku menutup kupingku. Aku tidak mau percaya akan khayalnya.
Air mataku mengalir, lalu kisah-kisah itu berputar lagi diotakku. Dia tidak mungkin mati, setelah banyak peristiwa yang kujalani bersamanya.
Ya, anak itu pasti berkhayal lagi bukan?
Aku tidak kuat melihat anakku sekarang.
Terduduk diam di kegelapan, bersama teman imajinasinya tertawa bersama.
Dia butuh kasih sayang dan perlindungan, namun caraku salah dalam merawatnya.
Kini dia gila dalam kegelapan itu, aku sudah tidak tahan lagi.
***
“Racke…”
“Ibu?”
Sebelum kubuka pembicaraan ini, Racke tersenyum diantara kegelapan saat aku tidak berada disana, tersenyum oleh siapa? Teman imajinasinya? Aku ingin berbicara tentang sesuatu padanya, menghilangkan kesepiannya yang terjebak dalam ruang bawah tanah ini.
“Ibu, aku ingin berbicara sesuatu dengan ibu”
Belum sempat kubicara, dia sudah ingin bicara denganku? Apa mungkin dia ingin keluar dari tempat ini?
“Ibu, aku mau keluar dari…”
“Ibu tau nak.. maafkan ibu mengurungmu disini. Ini demi kebaikanmu”
Aku memeluknya, aku ingin memberitahunya bahwa perilaku ku ini semata-mata demi melindunginya.
“Mau kah kau dengar kisah tentang ibu dan ayahmu yang sering kau cari-cari itu nak?”
Racke membuka mulutnya, ingin mengeluarkan sesuatu kata dari mulutnya. Namun kemudian menutupnya, dan mengangguk kepadaku. Lalu kisah ku tentang dirinya, semoga bisa mengiringi kesepiannya ditempat ini.
***
Ibu bukanlah keluarga kerajaan. Hanya seoorang warga desa biasa, dari keluarga seoorang pedagang yang banyak mengililingi kerajaan. Banyak kisah didalamnya, yang mengantarkanku berada disini, bersamamu dan juga ayahmu.
Dinamai oleh kakekmu Hilda, dan ibu lupa tentang nama belakang ibu. Ya.. ibu sudah lama melupakan nama belakang yang kelam itu. Kelam? Kisah Ibu sebagai keluarga pedagang, bukan kisah yang indah untuk didengar, namun akan ibu ceritakan. Ini merupakan bagian penting yang mengantarkan kisahku bertemu dengan ayahmu.
Semua berawal dari perjalanan ibu menuju kerajaan Saymour, dimana kerajaan itu sedang berperang melawan beastman. Diperjalanan yang dekat dengan perbatasan beastman, wagon kakek diserang. Pikirmu pasti beastman yang menyerang wagon ibu bukan? Namun bukan, manusia lah yang menyerang wagon kakek, yang saat itu aku menemaninya pergi kekerajaan itu.
Para bandit itu menarik kakek, menjatuhkannya ditanah, lalu membunuhnya. Ya, semua itu dilakukannya dihadapanku.
Nyatanya manusia dan beastman tidaklah berbeda, mereka sama-sama berpikir dan mereka sama-sama keji dalam membunuh. Apa yang berbeda bila beastman menghilang dari muka bumi ini? Jika banyak manusia jahat seperti ini, pikir ibu saat itu.
Lalu mereka melihat ibu, dan ibu berlari sekencang mungkin menuju hutan. Menangisi kepergian kakekmu, dan merasakan ketakutan yang sangat karena mengejar ibu dengan sangat cepat. Semua harapan mulai hilang, diriku lelah, dan aku tertangkap oleh bandit itu.
Memikirkan apa yang akan mereka lakukan pada ibu? Ibu ingin mati saja saat itu. Namun saat itu, kisah ibu bertemu ayahmu bara saja dimulai.
Semua itu diawali saat ibu berada dimarkas para bandit, dan menemukan tawanan didalamnya, Ibu bertemu ayahmu.
***
“Apa kau ingin kabur dari tempat ini?”
Dia membangunkan ibu yang sedang tertidur. Ibu dan ayahmu berbeda jeruji, namun suaranya dapat membangunkan ibu, tanpa membangunkan orang-orang yang menjaga kami saat itu.
“Ambilkan sapu yang ada didekat penjaga, aku berjanji, kita akan kabur dari tempat ini”
Aku memandangnya. Matanya penuh keberanian, kemarahan, dan dendam. Bajunya lusuh, dan dia tersenyum penuh percaya diri, walaupun kini dirinya diantara hidup dan mati. Dari semua orang yang ketakutan, dirinya bukanlah seperti mereka-mereka yang tertangkap.
“Psst..Cepat!”
Aku lalu mengambil sapu dengan berhati-hati. Penjaga hampir tersadar saat sapu yang kuambil menyenggol kursinya, namun dia tertidur kembali. Lalu aku memberikan sapu tersebut kepada dirinya.
Ayahmu membawa tali, dan pisau di dalam sepatunya. Mengikat pisau itu diantara sapu, lalu dia tersenyum dan berteriak.
“Tolong, arghhh perutku!!!”
Aku terkaget, apa yang dia mau lakukan saat itu?
Penjaga terbangun dan segera pergi ke arah jeruji. Menendang jeruji itu kencang2, hingga tawanan-tawanan yang tertidur ikut terbangun melihat kejadian itu.
