- Beranda
- Mancanegara
Japan A to Z: All about Travelling in Japan
...
TS
wewintj
Japan A to Z: All about Travelling in Japan
Halo. Permisi mimin dan momod serta sepuh dan seluruh kaskuser traveller. Permisi newbie mau bikin thread. Ane lihat tidak ada thread yang mencakup tentang semua hal tentang Jepang, jadi semoga thread ini bisa sesuai pada tempatnya. Di sini ane mau sajikan informasi tentang Jepang dari A sampai Z. Semoga bisa menjadi tempat komunikasi dan sharing mengenai traveling ke Jepang. Segala pertanyaan, saran, tambahan, dll diterima dengan senang hati. 
Tentang Saya
Saya adalah orang Indonesia, hobi flashpacking (semacam backpacking namun sedikit berbeda) yang tinggal di Tokyo, Jepang. Saya sudah pernah datang ke Jepang sebagai wisatawan, sebagai murid, dan juga sekarang kerja di Jepang dan berbisnis dengan orang Jepang jadi semoga saya punya sedikit gambaran tentang Jepang dari berbagai perspektif yang berbeda deh. Hehehe.
Sekilas Tentang Jepang
Jepang, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Japan, atau Nihon dalam bahasa Jepang itu sendiri, adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Negara yang sering dijuluki sebagai Negeri Sakura atau Negeri Matahari Terbit ini adalah perpadauan antara masa lalu dan masa depan. Teknologi canggih, deretan pencakar langit, fashion dan gaya hidup modern berkembang bersama tradisi dan kebudayaan yang telah berumur ribuan tahun. Jepang adalah suatu teater kontradiksi. Banyak perusahaan dan korporasi Jepang, ambillah contoh Mitsubishi, Toyota, Nissan, Honda, Canon, dll mendominasi di dunia. Namun ketika membaca berita finansial sepertinya Jepang sedang dalam masalah keuangan yang parah. Banyak kota besar di Jepang sangat modern dan berteknologi tinggi, namun bangunan kayu klasik dan kuil keluarga berumur ratusan tahun masih dapat ditemukan di sebelah kondominium mewah yang harga sewanya mencapai ¥2.000.000 atau sekitar Rp 200.000.000,- per bulan. Anime-anime yang cute bertebaran, namun pornografi yang paling hardcore pun dapat ditemukan di tempat yang sama. Ketika saya tinggal di apartemen saya dulu yang jelek, dari jendela kecil tempat saya merokok di malam hari bisa dilihat suatu kondominium mewah yang di dalamnya terdapat baying-bayang TV raksasa yang lebih tinggi dari manusia. Di apartemen saya yang sekarang ini meskipun relatif modern dengan toilet otomatis ber-touchscreen (ya, beneran), dari balkon saya masih bisa melihat suatu balkon apartemen kecil berpintu geser kayu, di mana seorang kakek sepuh akan keluar beberapa kali sehari untuk melihat bonsai-bonsainya. Begitu juga pemandangan para eksekutif Jepang yang berdasi dan berjas, namun melakukan pembicaraan bisnis duduk tanpa kursi sambil menikmati teh hijau panas. Kebudayaan yang amat beragam ini menurut saya akan membuat kemungkinan anda akan bosan di Jepang menjadi kecil sekali.
Sejarah Jepang
Kepulauan Jepang mulai dihuni mulai 50.000 tahun lalu menurut bukti-bukti arkeologi. Menurut legenda yang ada di masyarakat, Kaisar Jimmu memerintah mulai abad ke-7 sebelum Masehi dan terus menerus menurunkan tahtanya sampai kekaisaran yang sekarang ini. Namun para arkeolog dan sejarawan mengatakan bahwa menurut bukti-bukti yang ada, kekaisaran ini dimulai dari abad ke-3 Masehi yang disebut sebagai Periode Kofun, dimana Jepang mendapat pengaruh kuat dari China, mulai penggunaan sumpit, agama Buddha Mahayana, sampai permainan Go.
Pada Periode Asuka, Jepang mulai memiliki pemerintahan sentral dan baru pada Periode Nara, Jepang memiliki kekaisaran yang kuat beribukota di Nara. Kemudian pada Periode Heian ibukota Jepang dipindahkan ke Kyoto. Pengaruh China juga sangat kuat pada masa ini sehingga tak heran kebudayaan Jepang ada mirip-miripnya dengan China. Kemudian ada Periode Kamakura dan Periode Muromachi. ketika para samurai memiliki kekuatan politik. Samurai terkuat yang memiliki pengaruh ini disebut Shogun. Terjadilah perang turun-temurun antar penguasa daerah ini sampai Tokugawa Ieyasu berhasil menyatukan kembali Jepang pada tahun 1600. Shogun Tokugawa memerintah dari Edo atau yang hari ini disebut sebagai Tokyo.
