- Beranda
- Stories from the Heart
Kalau kamu terus mencari yg terbaik, maka kamu tidak kan pernah berhenti mencari
...
TS
richard.parker
Kalau kamu terus mencari yg terbaik, maka kamu tidak kan pernah berhenti mencari
-------Halo Juragan-----
Sebelumnya ane cuma silent reader, kayanya asik juga belajar nulis disini
Sebelum dibaca monggo gan ini beberapa catatan yg perlu diperhatikan di sini
:
Sebelumnya ane cuma silent reader, kayanya asik juga belajar nulis disini

Sebelum dibaca monggo gan ini beberapa catatan yg perlu diperhatikan di sini
:Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh richard.parker 21-04-2013 01:10
anasabila memberi reputasi
1
55.9K
757
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
richard.parker
#72
Tragedi part III
Zee :"luna..., mamanya masuk rumah sakit, ga sadarkan diri barusan aja dia sms"
DEG..jantung gue berdegup kencang, gue cuma mematung mendengarnya..gue bingung
Rasta yg sadar akan keadaan lantas mengusulkan untuk menjenguknya di RS, bergegas kami semua pun menuju RS. Sepanjang perjalanan hai gue gelisah gue bener bener merasa bersalah...
Sampai di tumah sakit kita langsung menuju ke resepsionis dan mendapati mamanya dirawat di lantai tiga. Kami pun menuju lantai 3 dan disambut sebuah tangisan...
Gue lihat adik luna luthfi keluar dari kamar sembari menangis dan memukul mukul tembok...
Rasta berusaha menenangkannya, zee shabat dekat luna spontan masuk ke ruangan tempat mamanya dirawat...
Gue diem...mematung, kepala gue kosong...
Malam itu gue merasa jadi cowok yg paling jahat di dunia...
Gue bener bener menyesal...
Zee keluar beberapa saat kemudian dan mengkonfirmasi ,"innalilahi..baru aja menInggal, kakaknya sebentar lg datang, kayanya sementara kita keluar dulu kita tunggu aja di rumahnya luna. Gaenak rame rame gini"
..mendengar perkataan zee sepertinya benar benar menampar diri gue..., jahat banget rasanya apa yg sudah gue lakuin selama ini
Tak terasa butiran air mata menetes dari mata gue..., dan gue terus mematung dengan isak tangis ketika Rasta menyeret gue keluar ke parkiran ,:"ayo bodoh, gue tau perasaan lu tapi ayo kita tunggu di rumahnya aja"
Sepanjang jalan ke rumah Luna gue diem menangis tertahan, penyesalan memang selalu datang terakhir..., rasta yg mengerti keadaan gue terus berusaha menenangkan.
Di rumah Luna kami semua menunggu...,cukup lama hingga ambulan pun datang bersama rombongan...
Luna turun dan berjalan menuju dalam rumah, ia sempat terdiam sesaat di depan gue, melihat gue yg terus menangis seperti anak kecil lalu berlalu..., itu adalah pertama kali kami bertatap muka setelah seharian dia memalingkan mukanya...
Kami terus menunggu, tetangga makin ramai berdatangan..., hingga luna pun akhirnya keluar dari dalam rumah, matanya sembab...
Luna :"makasih ya semuanya, besok dimakaminnya jam 9an di xxxx"
Rasta :"yg kuat yaa yg sabar"
Luna :"makasi yaa.."
Zee :"tabah ya neng, yg sabar"
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari mulut ajay, bocil, dan beberapa temen yg saat itu masih ada disitu.., kecuali dari gue.
Gue cuma nangis, gue terlalu malu untuk sekedar mengucapkan belasungkawa..
Luna terdiam sejenak memperhatikan gue dan berjalan menghampiri...
Gue :"maaf..maaf" (terbata bata sembari menangis)
To be continued...
DEG..jantung gue berdegup kencang, gue cuma mematung mendengarnya..gue bingung
Rasta yg sadar akan keadaan lantas mengusulkan untuk menjenguknya di RS, bergegas kami semua pun menuju RS. Sepanjang perjalanan hai gue gelisah gue bener bener merasa bersalah...
Sampai di tumah sakit kita langsung menuju ke resepsionis dan mendapati mamanya dirawat di lantai tiga. Kami pun menuju lantai 3 dan disambut sebuah tangisan...
Gue lihat adik luna luthfi keluar dari kamar sembari menangis dan memukul mukul tembok...
Rasta berusaha menenangkannya, zee shabat dekat luna spontan masuk ke ruangan tempat mamanya dirawat...
Gue diem...mematung, kepala gue kosong...
Malam itu gue merasa jadi cowok yg paling jahat di dunia...
Gue bener bener menyesal...
Zee keluar beberapa saat kemudian dan mengkonfirmasi ,"innalilahi..baru aja menInggal, kakaknya sebentar lg datang, kayanya sementara kita keluar dulu kita tunggu aja di rumahnya luna. Gaenak rame rame gini"
..mendengar perkataan zee sepertinya benar benar menampar diri gue..., jahat banget rasanya apa yg sudah gue lakuin selama ini
Tak terasa butiran air mata menetes dari mata gue..., dan gue terus mematung dengan isak tangis ketika Rasta menyeret gue keluar ke parkiran ,:"ayo bodoh, gue tau perasaan lu tapi ayo kita tunggu di rumahnya aja"
Sepanjang jalan ke rumah Luna gue diem menangis tertahan, penyesalan memang selalu datang terakhir..., rasta yg mengerti keadaan gue terus berusaha menenangkan.
Di rumah Luna kami semua menunggu...,cukup lama hingga ambulan pun datang bersama rombongan...
Luna turun dan berjalan menuju dalam rumah, ia sempat terdiam sesaat di depan gue, melihat gue yg terus menangis seperti anak kecil lalu berlalu..., itu adalah pertama kali kami bertatap muka setelah seharian dia memalingkan mukanya...
Kami terus menunggu, tetangga makin ramai berdatangan..., hingga luna pun akhirnya keluar dari dalam rumah, matanya sembab...
Luna :"makasih ya semuanya, besok dimakaminnya jam 9an di xxxx"
Rasta :"yg kuat yaa yg sabar"
Luna :"makasi yaa.."
Zee :"tabah ya neng, yg sabar"
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari mulut ajay, bocil, dan beberapa temen yg saat itu masih ada disitu.., kecuali dari gue.
Gue cuma nangis, gue terlalu malu untuk sekedar mengucapkan belasungkawa..
Luna terdiam sejenak memperhatikan gue dan berjalan menghampiri...
Gue :"maaf..maaf" (terbata bata sembari menangis)
To be continued...
Diubah oleh richard.parker 21-04-2013 00:03
0

dan Rate bintang 5 kalau berkenan gan