Lalu semua melihatnya, ayahmu menyerang dengan cepat si penjaga dengan pisau yang dia sambungkan dengan sapu tepat mengenai leher penjaga. Membunuhnya seketika.
Aku ingin berteriak saat itu, namun aku tahu hal itu merupakan tindakan yang bodoh pastinya.
Ayahmu dan tawanan lainnya menyeret tubuh penjaga dan mengambil kunci yang berada dicelananya.
“Siapa disini yang lihai bermain pedang?!!”
Ayahmu berteriak diantara tawanan yang dia lepaskan, satu orang menunjukan tangannya. Lalu dia lemparkan pedang milik orang yang dia bunuh itu keorang tersebut.
Kemudian memandangku, tersenyum.
“Terima kasih, siapa namamu?”
“Hilda”
“Aku Lenard”
Ya, disitu entah mengapa, aku mulai mengagguminya.
Saat itu, para tawanan dengan diketuai ayah, membantai semua bandit yang sedang tertidur dengan diam-diam. Lalu kami mengambil semua harta mereka, dan berpisah dijalan bersama tawanan lainnya menuju desa terdekat.
Ibu dan ayahmu tentu saja tidak berpisah, entah kenapa aku memegang tangannya erat, berkata bahwa diriku sudah tidak memiliki rumah lagi, dan ayah ibu yang merupakan satu-satunya keluarga yang ibu punya terbunuh saat itu. Ayahmu, kemudian mengajak ibu keberbagai tempat. Kami bertualang, dan memiliki banyak pengalaman indah didalamnya, itu kisah yang berbeda tentu saja, yang akan ibu ceritakan di lain hari.
***
Kemudian kami sudah dewasa, dan menikah. Ayahmu bekerja sebagai pemburu kerajaan. Pekerjaan yang berbahaya namun ibu saat itu tidak menolak keputusan dia menjadi pemburu, karena ibu percaya pada ayahmu.
Kita menetap ditempat ayahmu dilahirkan, tentu saja didesa yang kita diami bersama sekarang. Ayahmu sudah memiliki derajat yang istimewa, dikerajaan juga didesa. Namanya sudah terkenal diseluruh kerajaan sebagai pahlawan, penyelamat, dan banyak lagi. Petualangan kami membuatnya menjadi orang yang terhormat didesa ini.
Lalu lahirnya dirimu, merupakan anugrah terbesar kami.
Namun Ibu, Ayah, dan Warga desa kaget dengan tanduk dikepalamu. Walau berbeda dan kau memliki kaki sama seperti kami, tandukmu itu merupakan sesuatu yang diperdebatkan oleh warga desa. Warga desa menyuruh ayahmu untuk membunuhmu, namun ayahmu tidak melakukannya, dan memohon para tetua desa untuk menerimamu dan merahasiakan hal ini. Karena desa mempunyai hutang budi yang besar pada ayahmu, mereka membolehkanmu untuk tinggal disini, dan merahasiakan dirimu.
“Dia akan menjadi anak normal. Dia bukanlah beastman, dia spesial, dia pasti anak yang ditunjuk tuhan yang akan memiliki takdir yang hebat. Aku menjamin itu”
Ayah berkata itu pada ibu, tentu saja Ibu percaya akan hal itu.
Sampai pada akhirnya hal itu terjadi. Ayahmu menghilang dalam misinya, pencariannya menemukan sesuatu mahluk mistik yang mendukung para beastman. Pencarian itu berada didesa yang sama dengan tempat tinggalnya, membuatnya menghilang tanpa bekas, diiringi suara mengerikan dihutan tersebut.
Kau tahu kisah selanjutnya dimana warga desa mencoba mencarinya, namun ikut menghilang. Kini mereka tidak mempunyai hormat ke kita lagi.
Namun Ibu percaya bahwa ayah…
***
“Ibu, aku bertemu dengan ayah”
Racke memotong kisahku, dengan kalimat yang menganggetkan itu.
“Kau bertemu dengannya dimimpi lagi?”
“Tidak, aku bertemu dengannya di hutan itu”
Mungkin khayalnya lagi, anak ini sering sekali berkhayal bukan?
“Dia berkata bahwa kita harus pergi dari desa ini, akan ada bahaya terjadi didesa ini. Ibu percayalah padaku”
Dia hanya ingin melihat dunia luas bukan? Belum waktunya nak..
“Racke dengarkan ibu..”
“Aku melihatnya bu, sebuah peri emas, dan ayah… Ayah sudah lama mati ibu, dan rohnya mencoba melindungku dari nasib yang sama dengan dirinya.. Aku melihat ayah dimakan oleh mahluk gelap…”
“DIAM!!!”
Aku marah, membentak dirinya.
Dia berkata bahwa suamiku telah mati?, dan apa-apaan itu roh, dan lain-lain. Membuat harapanku hilang kembali dengan khayalnya. Apa dia ingin menyiksaku dengan khayalnya itu?
“Ibu…”
“DIAM!!, Ibu kecewa denganmu nak. Sepertinya kau tidak akan keluar dalam waktu lama!!”
“IBU!!, Desa kita dalam bahaya, dan…!!”
Aku keluar dari tempat gelap itu, menutup pintu hingga suara anakku tidak terdegar lagi. Kakiku lemas, dan aku menutup kupingku. Aku tidak mau percaya akan khayalnya.
Air mataku mengalir, lalu kisah-kisah itu berputar lagi diotakku. Dia tidak mungkin mati, setelah banyak peristiwa yang kujalani bersamanya.
Ya, anak itu pasti berkhayal lagi bukan?
0
Kutip
Balas