Selama ribuan tahun sejarahnya, kontak Jepang hanya dilakukan dengan China dan Korea. Hal ini berubah ketika sebuah kapal AS dibawah kepemimpinan Matthew Perry mendarat di Yokohama pada 1854 dan memaksa Jepang membuka diri untuk perdagangan dengan dunia barat. Perjanjian pun ditandatangani dan para shogun pun kehilangan kekuasaan ketika timbul Restorasi Meiji pada 1867. Restorasi Meiji ini mirip pemaksaan globalisme pada masyarakat Jepang namun ternyata memiliki pengaruh baik bagi modernisasi. Industri Jepang sangat berkembang setelah Restorasi meiji, dibuktikan dengan perkembangan teknologi, universitas, pabrik-pabrik, bangunan dari batu bata, serta pembangunan bandara serta rel kereta api. Perkembangan Jepang sangat pesat pada masa ini, bahkan gempa bumi pada 1923 yang menghancurkan lebih dari 70% Tokyo dan membunuh 100.000 orang, nyaris tidak dapat menghentikan perkembangan ini.
Jepang yang memiliki wilayah sempit dan sumber daya yang terbatas, akhirnya melakukan invansi ke China. Pada 1895 Jepang menguasai Taiwan, Korea, dan sebagian Manchuria. Bahkan pada 1905 Jepang mengalahkan Rusia, yang dicatat sebagai kejutan sekaligus titik balik sejarah bahwa bangsa Asia bisa mengalahkan bangsa Eropa yang pada waktu itu dianggap tak terkalahkan. Pada 1931 Jepang melakukan serangan total ke China dan pada 1941 telah memiliki armada yang amat kuat. Tahun itulah Jepang menyerang Pearl Harbor, menghancurkan armada Pasifik Amerika Serikat sebagai persiapan menguasai Asia Tenggara yang kaya sumber daya alam. Bersekutu dengan Jerman dan Italia dalam perang yang dikenal sebagai Perang Dunia ke-II ini, akhirnya Jepang menyerah ketika bom atom meledak di Hiroshima dan Nagasaki. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Jepang diduduki bangsa asing, dan kekaisaran kehilangan kekuasaannya. Jepang mulai saat itu menjadi bangsa demokratis dengan Amerika Serikat membangun pangkalan perangnya di sana. Jepang tidak lama-lama dalam kehancuran akibat kalah perang. Hanya sepuluh tahun setelah bom atom, Hiroshima dan Nagasaki telah kembali menjadi pusat ekonomi yang kuat seperti sebelum perang. Produk-produk Jepang membanjiri pasar negara barat dan korporasi besar di Jepang semakin menggurita. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan para pengusaha (sering disebut sebagai Japan Inc. di barat), bangsa kepulauan kecil yang hancur dalam perang telah kembali sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Namun tiada pesta yang tak berakhir. Pertumbuhan yang pesat ini juga akhirnya usai. Bursa saham Tokyo, Nikkei, akhirnya kolaps pada 1989, turun berantakan. Harga real estate jatuh sampai sepertiga, bursa saham turun sampai setengah, ditambah lagi sebuah gempa besar di Kobe pada 1995. Ditambah lagi utang pemerintah yang mencapai 2x GDP, permasalahan menuanya usia penduduk, dan masih banyak lagi, membuat tahun 1990 an disebut sebagai “lost decade” di Jepang. Akhirnya Jepang pun dilewati oleh China. Jepang memang dalam krisis, namun ekonominya masih tetap sangat tinggi untuk standar dunia sekalipun. GDP daerah Kanto (Tokyo dan sekitarnya) masih setara dengan keseluruhan Britania Raya. GDP daerah Kansai (Osaka dan sekitarnya) masih setara dengan keseluhan negeri Belanda.
Orang Jepang
Sebagai sebuah negara kepulauan yang relative terisolasi dari bangsa asing selama berabad-abad, populasi Jepang relatif sangat homogen. Lebih dari 97% warga Jepang adalah orang asli Jeapng. Minoritas kebanyakan dari etnis China dan Korea, dengan total sekitar 2 juta jiwa. Orang Jepang dikenal dengan kesopanannya dan dikenal cukup ramah pada pendatang. Generasi muda Jepang biasanya tertarik untuk bertemu dan berteman dengan wisatawan asing.
Namun ada juga orang-orang Jepang yang tertutup pada bangsa asing. Orang-orang ini dapat dibagi menjadi 2. Pertama, mereka yang memang rasis dan malas berurusan dengan orang asing (外人 gaijin). Kedua, orang yang malu saja. Banyak teman bule saya yang bercerita bahwa orang Jepang terutama generasi tua agak enggan berbicara dengan mereka karena takut tidak bisa bahasa Inggris. Banyak pula teman Jepang saya yang berkata bahwa mereka mengaku sungkan bila berbicara dengan orang Eropa, dll karena malu akan kemampuan berbahasa Inggrisnya.

Tentang Saya
Saya adalah orang Indonesia, hobi flashpacking (semacam backpacking namun sedikit berbeda) yang tinggal di Tokyo, Jepang. Saya sudah pernah datang ke Jepang sebagai wisatawan, sebagai murid, dan juga sekarang kerja di Jepang dan berbisnis dengan orang Jepang jadi semoga saya punya sedikit gambaran tentang Jepang dari berbagai perspektif yang berbeda deh. Hehehe.
Sekilas Tentang Jepang
Jepang, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Japan, atau Nihon dalam bahasa Jepang itu sendiri, adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Negara yang sering dijuluki sebagai Negeri Sakura atau Negeri Matahari Terbit ini adalah perpadauan antara masa lalu dan masa depan. Teknologi canggih, deretan pencakar langit, fashion dan gaya hidup modern berkembang bersama tradisi dan kebudayaan yang telah berumur ribuan tahun. Jepang adalah suatu teater kontradiksi. Banyak perusahaan dan korporasi Jepang, ambillah contoh Mitsubishi, Toyota, Nissan, Honda, Canon, dll mendominasi di dunia. Namun ketika membaca berita finansial sepertinya Jepang sedang dalam masalah keuangan yang parah. Banyak kota besar di Jepang sangat modern dan berteknologi tinggi, namun bangunan kayu klasik dan kuil keluarga berumur ratusan tahun masih dapat ditemukan di sebelah kondominium mewah yang harga sewanya mencapai ¥2.000.000 atau sekitar Rp 200.000.000,- per bulan. Anime-anime yang cute bertebaran, namun pornografi yang paling hardcore pun dapat ditemukan di tempat yang sama. Ketika saya tinggal di apartemen saya dulu yang jelek, dari jendela kecil tempat saya merokok di malam hari bisa dilihat suatu kondominium mewah yang di dalamnya terdapat baying-bayang TV raksasa yang lebih tinggi dari manusia. Di apartemen saya yang sekarang ini meskipun relatif modern dengan toilet otomatis ber-touchscreen (ya, beneran), dari balkon saya masih bisa melihat suatu balkon apartemen kecil berpintu geser kayu, di mana seorang kakek sepuh akan keluar beberapa kali sehari untuk melihat bonsai-bonsainya. Begitu juga pemandangan para eksekutif Jepang yang berdasi dan berjas, namun melakukan pembicaraan bisnis duduk tanpa kursi sambil menikmati teh hijau panas. Kebudayaan yang amat beragam ini menurut saya akan membuat kemungkinan anda akan bosan di Jepang menjadi kecil sekali.
Sejarah Jepang
Kepulauan Jepang mulai dihuni mulai 50.000 tahun lalu menurut bukti-bukti arkeologi. Menurut legenda yang ada di masyarakat, Kaisar Jimmu memerintah mulai abad ke-7 sebelum Masehi dan terus menerus menurunkan tahtanya sampai kekaisaran yang sekarang ini. Namun para arkeolog dan sejarawan mengatakan bahwa menurut bukti-bukti yang ada, kekaisaran ini dimulai dari abad ke-3 Masehi yang disebut sebagai Periode Kofun, dimana Jepang mendapat pengaruh kuat dari China, mulai penggunaan sumpit, agama Buddha Mahayana, sampai permainan Go.
Pada Periode Asuka, Jepang mulai memiliki pemerintahan sentral dan baru pada Periode Nara, Jepang memiliki kekaisaran yang kuat beribukota di Nara. Kemudian pada Periode Heian ibukota Jepang dipindahkan ke Kyoto. Pengaruh China juga sangat kuat pada masa ini sehingga tak heran kebudayaan Jepang ada mirip-miripnya dengan China. Kemudian ada Periode Kamakura dan Periode Muromachi. ketika para samurai memiliki kekuatan politik. Samurai terkuat yang memiliki pengaruh ini disebut Shogun. Terjadilah perang turun-temurun antar penguasa daerah ini sampai Tokugawa Ieyasu berhasil menyatukan kembali Jepang pada tahun 1600. Shogun Tokugawa memerintah dari Edo atau yang hari ini disebut sebagai Tokyo.
Selama ribuan tahun sejarahnya, kontak Jepang hanya dilakukan dengan China dan Korea. Hal ini berubah ketika sebuah kapal AS dibawah kepemimpinan Matthew Perry mendarat di Yokohama pada 1854 dan memaksa Jepang membuka diri untuk perdagangan dengan dunia barat. Perjanjian pun ditandatangani dan para shogun pun kehilangan kekuasaan ketika timbul Restorasi Meiji pada 1867. Restorasi Meiji ini mirip pemaksaan globalisme pada masyarakat Jepang namun ternyata memiliki pengaruh baik bagi modernisasi. Industri Jepang sangat berkembang setelah Restorasi meiji, dibuktikan dengan perkembangan teknologi, universitas, pabrik-pabrik, bangunan dari batu bata, serta pembangunan bandara serta rel kereta api. Perkembangan Jepang sangat pesat pada masa ini, bahkan gempa bumi pada 1923 yang menghancurkan lebih dari 70% Tokyo dan membunuh 100.000 orang, nyaris tidak dapat menghentikan perkembangan ini.
Jepang yang memiliki wilayah sempit dan sumber daya yang terbatas, akhirnya melakukan invansi ke China. Pada 1895 Jepang menguasai Taiwan, Korea, dan sebagian Manchuria. Bahkan pada 1905 Jepang mengalahkan Rusia, yang dicatat sebagai kejutan sekaligus titik balik sejarah bahwa bangsa Asia bisa mengalahkan bangsa Eropa yang pada waktu itu dianggap tak terkalahkan. Pada 1931 Jepang melakukan serangan total ke China dan pada 1941 telah memiliki armada yang amat kuat. Tahun itulah Jepang menyerang Pearl Harbor, menghancurkan armada Pasifik Amerika Serikat sebagai persiapan menguasai Asia Tenggara yang kaya sumber daya alam. Bersekutu dengan Jerman dan Italia dalam perang yang dikenal sebagai Perang Dunia ke-II ini, akhirnya Jepang menyerah ketika bom atom meledak di Hiroshima dan Nagasaki. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Jepang diduduki bangsa asing, dan kekaisaran kehilangan kekuasaannya. Jepang mulai saat itu menjadi bangsa demokratis dengan Amerika Serikat membangun pangkalan perangnya di sana. Jepang tidak lama-lama dalam kehancuran akibat kalah perang. Hanya sepuluh tahun setelah bom atom, Hiroshima dan Nagasaki telah kembali menjadi pusat ekonomi yang kuat seperti sebelum perang. Produk-produk Jepang membanjiri pasar negara barat dan korporasi besar di Jepang semakin menggurita. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan para pengusaha (sering disebut sebagai Japan Inc. di barat), bangsa kepulauan kecil yang hancur dalam perang telah kembali sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Namun tiada pesta yang tak berakhir. Pertumbuhan yang pesat ini juga akhirnya usai. Bursa saham Tokyo, Nikkei, akhirnya kolaps pada 1989, turun berantakan. Harga real estate jatuh sampai sepertiga, bursa saham turun sampai setengah, ditambah lagi sebuah gempa besar di Kobe pada 1995. Ditambah lagi utang pemerintah yang mencapai 2x GDP, permasalahan menuanya usia penduduk, dan masih banyak lagi, membuat tahun 1990 an disebut sebagai “lost decade” di Jepang. Akhirnya Jepang pun dilewati oleh China. Jepang memang dalam krisis, namun ekonominya masih tetap sangat tinggi untuk standar dunia sekalipun. GDP daerah Kanto (Tokyo dan sekitarnya) masih setara dengan keseluruhan Britania Raya. GDP daerah Kansai (Osaka dan sekitarnya) masih setara dengan keseluhan negeri Belanda.
Orang Jepang
Sebagai sebuah negara kepulauan yang relative terisolasi dari bangsa asing selama berabad-abad, populasi Jepang relatif sangat homogen. Lebih dari 97% warga Jepang adalah orang asli Jeapng. Minoritas kebanyakan dari etnis China dan Korea, dengan total sekitar 2 juta jiwa. Orang Jepang dikenal dengan kesopanannya dan dikenal cukup ramah pada pendatang. Generasi muda Jepang biasanya tertarik untuk bertemu dan berteman dengan wisatawan asing.
Namun ada juga orang-orang Jepang yang tertutup pada bangsa asing. Orang-orang ini dapat dibagi menjadi 2. Pertama, mereka yang memang rasis dan malas berurusan dengan orang asing (外人 gaijin). Kedua, orang yang malu saja. Banyak teman bule saya yang bercerita bahwa orang Jepang terutama generasi tua agak enggan berbicara dengan mereka karena takut tidak bisa bahasa Inggris. Banyak pula teman Jepang saya yang berkata bahwa mereka mengaku sungkan bila berbicara dengan orang Eropa, dll karena malu akan kemampuan berbahasa Inggrisnya.
Diubah oleh wewintj 21-03-2013 22:46
monkeydfarly memberi reputasi
1
715.3K
10K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Mancanegara
5.9KThread•3.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
wewintj
#3
Sistem Transportasi di Jepang
TOKYO
Pertama yang akan dibahas adalah transportasi di Tokyo, untuk transportasi ke airportnya. Bagaimanakah transportasi dari dan ke airport? Pertama, saya sarankan untuk terbang ke Haneda karena lebih dekat dari pusat kota seperti Shinjuku, Shibuya, Harajuku, dll. Tapi bila anda berencana tinggal di daerah yang dekat Narita seperti Disneyland misalnya, silahkan pilih Narita. Setahu saya, LCC AirAsia terbang ke Haneda. Narita Airport itu sendiri sekitar 80 km di sebelah timur Tokyo dan cukup jauh. Jika anda tinggal di Shinjuku dan akan terbang dari Narita pagi-pagi, cukup susah untuk kesana tepat waktu tanpa pakai taksi terutama untuk yang belum familiar dengan jalur-jaluir, platform kereta, dll (disarankan mencoba dulu jalurnya sehari sebelumnya, hehehe).
Dari dan ke Narita, paling gampang memakai Skyliner ke stasiun Nippori atau Ueno (sekitar 45 menit, ¥2400 – buka dari pagi, pastikan sepagi mungkin ke Nippori karena Skyliner ini cum 30 menit sekali kalau pagi, rugi kalau ketinggalan), dari Nippori atau Ueno anda bisa lanjutkan perjalanan memakai train / metro / subway. Pilihan lainnya adalah memakai Narita Express yang langsung ke Tokyo Central Station, Shinjuku, Shibuya. Cukup mahal, ¥3000, sekitar 1 jam perjalanan, ini kalau punya JR Pass bisa dipakai tanpa harus bayar lagi. Bagaimana kalau taksi? Taksi resmi bandara yang gak pakai argo sekitar ¥17.000, taksi yang pakai argo ¥30.000 dari Shinjuku. Selain mahal, kena macet gan. Sangat tidak disarankan.
Haneda Airport adalah airport lama nya Tokyo tapi lebih dekat dari pusat kota. Kebanyakan untuk penerbangan domestik tapi sekarang mulai digunakan lagi untuk internasional. Di Haneda ini paling gampang pakai Tokyo Monorail ke Hamamatsucho (¥470) sekitar 30 menit atau 1 jam kalau antri. Di Hamamatsucho ini ada JR Yamanote line, langsung ke Shinjuku, Shibuya, Ueno, Harajuku, Takadanobaba, dll dan anda sudah bisa dengan mudah menjangkau tujuan anda pakai subway jadi sangat mudah, dan kalau anda punya JR Pass bisa digunakan juga. Kalau mau transfer dari Haneda ke Narita juga ada Limousine Bus ¥3000 sekitar 90 menit. Taksi? Ke Shinjuku, Shibuya, Tokyo Central Station sekitar ¥6000. Kalau anda sampai Haneda tengah malam dan gak mau habis taksi, saya sarankan tidur dulu di airport. Nanti jam 5 pagi semua transportasi udah mulai jalan.
Ada lagi airport lain untuk low cost carrier, jarang terdengar untuk orang asing. Namanya Ibaraki Airport di Ibaraki, sekitar 100 km di utara Tokyo. Ini ada flight ke Taiwan, China, Korea, Hongkong untuk yang internasionalnya. Selebihnya domestik. Naik bus dari Tokyo Central
Station kena ¥500.
Belilah Suica atau PASMO di airport begitu anda datang. Kartu ini dapat digunakan untuk pembayaran kereta, beli makanan di toko kecil, di vending machine, dll. Bisa digunakan di semua transportasi di Tokyo kecuali Shinkansen dan limted express. Depositnya ¥500, maksimal bisa menyimpan ¥20,000. Kalau nggak mau beli PASMO atau Suica akan sangat susah karena tiap kali pakai kereta harus bayar dulu. Sekali jalan di train dan subway berkisar ¥110 sampai ¥310. Kereta ini beroperasi dari jam 5 pagi sampai jam 1 malam
OSAKA
Airport yang kemungkinan anda sambangi kalau main ke Osaka dari penerbangan internasional adalah Kansai International Airport (KIX). Anda bisa ke tengah kota pakai Kansai Airport Line dan Nankai Electric Railway. Untuk penerbangan domestik biasanya ke Airport yang lama yakni Osaka Airport atau biasa disebut Itami Airport. Di Airport ini anda belilah ICOCA, mirip PASMO atau Suica yang bisa digunakan di Osaka, Hiroshima, Nagoya, dan juga Tokyo. Atau kalau mau keliling Kansai area dalam 5 hari (Nagoya, Mie, Kyoto, Nara, dll) bisa pertimbangkan beli Kintetsu Rail Pass yang bisa dibeli di Kansai Airport Agency Travel Desk di KIX. Selain itu juga bisa pertimbangkan beli Osaka One-Day Pass ¥850 untuk semua transportasi di Osaka. Sama seperti Tokyo, subway nya Osaka juga modern, intensif, efisien, dan sangat mudah digunakan. Osaka juga punya semacam Yamanote Line nya Tokyo yakni JR Osaka Loop Line (Kanjo-Sen). Selain itu bisa coba beli sepeda untuk keliling di Osaka. Sepeda baru bisa ¥20000, tapi sepeda bekas ada yang ¥5000 an, coba cari di sekitar Osaka Castle. Tanyakan juga kalau sepedanya mau dijual lagi bisa dia beli berapa. Jadi semacam sewa lah. Minta penjual sepedanya daftarin sepedanya di polisi, kalau nggak didaftarin anda akan dianggap maling sepeda.
ANTARKOTA
Untuk transportasi antar kota memang paling popular yaitu Shinkansen. Shinkansen adalah kereta peluru Jepang yang cepat dan terkenal. Mau naik Shinkansen bisa dari Tokyo Station. Atau untuk kereta yang ke utara seperti ke Fukushima, Sendai, Akita, dll bisa dari Ueno. Shinkansen yang paling cepat untuk jalur ini adalah Hayate dan Hayabusha. Untuk rute ke barat seperti Osaka, Kyoto bisa juga naik di Shinagawa. Shinkansen ke Osaka, misalnya, berangkat sekitar 10 menit sekali. Ada 2 jenis yakni Nozomi dan Hikari. Nozomi paling cepat, antara 2 jam 20 menit sampai 2 jam 30 menit ¥14050, untuk Hikari kira-kira 3 jam ¥13750. Untuk yang mau murah bisa naik bus, tentunya agak lama dan kurang nyaman dibandingkan shinkansen. Pusat bus di Tokyo ada di Shinjuku Highway Bus Terminal (新宿高速バスターミナル) di West Exit dan di Tokyo Station tepatnya Yaesu-minamiguchi (八重洲南口) xit. Yang dari Shinjuku itu bus swasta seperti Keio Bus. Untuk yang dari Tokyo Station itu bus nya JR. Kalau punya JR Pass, naik bus ke Osaka, Kyoto, Nagoya sudah termasuk dalam JR Pass itu tapi kalau punya JR Pass ngapain naik bus enakan naik Shinkansen. Ada juga Willer Express, Kokusai Kogyo Bus, Odakyu Bus, Nishi Tokyo Bus, dll tapi saya pribadi lebih nyaman pakai JR Bus atau Shinkansen. Willer punya terminal sendiri di barat stasiun Shinjuku (di gedungnya Sumitomo), ada juga yang dari Tokyo Station dan Disneyland. Dari sana bisa langsung ke Osaka. Di Osaka Willer akan stop di Umeda Sky Building, Doyama-cho, Osaka Station, dan Tennoji Park. Willer Tokyo-Osaka sekitar ¥3500 untuk bus malam, untuk yang bagus kursinya sekitar ¥10000, kalau siang bisa ¥5000, sedikit lebih mahal dari JR bus. Hankyu, Keihan, Kintetsu Bus juga ada dari Shinjuku dan Tokyo Station ke Osaka tapi lebih mahal lagi. Saya pribadi menyarankan pakai kereta saja, atau kalau memang pengen budget ya pakai JR Bus saja. Willer masih boleh tapi saya pribadi lebih suka JR Bus.
Dari Osaka ke Okayama pakai Shinkansen sekitar 45 menit (¥6000), ke Hiroshima 1 jam 30 menit (¥10000), ke Fukuoka sekitar 2 jam 30 menit (¥15000). Ke Kyoto ada shin-kaisoku (special rapid) tapi agak mahal, biasanya orang kalau mau murah naik Hankui Railway. Begitu juga dengan ke Kobe (30 menit) untuk yang pengen lihat Koshien atau stadium baseball markasnya Hanshin Tigers. Ke Nara sekitar 45 menit dari Osaka Station pakai JR. Ke Nagoya selain pakai Shinkansen (¥5700) juga bisa pakai Urban Liner sekitar 2 jam (¥4000).
Untuk JR Pass, anda harus beli dulu di luar negri baru ditukarkan dengan tiketnya (bawa paspor) di airport Jepang. Di Singapore bisa belinya.
Gimana Mau Kontak Keluarga di Indonesia?
Jepang memang canggih teknologinya tapi cukup susah juga mau komunikasi untuk wisatawan asing. Pertama, perlu ditegaskan bahwa di Jepang mau beli nomer HP lokal urusannya ribet sekali dan nyaris tidak mungkin beli untuk orang dengan visa turis. Harus pakai kartu resident di Jepang baru bisa beli. Anda bisa gunakan telepon umum (公衆電話 kōshū denwa) yang ada dimana-mana, coba cari yang bisa internasional (ada tulisannya) dan anda sebelumnya harus beli kertu telepon internasional dulu (ada di kios-kios), kalau nggak tarifnya bisa mahal sekali.
Kalau anda memang butuh HP (携帯電話 keitai denwa / keitai) coba anda sewa saja. Di Haneda, Narita misalnya coba anda keliling saja nanti akan ketemu persewaan HP. Ada juga sewa Iphone, paket internet, WiFi router, dll. Meskipun sudah ada harga fixednya, itu bisa ditawar. Coba nego saja. Kalau saya jadi anda sih mending paket internet saja jadi bisa kirim e-mail buat keluarga di rumah atau lewat social network gitu.
COMING SOON:
Tempat-Tempat Menarik di Jepang
Itinerary Murah Untuk Backpacker
Etika Orang Jepang
TOKYO
Pertama yang akan dibahas adalah transportasi di Tokyo, untuk transportasi ke airportnya. Bagaimanakah transportasi dari dan ke airport? Pertama, saya sarankan untuk terbang ke Haneda karena lebih dekat dari pusat kota seperti Shinjuku, Shibuya, Harajuku, dll. Tapi bila anda berencana tinggal di daerah yang dekat Narita seperti Disneyland misalnya, silahkan pilih Narita. Setahu saya, LCC AirAsia terbang ke Haneda. Narita Airport itu sendiri sekitar 80 km di sebelah timur Tokyo dan cukup jauh. Jika anda tinggal di Shinjuku dan akan terbang dari Narita pagi-pagi, cukup susah untuk kesana tepat waktu tanpa pakai taksi terutama untuk yang belum familiar dengan jalur-jaluir, platform kereta, dll (disarankan mencoba dulu jalurnya sehari sebelumnya, hehehe).
Dari dan ke Narita, paling gampang memakai Skyliner ke stasiun Nippori atau Ueno (sekitar 45 menit, ¥2400 – buka dari pagi, pastikan sepagi mungkin ke Nippori karena Skyliner ini cum 30 menit sekali kalau pagi, rugi kalau ketinggalan), dari Nippori atau Ueno anda bisa lanjutkan perjalanan memakai train / metro / subway. Pilihan lainnya adalah memakai Narita Express yang langsung ke Tokyo Central Station, Shinjuku, Shibuya. Cukup mahal, ¥3000, sekitar 1 jam perjalanan, ini kalau punya JR Pass bisa dipakai tanpa harus bayar lagi. Bagaimana kalau taksi? Taksi resmi bandara yang gak pakai argo sekitar ¥17.000, taksi yang pakai argo ¥30.000 dari Shinjuku. Selain mahal, kena macet gan. Sangat tidak disarankan.
Haneda Airport adalah airport lama nya Tokyo tapi lebih dekat dari pusat kota. Kebanyakan untuk penerbangan domestik tapi sekarang mulai digunakan lagi untuk internasional. Di Haneda ini paling gampang pakai Tokyo Monorail ke Hamamatsucho (¥470) sekitar 30 menit atau 1 jam kalau antri. Di Hamamatsucho ini ada JR Yamanote line, langsung ke Shinjuku, Shibuya, Ueno, Harajuku, Takadanobaba, dll dan anda sudah bisa dengan mudah menjangkau tujuan anda pakai subway jadi sangat mudah, dan kalau anda punya JR Pass bisa digunakan juga. Kalau mau transfer dari Haneda ke Narita juga ada Limousine Bus ¥3000 sekitar 90 menit. Taksi? Ke Shinjuku, Shibuya, Tokyo Central Station sekitar ¥6000. Kalau anda sampai Haneda tengah malam dan gak mau habis taksi, saya sarankan tidur dulu di airport. Nanti jam 5 pagi semua transportasi udah mulai jalan.
Ada lagi airport lain untuk low cost carrier, jarang terdengar untuk orang asing. Namanya Ibaraki Airport di Ibaraki, sekitar 100 km di utara Tokyo. Ini ada flight ke Taiwan, China, Korea, Hongkong untuk yang internasionalnya. Selebihnya domestik. Naik bus dari Tokyo Central
Station kena ¥500.
Belilah Suica atau PASMO di airport begitu anda datang. Kartu ini dapat digunakan untuk pembayaran kereta, beli makanan di toko kecil, di vending machine, dll. Bisa digunakan di semua transportasi di Tokyo kecuali Shinkansen dan limted express. Depositnya ¥500, maksimal bisa menyimpan ¥20,000. Kalau nggak mau beli PASMO atau Suica akan sangat susah karena tiap kali pakai kereta harus bayar dulu. Sekali jalan di train dan subway berkisar ¥110 sampai ¥310. Kereta ini beroperasi dari jam 5 pagi sampai jam 1 malam
OSAKA
Airport yang kemungkinan anda sambangi kalau main ke Osaka dari penerbangan internasional adalah Kansai International Airport (KIX). Anda bisa ke tengah kota pakai Kansai Airport Line dan Nankai Electric Railway. Untuk penerbangan domestik biasanya ke Airport yang lama yakni Osaka Airport atau biasa disebut Itami Airport. Di Airport ini anda belilah ICOCA, mirip PASMO atau Suica yang bisa digunakan di Osaka, Hiroshima, Nagoya, dan juga Tokyo. Atau kalau mau keliling Kansai area dalam 5 hari (Nagoya, Mie, Kyoto, Nara, dll) bisa pertimbangkan beli Kintetsu Rail Pass yang bisa dibeli di Kansai Airport Agency Travel Desk di KIX. Selain itu juga bisa pertimbangkan beli Osaka One-Day Pass ¥850 untuk semua transportasi di Osaka. Sama seperti Tokyo, subway nya Osaka juga modern, intensif, efisien, dan sangat mudah digunakan. Osaka juga punya semacam Yamanote Line nya Tokyo yakni JR Osaka Loop Line (Kanjo-Sen). Selain itu bisa coba beli sepeda untuk keliling di Osaka. Sepeda baru bisa ¥20000, tapi sepeda bekas ada yang ¥5000 an, coba cari di sekitar Osaka Castle. Tanyakan juga kalau sepedanya mau dijual lagi bisa dia beli berapa. Jadi semacam sewa lah. Minta penjual sepedanya daftarin sepedanya di polisi, kalau nggak didaftarin anda akan dianggap maling sepeda.
ANTARKOTA
Untuk transportasi antar kota memang paling popular yaitu Shinkansen. Shinkansen adalah kereta peluru Jepang yang cepat dan terkenal. Mau naik Shinkansen bisa dari Tokyo Station. Atau untuk kereta yang ke utara seperti ke Fukushima, Sendai, Akita, dll bisa dari Ueno. Shinkansen yang paling cepat untuk jalur ini adalah Hayate dan Hayabusha. Untuk rute ke barat seperti Osaka, Kyoto bisa juga naik di Shinagawa. Shinkansen ke Osaka, misalnya, berangkat sekitar 10 menit sekali. Ada 2 jenis yakni Nozomi dan Hikari. Nozomi paling cepat, antara 2 jam 20 menit sampai 2 jam 30 menit ¥14050, untuk Hikari kira-kira 3 jam ¥13750. Untuk yang mau murah bisa naik bus, tentunya agak lama dan kurang nyaman dibandingkan shinkansen. Pusat bus di Tokyo ada di Shinjuku Highway Bus Terminal (新宿高速バスターミナル) di West Exit dan di Tokyo Station tepatnya Yaesu-minamiguchi (八重洲南口) xit. Yang dari Shinjuku itu bus swasta seperti Keio Bus. Untuk yang dari Tokyo Station itu bus nya JR. Kalau punya JR Pass, naik bus ke Osaka, Kyoto, Nagoya sudah termasuk dalam JR Pass itu tapi kalau punya JR Pass ngapain naik bus enakan naik Shinkansen. Ada juga Willer Express, Kokusai Kogyo Bus, Odakyu Bus, Nishi Tokyo Bus, dll tapi saya pribadi lebih nyaman pakai JR Bus atau Shinkansen. Willer punya terminal sendiri di barat stasiun Shinjuku (di gedungnya Sumitomo), ada juga yang dari Tokyo Station dan Disneyland. Dari sana bisa langsung ke Osaka. Di Osaka Willer akan stop di Umeda Sky Building, Doyama-cho, Osaka Station, dan Tennoji Park. Willer Tokyo-Osaka sekitar ¥3500 untuk bus malam, untuk yang bagus kursinya sekitar ¥10000, kalau siang bisa ¥5000, sedikit lebih mahal dari JR bus. Hankyu, Keihan, Kintetsu Bus juga ada dari Shinjuku dan Tokyo Station ke Osaka tapi lebih mahal lagi. Saya pribadi menyarankan pakai kereta saja, atau kalau memang pengen budget ya pakai JR Bus saja. Willer masih boleh tapi saya pribadi lebih suka JR Bus.
Dari Osaka ke Okayama pakai Shinkansen sekitar 45 menit (¥6000), ke Hiroshima 1 jam 30 menit (¥10000), ke Fukuoka sekitar 2 jam 30 menit (¥15000). Ke Kyoto ada shin-kaisoku (special rapid) tapi agak mahal, biasanya orang kalau mau murah naik Hankui Railway. Begitu juga dengan ke Kobe (30 menit) untuk yang pengen lihat Koshien atau stadium baseball markasnya Hanshin Tigers. Ke Nara sekitar 45 menit dari Osaka Station pakai JR. Ke Nagoya selain pakai Shinkansen (¥5700) juga bisa pakai Urban Liner sekitar 2 jam (¥4000).
Untuk JR Pass, anda harus beli dulu di luar negri baru ditukarkan dengan tiketnya (bawa paspor) di airport Jepang. Di Singapore bisa belinya.
Gimana Mau Kontak Keluarga di Indonesia?
Jepang memang canggih teknologinya tapi cukup susah juga mau komunikasi untuk wisatawan asing. Pertama, perlu ditegaskan bahwa di Jepang mau beli nomer HP lokal urusannya ribet sekali dan nyaris tidak mungkin beli untuk orang dengan visa turis. Harus pakai kartu resident di Jepang baru bisa beli. Anda bisa gunakan telepon umum (公衆電話 kōshū denwa) yang ada dimana-mana, coba cari yang bisa internasional (ada tulisannya) dan anda sebelumnya harus beli kertu telepon internasional dulu (ada di kios-kios), kalau nggak tarifnya bisa mahal sekali.
Kalau anda memang butuh HP (携帯電話 keitai denwa / keitai) coba anda sewa saja. Di Haneda, Narita misalnya coba anda keliling saja nanti akan ketemu persewaan HP. Ada juga sewa Iphone, paket internet, WiFi router, dll. Meskipun sudah ada harga fixednya, itu bisa ditawar. Coba nego saja. Kalau saya jadi anda sih mending paket internet saja jadi bisa kirim e-mail buat keluarga di rumah atau lewat social network gitu.
COMING SOON:
Tempat-Tempat Menarik di Jepang
Itinerary Murah Untuk Backpacker
Etika Orang Jepang
Diubah oleh wewintj 28-03-2013 18:20
0